Berkat Teknologi Retort Industri Makanan Kian Berkembang

5 menit baca
Sri Maryati
Ditulis oleh Sri Maryati diterbitkan
Ilustrasi menu makanan hasil teknologi retort. (Sumber: Istimewa)
Ilustrasi menu makanan hasil teknologi retort. (Sumber: Istimewa)

Transformasi teknologi pengemasan bahan pangan atau makanan di Kota Bandung cukup menggembirakan. Karena Bandung memiliki ekosistem riset yang baik yang membantu terwujudnya standarisasi teknologi retort.

Pada bulan Ramadan saat ini masyarakat mulai sibuk belanja bahan pangan dan membuat hidangan untuk berbuka puasa dan sahur. Perlu bahan pangan dan proses pengolahan yang praktis ketika dimasak serta memiliki cita rasa yang membangkitkan selera.

 Pentingya persediaan berbuka dan sahur yang praktis dan efisien. Perlu teknologi retort yang memungkinkan memproduksi dalam jumlah besar jauh-jauh hari. Antara lain bumbu siap saji atau bumbu dasar (merah, kuning, putih) atau bumbu kacang yang telah diproses dengan cara retort.

Pada prinsipnya teknologi retort adalah metode sterilisasi komersial untuk produk pangan yang sudah dikemas dalam wadah kedap udara (seperti kaleng atau kantong khusus) yang menggunakan kombinasi suhu dan tekanan tinggi.

Perkembangan teknologi retort di Kota Bandung saat ini sangat pesat, karena didorong oleh potensi Bandung sebagai pusat inovasi kuliner dan banyaknya Lembaga pendidikan serta riset pangan.

Pelaku UMKM di Bandung mulai beralih dari kemasan plastik biasa ke teknologi retort untuk memperluas pasar. Seperti produk ikonik seperti Bakso Aci Instan kini banyak yang menggunakan proses retort agar bumbu dan isian proteinnya (seperti cuanki atau daging) tetap segar tanpa pengawet di suhu ruang.

Begitu pula dengan produk lauk pauk matang seperti gulai kikil dan menu masakan Sunda lainnya mulai dikemas dalam retort pouch agar bisa dikirim sebagai buah tangan ke seluruh Indonesia tanpa resiko basi.

Perguruan tinggi seperti Universitas Padjadjaran (Unpad) dan Universitas Pasundan (Unpas) telah melakukan pelatihan dan riset mengenai waktu sterilisasi yang tepat agar nutrisi dan rasa pangan tradisional tetap terjaga.

Di Bandung dan sekitarnya, kini semakin mudah menemukan penyedia alat  atau mesin retort. Seperti perusahaan manufaktur PT Valutekindo Global Intertek di Soekarno-Hatta yang juga menyediakan alat uji laboratorium dan mesin industri untuk sterilisasi.

Jasa pelayanan retort lainnya seperti Toko Sejati dan layanan CV Jasa Kemasan Bandung menjadi rujukan bagi UMKM untuk mendapatkan kemasan standing pouch khusus retort yang berkualitas.

Tujuan utamanya metode retort adalah membunuh mikroorganisme pembusuk dan bakteri patogen seperti Clostridium botulinum agar makanan aman dikonsumsi dan memiliki masa simpan yang sangat lama di suhu ruang tanpa memerlukan bahan pengawet kimiawi.

Ilustrasi mesin retort (Sumber: news.kokikit.com)
Ilustrasi mesin retort (Sumber: news.kokikit.com)

Proses ini umumnya menggunakan mesin yang disebut retort atau autoklaf.

Prosesnya  meliputi :

-          Pengemasan : Makanan dimasukkan ke dalam wadah tahan panas (seperti retort pouch, kaleng, atau botol kaca) dan disegel rapat (hermetis).

-          Pemanasan:  Wadah tersebut dipanaskan di dalam mesin retort pada suhu sekitar 116°C hingga 132°C.

-          Tekanan Tinggi : Selama pemanasan, diberikan tekanan tinggi untuk menjaga integritas kemasan agar tidak pecah/meledak saat suhu di dalam wadah meningkat.

-          Pendinginan :  Setelah waktu sterilisasi tercapai (biasanya 15–90 menit), produk didinginkan dengan cepat untuk menghentikan proses pemasakan berlebih dan menjaga kualitas tekstur serta nutrisi.

 Penerapan teknologi proses dan pengemasan merupakan kunci masa depan untuk distribusi pangan yang lebih tahan lama dan higienis serta mampu mempertahankan cita rasa.

