Mampukah Mahasiswa Menjaga Konsentrasi Belajar dari Distraksi Media Sosial?

4 menit baca
Tessa Fanka Br Sinurat
Ditulis oleh Tessa Fanka Br Sinurat diterbitkan Rabu 17 Jun 2026, 18:01 WIB
Ilustrasi gangguan media sosial. (Sumber: ChatGPT)

Ilustrasi gangguan media sosial. (Sumber: ChatGPT)

Pernahkah teman-teman mahasiswa mengalami, saat dosen menjelaskan di kelas, notifikasi WhatsApp atau Instagram justru lebih menarik perhatian daripada catatan kuliah?. Media sosial digunakan hampir setiap hari untuk berkomunikasi, mencari informasi, maupun hiburan, melalui platform seperti Instagram, Tiktok, Twitter, dan WhatsApp. Kehadiran media sosial membawa manfaat yang besar, seperti memperluas jaringan pertemanan, memudahkan akses informasi, dan juga mendukung proses belajar melalui diskusi daring.

Namun, penggunaan media sosial yang berlebihan dapat menimbulkan masalah, mahasiswa sering teralihkan oleh notifikasi dan hiburan atau tren viral sehingga fokus belajar berkurang. Oleh karena itu, penting bagi mahasiswa untuk memiliki kesadaran dan pandai mengelola waktu agar penggunaan media sosial tetap menjadi sarana positif yang mendukung kegiatan akademik dan kehidupan sehari-hari mahasiswa, bukan justru menjadi penghambat.

Mahasiswa saat ini tidak hanya menggunakan media sosial untuk hiburan, tetapi juga menggunakannya sebagai sarana memperluas wawasan dan membangun jaringan yang mendukung kegiatan akademik. Melalui platform seperti Instagram, WhatsApp, Tiktok, dan Twitter, mereka dapat memperoleh informasi terbaru, mengikuti diskusi daring serta bergabung dengan komunitas belajar dengan bidang studinya. Misalnya, banyak mahasiswa yang memanfaatkan grup WhatsApp kelas untuk berbagi materi kuliah dan jadwal tugas, saat mendekati ujian, banyak mahasiswa mencari tips belajar dari konten Tiktok yang singkat dan mudah dipahami dan juga mengikuti diskusi daring. Hal ini membuat proses belajar lebih mudah diakses, karena informasi dan diskusi dapat diakses kapan saja tanpa harus menunggu bertemu secara langsung.

Penelitian Welman Bu`ulolo dan Marcel Kurniawati Hulu (2025) juga menyatakan bahwa media sosial dapat memberikan peluang bagi mahasiswa untuk mendapatkan informasi akademis yang relevan, mengikuti perkembangan secara real-time, dan bergabung dengan komunitas akademis yang berbagi ide. Dengan demikian, media sosial tidak hanya berfungsi sebagai sarana hiburan dan memperluas jaringan pertemanan, tetapi menjadi sarana yang membantu mahasiswa dalam  mencari informasi mengenai akademis dan menjadi tempat diskusi daring.

Penggunaan media sosial secara berlebihan sering membuat mahasiswa kehilangan fokus mereka yang mengakibatkan menurunnya produktivitas belajar. Notifikasi yang selalu muncul, konten hiburan menarik serta tren viral yang sedang ramai di kalangan mahasiswa dengan mudah mengalihkan perhatian mereka dari tugas kuliah. Menurut  Welman Bu’ulolo dan Marcel Kurniawati Hulu (2025), mengatakan bahwa penggunaan media sosial yang tinggi menurunnya waktu belajar, kualitas tidur, dan munculnya perilaku prokrastinasi. Kondisi ini membuat mahasiswa sering menunda pekerjaan mereka karena lebih tertarik dengan hiburan yang ada di media sosial dibandingkan tugas mereka.

Tidak hanya dalam hal akademik, kualitas tidur mereka menurun karena kehilangan kesadaran terhadap waktu karena lebih tertarik membuka media sosial. Akibatnya, beban kuliah menumpuk dan menimbulkan stres dan kewalahan. Singkatnya, meskipun media sosial memiliki manfaat yang baik, jika penggunaannya tidak bijak, media sosial justru menjadi penghambat utama bagi mahasiswa dalam menjaga konsentrasi belajar.

Mahasiswa perlu mengetahui bahwa mengelola waktu adalah kunci agar media sosial tidak menurunkan tingkat produktivitas. Penelitian Eka Lestari dkk. (2024) menunjukkan bahwa manajemen waktu memiliki pengaruh yang signifikan terhadap prokrastinasi, karena mahasiswa tidak mampu mengatur jadwal belajar  dan lebih sering menunda tugas dan lebih memilih aktivitas lain, seperti membuka media sosial, belanja online, maupun bermain game di ponsel. Jadi, jika tidak ada kesadaran dan disiplin dalam membatasi penggunaan media sosial, maka mahasiswa lebih cenderung terdistraksi dan kehilangan fokus belajar.

