Mapag Puasa

Ibn Ghifarie
Ditulis oleh Ibn Ghifarie diterbitkan Rabu 18 Feb 2026, 17:07 WIB
Asyiknya pawai obor (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Irfan Al-Faritsi)

Asyiknya pawai obor (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Irfan Al-Faritsi)

Mapag Ramadan 1447 Hijriah menjadi wujud kesiapan dalam menyambut bulan suci penuh rahmat berkah dan magfirah dengan semangat kebersamaan, penguatan ibadah, dan peningkatan kepedulian sosial.

Ketua Umum PB Paguyuban Pasundan, Didi Turmudzi, mengajak seluruh keluarga besar organisasi untuk menyambut Ramadan dengan penuh kegembiraan serta kesiapan lahir dan batin.

Menurutnya, Ramadan merupakan momentum strategis untuk memperkuat syiar Islam sekaligus menata kehidupan pribadi, keluarga, dan lingkungan sosial.

Ramadan adalah media yang sangat efektif untuk memperbaiki diri, memperkuat akhlak, serta menumbuhkan semangat perjuangan melalui pendidikan dan pembinaan generasi muda,” tuturnya.

Dengan harapan rangkaian kegiatan Ramadan tahun ini dapat semakin memperkokoh nilai-nilai keagamaan, mempererat kebersamaan, meningkatkan solidaritas sosial, sehingga memberikan manfaat yang luas bagi masyarakat.

Ketua Bidang Agama PB Paguyuban Pasundan, Makbul Mansyur, menambahkan fokus kegiatan Ramadan tahun ini diarahkan pada penguatan nilai-nilai keagamaan, peningkatan kepedulian sosial di tengah masyarakat. (Koran Pikiran Rakyat, Jumat, 13 Februari 2026)

Aktivitas mapag ramadan di Cisurupan dan Cikajang Garut (Sumber: Instagram @panda.garut | Foto: Hasil tangkapan layar)
Aktivitas mapag ramadan di Cisurupan dan Cikajang Garut (Sumber: Instagram @panda.garut | Foto: Hasil tangkapan layar)

Menyalakan Harapan

Saat membaca Koran Pikiran Rakyat seorang kawan berkirim informasi tentang aktivitas mapag ramadan dalam liputan bertajuk Mapag Bagja Ramadhan Bersama Buruh Tani, Perjuangan buruh tani di Cikajang dan Cisurupan demi keluarga dan Ramadan, 11 Februari 2026

Pada gambar itu dijelaskan secara rinci,

Ada tangan-tangan sunyi yang menyiapkan kehidupan kita setiap hari menanam, merawat, dan berharap tanpa banyak sorot. Ramadan mengajarkan kita bahwa kebaikan sering dimulai dari kepedulian sederhana pada mereka yang jarang terlihat, tapi selalu memberi. Semoga langkah kecil yang kita akan menjadi pelukan hangat bagi mereka.

Sambil bertanya, "Kalau di Bungbulang model mapagnya seperti ini? Atau ada yang lain?"

Kujawab seadanya, "Aya nu sanes, sapertos pawai obor!"

Memang dalam posting sebelumnya akun @panda.garut berbagai video aktivitas Mapag Bagja Ramadhan dari Ladang Menuju Ramadhan yang Lebih Tenang pada 10 Februari 2026,

Di ladang-ladang Cisurupan dan Cikajang, langkah para buruh tani tetap setia menjaga nyala dapur keluarga.

Lewat Mapag Bagja Ramadhan, kami titipkan bekal sederhana dan peluk kebaikan agar bulan suci disambut dengan hati yang lebih tenang, lebih hangat, dan penuh harapan.

Ya kehidupan harus tetap tumbuh, merekah dari kesetiaan, kebersahajaan. Saat para pejuang sejati menunduk di antara hijau daun, memetik rezeki dengan sabar, menjaga nyala dapur keluarga dengan peluh yang tak banyak bicara. Tanah menjadi ruang tafakur, zikir bersama. Setiap langkah-langkah kecil menjadi untaian doa yang disemai dalam diam. Bismillah...

Pawai obor, tradisi mapag Ramadan di Bungbulang Garut Pakidulan, Sabtu (14/2/2026) (Sumber: YouTube @KangDegun | Foto: Hasil tangkapan layar)
Pawai obor, tradisi mapag Ramadan di Bungbulang Garut Pakidulan, Sabtu (14/2/2026) (Sumber: YouTube @KangDegun | Foto: Hasil tangkapan layar)

Menjemput Cahaya

Untuk di Alun-alun Bungbulang, Sabtu (14/2/2026), cahaya-cahaya kecil berarak dalam gelap. Tradisi Mapag Ramadhan diwujudkan melalui pawai obor.

