Dalam rangka memperingati anniversary ke-50, Summarecon Agung mengadakan program operasi katarak gratis pada 2 Mei 2026 di RS Hermina Ciawi. Program tersebut menjadi bagian dari kegiatan sosial perusahaan untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
Kegiatan operasi katarak gratis ini dipublikasikan melalui website resmi perusahaan, media online, dan media sosial Instagram dengan rentang waktu berbeda-beda. Seluruh media menyampaikan pesan bahwa perusahaan tidak hanya fokus pada pembangunan properti, tetapi juga memiliki kepedulian sosial terhadap masyarakat.
Media yang mempublikasikan kegiatan ini menggunakan kata kunci yang relatif sama pada setiap platform. Kata kunci seperti “50th anniversary”, “operasi katarak gratis”, “kepedulian masyarakat”, dan “kualitas hidup” muncul secara konsisten dalam publikasi.
Website resmi perusahaan lebih menonjolkan aspek tanggung jawab sosial perusahaan dan keberlanjutan program sosial yang dijalankan. Sementara itu, media online lebih fokus pada penyampaian fakta mengenai kegiatan serta jumlah peserta yang mengikuti operasi katarak gratis tersebut.
Media sosial Instagram menggunakan format visual dan caption singkat yang tetap menonjolkan pesan utama perusahaan. Kesamaan penggunaan kata kunci menunjukkan adanya koordinasi komunikasi antar media yang digunakan perusahaan.
Teknik penulisan pada setiap media juga memiliki pola yang sama dalam penyampaian informasi. Paragraf pertama langsung menjelaskan inti berita, sedangkan paragraf berikutnya membahas jumlah peserta dan tujuan program sosial tersebut.

Teknik penulisan tersebut menunjukkan penggunaan metode piramida terbalik dalam penyampaian berita. Meskipun struktur ini memudahkan pembaca memahami inti informasi dengan cepat, ketiadaan kutipan narasumber dapat mengurangi kredibilitas berita dan membatasi keberagaman sudut pandang yang seharusnya dapat memperkaya pemahaman audiens terhadap dampak program sosial yang dijalankan perusahaan.
Selain teknik penulisan, gaya komunikasi yang digunakan dalam publikasi juga terlihat konsisten di semua media. Website resmi menggunakan bahasa formal, media online menggunakan gaya yang informatif, sedangkan Instagram memakai bahasa yang lebih singkat dan komunikatif.
Secara keseluruhan, key message, teknik penulisan, dan gaya komunikasi, publikasi program operasi katarak gratis Summarecon Agung telah menunjukkan konsistensi pesan dan pengelolaan citra yang sesuai dengan prinsip komunikasi korporat menurut Grunig dan Hunt (1984). Namun, publikasi tersebut masih lebih mencerminkan model Public Information karena berfokus pada penyampaian informasi secara satu arah, sehingga belum sepenuhnya memenuhi pendekatan Two-Way Symmetrical yang menekankan dialog, umpan balik, dan keterlibatan publik dalam proses komunikasi. (*)
