Official Persib Logo
1933
1933

Mapag Puasa

Ibn Ghifarie
Ditulis oleh Ibn Ghifarie diterbitkan Rabu 18 Feb 2026, 17:07 WIB
Asyiknya pawai obor (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Irfan Al-Faritsi)

Asyiknya pawai obor (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Irfan Al-Faritsi)

Mapag Ramadan 1447 Hijriah menjadi wujud kesiapan dalam menyambut bulan suci penuh rahmat berkah dan magfirah dengan semangat kebersamaan, penguatan ibadah, dan peningkatan kepedulian sosial.

Ketua Umum PB Paguyuban Pasundan, Didi Turmudzi, mengajak seluruh keluarga besar organisasi untuk menyambut Ramadan dengan penuh kegembiraan serta kesiapan lahir dan batin.

Menurutnya, Ramadan merupakan momentum strategis untuk memperkuat syiar Islam sekaligus menata kehidupan pribadi, keluarga, dan lingkungan sosial.

Ramadan adalah media yang sangat efektif untuk memperbaiki diri, memperkuat akhlak, serta menumbuhkan semangat perjuangan melalui pendidikan dan pembinaan generasi muda,” tuturnya.

Dengan harapan rangkaian kegiatan Ramadan tahun ini dapat semakin memperkokoh nilai-nilai keagamaan, mempererat kebersamaan, meningkatkan solidaritas sosial, sehingga memberikan manfaat yang luas bagi masyarakat.

Ketua Bidang Agama PB Paguyuban Pasundan, Makbul Mansyur, menambahkan fokus kegiatan Ramadan tahun ini diarahkan pada penguatan nilai-nilai keagamaan, peningkatan kepedulian sosial di tengah masyarakat. (Koran Pikiran Rakyat, Jumat, 13 Februari 2026)

Aktivitas mapag ramadan di Cisurupan dan Cikajang Garut (Sumber: Instagram @panda.garut | Foto: Hasil tangkapan layar)
Aktivitas mapag ramadan di Cisurupan dan Cikajang Garut (Sumber: Instagram @panda.garut | Foto: Hasil tangkapan layar)

Menyalakan Harapan

Saat membaca Koran Pikiran Rakyat seorang kawan berkirim informasi tentang aktivitas mapag ramadan dalam liputan bertajuk Mapag Bagja Ramadhan Bersama Buruh Tani, Perjuangan buruh tani di Cikajang dan Cisurupan demi keluarga dan Ramadan, 11 Februari 2026

Pada gambar itu dijelaskan secara rinci,

Ada tangan-tangan sunyi yang menyiapkan kehidupan kita setiap hari menanam, merawat, dan berharap tanpa banyak sorot. Ramadan mengajarkan kita bahwa kebaikan sering dimulai dari kepedulian sederhana pada mereka yang jarang terlihat, tapi selalu memberi. Semoga langkah kecil yang kita akan menjadi pelukan hangat bagi mereka.

Sambil bertanya, "Kalau di Bungbulang model mapagnya seperti ini? Atau ada yang lain?"

Kujawab seadanya, "Aya nu sanes, sapertos pawai obor!"

Memang dalam posting sebelumnya akun @panda.garut berbagai video aktivitas Mapag Bagja Ramadhan dari Ladang Menuju Ramadhan yang Lebih Tenang pada 10 Februari 2026,

Di ladang-ladang Cisurupan dan Cikajang, langkah para buruh tani tetap setia menjaga nyala dapur keluarga.

Lewat Mapag Bagja Ramadhan, kami titipkan bekal sederhana dan peluk kebaikan agar bulan suci disambut dengan hati yang lebih tenang, lebih hangat, dan penuh harapan.

Ya kehidupan harus tetap tumbuh, merekah dari kesetiaan, kebersahajaan. Saat para pejuang sejati menunduk di antara hijau daun, memetik rezeki dengan sabar, menjaga nyala dapur keluarga dengan peluh yang tak banyak bicara. Tanah menjadi ruang tafakur, zikir bersama. Setiap langkah-langkah kecil menjadi untaian doa yang disemai dalam diam. Bismillah...

Pawai obor, tradisi mapag Ramadan di Bungbulang Garut Pakidulan, Sabtu (14/2/2026) (Sumber: YouTube @KangDegun | Foto: Hasil tangkapan layar)
Pawai obor, tradisi mapag Ramadan di Bungbulang Garut Pakidulan, Sabtu (14/2/2026) (Sumber: YouTube @KangDegun | Foto: Hasil tangkapan layar)

Menjemput Cahaya

Untuk di Alun-alun Bungbulang, Sabtu (14/2/2026), cahaya-cahaya kecil berarak dalam gelap. Tradisi Mapag Ramadhan diwujudkan melalui pawai obor.

