Mampukah Mahasiswa Menjaga Konsentrasi Belajar dari Distraksi Media Sosial?

4 menit baca
Tessa Fanka Br Sinurat
Ditulis oleh Tessa Fanka Br Sinurat diterbitkan
Ilustrasi gangguan media sosial. (Sumber: ChatGPT)
Ilustrasi gangguan media sosial. (Sumber: ChatGPT)

Pernahkah teman-teman mahasiswa mengalami, saat dosen menjelaskan di kelas, notifikasi WhatsApp atau Instagram justru lebih menarik perhatian daripada catatan kuliah?. Media sosial digunakan hampir setiap hari untuk berkomunikasi, mencari informasi, maupun hiburan, melalui platform seperti Instagram, Tiktok, Twitter, dan WhatsApp. Kehadiran media sosial membawa manfaat yang besar, seperti memperluas jaringan pertemanan, memudahkan akses informasi, dan juga mendukung proses belajar melalui diskusi daring.

Namun, penggunaan media sosial yang berlebihan dapat menimbulkan masalah, mahasiswa sering teralihkan oleh notifikasi dan hiburan atau tren viral sehingga fokus belajar berkurang. Oleh karena itu, penting bagi mahasiswa untuk memiliki kesadaran dan pandai mengelola waktu agar penggunaan media sosial tetap menjadi sarana positif yang mendukung kegiatan akademik dan kehidupan sehari-hari mahasiswa, bukan justru menjadi penghambat.

Mahasiswa saat ini tidak hanya menggunakan media sosial untuk hiburan, tetapi juga menggunakannya sebagai sarana memperluas wawasan dan membangun jaringan yang mendukung kegiatan akademik. Melalui platform seperti Instagram, WhatsApp, Tiktok, dan Twitter, mereka dapat memperoleh informasi terbaru, mengikuti diskusi daring serta bergabung dengan komunitas belajar dengan bidang studinya. Misalnya, banyak mahasiswa yang memanfaatkan grup WhatsApp kelas untuk berbagi materi kuliah dan jadwal tugas, saat mendekati ujian, banyak mahasiswa mencari tips belajar dari konten Tiktok yang singkat dan mudah dipahami dan juga mengikuti diskusi daring. Hal ini membuat proses belajar lebih mudah diakses, karena informasi dan diskusi dapat diakses kapan saja tanpa harus menunggu bertemu secara langsung.

Penelitian Welman Bu`ulolo dan Marcel Kurniawati Hulu (2025) juga menyatakan bahwa media sosial dapat memberikan peluang bagi mahasiswa untuk mendapatkan informasi akademis yang relevan, mengikuti perkembangan secara real-time, dan bergabung dengan komunitas akademis yang berbagi ide. Dengan demikian, media sosial tidak hanya berfungsi sebagai sarana hiburan dan memperluas jaringan pertemanan, tetapi menjadi sarana yang membantu mahasiswa dalam  mencari informasi mengenai akademis dan menjadi tempat diskusi daring.

Penggunaan media sosial secara berlebihan sering membuat mahasiswa kehilangan fokus mereka yang mengakibatkan menurunnya produktivitas belajar. Notifikasi yang selalu muncul, konten hiburan menarik serta tren viral yang sedang ramai di kalangan mahasiswa dengan mudah mengalihkan perhatian mereka dari tugas kuliah. Menurut  Welman Bu’ulolo dan Marcel Kurniawati Hulu (2025), mengatakan bahwa penggunaan media sosial yang tinggi menurunnya waktu belajar, kualitas tidur, dan munculnya perilaku prokrastinasi. Kondisi ini membuat mahasiswa sering menunda pekerjaan mereka karena lebih tertarik dengan hiburan yang ada di media sosial dibandingkan tugas mereka.

