Lingkaran Setan Proyek Utilitas Kota dan Optimasi Padat Karya Pekerjaan Umum

3 menit baca
Totok Siswantara
Ditulis oleh Totok Siswantara diterbitkan
Ilustrasi galian kabel di Kota Bandung. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ilustrasi galian kabel di Kota Bandung. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)

Dari masa ke masa publik di kota Bandung merasa jengkel dan terganggu dengan jenis pekerjaan atau proyek yang terkait dengan utilitas kota. Ada anekdot dikalangan warga bahwa istri pejabat sering kehilangan cincin di trotoar oleh karena itu terjadi terus gali menggali yang amat menyebalkan.

Hari ini bertepatan dengan hari pekerja nasional yang setiap tahun diperingati pada 20 Februari. Spirit hari pekerja juga perlu menyentuh hakikat pekerjaan umum yang pada masa kini mestinya bisa dikerjakan lebih teratur dan mesti profesional.

Gali menggali tanah, kabel yang semrawut, selokan yang rusak, trotoar yang amburadul, tiang listrik dan telekomunkasi yang asal-asalan, pohon yang tidak dipangkas, semua itu masih terjadi di Bandung.  Tidak jarang proyek tersebut dikerjakan tanpa perencanaan yang bagus sehingga mengganggu kenyamanan dan keamanan publik.

Ilustrasi utilitas kota yang semrawut yakni tiang dan kabel telekomunikasi (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Masayu K)
Ilustrasi utilitas kota yang semrawut yakni tiang dan kabel telekomunikasi (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Masayu K)

Memutuskan Lingkaran Setan

Menyambut bulan Ramadan dan Hari Raya Idul Fitri, persoalan proyek utilitas kota Bandung perlu segera dituntaskan. Teruatama proyek-proyek yang terkait yang berpengaruh kapada infrastruktur publik, tempat perdagangan, destinasi wisata dan infrastruktur transportasi.

Tidak jarang pengerjaan proyek utilitas dikerjakan oleh pekerja yang kurang professional karena bersifat padat karya pekerjaan umum. Proyek galian tanah untuk penataan kabel bawah tanah (ducting) di Kota Bandung sering menuai keluhan warga karena menyebabkan kemacetan parah, kerusakan jalan, dan minim rambu keselamatan. Bekas galian sering tidak dirapikan kembali, memicu kecelakaan, serta adanya indikasi pencurian kabel utilitas yang merusak infrastruktur.

Infrastruktur publik semakin berpotensi menimbulkan petaka yang sewaktu-waktu bisa mengancam jiwa dan mengganggu kesehatan. Kasus orang yang terjerat kabel utilitas, terperosok parit trotoar, papan reklame roboh, jembatan penyeberangan yang rapuh dan tidak ergonomik, tempat parkir yang penuh polusi, dan masih banyak lagi ancaman di tempat publik, menimbulkan gugatan masyarakat terhadap kinerja dan fungsi instansi kekerjaan umum dan penataan ruang kota.

Kompleksitas masalah diatas telah menjadi vicious circle alias lingkaran setan yang sulit diatasi.  Semua pihak terkait memiliki alibi dan saling menyalahkan. Kondisinya semakin rumit dan terus berputar dalam lingkaran setan karena peraturan hanya menjadi pajangan saja.

Lingkaran setan tata ruang menyebabkan petaka terus mengintip utilitas yang merupakan fasilitas untuk kepentingan umum seperti listrik, telekomunikasi, informasi, air, migas dan bahan bakar lain, sanitasi dan sebagainya. Utilitas didukung oleh bangunan dan jaringan utilitas agar bisa berfungsi secara baik dan optimal. Sebagai bagian dari kegiatan pembangunan, berbagai jenis bangunan dan jaringan utilitas banyak dibuat oleh pemerintah maupun swasta, baik di atas permukaan tanah maupun di bawah permukaan tanah.

