Mie Mandi Keju Ayam Krispi: Inovasi Nyeleneh yang Bikin Nagih di Bandung

2 menit baca
Fikri  Syahrul Mubarok
Ditulis oleh Fikri Syahrul Mubarok diterbitkan
Kuliner baru :Mie Mandi Keju Ayam Crispy (Sumber: Wawancara, observvasi di Jl. Dipati Ukur No.43, Lebakgede, Kecamatan Coblong, Kota Bandung, Jawa Barat 40132 | Foto: Fikri Syahrul Mubarom)
Kuliner baru :Mie Mandi Keju Ayam Crispy (Sumber: Wawancara, observvasi di Jl. Dipati Ukur No.43, Lebakgede, Kecamatan Coblong, Kota Bandung, Jawa Barat 40132 | Foto: Fikri Syahrul Mubarom)

Sekilas, orang mungkin akan terkecoh melihat sajian ini. Disajikan dalam gelas besar transparan, warnanya kuning keemasan dengan lelehan keju di permukaan. Banyak yang mengira ini minuman kekinian.

Tapi begitu didekati, aroma gurih keju yang creamy langsung menyeruak hangat, lembut, dan memanggil rasa lapar. Saat itu juga, bahwa ini bukan minuman, tetapi ini mie mandi, sajian mi unik yang tengah viral di Bandung.

Mie mandi adalah inovasi kuliner dari kedai Telur Dadar Juara, yang berlokasi di Jl. Dipati Ukur No.43, Lebakgede, Kecamatan Coblong, Kota Bandung, Jawa Barat nomor 40132.

Terinspirasi dari tren luar negeri, sang pemilik menambahkan sentuhan lokal hingga terciptalah mie mandi pertama di Indonesia sebuah ide nyeleneh yang ternyata justru memikat lidah banyak orang. Baru dua bulan hadir, tapi antusiasme pengunjungnya sudah selevel kuliner viral yang punya “penganut tetap”.

"First impression pertama melihat tuh kayak minuman, karna wadahnya kayak pake gelas, tapi bukan minuman, ini tuh mie mandi rasa keju dan mie mandi keju chicken crispy." ujar lina.

Yang membuatnya istimewa bukan sekadar tampilannya, tapi juga cara masaknya. Alih-alih menggunakan wajan seperti mi biasa, mie mandi dimasak langsung di dalam gelas besar.

Kuahnya adalah campuran rahasia antara telur, bumbu, dan keju yang dipanaskan perlahan hingga menciptakan tekstur lembut dan rasa gurih yang menempel di lidah. Saat disajikan, topping ayam krispi diletakkan di atasnya memberi kejutan kontras antara renyahnya kulit ayam dan lembutnya mi berkuah keju.

“Rasa gurih, asin, pedas dan manisnya bercampur, susah dijelaskan dengan kata-kata,” kata lina.

Begitu sendok pertama menyentuh lidah, rasa gurih langsung menyalak, diikuti sensasi creamy dari keju yang lumer sempurna. Ada sedikit jejak manis dan asin yang seimbang, membuat setiap suapan terasa “penuh” tapi tidak menjemukan.

Tekstur mie nya kenyal lembut, berpadu dengan renyahnya ayam yang masih hangat. Beberapa pengunjung menggambarkannya seperti “mie instan yang naik kelas” karena sederhana dalam bentuk, tapi luar biasa di rasa.

Suasana kedainya pun mendukung pengalaman makan itu. Interiornya bergaya urban casual dengan dominasi kayu dan pencahayaan hangat. Musik pelan mengalun, menambah suasana santai. Meski kadang ramai, tempat ini tetap terasa nyaman untuk nongkrong lama-lama.

Harga seporsinya berkisar Rp16.000 sampai Rp26.000, ramah di kantong mahasiswa, tapi rasanya tak kalah dari cafe mahal. Tak heran, Telur Dadar Juara kini menjadi salah satu spot kuliner paling diburu di kawasan Dipati Ukur, terutama bagi pencinta makanan unik.

Buka dari 11:00 WIB hingga pukul 04:00 WIB dini hari, kedai ini seperti oase bagi pemburu kuliner malam. Lengkap dengan Wi-Fi, mushola, toilet, area merokok, dan parkiran luas, semuanya terasa dirancang untuk membuat pengunjung betah dan kembali lagi.

Mie mandi rasa keju dan ayam krispi bukan sekadar makanan hits yang viral di media sosial. Ia adalah simbol kreativitas anak muda Bandung dalam meracik ide global menjadi sajian lokal yang berkarakter.