Keniscayaan, produsen masakan butuh peralatan retort untuk mengembangkan usahanya. Kendala investasi teknologi bisa diatasi dengan cara kerjasama dengan pabrikan retort dan pengemasan.

Keniscayaan industri pengemasan terus tumbuh dan tersebar hingga ke pelosok desa. Bahkan produk olahan bumbu dapur hingga aneka sambal kini sudah dikemas secara baik. Menurut data Indonesia Packaging Federation, kinerja industri kemasan di tanah air rata-rata tumbuh pada kisaran 6 persen per tahun. Nilai realisasi per tahun mencapai Rp 98,8 triliun. Ditinjau dari materialnya, kemasan yang beredar sebesar 44 persen dalam bentuk kemasan flexible, 14 persen kemasan rigid plastic, dan 28 persen kemasan paperboard.

Industri pengemasan akan terus tumbuh karena mobilitas produk semakin tinggi. Konsultan global  AT Kearney  dari hasil risetnya di Asia menyatakan bahwa terdapat beberapa pergeseran paradigma yang terjadi secara makro ekonomi dan mempengaruhi tren industri pengemasan. Misalnya, pertumbuhan penjualan retail online di Asia yang mencapai rata-rata 19 persen  per tahun menggeser tren kemasan yang awalnya lebih mementingkan penampilan, menjadi lebih mementingkan kekuatan dan daya tahan kemasan.

Teknologi retort juga sangat berguna untuk membantu korban bencana alam. Bencana alam yang terjadi silih berganti di Indonesia membutuhkan solusi yang lebih efektif untuk melayani konsumsi makanan bagi para pengungsi.

Para korban dan petugas penyelamat mesti mendapat pasokan makanan yang cukup dengan menu yang enak dan tidak membosankan.

Jenis menu makanan yang umumnya didistribusikan ke daerah terdampak bencana kebanyakan adalah mie instan, biskuit, fresh food dan makanan kaleng. Keniscayaan penanganan kebutuhan logistik, utamanya makanan membutuhkan inovasi baru. Beberapa contoh makanan berbasis olahan ternak yang telah dikembangkan dengan kemasan retort oleh BRIN dan Fakultas Peternakan UGM adalah rendang daging sapi, sate ambal, sate klathak, sosis kambing asap dan ayam kalasan.

Selain Lembaga penelitian di atas, kalangan industri juga telah menerapkan teknologi pengemasan retort yang menggunakan mesin sterilisasi makanan retort sterilizer yang memakai standar dan pedoman sterilisasi komersial, yang bisa mengawetkan makanan hingga 6-12 bulan dalam suhu ruang. Proses sterilisasi dengan mesin mini menghasilkan suhu dan tekanan dalam retort mencapai 121 C, sehingga dapat memastikan semua mikroorganisme dalam produk makanan mati.

Baca Juga: Dari Bolendrang, Kolek, hingga Bala-bala: 7 Makanan 'Wajib' Ramadan di Tanah Pasundan

Kondisi geografis bangsa Indonesia yang sangat berpotensi dilanda bencana alam perlu fasilitas yang mampu memproduksi emergency food dengan kapasitas yang memadai. Pada era inovasi teknologi pangan saat ini yang telah maju ada berbagai jenis emergency food dalam bentuk ransum yang siap makan dengan kandungan gizi yang baik dan rasanya enak.

Penyediaan makanan darurat yang bersifat ready to eat sangat dibutuhkan pada kondisi tidak dapat hidup normal. Produk tersebut hendaknya tidak sekedar menjadi pengganjal perut, tetapi juga memiliki kemampuan untuk menjadi pengganti fungsi sarapan dan makanan lengkap yang mampu memberi energi dalam jumlah yang cukup.

Bahan baku retort pouch biasanya dibuat dari tiga bahan utama, yaitu polyester, alumunium foil, dan poliolefin atau polipropilen. Akan tetapi, kebanyakan retort pouch komersial dibuat dengan menggunakan empat lapisan utama, yaitu poliester yang terletak di bagian luar, selanjutnya ada lapisan nilon, lapisan aluminium foil, dan lapisan polipropilen yang terletak di bagian dalam yang kontak dengan produk pangan. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Sri Maryati
Tentang Sri Maryati
Pemerhati sosial, penikmat destinasi wisata

Berita Terkait

News Update

Wisata & Kuliner 26 Agu 2026, 12:42

Jelajah Goa Sunyaragi, Labirin Batu Karang di Jantung Kota Cirebon

Jelajahi Goa Sunyaragi Cirebon, kompleks bersejarah dengan lorong batu karang, arsitektur unik, tiket masuk, dan tips berkunjung.

