Mengenang ‘Takbiran’ Lawas di Masjid Tertua Sukamiskin Bandung 

Dudung Ridwan
Ditulis oleh Dudung Ridwan diterbitkan Jumat 13 Mar 2026, 14:41 WIB
Pesantren Sukamiskin Bandung. (Sumber: Istimewa)

Pesantren Sukamiskin Bandung. (Sumber: Istimewa)

APA YANG TERSIMPAN dalam benak Anda bila mendengar kata “Sukamiskin”? Pasti langsung ingat ke nama penjara atau lapas tempat memenjarakan para koruptor. Atau ini jawaban yang tidak lucu: suatu kampung di daerah timur Bandung 8 km dari pusat Kota Bandung yang penduduknya suka dalam kemiskinan? Atau nama sebuah pesantren?

Sukamiskin tak akan terhapus dalam memoriku. Akua lahir di kampung yang kusebut  kampung yang menyimpan “seribu kenangan” itu. Masa kecilku, era 80 an, di Sukamiskin. Rumahku berjarak satu kilometer dari penjara—terkenal tempat Ir. Soekarno dipenjara—tetapi lebih tepatnya rumahku bertetanggaan dengan sebuah pesantren, Pesantren Sukamiskin.

Aku tak akan bercerita tentang penjara, tetapi Pesantren Sukamiskin lah yang akan saya kisahkan, yang merupakan salah satu pesantren tertua di Kota Bandung.

Kata Mama Ajengan K.H. Sonhaji, pimpinan Pesantren Sukamiskin waktu itu, nama Sukamiskin itu diambil dari dua kata bahasa Arab, Suq yang artinya ‘pasar’ dan misk yang artinya ‘minyak wangi’. Jadi, Sukamiskin berarti ‘Pasar Minyak Wangi’.

Konon, pesantren ini didirikan pada tahun 1881 oleh K.H. Raden Muhammad bin Alqo. Kepemimpinannya telah mengalami beberapa generasi, dari: K.H. Raden Muhammad bin Alko, K.H. Raden Mama Muhammad Ahmad Dimyati atau Mama Gedong; K.H. Raden Mama Sonhaji, dan sekarang dipimpin oleh K.H. Abdul Azis Haedar.

Yang paling menarik dari pesantren Sukamiskin adalah arsitektur khas masjid nya yang dipertahankan dari zaman dahulu. Salah satunya kubah masjid yang telah berdiri dari zaman kepemimpinan K.H. Raden Mama Dimyati, generasi ketiga, sampai sekarang.

Dulu, di depan masjid ada kolam yang cukup besar. Konon, kolam itu dibuat di tempat bekas bom serangan Belanda. Jika aku dan teman-teman pulang dari bermain bola di Pacuan Kuda Arcamanik, pulangnya kami menyebur ke kolam ini, sambil membersihkan badan. Kami bercengkrama di air. Muncul-tenggelam. Saling banjur. Teman kami bahkan menyelam sambil mencari ikan yang terselip di lubang-lubang tembok masjid.

Jika malam lebaran, kami ikut takbiran bersama para santri. Diawali dengan secara bergiliran ngadulag (memukul bedug)—yang bedugnya besar sekali. Sambil takbiran, kami menunggu—biasanya datang Tengah malam--Bah Ibing yang jangkung dan berjambang lebat membawa hidangan khas malam takbiran: goreng ulen panas dan tumis haseum nya (bolendrang). Kami yang pada capek dan lapar makan berebutan. 

“Jangan berebut, semua pasti kebagian,” tutur Abah.

Semakin malam, suara takbir terus menggema: Allah Akbar …  Allah Akbar … Allah Akbar. Laa Illa ha Illalallahuwallahu Akbar … Allah Akbar walillah hilham. Kami tertidur hingga dibangunkan Bah Ibing.

Kini, puluhan tahun aku hidup di perantauan. Suara takbir mulai terdengar. Air mataku menetes. Teringat masa kecilku di Sukamiskin, Pasar Minyak Wangi. Ingat masjid khasnya, ingat kawan-kawan masa kecilku, ingat bedug dan ngadulag, dan ingat makanan khas takbiran: goreng ulen dan tumis haseumnya. (*)

Artikel Rekomendasi Untuk Anda

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Dudung Ridwan
Tentang Dudung Ridwan
Jurnalis dan Pengamat Bulutangkis

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 13 Mar 2026, 16:12

Es Bingu: Si Anak Baru yang Mengancam Tahta Es Campur di Meja Takjil

Es Bingu hadir sebagai pilihan takjil terbaru di Ramadan 2026.

