Di Balik Publikasi Digital Program Operasi Katarak Gratis

2 menit baca
ZAHRA AULIA RAMDHANI
Ditulis oleh ZAHRA AULIA RAMDHANI diterbitkan Rabu 17 Jun 2026, 20:29 WIB
Penulis sedang menganalisis teknik penulisan Summarecon Agung Tbk dari tiga platform.

Penulis sedang menganalisis teknik penulisan Summarecon Agung Tbk dari tiga platform.

Dalam rangka memperingati anniversary ke-50, Summarecon Agung mengadakan program operasi katarak gratis pada 2 Mei 2026 di RS Hermina Ciawi. Program tersebut menjadi bagian dari kegiatan sosial perusahaan untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat. 

Kegiatan operasi katarak gratis ini dipublikasikan melalui website resmi perusahaan, media online, dan media sosial Instagram dengan rentang waktu berbeda-beda. Seluruh media menyampaikan pesan bahwa perusahaan tidak hanya fokus pada pembangunan properti, tetapi juga memiliki kepedulian sosial terhadap masyarakat. 

Media yang mempublikasikan kegiatan ini menggunakan kata kunci yang relatif sama pada setiap platform. Kata kunci seperti “50th anniversary”, “operasi katarak gratis”, “kepedulian masyarakat”, dan “kualitas hidup” muncul secara konsisten dalam publikasi. 

Website resmi perusahaan lebih menonjolkan aspek tanggung jawab sosial perusahaan dan keberlanjutan program sosial yang dijalankan. Sementara itu, media online lebih fokus pada penyampaian fakta mengenai kegiatan serta jumlah peserta yang mengikuti operasi katarak gratis tersebut. 

Media sosial Instagram menggunakan format visual dan caption singkat yang tetap menonjolkan pesan utama perusahaan. Kesamaan penggunaan kata kunci menunjukkan adanya koordinasi komunikasi antar media yang digunakan perusahaan. 

Teknik penulisan pada setiap media juga memiliki pola yang sama dalam penyampaian informasi. Paragraf pertama langsung menjelaskan inti berita, sedangkan paragraf berikutnya membahas jumlah peserta dan tujuan program sosial tersebut. 

Teknik penulisan tersebut menunjukkan penggunaan metode piramida terbalik dalam penyampaian berita. Meskipun struktur ini memudahkan pembaca memahami inti informasi dengan cepat, ketiadaan kutipan narasumber dapat mengurangi kredibilitas berita dan membatasi keberagaman sudut pandang yang seharusnya dapat memperkaya pemahaman audiens terhadap dampak program sosial yang dijalankan perusahaan. 

Selain teknik penulisan, gaya komunikasi yang digunakan dalam publikasi juga terlihat konsisten di semua media. Website resmi menggunakan bahasa formal, media online menggunakan gaya yang informatif, sedangkan Instagram memakai bahasa yang lebih singkat dan komunikatif. 

Secara keseluruhan, key message, teknik penulisan, dan gaya komunikasi, publikasi program operasi katarak gratis Summarecon Agung telah menunjukkan konsistensi pesan dan pengelolaan citra yang sesuai dengan prinsip komunikasi korporat menurut Grunig dan Hunt (1984). Namun, publikasi tersebut masih lebih mencerminkan model Public Information karena berfokus pada penyampaian informasi secara satu arah, sehingga belum sepenuhnya memenuhi pendekatan Two-Way Symmetrical yang menekankan dialog, umpan balik, dan keterlibatan publik dalam proses komunikasi. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

ZAHRA AULIA RAMDHANI
Mahasiswa Digital Public Relations, Telkom University

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 17 Jun 2026, 20:29

Di Balik Publikasi Digital Program Operasi Katarak Gratis

Analisis publikasi digital program operasi katarak gratis Summarecon Agung dalam melihat konsistensi pesan, strategi komunikasi, dan pengelolaan citra perusahaan melalui berbagai media

Penulis sedang menganalisis teknik penulisan Summarecon Agung Tbk dari tiga platform.
Wisata & Kuliner 17 Jun 2026, 20:09

Tamasya ke Taman Harmoni dan Hutan Bambu Keputih, Oase Hijau di Tengah Kota Surabaya

Taman Harmoni dan Hutan Bambu Keputih Surabaya merupakan bekas TPA yang disulap menjadi ruang terbuka hijau dengan taman tematik dan fasilitas rekreasi.