Tidak hanya dalam hal akademik, kualitas tidur mereka menurun karena kehilangan kesadaran terhadap waktu karena lebih tertarik membuka media sosial. Akibatnya, beban kuliah menumpuk dan menimbulkan stres dan kewalahan. Singkatnya, meskipun media sosial memiliki manfaat yang baik, jika penggunaannya tidak bijak, media sosial justru menjadi penghambat utama bagi mahasiswa dalam menjaga konsentrasi belajar.

Mahasiswa perlu mengetahui bahwa mengelola waktu adalah kunci agar media sosial tidak menurunkan tingkat produktivitas. Penelitian Eka Lestari dkk. (2024) menunjukkan bahwa manajemen waktu memiliki pengaruh yang signifikan terhadap prokrastinasi, karena mahasiswa tidak mampu mengatur jadwal belajar  dan lebih sering menunda tugas dan lebih memilih aktivitas lain, seperti membuka media sosial, belanja online, maupun bermain game di ponsel. Jadi, jika tidak ada kesadaran dan disiplin dalam membatasi penggunaan media sosial, maka mahasiswa lebih cenderung terdistraksi dan kehilangan fokus belajar.

Oleh karena itu, sangat penting bagi mahasiswa belajar mengelola waktu dengan lebih disiplin, misalnya membuat jadwal belajar yang jelas, menentukan prioritas tugas, dan menggunakan media sosial di luar jam belajar saja. Dengan cara tersebut, media sosial masih dapat dimanfaatkan secara positif tanpa menimbulkan kebiasaan prokrastinasi yang merugikan.

Media sosial memang memberikan banyak manfaat bagi mahasiswa, terutama memperluas wawasan serta memudahkan akses informasi akademik. Namun, jika digunakan tidak disiplin, media sosial justru menjadi penghambat utama dalam menjaga konsentrasi belajar. Langkah nyata yang dapat dilakukan adalah dengan membatasi waktu bermain media sosial di luar jam belajar, membuat jadwal belajar yang teratur, serta memanfaatkan media sosial hanya untuk hal-hal yang mendukung di bidang akademik, misalnya mengikuti diskusi online.

Dengan tindakan tersebut, mahasiswa tidak hanya dapat menjaga fokus dan disiplin, tetapi juga menjadikan media sosial sebagai sarana yang bermanfaat bagi perkembangan diri. Pada akhirnya, keberhasilan mahasiswa dalam mengatasi distraksi digital dilihat dari sejauh mana mereka mampu bersikap bijak dan konsisten dalam mengatur waktu serta fokus pada prioritas akademik. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Tessa Fanka Br Sinurat
Mahasiswa Universitas Katolik Parahyangan

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 19 Sep 2026, 20:19

Mengenang Wa Kepoh Maestro Dongeng Sunda di Gelombang Radio

Sandiwara Radio Saur Sepuh, yang pernah membuat pendengarnya di berbagai daerah larut dalam cerita.

H. Ahmad Sutisna alias Wa Kepoh, maestro dongeng Sunda dan salah satu tokoh penting dalam dunia penyiaran radio di Jawa Barat. (Sumber: Tabloid Nova, September 1996.)
Ayo Netizen 19 Sep 2026, 19:40

Tantangan Literasi Antara Menulis dan Kepunahan Bahasa Daerah

Begitu miris ketika kita membaca judul "Benarkah Indonesia mengalami Darurat Literasi?" Ada banyak penulis yang hanya sekadar menulis, tetapi tidak ada visi menjaga literasi terutama bahasa lokal.

Ilustrasi orang Sunda. (Sumber: Unsplash/Mahmur Marganti)
Ayo Netizen 19 Sep 2026, 18:17

Mengenal Bahaya Letusan Gunung Berapi di Bandung Raya dan Sekitarnya

Temukan ulasan mendalam mengenai potensi bahaya vulkanik di Bandung Raya. Pelajari langkah mitigasi yang tepat dan tingkatkan kesiapsiagaan Anda demi keselamatan bersama dari ancaman bencana alam.

