Official Persib Logo
1933
1933

Meminjam Semangat Bobotoh Persib untuk Perubahan Indonesia

Dias Ashari
Ditulis oleh Dias Ashari diterbitkan Minggu 24 Mei 2026, 18:05 WIB
Puluhan ribu bobotoh memenuhi jalan Asia-Afrika, Kota Bandung saat konvoi Persib Bandung juara Super League 2025-2026, Sabtu 24 Mei 2026. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)

Puluhan ribu bobotoh memenuhi jalan Asia-Afrika, Kota Bandung saat konvoi Persib Bandung juara Super League 2025-2026, Sabtu 24 Mei 2026. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)

Jujur meski saya kelahiran Kota Bandung- awalnya saya tidak punya ketertarikan dengan Persib beserta bobotohnya. Saat temen SMP saya merayakan kejuaran persib dengan konvoi justru saya bertanya dalam diri apa urgensinya?. Namun beranjak dewasa saya sedikit lebih memahami apa yang dirasakan oleh bobotoh meski beberapa part masih menganggu ketika membuat kemacetan dan sebagiannya ada yang bersikap anarkis.

Menurut observasi saya bobotoh adalah supporter bola yang paling loyal kepada tim sepak bola yang menjadi favoritnya yaitu Persib Bandung. Setiap kemenangannya tidak lekang dari perayaan sederhana hingga megah. Berbodong ke satu titik di Gedung Sate untuk menyanyikan lagu kemenangan—mengibarkan birunya bendera yang menjadi simbol kemenangan hingga menggunakan baju dan aksesoris secara totalitas.

Banjir-Hujan-Macet tak Menjadi Halangan

Sabtu (23/5) saat terdengar bobotoh akan mulai nobar dan konvoi – satu suasana yang sudah terbayang di benak saya adalah macet. Namun di jam 14:00 langit Bandung tampak mendung dan benar saja tak lama hujan deras mengguyur Bandung. Saya pun meneduh sambil makan mie kocok di sekitaran Cibaduyut Lama. Jam 15:00 hujan mulai mereda tapi benar saja banjir besar menutupi jalan Cibaduyut. Dibandingkan motor rusak saya memilih putar balik ke jalan kopo. Siapa sangka ternyata meski sudah hujan besar dan juga banjir jalanan masih macet oleh sejumlah kendaraan termasuk bobotoh.

Ada satu momen menarik yang luput terdokumentasikan ketika ada bobotoh persib yang membawa motornya ditengah hujan dengan wajah yang sumringah. Sepertinya tidak ada kekhawatiran motornya mogok di tengah banjir mereka justru bersorai-sorak membawa semangat dan kibaran bendera kebanggaan.

Dilansir dari video tiktok ayobandung.com juga mengabarkan sejumlah warga Kabupaten Bandung dengan kondisi banjir tidak menyurutkan mereka untuk melakukan konvoi dan merayakan kemenangan Persib. Satu sikap loyal dan pantang menyerah yang bisa diadaptasi ke arah hal-hal dengan isu penting.

Bobotoh Persib Merangkul Semua Kalangan

Ribuan bobotoh memadati Stadion Gelora Bandung Lautan Api, Kota Bandung, Kamis 7 Mei 2026. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ribuan bobotoh memadati Stadion Gelora Bandung Lautan Api, Kota Bandung, Kamis 7 Mei 2026. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)

Bobotoh tidak hanya digemari oleh kaum laki-laki tapi juga banyak Perempuan yang senang terhadap klub Persib. Hal ini bisa terlihat ketika acara konvoi sejumlah Perempuan turut meramaikan kondisi jalanan. Dari anak kecil, remaja, dewasa, manula, berbagai macam profesi status sosial ikut melebur menjadi satu saat perayaan itu terjadi. Bahkan bayi yang belum mengerti apapun seringkali diberikan aksesoris baju Persib sebagai bentuk dukungan dari orag tuanya yang mencintai Persib.

Menurut saya hal ini tentu menjadi kekuatan karena bisa mempengaruhi orang banyak tanpa bersusah payah untuk mempromosikan atau memaksa ikut bergabung dalam mendukung Persib. Bahkan menurut saya kecintaan itu sudah dibangun dengan akar yang kuat sejak anak-anak kelahiran Sunda dilahirkan bahwa menyukai Persib seperti sebuah kewajiban yang harus tetap dijaga oleh generasi selanjutnya melalui simbol-simbol yang dikenakan.

