Dari Lereng Arjuno ke Peta Jalan Net Zero: Jejak United Tractors Merawat Industri Berkelanjutan

6 menit baca
Aris Abdulsalam
Ditulis oleh Aris Abdulsalam diterbitkan
UT menghubungkan pemberdayaan masyarakat, pelestarian lingkungan, dan transisi energi dalam perjalanan menuju industri berkelanjutan. (Sumber: Ilustrasi dibuat dengan bantuan ChatGPT)
UT menghubungkan pemberdayaan masyarakat, pelestarian lingkungan, dan transisi energi dalam perjalanan menuju industri berkelanjutan. (Sumber: Ilustrasi dibuat dengan bantuan ChatGPT)

AYOBANDUNG.ID -- Di lereng hutan Gunung Arjuno, Kota Batu, Jawa Timur, perubahan tumbuh pelan, di antara kebun kopi yang mulai menghasilkan lebih banyak, tempat sampah terpadu yang kini berfungsi, dan pohon-pohon produktif yang menutupi lahan yang dulu rawan longsor dan kebakaran. Kawasan yang selama bertahun-tahun bergulat dengan alih fungsi lahan dan ancaman bencana ini kini menjadi salah satu titik paling nyata dari perjalanan panjang PT United Tractors Tbk (UT) merawat gagasan besar bernama industri berkelanjutan.

UT menjalankan program Desa UniTy di kawasan ini sebagai bagian dari inisiatif tanggung jawab sosial perusahaan yang menyasar empat desa, yaitu Sumbergondo, Tulungrejo, Tawangargo, dan Giripurno. Total 819 warga telah merasakan dampak program ini, yang bukan sekadar bantuan sesaat, melainkan pendekatan yang menyasar tiga hal sekaligus: ketahanan bencana, kelestarian lingkungan, dan penguatan ekonomi warga.

Di sisi lingkungan, UT menggarap revegetasi hutan seluas 567 hektare melalui penanaman pohon produktif yang sekaligus memberi nilai ekonomi bagi warga sekitar. UT juga menjalankan Program Kampung Iklim (Proklim) di Dusun Wonorejo, sambil memperkuat fasilitas pengelolaan sampah reuse-reduce-recycle (TPS3R) di Desa Sumbergondo dan Kedung Giripurno.

Dampaknya mulai terasa di dapur-dapur warga. UMKM kopi khas lereng Arjuno, misalnya, mencatat kenaikan pendapatan hingga 50 persen setelah mendapat pelatihan dan dukungan pemasaran dari UT. UT juga mendampingi peternakan domba yang dikelola Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Sumbergondo, serta petani alpukat hass yang kini memasuki masa panen awal di area revegetasi.

Saidina Malik, anggota tim CSR UT, menegaskan hal ini dalam keterangan yang dimuat TopBusiness. Ia menyatakan bahwa program ini tidak berhenti pada sekadar memenuhi kewajiban perusahaan, karena UT merancang Desa UniTy sebagai model kolaborasi antara perusahaan, pemerintah, dan masyarakat dalam menghadapi tantangan perubahan iklim, sekaligus bukti bahwa pembangunan ekonomi dan pelestarian lingkungan bisa berjalan beriringan.

Ke depan, UT menargetkan seluruh desa binaan di lereng Arjuno mencapai status Proklim Lestari pada 2027, tingkatan tertinggi dalam pengakuan nasional Program Kampung Iklim. UT juga berencana mereplikasi model ini ke wilayah lain setelah menyempurnakannya secara berkelanjutan.

Dari Emisi ke Energi Bersih

Kisah di Arjuno hanyalah satu keping dari peta yang jauh lebih luas. Sebagai bagian dari Grup Astra, UT turut mendukung target Astra Net Zero Emissions (NZE) Scope 1 dan 2 pada 2050, sesuai peta jalan Net Zero Pathway Astra. Sebagai tonggak awal, perusahaan menargetkan penurunan emisi sebesar 30 persen pada 2030 dari baseline 2019, sebagai bagian dari 2030 Sustainability Aspiration yang UT canangkan.

Dalam keterangan resminya di situs unitedtractors.com, UT menyatakan, "UT berhasil mencatat penurunan emisi GRK untuk Scope 1 & Scope 2 sebesar 11.15% pada tahun 2024 dari baseline tahun 2019." Capaian ini berjalan seiring kenaikan porsi energi terbarukan, yang kini mencapai 31,94 persen dalam struktur energi perusahaan.

