Romantisme Membaca Majalah Jakarta Jakarta: Menyusuri Jejak Peristiwa Era 1990-an

5 menit baca
Kin Sanubary
Ditulis oleh Kin Sanubary diterbitkan
Majalah Jakarta Jakarta, salah satu majalah berita bergambar yang paling diminati masyarakat Indonesia pada era 1990-an. (Sumber: Koleksi Majalah Jakarta Jakarta | Foto: Kin Sanubary)
Majalah Jakarta Jakarta, salah satu majalah berita bergambar yang paling diminati masyarakat Indonesia pada era 1990-an. (Sumber: Koleksi Majalah Jakarta Jakarta | Foto: Kin Sanubary)

Di tengah derasnya arus informasi digital saat ini, ada romantisme yang sulit tergantikan ketika membuka lembar demi lembar majalah cetak lawas. Aroma kertas, kualitas cetakan, tata letak yang artistik, hingga foto-foto eksklusif menghadirkan pengalaman membaca yang berbeda. Salah satu majalah yang meninggalkan jejak kuat dalam sejarah pers Indonesia adalah Majalah Jakarta Jakarta atau yang akrab disingkat JJ.

Majalah berita bergambar ini begitu populer pada era 1980–1990-an. Dengan motto yang legendaris, "Panas Gambarnya, Hangat Beritanya", Jakarta Jakarta berhasil memadukan jurnalisme, fotografi artistik, dan liputan mendalam mengenai dunia hiburan, sosial, budaya, hingga peristiwa nasional maupun internasional.

Rubrik andalannya, "Nama & Peristiwa", selalu menjadi bagian yang paling dinanti pembaca. Di sanalah berbagai kisah para artis, penyanyi, model, tokoh masyarakat, hingga figur dunia diulas secara menarik, menjadikan setiap edisi terasa istimewa.

Tampilan sampul muka Majalah Jakarta Jakarta era 1990-an memperlihatkan bagaimana wajah-wajah populer pada zamannya menghiasi halaman depan. Bukan sekadar majalah hiburan, setiap edisi kini menjadi arsip sejarah yang merekam denyut kehidupan masyarakat Indonesia pada masanya. Bagi kolektor media cetak, majalah ini merupakan harta karun yang menyimpan kenangan sekaligus dokumentasi perjalanan dunia jurnalistik dan industri hiburan Tanah Air.

Salah satu edisi yang menarik untuk dikenang adalah Majalah Jakarta Jakarta terbitan 12–18 Februari 1994, yang kini telah berusia 32 tahun. Sampul depannya menampilkan Ida Royani, sosok multitalenta yang dikenal sebagai penyanyi, bintang film, model, sekaligus perancang busana muslim. Foto-foto sosok cantik Ida Royani diabadikan oleh wartawan foto senior Ray Bachtiar Drajat yang juga kakak kandung penyanyi Arman Maulana, vokalis band GIGI.

Lahir di Jakarta pada 24 Maret 1953 dengan nama Ida Daniar, Ida Royani mencapai puncak popularitas pada era 1970-an sebagai pasangan duet legendaris Benyamin Sueb di layar lebar maupun panggung hiburan. Lagu-lagu Gambang Kromong seperti Di Sini Aje dan Hujan Gerimis menjadi bagian dari perjalanan musik Betawi yang hingga kini masih dikenang.

Di dunia film, Ida membintangi sejumlah judul populer, di antaranya Tarzan Kota dan Benyamin Biang Kerok. Ia kemudian menikah dengan musisi Keenan Nasution, dan hingga kini tetap aktif sebagai perancang busana muslim serta anggota Asosiasi Perancang Pengusaha Mode Indonesia (APPMI).

Edisi ini juga memuat kabar mengenai Muthia Datau, Runner-up None Jakarta 1976 yang pernah dikenal sebagai penjaga gawang tim sepak bola putri. Setelah meninggalkan dunia olahraga, Muthia berkarier sebagai manajer operasional sebuah bank dan kemudian menikah dengan aktor Herman Felani. Kehidupan rumah tangganya dikaruniai tiga orang putra.

Sementara itu, penyanyi Yuni Shara menjadi sorotan setelah pernikahannya dengan Raymond Manthey pada Oktober 1993. Pernikahan yang digelar dengan adat Jawa tersebut kemudian ramai diberitakan karena berbagai persoalan rumah tangga yang berujung pada perpisahan.

Aktris Ria Irawan juga menghiasi halaman berita. Saat itu ia dikabarkan tengah menjalani pemulihan kesehatan sekaligus berusaha bangkit dari trauma setelah kehilangan sang kekasih, Aldi, yang meninggal dunia akibat overdosis obat-obatan.

