Sinergi Batalyon Pangan dengan Petani Mengatasi Deflasi Komoditas Pertanian

4 menit baca
Sri Maryati
Ditulis oleh Sri Maryati diterbitkan
Bimtek Ketahanan Pangan dan Peningkatan Kemampuan Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan (Yonif TP). (Foto: dok Puspen TNI)
Bimtek Ketahanan Pangan dan Peningkatan Kemampuan Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan (Yonif TP). (Foto: dok Puspen TNI)

Eksistensi Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan (Yonif TP) atau biasa disebut dengan batalyon pangan punya peran penting untuk mengendalikan pasokan komoditas hasil pertanian agar tidak terjadi deflasi harga pangan yang merugikan petani.

Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin menekankan bahwa pembentukan Yonif TP sebagai ”wujud kehadiran negara” bagi pemerintah daerah. Target dari Menhan adalah harus ada satu Yonif TP di setiap kabupaten di Pulau Jawa atau 750 Yonif TP hingga 2029 mendatang.

Desain kelembagaan dari Yonif TP terletak pada upaya akselerasi ketahanan pangan di daerah. Pendirian Yonif TP tergolong sebagai operasi militer selain perang (OMSP) sebagaimana dalam ketentuan Pasal 7 Ayat (2) Huruf b Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2025.

Dari 14 jenis OMSP dalam UU TNI, dua di antaranya dapat berkaitan dengan ketahanan pangan, yaitu pemberdayaan wilayah pertahanan dan kekuatan pendukungnya, serta penanggulangan bencana alam dan pemberian bantuan kemanusiaan.

Yonif TP 843/Patriot Yudha Vikasa (PYV) dan marshalling area di Desa Wanajaya, Cibitung, Bekasi, Jawa Barat, telah menjadi proyek percontohan atau prototipe dari 100 batalyon serupa yang akan dibangun di seluruh Indonesia.  

Kesatuan TNI melakukan kerja bakti membersihkan sampah di Pasar Induk Brebes (Foto: Kodim Brebes)
Kesatuan TNI melakukan kerja bakti membersihkan sampah di Pasar Induk Brebes (Foto: Kodim Brebes)

Mengatasi Masalah Deflasi dan Distribusi Produk Petani

Masyarakat khususnya kaum tani berharap eksistensi Yonif TP juga bisa membantu masalah distribusi atau transportasi hasil komoditas pertanian ke pasar, khususnya pasar induk agar bisa lancar tanpa hambatan. Karena selama ini cukup banyak hambatan jika memasukkan hasil pertanian ke pasar, seperti gangguan para preman, tengkulak dan adanya pungutan liar yang sangat memberatkan.  Eksistensi Yonif TP sebaiknya juga menyelesaikan masalah hilir komoditas pertanian. Yakni hingga ke pasar induk atau pasar tradisional dan pasar modern atau supermarket.

Selama ini petani sering dihantui oleh masalah deflasi maupun inflasi. Kedua hal diatas mesti dikendalikan dengan baik yang berbasis di pasar. Keseimbangan antara kedua kondisi ini penting untuk menjaga stabilitas harga agar produsen dan konsumen tidak dirugikan.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat sering terjadinya deflasi. Bahkan sempat terjadi deflasi berturut-turut dalam lima tahun terakhir. Dalam sejarah deflasi yang terjadi pada September 2024 merupakan deflasi terdalam dibandingkan bulan yang sama dalam lima tahun terakhir, dengan tingkat deflasi sebesar 0,12 persen (month to month).

Dalam lima bulan terakhir, negeri ini mengalami deflasi secara berturut-turut, dalam arti harga kebutuhan pokok mengalami penurunan. Dampaknya sangat merugikan petani dan pedagang di seluruh Indonesia.

Petani mengalami kerugian karena ongkos produksi tidak tertutupi, bahkan bisa jadi terjerat utang. Deflasi akhir-akhir ini terjadi pada komoditas telur. Akibatnya petani, peternak dan pengrajin bisa bangkrut dan tercekik utang.

Tak bisa dipungkiri, deflasi disebabkan oleh turunnya daya beli masyarakat. Pemerintahan harus segera mengatasi deflasi hingga ke akar-akarnya.

Kelompok pengeluaran bahan makanan menjadi komponen penyumbang deflasi bulanan terbesar. Di tingkat desa, pergerakan indeks Harga Konsumen (IHK) juga mengalami deflasi. Seiring dengan deflasi kelompok bahan makanan di tingkat konsumen, nilai tukar petani (NTP) menjadi turun.

Fenomena deflasi sangat ironis karena selama ini pemerintah mati-matian menekan inflasi akibat harga pangan, namun yang terjadi justru timbul deflasi. Pemerintah sangat agresif menekan harga komoditas pertanian dengan berbagai cara yang sebenarnya kurang arif dan bisa menjadi bumerang yang bisa menghantam petani.

