Mengenang ‘Takbiran’ Lawas di Masjid Tertua Sukamiskin Bandung 

2 menit baca
Dudung Ridwan
Ditulis oleh Dudung Ridwan diterbitkan
Pesantren Sukamiskin Bandung. (Sumber: Istimewa)
Pesantren Sukamiskin Bandung. (Sumber: Istimewa)

APA YANG TERSIMPAN dalam benak Anda bila mendengar kata “Sukamiskin”? Pasti langsung ingat ke nama penjara atau lapas tempat memenjarakan para koruptor. Atau ini jawaban yang tidak lucu: suatu kampung di daerah timur Bandung 8 km dari pusat Kota Bandung yang penduduknya suka dalam kemiskinan? Atau nama sebuah pesantren?

Sukamiskin tak akan terhapus dalam memoriku. Akua lahir di kampung yang kusebut  kampung yang menyimpan “seribu kenangan” itu. Masa kecilku, era 80 an, di Sukamiskin. Rumahku berjarak satu kilometer dari penjara—terkenal tempat Ir. Soekarno dipenjara—tetapi lebih tepatnya rumahku bertetanggaan dengan sebuah pesantren, Pesantren Sukamiskin.

Aku tak akan bercerita tentang penjara, tetapi Pesantren Sukamiskin lah yang akan saya kisahkan, yang merupakan salah satu pesantren tertua di Kota Bandung.

Kata Mama Ajengan K.H. Sonhaji, pimpinan Pesantren Sukamiskin waktu itu, nama Sukamiskin itu diambil dari dua kata bahasa Arab, Suq yang artinya ‘pasar’ dan misk yang artinya ‘minyak wangi’. Jadi, Sukamiskin berarti ‘Pasar Minyak Wangi’.

Konon, pesantren ini didirikan pada tahun 1881 oleh K.H. Raden Muhammad bin Alqo. Kepemimpinannya telah mengalami beberapa generasi, dari: K.H. Raden Muhammad bin Alko, K.H. Raden Mama Muhammad Ahmad Dimyati atau Mama Gedong; K.H. Raden Mama Sonhaji, dan sekarang dipimpin oleh K.H. Abdul Azis Haedar.

Yang paling menarik dari pesantren Sukamiskin adalah arsitektur khas masjid nya yang dipertahankan dari zaman dahulu. Salah satunya kubah masjid yang telah berdiri dari zaman kepemimpinan K.H. Raden Mama Dimyati, generasi ketiga, sampai sekarang.

Dulu, di depan masjid ada kolam yang cukup besar. Konon, kolam itu dibuat di tempat bekas bom serangan Belanda. Jika aku dan teman-teman pulang dari bermain bola di Pacuan Kuda Arcamanik, pulangnya kami menyebur ke kolam ini, sambil membersihkan badan. Kami bercengkrama di air. Muncul-tenggelam. Saling banjur. Teman kami bahkan menyelam sambil mencari ikan yang terselip di lubang-lubang tembok masjid.

Jika malam lebaran, kami ikut takbiran bersama para santri. Diawali dengan secara bergiliran ngadulag (memukul bedug)—yang bedugnya besar sekali. Sambil takbiran, kami menunggu—biasanya datang Tengah malam--Bah Ibing yang jangkung dan berjambang lebat membawa hidangan khas malam takbiran: goreng ulen panas dan tumis haseum nya (bolendrang). Kami yang pada capek dan lapar makan berebutan. 

“Jangan berebut, semua pasti kebagian,” tutur Abah.

Semakin malam, suara takbir terus menggema: Allah Akbar …  Allah Akbar … Allah Akbar. Laa Illa ha Illalallahuwallahu Akbar … Allah Akbar walillah hilham. Kami tertidur hingga dibangunkan Bah Ibing.