Loyalitas-Humanitas-Solid

Kata Bobotoh sendiri berasal dari bahasa Sunda yang memiliki arti membangkitkan semangat. Hal ini tercermin dari salah satu sikap bobotoh yang loyal terhadap klubnya yaitu persib. Bahkan menurut saya Persib bukan sekedar klub biasa melainkan sudah termanifestasi menjadi identitas diri dan kultural dari masyarakat Jawa Barat.

Dilansir dari kumparan.com bahwasannya fenomena konvoi yang dilakukan oleh Bobotoh Persib terasa menarik dan dan menggetarkan karena bukan sekedar selebrasi kemenangan klub bola melainkan ledakan cinta, loyalitas dan keterikatan emosional yang sangat mendalam terhadap klub yang mereka puja.

Bahkan Maung Bandung yang sering menjadi simbol yang merepresentasikan identitas harimau dengan karakter buas, kuat dan tangguh di lapangan. Juga sering dijadikan patung dibeberapa titik yang semakin memperkuat hewan buas tersebut sebagai ikon Kota Bandung.

Loyalitas ini juga tercermin dari bagaimana bobotoh loyal membelanjakan uangnya untuk membeli jersey serta merchandise yang terafiliasi secara langsung dengan sponsor Persib. Bahkan tak jarang sikap ini juga ikut meningkatkan perekonomian masyarakat kecil yang juga menjual produk yang sama.

Bobotoh dari semua daerah di Kota maupun Kabupaten Bandung berkumpul menjadi satu. Beberapa kegiatan yang merujuk pada aspek sosial dan kemanusiaan klub seperti program kepedulian supporter dalam donor darah, fogging hingga acara menonton bareng untuk amal. Aspek tersebut sangat mencerimankan humanitas antara bobotoh yang satu dengan lainnya.

Bobotoh juga memiliki solidaritas yang tinggi, hal ini tercermin dari bagaimana cara mereka mendukung terlepas pemain Persib sedang turun performa apalagi ketika naik. Bobotoh selalu hadir di laga tandang yang seringkali mendominasi stadion lawan dengan lautan bendera dan baju berwarna biru. Bahkan menariknya ada salah satu supporter yang tinggal di Amerika dan tetap merayakan kemenangan Persib meski dari jarak jauh yang videonya bisa ditemukan di Tiktok Skor.id dengan statmentnya yang sangat menarik.

Money is not the problem. Nggak ada artinya uang dibandingkan dengan Persib. Saya akan datang biarpun dan dimanapun. Persib bahasa hate (hati), eta anu penting.

Saya rasa dibalik beberapa kegiatan konvoi yang meresahkan seperti macet, tindakan anarkis atau sebagiannya digunakan untuk ajang mabuk-mabukan. Antusiasme tinggi dari bobotoh patut untuk diapresiasi. Saya rasa untuk memperbaiki segala kekurangan dan ketimpangan sosial yang terjadi di Indonesia kita bisa memulai dan mencontoh dari bobotoh. Di mana loyalitas, humanitas, solid dan suportif adalah hal dasar (bare minimum) yang dibutuhkan oleh warga negara untuk membuat sebuah perubahan.

Bisa dibayangkan jika semangat ini bisa menular dan terarah ke hal-hal penting seperti isu kenegaraan. Maka ketimpangan yang terjadi kepada masyarakat desa atau perkotaan akan sangat mudah untuk diminimalisir. Bagaimana semua kalangan dan gender bersatu memperjuangkan hak bersama untuk meminta pertanggung jawaban negara kepada rakyatnya terkhusus untuk keadilan hukum, hak hidup layak dan kesejahteraan sosial.

Memimpikan semua perubahan kecil itu bisa dimulai dari semangat bobotoh dan Kota Bandung untuk Indonesia. (*)

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Dias Ashari
Tentang Dias Ashari
Menjadi Penulis, Keliling Dunia dan Hidup Damai Seterusnya...