Seringkali pembangunan bangunan dan jaringan utilitas yang berada di lahan yang menjadi bagian dari ruang publik, misalnya jalan raya maupun trotoar sering mengabaikan faktor keselamatan. Apalagi dalam proses pengerjaan maupun pemeliharaan sering kali asal-asalan. Cuaca ekstrim semakin memperburuk keadaan. Baik di musim hujan maupun kemarau infrastruktur publik terus dibayang-bayangi oleh bahaya yang selalu mengintip. Musim hujan dan cuaca ekstrim, bahkan saat kekeringan selalu berimplikasi serius terhadap infrastruktur publik. Infrastruktur publik seperti gedung perkantoran, hotel, pusat perbelanjaan, bangunan bawah tanah dan lain-lain bisa terkena petaka akibat tidak adanya pengawasan dan tindakan yang berarti dari dinas tata kota.

Baca Juga: Berkat Teknologi Retort Industri Makanan Kian Berkembang

Proyek Padat Karya Tidak Boleh Asal-asalan

Pada saat ini masyarakat membutuhkan proyek padat karya di segala bidang, khususnya infrastruktur. Padat karya mesti dilaksanakan secara akuntabel dan tidak asal-asalan. Padat karya kementerian, antara lain Kementerian Pekerjaan Umum (PU) dan Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) perlu ditambah untuk mengatasi pengangguran dan menciptakan lapangan kerja.

Anggaran perlu dialihkan untuk program padat karya. Salah satunya, melalui program padat karya tunai atau cash for work yang dipercayakan kepada Kementerian PU dan PKP. Tahun lalu melalui Kementerian PUPR, pemerintah menggelontorkan alokasi anggaran PKT sebesar 11,3 triliun rupiah, dengan target penyerapan tenaga kerja di 34 provinsi.

Kegiatan padat karya melibatkan masyarakat sebagai pelaku pembangunan sekaligus pemelihara infrastruktur terbangun. Tujuannya, tidak hanya meningkatkan partisipasi dan kepedulian masyarakat terhadap sarana prasarana terbangun, tetapi juga membantu masyarakat dari kesulitan ekonomi.
Salah satu sasaran padat karya yang cukup signifikan adalah sektor pengairan dan aspek mekanisasinya.  Melalui Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3TGAI) yang biasa dilaksanakan oleh Balai-balai Direktorat Jenderal Sumber Daya Air (SDA) Kementerian PU bersama masyarakat.

Apalagi pada saat ini kualitas infrastruktur irigasi masih banyak yang buruk. Perlu perbaikan saluran irigasi tersier, dari saluran alam (tanah) menjadi saluran dengan pasangan batu atau lining yang dikerjakan dengan cara padat karya. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 09 Okt 2026, 20:18

Generasi Berempati Ekologis

Refleksi guru dalam isu darurat dampah di Bandung Raya.

Generasi berempati ekologis. (Sumber: GeminiAI)
Ayo Netizen 09 Okt 2026, 19:45

Pesantren dan Pluralitas Indonesia

Bagaimana kita melihat pesantren kini dalam pluralitas? Masyarakat tidak cukup hanya diajarkan untuk "toleran". Mereka perlu memahami mengapa perbedaan harus dihormati dan hidup bersama secara adil.

Ilustrasi santri yang sedang belajar di pesantren. (Sumber: Pexels/Mufid Majnun)
Ayo Netizen 09 Okt 2026, 18:38

Hidangan-Hidangan Nostalgia: Tanggung Jawab Bersama Melestarikan Warisan Kuliner Nusantara

Mari kita melangkahkan kaki lebih dalam untuk menjelajahi keunikan serta kekayaan rasa hidangan utama tradisional yang tersebar dari Sabang sampai Merauke.

Populer di Bandung sejak 1930, Colenak Tapai Pisang menyajikan perpaduan tapai singkong dan pisang tanduk panggang dengan saus gula merah kelapa, nikmat disantap hangat bersama teh panas. (Sumber: Dokumentasi Primarasa)
Ayo Netizen 09 Okt 2026, 18:04

Curug Putri Palutungan Terjun dari Atas Lava Gunung Gegerhalang

Gunung Gegerhalang itu ibu dari Gunung Cereme. Bila direkonstruksi, tinggi Gunung Gegerhalang itu diperkirakan mencapai 4.000 m dpl.

