Jalan Berlubang, Nyawa Melayang: Pelajaran dari Tragedi di Pasteur

3 menit baca
Angga Marditama Sultan Sufanir
Ditulis oleh Angga Marditama Sultan Sufanir diterbitkan
Seorang pengemudi ojek online tewas usai terjatuh karena lubang di Jalan Dr. Djunjunan Kota Bandung, Rabu (17/6/2026). (Sumber: Dok. Unit Gakkum Polrestabes Bandung)
Seorang pengemudi ojek online tewas usai terjatuh karena lubang di Jalan Dr. Djunjunan Kota Bandung, Rabu (17/6/2026). (Sumber: Dok. Unit Gakkum Polrestabes Bandung)

Prinsip jalan berkeselamatan menekankan bahwa infrastruktur jalan seharusnya dirancang untuk memprioritaskan keselamatan dan meminimalkan risiko fatal akibat kesalahan manusia. Keselamatan tidak hanya bergantung pada perilaku pengguna jalan, tetapi juga pada bagaimana jalan dirancang, dioperasikan, dan dipelihara.

Jalan berkeselamatan setidaknya mencakup tiga prinsip utama. Pertama, jalan yang memandu pengguna (regulating road), yaitu jalan yang melalui desain fisiknya mampu mengarahkan pengguna untuk berkendara sesuai aturan melalui marka, rambu, median, maupun elemen pengendali kecepatan. Kedua, jalan yang mudah dipahami (self-explaining road), yakni jalan yang secara visual memberikan informasi yang jelas sehingga pengguna dapat segera memahami karakter ruas yang sedang dilalui. Ketiga, jalan yang memaafkan kesalahan (forgiving road), yaitu jalan yang tetap memberikan ruang toleransi ketika pengguna melakukan kesalahan agar dampaknya tidak langsung berujung fatal.

Sayangnya, prinsip-prinsip tersebut belum selalu terwujud di lapangan. Kecelakaan yang menewaskan seorang pengemudi ojek online di Jalan Dr. Djunjunan (Pasteur), Bandung, pada Rabu (17/6/2026), menjadi contoh nyata. Korban dilaporkan kehilangan kendali setelah sepeda motornya menghantam jalan berlubang di area penutup gorong-gorong, lalu terjatuh dan mengalami kecelakaan fatal.

Peristiwa ini menunjukkan bahwa kecelakaan lalu lintas tidak selalu semata-mata disebabkan oleh kelalaian pengguna jalan. Dalam banyak kasus, kerusakan infrastruktur juga dapat menjadi faktor risiko utama. Lubang jalan yang terlihat sederhana dapat berubah menjadi ancaman mematikan, terutama bagi pengendara roda dua.

Mengapa Kasus Pasteur Penting?

Kasus ini menjadi sorotan karena terjadi di Jalan Pasteur, salah satu akses utama menuju Kota Bandung dari arah Jalan Tol Cipularang. Ruas ini berstatus jalan nasional dengan fungsi sebagai jalan arteri, yang dirancang untuk melayani lalu lintas berkapasitas besar dengan kecepatan operasional relatif tinggi.

Karakter jalan arteri membuat risiko kecelakaan akibat kerusakan jalan menjadi jauh lebih besar. Pada ruas seperti ini, pengendara memiliki waktu reaksi yang sangat terbatas untuk menghindari bahaya mendadak. Kerusakan kecil pada permukaan jalan yang mungkin tampak sepele dapat berubah menjadi ancaman serius ketika kendaraan melaju dalam arus padat dan cepat.

Dalam pendekatan Safe System, manusia dipahami sebagai makhluk yang bisa melakukan kesalahan. Karena itu, sistem jalan yang baik tidak hanya mengatur pergerakan kendaraan, tetapi juga mengantisipasi kesalahan manusia agar tidak langsung berujung pada korban jiwa.

Bagi pengendara sepeda motor, risiko akibat jalan rusak jauh lebih besar. Stabilitas kendaraan roda dua sangat bergantung pada kondisi permukaan jalan. Ketika ban menghantam lubang pada kecepatan tertentu, kehilangan keseimbangan dapat terjadi hanya dalam hitungan detik.

