Meracik Kopi, Merajut Harapan: Kisah Difabel di Balik Meja Bar Kibi Kopi

3 menit baca
Halwa Raudhatul
Ditulis oleh Halwa Raudhatul diterbitkan
Calvin, salah satu peserta pelatihan Difabel Empowerment in a Cup di Kibi Kopi. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)
Calvin, salah satu peserta pelatihan Difabel Empowerment in a Cup di Kibi Kopi. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)

AYOBANDUNG.ID - Udara sejuk pagi di Bandung berpadu dengan aroma kopi yang menyeruak dari sebuah sudut kedai yang berbeda dari kebanyakan coffee shop lain. Jika banyak tempat mengandalkan konsep “kalcer” dan spot instagramable, Kibi Kopi justru menghadirkan cerita yang lebih dalam.

Di balik meja bar, seorang pemuda dengan kebutuhan khusus tampak begitu fokus. Tangan kanannya perlahan mengambil botol susu, menuangkannya ke dalam jug, lalu menyalakan mesin uap. Dengan penuh konsentrasi, ia merampungkan satu per satu tugasnya.

Tak hanya meracik minuman, ia juga menyapa pelanggan, mencatat pesanan, hingga menyajikan kopi dengan percaya diri. Di wajah para pengunjung, tak tampak rasa iba. Yang terlihat justru penghargaan atas kerja keras dan ketekunannya.

Pemilik Kibi Kopi, Rendy Renaldi, yang membangun program Difabel Empowerment in a Cup. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)
Pemilik Kibi Kopi, Rendy Renaldi, yang membangun program Difabel Empowerment in a Cup. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)

Baca Juga: Saat Dunia Tak Mengerti, Pelukan dan Cinta Ibu Jadi Rumah Teraman bagi Anak Down Syndrome

Menepis Cemas di Usia Dewasa

Program Difabel Empowerment in a Cup yang digagas oleh pemilik Kibi Kopi, Rendy Renaldi, sejak awal 2023 lahir dari kegelisahan pribadi. Sebagai orang tua dari anak berkebutuhan khusus, ia memahami betul kecemasan yang kerap muncul ketika anak mulai beranjak dewasa.

“Orang tua yang punya anak berkebutuhan khusus sering bingung saat anaknya mulai dewasa. Nanti anak saya gimana? Kerjanya apa?” tutur Rendy.

Bagi Rendy, Kibi Kopi bukan sekadar tempat usaha. Ia melihatnya sebagai laboratorium harapan—ruang pembuktian bahwa hidup tidak berhenti setelah pendidikan formal selesai. Dengan kesempatan yang tepat, para difabel tetap bisa berkarya.

“Yang mereka butuhkan itu kesempatan. Minimal ada satu tempat buat mereka kerja, dampaknya besar sekali,” tambahnya.

Baca Juga: Berlari Menantang Batas: Egi dan Gita Buktikan Disabilitas Tak Halangi Prestasi

Jembatan Menuju Kemandirian

Kolaborasi Kibi Kopi dengan Skill Center Percik Insani menjadi bagian penting dari proses pembinaan. Menurut Kepala Skill Center Percik Insani, Christine Widiapradja, pelatihan bagi difabel membutuhkan pendekatan yang berbeda.

“Tujuannya mempersiapkan mereka menuju kemandirian. Supaya suatu hari, tanpa orang tua pun, mereka tetap bisa menjalani hidup,” jelas Christine.

Bekerja langsung di kedai kopi menjadi tahap akhir pelatihan. Interaksi dengan orang asing berfungsi sebagai terapi sosial, terutama bagi individu autis yang cenderung kaku dan sulit beradaptasi.

“Mereka perlu belajar bahwa ada orang asing, dan bagaimana bersikap di ruang publik,” ujarnya.

Kepala Skill center Percik Insani, Christine Widiapradja (tengah), yang menjadi partner kolaborasi di Kibi Kopi. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)
Kepala Skill center Percik Insani, Christine Widiapradja (tengah), yang menjadi partner kolaborasi di Kibi Kopi. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)

Menaklukkan Resep dan Komunikasi

Bagi para peserta pelatihan, mengingat resep bukan perkara sepele. Steven, salah satu barista difabel, mengibaratkannya sebagai “bukit” yang harus ditaklukkan.

“Butuh pengalaman berkali-kali sampai hafal menu. Kadang perlu catatan panduan juga,” katanya.

Selain resep, berkomunikasi dengan pelanggan menjadi tantangan terbesar. Namun, pengalaman di balik meja bar memberinya pelajaran berharga tentang pengelolaan emosi.

“Saya senang. Bisa belajar sabar, menenangkan diri, dan mengelola stres dari dalam diri,” ungkapnya.

Mimpi Mandiri secara Finansial

Meski dunia kerja semakin kompetitif, semangat Steven tak pernah surut. Ia memiliki impian yang jelas: mandiri secara finansial tanpa bergantung pada siapa pun.