Dinding lembah di sisi timur Curug Putri, berupa susunan batutemplek, lava yang membeku dari aliran Gunung Gegerhalang peruode ke-2. (Foto: T Bachtia)
Ayo Netizen 09 Okt 2026, 17:35

UU Pelindungan Ketenagakerjaan: Mampukah Membuka Jalan bagi Gen Z?

Jika aturan memberikan perlindungan yang jelas sekaligus menciptakan kepastian hukum, perusahaan memiliki dasar yang lebih baik untuk menyusun rencana usaha dan perekrutan.

Harapan UU Pelindungan Ketenagakerjaan dan Nasib Gen Z. (Sumber: dok FSP LEM SPSI | Foto: Arif Minardi)
Ayo Netizen 09 Okt 2026, 16:45

Menyelisik Peristiwa ’65 dari Kacamata Seorang Anak 7 Tahun: Membaca Candik ala 1965

Candik Ala 1965 membuka cara membaca peristiwa 1965 melalui pengalaman seorang anak yang belum memahami sepenuhnya konflik politik di sekitarnya.

Buku "andik Ala 1965" karya Tinuk R. Yampolsky. (Foto: Nur Febri Putranto)
Ayo Netizen 09 Okt 2026, 15:32

Bandung dan Cirebon: Dua wilayah di Jawa Barat yang Memiliki Suhu Udara Berkebalikan

Bandung dan Cirebon merupakan dua kota yang berada dalam satu wilayah Jawa Barat tapi memiliki kondisi cuaca yang jauh berbeda

Dua kota yang masuk ke wilayah Jawa barat tapi memiliki cuaca yang berbeda. (Sumber: Generated AI)
Ayo Netizen 09 Okt 2026, 10:16

Kala Bandung Tua Perlu Belajar dari Bandung Muda

Bandung Tua perlu belajar dari Bandung muda. Bukan berarti setiap gagasan anak muda pasti benar. Juga bukan berarti generasi yang lebih tua harus menyerahkan kemudi begitu saja. 

Aktivitas lari yang jadi tren di Bandung kiwari. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 09 Okt 2026, 08:04

Jejak Rasa di Tanah Seberang: Sejarah, Adaptasi, dan Evolusi Kuliner Jawa di Suriname

Migrasi besar-besaran tenaga kerja dari Jawa ke Suriname terjadi pada akhir abad ke-19 hingga awal abad ke-20.

Sebuah foto yang memperlihatkan seorang perempuan Jawa di Suriname sedang menyiapkan hidangan ala Jawa untuk sebuah perjamuan. (Sumber: collectie.wereldmuseum.nl)
Ayo Netizen 09 Okt 2026, 07:43

Masa Depan Bandung Command Center: Dari Monitor ke Otak Kota

BCC masa depan idealnya mempunyai tiga lapisan. Pertama, IoT menjadi mata dan telinga kota. Kedua, AI menjadi mesin analisisnya. Ketiga, manusia tetap menjadi pengambil keputusan.

Ruang utama Bandung Command Center (BCC). (Sumber: sumber: Bandung.go.id)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 19:14

Ketika Keamanan Pangan Kota Bandung Diuji Kasus 88 Seoul

Momentum untuk melihat kembali bagaimana keamanan pangan dan perlindungan konsumen diterapkan dalam industri kuliner Kota Bandung yang terus berkembang.

Ilustrasi Walikota Bandung sedang sidak keamanan pangan. (Sumber: ilustrasi dikreasi dengan chatgpt | Foto: Sri Maryati)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 18:13

Bagaimana Menjadikan Kota Bandung sebagai Sentra Batik Utama di Jawa Barat

Bandung berpotensi menjadi sentra batik utama Jawa Barat. Melalui inovasi motif modern, penguatan pengrajin lokal dan dukungan festival budaya, batik Bandung siap mendominia pasar lokal dan global.

