AYOBANDUNG.ID -- Di lereng hutan Gunung Arjuno, Kota Batu, Jawa Timur, perubahan tumbuh pelan, di antara kebun kopi yang mulai menghasilkan lebih banyak, tempat sampah terpadu yang kini berfungsi, dan pohon-pohon produktif yang menutupi lahan yang dulu rawan longsor dan kebakaran. Kawasan yang selama bertahun-tahun bergulat dengan alih fungsi lahan dan ancaman bencana ini kini menjadi salah satu titik paling nyata dari perjalanan panjang PT United Tractors Tbk (UT) merawat gagasan besar bernama industri berkelanjutan.
UT menjalankan program Desa UniTy di kawasan ini sebagai bagian dari inisiatif tanggung jawab sosial perusahaan yang menyasar empat desa, yaitu Sumbergondo, Tulungrejo, Tawangargo, dan Giripurno. Total 819 warga telah merasakan dampak program ini, yang bukan sekadar bantuan sesaat, melainkan pendekatan yang menyasar tiga hal sekaligus: ketahanan bencana, kelestarian lingkungan, dan penguatan ekonomi warga.
Di sisi lingkungan, UT menggarap revegetasi hutan seluas 567 hektare melalui penanaman pohon produktif yang sekaligus memberi nilai ekonomi bagi warga sekitar. UT juga menjalankan Program Kampung Iklim (Proklim) di Dusun Wonorejo, sambil memperkuat fasilitas pengelolaan sampah reuse-reduce-recycle (TPS3R) di Desa Sumbergondo dan Kedung Giripurno.
Dampaknya mulai terasa di dapur-dapur warga. UMKM kopi khas lereng Arjuno, misalnya, mencatat kenaikan pendapatan hingga 50 persen setelah mendapat pelatihan dan dukungan pemasaran dari UT. UT juga mendampingi peternakan domba yang dikelola Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Sumbergondo, serta petani alpukat hass yang kini memasuki masa panen awal di area revegetasi.
Saidina Malik, anggota tim CSR UT, menegaskan hal ini dalam keterangan yang dimuat TopBusiness. Ia menyatakan bahwa program ini tidak berhenti pada sekadar memenuhi kewajiban perusahaan, karena UT merancang Desa UniTy sebagai model kolaborasi antara perusahaan, pemerintah, dan masyarakat dalam menghadapi tantangan perubahan iklim, sekaligus bukti bahwa pembangunan ekonomi dan pelestarian lingkungan bisa berjalan beriringan.
Ke depan, UT menargetkan seluruh desa binaan di lereng Arjuno mencapai status Proklim Lestari pada 2027, tingkatan tertinggi dalam pengakuan nasional Program Kampung Iklim. UT juga berencana mereplikasi model ini ke wilayah lain setelah menyempurnakannya secara berkelanjutan.
Dari Emisi ke Energi Bersih
Kisah di Arjuno hanyalah satu keping dari peta yang jauh lebih luas. Sebagai bagian dari Grup Astra, UT turut mendukung target Astra Net Zero Emissions (NZE) Scope 1 dan 2 pada 2050, sesuai peta jalan Net Zero Pathway Astra. Sebagai tonggak awal, perusahaan menargetkan penurunan emisi sebesar 30 persen pada 2030 dari baseline 2019, sebagai bagian dari 2030 Sustainability Aspiration yang UT canangkan.
Dalam keterangan resminya di situs unitedtractors.com, UT menyatakan, "UT berhasil mencatat penurunan emisi GRK untuk Scope 1 & Scope 2 sebesar 11.15% pada tahun 2024 dari baseline tahun 2019." Capaian ini berjalan seiring kenaikan porsi energi terbarukan, yang kini mencapai 31,94 persen dalam struktur energi perusahaan.
Sara K. Loebis, Head of Corporate Governance and Sustainability Division UT, menyampaikan hal ini dalam keterangan yang dimuat Kabar SDGs. Ia menyebut pemanfaatan energi sebagai fondasi utama operasional bisnis UT, sehingga efisiensi dan optimalisasi penggunaannya menjadi kunci menjaga operasional yang bertanggung jawab terhadap lingkungan.
UT menempuh langkah menuju target itu lewat sejumlah inisiatif konkret. UT mengadopsi biodiesel B35 di seluruh lini operasional, sejalan dengan kebijakan Kementerian ESDM untuk mendorong energi terbarukan di sektor industri. Sejak 2022, perusahaan juga bekerja sama dengan PT PLN memanfaatkan Renewable Energy Certificate (REC), yang pada 2024 pemanfaatannya mencapai 85.487 unit atau setara 307.754,57 gigajoule dan berhasil mengurangi emisi hingga 74.374,02 ton CO2 ekuivalen.