Ilustrasi Es Bingu yang creamy dengan topping keju melimpah. (Sumber: ig@esubiungu_hamcida)
Linimasa 13 Mar 2026, 16:10

Dari Daendels hingga Pemudik, Sejarah Panjang Jalur Nagreg

Jalur Nagreg telah menjadi penghubung penting antara Bandung dan Priangan Timur sejak era kolonial. Dari jalan tanah zaman Daendels hingga jalan nasional modern, jalur ini terus menjadi urat nadi perj

Terowongan Nagreg
Ayo Netizen 13 Mar 2026, 15:28

Ketika Ramadhan Akan Berakhir

Tanpa terasa bulan Ramadhan telah memasuki fase sepuluh hari terakhir.

Sejumlah pengunjung memilih pakaian di Pasar Baru Trade Center, Kota Bandung, Jumat 13 Maret 2026. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 13 Mar 2026, 14:41

Mengenang ‘Takbiran’ Lawas di Masjid Tertua Sukamiskin Bandung 

Pesantren Sukamiskin lah yang akan saya kisahkan, yang merupakan salah satu pesantren tertua di Kota Bandung.

Pesantren Sukamiskin Bandung. (Sumber: Istimewa)
Ayo Netizen 13 Mar 2026, 13:18

Mewujudkan Kelayakan Bus Pemudik Lebaran

Pekerja transportasi garis depan semestinya diberikan tunjangan yang memadai, termasuk tunjangan lembur paling sedikit sesuai dengan peraturan.

Ilustrasi angkutan bus lebaran di Terminal Cicaheum, Kota Bandung. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 13 Mar 2026, 11:14

Ulah Unggut Kalinduan Bila Dimaknai sebagai Upaya Mitigasi Gempa Bumi

Ada peribahasa Sunda ulah unggut kalinduan, ulah gedag kaanginan

Kampung Muril, Desa Jambudipa, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat. Dari nama geografis ini menunjukkan kampung ini pernah diguncang gempabumi yang membuat pusing dan mual. (Sumber: Citra satelit: Google maps)
Sejarah 13 Mar 2026, 10:40

Jejak Kereta Api Bandung-Ciwidey di Soreang Kabupaten Bandung

Jembatan Sadu dan bekas Stasiun Soreang menjadi saksi kejayaan jalur kereta api Bandung–Ciwidey yang dibangun sejak 1917.

Jembatan Sadu, salah satu peninggalan eks rel kereta Soreang-Ciwidey. (Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 13 Mar 2026, 08:10

Bingkai Perang di Bulan Suci

Sebab nuansa perang, Ramadan 1447 H terasa berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya.

Peta Iran. (Sumber: Pexel | Foto: Lara Jameson)
Beranda 13 Mar 2026, 06:35

Marbot yang Merawat Masjid Setiap Hari dengan Honor Sejuta Rupiah

Selama lebih dari satu dekade, pria 60 tahun ini menjaga masjid di Kota Bandung—pekerjaan sunyi yang ia jalani dengan penghasilan sekitar Rp1 juta setiap bulan.

Didin menjalankan rutinitas membersihkan masjid. Selama lebih dari satu dekade ia bekerja sebagai marbot. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)
Bandung 12 Mar 2026, 20:00

Perjalanan Kaanggo By Dewi dari Kain Wastra hingga Menjadi Jenama Fashion Muslim yang Berkelanjutan

Perjalanan Dewi Mayarani membangun kembali Kaanggo By Dewi setelah masa vakum menjadi bukti dedikasi terhadap fashion muslim.

Perjalanan Dewi Mayarani membangun kembali Kaanggo By Dewi setelah masa vakum menjadi bukti dedikasi terhadap fashion muslim. (Sumber: AyoBiz.id | Foto: Nisrina Nuraini)
Ayo Netizen 12 Mar 2026, 17:43

Dari Kurikulum hingga Pendidikan Karakter

Peran pendidik saat ini, menjadi sebuah dilematis serius dalam menjawab sebuah perkembangan zaman.