Cara tersebut adalah dengan membentuk petani champion. Petani champion merupakan sebutan bagi petani khusus di bawah koordinasi Kementerian Pertanian dan Dinas Pertanian untuk menjadi penggerak dan penekan harga bagi petani lain di daerahnya. Adapun peran petani champion yaitu mengkoordinasikan petani lainnya untuk mengatur pola tanam dan langsung menekan harga di pasar sehingga tidak terlalu melonjak tinggi.

Sesuai namanya, para champion ini adalah petani yang terseleksi yang dianggap bisa mengkonsolidasikan segenap sumber daya yang ada untuk menjadi mitra pemerintah dalam menjaga pasokan dan harga kebutuhan pangan pokok yang rentan terhadap inflasi, khususnya komoditas aneka cabai dan bawang merah.

Selama ini untuk menyikapi tingginya harga cabai rawit merah di tingkat konsumen, pemerintah melalui Badan Pangan Nasional/National Food Agency (NFA) dan Kementerian Pertanian (Kementan) melaksanakan aksi Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) Cabai untuk mengendalikan inflasi komponen bergejolak  atau volatile food.

Untuk itu pemerintah bekerjasama dengan para petani Champion cabai binaan Kementan memasok dan menggelar aksi SPHP Cabai di berbagai wilayah. Dukungan yang diberikan NFA yakni berupa bantuan transportasi Fasilitasi Distribusi Pangan (FDP) cabai dari sentra produksi petani champion di berbagai daerah ke wilayah Jakarta dan kota besar lainnya untuk menekan biaya distribusi.

Kelompok petani champion selama ini menikmati fasilitasi APBN dan menyisihkan sebagian hasil panen untuk menjaga pasokan. Namun ketika ketika bulan-bulan terakhir ini terjadi deflasi dan harga komoditas jatuh di titik nadir, maka aksi petani champion justru sangat ironis dan merugikan petani lainnya yang jumlahnya lebih banyak yang tidak ikut dalam kelompok champions. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 02 Nov 2026, 20:58

Komunikasi sebagai Jembatan Empati di Tengah Krisis Karhutla

Melalui komunikasi, masyarakat Bandung yang tidak merasakan langsung dampak karhutla tetap dapat membangun kepedulian, solidaritas, dan dukungan bagi masyarakat yang terdampak.

Penanganan Karhutla di Kalimantan Tengah. (Sumber: Pemprov Kalteng)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 19:02

Fenomena Kemacetan di Bunderan Cibiru berdasarkan Pengalaman Pengguna Jalan

Kemacetan sering terjadi di perkotaan akibat padatnya kendaraan, salah satunya di Bunderan Cibiru, Bandung, yang menjadi titik pertemuan arus lalu lintas masyarakat sehari-hari.

Kondisi lalu lintas di kawasan Bunderan Cibiru, Bandung. (Sumber: Dokumentasi pribadi | Foto: Vania Ramadhani Sidiq)
Wisata & Kuliner 02 Nov 2026, 18:53

Ikon Taraju, Surga Tersembunyi di Tasikmalaya

Hamparan perkebunan teh dari ketinggian memang menjadi pemandangan yang memanjakan mata. Hal ini yang menjadi salah satu kelebihan Ikon Taraju di Desa Taraju, Kecamatan Taraju, Kabupaten Tasikmalaya.

Wisatawan berswafoto di Ikon Taraju (Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 18:24

Gasibu Tempo Dulu

Lahan cikal bakal Gasibu merupakan kawasan rawa yang memiliki sumber mata air dan sempat masuk dalam rencana pembangunan kompleks Gedung Sate.

Kawasan Gasibu tempo dulu. (Sumber: KITLV)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 17:37

Analisis Ekologis, Sosiologis dan Ekonomi Perkebunan Teh Era Kolonial vs Perkebunan Sawit Era Modern

Membandingkan dampak ekologis, sosiologis dan ekonomi perkebunan era kolonial dan modern. Temukan transformasi besar, warisan sejarah dan tantangan keberlanjutan yang dihadapi industri ini.

Perkebunan Teh Cukul, Pangalengan. (Sumber: Wikimedia)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 17:14

Seluk-Beluk Memancing

Mencermati aktivitas memancing dari sudut ekologis, psikologis, atau sejarah.

Seluk-beluk memancing. (Sumber: GeminiAI)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 15:15

Karhutla: Bencana Alam atau Persoalan Hukum?

Karhutla bukan sekadar bencana alam akibat kondisi cuaca, tetapi juga persoalan lingkungan yang menuntut tanggung jawab manusia dan penegakan hukum.

Dokumentasi penanganan kebakaran hutan dan lahan. (Sumber: gakkum.kehutanan.go.id)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 13:18

Kala Bersepeda dan Berlari di Kota Bandung Menjadi Aktivitas Berisiko

Dengan konsentrasi PM2,5 yang tinggi, maka olahraga luar ruangan di Kota Bandung menghadapi persoalan yang agak mengkhawatirkan.