Berita Terkait

News Update

Wisata & Kuliner 24 Mei 2026, 20:27

5 Oleh-Oleh Bandung Favorit yang Selalu Ramai Pembeli, Wajib Dibawa Pulang

Wisata ke Bandung belum lengkap tanpa membawa pulang oleh-oleh favorit seperti bolu bakar, abon gulung, dan dessert kekinian.

Bolu Bakar Tunggal, salah satu oleh-oleh legendaris Bandung.
Ayo Netizen 24 Mei 2026, 18:05

Meminjam Semangat Bobotoh Persib untuk Perubahan Indonesia

Perubahan besar sering kali dimulai dari akumulasi kecil seperti loyalitas, suportivitas, humanitas dan solidaritas dan semua itu bisa kita lihat dari antuasiasme Bobotoh Persib

Puluhan ribu bobotoh memenuhi jalan Asia-Afrika, Kota Bandung saat konvoi Persib Bandung juara Super League 2025-2026, Sabtu 24 Mei 2026. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 24 Mei 2026, 16:03

Muslihat pada Buku ‘Sejarah Hari Jadi Tatar Sunda’

Penting saya melanjutkan tulisan terkait Hari Lahir Tatar Sunda.

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi dan peserta memeriahkan Kirab Budaya Milangkala Tatar Sunda di Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Sabtu 16 Mei 2026. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 24 Mei 2026, 13:07

Kaum Rebahan Menolak Punah: Kemalasan adalah Sumber Penderitaan Nyata

Menderita karena lelahnya belajar dan berproses itu cuma sementara. ketika kamu menguasai skill baru disitu kebanggaan.

Ilustrasi kaum rebahan. (Sumber: Pexels | Foto: bi8ie)
Mayantara 24 Mei 2026, 10:50

Deepfake, Anonimitas, dan Perubahan Wajah Ruang Publik Digital

Perubahan ini merupakan bagian dari karakter media baru atau new media.

Ilustrasi anonimitas. (Sumber: Pexels | Foto: Anete Lusina)
Ayo Netizen 24 Mei 2026, 09:41

Encib Bangkit Lagi Tahun 1980-an

Tahun 1986 adalah saat kebangkitan kembali Persib saat tampil sebagai juara Perserikatan tahun 1986'

Bobotoh Persib tahun 1985-an. (Sumber: Wikimedia Commons | Foto: Princelg22)
Beranda 23 Mei 2026, 08:49

Persib di Ambang Juara, Pedagang Kecil Otista Bersiap "Lebaran"

Euforia Persib menuju juara membawa berkah bagi pedagang kecil di Otista. Penjual jersey dan bendera ikut panen rezeki dari ramainya warga menyambut pesta juara.

Deretan lapak penjual jersey dan bendera Persib di kawasanTegalega Kota Bandung, Jumat, 22 Mei 2026. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)
Ayo Netizen 22 Mei 2026, 19:17

Senayan Bergema untuk Persib Sejak 1995 dan Kini 2026 

Kemenangan Persib Bandung selangkah lagi menuju juara Liga Super Indonesia 2026 membuat kenangan mendekat.

Sutiono Lamso dan Kekey Zakaria menjadi pahlawan kemenangan Persib pada partai final di Stadion Senayan, Jakarta. (Sumber: Tabloid Tribun Olahraga, 1995 | Foto: Koleksi Kin Sanubary)
Ayo Netizen 22 Mei 2026, 18:07

Gaya Hidup Demi 'Eksposur': Puncak Komedi Finansial dan Cara Waras biar Gak Tekor

Hemat pangkal kaya itu mutlak, tapi di zaman sekarang, hemat itu butuh mental baja!

Kini, media sosial menjadi panggung global, tempat siapa pun bisa menampilkan diri, membentuk citra, dan menarik perhatian. (Sumber: Pexels/RDNE Stock project)
Ayo Netizen 22 Mei 2026, 17:19

Lebaran Haji Tempo Dulu

Hari Raya Idul Adha pada tempo dulu lebih dikenal dengan nama Lebaran Haji.

Artikel pada salah satu koran yang terbit tahun 1936. (Sumber: Delpher.nl)
Beranda 22 Mei 2026, 15:02

Hutan di Papua Selatan yang Dincar untuk PSN Seluas 3,5 Juta Lapangan Sepakbola Standar FIFA

Film dokumenter Pesta Babi menyoroti 2,5 juta hektare hutan Papua yang masuk proyek pangan dan energi, setara 3,5 juta lapangan bola.

