Melestarikan Budaya Sunda di Tengah Gempuran Hiburan Modern

7 menit baca
Kin Sanubary
Ditulis oleh Kin Sanubary diterbitkan
Musik tradisi bukan sekadar hiburan, melainkan bahasa batin yang menyatukan manusia dengan tanah kelahirannya. (Sumber: dok Sambasunda)
Musik tradisi bukan sekadar hiburan, melainkan bahasa batin yang menyatukan manusia dengan tanah kelahirannya. (Sumber: dok Sambasunda)

Di tengah derasnya arus hiburan modern dan pesatnya perkembangan teknologi digital, upaya menjaga eksistensi budaya Sunda menjadi perhatian berbagai kalangan. Hal tersebut mengemuka dalam Focus Group Discussion (FGD) Budaya bertema “Menjaga Marwah, Mengemas Pesona: Jabar di Era Hiburan Modern” yang diselenggarakan oleh Lantip Indonesia (Lansia Aktif Indonesia) bekerja sama dengan Pendopo Ojo Dumeh, Minggu (7/6/2026), di Pendopo Ojo Dumeh, Jalan Raya Tangkuban Parahu No. 52A, Cibogo, Lembang.

Forum tersebut menghadirkan akademisi, budayawan, praktisi seni, serta pemerhati budaya untuk membahas tantangan dan peluang dalam mempertahankan identitas budaya Jawa Barat di tengah perubahan zaman yang berlangsung semakin cepat.

Acara itu dipandu oleh L. Nina Nurlina, pendiri Sekolah Tari Gerak dan Literasi Ojo Dumeh. Diskusi berlangsung hangat, penuh dialog, dan sarat pertukaran gagasan yang konstruktif. Seluruh peserta menunjukkan kepedulian yang sama terhadap masa depan budaya Sunda agar tetap hidup, berkembang, dan relevan bagi generasi mendatang.

Enam narasumber tampil menyampaikan pandangan dan pengalaman mereka, yaitu Dr. Ismet Ruchimat, S.Sn., M.Hum.; Devi Supriatna, S.Sn., M.Sn.; Prof. Dr. Ir. Ganjar Kurnia, DEA; Indrawati Lukman; L. Risyani, S.STS., M.Sn.; serta L. Ir. Hardy Pramono, M.Sc. selaku Ketua Lantip Jawa Barat.

Dalam pemaparannya, para narasumber menegaskan bahwa pelestarian budaya tidak cukup dilakukan hanya dengan menjaga warisan tradisi. Diperlukan pula pendekatan kreatif agar budaya mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman. Budaya Sunda dinilai memiliki nilai-nilai luhur yang tetap relevan dalam kehidupan masa kini, mulai dari kearifan sosial, etika, hingga semangat kebersamaan yang menjadi ciri khas masyarakat Jawa Barat.

Namun demikian, tantangan yang dihadapi tidaklah ringan. Perubahan pola konsumsi hiburan, dominasi media digital, serta derasnya pengaruh budaya populer global menuntut lahirnya strategi baru dalam memperkenalkan budaya kepada generasi muda.

Karena itu, diskusi berkembang pada pentingnya inovasi dalam pengemasan produk budaya. Kesenian tradisional, sastra, bahasa, hingga nilai-nilai budaya Sunda perlu dihadirkan dalam format yang lebih dekat dengan kehidupan masyarakat modern tanpa kehilangan esensi dan jati dirinya.

Berbagai gagasan mengemuka, mulai dari penguatan pendidikan budaya sejak usia dini, pemanfaatan teknologi digital untuk dokumentasi dan promosi kesenian daerah, hingga mendorong kolaborasi antara pelaku budaya dan industri kreatif. Langkah-langkah tersebut diyakini mampu memperluas jangkauan budaya lokal sekaligus meningkatkan daya tariknya di tengah persaingan industri hiburan yang semakin kompetitif.

Forum ini juga menjadi ruang refleksi mengenai posisi budaya Jawa Barat di tengah perubahan sosial yang berlangsung begitu cepat. Para peserta sepakat bahwa kemajuan teknologi tidak harus dipandang sebagai ancaman, melainkan dapat menjadi sarana strategis untuk memperkenalkan kembali kekayaan budaya Sunda kepada masyarakat yang lebih luas, baik di tingkat nasional maupun internasional.