Oleh karena itu, sangat penting bagi mahasiswa belajar mengelola waktu dengan lebih disiplin, misalnya membuat jadwal belajar yang jelas, menentukan prioritas tugas, dan menggunakan media sosial di luar jam belajar saja. Dengan cara tersebut, media sosial masih dapat dimanfaatkan secara positif tanpa menimbulkan kebiasaan prokrastinasi yang merugikan.

Media sosial memang memberikan banyak manfaat bagi mahasiswa, terutama memperluas wawasan serta memudahkan akses informasi akademik. Namun, jika digunakan tidak disiplin, media sosial justru menjadi penghambat utama dalam menjaga konsentrasi belajar. Langkah nyata yang dapat dilakukan adalah dengan membatasi waktu bermain media sosial di luar jam belajar, membuat jadwal belajar yang teratur, serta memanfaatkan media sosial hanya untuk hal-hal yang mendukung di bidang akademik, misalnya mengikuti diskusi online.

Dengan tindakan tersebut, mahasiswa tidak hanya dapat menjaga fokus dan disiplin, tetapi juga menjadikan media sosial sebagai sarana yang bermanfaat bagi perkembangan diri. Pada akhirnya, keberhasilan mahasiswa dalam mengatasi distraksi digital dilihat dari sejauh mana mereka mampu bersikap bijak dan konsisten dalam mengatur waktu serta fokus pada prioritas akademik. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Tessa Fanka Br Sinurat
Mahasiswa Universitas Katolik Parahyangan

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 17 Jun 2026, 20:29

Di Balik Publikasi Digital Program Operasi Katarak Gratis

Analisis publikasi digital program operasi katarak gratis Summarecon Agung dalam melihat konsistensi pesan, strategi komunikasi, dan pengelolaan citra perusahaan melalui berbagai media

Penulis sedang menganalisis teknik penulisan Summarecon Agung Tbk dari tiga platform.
Wisata & Kuliner 17 Jun 2026, 20:09

Tamasya ke Taman Harmoni dan Hutan Bambu Keputih, Oase Hijau di Tengah Kota Surabaya

Taman Harmoni dan Hutan Bambu Keputih Surabaya merupakan bekas TPA yang disulap menjadi ruang terbuka hijau dengan taman tematik dan fasilitas rekreasi.

Taman Harmoni & Hutan Bambu Keputih jadi tempat wisata favorit di Surabaya. (Sumber: Pemkot Surabaya)
Linimasa 17 Jun 2026, 19:12

Hikayat Taman Alun-alun Regol, Dari Bantaran Sungai Tempat Pembuangan Sampah Menjadi Tumpuan UMKM Hingga Tak Terawat

Kisah Alun-alun Regol Bandung yang berubah dari bantaran sungai penuh sampah menjadi ruang publik lalu mulai meredup.

Alun-alun Regol, Kota Bandung. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 17 Jun 2026, 19:09

Toponimi Lembang (Bagian 2)

Dengan mempelajari ilmu Toponimi kita jadi lebih tahu akar sejarah sebuah kawasan, termasuk sejarah Lembang.

Kartu pos yang memperlihatkan suasana Lembang tempo dulu. (Sumber: KITLV)
Ayo Netizen 17 Jun 2026, 18:01

Mampukah Mahasiswa Menjaga Konsentrasi Belajar dari Distraksi Media Sosial?

Media sosial bisa jadi teman belajar atau justru pengganggu konsentrasi. Tulisan ini membahas cara mahasiswa tetap fokus dan produktif tanpa harus meninggalkan dunia digital.

Ilustrasi gangguan media sosial. (Sumber: ChatGPT)
Ayo Netizen 17 Jun 2026, 17:30

Rupiah Melemah, BBM Naik: Ibulah yang Paling Dulu Merasakan Dampaknya

Rupiah melemah, BBM naik, dan biaya hidup kian mencekik. Ibulah yang paling dulu merasakan dampaknya. Lalu, apa akar persoalan sebenarnya?

Ilustrasi pasar kaget. (Sumber: Pexels | Foto: AHMAD GHANI)
Wisata & Kuliner 17 Jun 2026, 17:05

Itinerary 1–2 Hari Surabaya: Telusur Sejarah, Kuliner Legendaris, dan Wajah Baru Kota Pahlawan

Rekomendasi itinerary Surabaya untuk 1–2 hari, mulai Tugu Pahlawan, Ampel, hingga kuliner legendaris.

Balai Kota Surabaya. (Sumber: Pemkot Surabaya)
Ayo Netizen 17 Jun 2026, 16:58

Seni sebagai Perlawanan: Dari Raden Saleh ke Era Digital

Peran seni sebagai perlawanan, baik pada masa Raden Saleh maupun era digital saat ini.