Kini, puluhan tahun aku hidup di perantauan. Suara takbir mulai terdengar. Air mataku menetes. Teringat masa kecilku di Sukamiskin, Pasar Minyak Wangi. Ingat masjid khasnya, ingat kawan-kawan masa kecilku, ingat bedug dan ngadulag, dan ingat makanan khas takbiran: goreng ulen dan tumis haseumnya. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 02 Nov 2026, 20:58

Komunikasi sebagai Jembatan Empati di Tengah Krisis Karhutla

Melalui komunikasi, masyarakat Bandung yang tidak merasakan langsung dampak karhutla tetap dapat membangun kepedulian, solidaritas, dan dukungan bagi masyarakat yang terdampak.

Penanganan Karhutla di Kalimantan Tengah. (Sumber: Pemprov Kalteng)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 19:02

Fenomena Kemacetan di Bunderan Cibiru berdasarkan Pengalaman Pengguna Jalan

Kemacetan sering terjadi di perkotaan akibat padatnya kendaraan, salah satunya di Bunderan Cibiru, Bandung, yang menjadi titik pertemuan arus lalu lintas masyarakat sehari-hari.

Kondisi lalu lintas di kawasan Bunderan Cibiru, Bandung. (Sumber: Dokumentasi pribadi | Foto: Vania Ramadhani Sidiq)
Wisata & Kuliner 02 Nov 2026, 18:53

Ikon Taraju, Surga Tersembunyi di Tasikmalaya

Hamparan perkebunan teh dari ketinggian memang menjadi pemandangan yang memanjakan mata. Hal ini yang menjadi salah satu kelebihan Ikon Taraju di Desa Taraju, Kecamatan Taraju, Kabupaten Tasikmalaya.

Wisatawan berswafoto di Ikon Taraju (Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 18:24

Gasibu Tempo Dulu

Lahan cikal bakal Gasibu merupakan kawasan rawa yang memiliki sumber mata air dan sempat masuk dalam rencana pembangunan kompleks Gedung Sate.

Kawasan Gasibu tempo dulu. (Sumber: KITLV)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 17:37

Analisis Ekologis, Sosiologis dan Ekonomi Perkebunan Teh Era Kolonial vs Perkebunan Sawit Era Modern

Membandingkan dampak ekologis, sosiologis dan ekonomi perkebunan era kolonial dan modern. Temukan transformasi besar, warisan sejarah dan tantangan keberlanjutan yang dihadapi industri ini.

Perkebunan Teh Cukul, Pangalengan. (Sumber: Wikimedia)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 17:14

Seluk-Beluk Memancing

Mencermati aktivitas memancing dari sudut ekologis, psikologis, atau sejarah.

Seluk-beluk memancing. (Sumber: GeminiAI)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 15:15

Karhutla: Bencana Alam atau Persoalan Hukum?

Karhutla bukan sekadar bencana alam akibat kondisi cuaca, tetapi juga persoalan lingkungan yang menuntut tanggung jawab manusia dan penegakan hukum.

Dokumentasi penanganan kebakaran hutan dan lahan. (Sumber: gakkum.kehutanan.go.id)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 13:18

Kala Bersepeda dan Berlari di Kota Bandung Menjadi Aktivitas Berisiko

Dengan konsentrasi PM2,5 yang tinggi, maka olahraga luar ruangan di Kota Bandung menghadapi persoalan yang agak mengkhawatirkan.

Sekelompok warga bersepeda di Kota Bandung. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Ayo Bandung)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 11:53

Komunikasi dengan Alam

Komunikasi lingkungan dilakukan sepanjang tahun, bukan ketika musim kebakaran dan banjir muncul.

Kebakaran hutan dan lahan di Riau (04 Sep 2026). (Sumber: mediacenter.riau.go.id)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 10:30

Becak Cirebon: Transportasi Langka yang Masih Digunakan Sebagian Masyarakat

Transportasi umum di Kota Cirebon masih menyediakan berbagai macam pilihan mulai dari ojek online, elf, angkot hingga becak.

Becak disekitaran Grage Mall Cirebon. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 10:10

Bandung Menuju Kota Digital Aman

Kota yang benar-benar cerdas bukan hanya kota yang mampu mengadopsi teknologi terbaru, melainkan yang mampu melindungi warganya.