“Saya ingin bisa memenuhi kebutuhan sendiri—makan, listrik, internet—tanpa dibiayai orang tua,” tegasnya.

Rendy pun berharap pesan inklusi dari Kibi Kopi dapat menyebar lebih luas. Ia ingin kedainya menjadi ruang belajar bagi siapa pun yang ingin membuka peluang kerja bagi difabel.

“Anak-anak ini bisa berkarya. Kalau ada coffee shop lain yang punya hati tapi belum tahu caranya, mari belajar bareng kita,” pungkasnya.

Di Kibi Kopi, setiap tetes kopi bukan hanya soal rasa. Ia menjadi simbol keberanian untuk bermimpi, sekaligus pengingat bahwa setiap manusia—apa pun kondisinya—layak diberi ruang untuk tumbuh dan bermakna.

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

News Update

Ayo Netizen 17 Jul 2026, 17:29

Alih Fungsi Jalur Sepeda Menjadi Parkir Motor: Inkonsistensi Kebijakan Transportasi Kota Bandung

Alih fungsi jalur sepeda di Jalan Lembong menjadi parkir motor bukan sekadar persoalan parkir, tetapi mencerminkan inkonsistensi kebijakan Kota Bandung dalam mewujudkan transportasi berkelanjutan.

Pemandangan miris di Jalan Lembong, Kota Bandung pada Kamis (16/7/2026). Jalur sepeda yang dibangun untuk menjamin keselamatan pesepeda, justru beralih fungsi menjadi ruang parkir sepeda motor. (Foto: Alkhalifi)
Ayo Netizen 17 Jul 2026, 16:58

Mengapa Isolasi Politik Pasca Tragedi Bubat Membuat Sunda Makin Mandiri?

Mengulas bagaimana Kerajaan Sunda memperkuat kemandirian politik, ekonomi, dan pertahanannya setelah Perang Bubat melalui kebijakan isolasi dari Majapahit.

Ilustrasi peristiwa Perang Bubat di Taman Citra Resmi, Purwakarta. (Sumber: nationalgeographic.grid.id | Foto: Cut Menas Nila Tanu Sukma Devi)
Ayo Netizen 17 Jul 2026, 16:25

Satu Peluncuran, Tiga Cara Bercerita: Menganalisis Penyampaian Pesan Produsen Ponsel Pintar Ternama

Memahami bagaimana cara jenama besar menyebarkan informasi tentang produk terbaru.

Ilustrasi ponsel pintar. (Sumber: Pexels | Foto: Efrem Efre)
Ayo Netizen 17 Jul 2026, 15:18

Revolusi Perancis dan Bandung Nol Kilometer

Revolusi Prancis berawal dari penjara Bastille tahun 1789 telah membuat perubahan besar hak asasi manusia juga mempengaruhi perkembangan Bandung.

Monumen titik nol kilometer Kota Bandung diresmikan Gubernur H. Danny Setiawan pada 18 Mei 2004 dan didedikasikan untuk masyarakat Priangan korban kerja paksa. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Anya Dellanita)
Ayo Netizen 17 Jul 2026, 14:50

Islam di Kerajaan Demak: Warisan Peradaban dan Hukum Islam

Kemunculan Demak tidak terlepas dari melemahnya Majapahit yang memberi kesempatan bagi para penguasa Islam di pesisir Jawa untuk membangun kekuasaan.

Masjid Agung Demak, yang terletak di Kauman, Demak, Jawa Tengah, dibangun pada abad ke-15 M oleh Raden Patah, pendiri Kesultanan Demak, bersama para Wali Songo. (Sumber: Wikimedia Commons | Foto: Hastosuprayogo)
Wisata & Kuliner 17 Jul 2026, 13:56

Panduan Wisata ke Pantai Legon Pari Sawarna, Laguna Tersembunyi di Ujung Jalan Setapak

Panduan lengkap Pantai Legon Pari Sawarna, mulai dari harga tiket, rute menuju lokasi, aktivitas, camping, hingga rekomendasi penginapan terbaru.

Pantai Legon Pari Sawarna. (Sumber: wisatasawarna.com)
Ayo Netizen 17 Jul 2026, 13:42

Soedirman dalam Tulisan Tempo

Review buku Soedirman: Seorang Panglima, Seorang Martir karya Tempo.

Buku "Soedirman: Seorang Panglima, Seorang Martir" (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Nahla Lisana, 2026)
Ayo Netizen 17 Jul 2026, 12:33

Persib dan Mimpi Menjadi Kekuatan Indonesia

Persib memiliki peluang menjadi salah satu lokomotif perubahan sepak bola di Tanah Air.

Pemain Persib Bandung melakukan selebarasi saar mengalahkan tamunya Selangor FC dengan skor 2-0. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Beranda 17 Jul 2026, 10:59

Soekarno-Hatta: Jalur Maut di Kota Bandung yang Terbelenggu Sekat Birokrasi

Selama birokrasi belum mampu di-bypass demi keselamatan, aspal Soekarno-Hatta akan tetap menjadi "jalur tengkorak" yang menanti nyawa lainnya.