Taman Harmoni & Hutan Bambu Keputih jadi tempat wisata favorit di Surabaya. (Sumber: Pemkot Surabaya)
Linimasa 17 Jun 2026, 19:12

Hikayat Taman Alun-alun Regol, Dari Bantaran Sungai Tempat Pembuangan Sampah Menjadi Tumpuan UMKM Hingga Tak Terawat

Kisah Alun-alun Regol Bandung yang berubah dari bantaran sungai penuh sampah menjadi ruang publik lalu mulai meredup.

Alun-alun Regol, Kota Bandung. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 17 Jun 2026, 19:09

Toponimi Lembang (Bagian 2)

Dengan mempelajari ilmu Toponimi kita jadi lebih tahu akar sejarah sebuah kawasan, termasuk sejarah Lembang.

Kartu pos yang memperlihatkan suasana Lembang tempo dulu. (Sumber: KITLV)
Ayo Netizen 17 Jun 2026, 18:01

Mampukah Mahasiswa Menjaga Konsentrasi Belajar dari Distraksi Media Sosial?

Media sosial bisa jadi teman belajar atau justru pengganggu konsentrasi. Tulisan ini membahas cara mahasiswa tetap fokus dan produktif tanpa harus meninggalkan dunia digital.

Ilustrasi gangguan media sosial. (Sumber: ChatGPT)
Ayo Netizen 17 Jun 2026, 17:30

Rupiah Melemah, BBM Naik: Ibulah yang Paling Dulu Merasakan Dampaknya

Rupiah melemah, BBM naik, dan biaya hidup kian mencekik. Ibulah yang paling dulu merasakan dampaknya. Lalu, apa akar persoalan sebenarnya?

Ilustrasi pasar kaget. (Sumber: Pexels | Foto: AHMAD GHANI)
Wisata & Kuliner 17 Jun 2026, 17:05

Itinerary 1–2 Hari Surabaya: Telusur Sejarah, Kuliner Legendaris, dan Wajah Baru Kota Pahlawan

Rekomendasi itinerary Surabaya untuk 1–2 hari, mulai Tugu Pahlawan, Ampel, hingga kuliner legendaris.

Balai Kota Surabaya. (Sumber: Pemkot Surabaya)
Ayo Netizen 17 Jun 2026, 16:58

Seni sebagai Perlawanan: Dari Raden Saleh ke Era Digital

Peran seni sebagai perlawanan, baik pada masa Raden Saleh maupun era digital saat ini.

Ilustrasi lukisan karya Raden Saleh dan seni modern. (Sumber: istimewa)
Bandung 17 Jun 2026, 16:44

Menghidupkan Ekosistem F&B Lewat Industry Night 2026, Saat Komunitas dan Kolaborasi Menjadi Kunci Bertahan

Dinamika industri F&B kini tidak lagi sekadar bicara soal persaingan menu viral atau estetika visual semata, melainkan bergeser ke arah kekuatan kolektif yang digerakkan oleh komunitas.

Di Industry Night, batas-batas kompetisi dilebur menjadi energi positif yang mendorong lahirnya koneksi, inspirasi baru, serta pertumbuhan usaha yang berkelanjutan secara bersama-sama. (Sumber: AyoBiz.id | Foto: Eneng Reni Nuraisyah Jamil)
Ayo Netizen 17 Jun 2026, 16:33

Hubungan Dagang Banten dan Lampung dalam Perniagaan Lada Abad ke-17

Menengok kembali sejarah perdagangan lada abad ke-17 di Banten dan Lampung.