Wisata Goa Sunyaragi Cirebon. (Sumber: Instagram @goasunyaragi)
Ayo Netizen 26 Agu 2026, 12:23

Peringkat Nabi Muhammad saw. Dalam Kasus Tabloid Monitor Tahun 1990

Kisah tahun 1990 ini, berawal dari survei 50 tokoh yang dikagumi oleh pembaca tabloid Monitor dan memunculkan demonstrasi masyarakat

Klarifikasi dan permintaan Tabloid Monitor atas edisi 15 Oktober 1990 yang kontroversial. (Sumber: Istimewa)
Ayo Netizen 26 Agu 2026, 10:28

Pasar Baru Bandung dan Penyakit 'Kota Branding'

Upaya pem-branding-an memang penting. Kota perlu dikenal. Kawasan perlu memiliki daya tarik. Tetapi, branding hanyalah lapisan paling luar dari sebuah ekosistem. 

Pasar Baru Bandung. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Regia Ramadhina Revalgian/Magang)
Ayo Netizen 26 Agu 2026, 08:44

Jika Pohon-Pohon di Kalimantan Bisa Bernyanyi dan Hewan di Dalamnya Bisa Bicara

Manusia seringkali lupa bahwa di bumi ini mereka hidup tidak sendirian melainkan berdampingan dengan mahluk hidup lainnya yang juga harus dijaga kelestariannya.

Orang utan di hutan Kalimantan. (Sumber: Pexels | Foto: Tim Morgan)
Ayo Netizen 26 Agu 2026, 07:38

Nama, Doa, dan Ikhtiar

Yang membuat nama menjadi bermakna bukan hanya rangkaian hurufnya. Ada harapan orang tua, perjalanan hidup yang mengiringinya, dan tanggung jawab pemilik nama untuk menjadikan doa sebagai kehidupan.

Ilustrasi nama orang sunda yang sudah hampir punah. (Sumber: Pixabay by Pexels)
Ayo Netizen 25 Agu 2026, 18:01

Mengurangi Emisi Karbon Semen Lewat Campuran Bubuk Basalt

Produksi semen konvensional menyumbang emisi karbon dunia secara signifikan. Penggunaan bubuk basalt dapat menggantikan sebagian porsi semen konvensional tanpa merusak karakteristiknya.

Ilustrasi utama, semen konvensional (semen OPC) (Foto: Tunas Niaga Konstruksindo)
Ayo Netizen 25 Agu 2026, 16:57

Harga Daging Ayam Melambung Tinggi, Simalakama Makanan Bergizi

Masalah klasik peternakan rakyat terkait dengan pakan dan pengadaan bibit ayam perlu segera dibenahi.

Ilustrasi pedagang daging ayam di pasar tradisional (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 25 Agu 2026, 13:45

Uswah: Ketika Orang Tua Ingin Melahirkan Keturunan yang Saleh

Jika ingin anak menjadi saleh, jangan hanya sibuk menasihatinya. Jadilah teladan yang baik. Sebab anak mungkin lupa kata-kata kita, tetapi ia akan mengingat siapa kita di hadapannya.

Ringkasan tulisan. (Sumber: chtgpt | Foto: chtgpt)
Mayantara 25 Agu 2026, 10:04

Ketika Visual Menjadi Mata Uang di Ruang Digital

Di media sosial, perhatian telah berubah menjadi semacam mata uang baru.

Pengguna media sosial. (Sumber: Pexels | Foto: Ivan S)
Ayo Netizen 25 Agu 2026, 08:57

Cerita Pedagang Asongan di Bus MGI Bandung-Sukabumi

Banyak cerita kehidupan rakyat yang terdengar dari percakapan sederhana di transportasi umum. Untuk mengerti orang lain kadang kita perlu melihatnya sendiri.

Setiap orang yang kita temui pasti memiliki cerita dan tantangan hidupnya sendiri. Begitu juga dengan mereka yang berjuang menawarkan dagangannya di dalam bus (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)
Ayo Netizen 24 Agu 2026, 20:00

Kaukus Indonesia dalam Potret Merdeka

Bagaimanakah kita melihat potret Indonesia merdeka kini? Pertanyaan yang muncul, karena proses historis panjang seakan dilupakan. Barangkali, kaukus Indonesia telah kehilangan sosok tokoh.