Hoogvlakte van Bandoeng autowegenkaart, D E 29,1. Bandoeng: HOVIC, ca. 1920 (Peta jalan Dataran Tinggi Bandung, D E 29.1. Bandung: HOVIC, ca. 1920). (Sumber: Digital Collections Universteit Leiden | Foto: Anonim)
Ayo Netizen 19 Sep 2026, 17:46

Optimis atau Oportunis

Dari aktivis pro–demokrasi yang berujung menjadi elit rezim yang selalu mereka tentang selama masa nya menjadi mahasiswa.

Budiman Sudjatmiko bersama Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto mendeklarasikan kelompok relawan Prabowo-Budiman Bersatu (Prabu) di Semarang, Jawa Tengah pada Jumat (18/08/2023). (Sumber: Gerindra.id)
Ayo Netizen 18 Sep 2026, 20:09

Sejarah dan Transformasi Nahdlatul Ulama di Bumi Pasundan (1926–1967)

Kehadiran Nahdlatul Ulama (NU) di wilayah ini bukanlah sebuah kebetulan sejarah, melainkan kebutuhan strategis untuk menjaga keseimbangan antara tradisi pesantren yang mengakar dan gelombang modernism

Gedung Dakwah PWNU Jawa Barat. (Sumber: Tangkapan layar YT: Kang inoe)
Ayo Netizen 18 Sep 2026, 17:52

Hebatnya Kreatifitas Dasa Warsa 1980-an

Bernostaldia dengan kehidupan remaja tahun 1980-an.

Motor klasik vespa. (Sumber: Pexels | Foto: setengah lima sore)
Ayo Netizen 18 Sep 2026, 15:17

Ketika Anak Bangsa Kehilangan Kesempatan Menjadi Cerdas dan Kritis

Sebetulnya apa yang menjadi akar persoalan dalam pendidikan kita. Pendidikan seharusnya tidak hanya butuh jawaban benar, tetapi bagaimana anak bisa bertanya secara kritis dan berpikir cerdas.

Ilustrasi anak sekolah. (Sumber: Pexels | Foto: Ida Rizkha)
Ayo Netizen 18 Sep 2026, 14:01

Jejak Rasa dan Budaya Kuliner Arab di Tatar Sunda

Kuliner Arab di Jawa Barat tumbuh dari jejak migrasi menjadi bagian dari keragaman rasa dan budaya Tatar Sunda.

Nasi kebuli, hidangan khas Timur Tengah yang populer di kalangan masyarakat Arab di Indonesia, termasuk di Jawa Barat. (Sumber: Istimewa)
Ayo Netizen 18 Sep 2026, 12:26

Ketika Layar Perak Menjadi Denyut Hiburan Bandung Tempo Doeloe

Jejak bioskop Bandung tempo dulu merekam bagaimana hiburan, kehidupan sosial, dan perkembangan kota pernah berpadu di balik layar perak.

Iklan ucapan selamat hari jadi Kota Bandung dari perusahaan film N.V. Sirna Galih Ind. Ltd.. Iklan tersebut memuat daftar bioskop yang dikelolanya. (Sumber: Dimuat dalam Pikiran Rakjat, 31 Maret 1956 | Foto: Kin Sanubary)
Ayo Netizen 18 Sep 2026, 09:59

200 Ikon Bandung #7: Karmaka Surjaudaja

Kisah Karmaka Surjaudaja menjadi teladan tentang perjuangan, kejujuran, dan ketekunan dalam menghadapi berbagai ujian kehidupan.

Adegan dalam film Love and Faith pada 2015, yang menceritakan kisah kehidupan Karmaka. (Sumber: Love and Faith)
Ayo Netizen 18 Sep 2026, 08:23

Bukan Macan yang Salah Cari Alamat, tapi Kita yang Mengubah Alamat Mereka

Macan yang masuk kampung atau kera yang turun ke permukiman bukan sekadar kisah tentang satwa yang “nakal”.

Seekor macan terdampar di rumah warga. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Istimewa via ayobandung.com)
Ayo Netizen 17 Sep 2026, 18:03

Menelusuri Jejak 216 Tahun Kota Bandung dalam Surat Kabar Lawas

Bandung adalah kota yang tumbuh dari perjalanan sejarah yang panjang.