Ilustrasi gambar lada. (Sumber: disbun.kaltimprov.go.id)
Ayo Netizen 17 Jun 2026, 15:47

Topeng Banjet : Warisan Budaya yang Mulai Tergerus Waktu

Kesenian Topeng Banjet yang ada sejak awal abad ke-20 merupakan kesenian tradisional yang berasal dari Karawang.

Topeng Banjet merupakan kesenian tradisional khas Karawang, Jawa Barat. (Sumber: Wonderful Indonesia)
Ayo Netizen 17 Jun 2026, 15:27

Geliat Industri vs Infrastruktur Sukabumi Utara: Jalan Pakuwon Mendesak untuk Dibenahi

Kami memahami bahwa perbaikan total membutuhkan waktu, namun kami tidak bisa terus hidup dalam ketidakpastian dan ancaman bahaya.

Ilustrasi peta Kabupaten Sukabumi. (Sumber: Istimewa)
Ayo Netizen 17 Jun 2026, 13:48

Membangun Stigma Positif Kesadaran Kolektif dalam Pajak

Narasi tentang pajak, sering kali menjadi stigma negatif dalam kehidupan sosial. Apa karena masyarakat masih berpikir stereotip, atau tata kelola pajak yang dianggap kurang adil.

Ilustrasi mengurus pajak. (Sumber: Pexels/Mikhail Nilov)
Ayo Netizen 17 Jun 2026, 13:27

Sebelum Selebgram Ada Japanisasi: Propaganda Kecantikan dari 1943

Ketika iklan makeup dijadikan daya tarik propaganda pada masa Pendudukan Jepang 1942-1945.

Iklan Bedak Virgin dalam majalah Djawa Baroe edisi 15 Juli 1945 (Sumber: Website : universiteitleiden.nl)
Beranda 17 Jun 2026, 08:59

Cerita Pekerja Informal yang Ngalong di Tengah Cuaca Dingin Kota Bandung yang Kian Menggigit

Cerita para pekerja informal di Bandung yang terpaksa "ngalong" demi mencari nafkah di tengah cuaca Kota Bandung yang kian menggigit.

Di tengah udara dingin yang menggigit, Raja tetap setia berjualan cilok kuah hingga menjelang subuh di kawasan Dago Cikapayang. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)
Ayo Netizen 17 Jun 2026, 08:01

Maradona, Malvinas, Juni dan Bandung

Sebuah memori siaran pertandingan Piala Dunia 1986 yang memunculkan legenda sepak bola dunia Maradona serta serunya masyarakat Bandung menonton saat itu

Ilustrasi Maradona. (Sumber: Flickr | Foto: Diego3336)
Ayo Netizen 17 Jun 2026, 07:12

Ambisi di Balik Coretax

Sistem Coretax dirilis untuk menyatukan 19 proses bisnis pajak lama.

Ilustrasi web coretax DJP. (Sumber: Pexels | Foto: Cottonbro Studio)
Ayo Netizen 17 Jun 2026, 06:34

Nama Geografis yang Bersumber dari Alat dan Cara Memasak

Toponimi telah mengabadikan kata yang produktif digunakan di suatu daerah, pada saat nama geografis itu diberikan.

Gentong untuk menampung air bersih masih terus dibuat oleh para pembuat gerabah. (Sumber: Istimewa)
Ayo Netizen 17 Jun 2026, 06:05

Maraknya Juru Parkir Liar di Minimarket: Cermin Lemahnya Manajemen Parkir di Perkotaan

Maraknya juru parkir liar di minimarket bukan sekadar soal uang parkir, tetapi cerminan lemahnya manajemen parkir, kepastian hukum, dan pelayanan publik di perkotaan.

Ilustrasi Juru Parkir. (Sumber: Pemkot Bandung)
Ayo Biz 16 Jun 2026, 18:21

Kausalitas Daring yang Menggerakkan Dapur KebabFactory.id

Dinamika digitalisasi perbankan yang menjaga dapur UMKM tetap ngebul.

Pegawai sedang menyiapkan pesanan konsumen kedai KebabFactory.id di Jalan Kihiur 4, Cihapit, Kota Bandung. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Aris Abdulsalam)