Panjat pinang, salah satu lomba yang sering digelar saat Hari Kemerdekaan Indonesia setiap 17 Agustus. (Sumber: Pexels | Foto: a Ayyeee Ayyeee)
Ayo Netizen 24 Agu 2026, 18:13

Nasib Kuyang dalam Kebakaran Hutan Kalimantan

Ketika hutan kalimantan terbakar mungkin kuyang bisa protes kepada manusia dengan menyebar teror tapi bagaimana dengan pohon, hewan atau penghuni hutan lainnya?

Ilustrasi orang utan di tengah kebakaran hutan. (Sumber: Gemini AI)
Ayo Netizen 24 Agu 2026, 17:07

Jejak Rasa dari Negeri Tirai Bambu: Menelusuri Warisan Kuliner Tionghoa yang Mengakar di Bandung

Kedatangan bangsa Tionghoa membawa teknik pengolahan pangan yang secara organik berfusi dengan bahan lokal, menciptakan identitas kuliner baru yang diterima secara luas.

Cakwe Lie Tjay Tat di Gor Pajajaran, Jl. Pajajaran No.37, Pasir Kaliki, Kec. Cicendo, Kota Bandung. (Sumber: Google Review | Foto: Buyung)
Ayo Netizen 24 Agu 2026, 16:19

Pengalaman Berburu Buku Tua di Toko Buku Tua di Kota Bandung

Seratus persen buku-buku kuliahku aku beli di Pasar Buku Palasari. Aku sering sempatkan untuk berburu membeli buku-buku tua dan buku-buku baru, bahkan termasuk ke pasar-pasar loak di Kota Bandung.

Toko Buku di bagian depan Pasar Buku Palasari. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Ridwan K)
Ayo Netizen 24 Agu 2026, 15:50

Dari Josepha Alexandra Kita Belajar untuk Berani dan Kritis Terhadap Kesewenang-wenangan

LCC 4 Pilar MPR RI yang seharusnya memperkenalkan nilai-nilai kebangsaan, nilai-nilai pancasila, dan nilai-nilai demokrasi kepada generasi muda, bukan malah mempertontonkan arogansi orang dewasa.

Potret Josepha Alexandra saat mengikuti Lomba Cerdas Cermat (LCC) 4 Pilar MPR RI tingkat Kalimantan Barat. (Sumber: YouTube | Foto: @MPRRIOfficial)
Ayo Netizen 24 Agu 2026, 15:28

Mitigasi Kebakaran: Kota Bandung Butuh Drone dan Bambi Bucket 

Diperlukan drone dengan kemampuan Based Fire Monitoring and Suppression System yang dilengkapi kemampuan deteksi yang menggunakan AI driven hotspot.

Mitigasi kebakaran hebat di kota Bandung dengan teknologi drone dan bambi bucket (Sumber: digambar dengan bantuan AI | Foto: Totok Siswantara)
Ayo Netizen 24 Agu 2026, 11:39

Mamah Bule dan Kang Ian, Kisah Menarik Nenek dan Cucu yang Mewarnai Media Sosial

Akun media sosial Bridgia Adhella kini telah memiliki sekitar 71 ribu pengikut, dengan ratusan unggahan yang memperlihatkan berbagai sisi kehidupan Mamah Bule dan Kang Ian.

Nenek Bule, Adellina Ganda Prawira, bersama cucu tercinta, Kang Iyan. (Sumber: Kang Iyan)
Ayo Netizen 24 Agu 2026, 09:14

Urgensi Program Bandung Peduli Lansia

Perlu dicari jalan tengah terkait dengan pro kontra perawatan lansia dengan cara ageing in place versus perawatan institusi

Ilustrasi program peduli lansia di Kota Bandung (Sumber: kreasi dengan Gemini | Foto: Sri Maryati)
Ayo Netizen 24 Agu 2026, 08:58

Kala Ponsel para ASN Jadi Arena Judi

Perang melawan judi online tidak cukup dilakukan dengan slogan moral. Ia membutuhkan kombinasi antara teknologi, penegakan hukum, literasi digital.

ASN sedang mengikuti apel. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 22 Agu 2026, 20:16

Menjelajahi Autentisitas Kuliner Sunda: Telaah 50 Hidangan Khas Jawa Barat

Eksplorasi terhadap 50 masakan khas Jawa Barat ini membuktikan bahwa kuliner Sunda adalah aset budaya tak ternilai.

Buku berjudul 50 Masakan Khas Jawa Barat karya Ajen Dianawati (2025). (Sumber: Dokumentasi penulis | Foto: Badiatul Muchlisin Asti)