Masjid Agung Al-Ittihad: Representasi Multikulturalisme di Kota Benteng

2 menit baca
Muhammad Raihan Averoes
Ditulis oleh Muhammad Raihan Averoes diterbitkan
Masjid Agung Al-Ittihad Kota Tangerang. (Sumber: Pemerintah Kota Tangerang)
Masjid Agung Al-Ittihad Kota Tangerang. (Sumber: Pemerintah Kota Tangerang)

Di tengah pesatnya modernisasi perkotaan, identitas budaya sering kali perlahan memudar akibat dominasi pembangunan yang seragam dan berorientasi ekonomi. Namun, Kota Tangerang masih memiliki ruang-ruang simbolik yang mampu menjaga memori kolektif masyarakatnya. Salah satu representasi paling nyata dari hal tersebut adalah Masjid Agung Al-Ittihad. Masjid ini bukan hanya tempat ibadah umat Islam, melainkan juga cerminan sejarah panjang toleransi, akulturasi budaya, dan kehidupan multikultural masyarakat Kota Tangerang.

Keberadaan Masjid Agung Al-Ittihad memiliki makna yang jauh lebih luas dibanding fungsi religius semata. Berdiri sejak tahun 1961 di kawasan Jalan Kisamaun, masjid ini tumbuh di tengah wilayah bersejarah yang sejak lama menjadi titik pertemuan berbagai etnis dan budaya di Kota Tangerang. Kawasan di sekitarnya dikenal sebagai ruang hidup masyarakat Betawi, Sunda, Arab, hingga Tionghoa yang telah berabad-abad menjadi bagian penting dari identitas sosial Tangerang.

Keunikan paling menonjol dari Masjid Agung Al-Ittihad terlihat pada arsitekturnya. Bentuk kubahnya tidak sepenuhnya menyerupai kubah Timur Tengah seperti masjid pada umumnya, melainkan memiliki sentuhan menyerupai atap pagoda khas budaya Tionghoa. Perpaduan ini menunjukkan bahwa proses penyebaran Islam di Tangerang tidak berlangsung melalui penghapusan budaya lokal, tetapi melalui proses adaptasi dan akulturasi yang harmonis. Arsitektur tersebut menjadi simbol bahwa identitas keislaman dapat berjalan berdampingan dengan kebudayaan lokal tanpa kehilangan nilai spiritualnya.

Fenomena ini memperlihatkan bahwa multikulturalisme bukan sekadar slogan sosial, tetapi hadir dalam bentuk nyata melalui ruang publik dan bangunan bersejarah. Masjid Agung Al-Ittihad menjadi simbol persatuan masyarakat lintas etnis. Letak masjid yang berada di dekat kawasan Pasar Lama semakin memperkuat posisinya sebagai titik temu sosial masyarakat. Tak jauh dari lokasi masjid terdapat situs budaya dan rumah ibadah lain yang mencerminkan keberagaman Kota Tangerang, seperti Museum Benteng Heritage dan Klenteng Boen Tek Bio. Kedekatan geografis antar ruang ibadah tersebut memperlihatkan bahwa masyarakat Tangerang memiliki tradisi hidup berdampingan.

Selain itu, Masjid Agung Al-Ittihad juga memiliki nilai historis yang penting. Pada masa lalu, kawasan di sekitar masjid berkaitan dengan pusat pemerintahan lama Kabupaten Tangerang dan menjadi titik persinggahan masyarakat dari berbagai daerah di Banten sebelum menuju Batavia. Masjid Agung Al-Ittihad menghadirkan pesan penting bahwa keberagaman tidak harus melahirkan konflik. Justru, identitas budaya yang berbeda dapat menjadi fondasi persatuan apabila dirawat melalui ruang sosial yang inklusif. Nilai inilah yang menjadikan masjid tersebut relevan sebagai simbol multikulturalisme modern di Kota Tangerang.

Masjid Agung Al-Ittihad pada akhirnya bukan sekadar bangunan monumental di pusat Kota Tangerang. Ia adalah representasi memori kolektif masyarakat Kota Benteng yang tumbuh melalui toleransi, akulturasi, dan semangat persatuan. Di tengah arus globalisasi dan homogenisasi budaya, keberadaan masjid ini menjadi pengingat bahwa identitas lokal yang inklusif merupakan modal penting dalam menjaga harmoni sosial masyarakat Indonesia yang majemuk. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Artikel Rekomendasi Untuk Anda

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Muhammad Raihan Averoes
Mahasiswa Sejarah Peradaban Islam UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 09 Jul 2026, 21:54

Masjid Agung Al-Ittihad: Representasi Multikulturalisme di Kota Benteng

eberadaan Masjid Agung Al-Ittihad memiliki makna yang jauh lebih luas dibanding fungsi religius semata.