Damakara Store di Cihapit. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Rizma Riyandi)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 17:43

Khazanah Masakan Bogor Tempo Doeloe: Warisan Gastronomi Leluhur yang Kian Langka

Kuliner Bogor tempo doeloe adalah bagian tak terpisahkan dari identitas budaya Sunda dan kekayaan gastronomi Nusantara.

Cungkring merupakan sajian khas Bogor berupa sate kulit sapi yang dibalut gurihnya bumbu rempah dan kacang. (Sumber: Youtube | Foto: Dyodoran)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 16:17

Mang Jaya, Maestro Dongeng Sunda yang Melintasi Zaman

Lebih dari setengah abad Mang Jaya menjaga dongeng dan bahasa Sunda tetap hidup melalui kekuatan suara dan imajinasi.

Sosok Mang Jaya, maestro dongeng Sunda yang telah puluhan tahun menghidupkan tradisi mendongeng dan memperkenalkan kekayaan cerita Sunda kepada lintas generasi. (Sumber: Istimewa)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 15:46

Memaknai Kembali Bandung Heritage

Ada sudut-sudut kota Bandung yang menyimpan cerita sejarah tapi tergerus oleh waktu. Bandung bukan hanya kota arsitektur, tapi juga tempat bahasa Sunda dicetak, dibaca dan disebarluaskan.

Gedung peninggalan Era Kolonial di Kota Bandung. (Sumber: Pexels | Foto: Andaru Firmansyah)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 13:10

Bandung Tak Bisa Hanya Diurus lewat 'PowerPoint'

Bandung tidak perlu menciptakan sejarah baru. Sejarahnya sudah ada. Yang dibutuhkan adalah menghubungkan titik-titik sejarah yang selama ini berdiri sendiri.

Salah satu sudut kawasan heritage Braga. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Arif Ruhiyat)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 12:18

Masakan-Masakan Tionghoa Populer dalam Buku 'Masakan Aneka Warna' (1969)

Buku berjudul Masakan Aneka Warna disusun oleh Ny. W.J. Corputty dan Nn. Ong Kim Nio (yang juga ditulis sebagai Ibu Satrio Samuel).

Buku berjudul "Masakan Aneka Warna" disusun oleh Ny. W.J. Corputty dan Nn. Ong Kim Nio dan diterbitkan pertama kali oleh PN Balai Pustaka tahun 1969. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Badiatul Muchlisin Asti)
Wisata & Kuliner 08 Okt 2026, 11:18

Perkedel Bondon, Pengisi Perut Masinis Hingga Tempat Mangkal Para Perempuan Malam di Bandung

Perkedel Bondon lahir dari kebutuhan akan panganan para pekerja kereta api di Kota Bandung yang hanya melayani pelanggannya pada malam hari.

warung perkede Bondon di Jalan Stasiun Timur Kota Bandung (ist)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 10:34

Menolong Tak Cukup dengan Peduli: Ketika Mental Tak Baik-Baik Saja

Tidak semua orang yang sedang berjuang dengan masalah mental berkata, “Saya butuh pertolongan.” Kadang, yang dibutuhkan hanyalah seseorang yang peka kalau saya sedang tidak baik-baik saja.

Pembukaan Program Psikoedukasi Kesehatan Mental Remaja Pusjar SKTAN Tahun 2026. (Sumber: Humas Pusjar SKTAN | Foto: Humas Pusjar SKTAN)
Sejarah 08 Okt 2026, 09:24

Pertumbuhan Penduduk dan Hilangnya Penampung Air di Bandung

Banyak daerah di Bandung yang menggunakan nama Situ. Istilah ini merujuk pada keberadaan sebuah danau di tempat tersebut. Seperti Situ Aksan, Situ Sudimampir dan Situ Gunting

Situ aksan pada zama dahulu.(foto Istimewa)