Lansia Tetap Aktif dan Berkontribusi

FGD Budaya ini sekaligus memperlihatkan peran aktif Lantip Indonesia sebagai wadah bagi para lansia untuk tetap produktif, kreatif, dan berkontribusi dalam kehidupan sosial maupun kebudayaan.

Melalui berbagai kegiatan diskusi, pendidikan, dan pemberdayaan masyarakat, Lantip berupaya menghadirkan ruang bagi para lansia untuk terus berkarya dan berbagi pengalaman. Kehadiran para tokoh senior dalam forum ini menjadi bukti bahwa usia bukanlah penghalang untuk tetap berperan dalam pembangunan peradaban dan pelestarian budaya.

Semangat tersebut tercermin dalam komitmen Lantip untuk menjadikan para lansia sebagai sumber inspirasi, penggerak dialog, sekaligus penjaga nilai-nilai budaya yang dapat diwariskan kepada generasi berikutnya.

Penari membawakan tarian tradisional di Taman Braga dan depan Gedung YPK, Jalan Naripan, Kota Bandung, Rabu 29 April 2026. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Penari membawakan tarian tradisional di Taman Braga dan depan Gedung YPK, Jalan Naripan, Kota Bandung, Rabu 29 April 2026. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)

Selain FGD budaya, kegiatan juga diisi dengan pemeriksaan kesehatan gratis dan bincang kesehatan lansia yang dimoderatori oleh dr. Rita Verita Sari Hasniaty, M.M., M.H., dengan dukungan penuh RS Edelweiss Bandung. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan kualitas hidup lansia melalui edukasi dan layanan kesehatan yang berkelanjutan.

Di tengah dinamika kehidupan modern, forum ini menjadi pengingat bahwa menjaga marwah budaya bukan hanya tugas para seniman atau budayawan, melainkan tanggung jawab seluruh elemen masyarakat. Dengan pengemasan yang kreatif, adaptif, dan relevan, budaya Sunda diyakini akan tetap memiliki pesona dan tempat yang kuat di hati generasi masa depan.

Kolaborasi dalam Peringatan HLUN 2026

Menurut L. Tetty Kadi selaku Ketua Panitia Penyelenggara, seluruh rangkaian kegiatan Lantip Jawa Barat dalam rangka memperingati Hari Lanjut Usia Nasional (HLUN) 2026 telah terlaksana dengan baik dan berjalan sukses.

Kegiatan tersebut mengusung konsep kolaborasi dengan berbagai komunitas dan organisasi lansia, antara lain:

1. PBLB (Pegiat Bugar Lansia Kota Bandung) yang dipimpin oleh L. Siti Nurhayati, MBA.

2. LLI Kota Bandung (Lembaga Lanjut Usia Indonesia Kota Bandung) yang dipimpin oleh L. dr. Rita Verita Sari Hasniaty, M.M., M.H.

3. KLPI (Kebugaran Lansia dan Pra Lansia Indonesia Kota Bandung) yang dipimpin oleh Inge Suprayogi.

4. IAKMI Jawa Barat (Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia Jawa Barat) yang dipimpin oleh dr. Achyani Raksanagara, M.Kes., dan diwakili oleh dr. Nina Manarosana sebagai narasumber.

5. KORMI Jawa Barat (Komite Olahraga Rekreasi Masyarakat Indonesia Jawa Barat) yang dipimpin oleh Denda Alamsyah dan diwakili oleh Rahman sebagai narasumber.

6. L. Ir. Sri Tarso sebagai narasumber.

Pada tanggal 7 Juni 2026 juga diselenggarakan Podcast Seni Budaya di Pendopo Ojo Dumeh dengan menghadirkan para tokoh, budayawan, dan pakar seni, yaitu:

1. Prof. Dr. Ir. Ganjar Kurnia, DEA. Meskipun berhalangan hadir, materi yang disampaikan secara tertulis dinilai sangat baik dan bermanfaat.

2. Indrawati Lukman, pimpinan Studio Tari Indrawati Lukman yang telah berdiri lebih dari 60 tahun.

3. Dr. Ismet Ruchimat, S.Sn., M.Hum., Dekan Fakultas Seni Pertunjukan ISBI Bandung.

4. L. Risyani, S.STS., M.Sn., dosen ASTI dan ISBI Bandung.

5. Devi Supriatna, S.Sn., M.Sn.

6. L. Nina Nurlina.

7. L. Ir. Hardy Pramono, M.Sc.

Pada hari yang sama juga diselenggarakan Podcast Bidang Kesehatan yang diawali dengan pemeriksaan kesehatan gratis berkat dukungan penuh RS Edelweiss Bandung.

