Wededed ... Ikoniknya para Bobotoh Encib

5 menit baca
bram herdiana
Ditulis oleh bram herdiana diterbitkan
Ribuan Bobotoh mengikuti konvoi perayaan juara Super League 2025–2026 di Kota Bandung, Minggu 24 Mei 2026. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ribuan Bobotoh mengikuti konvoi perayaan juara Super League 2025–2026 di Kota Bandung, Minggu 24 Mei 2026. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)

Di antara semua bentuk selebrasi ada satu hal yang selalu menjadi ciri khas dan sulit dipisahkan dari perayaan para bobotoh atau pendukung Persib, yaitu suara sepeda motor yang digeber-geber sehingga menghasilkan suara wededed...wededed...wededed... Setiap kali Persib Bandung atau Encib meraih kemenangan penting, terutama ketika berhasil menjuarai kompetisi atau memenangkan laga besar, jalanan di Kota Bandung dan berbagai daerah di Jawa Barat ibarat lautan biru.

Seperti halnya pada pesta juara liga tahun 2026 ini, puluhan ribu  bobotoh menggelinding di hamparan aspal dengan berkaos Encib, membawa bendera, syal, dan atribut Encib lainnya, hingga flare untuk merayakan kebanggaan  terhadap tim kesayangannya. Bagi masyarakat Jawa Barat, khususnya para pendukung Persib, istilah wededed bukan sekadar bunyi biasa. Suara tersebut sudah menjadi bagian dari identitas konvoi kemenangan Persib yang kini sudah menjadi "Jenderal Besar" sebab memiliki lima bintang sebagai tanda peraihan telah lima kali juara liga sepak bola profesional Indonesia.

Ketika konvoi sepeda motor menutup aspal jalanan, suara knalpot yang dimainkan dengan ritme tertentu menciptakan gema khas yang langsung mengingatkan orang pada efouria kemenangan Maung Bandung. Bahkan, banyak orang yang mengatakan bahwa kemenangan Persib terasa belum lengkap jika belum ada suara wededed…wededed…wededed…dari  knalpot sepeda motor para bobotoh.

Suara ikonik tersebut ini lahir secara alami dari kreativitas para bobotoh. Awalnya, suara sepeda motor tersebut muncul ketika bobotoh memainkan gas  secara berulang-ulang sambil menekan kopling atau menyesuaikan putaran mesin sehingga menghasilkan ritme unik. Lama-kelamaan, pola bunyi itu terdengar seperti we-de-ded…we-de-ded…,we-de-ded…sampai akhirnya suara tersebut melekat di telinga masyarakat. Sekarang suara itu menjadi semacam sandi perayaan yang langsung dikenali.

Dalam budaya bobotoh, pawai kemenangan bukan hanya tentang berkumpul di jalan. Pawai adalah simbol kebersamaan dan rasa bangga terhadap Persib. Ketika Persib menang, ribuan orang dari berbagai latar belakang bersatu mengenakan warna biru khas Encib. Ada para pelajar, mahasiswa, pekerja, pedagang, hingga orang tua yang ikut menyemarakan jalanan. Mereka datang bukan hanya untuk merayakan skor pertandingan, tetapi juga untuk menunjukkan rasa memiliki terhadap klub yang dianggap sebagai salah satu identitas masyarakat Jawa Barat.

Di tengah suasana tersebut, suara wededed menjadi semacam pemersatu segenap perasaan. Ketika satu sepeda motor mulai memainkan bunyi itu, sepeda motor lainnya akan mengikuti secara spontan. Akibatnya, seluruh jalan dipenuhi irama mesin yang terdengar kompak dan berulang-ulang. Momen ini sering kali menciptakan suasana meriah yang membuat orang-orang di sekitar ikut terbawa bahagia. Bahkan warga yang tidak ikut konvoi pun dapat mengetahui bahwa Persib baru saja menang hanya dari suara sepeda motor yang terdengar.

Ribuan Bobotoh mengikuti konvoi perayaan juara Super League 2025–2026 di Kota Bandung, Minggu 24 Mei 2026. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ribuan Bobotoh mengikuti konvoi perayaan juara Super League 2025–2026 di Kota Bandung, Minggu 24 Mei 2026. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)

Menariknya, suara wadeded juga berkembang menjadi bagian dari budaya populer. Di media sosial, banyak video konvoi Persib yang menampilkan irama motor tersebut dan mendapatkan jutaan penonton. Anak-anak muda menjadikannya bahan candaan ala Sunda hingga konten kreatif. Tidak sedikit pula yang menirukan bunyi wadeded dalam percakapan biasa ketika membicarakan kemenangan Persib. Hal ini menunjukkan bahwa budaya supporter tidak hanya hidup di stadion, tetapi juga berkembang di kamar digital.

