Cinta, Kencan, Konsekuensi: Kesadaran akan Rasa Hormat pada Tubuh Sendiri

4 menit baca
Lucia Novianti
Ditulis oleh Lucia Novianti diterbitkan
Ilustrasi perempuan Indonesia. (Sumber: Unsplash | Foto: Francesco La Corte)
Ilustrasi perempuan Indonesia. (Sumber: Unsplash | Foto: Francesco La Corte)

Dalam lintasan perkembangan psikososial remaja, relasi romantis dan aktivitas berkencan merupakan fenomena yang lumrah. Namun, di era digital dan akses informasi yang semakin terbuka, batas antara ekspresi afeksi dan eksploitasi diri kerap menjadi rancu. Ambiguitas ini mendorong individu seringkali sulit membedakan antara legitimasi hak diri dan pengorbanan cinta buta. Akibatnya, muncul krisis kesadaran diri karena batasan tubuh terus menerus diabaikan.

Berdasarkan data KomNas Perempuan, tercatat 376.529 kasus KBGtP (Kekerasan Berbasis Gender terhadap Perempuan), terdapat tekanan sosial pada perempuan untuk membuktikan cinta dengan sentuhan. Selain itu, menormalisasikan objektifikasi tubuh sebagai bentuk komunikasi romantis. Akibatnya, korban mengalami disorientasi identitas antara mempertahankan harga diri atau memenuhi tuntutan pasangan. Dengan demikian, dalam relasi cinta, kesadaran akan rasa hormat terhadap tubuh sendiri menjadi fondasi utama. Fondasi ini melindungi individu dari konsekuensi fisik dan emosional, serta membentuk pola hubungan yang sehat dan setara.

Urgensi Kesadaran pada Tubuh

Kesadaran melindungi tubuh dari kekerasan seksual adalah dasar psikologis yang membantu individu mengenali, menolak, dan melaporkan setiap bentuk pelanggaran terhadap integritas fisik. Menurut Erica & Kate (2015), dating violence mencakup pelecehan fisik, seksual, emosional maupun verbal yang mengkhawatirkan di kalangan remaja. Penelitian Dikmen & Cankaya (2021) menyatakan bahwa self awareness terhadap kekerasan seksual secara signifikan berkorelasi dengan penurunan kerentanan individu terhadap tindakan kekerasan. Kesadaran ini menjadi krusial mengingat data global menunjukkan tingkat kekerasan seksual terutama pada perempuan. Dengan demikian, pendidikan mengenai kesadaran tubuh menjadi alat pencegahan untuk menghentikan siklus kekerasan seksual dalam hubungan percintaan.

Konsepnya cukup sederhana: cintai dirimu sendiri, terimalah dirimu apa adanya, dan utamakan kebahagiaan pribadi. (Sumber: Pexels/Juan Pablo Serrano)
Konsepnya cukup sederhana: cintai dirimu sendiri, terimalah dirimu apa adanya, dan utamakan kebahagiaan pribadi. (Sumber: Pexels/Juan Pablo Serrano)

Kekerasan seksual dalam relasi cinta seringkali muncul sebagai bentuk kontrol pasca-aktivitas seksual konsensual. Fenomena tersebut meningkatkan risiko kekerasan, terutama saat muncul rasa kepemilikan berlebihan terhadap tubuh pasangan. Penelitian Internasional Carmen Viejo et al (2016) melaporkan bahwa hampir 30% siswa di Spanyol mengakui melakukan bentuk kekerasan dalam berpacaran, sementara 25% melaporkan menjadi korban. Konsekuensi yang dirasakan secara psikologis jangka panjang seperti kecemasan, depresi, dan gangguan stress pasca trauma (PTSD). Hal ini menyebabkan kesadaran menjaga tubuh tidak hanya bersifat preventif, tetapi juga restoratif bagi korban.