Di lini lain, anak usaha PT Energia Prima Nusantara memasang panel surya atap di sejumlah gedung operasional dan area tambang, yang pada 2024 menghasilkan 3.707,60 megawatt-jam listrik terbarukan sekaligus mengurangi ketergantungan pada listrik berbasis fosil maupun generator diesel di area kerja terpencil. UT juga menerapkan konsep green building, mulai dari optimalisasi pencahayaan alami hingga sistem HVAC hemat energi berbasis IoT, yang mengantarkan UT meraih ASEAN Energy Award pada September 2024 sebagai penghargaan tertinggi se-Asia Tenggara di bidang energi.
Ketika Akar Rumput dan Ruang Rapat Direksi Bertemu
Jejak keberlanjutan UT menunjukkan hal menarik: inisiatif di tingkat komunitas, seperti Desa UniTy di Arjuno, tidak berdiri sendiri, melainkan terjalin dengan strategi ESG korporat yang jauh lebih besar. Program penanaman pohon di Arjuno, misalnya, menjadi bagian dari UTREES (United Tractors for Nature and Environment Sustainability), inisiatif lingkungan yang UT rancang sebagai mekanisme sekuestrasi karbon untuk mendukung target penurunan emisi perusahaan.
Sinergi ini pula yang mengantarkan UT meraih sejumlah pengakuan eksternal sepanjang 2026. SUCOFINDO menggelar ajang Environmental and Social Innovation Awards (ENSIA) 2026 di Bali pada 10 September lalu, dan UT meraih tiga penghargaan pada ajang ini untuk inovasi di bidang pengelolaan limbah bahan berbahaya dan beracun (B3), pemberdayaan kader Posyandu, hingga pelestarian keanekaragaman hayati.
Sebelumnya, Fortune Indonesia Summit 2026 mengumumkan daftar Change the World 2025, dan UT bersama anak usahanya PT Kalimantan Prima Persada (KPP Mining) masuk dalam daftar ini atas penilaian sejumlah aspek, mulai dari strategi reduksi GRK, manajemen energi, pengelolaan limbah padat dan air, hingga program pengembangan masyarakat.
Dianwahyu Sri Purnomo, Head of Corporate Communications and Sustainability Division UT, menyampaikan hal ini dalam rilis resmi UT di situs unitedtractors.com. Ia menyatakan, "Bagi UT, sustainability bukan sekadar kewajiban, melainkan fondasi strategi jangka panjang Perusahaan."
Grup UT juga meraih TOP CSR Awards 2026, dengan penilaian yang mencakup tiga program unggulan, yaitu UTFUTURE lewat Sekolah Binaan United Tractors, UTACTION lewat penguatan mitigasi bencana, dan UTREES lewat inisiatif Desa Lestari di lereng Arjuno. Pencapaian ini menegaskan bahwa program-program yang tampak kecil di lapangan menjadi bagian dari agenda strategis yang direksi dan dewan komisaris awasi langsung.
Tantangan yang Belum Selesai
Meski demikian, jejak ini belum menjadi garis lurus menuju kesempurnaan. Ekspansi operasional bisnis tetap meningkatkan intensitas emisi UT, bahkan di tengah berbagai inisiatif efisiensi yang UT jalankan, sehingga kondisi ini menjadi tantangan nyata bagi perusahaan.
UT pun baru menargetkan status Proklim Lestari di seluruh desa binaan Arjuno tercapai pada 2027, yang menandakan bahwa transformasi semacam ini membutuhkan waktu panjang dan konsistensi, bukan proyek yang selesai dalam semalam. UT juga masih akan menjalani proses benchmarking dan penyempurnaan lebih lanjut sebelum benar-benar memperluas rencana replikasi model Desa UniTy ke wilayah lain.
***
Dari kebun kopi di lereng Arjuno hingga panel surya di area tambang, jejak keberlanjutan UT menunjukkan satu benang merah: industri besar seperti alat berat dan pertambangan, sektor yang lekat dengan citra ekstraktif, bisa memilih jalan yang berbeda. UT tidak meninggalkan bisnis intinya, melainkan menenun kembali hubungan antara operasional bisnis, tanggung jawab lingkungan, dan pemberdayaan masyarakat menjadi satu jalinan yang saling menguatkan.
Di titik inilah tema besar "Menggerakkan Industri, Menguatkan Negeri" menemukan maknanya yang paling konkret, bukan sekadar angka-angka laporan keberlanjutan, melainkan petani kopi di Batu yang pendapatannya naik, desa yang kini lebih siap menghadapi bencana, dan peta jalan panjang menuju net zero yang UT terus tapaki langkah demi langkah meski belum tuntas. (*)