Jika dikaitkan dengan prinsip jalan berkeselamatan, keberadaan lubang di Jalan Pasteur menunjukkan bahwa aspek jalan yang memandu pengguna, jalan yang mudah dipahami, dan terutama jalan yang memaafkan kesalahan belum berjalan optimal. Jalan yang seharusnya memberi perlindungan justru menghadirkan bahaya yang sulit diantisipasi.

Apa yang Perlu Dilakukan?

Mengurangi risiko kecelakaan akibat kerusakan jalan membutuhkan langkah yang lebih proaktif.

Pertama, inspeksi jalan harus dilakukan secara rutin dan berbasis risiko, terutama pada jalan nasional dengan volume lalu lintas tinggi. Kondisi perkerasan, drainase, dan elemen keselamatan lainnya perlu dipantau secara berkala agar kerusakan dapat terdeteksi lebih dini.

Kedua, respons terhadap laporan kerusakan harus cepat. Jalan berlubang tidak seharusnya dibiarkan terlalu lama, apalagi menunggu viral di media sosial atau menunggu jatuhnya korban sebelum diperbaiki.

Ketiga, audit keselamatan jalan perlu diperkuat untuk memastikan desain, kondisi, dan operasional jalan benar-benar memenuhi prinsip keselamatan.

Di sisi lain, pengguna jalan juga tetap perlu meningkatkan kewaspadaan dengan menjaga jarak aman, menyesuaikan kecepatan, dan menghindari manuver mendadak, terutama saat melintasi ruas jalan yang padat.

Tragedi di Jalan Pasteur mengingatkan bahwa keselamatan lalu lintas tidak cukup dibangun hanya melalui disiplin pengguna jalan. Infrastruktur yang aman memegang peran yang sama pentingnya dalam melindungi nyawa.

Pada akhirnya, keberhasilan sistem transportasi bukan hanya diukur dari seberapa lancar kendaraan bergerak, tetapi juga dari seberapa baik sistem tersebut mencegah korban jiwa. Jalan yang baik bukan hanya menghubungkan tempat, tetapi juga melindungi kehidupan.

Satu lubang di jalan mungkin terlihat kecil. Namun ketika diabaikan, dampaknya bisa sebesar hilangnya satu nyawa. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Artikel Rekomendasi Untuk Anda

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Angga Marditama Sultan Sufanir
Asst. Professor of Transportation Engineering, Politeknik Negeri Bandung

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 19 Sep 2026, 20:19

Mengenang Wa Kepoh Maestro Dongeng Sunda di Gelombang Radio

Sandiwara Radio Saur Sepuh, yang pernah membuat pendengarnya di berbagai daerah larut dalam cerita.

H. Ahmad Sutisna alias Wa Kepoh, maestro dongeng Sunda dan salah satu tokoh penting dalam dunia penyiaran radio di Jawa Barat. (Sumber: Tabloid Nova, September 1996.)
Ayo Netizen 19 Sep 2026, 19:40

Tantangan Literasi Antara Menulis dan Kepunahan Bahasa Daerah

Begitu miris ketika kita membaca judul "Benarkah Indonesia mengalami Darurat Literasi?" Ada banyak penulis yang hanya sekadar menulis, tetapi tidak ada visi menjaga literasi terutama bahasa lokal.

Ilustrasi orang Sunda. (Sumber: Unsplash/Mahmur Marganti)
Ayo Netizen 19 Sep 2026, 18:17

Mengenal Bahaya Letusan Gunung Berapi di Bandung Raya dan Sekitarnya

Temukan ulasan mendalam mengenai potensi bahaya vulkanik di Bandung Raya. Pelajari langkah mitigasi yang tepat dan tingkatkan kesiapsiagaan Anda demi keselamatan bersama dari ancaman bencana alam.

