Ramadan di Masjid Salman ITB: IRAMA, Inklusivitas, dan Cerita dari Komunitas Tunanetra

Halwa Raudhatul
Ditulis oleh Halwa Raudhatul diterbitkan Sabtu 21 Feb 2026, 06:22 WIB
Kajian Inspirasi Ramadhan (IRAMA) dengan tema "Generasi Cinta Quran Membangun Masa Depan" di Masjid Salman ITB. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)

Kajian Inspirasi Ramadhan (IRAMA) dengan tema "Generasi Cinta Quran Membangun Masa Depan" di Masjid Salman ITB. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)

AYOBANDUNG.ID - Suasana di Masjid Salman ITB pada sore hari pertama shaum Ramadan 1447 H, Jumat (20/2/2026), dipadati jemaah dari anak muda hingga orang tua. Berbeda dengan sejumlah masjid lain yang masih menempatkan perempuan di saf belakang laki-laki, dalam kajian di Masjid Salman sekat pemisah antara ikhwan (laki-laki) dan akhwat (perempuan) ditata sejajar. Hal kecil, namun menghadirkan pesan kesetaraan dalam kesempatan menimba ilmu.

Di layar besar yang terpasang di sisi kiri dan kanan ruangan, tampak Ustaz Hadian Akbar, seorang hafidz Al-Quran tunanetra yang diakui secara internasional, menyampaikan kajian Inspirasi Ramadan (IRAMA) bertema “Generasi Cinta Quran Membangun Masa Depan”.

Komunitas tunanetra juga hadir, tidak hanya sebagai penyimak, tetapi turut berbagi pengalaman tentang proses menghafal Al-Quran di hadapan ratusan jemaah.

Kajian IRAMA diselenggarakan selama 20 hari pertama bulan Ramadan oleh Panitia Pelaksana Program Ramadan dan Idul Adha (P3RI). Para pembicara dipilih bergantian dari berbagai latar belakang. Topiknya pun tidak melulu seputar agama, melainkan merambah isu gizi, ekonomi, kesehatan mental, hingga kepemimpinan.

Yazid Syauqi Al Ayyubi (19), Ketua P3RI, menjelaskan bahwa pemilihan narasumber dan tema kajian dilatarbelakangi keresahan pascademonstrasi terkait tunjangan DPR pada Agustus 2025 lalu.

“Pemilihan tema dan narasumbernya tuh berangkat dari (demo) itu, keresahan tadi, yang akhirnya dipilih jadi berbagai topik yang nanti dibahas di Inspirasi Ramadan selama 20 hari,” ungkap Yazid.

Menurutnya, tujuan kajian ini adalah meningkatkan kesadaran pemuda dan masyarakat terhadap isu-isu terkini, tanpa membatasi diri pada persoalan keagamaan semata.

Ustaz Hadian Akbar membuka rangkaian IRAMA dengan menekankan pentingnya inklusivitas dalam komunitas Al-Quran bagi tunanetra. Proses menghafal Al-Quran menjadi fokus utama, termasuk perjalanan panjang dan tantangan yang harus dilalui. Keajaiban Al-Quran dipandang sebagai anugerah universal yang dapat diakses siapa saja tanpa kecuali.

Ahmad Abu Al Fatih (22), moderator kajian sore itu, memahami dinamika acara. Ia memandu diskusi dengan empati terhadap kondisi narasumber.

“Tantangannya jelas, karena kondisi fisik beliau yang berbeda dengan kebanyakan orang, jadi aku harus bisa memposisikan diri seandainya aku berada di posisi yang sama,” ujar Ahmad, yang akrab disapa Mamad.

Ahmad Abu Al Fatih. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)
Ahmad Abu Al Fatih. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)

IRAMA hari pertama terasa berbeda dari kajian pada umumnya berkat sentuhan inklusif yang dihadirkan. Komunitas tunanetra yang hadir sebagai peserta pun diberi ruang untuk berbagi pengalaman. Jemaah tidak hanya mendengarkan ceramah, tetapi juga menyaksikan kisah nyata tentang perjuangan menghafal Al-Quran dari berbagai perspektif.

Kegiatan Ramadan di Masjid Salman tidak hanya berfokus pada kajian sore. Beragam agenda lain turut digelar, seperti Ramadan Day Care yang menyediakan pengawasan bagi anak-anak jemaah saat tarawih, program berbagi dan buka puasa bersama, serta salat tarawih berjemaah. Tarawih dipimpin imam yang telah ditunjuk, menambah kekhusyukan malam pertama puasa.

Ahmad memaknai Ramadan sebagai bulan Al-Quran. Ia berharap kajian IRAMA mampu mendorong jemaah semakin dekat dengan kitab suci. Sosok hafidz tunanetra seperti Ustaz Hadian, menurutnya, menjadi sumber inspirasi bagi anak muda maupun orang tua yang ingin memperdalam hafalan Al-Quran.