Sejumlah siswa SD pergi sekolah menaiki rakit bambu melintasi Waduk Saguling. (Sumber: Ayobandung | Foto: Restu Nugraha)
Sejarah 12 Mar 2026, 16:44

Sejarah Kamp Interniran Cihapit, Jejak Horor Tahanan Sipil Perang Dunia di Bandung

Cihapit yang kini terkenal dengan pasar dan kuliner pernah menjadi kamp interniran Jepang bagi 18.000 perempuan dan anak Eropa.

Peta Kamp Interniran Wanita Cihapit.
Bandung 12 Mar 2026, 16:40

Berburu Berkah di Balik Riuh Diskon Ramadan Bandung

Perputaran uang selama momentum Ramadan dan Lebaran secara nasional kerap mengalami kenaikan signifikan, di mana sektor ritel dan hiburan menjadi penyumbang utama.

Ilustrasi. Perputaran uang selama momentum Ramadan dan Lebaran secara nasional kerap mengalami kenaikan signifikan, di mana sektor ritel dan hiburan menjadi penyumbang utama.
Ayo Netizen 12 Mar 2026, 16:07

Cik, THR-na?

Kehadiran ramadan, bukan hanya tentang menahan lapar dan dahaga. Melainkan soal merawat kebiasaan kecil yang membuat hubungan antarmanusia tetap hangat, akrab

Tunjangan Hari Raya (THR) (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Magang Foto/Rasyad Yahdiyan)
Ayo Netizen 12 Mar 2026, 15:04

Dadang Adnan Dahlan Jejak Pegiat Literasi dari Jatinangor

Di kalangan perbukuan dan penerbitan, nama Dadang Adnan Dahlan dikenal dengan nama pena Adnan Abi Wildan, atau akrab disapa Pa Adnan.

Istana Topkapi, Istanbul, Turki. Dadang Adnan Dahlan berfoto di depan kompleks istana bersejarah tersebut. (Sumber: Istimewa)
Ayo Netizen 12 Mar 2026, 14:25

I’tikaf, Panggilan Keheningan dalam Kebisingan

I'tikaf adalah cara Islam mengingatkan bahwa setiap manusia dan setiap peradaban, sesekali perlu berhenti, masuk ke dalam dirinya sendiri, dan bertanya: ke mana sesungguhnya semua ini bergerak?

Seorang laki-laki muslim sedang bermunajat dalam kesendirian di ujung senja (Sumber: pixabay | Foto: pixabay)
Sejarah 12 Mar 2026, 13:51

Sejarah Tragedi Tol Brexit 2016, Kemacetan Mudik Paling Mematikan

Pada mudik Lebaran 2016, kemacetan di Gerbang Tol Brebes Timur berubah menjadi bencana. Ribuan mobil terjebak tanpa bergerak berjam-jam hingga menyebabkan puluhan pemudik mengalami gangguan kesehatan

Ilustrasi kemacetan mudik.
Ayo Netizen 12 Mar 2026, 12:35

Gotong Royong dalam Pelestarian Cagar Budaya

Kerja-kerja pelestarian cagar budaya bukanlah domain satu disiplin keilmuan semata.

Indra Wijaya, S.E. sedang melaukan pengawasan kegiatan revitalisasi Gereja S. Albanus pada 6 Maret 2024. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Garbi Cipta Perdana)
Linimasa 12 Mar 2026, 11:10

Melihat Kesiapan Jalur Mudik di Nagreg

Jalur Nagreg mulai dipersiapkan menghadapi arus mudik Lebaran 2026. Ratusan personel disiagakan, rambu lalu lintas ditambah, dan penerangan jalan diperkuat di sejumlah titik rawan.

Pengendara melintasi jalur Nagreg, pada musim mudik lebaran 2025 lalu. (Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 12 Mar 2026, 10:37

Pensiun Jadi Pemburu THR: Selamat Datang Gen Z di Fase 'Berbagi Berkah' demi Senyum Keponakan

Memasuki Lebaran 2026, tiba-tiba ada pergeseran status yang tidak diumumkan di grup WhatsApp keluarga. Gen Z resmi dinyatakan pensiun dini dari dunia per-THR-an.

Ilustrasi amplop THR lucu (Sumber: Koleksi pribadi)