Narasumber yang hadir adalah:

1. dr. Mely Mujahidah, Sp.PD-KGer, spesialis geriatri.

2. dr. Nina Manarosana.

3. Tini Apriani, Kepala Unit Gizi RS Edelweiss Bandung.

Acara dipandu oleh moderator L. dr. Rita Verita Sari Hasniaty, M.M., M.H.

Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya memperkenalkan Lantip Jawa Barat secara lebih luas, baik melalui kegiatan tatap muka maupun melalui media digital, termasuk kanal YouTube Lantip Jabar.

Mengenal Lantip: Menjadi Lansia, Menjalani Cara Hidup Baru

Di tengah perubahan zaman yang berlangsung cepat, semangat untuk tetap berkarya, berinteraksi, dan memberi manfaat tidak mengenal batas usia. Semangat itulah yang menjadi ruh Lansia Aktif Indonesia (Lantip), sebuah organisasi yang mewadahi para lanjut usia agar tetap aktif, produktif, dan berdaya melalui berbagai kegiatan sosial, budaya, edukatif, dan kemasyarakatan.

Lantip lahir dari keyakinan bahwa masa lansia bukanlah akhir dari perjalanan produktif seseorang. Sebaliknya, masa tersebut merupakan babak baru kehidupan yang dapat dijalani dengan penuh makna, kebahagiaan, dan kebermanfaatan bagi lingkungan sekitar.

Secara resmi, Lantip didirikan berdasarkan Akta Pendirian Perkumpulan Lansia Aktif Indonesia Nomor 09 tanggal 11 April 2018 yang dibuat di hadapan Notaris Aiya Sriweda Azhar di Jakarta. Organisasi ini juga telah terdaftar di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan dan memperoleh pengesahan dari Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia melalui Surat Keputusan Nomor AHU-0007676.AH.01.07 Tahun 2018.

Di Jawa Barat, Lantip secara konsisten menyelenggarakan berbagai program yang melibatkan lansia dari beragam lembaga, perkumpulan, dan komunitas kelansiaan. Kegiatan tersebut tidak hanya menjadi sarana silaturahmi, tetapi juga menjadi ruang aktualisasi diri yang menunjukkan bahwa semangat berkarya tetap dapat tumbuh seiring bertambahnya usia.

Melalui berbagai aktivitas yang positif dan menyenangkan, para anggota Lantip membuktikan bahwa usia tidak menjadi penghalang untuk terus belajar, berorganisasi, berkesenian, serta berpartisipasi aktif dalam kehidupan masyarakat. Pengalaman, pengetahuan, dan kebijaksanaan yang mereka miliki merupakan modal sosial yang sangat berharga bagi pembangunan bangsa.

Lantip juga meyakini bahwa keberhasilan program-program kelansiaan membutuhkan dukungan berbagai pihak. Sinergi antara masyarakat, pemerintah, dunia usaha, dan para pemangku kepentingan menjadi faktor penting dalam pemenuhan hak-hak lansia agar tetap sehat, mandiri, produktif, serta bahagia secara sosial dan psikologis.

Bagi Lantip, menjadi lansia bukan sekadar kondisi yang datang seiring bertambahnya usia. Menjadi lansia adalah sebuah cara hidup baru, masa ketika pengalaman dapat terus dibagikan, inspirasi tetap ditularkan, dan semangat untuk memberi manfaat kepada sesama terus dinyalakan.

Dengan semangat tersebut, Lantip hadir sebagai rumah bersama bagi para lansia aktif Indonesia untuk terus bergerak, berkarya, dan memberi makna. Sebab, pada akhirnya usia hanyalah angka, sementara semangat untuk tetap bermanfaat tidak memgenal batas. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Artikel Rekomendasi Untuk Anda

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Kin Sanubary
Tentang Kin Sanubary
Kolektor media cetak lawas. Peraih Anugerah PWI Jawa Barat 2023 Kategori Pangajen Rumawat Kalawarta

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 19 Jul 2026, 18:04

Cara Ampuh Menerangi Jalan Kota Bandung

Menindak tegas begal bukan sekadar menjadi program tapi melanjutkan keluhan masyarakat yang diprioritaskan

Petugas dari Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bandung melakukan perbaikan lampu penerangan jalan umum di jalan Katapang, Kota Bandung, Senin, 9 Juni 2025. (Sumber: Ayobandung)
Ayo Netizen 19 Jul 2026, 15:30

Mafia Olahraga, Sebuah Stigma Menakutkan

Olahraga yang seharusnya menjadi ruang sportivitas kini dihantui oleh mafia yang terhubung dengan jaringan global.