“Namanya bulan Ramadan adalah bulannya Al-Quran. Jadi dengan harapan menampilkan ceramah dari beliau, bisa memaksimalkan Ramadan agar lebih dekat dengan Al-Quran,” jelas Mamad.

Kajian IRAMA hari pertama berlangsung dalam suasana hangat dan interaktif. Sejumlah jemaah masih bertahan selepas acara untuk berbincang dan berfoto bersama narasumber, sementara sebagian lain bersiap menyambut waktu berbuka yang kian mendekat.

Artikel Rekomendasi Untuk Anda

News Update

Linimasa 05 Mar 2026, 21:19

UIN Bandung Sebelum dan Sesudah Magrib Saat Ramadan

Setiap Ramadan, kawasan UIN Sunan Gunung Djati Bandung berubah ramai oleh mahasiswa yang ngabuburit dan berburu takjil.

Suasana menjelang magrib saat Ramadan di UIN Sunan Gunung Djati Bandung. (Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 05 Mar 2026, 19:20

10 Netizen Terpilih Februari 2026: Bandung Raya dan Bulan Puasa

Berikut adalah nama-nama penulis yang meraih apresiasi dengan total hadiah senilai Rp1,5 juta.

Pameran Al-Qur’an Mushaf Sundawi berhias motif khas budaya Jawa Barat di Pusdai, Kota Bandung, Jumat 20 Februari 2026. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Sejarah 05 Mar 2026, 14:47

Sejarah Bandung Dijuluki Twente van Indonesië, Kota Kembang Diproyeksikan jadi Pusat Industri

Catatan koran 1949 menggambarkan Bandung dipenuhi pabrik tekstil yang membuatnya dibandingkan dengan Twente di Belanda.

Nederlandsch-Indische Metaalwaren en Emballage Fabrieken (NIMEF) di Bandung tahun 1950-an (Sumber: Wikimedia)
Mayantara 05 Mar 2026, 14:05

Kemarahan Digital Perang Iran dan Keuntungannya bagi Platform Media Sosial

Beberapa hari terakhir ini, linimasa media sosial dan juga WhatsApp Group di Indonesia dipenuhi umpatan dan kutukan.

Imbauan pemberhentian perang. (Sumber: Pexels | Foto: Nothing Ahead)
Ayo Netizen 05 Mar 2026, 12:06

Suara Tionghoa Menyigi Ruang Dialog, Sosial, Ekonomi, dan Budaya

Ruang perjumpaan dari berbagai umat beragama menjadi taman bertumbuh, tempat pengalaman yang dibagikan tanpa takut, juga tempat identitas dirayakan tanpa curiga.

Suara Tionghoa di Majalengka. (Dok. Penulis)
Beranda 05 Mar 2026, 11:53

Night Walk di Bulan Ramadan, Kaki Besi Perkuat Tren Komunitas Jalan Kaki di Bandung

Meski digelar pada bulan Ramadan, antusiasme peserta tidak surut. Dengan dress code serba hitam yang telah ditentukan panitia, para peserta memadati trotoar dengan tambahan aksesori khas.

Salah satu event komunitas Kaki Besi. (Sumber: Komunitas Kaki Besi)
Seni Budaya 05 Mar 2026, 10:03

Sejarah Tari Saman, Jejak Warisan Syeikh di Dataran Tinggi Gayo

Jejak nama Saman dikaitkan dengan ulama abad ke-14 dan pengaruh Islam di Aceh, membentuk tarian komunal yang sarat syair moral.

Pagelaran Tari Saman terbesar di dunia dengan 12.262 penari. Acara kolosal ini diadakan pada 13 Agustus 2017 di Stadion Seribu Bukit, Blangkejeren, Kabupaten Gayo Lues, Aceh. (Sumber: Wikimedia)
Ayo Netizen 05 Mar 2026, 09:25

Renungan Ramadan dan Jadwal Puasa Bandung 1969 dalam Koran Lawas

Membuka kembali lembaran surat kabar lama sering menghadirkan pengalaman yang unik.

Surat kabar Berdikari terbitan Bandung, 28 November 1969, bertepatan dengan 18 Ramadan 1389 Hijriah (57 tahun silam). (Sumber: Dokumentasi Penulis)
Beranda 05 Mar 2026, 06:55

Berawal dari Konten Viral, Kaki Besi Menjadi Komunitas Jalan Kaki Terbesar di Bandung

Berawal dari konten viral di media sosial, Komunitas Kaki Besi berkembang menjadi komunitas jalan kaki terbesar di Bandung. Didirikan oleh Insan Buana, Kaki Besi kini memiliki puluhan ribu pengikut.

Salah satu event Komunitas Kaki Besi. Dalam waktu kurang dari satu tahun, komunitas ini mencatat ribuan anggota aktif. (Sumber: Komunitas Kaki Besi)
Bandung 04 Mar 2026, 21:33

Menilik Eksistensi Kue Balok Kang Didin, Kuliner Legendaris Bandung sejak 1950 yang Melawan Arus Zaman

Bertempat di Jalan Abdul Rahman Saleh, No. 52, Husen Sastranegara, Kecamatan Cicendo, Kota Bandung, Kue Balok Kang Didin disebut berbeda dari ciri khas kue balok lainnya.