Edisi-edisi awal Majalah Jakarta Jakarta banyak menampilkan liputan mengenai dinamika politik nasional serta berbagai peristiwa penting di dunia internasional. (Sumber: Majalah Jakarta Jakarta | Foto: Koleksi Kin Sanubary)
Edisi-edisi awal Majalah Jakarta Jakarta banyak menampilkan liputan mengenai dinamika politik nasional serta berbagai peristiwa penting di dunia internasional. (Sumber: Majalah Jakarta Jakarta | Foto: Koleksi Kin Sanubary)

Rinto Harahap, Sang Raja Lagu Melankolis.

Nama Rinto Harahap tentu tidak asing bagi pencinta musik Indonesia. Musisi kelahiran Sibolga, 10 Maret 1949 ini dikenal sebagai pencipta lagu-lagu pop melankolis yang mewarnai industri musik Indonesia sejak era 1970-an.

Setelah sukses bersama grup The Mercy's, Rinto mendirikan Lolypop Group dan PT Lolypop Records, yang melahirkan banyak penyanyi populer seperti Iis Sugianto, Betharia Sonatha, dan Nia Daniaty.

Begitu identiknya Rinto dengan lagu-lagu bernuansa sendu, hingga muncul ungkapan yang sangat populer pada era 1980–1990-an:

"Tampang Rambo, Hati Rinto."

Ungkapan itu menjadi simbol seseorang yang tampak garang di luar, tetapi sesungguhnya berhati lembut dan romantis.

Musisi nyentrik asal Bandung, Harry Roesli, juga menjadi bagian dari pemberitaan. Dikenal sebagai pemimpin Depot Kreasi Seni Bandung (DKSB) dan pencipta lagu-lagu bertema kritik sosial, Harry menjajal dunia akting lewat sinetron None karya sastrawan sekaligus sutradara Putu Wijaya. Menariknya, Harry mengaku sangat menikmati pengalaman memerankan tokoh perampok dalam sinetron tersebut.

Tak banyak yang mengetahui bahwa Harry Roesli merupakan cucu dari sastrawan besar Indonesia, Marah Roesli.

Rubrik musik internasional mengulas konser Sting di Jakarta. Mantan vokalis dan basis The Police itu sukses memukau ribuan penggemarnya lewat lagu-lagu seperti Fields of Gold, If I Ever Lose My Faith in You, Every Breath You Take, Englishman in New York, Sister Moon, hingga Roxanne.

Penulis berfoto bersama Ati Bachtiar dan Ray Bachtiar, jurnalis foto Majalah Jakarta Jakarta, yang turut mewarnai perjalanan majalah tersebut melalui karya-karya fotografi jurnalistiknya. (Foto: Kin Sanubary)
Penulis berfoto bersama Ati Bachtiar dan Ray Bachtiar, jurnalis foto Majalah Jakarta Jakarta, yang turut mewarnai perjalanan majalah tersebut melalui karya-karya fotografi jurnalistiknya. (Foto: Kin Sanubary)

Konser tersebut menjadi salah satu momen yang membuktikan besarnya antusiasme masyarakat Indonesia terhadap musisi kelas dunia sejak awal 1990-an.

Dari panggung internasional, Jakarta Jakarta juga mengangkat profil Ratu Noor, permaisuri Raja Hussein dari Yordania. Lahir di Amerika Serikat dengan nama Elizabeth Najeeb Halaby, Ratu Noor merupakan lulusan arsitektur Universitas Princeton yang kemudian aktif mempromosikan seni dan budaya Yordania melalui berbagai pameran internasional.

Dunia perfilman Hollywood saat itu juga tengah diramaikan oleh kesuksesan Sharon Stone melalui film Basic Instinct (1992). Film tersebut melambungkan namanya menjadi salah satu aktris paling populer sekaligus dengan bayaran tertinggi pada masanya.

Karier Sharon terus menanjak lewat film-film seperti Sliver dan The Immortals, menjadikannya salah satu ikon perfilman Hollywood pada dekade 1990-an.

Membaca kembali Majalah Jakarta Jakarta bukan sekadar mengenang para selebritas atau berita lama. Setiap halaman menghadirkan potongan sejarah yang memperlihatkan bagaimana media mengabadikan sebuah zaman. Dari dunia hiburan, musik, film, olahraga, hingga peristiwa internasional, semuanya tersimpan rapi dalam lembaran-lembaran majalah yang kini menjadi koleksi berharga.