Dalam video Kang Degun yang diberi judul Pawai Obor Menyambut Bulan Suci 1447 H yang sudah ditonton 1.204 dengan mendapatkan 4 suka dan dipublikasikan Sabtu (14/2/2026).

Anak-anak, remaja, muda-mudi, hingga orang tua berjalan bersama, menggenggam api yang menyala, sebagai simbol kesiapan hati menyambut bulan penuh rahmat, berkah dan magfirah.

Ingat, dalam khazanah budaya Sunda, mapag berarti menjemput dengan hormat dan sukacita. Mapag puasa bukan sekadar seremoni, melainkan laku batin kolektif.

Memang di berbagai kampung, pedesaan, termasuk Darussalam Bungbulang Garut Pakidulan selalu hadir dalam beragama tradisi mulai dari pawai obor, doa bersama, membersihkan masjid, sampai makan bersama (botram, balakecrakan) sebagai simbol silaturahmi. Semuanya dilakukan agar tidak pareuman obor.

Asyik Botram di Kawasan Kebun Binatang Bandung. Tradisi ini pun diungkapkan telah berlangsung sejak tahun 1957. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Muslim Yanuar)
Asyik Botram di Kawasan Kebun Binatang Bandung. Tradisi ini pun diungkapkan telah berlangsung sejak tahun 1957. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Muslim Yanuar)

Memupuk Tradisi

Ada yang mengenalnya sebagai munggahan, yang berharapan dapat naik ke suasana yang lebih tinggi, menyiapkan diri memasuki bulan suci dengan hati yang lebih bersih.

Dalam kehidupan sehari-hari kita mengenal filosofi Sunda yang mengedepankan prinsip silih asah, silih asih, silih asuh, dengan saling menajamkan, saling mengasihi, saling membimbing. Nilai inilah yang terasa dalam tradisi Mapag Ramadan. Baik untuk di ladang, tampak dalam kerja keras yang sunyi demi keluarga. Di alun-alun, dapat menjelma dalam kebersamaan warga yang berjalan seiring, menjaga api agar tetap menyala.

Dari dua ruang itu (ladang dan alun-alun) sejatinya bertemu dalam makna yang sama ihwal pentingnya menjaga dan menyalakan.

Pasalnya, di ladang, nyala itu bernama tanggung jawab. Di Alun-alun Bungbulang, semangat membara itu bermakna harapan. Keduanya lahir dari kesadaran Ramadan bukan hanya momentum ritual, melainkan perjalanan spiritual, madrasah ruhani yang berusaha hadir dari gelap menuju terang.

Dengan demikian, mapag Ramadan dalam tradisi Sunda menjadi pengingat iman tidak tumbuh dalam kesendirian. Justru tumbuh, berkembang dan dirawat dalam komunitas, kebersamaan, guna dijaga tradisi yang diwariskan secara turun-temurun dengan penuh hati.

Baca Juga: Kampung Gajah: Viral ketika Berjaya dan karena Tercium 'Bau Busuk'

Obor-obor yang berkelip di malam hari (di Bungbulang) seakan menyambung cahaya yang lebih dulu dinyalakan oleh tangan-tangan petani di ladang (di Cisurupan, Cikajang) agar terus menyala, menyinari saat bekerja, berdoa, dan menjaga (asa) harapan.

Rupanya, dari Cisurupan, Cikajang, Bungbulang, hingga Cibiru dan masyarakat Sunda pada umumnya mengajarkan satu persoalan. Ihwal pentingnya menyambut Ramadan berarti menjemput cahaya dengan kesungguhan. Bukan sekadar merayakan datangnya bulan suci, tetapi menyiapkan diri agar hati benar-benar siap diterangi.

Walhasil, ketika Ramadan tiba, diharapkan dapat menemukan umat yang telah bersiap, dengan ketekunan, kebersamaan, dan cahaya yang telah dinyalakan sejak jauh hari dalam tradisi mapag puasa yang sarat makna, bukan basa-basi. Apalagi selebrasi. (*)

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Ibn Ghifarie
Tentang Ibn Ghifarie
Pegiat kajian agama dan media di Institute for Religion and Future Analysis (IRFANI) Bandung.