Uang rupiah. (Sumber: Unsplash | Foto: Mufid Majnun)
Wisata & Kuliner 19 Jul 2026, 14:01

Keripik Paru Klaten, Oleh-oleh Gurih Legendaris dari Kampung Tegal Kepatihan

Dari Kampung Tegal Kepatihan hingga dikenal luas, Keripik Paru Klaten menjadi ikon kuliner khas. Ketahui sejarah, proses, dan tempat membelinya.

Keripik Paru Klaten.
Ayo Netizen 19 Jul 2026, 11:33

Marak Begal, Gangster, dan Matel Menelan Korban, Warga Bandung Pertanyakan Aksi Walikota dan Aparat

Bandung darurat 'Red Zone' akibat maraknya begal, gangster, dan matel yang menelan banyak korban.

Senjata Tajam. (Sumber: Pixabay/KhanaBadosh | Foto: Pixabay/KhanaBadosh)
Ayo Netizen 19 Jul 2026, 08:00

Ketika Deru Knalpot dan Distorsi Musik Menyatukan Ribuan Pecinta Otomotif Bandung

Seri pembuka Kejurnas Slalom MLDSPOT Autokhana 2026 sukses mengguncang GOR Arcamanik Bandung.

Gate masuk event MLDSPOT Autokhana, pada 11 Juli 2026 (Sumber: Athhar Jundi Pratama Attaqa | Foto: Athhar Jundi Pratama Attaqa)
Ayo Netizen 19 Jul 2026, 07:50

Mengembalikan Fungsi Bandara Husein Bukan Romantisme Masa Lalu

Keberhasilan reaktivasi Bandara Husein pada akhirnya tidak akan ditentukan oleh hari pertama operasional, melainkan oleh apa yang terjadi berbulan-bulan setelahnya.

Petugas Avsec melakukan patroli di pintu keberangkatan domestik Bandara Husein Sastranegara, Kota Bandung. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Wisata & Kuliner 17 Jul 2026, 21:21

Panduan Wisata ke Kawah Ijen Banyuwangi: Blue Fire, Tiket, dan Tips Lengkap

Panduan lengkap wisata Kawah Ijen Banyuwangi, mulai harga tiket 2025, fenomena Blue Fire, rute pendakian, jam terbaik, hingga tips agar perjalanan lebih aman.

Kawah Ijen Banyuwangi. (Sumber: Wikimedia)
Ayo Netizen 17 Jul 2026, 20:15

Luka, Algoritma, dan Dogma

Luka hanya dapat disembuhkan oleh kepedulian, algoritma dapat diimbangi dengan literasi, dan rapuhnya interaksi sosial hanya dapat dipulihkan saat kita meluangkan waktu untuk benar-benar hadir bersama

Kita tidak akan sepenuhnya paham bagaimana rasanya di-bully, sebelum kita merasakan sendiri dampaknya. (Sumber: Unsplash/Carolina)
Ayo Netizen 17 Jul 2026, 17:29

Alih Fungsi Jalur Sepeda Menjadi Parkir Motor: Inkonsistensi Kebijakan Transportasi Kota Bandung

Alih fungsi jalur sepeda di Jalan Lembong menjadi parkir motor bukan sekadar persoalan parkir, tetapi mencerminkan inkonsistensi kebijakan Kota Bandung dalam mewujudkan transportasi berkelanjutan.

Pemandangan miris di Jalan Lembong, Kota Bandung pada Kamis (16/7/2026). Jalur sepeda yang dibangun untuk menjamin keselamatan pesepeda, justru beralih fungsi menjadi ruang parkir sepeda motor. (Foto: Alkhalifi)
Ayo Netizen 17 Jul 2026, 16:58

Mengapa Isolasi Politik Pasca Tragedi Bubat Membuat Sunda Makin Mandiri?

Mengulas bagaimana Kerajaan Sunda memperkuat kemandirian politik, ekonomi, dan pertahanannya setelah Perang Bubat melalui kebijakan isolasi dari Majapahit.

