Mengapa Kampanye Mi Nyemek Jogja Mudah Diingat?

2 menit baca
Andika Chesta adabi
Ditulis oleh Andika Chesta adabi diterbitkan
Ilustrasi mie nyemek Jogja. (Sumber: Youtube | Foto: DewiRistiyaniKitchen)
Ilustrasi mie nyemek Jogja. (Sumber: Youtube | Foto: DewiRistiyaniKitchen)

Kalau dilihat dari kata kunci yang dipakai, ketiga media menggunakan kata yang hampir sama.  Contohnya seperti “Mi Nyemek Jogja”, “Rasa Rendang”, “Hype Abis”, dan “Warmindo Bu Siti”.  Hal ini menunjukkan bahwa mereka ingin membuat publik langsung ingat dengan ciri khas  produk tersebut. Website resmi lebih fokus menjelaskan inovasi produknya. Instagram lebih  fokus membuat audiens tertarik lewat visual dan kesan yang kekinian. Sedangkan media online  menjelaskan informasi produk dengan lebih lengkap dan jelas. Menurut saya, penggunaan kata  kunci yang sama membuat promosi ini terasa lebih terhubung antara satu media dengan media  lainnya. 

Dari sisi teknik penulisan, website dan media online sama-sama memakai teknik piramida  terbalik. Artinya, informasi paling penting ditaruh di awal paragraf. Contohnya, mereka langsung  menjelaskan bahwa Indomie mengeluarkan produk baru dengan konsep mi nyemek khas Jogja  rasa rendang. Setelah itu baru dijelaskan detail tambahan seperti rasa, inspirasi produk, dan  kolaborasinya. Teknik seperti ini membuat pembaca langsung mengerti inti berita sejak awal. 

Sedangkan di Instagram, teknik penulisannya lebih singkat dan santai karena tujuannya untuk  menarik perhatian orang dengan cepat lewat video dan caption pendek. 

Selain teknik penulisan, gaya bahasa yang dipakai juga cukup konsisten. Ketiga media sama sama menunjukkan kesan modern, kreatif, dan dekat dengan anak muda. Website resmi  memakai bahasa yang formal tetapi tetap mudah dipahami. Instagram menggunakan bahasa yang lebih santai dan mengikuti gaya media sosial supaya terlihat lebih relate dengan audiens  muda. Media online tetap memakai gaya berita yang formal, tetapi masih menampilkan kesan  inovatif dari produk Indomie tersebut. Menurut saya, walaupun gaya bahasanya berbeda,  identitas brand Indomie tetap terasa sama di semua media. 

Konsistensi pesan dalam berbagai media menjadi salah satu faktor penting dalam membangun citra dan kepercayaan publik terhadap organisasi maupun merek. Menurut Verčič dan Špoljarić (2020), integrasi komunikasi melalui berbagai platform digital memungkinkan organisasi menyampaikan pesan yang seragam sekaligus memperkuat identitas merek di mata publik. Sejalan dengan itu, Porcu et al. (2020) menyatakan bahwa persepsi konsistensi komunikasi pemasaran di berbagai saluran berpengaruh positif terhadap hubungan konsumen dengan merek, termasuk kepercayaan, komitmen, dan loyalitas.  Berdasarkan temuan tersebut, publikasi Indomie Hype Abis Mi Nyemek Ala Jogja Rasa Rendang menunjukkan adanya keselarasan informasi pada website resmi, media sosial, dan media online sehingga mendukung terbentuknya identitas merek yang kuat serta komunikasi yang efektif kepada publik. (*)

  • Tkalac Verčič, A., Verčič, D., Čož, S., & Špoljarić, A. (2024). A systematic review of digital internal communication. Public Relations Review, 50(1), 102400. https://doi.org/10.1016/j.pubrev.2023.102400 
  • Porcu, L., Del Barrio-García, S., Alcántara-Pilar, J. M., & Crespo-Almendros, E. (2020). How can perceived consistency in marketing communications influence customer–brand relationship outcomes? European Management Journal, 38(2), 335–343. https://doi.org/10.1016/j.j.emj.2019.08.011
Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Andika Chesta adabi
Saya Mahasiswa Digital Public Relation Telkom University.

