Ada Lohbener, Ada Losarang

3 menit baca
T Bachtiar
Ditulis oleh T Bachtiar diterbitkan
Lokasi Lohbener dan Losarang di Kabupaten Indramayu. (Sumber: Google maps)
Lokasi Lohbener dan Losarang di Kabupaten Indramayu. (Sumber: Google maps)

Semula, segalanya berawal dari sungai. Ketika penduduk di suatu tempat ingin melakukan perjalanan untuk mencari bahan pangan atau mengambil getah, kulit kayu, atau rotan, penduduk akan memanfaatkan aliran sungai untuk menuju lokasi tujuan agar berjalan di darat tidak terlalu jauh. Maka, diciptakanlah rakit dari bambu, sehingga hasil bumi dan penduduk dapat mengalun sesuai tujuan, tanpa harus dipikul terlalu jauh. Tumbuhlah perkampungan di pinggir sungai, di tempat-tempat rakit dapat merapat dengan mudah. Perkembangan dari rakit menjadi perahu kayu, seperti jukung, kelotok, ketinting, dll, menjadikan daya jelajah penduduk dapat lebih jauh lagi.

Setiap musim penghujan, pada satu periode bah atau banjir, air bah itu mengirimkan lumpur yang subur. Lumpur subur itu diendapkan di kiri-kanan sungai, di daerah limpasan banjir. Endapan banjir berupa tanah halus yang subur itu, tidak perlu diolah, dibersihkan, dan dicangkul terlebih dahulu. Benih dapat langsung ditanam di sana. Setelah sekian bulan dibiarkan tumbuh, akan menghasilkan sumber pangan untuk kehidupannya. Inilah awal budaya bersawah. Kata sawah pun berasal dari kata sa – bah, satu kali periode bah dalam musim tanam tahun itu. Perubahan dari bah menjadi wah, sudah lazim dalam berbahasa, seperti kata waringin menjadi baringin, kemudian beringin. Akhirnya kata sa-bah berubah menjadi sa-wah, kemudian menjadi sawah, namun maknanya bergeser. Yang semula lebih bermakna musim tanam ketika bah datang, kini menjadi tempat untuk menanam padi.

Sungai membawa kesejahteraan bagi penduduknya. Dari sempadan sungai dipanen bahan pangan, di sungai terdapat ikan, dan sungai menjadi tempat untuk berlalulintas. Dari sungai yang telah menyejahterakan, lahirlah kata lohjinawi, yang berasal dari kata loh dan jinawi. Loh bermakna sungai, dan jinawi bermakna kesuburan lahan, kemakmuran hasil bumi, dan serba berkecukupan dari hasil buminya. Lohjinawi bermakna sungai yang memakmurkan. Sekarang maknanya menjadi tanah subur yang makmur.

Di Jawa Barat, ada ragam kata dalam menyebut sungai, seperti ci (Ci Manuk, Ci Tarum, Ci Genter). Kali (Kali Deres, Kali Malang). Loh (Loh Sarang, Loh Bener). Ada juga istilah lain untuk sungai, tapi tidak menjadi toponim, yaitu walungan dan wahangan.

Di Kabupaten Indramayu, ada toponim Kecamatan Losarang dan Kecamatan Lohbener. Semula, toponim dua kecamatan ini adalah toponim sungai yang mengalir melintasi Indramayu, yaitu Loh Sarang (Sungai Sarang) dan Loh Bener (Sungai Bener).

Loh berarti sungai, dan sarang atau sarangan berarti suci (Prof Drs S Wojowasito, 1977. Kamus Kawi - Indonesia). Loh Sarang berarti sungai suci, tempat membersihkan raga, sebelum membersihkan hati, dengan melaksanakan ritual. 

Toponim yang memakai kata sarangan hanya satu tempat di Di Jawa Barat, yaitu Ci Pasarangan di Garut Selatan. Di luar Jawa Barat terdapat empat nama geografis Sarangan, seperti di Kabupaten Magetan, Jawa Timur, ada dua, yaitu Telaga Sarangan di tenggara Gunung Lawu, dan Desa Sarangan di Kecamatan Plaosan. Sedangkan di Jawa Tengah ada dua toponim yang memakai kata sarangan, pertama Sarangan di Desa Banyurojo, Kecamatan Mertoyudan, Kabupaten Magelang. Dan kedua Sarangan di Desa Campurejo, Kecamatan Tretep, Kabupaten Temanggung. Di pinggir Loh Sarang banyak berdiri permukiman, lalu dinamai sesuai nama sungainya Lohsarang. Dalam perkembangannya, toponim Lohsarang diucapkan menjadi Losarang.

Sedangkan Loh Bener, loh artinya sungai, dan bener artinya benar atau lurus. Jadi, Loh Bener berarti sungai yang lurus. Dalam perkembangannya, di pinggir sungai itu ada yang berkembang menjadi hunian, nama tempat itu menggunakan nama sungai, yaitu Lohbener.