Dalam video Kang Degun yang diberi judul Pawai Obor Menyambut Bulan Suci 1447 H yang sudah ditonton 1.204 dengan mendapatkan 4 suka dan dipublikasikan Sabtu (14/2/2026).

Anak-anak, remaja, muda-mudi, hingga orang tua berjalan bersama, menggenggam api yang menyala, sebagai simbol kesiapan hati menyambut bulan penuh rahmat, berkah dan magfirah.

Ingat, dalam khazanah budaya Sunda, mapag berarti menjemput dengan hormat dan sukacita. Mapag puasa bukan sekadar seremoni, melainkan laku batin kolektif.

Memang di berbagai kampung, pedesaan, termasuk Darussalam Bungbulang Garut Pakidulan selalu hadir dalam beragama tradisi mulai dari pawai obor, doa bersama, membersihkan masjid, sampai makan bersama (botram, balakecrakan) sebagai simbol silaturahmi. Semuanya dilakukan agar tidak pareuman obor.

Asyik Botram di Kawasan Kebun Binatang Bandung. Tradisi ini pun diungkapkan telah berlangsung sejak tahun 1957. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Muslim Yanuar)
Asyik Botram di Kawasan Kebun Binatang Bandung. Tradisi ini pun diungkapkan telah berlangsung sejak tahun 1957. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Muslim Yanuar)

Memupuk Tradisi

Ada yang mengenalnya sebagai munggahan, yang berharapan dapat naik ke suasana yang lebih tinggi, menyiapkan diri memasuki bulan suci dengan hati yang lebih bersih.

Dalam kehidupan sehari-hari kita mengenal filosofi Sunda yang mengedepankan prinsip silih asah, silih asih, silih asuh, dengan saling menajamkan, saling mengasihi, saling membimbing. Nilai inilah yang terasa dalam tradisi Mapag Ramadan. Baik untuk di ladang, tampak dalam kerja keras yang sunyi demi keluarga. Di alun-alun, dapat menjelma dalam kebersamaan warga yang berjalan seiring, menjaga api agar tetap menyala.

Dari dua ruang itu (ladang dan alun-alun) sejatinya bertemu dalam makna yang sama ihwal pentingnya menjaga dan menyalakan.

Pasalnya, di ladang, nyala itu bernama tanggung jawab. Di Alun-alun Bungbulang, semangat membara itu bermakna harapan. Keduanya lahir dari kesadaran Ramadan bukan hanya momentum ritual, melainkan perjalanan spiritual, madrasah ruhani yang berusaha hadir dari gelap menuju terang.

Dengan demikian, mapag Ramadan dalam tradisi Sunda menjadi pengingat iman tidak tumbuh dalam kesendirian. Justru tumbuh, berkembang dan dirawat dalam komunitas, kebersamaan, guna dijaga tradisi yang diwariskan secara turun-temurun dengan penuh hati.

Baca Juga: Kampung Gajah: Viral ketika Berjaya dan karena Tercium 'Bau Busuk'

Obor-obor yang berkelip di malam hari (di Bungbulang) seakan menyambung cahaya yang lebih dulu dinyalakan oleh tangan-tangan petani di ladang (di Cisurupan, Cikajang) agar terus menyala, menyinari saat bekerja, berdoa, dan menjaga (asa) harapan.

Rupanya, dari Cisurupan, Cikajang, Bungbulang, hingga Cibiru dan masyarakat Sunda pada umumnya mengajarkan satu persoalan. Ihwal pentingnya menyambut Ramadan berarti menjemput cahaya dengan kesungguhan. Bukan sekadar merayakan datangnya bulan suci, tetapi menyiapkan diri agar hati benar-benar siap diterangi.

Walhasil, ketika Ramadan tiba, diharapkan dapat menemukan umat yang telah bersiap, dengan ketekunan, kebersamaan, dan cahaya yang telah dinyalakan sejak jauh hari dalam tradisi mapag puasa yang sarat makna, bukan basa-basi. Apalagi selebrasi. (*)

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Ibn Ghifarie
Tentang Ibn Ghifarie
Pegiat kajian agama dan media di Institute for Religion and Future Analysis (IRFANI) Bandung.