Bertempat di Jalan Abdul Rahman Saleh, No. 52, Husen Sastranegara, Kecamatan Cicendo, Kota Bandung, Kue Balok Kang Didin disebut berbeda dari ciri khas kue balok lainnya. (Sumber: Ayobiz.id | Foto: Nisrina Nuraini)
Ayo Netizen 04 Mar 2026, 16:42

Kisah Ramadan dalam Lagu ‘Lebaran Sebentar Lagi’

Lagu Lebaran Sebentar Lagi merupakan salah satu lagu remake dari band Gigi yang sebelumnya dinyanyikan pertama kali oleh Bimbo. 

Salat Idulfitri. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Kavin Faza)
Beranda 04 Mar 2026, 15:22

Hampir 9 Tahun Bertahan, Begini Cara Dagelan Jabar Mengikuti Perubahan Zaman di Instagram

Berawal dari repost meme receh khas tongkrongan warganet Jawa Barat, akun ini tak memaksa diri menjadi media berita, tetapi juga tak bertahan sebagai sekadar akun humor.

Admin Dagelan Jabar Nono Sugianto. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)
Ayo Netizen 04 Mar 2026, 15:04

Cikalintu, Tempat yang Keliru Dipilih

Dalam nama Cikalintu, kata 'Kalintu' berarti keliru atau ditukar.

Toponim Cikalintu dalam Peta Topografi Lembar Bandoeng Tahun 1905 (diperbaiki dari peta tahun 1904). Dipetakan oleh Topographisch Bureau, Batavia. (Sumber: Peta koleksi KITLV Heritage)
Sejarah 04 Mar 2026, 14:46

Misteri Danau Cipanas Rancaekek, Tempat Pemandian Bupati Bandung Zaman Dulu

Warga menyebut penambangan bukit Gunung Cipanas memicu lenyapnya sumber panas yang dulu jadi tempat rekreasi elite Bandung.

Danau Cipanas Rancaekek. (Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 04 Mar 2026, 13:30

Benny Soebardja Pelopor Progresif Rock Indonesia

Musisi rock asal Bandung, Benny Soebardja, dikenal lewat band-band yang pernah ia bentuk, mulai dari The Peels, Shark Move, hingga Giant Step.

Benny Soebardja dengan vinyl "Shark Move" (1973) di Delft, Belanda. Dijuluki oleh media asing sebagai The Godfather of Indonesian Progrock Underground. (Sumber: Istimewa)
Ikon 04 Mar 2026, 13:15

Jejak Pitalka, Roti Pipih Ramadan dari Kosovo yang Bertahan Sejak Era Ottoman

anya muncul setahun sekali di Kosovo, pitalka menjadi warisan kuliner sejak masa Ottoman yang tetap hidup di meja iftar Prizren.

Pitalka, roti khas Kosovo yang jadi iftar Ramadan.
Ayo Netizen 04 Mar 2026, 11:09

Siwok Cante, Konsep Puasa dalam Masyarakat Sunda Pra-Islam

Siwok cante, merupakan salah satu hal yang harus dihindari oleh mereka yang sedang mengemban tugas negara.

Buku hasil transliterasi dan terjemahan pertama Sanghyang Siksakandang Karesian bersama dua naskah Sunda kuna lainnya oleh Tim Proyek Penelitian dan Pengkajian Kebudayaan Sunda 1987. (Sumber: Dokumentasi Penulis)
Ayo Netizen 04 Mar 2026, 09:38

Bukan Sekadar Nunggu Azan Magrib, 5 Aktivitas Ngabuburit Berfaedah

Sejatinya, ngabuburit bukan sekadar cara “mengisi waktu”, menunggu azan magrib.

Aktivitas apik ngabuburit di Masjid Raya Al Jabbar. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Bandung 03 Mar 2026, 20:40

Sentuhan Estetika di Balik The Edit, Titik Temu Kurasi Fashion Muslim Premium di Bandung

The Edit menghadirkan ruang kurasi fashion yang tidak sekadar menjual produk, namun juga mengusung karya, karakter, dan cerita dari para desainer berbakat Indonesia.

The Edit menghadirkan ruang kurasi fashion yang tidak sekadar menjual produk, namun juga mengusung karya, karakter, dan cerita dari para desainer berbakat Indonesia. (Sumber: Ayobiz.id | Foto: Eneng Reni Nuraisyah Jamil)
Ayo Biz 03 Mar 2026, 19:24

Rumah Tumbuh, Akses Menguat: Ujian Transformasi BTN di Tengah Rekor Pembiayaan

Di tengah lanskap itu, PT Bank Tabungan Negara (BTN) tampil sebagai aktor sentral.

Pekerja merampungkan proyek rumah subsidi di El Hago Residence, Mekarbakti, Kecamatan Pamulihan, Kabupaten Sumedang (3/12/2020). (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Deni Suhendar/Magang)