Salah satu tantangan dalam menjaga tubuh dari kekerasan seksual adalah rendahnya kemampuan mengidentifikasi bentuk-bentuk kekerasan koersif (coercive control). Penelitian di Australia menunjukkan 42% responden memiliki kesadaran rendah terhadap coercive control, terutama pada kelompok usia 18-24 tahun. Kekerasan koersif melibatkan pola perilaku berulang untuk mengontrol dan memaksa pasangan melalui pengawasan digital maupun isolasi sosial. Depireux dan Glowacz (2024) menemukan bahwa lemahnya kontrol perilaku (perceived behavioral control) dalam menetapkan persetujuan seksual memprediksi kekerasan seksual dalam hubungan. Intervensi pendidikan seksualitas tentang rasa hormat pada tubuh berperan sebagai faktor protektif yang mengurangi risiko kekerasan berbasis gender.

Pelatihan Mindfulness sebagai Cara Meningkatkan Kesadaran Menjaga Tubuh

Melalui pelatihan Mindfulness, menunjukkan efektivitas dalam menurunkan stres pada korban kekerasan sekaligus memperkuat kapasitas individu untuk menyadari rasa hormat pada tubuh sendiri. Penelitian Hidayah dan Moordiningsih (2024) membuktikan bahwa pelatihan Mindfulness secara signifikan menurunkan skor stres pada kelompok eksperimen. Uji Statistik Parametrik Independent Sample T-test pada mahasiswi KDP di Yogyakarta yang berusia 19-25 tahun. Mindfulness membantu individu untuk lebih menyadari dan menerima pikiran, perasaan, dan sensasi tubuh, yang berdampak pada penurunan gejala stres fisik dan psikologis. Subjek yang mempraktikan Mindfulness secara mandiri melaporkan perasaan lebih rileks dan mampu menerima kondisi diri dengan lebih baik.

Lebih lanjut, intervensi edukasi berbasis sekolah tentang stereotip gender dengan menerapkan kurikulum wajib edukasi seksual seperti Relationships and Sex Education (RSE). Sudah diterapkan di beberapa negara seperti Inggris (sejak 2020), Amerika Serikat, dan Singapura. Langkah ini dapat memperkuat resistensi terhadap normalisasi objektifikasi tubuh dan pembenaran ketidaksetaraan gender. Selain itu, efektif menurunkan body surveillance, benevolent sexism, dan standar ganda seksual. Dengan demikian, kebijakan pencegahan kekerasan seksual perlu mengintegrasikan pendidikan kesadaran akan tubuh dan kesetaraan gender dalam kurikulum formal.

Kesadaran akan tubuh merupakan aspek psikologis yang sangat penting untuk melindungi remaja dari kekerasan seksual dalam hubungan romantis, terutama di era digital. Krisis identitas muncul akibat ketidakjelasan batas antara afeksi dan eksploitasi diri, menegaskan pentingnya individu untuk membedakan antara hak pribadi dan pengorbanan cinta. Oleh karena itu, pendekatan berbasis mindfulness serta pendidikan kesetaraan gender perlu diterapkan sebagai langkah pencegahan yang efektif. Dengan cara ini, meningkatkan kesadaran akan tubuh dan menghormati integritas fisik menjadi fokus utama dalam kebijakan pencegahan kekerasan berbasis gender. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Lucia Novianti
Mahasiswa S1 Administrasi Publik Universitas Katolik Parahyangan

Berita Terkait

News Update

Bandung 19 Jun 2026, 20:59

Dobrak Batas Sinema Remaja, Film ‘Dan Bandung’ Garapan Rudi Soedjarwo Angkat Isu Strict Parents

Peta sinema romansa tanah air bersiap menyambut angin segar lewat manuver terbaru Verona Films yang resmi mengumumkan proyek layar lebar Dan Bandung.

Peta sinema romansa tanah air bersiap menyambut angin segar lewat manuver terbaru Verona Films yang resmi mengumumkan proyek layar lebar Dan Bandung. (Sumber: Ist)
Ayo Netizen 19 Jun 2026, 20:00

Ciparay: Lumbung Padi Jawa Barat dari Dulu sampai Kini

Kecamatan Ciparay merupakan sentra produksi beras terbesar di wilayah Jawa Barat.