Berita Terkait

News Update

Bandung 18 Feb 2026, 20:53 WIB

Bukan Cuma Pas Ramadhan, Toko Kurma di Antapani Ini Malah Banjir Cuan Sepanjang Tahun

Bagi Toko Medina Herbal yang terletak di Daerah Antapani, Bandung, kurma merupakan komoditas produk utama yang menjadi salah satu pilar penegak dalam aktivitas transaksi di setiap harinya.
Bagi Toko Medina Herbal yang terletak di Daerah Antapani, Bandung, kurma merupakan komoditas produk utama yang menjadi salah satu pilar penegak dalam aktivitas transaksi di setiap harinya. (Sumber: Ayobiz.id | Foto: Nisrina Nuraini)
Ayo Netizen 18 Feb 2026, 18:10 WIB

Menjaga Kesucian Ramadan, Merawat Lingkungan

Lonjakan sampah saat Ramadan di Bandung Raya menuntut perubahan perilaku konsumsi demi menjaga lingkungan dan keberlanjutan kota.
Masjid Pusdai Bandung. (Sumber: Freepik @rako349)
Ayo Netizen 18 Feb 2026, 17:07 WIB

Mapag Puasa

Ihwal menyambut Ramadan berarti menjemput cahaya dengan kesungguhan. Bukan sekadar merayakan datangnya bulan suci, tetapi menyiapkan diri agar hati benar-benar siap diterangi.
Asyiknya pawai obor (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 18 Feb 2026, 16:01 WIB

Kampung Gajah: Viral ketika Berjaya dan karena Tercium 'Bau Busuk'

Kampung Gajah, berdiri 2009, dulu sempat viral dan berjaya pada zamannya.
Gerbandung Kampung Gajah. (Sumber: Ayobandung)
Beranda 18 Feb 2026, 15:26 WIB

Meracik Kopi, Merajut Harapan: Kisah Difabel di Balik Meja Bar Kibi Kopi

Di wajah para pengunjung, tak tampak rasa iba. Yang terlihat justru penghargaan atas kerja keras dan ketekunannya.
Calvin, salah satu peserta pelatihan Difabel Empowerment in a Cup di Kibi Kopi. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)
Ayo Netizen 18 Feb 2026, 15:17 WIB

Nostalgia Dapur Ramadan Tempo Dulu ala Pembaca Mangle

Nama “Manglé” berarti untaian bunga atau ranggeuyan kembang, sebuah metafora bagi ragam isi yang dirangkai dalam satu terbitan.
Majalah Mangle terbitan tahun 1960-an. (Sumber: Dokumentasi Penulis)
Ayo Netizen 18 Feb 2026, 13:20 WIB

Bukan Hanya Pengabdian, Guru Honorer Juga Butuh Kesejahteraan

Sudah seharusnya guru honorer mendapat kesejahteraan yang layak.
Ilustrasi murid dan guru di Indonesia. (Sumber: Pixabay | Foto: Syahdannugraha)
Ayo Netizen 18 Feb 2026, 11:25 WIB

Menonton Kolonialitas di Neftlix: Pinocchio, Pachamama, dan Over the Moon Tidak Hanya Jadi Film Animasi

Paradoks antara komitmen pada inklusivitas atau pendangkalan perspektif yang dengan mudahnya dikomodifikasi.
Film "Over the Moon" (2020). (Sumber: Netflix)
Ayo Netizen 18 Feb 2026, 10:08 WIB

Tarhib Ramadhan: Menghidupkan Masjid dan Menguatkan Kepedulian Sosial

Salah satu tradisi yang hidup di tengah masyarakat Muslim adalah kegiatan tarhib Ramadhan.
Ibu-ibu Yayasan An-Nisaa Bersama anak-anak yang akan dikhitan. (Sumber: Dokumentasi panitia khitanan massal)
Ayo Biz 18 Feb 2026, 09:39 WIB

Transformasi KrisFlyer Menjadi Rekan Setia Para Pelancong Modern

Dalam dua dekade perjalanannya, KrisFlyer bertransformasi menjadi ekosistem gaya hidup yang terintegrasi dengan aktivitas sehari-hari.
Singapore Airlines memastikan setiap sudut lounge di Terminal 3 (dan T2) memberikan kenyamanan bagi anggota KrisFlyer. (Sumber: Singapore Air)
Ayo Netizen 18 Feb 2026, 04:50 WIB

Menghadirkan Jamu Kekinian saat Ramadan

Masa depan jamu sangat bagus prospeknya karena terkait dengan nutrisi fungsional.
Ilustrasi kafe jamu Acaraki yang menyuguhkan gaya hidup yang berakar pada warisan budaya Nusantara dan prospek nutrisi fiungsisonal. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Eneng Reni Nuraisyah Jamil)
Ayo Netizen 17 Feb 2026, 18:50 WIB

