Dari Godin hingga Nyemen, 5 Istilah Lokal untuk Batal Puasa

Aris Abdulsalam
Ditulis oleh Aris Abdulsalam diterbitkan Jumat 20 Feb 2026, 18:55 WIB
Ilustrasi makan masakan khas Indonesia. (Sumber: Unsplash | Foto: Masjid Pogung Raya)

Ilustrasi makan masakan khas Indonesia. (Sumber: Unsplash | Foto: Masjid Pogung Raya)

Bahasa selalu mencerminkan kebiasaan sosial masyarakat. Dalam praktik puasa Ramadan, muncul berbagai istilah tidak resmi yang digunakan untuk menyebut tindakan membatalkan puasa sebelum waktunya, baik secara diam-diam maupun sengaja.

Menariknya, kata-kata tersebut berasal dari daerah dan latar bahasa yang berbeda.

Berikut lima istilah yang cukup dikenal beserta asal-usulnya.

Godin

Istilah yang dikenal di kalangan penutur Sunda ini merujuk pada makan atau minum secara sembunyi-sembunyi saat puasa. Fokusnya bukan sekadar batal, tetapi pada tindakan menyelinap dan menghindari perhatian orang lain.

Nada kata ini sering terdengar ringan, bahkan kadang bercanda. Dalam percakapan santai, godin bisa diucapkan dengan nada menggoda atau menggoda balik, seolah menjadi bagian dari humor sosial yang akrab di bulan Ramadan.

Mokel

Di antara semua istilah, mokel mungkin yang paling dikenal luas. Kata ini berasal dari bahasa Jawa (terutama Jawa Timur) dan secara umum berarti membatalkan atau menghentikan sesuatu sebelum selesai. Dalam konteks Ramadan, maknanya mengerucut: membatalkan puasa sebelum waktunya, biasanya dengan makan atau minum.

Awalnya, penggunaan kata ini kuat di wilayah Jawa Timur dan Jawa Tengah, terutama dalam percakapan sehari-hari. Namun seiring waktu, mokel menyeberang batas daerah. Media sosial, pergaulan antardaerah, dan budaya populer membuatnya semakin umum digunakan bahkan oleh orang yang tidak memiliki latar bahasa Jawa.

Kini, mokel sering berfungsi sebagai istilah “payung” atau sebutan umum untuk segala bentuk batal puasa sebelum magrib, baik diam-diam maupun terang-terangan.

Pasar Cihapit. (Foto: Ayobandung.com/Kavin Faza)
Pasar Cihapit. (Foto: Ayobandung.com/Kavin Faza)

Mokah

Masih berakar dari tradisi bahasa Jawa Tengah, mokah punya nuansa yang sedikit berbeda. Kalau mokel sering diasosiasikan dengan tindakan diam-diam, mokah menekankan unsur kesengajaan.

Maknanya sederhana: membatalkan puasa dengan sadar. Tidak harus sembunyi-sembunyi. Yang penting, ada keputusan untuk berhenti berpuasa. Karena itu, kata ini terasa lebih lugas dan langsung, tanpa unsur humor yang kuat.

Dalam beberapa wilayah pesisir Jawa Tengah, istilah ini dikenal sebagai variasi lokal yang masih satu rumpun dengan mokel, tetapi dengan tekanan makna yang berbeda.

Budim

Berbeda dari yang lain, budim tidak berasal dari bahasa daerah tertentu. Kata ini lahir dari kebiasaan bahasa gaul yang gemar memendekkan frasa. Budim merupakan kependekan dari “buka diam-diam”.

Maknanya cukup jelas: berbuka sebelum waktunya tanpa diketahui orang lain. Kesederhanaan bentuknya membuat kata ini mudah menyebar. Ia tidak terikat wilayah, tidak terikat dialek, karena cukup dengan pola bahasa populer yang cepat, ringkas, dan mudah diingat.

Budim menunjukkan bahwa bahasa Ramadan tidak hanya tumbuh dari tradisi lama, tetapi juga dari kreativitas generasi sekarang.

Nyemen

Di kalangan anak muda Pulau Jawa, ada istilah lain yang terdengar lebih santai: nyemen. Kata ini merujuk pada tindakan menyicip atau makan sedikit saat puasa—biasanya dengan pembenaran ringan, seperti “cuma coba” atau “sedikit saja”.

Nuansa kata ini hampir selalu bercampur humor. Ia tidak terdengar seberat mokah atau setegas mokel. Justru di situlah daya tariknya: bahasa menjadi ruang negosiasi, tempat manusia berdamai dengan godaan melalui kata-kata yang terasa lebih ringan.

Baca Juga: Mapag Puasa

Kelima istilah itu menunjukkan satu hal yang sama: bahasa mengikuti kehidupan. Ketika suatu pengalaman cukup sering terjadi, masyarakat akan menamainya dengan kadang serius, kadang jenaka, kadang sangat spesifik.

Ada kata yang menekankan niat, ada yang menekankan cara, ada yang menekankan kadar tindakan. Bahkan ada yang lahir dari kebiasaan bercanda.