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 25 Mei 2026, 12:10

Magot, dan Kesabaran Warga Bandung Mengurus Sampah Dapur

Majelis Ta'lim Baitul Mu'min membuat acara pengajian mengundang mahasiswa ITB menggelar pelatihan pengolahan sampah organik rumah tangga dengan menggunakan magot BSF atau larva Black Soldier Fly.

Jamaah Masjid Baitul Mu'min Mengikuti Pelatihan Pengolahan sampah dengan Magot. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Uwes Fatoni)
Beranda 25 Mei 2026, 10:17

Bandung Berpesta Semalaman untuk Persib, Petugas dan Warga Lokal Bersihkan Sampah Sejak Pagi Buta

Pas datang tadi mah kondisinya kacau, Kang. Pabalatak pisan. Plastik, botol minuman, bungkus makanan, bekas flare, pokokna loba pisan.

Handoyo bersama warga dan unsur kewilayahan ikut turun membersihkan sampah bekas konvoi di kawasan Pasupati, Senin 25 Mei 2026. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)
Ayo Netizen 25 Mei 2026, 10:16

Persib, Bobotoh, dan Komunikasi Kota yang Membiru

Persib juara bukan sekadar prestasi, tetapi peristiwa komunikasi publik. Konvoi bobotoh menjadi bahasa kolektif yang membangun identitas, emosi, dan solidaritas kota.

Puluhan ribu bobotoh memenuhi jalan Asia-Afrika, Kota Bandung saat konvoi Persib Bandung juara Super League 2025-2026, Sabtu 24 Mei 2026. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Biz 25 Mei 2026, 09:45

Support System yang Membentuk Ekosistem: Potret UMKM Bandung Hari Ini

Seperti inilah cara ekosistem UMKM di bawah binaan BRI menjalani arah bisnis yang sehat.

Kampung Kreatif Batik Difabel, bagian dari UPTD Pusat Pelayanan Sosial Griya Harapan Difabel (GHD), Dinas Sosial Provinsi Jawa Barat. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Aris Abdulsalam)
Ayo Netizen 25 Mei 2026, 09:07

Banyak Followers dan Following, api Nol Postingan: Fenomena Silent User di Instagram

Fenomena akun Instagram tanpa postingan (tren Zero Post) menunjukkan perubahan cara generasi muda memandang privasi, eksistensi, dan tekanan sosial di era media digital.

Ilustrasi profil Instagram dengan banyak followers dan following tetapi feed kosong tanpa postingan. (Sumber: Dok. Penulis)
Beranda 25 Mei 2026, 08:24

Cerita Warga Setelah Konvoi Persib Usai

Konvoi juara Persib menyisakan cerita berbeda bagi warga Bandung, dari petugas kebersihan, ojol, hingga pedagang kecil yang kebanjiran pembeli.

Hendi Suhendi bersama petugas kebersihan lainnya menyisir kawasan pusat Kota Bandung usai perayaan kemenangan Persib. Minggu 24 Mei 2026. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)
Wisata & Kuliner 24 Mei 2026, 20:27

5 Oleh-Oleh Bandung Favorit yang Selalu Ramai Pembeli, Wajib Dibawa Pulang

Wisata ke Bandung belum lengkap tanpa membawa pulang oleh-oleh favorit seperti bolu bakar, abon gulung, dan dessert kekinian.

Bolu Bakar Tunggal, salah satu oleh-oleh legendaris Bandung.
Ayo Netizen 24 Mei 2026, 18:05

Meminjam Semangat Bobotoh Persib untuk Perubahan Indonesia

Perubahan besar sering kali dimulai dari akumulasi kecil seperti loyalitas, suportivitas, humanitas dan solidaritas dan semua itu bisa kita lihat dari antuasiasme Bobotoh Persib

Puluhan ribu bobotoh memenuhi jalan Asia-Afrika, Kota Bandung saat konvoi Persib Bandung juara Super League 2025-2026, Sabtu 24 Mei 2026. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 24 Mei 2026, 16:03

Muslihat pada Buku ‘Sejarah Hari Jadi Tatar Sunda’

Penting saya melanjutkan tulisan terkait Hari Lahir Tatar Sunda.

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi dan peserta memeriahkan Kirab Budaya Milangkala Tatar Sunda di Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Sabtu 16 Mei 2026. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 24 Mei 2026, 13:07

Kaum Rebahan Menolak Punah: Kemalasan adalah Sumber Penderitaan Nyata

Menderita karena lelahnya belajar dan berproses itu cuma sementara. ketika kamu menguasai skill baru disitu kebanggaan.