Sekelompok warga bersepeda di Kota Bandung. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Ayo Bandung)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 11:53

Komunikasi dengan Alam

Komunikasi lingkungan dilakukan sepanjang tahun, bukan ketika musim kebakaran dan banjir muncul.

Kebakaran hutan dan lahan di Riau (04 Sep 2026). (Sumber: mediacenter.riau.go.id)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 10:30

Becak Cirebon: Transportasi Langka yang Masih Digunakan Sebagian Masyarakat

Transportasi umum di Kota Cirebon masih menyediakan berbagai macam pilihan mulai dari ojek online, elf, angkot hingga becak.

Becak disekitaran Grage Mall Cirebon. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 10:10

Bandung Menuju Kota Digital Aman

Kota yang benar-benar cerdas bukan hanya kota yang mampu mengadopsi teknologi terbaru, melainkan yang mampu melindungi warganya.

Ilustrasi layanan digital. (Sumber: Pexels | Foto: Towfiqu barbhuiya)
Ayo Biz 01 Nov 2026, 15:21

Lahan Sempit di Kota Bandung Disulap Jadi Kebun Produktif, Hasilnya untuk Warga

Sejumlah jurnalis dari berbagai daerah di Indonesia berkesempatan melihat langsung pengelolaan kebun tersebut melalui kegiatan Fellowship Journalism Menanam di BRInita Buruan Sae.

Pada Jumat, 30 Oktober 2026, sejumlah jurnalis dari berbagai daerah di Indonesia berkesempatan melihat langsung pengelolaan kebun tersebut melalui kegiatan Fellowship Journalism Menanam di BRInita Buruan Sae Pajajaran Hegar. (Sumber: Istimewa)
Ayo Netizen 31 Okt 2026, 20:39

Stop The Wedding: Tren Perempuan yang Membagikan Cerita Traumatis Pernikahan

Apakah perempuan benar-benar takut menikah karena tidak menemukan urgensinya atau hanya takut karena tren "Stop The Wedding" yang sedang beredar di media sosial

Stop the Wedding sedang menjadi headline di media sosial yang mengangkat pengalaman buruk perempuan dalam pernikahan (Sumber: Ilustrasi Gambar AI)
Ayo Netizen 31 Okt 2026, 19:15

Bandung Akan Terkena Asap Pekat Karhutla

Nafsu-nafsu tidak terkendali untuk menguasai hutan bisa menyebabkan semua wilayah terkena dampak asap pekat kebakaran hutan dan lahan termasuk Kota Bandung

Penanganan karhutla. (Sumber: Kementerian Kehutanan)
Ayo Netizen 31 Okt 2026, 17:11

Merancang Kawasan Hunian untuk Mobilitas Berkelanjutan

Integrasi tata ruang dan transportasi dalam pengembangan kawasan hunian melalui akses berjalan kaki, bersepeda, dan angkutan umum untuk mewujudkan mobilitas yang aman, nyaman, dan berkelanjutan.

Halte bus yang berfungsi sebagai tempat pemberhentian angkutan umum di kawasan hunian. (Foto: Angga Marditama Sultan Sufanir)
Ayo Netizen 31 Okt 2026, 16:31

Korupsi di Negeri Bencana

Korupsi di BNPB yang dilakukan oleh oknum, merupakan perbuatan yang biadab.

SDN 1 Babakan Talang di Kampung Cigombong, Desa Cibedug, Kecamatan Rongga, Kabupaten Bandung Barat hancur akibat bencana pergerakan tanah , Senin 4 Maret 2024. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 31 Okt 2026, 15:17

Ketika Api Menguji Integritas

Bencana menuntut kita bergerak cepat menyelamatkan kehidupan, tetapi juga menguji integritas dalam menjaga amanah dan menyalurkan bantuan.

Kebakaran hutan dan lahan (karhutla). (Sumber: kehutanan.go.id)
Ayo Netizen 30 Okt 2026, 20:24

Bdg-GoX Dibangun, Kapan Warga Bandung Menikmati Internet Murah?

Akses digital bukan hanya persoalan ketersediaan jaringan, melainkan juga keterjangkauan ekonomi.

Ilustrasi Bandung Kota Digital dengan program  Bdg-Gox (Sumber: Ilustrasi di desain dengan ChatGPT oleh Sri Maryati)
Ayo Netizen 30 Okt 2026, 19:47

Cangkoréh Awi Ngarambat

Ada jenis bambu yang merambat, yang dikenal, ada yang menyebutnya awi cangkoréh, ada juga yang menyebutnya awi cangkoré.

Awi ngarambat. (Foto: Wikimedia Commons)
Ayo Netizen 30 Okt 2026, 16:33

Persembahan untuk Lembang

Lembang telah jatuh ke tangan para kapitalis, memaksakan berubah wujud, memeras keindahan alamnya, meluluhlantakkan kenangan hijau yang terpatri di benak warganya.

Persembahan saya untuk Lembang, tertuang dalam beberapa karya buku. (Foto: Malia)