Ilustrasi lukisan karya Raden Saleh dan seni modern. (Sumber: istimewa)
Bandung 17 Jun 2026, 16:44

Menghidupkan Ekosistem F&B Lewat Industry Night 2026, Saat Komunitas dan Kolaborasi Menjadi Kunci Bertahan

Dinamika industri F&B kini tidak lagi sekadar bicara soal persaingan menu viral atau estetika visual semata, melainkan bergeser ke arah kekuatan kolektif yang digerakkan oleh komunitas.

Di Industry Night, batas-batas kompetisi dilebur menjadi energi positif yang mendorong lahirnya koneksi, inspirasi baru, serta pertumbuhan usaha yang berkelanjutan secara bersama-sama. (Sumber: AyoBiz.id | Foto: Eneng Reni Nuraisyah Jamil)
Ayo Netizen 17 Jun 2026, 16:33

Hubungan Dagang Banten dan Lampung dalam Perniagaan Lada Abad ke-17

Menengok kembali sejarah perdagangan lada abad ke-17 di Banten dan Lampung.

Ilustrasi gambar lada. (Sumber: disbun.kaltimprov.go.id)
Ayo Netizen 17 Jun 2026, 15:47

Topeng Banjet : Warisan Budaya yang Mulai Tergerus Waktu

Kesenian Topeng Banjet yang ada sejak awal abad ke-20 merupakan kesenian tradisional yang berasal dari Karawang.

Topeng Banjet merupakan kesenian tradisional khas Karawang, Jawa Barat. (Sumber: Wonderful Indonesia)
Ayo Netizen 17 Jun 2026, 15:27

Geliat Industri vs Infrastruktur Sukabumi Utara: Jalan Pakuwon Mendesak untuk Dibenahi

Kami memahami bahwa perbaikan total membutuhkan waktu, namun kami tidak bisa terus hidup dalam ketidakpastian dan ancaman bahaya.

Ilustrasi peta Kabupaten Sukabumi. (Sumber: Istimewa)
Ayo Netizen 17 Jun 2026, 13:48

Membangun Stigma Positif Kesadaran Kolektif dalam Pajak

Narasi tentang pajak, sering kali menjadi stigma negatif dalam kehidupan sosial. Apa karena masyarakat masih berpikir stereotip, atau tata kelola pajak yang dianggap kurang adil.

Ilustrasi mengurus pajak. (Sumber: Pexels/Mikhail Nilov)
Ayo Netizen 17 Jun 2026, 13:27

Sebelum Selebgram Ada Japanisasi: Propaganda Kecantikan dari 1943

Ketika iklan makeup dijadikan daya tarik propaganda pada masa Pendudukan Jepang 1942-1945.

Iklan Bedak Virgin dalam majalah Djawa Baroe edisi 15 Juli 1945 (Sumber: Website : universiteitleiden.nl)
Beranda 17 Jun 2026, 08:59

Cerita Pekerja Informal yang Ngalong di Tengah Cuaca Dingin Kota Bandung yang Kian Menggigit

Cerita para pekerja informal di Bandung yang terpaksa "ngalong" demi mencari nafkah di tengah cuaca Kota Bandung yang kian menggigit.

Di tengah udara dingin yang menggigit, Raja tetap setia berjualan cilok kuah hingga menjelang subuh di kawasan Dago Cikapayang. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)
Ayo Netizen 17 Jun 2026, 08:01

Maradona, Malvinas, Juni dan Bandung

Sebuah memori siaran pertandingan Piala Dunia 1986 yang memunculkan legenda sepak bola dunia Maradona serta serunya masyarakat Bandung menonton saat itu

Ilustrasi Maradona. (Sumber: Flickr | Foto: Diego3336)
Ayo Netizen 17 Jun 2026, 07:12

Ambisi di Balik Coretax

Sistem Coretax dirilis untuk menyatukan 19 proses bisnis pajak lama.

Ilustrasi web coretax DJP. (Sumber: Pexels | Foto: Cottonbro Studio)
Ayo Netizen 17 Jun 2026, 06:34

Nama Geografis yang Bersumber dari Alat dan Cara Memasak

Toponimi telah mengabadikan kata yang produktif digunakan di suatu daerah, pada saat nama geografis itu diberikan.

Gentong untuk menampung air bersih masih terus dibuat oleh para pembuat gerabah. (Sumber: Istimewa)
Ayo Netizen 17 Jun 2026, 06:05

Maraknya Juru Parkir Liar di Minimarket: Cermin Lemahnya Manajemen Parkir di Perkotaan

Maraknya juru parkir liar di minimarket bukan sekadar soal uang parkir, tetapi cerminan lemahnya manajemen parkir, kepastian hukum, dan pelayanan publik di perkotaan.

Ilustrasi Juru Parkir. (Sumber: Pemkot Bandung)
Ayo Biz 16 Jun 2026, 18:21

Kausalitas Daring yang Menggerakkan Dapur KebabFactory.id

Dinamika digitalisasi perbankan yang menjaga dapur UMKM tetap ngebul.

Pegawai sedang menyiapkan pesanan konsumen kedai KebabFactory.id di Jalan Kihiur 4, Cihapit, Kota Bandung. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Aris Abdulsalam)