Secara teknis, cara menghasilkan suara wededed sebenarnya cukup mudah. Umumnya, pengendara memainkan putaran gas motor secara cepat dan berulang sambil menyesuaikan ritme mesin. Pada motor manual, suara itu biasanya dihasilkan dengan menarik kopling lalu memainkan gas secara pendek-pendek sehingga terdengar seperti hentakan berirama. Meski demikian, banyak bobotoh yang sebenarnya tidak menggunakan motor dengan modifikasi berlebihan. Sebagian besar hanya memainkan ritme gas motor biasa untuk menciptakan suara yang khas.

Walaupun identik dengan euforia dan kegembiraan, tradisi konvoi tentu perlu dilakukan dengan bijak. Dalam beberapa kesempatan, konvoi yang terlalu ramai dapat mengganggu pengguna jalan lain atau menimbulkan kemacetan. Selain itu, penggunaan knalpot yang terlalu bising juga sering menjadi perdebatan di masyarakat. Sebagian orang menganggap suara tersebut mengganggu kenyamanan lingkungan, terutama jika dilakukan hingga larut malam. Namun di sisi lain, bagi bobotoh, suara wededed dianggap sebagai bentuk ekspresi spontan atas rasa bahagia dan kebanggaan terhadap Persib.

Perbedaan pandangan ini menunjukkan bahwa budaya supporter selalu memiliki dua sisi yaitu semangat solidaritas di satu sisi, dan tantangan menjaga ketertiban di sisi lainnya. Karena itu, banyak komunitas bobotoh yang mulai mengingatkan pentingnya menjaga ketertiban saat merayakan kemenangan. Euforia boleh menggunung, tetapi keselamatan dan kepentingan bersama tetap harus menjadi prioritas.

Meski demikian, tidak dapat dipungkiri bahwa suara wededed telah menjadi bagian dari perayaan Persib. Ketika orang mendengar suara itu di jalanan, mereka langsung teringat pada atmosfer kemenangan, konvoi biru, dan semangat bobotoh yang luar biasa. Bahkan bagi sebagian perantau asal Jawa Barat, mendengar suara tersebut di media sosial bisa memunculkan rasa rindu terhadap kampung halaman dan suasana Bandung.

Di era modern seperti sekarang, budaya supporter terus mengalami perubahan. Teknologi, media sosial, dan perkembangan tren anak muda membuat cara merayakan kemenangan semakin beragam. Namun di tengah semua perubahan itu, suara wededed tetap bertahan sebagai simbol sederhana yang melekat kuat pada identitas bobotoh. Tradisi ini menjadi bukti bahwa sebuah komunitas supporter dapat menciptakan budaya unik yang dikenali luas oleh masyarakat.

Persib bagi bobotoh bukan hanya klub sepak bola. Persib adalah kebanggaan daerah, simbol persatuan, dan bagian dari kehidupan sehari-hari masyarakat Jawa Barat. Karena itu, setiap kemenangan selalu dirayakan dengan penuh emosi dan antusiasme. Suara motor wededed akhirnya menjadi representasi dari ledakan kebahagiaan tersebut. Ia bukan sekadar bunyi mesin kendaraan, melainkan suara kebersamaan, solidaritas, dan rasa cinta terhadap klub kebanggaan.

Pada akhirnya, tradisi suara   wededed…wededed…wededed… menunjukkan bahwa sepak bola memiliki kekuatan besar dalam membangun identitas sosial dan budaya. Dari stadion hingga jalanan, dari tribun penonton hingga media sosial, semangat Persib hidup dalam berbagai bentuk ekspresi. Dari semua bentuk itu, suara wededed tetap menjadi salah satu simbol selebrasi paling ikonik yang selalu hadir setiap kali Encib atau Maung Bandung membawa pulang kemenangan apalagi meraih juara. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 10 Okt 2026, 16:20

Zebra Cross di depan UIN Bandung Kampus 1, Apakah Safe-Crossing?

Kurangnya fasilitas yang memadai dan faktor lainnya, zebra cross di depan UIN Bandung Kampus 1 ternyata tidak termasuk ke dalam kategori safe-crossing.