Masjid Agung Al-Ittihad Kota Tangerang. (Sumber: Pemerintah Kota Tangerang)
Wisata & Kuliner 09 Jul 2026, 18:37

Kerak Telor Betawi, Kuliner Tradisional Jakarta dengan Sejarah Panjang

Kerak Telor merupakan kuliner khas Betawi yang menjadi ikon Jakarta. Simak sejarah, bahan, cara memasak, dan fakta menarik di balik hidangan legendaris ini.

Kerak Telor Betawi.
Ayo Netizen 09 Jul 2026, 18:00

Asal Usul dan Perkembangan Ampiang Dadiah: Tradisi Kuliner Minangkabau dari Masa ke Masa

Membahas Ampiang Dadiah yogurt yang terbuat dari susu kerbau berasal dari Sumatera Barat.

Es Ampiang Dadiah, dibeli di Pasar Ateh, Bukittinggi. (Sumber: Wikimedia Commons)
Ayo Netizen 09 Jul 2026, 17:48

69 Tahun Navigasi Birokrasi: Mengukuhkan LAN sebagai Think Tank Strategis di Tengah Badai Disrupsi

LAN RI di usia ke-69 memperkuat perannya sebagai think tank strategis yang mendorong transformasi birokrasi melalui inovasi, digitalisasi, dan kebijakan berbasis bukti menuju Indonesia Emas 2045.

Lembaga Administrasi Negara (LAN) Republik Indonesia. (Sumber: LAN RI)
Ayo Netizen 09 Jul 2026, 17:11

Antara Bandung dan Yogyakarta, Semarak Kuliner Tiada Henti

Kuliner menjadi patron wisata yang menarik wisatawan. Bandung dan Yogyakarta memiliki karakter budaya yang berbeda, tetapi dengan wisata kuliner, dua kota itu menghadirkan Indonesia kini.

Kehadiran Tjitarum sebagai toko bolu dan kue bukan sekadar membuka ruang baru bagi wisatawan untuk membeli buah tangan. Namun simbol bagaimana kuliner bisa menjadi bahasa pelestarian budaya. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Eneng Reni Nuraisyah Jamil)
Ayo Netizen 09 Jul 2026, 16:59

Bedah Konsistensi Strategi Digital PR pada Peluncuran Mobil Listrik Keluaran Terbaru

Peluncuran New Air ev & Cloud EV bukti konsistensi Wuling bangun citra kendaraan listrik modern. Lewat web & Instagram, Wuling tampilkan pesan & visual inovatif masa depan.

Ilustrasi mobil listrik. (Sumber: Wuling Motors)
Ayo Netizen 09 Jul 2026, 16:05

Menari, Merayakan Masa Kecil

Setiap tarian memang berhenti saat musik usai, tapi cerita ihwal keberanian Kakang berjoged untuk pertama kalinya akan terus hidup, tumbuh subur saat dirawat, dipelihara, dipupuk & menari dalam hati.

Kakang bergaya sebelum tampil menari di spot foto yang ada serambi masjid Al-Hidayah, Kebonterong Cibiru Kota Bandung, Rabu (24/6/2026) (Sumber: Istimewa | Foto: Aa Akil)
Ayo Netizen 09 Jul 2026, 15:05

Menelusuri Jejak Rasa (Bagian II): Penjaga Memori dan Tradisi Kuliner Bandung

Setelah membedah lima ikon pertama pada bagian sebelumnya, mari kita lanjutkan penelusuran enam ikon kuliner legendaris lainnya.

Hidangan Warung Kopi Purnama (Foto: GMAPS)
Wisata & Kuliner 09 Jul 2026, 13:37

Jelajah Ciater, Kawasan Wisata dengan Sumber Air Panas Alami

Jelajahi wisata Ciater Subang dengan pemandian air panas alami, glamping, vila, kebun teh, dan pesona alam pegunungan.

Pemandian air panas Sari Ater di Ciater, Subang. (Sumber: subang.go.id)
Ayo Netizen 09 Jul 2026, 12:22

Menghapus Karakter Koruptif Saat Pendaftaran SPMB

Temuan Pemkot Bandung tersebut menjadi cerminan kegagalan orang tua yang seolah-olah segala hal tentang pendidikan dapat menggunakan uang.

Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Sekolah Manusia Unggul (Maung), Kota Bandung, Senin 8 Juni 2026. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 09 Jul 2026, 11:47

Arsip Digital: Antara Kemudahan, Keamanan, dan Kesiapan Masyarakat

Kesiapan masyarakat dalam menggunakan arsip digital dalam kehidupan sehari-hari.