Bagi para kolektor media cetak, setiap eksemplar Jakarta Jakarta adalah kapsul waktu yang mengajak pembacanya kembali ke era ketika berita dinikmati dengan lebih perlahan, lebih mendalam, dan penuh rasa. Itulah romantisme membaca majalah, sebuah pengalaman yang mungkin tak lagi banyak ditemui di era digital, tetapi selalu menghadirkan kenangan yang hangat setiap kali lembarannya dibuka kembali. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Kin Sanubary
Tentang Kin Sanubary
Kolektor media cetak lawas. Peraih Anugerah PWI Jawa Barat 2023 Kategori Pangajen Rumawat Kalawarta

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 12 Agu 2026, 11:24

Defisit Rp300 Miliar, Siapa yang Gagal Mengelola Bandung?

Defisit Rp300 miliar itu tentu saja merupakan cerita yang jauh lebih kompleks dari sekadar kekurangan duit kas.

Balai Kota Bandung. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Humas Setda Kota Bandung  via ayobandung.com)
Ayo Netizen 12 Agu 2026, 08:18

Merdeka dalam Berpikir, Merdeka dalam Bertindak

Makna kemerdekaan di era digital tercermin dari kemampuan masyarakat dalam berpikir kritis, menyaring informasi, dan bertindak secara bertanggung jawab.

Ilustrasi orang Indonesia. (Sumber: Pexels | Foto: Heru Dharma)
Ayo Netizen 11 Agu 2026, 20:01

Membaca Gaya Komunikasi di Balik Publikasi Koleksi Jam Tangan Edisi Khusus

Analisis ini berfokus pada cara perusahaan menyampaikan produknya kepada publik, bukan membahas spesifikasi produk secara rinci.

Ilustrasi iklan.
Ayo Netizen 11 Agu 2026, 18:10

Menulis sebagai Cara Membangun Pengetahuan

Sebuah refleksi tentang menulis yang tidak berhenti pada keterampilan menyusun kata dan kalimat, tetapi melihat menulis sebagai bagian dari proses membangun pengetahuan dan membentuk cara berpikir.

Ilustrasi mengetik artikel dengan laptop. (Sumber: Unsplash | Foto: Sergey Zolkin)
Ayo Netizen 11 Agu 2026, 17:02

Indonesia Raya Tercipta di Bandung

Gagasan menciptakan lagu kebangsaan muncul setelah W.R. Soepratman membaca tantangan di majalah Timboel pada 1924.

Ilustrasi Wage Rudolf Soepratman. (Sumber: Ayobandung.id)
Beranda 11 Agu 2026, 16:53

Bandung Makin Panas di Siang dan Makin Dingin di Malam, Ada Apa dengan Suhu Kota?

Suhu Kota Bandung menunjukkan perubahan menarik. Siang makin panas dan malam tetap dingin. Pohon serta ruang hijau punya peran pent

Kota Bandung tampak seperti cekungan dengan dominasi kawasan pemukiman serta industri. Sementara bagian hijau sudah sangat kurang. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 11 Agu 2026, 16:08

Penyiaran Proklamasi Kemerdekaan di Bandung

Berita mengenai proklamasi kemerdekaan dengan cepat menyebar dan meluas dalam masyarakat Kota Bandung.

Jawa hokokai pada 1944. (Sumber: Polri.go.id)
Wisata & Kuliner 11 Agu 2026, 15:39

Panduan Wisata Telaga Biru Cicerem, Danau Jernih di Kaki Gunung Ciremai

Jelajahi Telaga Biru Cicerem, telaga alami dengan air biru kehijauan yang jernih, ikan warna-warni, dan panorama kaki Gunung Ciremai.

Telaga Biru Cicerem. (Sumber: Instagram @telagabiruciceremofficial)
Ayo Netizen 11 Agu 2026, 15:17

Dilema PKL: Tertib atau Mati Pelan-pelan

Data menunjukkan bahwa sektor informal, seperti PKL, masih menjadi tulang punggung tenaga kerja di Indonesia.

Petugas Satpol PP Kota Bandung menggunakan alat berat merobohkan bangunan liar dan lapak PKL di Jalan Ibrahim Adjie, Kiaracondong, Kota Bandung, Senin 10 Agustus 2026. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 11 Agu 2026, 13:48

Berjumpa dengan Bari Lukman, Pengibar Merah Putih Pertama di Bandung

Yang menarik, perjumpaan dengan Bari Lukman tidak diawali oleh pencarian seorang tokoh sejarah.

Bari Lukman (memegang bolpoin) bersama rekan-rekan wartawan di Bandung. (Sumber: Dokumentasi  Kin Sanubary)
Ayo Netizen 11 Agu 2026, 12:27

Jejak Memori Rijsttafel: Simfoni Akulturasi dan Potret Budaya Kolonial di Nusantara

Sebagai warisan budaya, Rijsttafel mengajak kita untuk melakukan penelusuran terhadap sebuah tradisi adiboga yang tumbuh di tengah ketegangan kolonialisme.

