Meminjam Semangat Bobotoh Persib untuk Perubahan Indonesia

4 menit baca
Dias Ashari
Ditulis oleh Dias Ashari diterbitkan
Puluhan ribu bobotoh memenuhi jalan Asia-Afrika, Kota Bandung saat konvoi Persib Bandung juara Super League 2025-2026, Sabtu 24 Mei 2026. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Puluhan ribu bobotoh memenuhi jalan Asia-Afrika, Kota Bandung saat konvoi Persib Bandung juara Super League 2025-2026, Sabtu 24 Mei 2026. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)

Jujur meski saya kelahiran Kota Bandung- awalnya saya tidak punya ketertarikan dengan Persib beserta bobotohnya. Saat temen SMP saya merayakan kejuaran persib dengan konvoi justru saya bertanya dalam diri apa urgensinya?. Namun beranjak dewasa saya sedikit lebih memahami apa yang dirasakan oleh bobotoh meski beberapa part masih menganggu ketika membuat kemacetan dan sebagiannya ada yang bersikap anarkis.

Menurut observasi saya bobotoh adalah supporter bola yang paling loyal kepada tim sepak bola yang menjadi favoritnya yaitu Persib Bandung. Setiap kemenangannya tidak lekang dari perayaan sederhana hingga megah. Berbodong ke satu titik di Gedung Sate untuk menyanyikan lagu kemenangan—mengibarkan birunya bendera yang menjadi simbol kemenangan hingga menggunakan baju dan aksesoris secara totalitas.

Banjir-Hujan-Macet tak Menjadi Halangan

Sabtu (23/5) saat terdengar bobotoh akan mulai nobar dan konvoi – satu suasana yang sudah terbayang di benak saya adalah macet. Namun di jam 14:00 langit Bandung tampak mendung dan benar saja tak lama hujan deras mengguyur Bandung. Saya pun meneduh sambil makan mie kocok di sekitaran Cibaduyut Lama. Jam 15:00 hujan mulai mereda tapi benar saja banjir besar menutupi jalan Cibaduyut. Dibandingkan motor rusak saya memilih putar balik ke jalan kopo. Siapa sangka ternyata meski sudah hujan besar dan juga banjir jalanan masih macet oleh sejumlah kendaraan termasuk bobotoh.

Ada satu momen menarik yang luput terdokumentasikan ketika ada bobotoh persib yang membawa motornya ditengah hujan dengan wajah yang sumringah. Sepertinya tidak ada kekhawatiran motornya mogok di tengah banjir mereka justru bersorai-sorak membawa semangat dan kibaran bendera kebanggaan.

Dilansir dari video tiktok ayobandung.com juga mengabarkan sejumlah warga Kabupaten Bandung dengan kondisi banjir tidak menyurutkan mereka untuk melakukan konvoi dan merayakan kemenangan Persib. Satu sikap loyal dan pantang menyerah yang bisa diadaptasi ke arah hal-hal dengan isu penting.

Bobotoh Persib Merangkul Semua Kalangan

Ribuan bobotoh memadati Stadion Gelora Bandung Lautan Api, Kota Bandung, Kamis 7 Mei 2026. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ribuan bobotoh memadati Stadion Gelora Bandung Lautan Api, Kota Bandung, Kamis 7 Mei 2026. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)

Bobotoh tidak hanya digemari oleh kaum laki-laki tapi juga banyak Perempuan yang senang terhadap klub Persib. Hal ini bisa terlihat ketika acara konvoi sejumlah Perempuan turut meramaikan kondisi jalanan. Dari anak kecil, remaja, dewasa, manula, berbagai macam profesi status sosial ikut melebur menjadi satu saat perayaan itu terjadi. Bahkan bayi yang belum mengerti apapun seringkali diberikan aksesoris baju Persib sebagai bentuk dukungan dari orag tuanya yang mencintai Persib.

Menurut saya hal ini tentu menjadi kekuatan karena bisa mempengaruhi orang banyak tanpa bersusah payah untuk mempromosikan atau memaksa ikut bergabung dalam mendukung Persib. Bahkan menurut saya kecintaan itu sudah dibangun dengan akar yang kuat sejak anak-anak kelahiran Sunda dilahirkan bahwa menyukai Persib seperti sebuah kewajiban yang harus tetap dijaga oleh generasi selanjutnya melalui simbol-simbol yang dikenakan.