Ilustrasi digitalisasi. (Sumber: Pexels | Foto: bangunstockproduction)
Wisata & Kuliner 09 Jul 2026, 10:27

Panduan Wisata Pantai Cidora Garut, Pesisir Tenang di Selatan Garut yang Bertetangga dengan Rancabuaya

Jelajahi Pantai Cidora Garut dengan panorama tebing karang, pasir hitam, dan suasana tenang. Ketahui tiket, rute, fasilitas, dan tips berkunjung.

Pantai Cidora Garut. (Sumber: YouTube PAS NGADOR)
Ayo Netizen 09 Jul 2026, 09:19

Ekspedisi Karees : Menelusuri Jejak Rel Hilang dan Gurita Bisnis Tapioka di Bandung Zaman Kolonial (Part 2)

Ekspedisi virtual Karees Part 2! Melanjutkan susur rel legendaris di Karees Bandung, jembatan kokoh era kolonial, hingga kisah kejayaan ekspor pabrik tapioka milik Letnan Tionghoa Tan Joen Liong.

Foto 1 Lokasi Eks Halteu Karees saat ini menjadi Hotel Harapan Indah (Sumber: Pribadi | Foto: Maya Maulyda)
Ayo Netizen 09 Jul 2026, 09:18

FOMO Teknologi di Era Digital: Mengapa Kita Selalu Penasaran dengan Inovasi Baru?

Fenomena FOMO membuat masyarakat semakin tertarik mengikuti perkembangan teknologi.

Ilustrasi. (Sumber: Pexels | Foto: Tara Winstead)
Ayo Netizen 08 Jul 2026, 20:32

Ketika Manusia Melukis Wajahnya di Jejaring Sosial

Jejaring sosial seakan menjadi bagian dalam kehidupan sehari-hari, tapi pernahkah kita berpikir bijak menggunakan jejaring sosial tanpa mengurangi rasa empati. Seberapa penting dunia maya bagi kita?

Ilustrasi rekaman untuk media sosial. (Sumber: Pexels | Foto: Hera hendrayana)
Wisata & Kuliner 08 Jul 2026, 17:38

Hutan Pinus Darmacaang Hill Ciamis, Tempat Healing dan Camping di Kaki Gunung Sawal

Wisata Alam Pinus Batu Cakra Ciamis menawarkan suasana hutan pinus yang sejuk di kaki Gunung Sawal. Katahui harga tiket, lokasi, jam buka, dan fasilitasnya.

Hutan Pinus Darmacaang Hill di Ciamis. (Sumber: YouTube  Keluarga NaNiNu)
Ayo Netizen 08 Jul 2026, 17:15

Apa Itu Hello Comfort? Menelusuri Strategi Komunikasi di Balik Kolaborasi

Kampanye ini memanfaatkan karakter Sanrio sebagai elemen komunikasi utama untuk memperkuat pesan mengenai kenyamanan dan pengalaman pengguna.

Ilustrasi Hello Comfort. (Sumber: Sharp)
Bandung 08 Jul 2026, 17:14

Siasat Bisnis F&B Bandung Membaca Selera Pasar: Dari Kudapan Korea hingga Kembalinya Menu Lokal

Di kota seperti Bandung, di mana industri kreatif dan kuliner tumbuh subur, kafe tidak lagi sekadar menjual menu, melainkan menjual pengalaman, suasana, dan identitas sosial bagi para pengunjungnya.

Menu Butter Tteok di Co,ma Coffee Matter. (Sumber: AyoBiz.id | Foto: Eneng Reni Nuraisyah Jamil)
Ayo Netizen 08 Jul 2026, 16:14

Konsistensi Penyampaian Pesan Industri Gim Melalui Berbagai Platform Komunikasi

Publikasi Agate pada website resmi dan Instagram menunjukkan konsistensi penyampaian pesan mengenai peluncuran white paper sebagai dukungan terhadap industri gim nasional.

Ilustrasi menggambarkan konsistensi penyampaian pesan industri gim melalui website dan media sosial.
Ayo Netizen 08 Jul 2026, 15:39

Tahu Bungkeng: Dari Olahan Dapur Menjadi Kuliner Khas di Tanah Sumedang

Tahu Bungkeng merupakan cikal bakal dari kuliner khas kota Sumedang. Dibuat oleh imigran Tiongkok bernama Ong Kino untuk istrinya.

Tahu Bungkeng adalah pelopor dan cikal bakal dari tahu Sumedang yang legendaris. (Foto: Ahmad Hafiz Nurrohim)