Semua itu memperlihatkan bahwa bahasa bukan sekadar alat komunikasi. Ia adalah cermin kebiasaan, emosi, dan cara masyarakat memahami perilaku sehari-hari. Dalam hal puasa, bahasa bahkan menjadi ruang kecil tempat disiplin, godaan, humor, dan budaya bertemu. (*)

Berita Terkait

Ayo Netizen 18 Feb 2026, 17:07

Mapag Puasa

Mapag Puasa

News Update

Ayo Netizen 05 Mar 2026, 19:20

10 Netizen Terpilih Februari 2026: Bandung Raya dan Bulan Puasa

Berikut adalah nama-nama penulis yang meraih apresiasi dengan total hadiah senilai Rp1,5 juta.

Pameran Al-Qur’an Mushaf Sundawi berhias motif khas budaya Jawa Barat di Pusdai, Kota Bandung, Jumat 20 Februari 2026. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Sejarah 05 Mar 2026, 14:47

Sejarah Bandung Dijuluki Twente van Indonesië, Kota Kembang Diproyeksikan jadi Pusat Industri

Catatan koran 1949 menggambarkan Bandung dipenuhi pabrik tekstil yang membuatnya dibandingkan dengan Twente di Belanda.

Nederlandsch-Indische Metaalwaren en Emballage Fabrieken (NIMEF) di Bandung tahun 1950-an (Sumber: Wikimedia)
Mayantara 05 Mar 2026, 14:05

Kemarahan Digital Perang Iran dan Keuntungannya bagi Platform Media Sosial

Beberapa hari terakhir ini, linimasa media sosial dan juga WhatsApp Group di Indonesia dipenuhi umpatan dan kutukan.

Imbauan pemberhentian perang. (Sumber: Pexels | Foto: Nothing Ahead)
Ayo Netizen 05 Mar 2026, 12:06

Suara Tionghoa Menyigi Ruang Dialog, Sosial, Ekonomi, dan Budaya

Ruang perjumpaan dari berbagai umat beragama menjadi taman bertumbuh, tempat pengalaman yang dibagikan tanpa takut, juga tempat identitas dirayakan tanpa curiga.

Suara Tionghoa di Majalengka. (Dok. Penulis)
Beranda 05 Mar 2026, 11:53

Night Walk di Bulan Ramadan, Kaki Besi Perkuat Tren Komunitas Jalan Kaki di Bandung

Meski digelar pada bulan Ramadan, antusiasme peserta tidak surut. Dengan dress code serba hitam yang telah ditentukan panitia, para peserta memadati trotoar dengan tambahan aksesori khas.

Salah satu event komunitas Kaki Besi. (Sumber: Komunitas Kaki Besi)
Seni Budaya 05 Mar 2026, 10:03

Sejarah Tari Saman, Jejak Warisan Syeikh di Dataran Tinggi Gayo

Jejak nama Saman dikaitkan dengan ulama abad ke-14 dan pengaruh Islam di Aceh, membentuk tarian komunal yang sarat syair moral.

Pagelaran Tari Saman terbesar di dunia dengan 12.262 penari. Acara kolosal ini diadakan pada 13 Agustus 2017 di Stadion Seribu Bukit, Blangkejeren, Kabupaten Gayo Lues, Aceh. (Sumber: Wikimedia)
Ayo Netizen 05 Mar 2026, 09:25

Renungan Ramadan dan Jadwal Puasa Bandung 1969 dalam Koran Lawas

Membuka kembali lembaran surat kabar lama sering menghadirkan pengalaman yang unik.

Surat kabar Berdikari terbitan Bandung, 28 November 1969, bertepatan dengan 18 Ramadan 1389 Hijriah (57 tahun silam). (Sumber: Dokumentasi Penulis)
Beranda 05 Mar 2026, 06:55

Berawal dari Konten Viral, Kaki Besi Menjadi Komunitas Jalan Kaki Terbesar di Bandung

Berawal dari konten viral di media sosial, Komunitas Kaki Besi berkembang menjadi komunitas jalan kaki terbesar di Bandung. Didirikan oleh Insan Buana, Kaki Besi kini memiliki puluhan ribu pengikut.

Salah satu event Komunitas Kaki Besi. Dalam waktu kurang dari satu tahun, komunitas ini mencatat ribuan anggota aktif. (Sumber: Komunitas Kaki Besi)
Bandung 04 Mar 2026, 21:33

Menilik Eksistensi Kue Balok Kang Didin, Kuliner Legendaris Bandung sejak 1950 yang Melawan Arus Zaman

Bertempat di Jalan Abdul Rahman Saleh, No. 52, Husen Sastranegara, Kecamatan Cicendo, Kota Bandung, Kue Balok Kang Didin disebut berbeda dari ciri khas kue balok lainnya.