Momen rijsttafel pada tahun 1880-an. (Sumber: Collectie Stichting Nationaal Museum van Wereldculturen | Foto: Jhr. Josias Cornelis Rappard)
Ayo Netizen 11 Agu 2026, 08:58

Membangkitkan Kembali Pesawat Kebanggaan Indonesia 

Membangkitkan kembali pesawat asli Indonesia sebenarnya perwujudan yang logis bagi Indonesia, pemerintahan saat ini pun perlu mendanainya dengan sungguh-sungguh.

Kondisi Bandara Husein Sastranegara sebelum penerbangan dipindahkan. (Sumber: Ayobandung)
Ayo Netizen 10 Agu 2026, 18:19

Resensi Novel 'Permulaan Sebuah Musim Baru di Suriname': Kisah Jungkir Balik Sebuah Keluarga Jawa

Novel ini menceritakan tentang sebuah keluarga Jawa yang mencoba untuk mengadu nasib ke Suriname.

Buku "Permulaan Sebuah Musim Baru di Suriname". (Sumber: Ayobandung.id)
Bandung 10 Agu 2026, 17:54

Inovasi Kudapan Nostalgia, Cara Kuliner Lokal Bandung Bikin Biskuit Gabin Naik Kelas

Dinamika jajanan di Kota Bandung rasanya tidak pernah kehabisan akal untuk memanjakan lidah para pencintanya, tak terkecuali untuk inovasi biskuit gabin.

Biskuit gabin, kudapan sederhana yang akrab dengan memori masa kecil yang dapat panggung untuk tampil lebih modern dan kekinian. (Sumber: AyoBiz.id | Foto: Eneng Reni Nuraisyah Jamil)
Ayo Netizen 10 Agu 2026, 17:47

Berburu Buku Tahun 1980-an

Kilasan informasi masa tahun 1980-an tentang literasi yang dominasi membaca buku, koran, majalah, novel dan komik

Ilustrasi toko buku di Pasar Palasari. (Sumber: Ayobandung.id)
Wisata & Kuliner 10 Agu 2026, 17:47

Warung Perkedel Ibu Kokom, Hidden Gem Kuliner Bandung di Cimenyan

Warung Ibu Kokom menjadi destinasi kuliner favorit di Cimenyan berkat perkedel renyah, sambal terasi, dan terutama pemandanagan serta suasana alam yang sejuk.

Perkedel di Warung Ibu Kokom Cimenyan. (Sumber: Instagram @warung_ibukokom)
Ayo Netizen 10 Agu 2026, 16:24

Shrinkflation Tanda Inflasi Tersembunyi pada Suatu Negara

Shrinkflation adalah fenomena ekonomi ketika perusahaan mengurangi kuantitas atau ukuran suatu produk tanpa menaikkan harga jual secara langsung. Fenomena ini umumnya jarang diketahui oleh konsumen.

Ilustrasi shrinkflation dengan kemasan produk yang makin kecil akibat inflasi. (Sumber: Flickr | Foto: Brett Jordan)
Ayo Netizen 10 Agu 2026, 15:52

Makna Kemerdekaan untuk Kembalikan Esensi Pajak Penerangan Jalan di Bandung

Sangat ironis jika bulan kemerdekaan diwarnai dengan ruas jalan dan ruang publik yang gelap gulita.

Ilustrasi makna hari kemerdekaan untuk mengatasi kegelapan di ruas jalan dan ruang publik. (Sumber: Hasil kreasi dengan Gemini | Foto: Sri Maryati)
Ayo Netizen 10 Agu 2026, 12:51

Ketika Tuntutan Produktivitas dalam Hustle Culture Memicu Beban Mental Mahasiswa

Berangkat dari keresahan mahasiswa terhadap tuntutan selalu produktif, yang di mana sering disalahartikan sebagai keharusan selalu terlihat sibuk.

Seorang wanita duduk di atas tempat tidur sambil memegang bantal, dikelilingi kertas dan laptop, menunjukkan ekspresi stress. (Sumber: pexels | Foto: Ron Lach)
Ayo Netizen 10 Agu 2026, 11:12

Sawah, Kerbau (Baja), dan Kenangan

Munding boleh berganti traktor. Sawah bisa saja berubah wajah menjadi rumah, kos-kosan. Permainan anak-anak boleh berganti zaman. Tapi kenangan tentang kebersamaan semestinya tetap tumbuh

Asyiknya membajak sawah menggunakan kerbau dulu, kini digantikan perannya oleh traktor (Sumber: Instagram @kangnandarvlog)