Pejalan kaki yang menyeberang di zebra cross depan gerbang pintu masuk-keluar UIN Bandung Kampus 1. Difoto pada hari Rabu, 7 Oktober 2026 pukul 06.26 WIB. (Sumber: Dok. Pribadi | Foto: Evira Dwi Shakira)
Ayo Netizen 10 Okt 2026, 14:39

Darurat Kesehatan Mental dan Ruang Komunikasi Terapeutik Melalui Radio

Di tengah kelelahan konten mental health medsos, radio bertransformasi jadi ruang konseling terapeutik. Ini membuktikan pemulihan jiwa butuh empati nyata, bukan sekadar engagement digital.

Di tengah kelelahan konten mental health medsos, radio bertransformasi jadi ruang konseling terapeutik. (Sumber: Pexels | Foto: Vie Studio)
Ayo Netizen 10 Okt 2026, 13:19

Jangan Menghukum Saritem karena Reputasinya

Saat nama Saritem disebut, publik tidak hanya membayangkan lokasi geografis di Kota Bandung. Ada citra sosial yang ikut menyeruak, yang terbentuk dari sejarah, pemberitaan, dan percakapan warga. 

Polisi melakukan razia narkoba di Saritem. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Gilang Fathu Ramadhan)
Ayo Netizen 10 Okt 2026, 12:23

Gastro-Histori Roti Bagelen: Akulturasi Tiga Budaya dan Jejak Perintis Khoe Pek Goan di Garut Sejak 1885

Dalam khazanah gastro-historis Indonesia, Roti Bagelen menduduki posisi istimewa sebagai penganan legendaris yang melintasi zaman.

Roti Bagelen pertama kali terekam dalam sejarah lahir dan berkembang di Kabupaten Garut sebagai titik awal keberadaannya di Indonesia. (Sumber: Akun Shopee Bagelen Garut)
Ayo Netizen 09 Okt 2026, 20:18

Generasi Berempati Ekologis

Refleksi guru dalam isu darurat dampah di Bandung Raya.

Generasi berempati ekologis. (Sumber: GeminiAI)
Ayo Netizen 09 Okt 2026, 19:45

Pesantren dan Pluralitas Indonesia

Bagaimana kita melihat pesantren kini dalam pluralitas? Masyarakat tidak cukup hanya diajarkan untuk "toleran". Mereka perlu memahami mengapa perbedaan harus dihormati dan hidup bersama secara adil.

Ilustrasi santri yang sedang belajar di pesantren. (Sumber: Pexels/Mufid Majnun)
Ayo Netizen 09 Okt 2026, 18:38

Hidangan-Hidangan Nostalgia: Tanggung Jawab Bersama Melestarikan Warisan Kuliner Nusantara

Mari kita melangkahkan kaki lebih dalam untuk menjelajahi keunikan serta kekayaan rasa hidangan utama tradisional yang tersebar dari Sabang sampai Merauke.

Populer di Bandung sejak 1930, Colenak Tapai Pisang menyajikan perpaduan tapai singkong dan pisang tanduk panggang dengan saus gula merah kelapa, nikmat disantap hangat bersama teh panas. (Sumber: Dokumentasi Primarasa)
Ayo Netizen 09 Okt 2026, 18:04

Curug Putri Palutungan Terjun dari Atas Lava Gunung Gegerhalang

Gunung Gegerhalang itu ibu dari Gunung Cereme. Bila direkonstruksi, tinggi Gunung Gegerhalang itu diperkirakan mencapai 4.000 m dpl.

Dinding lembah di sisi timur Curug Putri, berupa susunan batutemplek, lava yang membeku dari aliran Gunung Gegerhalang peruode ke-2. (Foto: T Bachtia)
Ayo Netizen 09 Okt 2026, 17:35

UU Pelindungan Ketenagakerjaan: Mampukah Membuka Jalan bagi Gen Z?

Jika aturan memberikan perlindungan yang jelas sekaligus menciptakan kepastian hukum, perusahaan memiliki dasar yang lebih baik untuk menyusun rencana usaha dan perekrutan.

Harapan UU Pelindungan Ketenagakerjaan dan Nasib Gen Z. (Sumber: dok FSP LEM SPSI | Foto: Arif Minardi)
Ayo Netizen 09 Okt 2026, 16:45

Menyelisik Peristiwa ’65 dari Kacamata Seorang Anak 7 Tahun: Membaca Candik ala 1965

Candik Ala 1965 membuka cara membaca peristiwa 1965 melalui pengalaman seorang anak yang belum memahami sepenuhnya konflik politik di sekitarnya.

