Meracik Kopi, Merajut Harapan: Kisah Difabel di Balik Meja Bar Kibi Kopi

3 menit baca
Halwa Raudhatul
Ditulis oleh Halwa Raudhatul diterbitkan Rabu 18 Feb 2026, 15:26 WIB
Calvin, salah satu peserta pelatihan Difabel Empowerment in a Cup di Kibi Kopi. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)

Calvin, salah satu peserta pelatihan Difabel Empowerment in a Cup di Kibi Kopi. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)

AYOBANDUNG.ID - Udara sejuk pagi di Bandung berpadu dengan aroma kopi yang menyeruak dari sebuah sudut kedai yang berbeda dari kebanyakan coffee shop lain. Jika banyak tempat mengandalkan konsep “kalcer” dan spot instagramable, Kibi Kopi justru menghadirkan cerita yang lebih dalam.

Di balik meja bar, seorang pemuda dengan kebutuhan khusus tampak begitu fokus. Tangan kanannya perlahan mengambil botol susu, menuangkannya ke dalam jug, lalu menyalakan mesin uap. Dengan penuh konsentrasi, ia merampungkan satu per satu tugasnya.

Tak hanya meracik minuman, ia juga menyapa pelanggan, mencatat pesanan, hingga menyajikan kopi dengan percaya diri. Di wajah para pengunjung, tak tampak rasa iba. Yang terlihat justru penghargaan atas kerja keras dan ketekunannya.

Pemilik Kibi Kopi, Rendy Renaldi, yang membangun program Difabel Empowerment in a Cup. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)
Pemilik Kibi Kopi, Rendy Renaldi, yang membangun program Difabel Empowerment in a Cup. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)

Baca Juga: Saat Dunia Tak Mengerti, Pelukan dan Cinta Ibu Jadi Rumah Teraman bagi Anak Down Syndrome

Menepis Cemas di Usia Dewasa

Program Difabel Empowerment in a Cup yang digagas oleh pemilik Kibi Kopi, Rendy Renaldi, sejak awal 2023 lahir dari kegelisahan pribadi. Sebagai orang tua dari anak berkebutuhan khusus, ia memahami betul kecemasan yang kerap muncul ketika anak mulai beranjak dewasa.

“Orang tua yang punya anak berkebutuhan khusus sering bingung saat anaknya mulai dewasa. Nanti anak saya gimana? Kerjanya apa?” tutur Rendy.

Bagi Rendy, Kibi Kopi bukan sekadar tempat usaha. Ia melihatnya sebagai laboratorium harapan—ruang pembuktian bahwa hidup tidak berhenti setelah pendidikan formal selesai. Dengan kesempatan yang tepat, para difabel tetap bisa berkarya.

“Yang mereka butuhkan itu kesempatan. Minimal ada satu tempat buat mereka kerja, dampaknya besar sekali,” tambahnya.

Baca Juga: Berlari Menantang Batas: Egi dan Gita Buktikan Disabilitas Tak Halangi Prestasi

Jembatan Menuju Kemandirian

Kolaborasi Kibi Kopi dengan Skill Center Percik Insani menjadi bagian penting dari proses pembinaan. Menurut Kepala Skill Center Percik Insani, Christine Widiapradja, pelatihan bagi difabel membutuhkan pendekatan yang berbeda.

“Tujuannya mempersiapkan mereka menuju kemandirian. Supaya suatu hari, tanpa orang tua pun, mereka tetap bisa menjalani hidup,” jelas Christine.

Bekerja langsung di kedai kopi menjadi tahap akhir pelatihan. Interaksi dengan orang asing berfungsi sebagai terapi sosial, terutama bagi individu autis yang cenderung kaku dan sulit beradaptasi.

“Mereka perlu belajar bahwa ada orang asing, dan bagaimana bersikap di ruang publik,” ujarnya.

Kepala Skill center Percik Insani, Christine Widiapradja (tengah), yang menjadi partner kolaborasi di Kibi Kopi. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)
Kepala Skill center Percik Insani, Christine Widiapradja (tengah), yang menjadi partner kolaborasi di Kibi Kopi. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)

Menaklukkan Resep dan Komunikasi

Bagi para peserta pelatihan, mengingat resep bukan perkara sepele. Steven, salah satu barista difabel, mengibaratkannya sebagai “bukit” yang harus ditaklukkan.

“Butuh pengalaman berkali-kali sampai hafal menu. Kadang perlu catatan panduan juga,” katanya.

Selain resep, berkomunikasi dengan pelanggan menjadi tantangan terbesar. Namun, pengalaman di balik meja bar memberinya pelajaran berharga tentang pengelolaan emosi.

“Saya senang. Bisa belajar sabar, menenangkan diri, dan mengelola stres dari dalam diri,” ungkapnya.

Mimpi Mandiri secara Finansial

Meski dunia kerja semakin kompetitif, semangat Steven tak pernah surut. Ia memiliki impian yang jelas: mandiri secara finansial tanpa bergantung pada siapa pun.