Ilustrasi kaum rebahan. (Sumber: Pexels | Foto: bi8ie)
Mayantara 24 Mei 2026, 10:50

Deepfake, Anonimitas, dan Perubahan Wajah Ruang Publik Digital

Perubahan ini merupakan bagian dari karakter media baru atau new media.

Ilustrasi anonimitas. (Sumber: Pexels | Foto: Anete Lusina)
Ayo Netizen 24 Mei 2026, 09:41

Encib Bangkit Lagi Tahun 1980-an

Tahun 1986 adalah saat kebangkitan kembali Persib saat tampil sebagai juara Perserikatan tahun 1986'

Bobotoh Persib tahun 1985-an. (Sumber: Wikimedia Commons | Foto: Princelg22)
Beranda 23 Mei 2026, 08:49

Persib di Ambang Juara, Pedagang Kecil Otista Bersiap "Lebaran"

Euforia Persib menuju juara membawa berkah bagi pedagang kecil di Otista. Penjual jersey dan bendera ikut panen rezeki dari ramainya warga menyambut pesta juara.

Deretan lapak penjual jersey dan bendera Persib di kawasanTegalega Kota Bandung, Jumat, 22 Mei 2026. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)
Ayo Netizen 22 Mei 2026, 19:17

Senayan Bergema untuk Persib Sejak 1995 dan Kini 2026 

Kemenangan Persib Bandung selangkah lagi menuju juara Liga Super Indonesia 2026 membuat kenangan mendekat.

Sutiono Lamso dan Kekey Zakaria menjadi pahlawan kemenangan Persib pada partai final di Stadion Senayan, Jakarta. (Sumber: Tabloid Tribun Olahraga, 1995 | Foto: Koleksi Kin Sanubary)
Ayo Netizen 22 Mei 2026, 18:07

Gaya Hidup Demi 'Eksposur': Puncak Komedi Finansial dan Cara Waras biar Gak Tekor

Hemat pangkal kaya itu mutlak, tapi di zaman sekarang, hemat itu butuh mental baja!

Kini, media sosial menjadi panggung global, tempat siapa pun bisa menampilkan diri, membentuk citra, dan menarik perhatian. (Sumber: Pexels/RDNE Stock project)
Ayo Netizen 22 Mei 2026, 17:19

Lebaran Haji Tempo Dulu

Hari Raya Idul Adha pada tempo dulu lebih dikenal dengan nama Lebaran Haji.

Artikel pada salah satu koran yang terbit tahun 1936. (Sumber: Delpher.nl)
Beranda 22 Mei 2026, 15:02

Hutan di Papua Selatan yang Dincar untuk PSN Seluas 3,5 Juta Lapangan Sepakbola Standar FIFA

Film dokumenter Pesta Babi menyoroti 2,5 juta hektare hutan Papua yang masuk proyek pangan dan energi, setara 3,5 juta lapangan bola.

Tayangan di film Pesta Babi. (Sumber: Jubi TV)
Ayo Netizen 22 Mei 2026, 13:08

Urban Legend Rel Kereta Api: Bukan Setannya yang Budeg tapi Manusianya yang Bebal

Kadang manusia lebih setan dari setan itu sendiri. Satu tindakan impulsif atas pilihan pribadi sering kali justru mengkambinghitamkan mahluk di dunia lain.

Kereta Rel Listrik (KRL). (Sumber: Wikimedia Commons | Foto: TyewongX)
Wisata & Kuliner 22 Mei 2026, 11:14

Jelajah Pesona Green Canyon Karawang, Sungai Jernih di Tengah Tebing Lumut Hijau

Green Canyon Karawang menawarkan sungai jernih, tebing lumut hijau, canyoning, dan suasana alam sejuk di kawasan Pangkalan.

Green Canyon Karawang. (Sumber: KCIC)
Ayo Netizen 22 Mei 2026, 09:41

Bandung: Kota Ramah Pejalan Kaki dan Disabilitas yang Masih Sebatas Slogan

Trotoar Bandung masih dipenuhi puing proyek, parkir liar, dan aktivitas lain yang mengurangi hak pejalan kaki serta aksesibilitas penyandang disabilitas.

Kondisi trotoar di Jalan Pungkur, Kota Bandung dipenuhi puing galian proyek utilitas, Kamis (21/5/2026) pagi. (Foto: Arif Budiman)