Ilustrasi peristiwa Perang Bubat di Taman Citra Resmi, Purwakarta. (Sumber: nationalgeographic.grid.id | Foto: Cut Menas Nila Tanu Sukma Devi)
Ayo Netizen 17 Jul 2026, 16:25

Satu Peluncuran, Tiga Cara Bercerita: Menganalisis Penyampaian Pesan Produsen Ponsel Pintar Ternama

Memahami bagaimana cara jenama besar menyebarkan informasi tentang produk terbaru.

Ilustrasi ponsel pintar. (Sumber: Pexels | Foto: Efrem Efre)
Ayo Netizen 17 Jul 2026, 15:18

Revolusi Perancis dan Bandung Nol Kilometer

Revolusi Prancis berawal dari penjara Bastille tahun 1789 telah membuat perubahan besar hak asasi manusia juga mempengaruhi perkembangan Bandung.

Monumen titik nol kilometer Kota Bandung diresmikan Gubernur H. Danny Setiawan pada 18 Mei 2004 dan didedikasikan untuk masyarakat Priangan korban kerja paksa. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Anya Dellanita)
Ayo Netizen 17 Jul 2026, 14:50

Islam di Kerajaan Demak: Warisan Peradaban dan Hukum Islam

Kemunculan Demak tidak terlepas dari melemahnya Majapahit yang memberi kesempatan bagi para penguasa Islam di pesisir Jawa untuk membangun kekuasaan.

Masjid Agung Demak, yang terletak di Kauman, Demak, Jawa Tengah, dibangun pada abad ke-15 M oleh Raden Patah, pendiri Kesultanan Demak, bersama para Wali Songo. (Sumber: Wikimedia Commons | Foto: Hastosuprayogo)
Wisata & Kuliner 17 Jul 2026, 13:56

Panduan Wisata ke Pantai Legon Pari Sawarna, Laguna Tersembunyi di Ujung Jalan Setapak

Panduan lengkap Pantai Legon Pari Sawarna, mulai dari harga tiket, rute menuju lokasi, aktivitas, camping, hingga rekomendasi penginapan terbaru.

Pantai Legon Pari Sawarna. (Sumber: wisatasawarna.com)
Ayo Netizen 17 Jul 2026, 13:42

Soedirman dalam Tulisan Tempo

Review buku Soedirman: Seorang Panglima, Seorang Martir karya Tempo.

Buku "Soedirman: Seorang Panglima, Seorang Martir" (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Nahla Lisana, 2026)
Ayo Netizen 17 Jul 2026, 12:33

Persib dan Mimpi Menjadi Kekuatan Indonesia

Persib memiliki peluang menjadi salah satu lokomotif perubahan sepak bola di Tanah Air.

Pemain Persib Bandung melakukan selebarasi saar mengalahkan tamunya Selangor FC dengan skor 2-0. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Beranda 17 Jul 2026, 10:59

Soekarno-Hatta: Jalur Maut di Kota Bandung yang Terbelenggu Sekat Birokrasi

Selama birokrasi belum mampu di-bypass demi keselamatan, aspal Soekarno-Hatta akan tetap menjadi "jalur tengkorak" yang menanti nyawa lainnya.

Jalan Soekarno Hatta membentang sejauh 18 kilometer dari timur ke barat di kawasan selatan Kota Bandung. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 17 Jul 2026, 09:55

Hikayat Stasiun Kereta Api di Padang Panjang

dari awal berjalannya kereta api Padang Panjang sampai Berhentinya beroperasinya kereta api Padang Panjang

Stasiun Kereta Api Padang Panjang. (atourin.com)
Ayo Netizen 17 Jul 2026, 06:51

Reaktivasi SPP Sekolah Negeri di Jawa Barat

Pemerintah wajib menjaga stabilitas kehidupan masyarakat dalam pendidikan. Masyarakat tidak ingin ada beban biaya lagi dalam menuntut pendidikan

Sejumlah siswa SD pergi sekolah menaiki rakit bambu melintasi Waduk Saguling. (Sumber: Ayobandung | Foto: Restu Nugraha)
Ayo Netizen 16 Jul 2026, 19:41

Perkembangan Lukisan dari Zaman purba sampai Era Digital

Lukisan-lukisan yang kini kita kenal, menyimpan sejarahnya tersendiri tanpa kita sadari.

Lukisan digital printing. (Sumber: Taswadi. 2019. "Teknik Digital Printing Lukisan Warli Haryana." Irama: Jurnal Seni, Desain dan Pembelajarannya, Fakultas Pendidikan Seni dan Desain UPI)