 (Sumber: KITLV, Diakses tangal 3 Juni 2026)
Ayo Netizen 19 Jun 2026, 18:45

Memahami Cara Ngiklan Game Digital, Bagaimana Valorant Memperkenalkan Skin Senjata agar Tak Biasa

Valorant resmi merilis skin terbarunya yang berjudul “Kuronami 2.0”, sebuah koleksi skin premium yang hadir untuk senjata Phantom, Operator, Guardian, Ghost, dan Melee.

Gambar Skin Senjata Kuronami 2.0
Ayo Netizen 19 Jun 2026, 17:43

Naik Kereta Sambil Ketemu Karakter Favorit? Ternyata Ada Strategi Besar di Baliknya

Bagaimana sebuah kolaborasi karakter animasi lokal berhasil membuat audiens connect di berbagai platform dengan pendekatan yang disesuaikan, tanpa kehilangan benang merahnya.

Transportasi publik yang digunakan masyarakat Indonesia setiap harinya. (Sumber: Pexels | Foto: Noel Snpr)
Wisata & Kuliner 19 Jun 2026, 17:09

Hutan Pinus Rahong Pangalengan, Destinasi Sejuk dengan Sungai dan Camping Ground

Hutan Pinus Rahong menawarkan suasana teduh, camping, rafting, hingga glamping. Kenali 6 klaster wisata dan daya tarik alamnya sebelum berkunjung.

Hutan Pinus Rahong, Pangalengan.
Ayo Netizen 19 Jun 2026, 17:00

Toponimi Lembang (bagian 3 – Habis)

Di Lembang terdapat sebuah bukit yang berada di selatan observatorium Bosscha, yang dahulunya hanya merupakan bukit biasa yang ditumbuhi ilalang.

Kampung Lapang, Cikole, Lembang, pada saat pendudukan Jepang. Dapat terlihat Gunung Putri di belakang sebagai latar. (Sumber: wereledculturn.nl)
Ayo Netizen 19 Jun 2026, 16:18

Jari, Kata, dan Hati

Sentuhan jari di atas gawai, dapat mengirim kabar baik, berbagi ilmu, menguatkan persaudaraan, sebaliknya bisa menyebarkan hoaks, ujaran kebencian, dan fitnah.

Saatnya menulis di Ayo Bandung (Sumber: Pexels/Ron Lach)
Ayo Netizen 19 Jun 2026, 15:46

Wewenang Kekuasaan Adityawarman di Kerajaan Malayu

Membahas mengenai peran Raja Adityawarman selama memimpin Kerajaaan Malayu.

Candi Muaro Jambi (Sumber: Pemerintah Provinsi Jambi (jambiprov.go.id))
Ayo Netizen 19 Jun 2026, 15:09

Mengapa SNI Gempa Masih Jadi Formalitas di Indonesia

Esai ini membahas lemahnya penerapan SNI 1726:2019 sebagai standar ketahanan gempa pada bangunan rumah tinggal di Indonesia, yang saya telaah dari sudut pandang keilmuan teknik sipil.

Ilustrasi kerusakan akibat gempa.
Ayo Netizen 19 Jun 2026, 13:39

Strategi Penyampaian Pesan dalam Publikasi Film melalui Website dan Media Sosial

Website resmi menyajikan informasi yang lebih lengkap mengenai film, pemeran, dan jadwal penayangannya.

Ilustrasi menonton film. (Sumber: Pexels | Foto: Pavel Danilyuk)
Ayo Netizen 19 Jun 2026, 11:44

Menelusuri Jejak dan Pola Aktivitas Manusia Masa Lampau di Situs Gua Batu

Daerah Pegunungan Meratus adalah surga bagi kehidupan ribuan tahun silam.

Kondisi Gua Batu dari Luar (Sumber: Geopark Meratus)
Wisata & Kuliner 19 Jun 2026, 11:06

Wisata Kawasan Tunjungan Surabaya: Sejarah, Kuliner, dan Walking Tour Heritage

Jelajahi Kawasan Tunjungan Surabaya yang memadukan sejarah perjuangan, bangunan kolonial, wisata kuliner, hingga walking tour heritage yang sedang populer.