Buku "andik Ala 1965" karya Tinuk R. Yampolsky. (Foto: Nur Febri Putranto)
Ayo Netizen 09 Okt 2026, 15:32

Bandung dan Cirebon: Dua wilayah di Jawa Barat yang Memiliki Suhu Udara Berkebalikan

Bandung dan Cirebon merupakan dua kota yang berada dalam satu wilayah Jawa Barat tapi memiliki kondisi cuaca yang jauh berbeda

Dua kota yang masuk ke wilayah Jawa barat tapi memiliki cuaca yang berbeda. (Sumber: Generated AI)
Ayo Netizen 09 Okt 2026, 10:16

Kala Bandung Tua Perlu Belajar dari Bandung Muda

Bandung Tua perlu belajar dari Bandung muda. Bukan berarti setiap gagasan anak muda pasti benar. Juga bukan berarti generasi yang lebih tua harus menyerahkan kemudi begitu saja. 

Aktivitas lari yang jadi tren di Bandung kiwari. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 09 Okt 2026, 08:04

Jejak Rasa di Tanah Seberang: Sejarah, Adaptasi, dan Evolusi Kuliner Jawa di Suriname

Migrasi besar-besaran tenaga kerja dari Jawa ke Suriname terjadi pada akhir abad ke-19 hingga awal abad ke-20.

Sebuah foto yang memperlihatkan seorang perempuan Jawa di Suriname sedang menyiapkan hidangan ala Jawa untuk sebuah perjamuan. (Sumber: collectie.wereldmuseum.nl)
Ayo Netizen 09 Okt 2026, 07:43

Masa Depan Bandung Command Center: Dari Monitor ke Otak Kota

BCC masa depan idealnya mempunyai tiga lapisan. Pertama, IoT menjadi mata dan telinga kota. Kedua, AI menjadi mesin analisisnya. Ketiga, manusia tetap menjadi pengambil keputusan.

Ruang utama Bandung Command Center (BCC). (Sumber: sumber: Bandung.go.id)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 19:14

Ketika Keamanan Pangan Kota Bandung Diuji Kasus 88 Seoul

Momentum untuk melihat kembali bagaimana keamanan pangan dan perlindungan konsumen diterapkan dalam industri kuliner Kota Bandung yang terus berkembang.

Ilustrasi Walikota Bandung sedang sidak keamanan pangan. (Sumber: ilustrasi dikreasi dengan chatgpt | Foto: Sri Maryati)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 18:13

Bagaimana Menjadikan Kota Bandung sebagai Sentra Batik Utama di Jawa Barat

Bandung berpotensi menjadi sentra batik utama Jawa Barat. Melalui inovasi motif modern, penguatan pengrajin lokal dan dukungan festival budaya, batik Bandung siap mendominia pasar lokal dan global.

Damakara Store di Cihapit. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Rizma Riyandi)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 17:43

Khazanah Masakan Bogor Tempo Doeloe: Warisan Gastronomi Leluhur yang Kian Langka

Kuliner Bogor tempo doeloe adalah bagian tak terpisahkan dari identitas budaya Sunda dan kekayaan gastronomi Nusantara.

Cungkring merupakan sajian khas Bogor berupa sate kulit sapi yang dibalut gurihnya bumbu rempah dan kacang. (Sumber: Youtube | Foto: Dyodoran)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 16:17

Mang Jaya, Maestro Dongeng Sunda yang Melintasi Zaman

Lebih dari setengah abad Mang Jaya menjaga dongeng dan bahasa Sunda tetap hidup melalui kekuatan suara dan imajinasi.

Sosok Mang Jaya, maestro dongeng Sunda yang telah puluhan tahun menghidupkan tradisi mendongeng dan memperkenalkan kekayaan cerita Sunda kepada lintas generasi. (Sumber: Istimewa)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 15:46

Memaknai Kembali Bandung Heritage

Ada sudut-sudut kota Bandung yang menyimpan cerita sejarah tapi tergerus oleh waktu. Bandung bukan hanya kota arsitektur, tapi juga tempat bahasa Sunda dicetak, dibaca dan disebarluaskan.

Gedung peninggalan Era Kolonial di Kota Bandung. (Sumber: Pexels | Foto: Andaru Firmansyah)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 13:10

Bandung Tak Bisa Hanya Diurus lewat 'PowerPoint'

Bandung tidak perlu menciptakan sejarah baru. Sejarahnya sudah ada. Yang dibutuhkan adalah menghubungkan titik-titik sejarah yang selama ini berdiri sendiri.

Salah satu sudut kawasan heritage Braga. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Arif Ruhiyat)