Jalan Soekarno Hatta membentang sejauh 18 kilometer dari timur ke barat di kawasan selatan Kota Bandung. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 17 Jul 2026, 09:55

Hikayat Stasiun Kereta Api di Padang Panjang

dari awal berjalannya kereta api Padang Panjang sampai Berhentinya beroperasinya kereta api Padang Panjang

Stasiun Kereta Api Padang Panjang. (atourin.com)
Ayo Netizen 17 Jul 2026, 06:51

Reaktivasi SPP Sekolah Negeri di Jawa Barat

Pemerintah wajib menjaga stabilitas kehidupan masyarakat dalam pendidikan. Masyarakat tidak ingin ada beban biaya lagi dalam menuntut pendidikan

Sejumlah siswa SD pergi sekolah menaiki rakit bambu melintasi Waduk Saguling. (Sumber: Ayobandung | Foto: Restu Nugraha)
Ayo Netizen 16 Jul 2026, 19:41

Perkembangan Lukisan dari Zaman purba sampai Era Digital

Lukisan-lukisan yang kini kita kenal, menyimpan sejarahnya tersendiri tanpa kita sadari.

Lukisan digital printing. (Sumber: Taswadi. 2019. "Teknik Digital Printing Lukisan Warli Haryana." Irama: Jurnal Seni, Desain dan Pembelajarannya, Fakultas Pendidikan Seni dan Desain UPI)
Ayo Netizen 16 Jul 2026, 19:03

Jejak Tersembunyi di Balik Gereja Sidang Kristus Sukabumi

Gereja Sidang Kristus merupakan salah satu bangunan bersejarah yang ada di pusat kota Sukabumi.

Tampak depan Gereja Sidang Kristus Kota Sukabumi. (Sumber: Wikimedia Commons | Foto: Kepadalisna)
Ayo Netizen 16 Jul 2026, 18:44

Inspirasi Pajajaran sebagai Warisan yang Menunggu Diingat Kembali

Kerajaan Pajajaran banyak meninggalkan sejarah di masa Nusantara, tapi sayangnya ingatan kolektif tentang inspirasi Pajajaran bagi masa kini mulai terlupakan.

Kirab budaya di Jalan Asia Afrika, Kota Bandung, Selasa 19 Agustus 2025. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Wisata & Kuliner 16 Jul 2026, 17:05

Menikmati Matahari Terbit di Lawang Angin

Lawang Angin Garut menawarkan panorama matahari terbit, Gunung Cikuray, kabut pegunungan, dan potensi wisata yang belum tergarap.

Sunset di Lawang Angin, Garut. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 16 Jul 2026, 16:33

Mandala Koran Legendaris yang Mewarnai Sejarah Pers Jawa Barat

Pada masanya, Harian Mandala merupakan salah satu surat kabar paling berpengaruh di Jawa Barat.

Sampul depan Harian Umum MANDALA edisi 13 Juli 1976, terbitan 50 tahun silam yang menjadi salah satu saksi perjalanan pers di Jawa Barat. (Sumber: Foto dan koleksi koran lawas milik Kin Sanubary)
Ayo Netizen 16 Jul 2026, 15:12

Teruslah Membaca meskipun Dianggap Tidak Berguna

Membaca saja tidak cukup, kita harus memahami isi, konteks, dan pesan yang ingin disampaikan dalam buku atau tulisan tersebut.

Seseorang sedang membaca buku. (Sumber: Unsplash | Foto: Mufid Majnun)
Ayo Netizen 16 Jul 2026, 14:43

Di Balik MPLS Masih Adakah Pendidikan untuk Semua?

MPLS sudah dilaksanakan namun yang menjadi sorotan adalah masih ada sekolah yang menerima murid kurang dari kebutuhan

Anggota Komunitas Badut Necis (Badut Nyentrik Bandung Cimahi Sauyunan) MPLS di SD Negeri Cibeber. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 16 Jul 2026, 12:56

Bagaimana Teknologi Pengenal Plat Nomor Mengubah Wajah Transportasi Modern?

Teknologi License Plate Recognition (LPR) memungkinkan kamera dan AI mengenali plat nomor kendaraan secara otomatis untuk mendukung transportasi yang lebih aman, efisien, dan cerdas.

LPR (License Plate Recognition) atau disebut juga dengan ANPR (Automatic Number Plate Recognition) adalah salah satu aplikasi cctv untuk mengenali plat nomor kendaraan. (Sumber: ilmiteknik.co.id)
Wisata & Kuliner 16 Jul 2026, 11:48

Panduan Berkunjung ke Pulau Komodo: Cara ke Labuan Bajo, Pink Beach, dan Pulau Padar

Panduan lengkap Taman Nasional Komodo mulai dari harga tiket, aplikasi SiOra, Pulau Padar, Pink Beach, Manta Point, hingga pilihan tour terbaik.

Pulau Komodo. (Sumber: Flickr)