Hilirisasi Sawit di Jabar, Minim Kebun tapi Padat Industri Pengolahan

Penanaman kelapa sawit dihentikan, namun hilirisasi pabrik pengolahan CPO dan turunannya hendaknya bisa berkembang.
Ilustrasi perkebunan sawit (Sumber: Freepik)
Ayo Netizen 17 Feb 2026, 12:13 WIB

Hajat Uar dan Munggahan Kampung Sagara Kembang Diisi Tasyakuran

Dari Hajat Uar ini, masyarakat diharapkan dapat mengambil ibrah untuk terus bersyukur, terlebih menjelang datangnya bulan suci Ramadan.
Kampung Sagara Kembang menggelar kegiatan Hajat Uar dan Munggahan yang diisi dengan tasyakuran bersama pada Kamis, 12 Februari 2026. (Sumber: Dokumentasi Penulis)
Ayo Netizen 17 Feb 2026, 09:59 WIB

Ramadan Saat Tepat Membangun Hubungan Industrial yang Konstruktif

Para pekerja yang belum bergabung dalam organisasi serikat pekerja pada bulan Ramadan iniu sebaiknya mendaftar menjadi anggota.
Pengurus Federasi Serikat Pekerja LEM SPSI bersama dengan Menteri Tenaga Kerja dalam acara Rakornas (Sumber: Media FSP LEM SPSI)
Ayo Netizen 17 Feb 2026, 09:04 WIB

Harmoni, Kongzi, dan Toleransi

Nabi Kongzi memberikan keteladanan kepada kita semua untuk bersikap ramah tamah, baik hati, hormat, sederhana dan suka mengalah.
Pembersihan patung dewa di Vihara Dharma Ramsi, Gang Ibu Aisah, Jalan Cibadak, Kota Bandung (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Beranda 17 Feb 2026, 07:46 WIB

Satu Minggu Menunggu Tanah Membatu

Untuk menyelesaikan lima unit keramik besar secara manual, Didin setidaknya membutuhkan waktu satu minggu penuh.
Tanah liat diolah secara bertahap, dibentuk sedikit demi sedikit di meja putar, hingga menjadi suatu keramik yang diinginkan. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)
Ayo Netizen 16 Feb 2026, 19:26 WIB

Puluhan Pemuda Tanam 1.800 Bibit Pohon di Batu Tumpeng, Upaya Pulihkan Hutan dan Cegah Banjir di Ciwidey

Aksi gotong royong ini diinisiasi oleh gabungan komunitas Sunda Hejo, Patanjala, petani, masyarakat Ciwidey, serta relawan dari berbagai wilayah di Bandung Raya.
Reforestrasi di Batu Tumpeng, Situs Gunung Nagara Padang diinisiasi oleh gabungan komunitas Sunda Hejo, Patanjala, petani, masyarakat Ciwidey, dan muda-mudi yang berasal dari berbagai wilayah di Bandung Raya. (Foto: Mirsi Nira Insani)
Ayo Netizen 16 Feb 2026, 18:09 WIB

Kenangan Indah Menonton Film di Bioskop Bandung Era 1980-an dalam Nuansa Ramadan

Deretan film yang diputar di bioskop-bioskop Bandung ketika bulan puasa saat itu, tepatnya tanggal  13 Juni 1986 atau Ramadan 1406 H
Film-film yang diputar di bioskop-bioskop Bandung di bulan Ramadhan 1986. (Sumber: koran MANDALA Bandung | Foto: Dokumentasi Penulis)
Bandung 16 Feb 2026, 17:53 WIB

Geliat UMKM Kuliner dalam Menangkap Peluang Bisnis Es Teh di Tengah Selera Gen Z

Teh menempati urutan kedua sebagai minuman yang paling banyak dicari masyarakat untuk berbuka puasa, menjadikannya peluang bisnis yang menjanjikan bagi pelaku usaha kecil.
Teh menempati urutan kedua sebagai minuman yang paling banyak dicari masyarakat untuk berbuka puasa, menjadikannya peluang bisnis yang menjanjikan bagi pelaku usaha kecil.
Bandung 16 Feb 2026, 15:06 WIB

Dari Kerja “Serabutan” Ke Strategi Cuan, Begini Cara Paham Jadi Freelancer di Era Digital

Berbagai aspek seperti strategi, disiplin, hingga mental bisnis pun tak lupa merupakan tuntutan pekerjaan yang harus dihadapi oleh seorang Freelancers di setiap harinya.
Berbagai aspek seperti strategi, disiplin, hingga mental bisnis pun tak lupa merupakan tuntutan pekerjaan yang harus dihadapi oleh seorang Freelancers di setiap harinya. (Sumber: Ayobiz.id | Foto: Nisrina Nuraini)