“Saya ingin bisa memenuhi kebutuhan sendiri—makan, listrik, internet—tanpa dibiayai orang tua,” tegasnya.

Rendy pun berharap pesan inklusi dari Kibi Kopi dapat menyebar lebih luas. Ia ingin kedainya menjadi ruang belajar bagi siapa pun yang ingin membuka peluang kerja bagi difabel.

“Anak-anak ini bisa berkarya. Kalau ada coffee shop lain yang punya hati tapi belum tahu caranya, mari belajar bareng kita,” pungkasnya.

Di Kibi Kopi, setiap tetes kopi bukan hanya soal rasa. Ia menjadi simbol keberanian untuk bermimpi, sekaligus pengingat bahwa setiap manusia—apa pun kondisinya—layak diberi ruang untuk tumbuh dan bermakna.

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

News Update

Bandung 15 Jun 2026, 21:16

Kolaborasi Bekali Kopi Bersama Petani Lembang Dorong Peningkatan Ekonomi dan Regenerasi Sektor Kopi

Bagi Bekali Kopi, fokus di lapangan tidak hanya tertuju pada kualitas produk tapi juga pada keberlanjutan sektor kopi yang menjadi perhatian penting.

Bagi Bekali Kopi, fokus di lapangan tidak hanya tertuju pada kualitas produk tapi juga pada keberlanjutan sektor kopi yang menjadi perhatian penting. (Sumber: Ayobiz.id | Foto: Iqbal Roem)
Ayo Biz 15 Jun 2026, 18:19

UMKM 'Jangan Cuma Dagang' untuk Berkembang, Belajar dari Perjalanan Bisnis Kebab Factory

Bagi Widya, Rumah BUMN Bandung bukan sekadar tempat pelatihan.

Widya Ratna Puspita, pemilik KebabFactory.id, di Jalan Kihiur 4, Cihapit, Kota Bandung, (5/6/2026). (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Aris Abdulsalam)
Ayo Netizen 15 Jun 2026, 17:27

Perjalanan Sate Maranggi sebagai Kuliner Khas Kabupaten Purwakarta

Lebih dari sekadar nilai gastronomi, Sate Maranggi mengandung nilai-nilai sosial sebagai pemersatu masyarakat Purwakarta.

Sate Maranggi khas Purwakarta (Sumber: Dokumentasi milik pribadi)
Wisata & Kuliner 15 Jun 2026, 16:44

Panduan Wisata Kuliner Empal Gentong Cirebon, Jejak Sejarah Kota Pelabuhan dalam Semangkuk Kuah

Kenali sejarah empal gentong Cirebon, perbedaannya dengan empal asem, rekomendasi warung legendaris, serta tips menikmati hidangan khas ini.

Empal gentong, kuliner khas Cirebon. (Sumber: Shutterstock)
Ayo Biz 15 Jun 2026, 16:40

Punya Varian Produk Tak Biasa, Kebab Factory Bisa Ekspor ke Malaysia dan Singapura berkat 'Ide Anak'

Perjalanan Kebab Factory, UMKM Kota Bandung yang terkenal dengan produk uniknya.

Kebab ice cream mellowberry, salah satu varian produk Kebab Faktory di Jalan Kihiur 4, Cihapit, Kota Bandung, (5/6/2026). (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Aris Abdulsalam)
Ayo Netizen 15 Jun 2026, 15:54

Wayang Wong: Kesenian Unik yang Mengganti Peran Boneka Menggunakan Manusia

Tentang wayang wong, salah satu kesenian tradisional Jawa yang menggabungkan tari, musik, dan drama.

Wayang Wong Ramayana. (Sumber: Arsip Nasional Republik Indonesia)
Ayo Netizen 15 Jun 2026, 13:17

Hijrah, Ubah, dan Arah

Hijrah digital bukanlah tentang meninggalkan teknologi, melainkan menjadikan teknologi sebagai jalan untuk mendekat pada nilai-nilai kebaikan.

Diskusi Film "Hijrah Digital" Ajak Mahasiswa Refleksi Literasi Digital dan Peran AI dalam Keberagamaan (Sumber: instagram @moeslimah_produktif)
Beranda 15 Jun 2026, 13:02

Jejak Ksatria di Gang Maksudi: Menjaga Amanah, Menghidupkan Nadi Ekonomi Negeri

Kisah Hasan, seorang kurir JNE di Bandung yang sempat dibegal saat berteduh karena hujan, namun kini sudah kembali bekerja berkat bantuan dari tempatnya bekerja.

Kepala Cabang Utama JNE Bandung Iyus Rustandi menyerahkan bantuan sepeda motor baru kepada Hasan sebagai bentuk nyata komitmen dan kepedulian perusahaan terhadap keselamatan karyawannya. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Arif Budianto)
Linimasa 15 Jun 2026, 12:58

Ketika Selisih Harga BBM Terasa Sampai Akhir Bulan

Kenaikan harga BBM non-subsidi membuat banyak pengendara memilih antre demi mendapatkan Pertalite.