Bertempat di Jalan Abdul Rahman Saleh, No. 52, Husen Sastranegara, Kecamatan Cicendo, Kota Bandung, Kue Balok Kang Didin disebut berbeda dari ciri khas kue balok lainnya. (Sumber: Ayobiz.id | Foto: Nisrina Nuraini)
Ayo Netizen 04 Mar 2026, 16:42

Kisah Ramadan dalam Lagu ‘Lebaran Sebentar Lagi’

Lagu Lebaran Sebentar Lagi merupakan salah satu lagu remake dari band Gigi yang sebelumnya dinyanyikan pertama kali oleh Bimbo. 

Salat Idulfitri. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Kavin Faza)
Beranda 04 Mar 2026, 15:22

Hampir 9 Tahun Bertahan, Begini Cara Dagelan Jabar Mengikuti Perubahan Zaman di Instagram

Berawal dari repost meme receh khas tongkrongan warganet Jawa Barat, akun ini tak memaksa diri menjadi media berita, tetapi juga tak bertahan sebagai sekadar akun humor.

Admin Dagelan Jabar Nono Sugianto. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)
Ayo Netizen 04 Mar 2026, 15:04

Cikalintu, Tempat yang Keliru Dipilih

Dalam nama Cikalintu, kata 'Kalintu' berarti keliru atau ditukar.

Toponim Cikalintu dalam Peta Topografi Lembar Bandoeng Tahun 1905 (diperbaiki dari peta tahun 1904). Dipetakan oleh Topographisch Bureau, Batavia. (Sumber: Peta koleksi KITLV Heritage)
Sejarah 04 Mar 2026, 14:46

Misteri Danau Cipanas Rancaekek, Tempat Pemandian Bupati Bandung Zaman Dulu

Warga menyebut penambangan bukit Gunung Cipanas memicu lenyapnya sumber panas yang dulu jadi tempat rekreasi elite Bandung.

Danau Cipanas Rancaekek. (Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 04 Mar 2026, 13:30

Benny Soebardja Pelopor Progresif Rock Indonesia

Musisi rock asal Bandung, Benny Soebardja, dikenal lewat band-band yang pernah ia bentuk, mulai dari The Peels, Shark Move, hingga Giant Step.

Benny Soebardja dengan vinyl "Shark Move" (1973) di Delft, Belanda. Dijuluki oleh media asing sebagai The Godfather of Indonesian Progrock Underground. (Sumber: Istimewa)
Ikon 04 Mar 2026, 13:15

Jejak Pitalka, Roti Pipih Ramadan dari Kosovo yang Bertahan Sejak Era Ottoman

anya muncul setahun sekali di Kosovo, pitalka menjadi warisan kuliner sejak masa Ottoman yang tetap hidup di meja iftar Prizren.

Pitalka, roti khas Kosovo yang jadi iftar Ramadan.
Ayo Netizen 04 Mar 2026, 11:09

Siwok Cante, Konsep Puasa dalam Masyarakat Sunda Pra-Islam

Siwok cante, merupakan salah satu hal yang harus dihindari oleh mereka yang sedang mengemban tugas negara.

Buku hasil transliterasi dan terjemahan pertama Sanghyang Siksakandang Karesian bersama dua naskah Sunda kuna lainnya oleh Tim Proyek Penelitian dan Pengkajian Kebudayaan Sunda 1987. (Sumber: Dokumentasi Penulis)
Ayo Netizen 04 Mar 2026, 09:38

Bukan Sekadar Nunggu Azan Magrib, 5 Aktivitas Ngabuburit Berfaedah

Sejatinya, ngabuburit bukan sekadar cara “mengisi waktu”, menunggu azan magrib.

Aktivitas apik ngabuburit di Masjid Raya Al Jabbar. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Bandung 03 Mar 2026, 20:40

Sentuhan Estetika di Balik The Edit, Titik Temu Kurasi Fashion Muslim Premium di Bandung

The Edit menghadirkan ruang kurasi fashion yang tidak sekadar menjual produk, namun juga mengusung karya, karakter, dan cerita dari para desainer berbakat Indonesia.

The Edit menghadirkan ruang kurasi fashion yang tidak sekadar menjual produk, namun juga mengusung karya, karakter, dan cerita dari para desainer berbakat Indonesia. (Sumber: Ayobiz.id | Foto: Eneng Reni Nuraisyah Jamil)
Ayo Biz 03 Mar 2026, 19:24

Rumah Tumbuh, Akses Menguat: Ujian Transformasi BTN di Tengah Rekor Pembiayaan

Di tengah lanskap itu, PT Bank Tabungan Negara (BTN) tampil sebagai aktor sentral.

Pekerja merampungkan proyek rumah subsidi di El Hago Residence, Mekarbakti, Kecamatan Pamulihan, Kabupaten Sumedang (3/12/2020). (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Deni Suhendar/Magang)
Seni Budaya 03 Mar 2026, 16:37

Sejarah Batik Pekalongan, Warisan Budaya dari Pantura Sejak 1802

Sejak awal 1800-an, batik di Pekalongan berkembang dari perdagangan pesisir hingga diakui UNESCO sebagai bagian jejaring kota kreatif dunia.

Kain sarung motif batik Pekalongan tahun 1980-an di Museum Honolulu. (Sumber: Wikimedia)