Berita Terkait

News Update

Wisata & Kuliner 03 Agu 2026, 18:19

Situ Lengkong Panjalu, Tempat Wisata Estetik dan Bersejarah di Ciamis

Panduan wisata Situ Lengkong Panjalu Ciamis lengkap: sejarah Kerajaan Panjalu, Nusa Gede, Museum Bumi Alit, tradisi Nyangku, tiket masuk, dan rute.

Situ Lengkong Panjalu, Ciamis.
Ayo Netizen 03 Agu 2026, 18:09

Pandemi Senyap Kapitalisme dalam Industri Gula dan Obat-obatan

Membongkar masalah ketimpangan yang serius di balik industri gula dan obat-obatan. Keduanya berkolaborasi dalam industri kematian yang mengancam masyarakat berpenghasilan rendah.

Pabrik gula. (Sumber: Pexels | Foto: Deepak Sharma)
Ayo Netizen 03 Agu 2026, 17:07

Mengapa Kampanye Mi Nyemek Jogja Mudah Diingat?

Menganalisis bagaimana Mi Nyemek Ala Jogja Rasa Rendang dipublikasikan dengan pesan yang konsisten, sehingga informasi produk dapat diterima publik secara luas dan jelas.

Ilustrasi mie nyemek Jogja. (Sumber: Youtube | Foto: DewiRistiyaniKitchen)
Ayo Netizen 03 Agu 2026, 16:00

Dari Kasus Penebangan Pohon hingga Persib-Persija, Isu Menarik Pekan Ini untuk Ayo Netizen

Bagi penulis Ayo Netizen yang masih mencari ide segar, berikut beberapa isu yang layak diangkat dalam beberapa hari ke depan.

Lokasi pohon-pohon yang diduga ditebang tanpa izin pemerintah. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Gilang Fathu Romadhan)
Ayo Netizen 03 Agu 2026, 15:02

Mengapa Kampanye Jumbo Mudah Diingat? Jawabannya Ada pada Konsistensi Pesan

Kolaborasi antara Fore Coffe dan film animasi Jumbo menjadi salah satu strategi pemasaran yang menarik untuk di teliti karena menghadirkan pengalaman yang baru bagi konsumen.

Ilustrasi kampanye film Jumbo yang masih tetap konsisten sampai saat ini. (Istimewa)
Sejarah 03 Agu 2026, 13:10

Sejarah Peuyeum Ketan Kuningan, Tradisi Fermentasi yang jadi Identitas Daerah

Peuyeum ketan Kuningan lahir dari tradisi kampung, berkembang menjadi oleh-oleh populer, dan tetap mempertahankan proses fermentasi tradisional.

Peuyeum atau tape ketan Kuningan.
Ayo Netizen 03 Agu 2026, 12:38

Momentum Agustus 2026: Saatnya Menggali Cerita dari Kemerdekaan hingga Budaya Bandung

Bulan Agustus selalu menghadirkan banyak momentum yang layak dijadikan bahan tulisan.

Sejumlah ibu rumah tangga mengikuti berbagai lomba 17 Agustus di Padalarang, Kabupaten Bandung Barat. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 03 Agu 2026, 10:05

Mengenang Acara Radio Favorit GANESHA IWAN FALS (GIF)

Lagu-lagu Iwan Fals menyebar dari kaset, panggung konser, hingga gelombang radio.

Sosok musisi legendaris Iwan Fals menghiasi berbagai halaman depan tabloid dan majalah musik populer sepanjang era 1990-an. (Sumber: Koleksi Kin Sanubary)
Ayo Netizen 03 Agu 2026, 08:48

Penebangan Pohon Malam Hari: Kejahatan Lingkungan atau Sekadar Pelanggaran Administratif?

Ketika penebangan pohon dilakukan tanpa izin, maka secara administratif, jelas itu pelanggaran lantaran ada prosedur yang dilanggar.