Beberapa surat kabar yang pernah menjadi bagian dari kehidupan dan kebanggaan warga Bandung pada era 1970–1990-an. (Sumber: Kin Sanubary)
Ayo Netizen 17 Sep 2026, 17:34

Jejak Gunung Api Purba di Kabupaten Bandung Barat

Singkapan batuan dan ignimbrit di Kabupaten Bandung Barat menjadi bukti keberadaan aktivitas gunungapi purba yang dapat dipelajari melalui geowisata.

Hasil kerajin patung kuyabatok dari batu di Kampung Ciawitali, Desa Cipangeran, Kecamatan Batujajar, Kabupaten Bandung Barat, memenuhi pesanan dari Jepara, Jawa Tengah, untuk diekspor ke Korea. (Sumber: T Bachtiar)
Ayo Netizen 17 Sep 2026, 16:05

Badut, Mimpi, dan Rizki

Mimpi tidak pernah benar-benar sendirian. Ya selalu ditemani ikhtiar, doa, dan keberanian untuk terus mencoba. Kendati, di antara semua itu, ada satu yang sering kita lupakan. Pekerjaan yang halal

Riasan badut yang dikenakannya saat merayakan wisuda bukan sekadar untuk tampil berbeda, (Sumber: Dokumentasi istimewa/ Kak Hakim (@badutbandung_kakhakim12))
Ayo Netizen 17 Sep 2026, 15:09

Merdeka Berdaya, Merdeka Berkarya: Kaum Marginal Membangun Masa Depan

Setiap goresan tinta yang tercurahkan melalui hati, merupakan ketegaran dalam setiap halaman.

Bedah Buku "Prajurit Yang Tenggelam" Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) Lapas Kelas II B Majalengka. (Foto: Ayu Maimun)
Ayo Netizen 17 Sep 2026, 13:49

Rp7.000 dan Masa Depan Supir dan Angkot Bandung

Angkot berseliweran, penumpang naik-turun, uang masuk. Sopir mengejar setoran. Calon penumpang dicari. Angkot ngetem ketika dianggap perlu. 

Warga hendak turun dari angkot. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 17 Sep 2026, 12:08

200 Ikon Bandung #6: Raden Adipati Wiranatakusumah II, Dalem Kaum Bukan Hanya Nama Jalan

Di balik nama Dalem Kaum, tersimpan jejak Wiranatakusumah II sebagai salah satu tokoh penting dalam lahirnya Kota Bandung.

Alun-Alun Bandung pada masa kolonial. (Sumber: KITLV)
Ayo Netizen 17 Sep 2026, 09:38

Belajarlah Mencintai Bandung Seperti Haryoto Kunto Sang Kuncen Bandung

Selami kisah Haryoto Kunto, sang Kuncen Bandung dan temukan cara terbaik mencintai Kota Kembang (Paris van Java) lewat sejarah, romantisme dan sudut pandang mendalam.

Ilustrasi buku karya Haryoto Kunto. (Sumber: Istimewa)
Linimasa 16 Sep 2026, 23:37

Ketika Rentatan Gempa Guncang Kertasari

Puluhan gempa tercatat di sekitar Kertasari dan Pangalengan. Warga mengaku masih trauma dengan gempa yang terjadi pada 2024.

Ilustrasi gempa Kertasari tahun 2024. (Sumber: Ayomedia | Foto: Kavin Faza)
Ayo Netizen 16 Sep 2026, 20:23

Filosofi Orang Kampung: Membaca Kehidupan Lewat Kisah Si Doel

Filosofi Orang Kampung mengajak kita mengenang Si Doel sekaligus memahami nilai kehidupan dan budaya yang tumbuh dari kampung.

Buku Filosofi Orang Kampung karya Harry Tjahjono, penulis serial televisi legendaris Si Doel Anak Sekolahan. (Sumber: Kin Sanubary)