Di Kabupaten Cirebon ada toponim Kecamatan Losari. Demikian juga Di Kabupaten Brebes, ada toponim Kecamatan Losari. Semula, toponim kecamatan ini adalah nama sungai, yaitu Loh Sari. Loh berarti sungai, dan sari berarti utama dan indah. Loh Sari berarti sungai yang utama dan indah. Kemudian menjadi toponim Kecamatan Losari, bermakna sebagai tempat utama yang indah.

Di Kabupaten Kebumen, ada toponim Desa Logedé di Kecamatan Pejagoan. Seperti toponim Losari dan Losarang, Logedé pun semula berasal dari kata Loh dan gedé. Loh berati sungai, dan gedé berarti luas atau besar. Loh Gedé berarti sungai yang besar. Lebar sungai melebihi lebar sungai yang umum di kawasan itu. Yang semula nama sungai kemudian menjadi nama tempat dengan menghilangkan huruf h, menjadi Logedé. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 24 Agu 2026, 20:00

Kaukus Indonesia dalam Potret Merdeka

Bagaimanakah kita melihat potret Indonesia merdeka kini? Pertanyaan yang muncul, karena proses historis panjang seakan dilupakan. Barangkali, kaukus Indonesia telah kehilangan sosok tokoh.

Panjat pinang, salah satu lomba yang sering digelar saat Hari Kemerdekaan Indonesia setiap 17 Agustus. (Sumber: Pexels | Foto: a Ayyeee Ayyeee)
Ayo Netizen 24 Agu 2026, 18:13

Nasib Kuyang dalam Kebakaran Hutan Kalimantan

Ketika hutan kalimantan terbakar mungkin kuyang bisa protes kepada manusia dengan menyebar teror tapi bagaimana dengan pohon, hewan atau penghuni hutan lainnya?

Ilustrasi orang utan di tengah kebakaran hutan. (Sumber: Gemini AI)
Ayo Netizen 24 Agu 2026, 17:07

Jejak Rasa dari Negeri Tirai Bambu: Menelusuri Warisan Kuliner Tionghoa yang Mengakar di Bandung

Kedatangan bangsa Tionghoa membawa teknik pengolahan pangan yang secara organik berfusi dengan bahan lokal, menciptakan identitas kuliner baru yang diterima secara luas.

Cakwe Lie Tjay Tat di Gor Pajajaran, Jl. Pajajaran No.37, Pasir Kaliki, Kec. Cicendo, Kota Bandung. (Sumber: Google Review | Foto: Buyung)
Ayo Netizen 24 Agu 2026, 16:19

Pengalaman Berburu Buku Tua di Toko Buku Tua di Kota Bandung

Seratus persen buku-buku kuliahku aku beli di Pasar Buku Palasari. Aku sering sempatkan untuk berburu membeli buku-buku tua dan buku-buku baru, bahkan termasuk ke pasar-pasar loak di Kota Bandung.

Toko Buku di bagian depan Pasar Buku Palasari. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Ridwan K)
Ayo Netizen 24 Agu 2026, 15:50

Dari Josepha Alexandra Kita Belajar untuk Berani dan Kritis Terhadap Kesewenang-wenangan

LCC 4 Pilar MPR RI yang seharusnya memperkenalkan nilai-nilai kebangsaan, nilai-nilai pancasila, dan nilai-nilai demokrasi kepada generasi muda, bukan malah mempertontonkan arogansi orang dewasa.

Potret Josepha Alexandra saat mengikuti Lomba Cerdas Cermat (LCC) 4 Pilar MPR RI tingkat Kalimantan Barat. (Sumber: YouTube | Foto: @MPRRIOfficial)
Ayo Netizen 24 Agu 2026, 15:28

Mitigasi Kebakaran: Kota Bandung Butuh Drone dan Bambi Bucket 

Diperlukan drone dengan kemampuan Based Fire Monitoring and Suppression System yang dilengkapi kemampuan deteksi yang menggunakan AI driven hotspot.

Mitigasi kebakaran hebat di kota Bandung dengan teknologi drone dan bambi bucket (Sumber: digambar dengan bantuan AI | Foto: Totok Siswantara)
Ayo Netizen 24 Agu 2026, 11:39

Mamah Bule dan Kang Ian, Kisah Menarik Nenek dan Cucu yang Mewarnai Media Sosial

Akun media sosial Bridgia Adhella kini telah memiliki sekitar 71 ribu pengikut, dengan ratusan unggahan yang memperlihatkan berbagai sisi kehidupan Mamah Bule dan Kang Ian.

Nenek Bule, Adellina Ganda Prawira, bersama cucu tercinta, Kang Iyan. (Sumber: Kang Iyan)
Ayo Netizen 24 Agu 2026, 09:14

Urgensi Program Bandung Peduli Lansia

Perlu dicari jalan tengah terkait dengan pro kontra perawatan lansia dengan cara ageing in place versus perawatan institusi

Ilustrasi program peduli lansia di Kota Bandung (Sumber: kreasi dengan Gemini | Foto: Sri Maryati)
Ayo Netizen 24 Agu 2026, 08:58

Kala Ponsel para ASN Jadi Arena Judi

Perang melawan judi online tidak cukup dilakukan dengan slogan moral. Ia membutuhkan kombinasi antara teknologi, penegakan hukum, literasi digital.