Dari aroma keju yang menggoda, kelembutan mi yang berpadu dengan renyahnya ayam, hingga sensasi creamy yang menempel di lidah semuanya berpuncak pada satu hal, pengalaman makan yang tak hanya mengenyangkan, tapi juga membuat siapa pun ingin berkata-kata. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Artikel Rekomendasi Untuk Anda

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Fikri  Syahrul Mubarok
mahasiswa juruesan Komunikasin Penyiaran Islam semester 5, sorang jurnalis muda dan seorang penulis

News Update

Ayo Netizen 09 Sep 2026, 21:13

Rekam Jejak Euro Management Indonesia Siapkan SDM Indonesia Go Global

Program Academic Writing diarahkan untuk memperkuat kemampuan pegawai dalam menyusun tulisan akademik secara sistematis dan sesuai dengan standar internasional.

Keberangkatan siswa Euro Management Indonesia kuliah di  Jerman (Foto: Humas Euro Manajemen Indonesia)
Ayo Netizen 09 Sep 2026, 19:25

Art Zine SMPN 1 Kasokandel

Setiap karya harus diapresiasi karena kita percaya bahwa setiap anak memiliki kodratnya yang unik

 (Foto: Penulis)
Ayo Netizen 09 Sep 2026, 13:27

Sekolah, Gerbang Perlindungan Anak di Ruang Digital

Perlindungan anak di ruang digital tidak cukup berhenti pada literasi digital. Sekolah harus memiliki kapasitas dan mekanisme nyata untuk mendeteksi, merespons, dan merujuk.

Ancaman terhadap anak di ruang digital terus berkembang. Karena itu, sekolah harus memiliki sistem untuk mendeteksi, merespons, dan menangani risiko keamanan digital. (Sumber: unsplash.com | Foto: Javas rabni)
Ayo Netizen 09 Sep 2026, 11:00

Siapa yang ‘Membunuh’ Radio Bandung?

Angkasa Bandung makin tiiseun. Perlahan, satu demi satu, stasiun radio mulai pamit dari udara Bandung.

Taman Radio mengukuhkan Bandung sebagai Kota Radio. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Rahmat Herman Simabur)
Ayo Netizen 09 Sep 2026, 08:22

Belajar dari Viralitas Produk: Memotret Pentingnya Pelayanan bagi Konsumen

Terdapat beberapa peristiwa yang mengusik perhatian masyarakat, viralnya antara konsumen dan produk tertentu, maraknya kejadian viral ini mesti jadi perhatian bersama.

Pedagang melayani pembeli yang mencari buku pelajaran di Pasar Buku Palasari, Jalan Palasari, Kota Bandung. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 08 Sep 2026, 20:59

Eksplorasi Bandrek: Simbol Kehangatan dan Diplomasi Rempah Tatar Sunda

Dalam khazanah kuliner Nusantara, bandrek bukan sekadar minuman penghangat raga, melainkan manifestasi filosofis dari nilai kanyaah.

Bandrek, minuman penghangat tubuh khas Tatar Sunda yang cocok diseruput di tengah sejuknya dataran tinggi Priangan. (Sumber: IG: daoendjati.smg)
Ayo Netizen 08 Sep 2026, 17:52

Hari Aksara Internasional dan Darurat Membaca Indonesia

Hari Aksara Internasional seyogianya bukan hanya sekadar slogan tentang huruf tapi juga manusia.

Ilustrasi huruf. (Sumber: Pexels/Brett Jordan)
Ayo Netizen 08 Sep 2026, 13:11

Jangan Bangun Teras Cihampelas untuk Instagram

Yang perlu dibangun pemerintah di Cihampelas bukan latar belakang foto, melainkan alasan-alasan bagi orang-orang untuk datang, tinggal, dan kembali.

Teras Cihampelas (Sumber: ayobandung.com | Foto: Dok. Pemkot Bandung via ayobandung.com)
Ayo Netizen 08 Sep 2026, 11:25

Abu Vulkanik, Polusi Udara dan Potensi Bandung sebagai Produsen Full Face Respirator

Perlu mitigasi agar tidak terjebak dalam situasi buruk terkait kesehatan mata dan organ

Ilustrasi APD antidebu sekaligus masker dalam satu kesatuan sistem yang disebut Full Face Respirator. (Sumber: dengan Gemini | Foto: Totok Siswantara)
Ayo Netizen 08 Sep 2026, 10:55

Abu Vulkanik, Masker, dan MBG

Bila masker mengajarkan kewaspadaan. Sekolah belajar arti pentingnya adaptasi. MBG menegaskan pemenuhan gizi anak harus tetap berjalan dan abu vulkanik mengingatkan kita segala kebijakan yang baik

Sejumlah siswa mengenakan masker saat mengikuti kegiatan belajar mengajar di SD Negeri 132 Cihaurgeulis, Jalan Surapati, Kota Bandung, Senin 7 September 2026. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 07 Sep 2026, 18:21

Markas Divisi Siliwangi di Purwakarta

Menelusuri jejak perjuangan militer di Purwakarta melalui sejarah Markas Divisi Siliwangi. Temukan kisah heroik, arsitektur bersejarah, dan peran pentingnya dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia.