Aktivita penebangan pohon di Kota Bandung. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Ayo Bandung)
Ayo Netizen 02 Agu 2026, 19:39

Jejak Rasa di Garis Depan: Menelusuri Kaitan Erat Aantara Kuliner, Logistik Perang, dan Kedaulatan Indonesia

Kuliner dan kemerdekaan Indonesia berkelindan secara berkelanjutan.

ilustrasi Sukarno dan buku "Mustikarasa". (Sumber: Ayobandung.id)
Ayo Netizen 02 Agu 2026, 15:52

Ingatan Kolektif Bangsa dan Sejarah

Bagaimana kita menghidupkan ingatan sejarah? Karena dari situlah bangsa terlahir dan menuju peradaban maju.

Monumen Perjuangan Rakyat Jawa Barat terletak di Jalan Dipati Ukur Nomor 48, Kota Bandung. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Wisata & Kuliner 02 Agu 2026, 14:44

5 Pilihan Empal Gentong Cirebon untuk Wisata Kuliner

Sedang wisata ke Cirebon? Jangan lewatkan lima empal gentong terbaik yang terkenal dengan kuah gurih, daging empuk, dan resep turun-temurun.

Empal gentong, kuliner khas Cirebon. (Sumber: Ayomedia)
Ayo Netizen 02 Agu 2026, 11:34

Air Mengalir Gratis: Menagih Konsistensi Keadilan Sumber Daya

Permasalahan kekeringan menjadi satu hal yang tidak dapat dibiarkan terjadi setiap tahunnya.

Warga mengambil air sumur yang berada di trotoar Jalan Cipaganti, Kelurahan Pasirkaliki, Kecamatan Cicendo, Kota Bandung. (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 02 Agu 2026, 09:05

Tasikmalaya sebelum Kota Benar-benar Terbangun

Tasikmalaya belum benar-benar bangun. Jalanan di depan masjid yang siang hari dipenuhi sepeda motor dan mobil kini hanya sesekali dilintasi kendaraan.

Salah satu sudut Kota Tasikmalaya. (Sumber: Dokumentasi pribadi | Foto: Djoko Subinarto)
Ayo Netizen 31 Jul 2026, 21:58

Bandung Mesti Ramah Disabilitas, Jangan Serobot Fasilitas Mereka!

Pemerintah daerah perlu bekerja sama dengan inovator teknologi untuk mewujudkan pembangunan inklusif untuk disabilitas

Ilustrasi kaum disabilitas di Kota Bandung (Sumber: Kreasi dengan Gemini | Foto: Sri Maryati)
Ayo Netizen 31 Jul 2026, 20:49

Ketika Sempadan Sungai Tergusur, Bandung Kehilangan Nilai Luhur

Bandung lestari alamnya jika segenap warga kota terus berusaha memuliakan air dan memahami siklus hidrologi.

Salah satu aliran sungai di Kota Bandung yang tidak punya sempadan dan ekosistemnya rusak akibat pencemaran berat. (Sumber: dokpri | Foto: Totok Siswantara)
Ayo Netizen 31 Jul 2026, 18:40

Kamp Konsentrasi Jepang di Lembang

Kamp konsentrasi Jepang atau kamp interniran adalah tempat penahanan yang didirikan oleh tentara Kekaisaran Jepang pada masa Perang Dunia II.

Nisan para korban kekejaman Jepang (dari Kamp Lembang) yang berlokasi di Ereveld Ancol, Jakarta. (Foto: Anggara)
Wisata & Kuliner 31 Jul 2026, 16:44

8 Kuliner Legendaris Sukabumi yang Wajib Dicoba

Temukan 8 kuliner legendaris Sukabumi lengkap dengan lokasi, jam buka, harga, dan cerita di balik tempat makan yang bertahan puluhan tahun.

Skoteng SIngapore Sukabumi. (Sumber: YouTube Bang Mpin)
Ikon 31 Jul 2026, 15:12

BEC Pusat Elektronik di Kota Bandung

Bandung Electronic Center (BEC) masih menjadi pusat elektronik favorit di Bandung dengan ribuan pilihan gadget, aksesoris, hingga layanan servis.

BEC pusat elektronik di Bandung. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 31 Jul 2026, 15:06

Ketika Air Tinggal Sepercik

Kekeringan alias berkurangnya air atau bahkan hilang sedang melanda beberapa wilayah termasuk Bandung Raya

Sawah yang mengering akibat kemarau di Padalarang, Kabupaten Bandung Barat, Kamis, 30 Juli 2026. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)