Ilustrasi layanan digital. (Sumber: Pexels | Foto: Towfiqu barbhuiya)
Ayo Biz 01 Nov 2026, 15:21

Lahan Sempit di Kota Bandung Disulap Jadi Kebun Produktif, Hasilnya untuk Warga

Sejumlah jurnalis dari berbagai daerah di Indonesia berkesempatan melihat langsung pengelolaan kebun tersebut melalui kegiatan Fellowship Journalism Menanam di BRInita Buruan Sae.

Pada Jumat, 30 Oktober 2026, sejumlah jurnalis dari berbagai daerah di Indonesia berkesempatan melihat langsung pengelolaan kebun tersebut melalui kegiatan Fellowship Journalism Menanam di BRInita Buruan Sae Pajajaran Hegar. (Sumber: Istimewa)
Ayo Netizen 31 Okt 2026, 20:39

Stop The Wedding: Tren Perempuan yang Membagikan Cerita Traumatis Pernikahan

Apakah perempuan benar-benar takut menikah karena tidak menemukan urgensinya atau hanya takut karena tren "Stop The Wedding" yang sedang beredar di media sosial

Stop the Wedding sedang menjadi headline di media sosial yang mengangkat pengalaman buruk perempuan dalam pernikahan (Sumber: Ilustrasi Gambar AI)
Ayo Netizen 31 Okt 2026, 19:15

Bandung Akan Terkena Asap Pekat Karhutla

Nafsu-nafsu tidak terkendali untuk menguasai hutan bisa menyebabkan semua wilayah terkena dampak asap pekat kebakaran hutan dan lahan termasuk Kota Bandung

Penanganan karhutla. (Sumber: Kementerian Kehutanan)
Ayo Netizen 31 Okt 2026, 17:11

Merancang Kawasan Hunian untuk Mobilitas Berkelanjutan

Integrasi tata ruang dan transportasi dalam pengembangan kawasan hunian melalui akses berjalan kaki, bersepeda, dan angkutan umum untuk mewujudkan mobilitas yang aman, nyaman, dan berkelanjutan.

Halte bus yang berfungsi sebagai tempat pemberhentian angkutan umum di kawasan hunian. (Foto: Angga Marditama Sultan Sufanir)
Ayo Netizen 31 Okt 2026, 16:31

Korupsi di Negeri Bencana

Korupsi di BNPB yang dilakukan oleh oknum, merupakan perbuatan yang biadab.

SDN 1 Babakan Talang di Kampung Cigombong, Desa Cibedug, Kecamatan Rongga, Kabupaten Bandung Barat hancur akibat bencana pergerakan tanah , Senin 4 Maret 2024. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 31 Okt 2026, 15:17

Ketika Api Menguji Integritas

Bencana menuntut kita bergerak cepat menyelamatkan kehidupan, tetapi juga menguji integritas dalam menjaga amanah dan menyalurkan bantuan.

Kebakaran hutan dan lahan (karhutla). (Sumber: kehutanan.go.id)
Ayo Netizen 30 Okt 2026, 20:24

Bdg-GoX Dibangun, Kapan Warga Bandung Menikmati Internet Murah?

Akses digital bukan hanya persoalan ketersediaan jaringan, melainkan juga keterjangkauan ekonomi.

Ilustrasi Bandung Kota Digital dengan program  Bdg-Gox (Sumber: Ilustrasi di desain dengan ChatGPT oleh Sri Maryati)
Ayo Netizen 30 Okt 2026, 19:47

Cangkoréh Awi Ngarambat

Ada jenis bambu yang merambat, yang dikenal, ada yang menyebutnya awi cangkoréh, ada juga yang menyebutnya awi cangkoré.

Awi ngarambat. (Foto: Wikimedia Commons)
Ayo Netizen 30 Okt 2026, 16:33

Persembahan untuk Lembang

Lembang telah jatuh ke tangan para kapitalis, memaksakan berubah wujud, memeras keindahan alamnya, meluluhlantakkan kenangan hijau yang terpatri di benak warganya.

Persembahan saya untuk Lembang, tertuang dalam beberapa karya buku. (Foto: Malia)