Loyalitas-Humanitas-Solid

Kata Bobotoh sendiri berasal dari bahasa Sunda yang memiliki arti membangkitkan semangat. Hal ini tercermin dari salah satu sikap bobotoh yang loyal terhadap klubnya yaitu persib. Bahkan menurut saya Persib bukan sekedar klub biasa melainkan sudah termanifestasi menjadi identitas diri dan kultural dari masyarakat Jawa Barat.

Dilansir dari kumparan.com bahwasannya fenomena konvoi yang dilakukan oleh Bobotoh Persib terasa menarik dan dan menggetarkan karena bukan sekedar selebrasi kemenangan klub bola melainkan ledakan cinta, loyalitas dan keterikatan emosional yang sangat mendalam terhadap klub yang mereka puja.

Bahkan Maung Bandung yang sering menjadi simbol yang merepresentasikan identitas harimau dengan karakter buas, kuat dan tangguh di lapangan. Juga sering dijadikan patung dibeberapa titik yang semakin memperkuat hewan buas tersebut sebagai ikon Kota Bandung.

Loyalitas ini juga tercermin dari bagaimana bobotoh loyal membelanjakan uangnya untuk membeli jersey serta merchandise yang terafiliasi secara langsung dengan sponsor Persib. Bahkan tak jarang sikap ini juga ikut meningkatkan perekonomian masyarakat kecil yang juga menjual produk yang sama.

Bobotoh dari semua daerah di Kota maupun Kabupaten Bandung berkumpul menjadi satu. Beberapa kegiatan yang merujuk pada aspek sosial dan kemanusiaan klub seperti program kepedulian supporter dalam donor darah, fogging hingga acara menonton bareng untuk amal. Aspek tersebut sangat mencerimankan humanitas antara bobotoh yang satu dengan lainnya.

Bobotoh juga memiliki solidaritas yang tinggi, hal ini tercermin dari bagaimana cara mereka mendukung terlepas pemain Persib sedang turun performa apalagi ketika naik. Bobotoh selalu hadir di laga tandang yang seringkali mendominasi stadion lawan dengan lautan bendera dan baju berwarna biru. Bahkan menariknya ada salah satu supporter yang tinggal di Amerika dan tetap merayakan kemenangan Persib meski dari jarak jauh yang videonya bisa ditemukan di Tiktok Skor.id dengan statmentnya yang sangat menarik.

Money is not the problem. Nggak ada artinya uang dibandingkan dengan Persib. Saya akan datang biarpun dan dimanapun. Persib bahasa hate (hati), eta anu penting.

Saya rasa dibalik beberapa kegiatan konvoi yang meresahkan seperti macet, tindakan anarkis atau sebagiannya digunakan untuk ajang mabuk-mabukan. Antusiasme tinggi dari bobotoh patut untuk diapresiasi. Saya rasa untuk memperbaiki segala kekurangan dan ketimpangan sosial yang terjadi di Indonesia kita bisa memulai dan mencontoh dari bobotoh. Di mana loyalitas, humanitas, solid dan suportif adalah hal dasar (bare minimum) yang dibutuhkan oleh warga negara untuk membuat sebuah perubahan.

Bisa dibayangkan jika semangat ini bisa menular dan terarah ke hal-hal penting seperti isu kenegaraan. Maka ketimpangan yang terjadi kepada masyarakat desa atau perkotaan akan sangat mudah untuk diminimalisir. Bagaimana semua kalangan dan gender bersatu memperjuangkan hak bersama untuk meminta pertanggung jawaban negara kepada rakyatnya terkhusus untuk keadilan hukum, hak hidup layak dan kesejahteraan sosial.

Memimpikan semua perubahan kecil itu bisa dimulai dari semangat bobotoh dan Kota Bandung untuk Indonesia. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Dias Ashari
Tentang Dias Ashari
Menjadi Penulis, Keliling Dunia dan Hidup Damai Seterusnya...

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 10 Jul 2026, 20:05

Melihat Dunia dari Bandung: Dari Objek Kolonial ke Subjek Global

Suara Bandung tidak selalu terdengar konsisten. Kadang menguat, kadang tenggelam. Tergantung pada konteks global yang sedang berlangsung.