ASN sedang mengikuti apel. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 22 Agu 2026, 20:16

Menjelajahi Autentisitas Kuliner Sunda: Telaah 50 Hidangan Khas Jawa Barat

Eksplorasi terhadap 50 masakan khas Jawa Barat ini membuktikan bahwa kuliner Sunda adalah aset budaya tak ternilai.

Buku berjudul 50 Masakan Khas Jawa Barat karya Ajen Dianawati (2025). (Sumber: Dokumentasi penulis | Foto: Badiatul Muchlisin Asti)
Linimasa 22 Agu 2026, 13:32

Menengok Pabrik Bata Merah Manual di Nagreg Saat Musim Kemarau

Pabrik bata merah di Nagreg meningkatkan produksi saat kemarau karena proses pengeringannya masih mengandalkan panas matahari.

Menengok pabrik bata merah manual di Nagreg saat musim kemarau. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 22 Agu 2026, 13:25

Menelusuri Jejak Rasa: Potret Autentik Masakan Jawa Era 1960-an

Buku "Kawan Dapur: Masakan Asli Indonesia (Khusus Jawa)" hadir sebagai kompas bagi mereka yang ingin mendalami seni memasak Jawa pada masanya.

Buku berjudul "Kawan Dapur: Masakan Asli Indonesia (Khusus Jawa)" karya Ida S. yang diterbitkan Toko Buku Amin Madiun. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Badiatul Muchlisin Asti)
Ayo Netizen 22 Agu 2026, 11:36

Cuanki Teh Yuyun Cianjur: Obat Rindu Ketika Jauh dari Bandung

Ternyata Bandung terasa Istimewa setelah ditinggalkan. Satu hal yang saya rindukan dari Bandung adalah keragaman kulinernya.

Cuanki Sambal Ijo Teh Yuyun Cianjur. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)
Ayo Netizen 22 Agu 2026, 09:19

Sejarah Nama-Nama Hari dan Hari Libur (1)

Mengulas sejarah penamaan hari, asal-usul tujuh hari dalam sepekan, serta perkembangan penanggalan dan tradisi hari libur dari berbagai peradaban.

Kalender bulan Agustus 1898. (Sumber: Istimewa)
Ayo Netizen 22 Agu 2026, 08:18

Perempuan yang Merdeka tapi Masih Takut dengan Stigma Sosial

Hari ini mungkin perempuan memiliki banyak kesempatan seperti kaum pria tapi ada yang diam-diam membuat perempuan ragu ketika penilaian sosial merenggut kepercayaan dirinya

Ilustrasi perempuan. (Sumber: Pexels | Foto: Febry Arya)
Ayo Netizen 21 Agu 2026, 19:18

Apalah Arti Sebuah Nama: Rekonstruksi Hubungan Agus dan Agustus

Pada ruang masyarakat sering kita mendengar atas nama Agus bagi laki-laki dan Agustina bagi perempuan. Terdengar biasa saja. Nama yang diberikan oleh orangtuanya sebatas nama.

Festival Seni dan Budaya Tamansari 2026 di Taman Cascade, kawasan bawah jembatan layang Mochtar Kusumaatmadja, Tamansari, Kota Bandung, Sabtu 15 Agustus 2026. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 21 Agu 2026, 17:29

Dari Serial Drama Korea 'Teach You a Lesson' dan Realitas Pendidikan Bangsa Kita

Drama yang menyajikan tentang bobroknya pendidikan di negara yang sudah dikatakan maju, serta keberpihakan pada sifat politisasi dibidang pendidikan.

Serial drama Korea "Teach You a Lesson" (Sumber: Netflix)
Ayo Netizen 21 Agu 2026, 16:11

Manipulasi Terselubung di Balik Penggunaan Kata Nett Zero Emission pada Perusahan Perbankan

Membahas bagaimana istilah Net Zero Emission (NZE) yang digunakan sebagai strategi pencitraan dengan menyoroti pentingnya transparansi, verifikasi independen, dan sanksi yang tegas.

Cerobong asap yang mengeluarkan asap menembus kabut tebal, yang menyoroti masalah atau kekhawatiran tentang polusi udara. (Sumber: Pexels | Foto: Сергей Нестеров)
Ayo Netizen 21 Agu 2026, 15:08

Pentingnya Kecerdasan Finansial di Tengah Kemudahan Transaksi Digital

Esai ini membahas pentingnya kecerdasan finansial di tengah kemudahan transaksi digital yang dapat mendorong perilaku konsumtif.

Pecahan uang seratus ribu rupiah. (Sumber: Pexels | Foto: Defrino Maasy)
Ayo Netizen 21 Agu 2026, 14:37

Ketergantungan Program MBG: Potret Penjajahan Era Modern

Ketika sebuah negara memiliki kendali yang sangat besar terhadap distribusi kebutuhan dasar masyarakat. Maka akankah muncul relasi baru dari ketergantungan antara negara dengan warganya

Siswa menikmati Makan Bergizi Gratis (MBG) di SMAN 9 Bandung, Jalan Suparmin, Pajajaran, Kota Bandung pada Senin, 6 Januari 2024. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Kavin Faza)