Hoogvlakte van Bandoeng autowegenkaart, D E 29,1. Bandoeng: HOVIC, ca. 1920 (Peta jalan Dataran Tinggi Bandung, D E 29.1. Bandung: HOVIC, ca. 1920). (Sumber: Digital Collections Universteit Leiden | Foto: Anonim)
Ayo Netizen 19 Sep 2026, 17:46

Optimis atau Oportunis

Dari aktivis pro–demokrasi yang berujung menjadi elit rezim yang selalu mereka tentang selama masa nya menjadi mahasiswa.

Budiman Sudjatmiko bersama Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto mendeklarasikan kelompok relawan Prabowo-Budiman Bersatu (Prabu) di Semarang, Jawa Tengah pada Jumat (18/08/2023). (Sumber: Gerindra.id)
Ayo Netizen 18 Sep 2026, 20:09

Sejarah dan Transformasi Nahdlatul Ulama di Bumi Pasundan (1926–1967)

Kehadiran Nahdlatul Ulama (NU) di wilayah ini bukanlah sebuah kebetulan sejarah, melainkan kebutuhan strategis untuk menjaga keseimbangan antara tradisi pesantren yang mengakar dan gelombang modernism

Gedung Dakwah PWNU Jawa Barat. (Sumber: Tangkapan layar YT: Kang inoe)
Ayo Netizen 18 Sep 2026, 17:52

Hebatnya Kreatifitas Dasa Warsa 1980-an

Bernostaldia dengan kehidupan remaja tahun 1980-an.

Motor klasik vespa. (Sumber: Pexels | Foto: setengah lima sore)
Ayo Netizen 18 Sep 2026, 15:17

Ketika Anak Bangsa Kehilangan Kesempatan Menjadi Cerdas dan Kritis

Sebetulnya apa yang menjadi akar persoalan dalam pendidikan kita. Pendidikan seharusnya tidak hanya butuh jawaban benar, tetapi bagaimana anak bisa bertanya secara kritis dan berpikir cerdas.

Ilustrasi anak sekolah. (Sumber: Pexels | Foto: Ida Rizkha)
Ayo Netizen 18 Sep 2026, 14:01

Jejak Rasa dan Budaya Kuliner Arab di Tatar Sunda

Kuliner Arab di Jawa Barat tumbuh dari jejak migrasi menjadi bagian dari keragaman rasa dan budaya Tatar Sunda.

Nasi kebuli, hidangan khas Timur Tengah yang populer di kalangan masyarakat Arab di Indonesia, termasuk di Jawa Barat. (Sumber: Istimewa)
Ayo Netizen 18 Sep 2026, 12:26

Ketika Layar Perak Menjadi Denyut Hiburan Bandung Tempo Doeloe

Jejak bioskop Bandung tempo dulu merekam bagaimana hiburan, kehidupan sosial, dan perkembangan kota pernah berpadu di balik layar perak.

Iklan ucapan selamat hari jadi Kota Bandung dari perusahaan film N.V. Sirna Galih Ind. Ltd.. Iklan tersebut memuat daftar bioskop yang dikelolanya. (Sumber: Dimuat dalam Pikiran Rakjat, 31 Maret 1956 | Foto: Kin Sanubary)
Ayo Netizen 18 Sep 2026, 09:59

200 Ikon Bandung #7: Karmaka Surjaudaja

Kisah Karmaka Surjaudaja menjadi teladan tentang perjuangan, kejujuran, dan ketekunan dalam menghadapi berbagai ujian kehidupan.

Adegan dalam film Love and Faith pada 2015, yang menceritakan kisah kehidupan Karmaka. (Sumber: Love and Faith)
Ayo Netizen 18 Sep 2026, 08:23

Bukan Macan yang Salah Cari Alamat, tapi Kita yang Mengubah Alamat Mereka

Macan yang masuk kampung atau kera yang turun ke permukiman bukan sekadar kisah tentang satwa yang “nakal”.