Museum Konferensi Asi-Afrika. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Kavin Faza)
Ayo Netizen 10 Jul 2026, 18:01

Urgensi Bandara Husein Sastranegara Menuju Konektivitas ASEAN

Pemprov Jabar dan Pemkot Bandung perlu segera mendesak agar pemerintah pusat mengijinkan rute internasional untuk Bandara Husein

Bandara Husein Sastranegara dilihat dari lantai 9 Gedung Pusat Manajemen PT Dirgantara Indonesia. (Sumber: dokpri | Foto: Totok Siswantara)
Ayo Netizen 10 Jul 2026, 17:00

Jejak-jejak Sejarah 'Kawadanaan' di Kecamatan Lembang

Salah satu potensi dan daya tarik wisata sejarah yang dimiliki Kota Lembang yaitu bangunan “Pendopo eks Kawedanaan”.

Alun alun Lembang tahun 1902. (Sumber: KITLV)
Wisata & Kuliner 10 Jul 2026, 16:44

Luas 150 Hektar, Bagaimana Cara Jelajah TMII dalam Sehari?

Bingung keliling TMII dalam sehari? Cek rute terbaik, rekomendasi anjungan, kereta gantung, museum, hingga atraksi Tirta Cerita.

Taman Mini Indonesia Indah (TMII).
Ayo Netizen 10 Jul 2026, 16:28

Ada Lohbener, Ada Losarang

Semula, toponimi dua kecamatan ini adalah toponim sungai yang mengalir melintasi Indramayu.

Lokasi Lohbener dan Losarang di Kabupaten Indramayu. (Sumber: Google maps)
Ayo Netizen 10 Jul 2026, 15:22

Sisa Peradaban Lama di Utara Bandung

Tak jauh dari kawasan Kebun Binatang Bandung terdapat arca Ganesha yang terdapat di gerbang depan Institut Teknologi Bandung.

Arca Ganesha di gerbang ITB. (Sumber: Dokumentasi Malia 2026)
Ayo Netizen 10 Jul 2026, 14:46

Menimbang Kembali Peran Ayah dalam Memperingati Hari Ayah Nasional

Maka di Hari Ayah Nasional ini, mari kita mencoba untuk menimbang dan melihat kembali, bagaimana peran ayah sesungguhnya terhadap anak-anak dan keluarganya.

Ilustrasi seorang ayah dan anaknya. (Sumber: Pexels | Foto: Faisal Allam)
Wisata & Kuliner 10 Jul 2026, 14:03

Panduan Wisata Situ Gunung Sukabumi: Tiket, Jembatan Gantung, dan Curug Sawer

Panduan lengkap Situ Gunung Sukabumi, mulai dari harga tiket, jalur wisata, Jembatan Gantung terpanjang di Asia Tenggara, Curug Sawer, hingga cara menuju lokasi.

Danau Situ Gunung Sukabumi.
Ayo Netizen 10 Jul 2026, 13:34

Diskursus Intelektual dalam Pendidikan Bernuansa Islami

Era teknologi telah memunculkan paradigma baru, bahwa pemikiran-pemikiran baru mengalami diskursus intelektual. Apakah ini juga menjadi tantangan bagi pendidikan bernuansa islami.

Anak-anak beragama Islam sedang mengaji di masjid. (Sumber: Pexels/Hera hendrayana)
Ayo Netizen 10 Jul 2026, 12:09

Redesain Kota Bandung: Sehat Rakyatnya Jaya Kotanya

Dapat kita ketahui bahwa kesehatan merupakan salah satu kebijakan yang perlu diambil sesegera mungkin selain pendidikan.

Suasana Jalan Braga, Kota Bandung saat diberlakukannya Braga Free Vehicle pada Sabtu, 4 Mei 2024. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 10 Jul 2026, 09:47

Menyusuri Jejak Dunia Hiburan Indonesia Era Tahun 70-an

Annie Rae sebagai pendatang baru tengah menanjak popularitasnya di blantika musik pop Indonesia.