Tayangan di film Pesta Babi. (Sumber: Jubi TV)
Ayo Netizen 22 Mei 2026, 13:08

Urban Legend Rel Kereta Api: Bukan Setannya yang Budeg tapi Manusianya yang Bebal

Kadang manusia lebih setan dari setan itu sendiri. Satu tindakan impulsif atas pilihan pribadi sering kali justru mengkambinghitamkan mahluk di dunia lain.

Kereta Rel Listrik (KRL). (Sumber: Wikimedia Commons | Foto: TyewongX)
Wisata & Kuliner 22 Mei 2026, 11:14

Jelajah Pesona Green Canyon Karawang, Sungai Jernih di Tengah Tebing Lumut Hijau

Green Canyon Karawang menawarkan sungai jernih, tebing lumut hijau, canyoning, dan suasana alam sejuk di kawasan Pangkalan.

Green Canyon Karawang. (Sumber: KCIC)
Ayo Netizen 22 Mei 2026, 09:41

Bandung: Kota Ramah Pejalan Kaki dan Disabilitas yang Masih Sebatas Slogan

Trotoar Bandung masih dipenuhi puing proyek, parkir liar, dan aktivitas lain yang mengurangi hak pejalan kaki serta aksesibilitas penyandang disabilitas.

Kondisi trotoar di Jalan Pungkur, Kota Bandung dipenuhi puing galian proyek utilitas, Kamis (21/5/2026) pagi. (Foto: Arif Budiman)
Komunitas 22 Mei 2026, 08:47

Cara Anti Leumpunk Club Susur Sudut Tersembunyi Kota Bandung Pakai GPS Sungut dan Modal Tawa

Menatap Bandung dari gang sempit bersama Anti Leumpunk Club. Modal tanya warga dan saling ledek, jalan kaki 8 km jadi ruang sehat yang penuh tawa.

Ayu dan Meiyama bersama rekannya di Anti Leumpunk Club di Lapangan Saparua, Kamis 21 Mei 2026. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)
Ayo Netizen 22 Mei 2026, 08:35

Buku, Keluarga, dan Literasi

Buku menjadi jendela dunia yang pertama kali dikenalkan dari rumah, sebelum anak mengenal ruang belajar yang lebih luas, baik di sekolah maupun di tengah masyarakat.

Seseorang sedang asyik membaca (Sumber: ayobandung.com | Foto: Kavin Faza)
Beranda 21 Mei 2026, 21:21

Ekosistem Digital Kian Bising, Media Lokal Didorong Kembali ke Publik

Media lokal didorong kembali mengutamakan kepentingan publik di tengah ancaman AI, hilangnya trafik klik, dan maraknya buzzer di ruang digital.

Pembukaan Jateng Media Summit 2026, Kamis (21/5/2026). (Sumber: Suara.com | Foto: Budi Arista Romadhoni)
Ayo Netizen 21 Mei 2026, 20:34

Reformasi Dibungkam, Otoritarianisme Gaya Baru Bangkit Kembali

Pembatalan sepihak kegiatan peringatan 28 Tahun Reformasi di Jakarta bukan lagi sekadar persoalan administrasi hotel.

Peringatan 28 Tahun Reformasi 98 di Jakarta. (Foto: Dokumen pribadi)
Beranda 21 Mei 2026, 19:31

Papua Bukan Tanah Kosong, Tapi Terus Dianggap Tanah Tanpa Suara

Film Pesta Babi memperlihatkan Papua dari sudut yang jarang terlihat: ketakutan, kehilangan tanah, dan pembangunan yang meninggalkan luka.

Hofni Sibetai mahasiswa asal Papua menyampaikan pandangannya seusai nobar Pesta Babi di Pusat Studi Bahasa Jepang Universitas Padjadjaran, Rabu 20 Mei 2026. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)
Ayo Netizen 21 Mei 2026, 19:03

Malam Jum’at Bukan Sekadar Baca Yasin: Menyelami Kedalaman Ritual Spiritual Warga NU

Ritual kebanyakan warga Nu membaca yasin pada malam jumat sudah menjadi sebuat tradisi

Seorang warga Bandung sedang membaca Alquran. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Irfan Al-Faritsi)