Komandan Divisi Siliwangi Abdul Haris Nasution dalam parade TNI di Purwakarta, 17 Januari 1947. (Sumber: Perpustakaan Nasional)
Ayo Netizen 07 Sep 2026, 17:11

200 Ikon Bandung #2: GMR FM, Keep Rock Until the End

GMR FM pernah menjadi bagian penting dari kehidupan anak muda Bandung dan perkembangan budaya musik rock sebelum akhirnya tutup pada 2002.

GMR FM pernah menjadi bagian penting dari kehidupan anak muda Bandung dan perkembangan budaya musik rock sebelum akhirnya tutup pada 2002. (Sumber: Istimewa)
Ayo Netizen 07 Sep 2026, 15:58

10 Penulis Ayonetizen Terbaik Agustus 2026, Beropini di Bulan Kemerdekaan

Redaksi Ayobandung.id kembali mengumumkan para penulis terbaik di kanal "Ayo Netizen" untuk periode Agustus 2026, dengan total hadiah tetap dipertahankan sebesar Rp1,5 juta.

Pegiat panjat tebing berkostum spiderman mengibarkan bendera Merah Putih raksasa di Tebing Hawu, Kampung Cidadap, Desa Padalarang, Kecamatan Padalarang, Kabupaten Bandung Barat, Senin 17 Agustus 2026. (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 07 Sep 2026, 14:41

Jelajah Rasa Masa Kolonial: Menu-menu Rijsttafel Populer di Awal Abad ke-20

Pada awal abad ke-20, rijsttafel bukan sekadar tradisi santap bersama, melainkan manifestasi prestise sosial dan akulturasi budaya yang kompleks di Hindia Belanda.

Momen pelayanan hidangan Rijsttafel bagi para tamu di Hotel Homann, Bandung, sekitar tahun 1933. (Sumber: KITLV)
Ayo Netizen 07 Sep 2026, 12:56

Ketika Kebebasan Sipil Terasa Kian Sempit

Pertanyaan yang cukup menyakitkan, kenapa semakin banyak aturan yang mengekang kebebasan sipil? Apa yang terjadi ketika kebebasan pers juga dibungkam karena dianggap membahayakan kedudukan pemerintah.

Ilustrasi kebebasan berekspresi dan berpendapat. (Sumber: Pixabay | Foto: SimulatedCitizen)
Ayo Netizen 07 Sep 2026, 11:28

Sekolah Bukan Pabrik Kepatuhan

Sekolah tidak cukup menjadi tempat belajar untuk mematuhi aturan. Sekolah harus menjadi tempat anak belajar mengapa sebuah aturan diperlukan.

Sekelompok siswa sedang melakukan upacara. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 07 Sep 2026, 07:47

Pengalaman Makan Makanan Murah Meriah ala Mahasiswa di Bandung

Nostalgia kuliner Bandung 1985-1988! Kilas balik keseruan berburu makanan murah meriah legendaris ala mahasiswa tempo dulu yang bikin kangen.

Gorengan sebagai salah satu jajanan makanan murah. (Sumber: unsplash | Foto: luthfian alfajr)
Ayo Netizen 06 Sep 2026, 18:33

Menghadirkan Sekolah Mitigasi Bencana

Diperlukan keseriusan mendalam, sekolah-sekolah menerapkan SPAB, hingga pada akhirnya jika hanya sekadar seremonial perlu ada pertimbangan.

Puluhan anak tingkat TK dan SD mengikuti lomba mewarnai yang digelar di kawasan Tebing Pabeasan 125, Padalarang, Kabupaten Bandung Barat, Kamis 27 Agustus 2026. (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 06 Sep 2026, 15:23

Lava Lembar Batutemplek Cisanggarung, Bukan dari Letusan Efusif Gunung Sunda

Lava lembar Batutemplek Cisanggarung diduga merupakan jejak letusan efusif gunungapi purba yang mengalir mengikuti bentang alam Bandung utara dan membentuk lapisan batuan berlembar.

Batutemplek Cisanggarung merupakan lava yang melembar. (Sumber: Herlina)
Ayo Netizen 06 Sep 2026, 12:50

Harmoni Rempah dari Rumah Tua: Dokumentasi Rasa dan Kedermawanan Meja Makan Keluarga Arab-Bogor

Kuliner Arab-Bogor menjadi warisan budaya yang menjaga memori keluarga melalui rempah, teknik memasak tradisional, dan adaptasi bahan lokal.

Buku berjudul "30 Resep Masakan Arab Rumahan" karya Balqies Batarfie yang diterbitkan Gramedia Pustaka Utama, tahun 2014. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Badiatul Muchlisin Asti)