Seekor macan terdampar di rumah warga. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Istimewa via ayobandung.com)
Ayo Netizen 17 Sep 2026, 18:03

Menelusuri Jejak 216 Tahun Kota Bandung dalam Surat Kabar Lawas

Bandung adalah kota yang tumbuh dari perjalanan sejarah yang panjang.

Beberapa surat kabar yang pernah menjadi bagian dari kehidupan dan kebanggaan warga Bandung pada era 1970–1990-an. (Sumber: Kin Sanubary)
Ayo Netizen 17 Sep 2026, 17:34

Jejak Gunung Api Purba di Kabupaten Bandung Barat

Singkapan batuan dan ignimbrit di Kabupaten Bandung Barat menjadi bukti keberadaan aktivitas gunungapi purba yang dapat dipelajari melalui geowisata.

Hasil kerajin patung kuyabatok dari batu di Kampung Ciawitali, Desa Cipangeran, Kecamatan Batujajar, Kabupaten Bandung Barat, memenuhi pesanan dari Jepara, Jawa Tengah, untuk diekspor ke Korea. (Sumber: T Bachtiar)
Ayo Netizen 17 Sep 2026, 16:05

Badut, Mimpi, dan Rizki

Mimpi tidak pernah benar-benar sendirian. Ya selalu ditemani ikhtiar, doa, dan keberanian untuk terus mencoba. Kendati, di antara semua itu, ada satu yang sering kita lupakan. Pekerjaan yang halal

Riasan badut yang dikenakannya saat merayakan wisuda bukan sekadar untuk tampil berbeda, (Sumber: Dokumentasi istimewa/ Kak Hakim (@badutbandung_kakhakim12))
Ayo Netizen 17 Sep 2026, 15:09

Merdeka Berdaya, Merdeka Berkarya: Kaum Marginal Membangun Masa Depan

Setiap goresan tinta yang tercurahkan melalui hati, merupakan ketegaran dalam setiap halaman.

Bedah Buku "Prajurit Yang Tenggelam" Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) Lapas Kelas II B Majalengka. (Foto: Ayu Maimun)
Ayo Netizen 17 Sep 2026, 13:49

Rp7.000 dan Masa Depan Supir dan Angkot Bandung

Angkot berseliweran, penumpang naik-turun, uang masuk. Sopir mengejar setoran. Calon penumpang dicari. Angkot ngetem ketika dianggap perlu. 

Warga hendak turun dari angkot. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 17 Sep 2026, 12:08

200 Ikon Bandung #6: Raden Adipati Wiranatakusumah II, Dalem Kaum Bukan Hanya Nama Jalan

Di balik nama Dalem Kaum, tersimpan jejak Wiranatakusumah II sebagai salah satu tokoh penting dalam lahirnya Kota Bandung.

Alun-Alun Bandung pada masa kolonial. (Sumber: KITLV)
Ayo Netizen 17 Sep 2026, 09:38

Belajarlah Mencintai Bandung Seperti Haryoto Kunto Sang Kuncen Bandung

Selami kisah Haryoto Kunto, sang Kuncen Bandung dan temukan cara terbaik mencintai Kota Kembang (Paris van Java) lewat sejarah, romantisme dan sudut pandang mendalam.

Ilustrasi buku karya Haryoto Kunto. (Sumber: Istimewa)
Linimasa 16 Sep 2026, 23:37

Ketika Rentatan Gempa Guncang Kertasari

Puluhan gempa tercatat di sekitar Kertasari dan Pangalengan. Warga mengaku masih trauma dengan gempa yang terjadi pada 2024.

Ilustrasi gempa Kertasari tahun 2024. (Sumber: Ayomedia | Foto: Kavin Faza)
Ayo Netizen 16 Sep 2026, 20:23

Filosofi Orang Kampung: Membaca Kehidupan Lewat Kisah Si Doel

Filosofi Orang Kampung mengajak kita mengenang Si Doel sekaligus memahami nilai kehidupan dan budaya yang tumbuh dari kampung.

Buku Filosofi Orang Kampung karya Harry Tjahjono, penulis serial televisi legendaris Si Doel Anak Sekolahan. (Sumber: Kin Sanubary)