Pengendara rela mengantre lebih panjang di SPBU setelah kenaikan harga BBM Pertamax. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Wisata & Kuliner 15 Jun 2026, 11:45

Itinerary Wisata Yogyakarta 1–2 Hari, Destinasi, Kuliner, dan Budget Lengkap

Jelajahi Yogyakarta berdasarkan pembagian kawasan wisata agar perjalanan lebih nyaman. Cocok untuk liburan singkat satu hingga dua hari.

Tugu Jogja, ikon Yogyakarta. (Sumber: Shutterstock)
Ayo Netizen 15 Jun 2026, 11:28

Dulu Pakai Ritual, Kini Pakai Kimia: Perubahan Praktik Bertani di Desa Pamoyanan

Perjalanan pertanian Desa Pamoyanan merekam pergeseran dari sistem kepercayaan Sunda Buhun menuju metode pertanian modern yang dianggap lebih efektif dan rasional.

Foto Hamparan sawah di Desa Pamoyanan, Cianjur Selatan, pada 21 Maret 2026. (Sumber: Dokumen Pribadi | Foto: Nadhil Ayudiya Az Zahra)
Ayo Netizen 15 Jun 2026, 09:59

Potensi Ulat Sutra Solusi Masalah Bahan Baku Industri Tekstil

Mengatasi krisis bahan baku industri tekstil dengan ulat sutra.

Industri rakyat berbasis benang sutra binaan Pertamina Geothermal Energy (PGE) Area Karaha di Desa Cipondok Kecamatan Sukaresik Kabupaten Tasikmalaya. (Foto: Humas PGE)
Beranda 15 Jun 2026, 09:46

Jejak Persib di Kota Bandung, Jalan-jalan Bobotoh Menyusuri Memori yang Nyaris Dilupakan

Bobotoh menyusuri jejak sejarah Persib di berbagai sudut Kota Bandung, mengungkap kisah, tempat, dan memori yang nyaris terlupakan oleh waktu.

Peserta Bobotoh Story Walk menyusuri jalanan Bandung sambil mendengarkan kisah-kisah yang membentuk sejarah Persib. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)
Linimasa 15 Jun 2026, 08:43

Layangan Adu, Hobi yang Tidak Lekang oleh Usia

Layangan adu tetap digemari lintas usia dan menjadi ruang silaturahmi para pehobinya.

Layangan adu, hobi yang tak mengenal usia. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 15 Jun 2026, 08:40

Sinergi Batalyon Pangan dengan Petani Mengatasi Deflasi Komoditas Pertanian

Eksistensi Yonif TP sebaiknya turut menyelesaikan masalah hilir komoditas pertanian hingga ke pasar induk atau pasar tradisional serta pasar modern.

Bimtek Ketahanan Pangan dan Peningkatan Kemampuan Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan (Yonif TP). (Foto: dok Puspen TNI)
Ayo Netizen 14 Jun 2026, 19:00

Di Era Digital Kita Hidup dalam Situasi Alone Together

Di era digital, kita telah terjebak dengan hubungan teknologi dalam berkoneksi dengan sesama.

Ilustrasi teknologi digital di sekitar generasi muda saat ini. (Sumber: Pexels/Ron Lach)
Ayo Netizen 14 Jun 2026, 15:00

AI Art: Pencuri Masa Depan para Seniman

Jika AI mampu menghasilkan gambar secara massal, apa yang akan terjadi pada keberadaan dan masa depan para seniman masa kini?

Ilustrasi seni hasil AI. (Sumber: Pexels | Foto: Google DeepMind)
Ayo Netizen 14 Jun 2026, 12:51

1 Dolar Mencapai Rp 17.865 Rupiah: Apakah Kita Berada dalam Keadaan Baik-Baik Saja?

Pada 27 Mei 2026, nilai rupiah terhadap 1 dolar mencapai Rp 17.865.

Ilustrasi uang rupiah. (Sumber: Pexels/Defrino Maasy)
Wisata & Kuliner 14 Jun 2026, 11:46

Kopi Joss Jogja, Tradisi Kuliner Unik yang Bertahan Lebih dari 60 Tahun

Kenali kopi joss khas Yogyakarta, kopi dengan bara arang panas yang kini ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda Indonesia. Simak sejarah dan keunikannya.

Kopi Joss, salah satu kuliner khas Jogja.
Ayo Netizen 14 Jun 2026, 11:12

Bagaimana Merek Lokal Membangun Branding dalam Multi-Platform

Aroma kopi menjadi identitas utama yang digunakan Implora Cosmetics untuk membangun branding Caffe Matte Lip Cream secara konsisten di berbagai platform komunikasi.

Penulis sedang menelaah kajian tentang merek lokal di Bandung.