Kawasan Tunjungan Surabaya. (Sumber: Pemkot Surabaya)
Ayo Netizen 19 Jun 2026, 10:47

Siapa yang Menceritakan Indonesia? Perpektif dalam 'Semua untuk Hindia' dan 'Indonesia Calling'

Mengupas dilema orang Eropa hingga solidaritas buruh internasional demi melihat kemerdekaan dari sisi kemanusiaan.

Cover buku Kumpulan Carpen Semua Untuk Hindia dan Tangkapan Layar Pribadi Film Indonesia Calling (Sumber: Indonesiana.id dan channel youtube @pcasmilus)
Ayo Netizen 19 Jun 2026, 10:22

Jejak Galian Tambang yang Menggerus Alam dan Mengoyak Sejarah Sungai Cisadane

Rumpin menyimpan sejarah panjang perubahan, dari perkebunan kolonial hingga tambang galian C yang menggerus Sungai Cisadane dan membelah masyarakatnya.

Sungai Cisadane Dahulu. (Sumber: COLLECTIE TROPENMUSEUM  | Foto: G.F.J. (Georg Friedrich Johannes) Bley)
Ayo Netizen 19 Jun 2026, 10:04

Jalan Berlubang, Nyawa Melayang: Pelajaran dari Tragedi di Pasteur

Tragedi di Jalan Pasteur menjadi pengingat bahwa jalan berlubang dapat memicu kecelakaan fatal dan menegaskan pentingnya prinsip jalan berkeselamatan.

Seorang pengemudi ojek online tewas usai terjatuh karena lubang di Jalan Dr. Djunjunan Kota Bandung, Rabu (17/6/2026). (Sumber: Dok. Unit Gakkum Polrestabes Bandung)
Ayo Netizen 19 Jun 2026, 09:28

Endorse Jutaan, Hasil Recehan

Memilih influencer sebagai strategi marketing perusahaan produk fashion tidak lagi menjadi daya tarik yang kuat bagi konsumen Gen Z karena Gen Z lebih peduli terhadap produk murah dan diskon.

Sejumlah pengunjung memilih pakaian di Pasar Baru Trade Center, Kota Bandung, Jumat 13 Maret 2026. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 19 Jun 2026, 09:09

Mengapa Internet Tidak Gratis Bagi Pendidikan?

Kebutuhan internet gratis sangat tepat untuk menjadikan sekolah berselancar dengan internet sehingga wawasan pendidikan makin terbuka.

ilustrasi berselancar di internet. (Sumber: Pexels/Towfiqu barbhuiya)
Ayo Netizen 18 Jun 2026, 20:17

Dari Tanam Paksa ke Investasi Modern: Mengkritisi Pola Investasi Masa Kolonial untuk Masa Kini

Investasi Indonesia berubah dari eksploitatif di era kolonial menjadi lebih inklusif di era modern, dengan realisasi Rp1.418 triliun dan 1,8 juta lapangan kerja pada 2023.

Tembakau kering di Jawa Timur sebelum tahun 1939. (Sumber: Wereldmuseum Amsterdam)
Ayo Biz 18 Jun 2026, 20:06

Belajar Kebijaksanaan dari BUMDes Cisurat, Bersaing Sehat dengan Agen BRILink Warganya

Dahulu, warga Desa Cisurat harus menempuh perjalanan rata-rata 10 kilometer untuk urusan perbankan.

Ilham Fadilah, Direktur BUMDes Cisurat (Wibawa Mukti), Kecamatan Wado, Kabupaten Sumedang, (11/6/2026). (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Aris Abdulsalam)
Ayo Netizen 18 Jun 2026, 19:13

Dari 4444 Menjadi Biometrik, Nanti Apalagi?

Menganalisa rekam jejak pemerintah dalam melindungi data pribadi masyarakat melalui kebijakan registrasi kartu SIM.

Ilustrasi keamanan siber. (Sumber: Pexels | Foto: Pixabay)