Sampul Majalah Variasari edisi Juli 1970 yang menampilkan Annie Rae, biduanita ternama asal Bandung. (Sumber: Koleksi Kin Sanubary)
Ayo Netizen 10 Jul 2026, 08:01

Kecerdasan Buatan dalam Waktu ke Waktu

Menelusur sejarah perkembangan kecerdasan buatan.

Kecerdasan buatan bukan sekadar teknologi, tetapi sebagai pemahaman bahwa menusia selalu mencari lebih dari Batasan yang telah ada.
Ayo Netizen 09 Jul 2026, 21:54

Masjid Agung Al-Ittihad: Representasi Multikulturalisme di Kota Benteng

eberadaan Masjid Agung Al-Ittihad memiliki makna yang jauh lebih luas dibanding fungsi religius semata.

Masjid Agung Al-Ittihad Kota Tangerang. (Sumber: Pemerintah Kota Tangerang)
Wisata & Kuliner 09 Jul 2026, 18:37

Kerak Telor Betawi, Kuliner Tradisional Jakarta dengan Sejarah Panjang

Kerak Telor merupakan kuliner khas Betawi yang menjadi ikon Jakarta. Simak sejarah, bahan, cara memasak, dan fakta menarik di balik hidangan legendaris ini.

Kerak Telor Betawi.
Ayo Netizen 09 Jul 2026, 18:00

Asal Usul dan Perkembangan Ampiang Dadiah: Tradisi Kuliner Minangkabau dari Masa ke Masa

Membahas Ampiang Dadiah yogurt yang terbuat dari susu kerbau berasal dari Sumatera Barat.

Es Ampiang Dadiah, dibeli di Pasar Ateh, Bukittinggi. (Sumber: Wikimedia Commons)
Ayo Netizen 09 Jul 2026, 17:48

69 Tahun Navigasi Birokrasi: Mengukuhkan LAN sebagai Think Tank Strategis di Tengah Badai Disrupsi

LAN RI di usia ke-69 memperkuat perannya sebagai think tank strategis yang mendorong transformasi birokrasi melalui inovasi, digitalisasi, dan kebijakan berbasis bukti menuju Indonesia Emas 2045.

Lembaga Administrasi Negara (LAN) Republik Indonesia. (Sumber: LAN RI)
Ayo Netizen 09 Jul 2026, 17:11

Antara Bandung dan Yogyakarta, Semarak Kuliner Tiada Henti

Kuliner menjadi patron wisata yang menarik wisatawan. Bandung dan Yogyakarta memiliki karakter budaya yang berbeda, tetapi dengan wisata kuliner, dua kota itu menghadirkan Indonesia kini.

Kehadiran Tjitarum sebagai toko bolu dan kue bukan sekadar membuka ruang baru bagi wisatawan untuk membeli buah tangan. Namun simbol bagaimana kuliner bisa menjadi bahasa pelestarian budaya. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Eneng Reni Nuraisyah Jamil)
Ayo Netizen 09 Jul 2026, 16:59

Bedah Konsistensi Strategi Digital PR pada Peluncuran Mobil Listrik Keluaran Terbaru

Peluncuran New Air ev & Cloud EV bukti konsistensi Wuling bangun citra kendaraan listrik modern. Lewat web & Instagram, Wuling tampilkan pesan & visual inovatif masa depan.

Ilustrasi mobil listrik. (Sumber: Wuling Motors)
Ayo Netizen 09 Jul 2026, 16:05

Menari, Merayakan Masa Kecil

Setiap tarian memang berhenti saat musik usai, tapi cerita ihwal keberanian Kakang berjoged untuk pertama kalinya akan terus hidup, tumbuh subur saat dirawat, dipelihara, dipupuk & menari dalam hati.

Kakang bergaya sebelum tampil menari di spot foto yang ada serambi masjid Al-Hidayah, Kebonterong Cibiru Kota Bandung, Rabu (24/6/2026) (Sumber: Istimewa | Foto: Aa Akil)
Ayo Netizen 09 Jul 2026, 15:05

Menelusuri Jejak Rasa (Bagian II): Penjaga Memori dan Tradisi Kuliner Bandung

Setelah membedah lima ikon pertama pada bagian sebelumnya, mari kita lanjutkan penelusuran enam ikon kuliner legendaris lainnya.

Hidangan Warung Kopi Purnama (Foto: GMAPS)