Sara K. Loebis, Head of Corporate Governance and Sustainability Division UT, menyampaikan hal ini dalam keterangan yang dimuat Kabar SDGs. Ia menyebut pemanfaatan energi sebagai fondasi utama operasional bisnis UT, sehingga efisiensi dan optimalisasi penggunaannya menjadi kunci menjaga operasional yang bertanggung jawab terhadap lingkungan.

UT menempuh langkah menuju target itu lewat sejumlah inisiatif konkret. UT mengadopsi biodiesel B35 di seluruh lini operasional, sejalan dengan kebijakan Kementerian ESDM untuk mendorong energi terbarukan di sektor industri. Sejak 2022, perusahaan juga bekerja sama dengan PT PLN memanfaatkan Renewable Energy Certificate (REC), yang pada 2024 pemanfaatannya mencapai 85.487 unit atau setara 307.754,57 gigajoule dan berhasil mengurangi emisi hingga 74.374,02 ton CO2 ekuivalen.

Di lini lain, anak usaha PT Energia Prima Nusantara memasang panel surya atap di sejumlah gedung operasional dan area tambang, yang pada 2024 menghasilkan 3.707,60 megawatt-jam listrik terbarukan sekaligus mengurangi ketergantungan pada listrik berbasis fosil maupun generator diesel di area kerja terpencil. UT juga menerapkan konsep green building, mulai dari optimalisasi pencahayaan alami hingga sistem HVAC hemat energi berbasis IoT, yang mengantarkan UT meraih ASEAN Energy Award pada September 2024 sebagai penghargaan tertinggi se-Asia Tenggara di bidang energi.

Ketika Akar Rumput dan Ruang Rapat Direksi Bertemu

UT menghubungkan pemberdayaan masyarakat, pelestarian lingkungan, dan transisi energi dalam perjalanan menuju industri berkelanjutan. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Aris Abdulsalam)
UT menghubungkan pemberdayaan masyarakat, pelestarian lingkungan, dan transisi energi dalam perjalanan menuju industri berkelanjutan. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Aris Abdulsalam)

Jejak keberlanjutan UT menunjukkan hal menarik: inisiatif di tingkat komunitas, seperti Desa UniTy di Arjuno, tidak berdiri sendiri, melainkan terjalin dengan strategi ESG korporat yang jauh lebih besar. Program penanaman pohon di Arjuno, misalnya, menjadi bagian dari UTREES (United Tractors for Nature and Environment Sustainability), inisiatif lingkungan yang UT rancang sebagai mekanisme sekuestrasi karbon untuk mendukung target penurunan emisi perusahaan.

Sinergi ini pula yang mengantarkan UT meraih sejumlah pengakuan eksternal sepanjang 2026. SUCOFINDO menggelar ajang Environmental and Social Innovation Awards (ENSIA) 2026 di Bali pada 10 September lalu, dan UT meraih tiga penghargaan pada ajang ini untuk inovasi di bidang pengelolaan limbah bahan berbahaya dan beracun (B3), pemberdayaan kader Posyandu, hingga pelestarian keanekaragaman hayati.

Sebelumnya, Fortune Indonesia Summit 2026 mengumumkan daftar Change the World 2025, dan UT bersama anak usahanya PT Kalimantan Prima Persada (KPP Mining) masuk dalam daftar ini atas penilaian sejumlah aspek, mulai dari strategi reduksi GRK, manajemen energi, pengelolaan limbah padat dan air, hingga program pengembangan masyarakat.

Dianwahyu Sri Purnomo, Head of Corporate Communications and Sustainability Division UT, menyampaikan hal ini dalam rilis resmi UT di situs unitedtractors.com. Ia menyatakan, "Bagi UT, sustainability bukan sekadar kewajiban, melainkan fondasi strategi jangka panjang Perusahaan."

Grup UT juga meraih TOP CSR Awards 2026, dengan penilaian yang mencakup tiga program unggulan, yaitu UTFUTURE lewat Sekolah Binaan United Tractors, UTACTION lewat penguatan mitigasi bencana, dan UTREES lewat inisiatif Desa Lestari di lereng Arjuno. Pencapaian ini menegaskan bahwa program-program yang tampak kecil di lapangan menjadi bagian dari agenda strategis yang direksi dan dewan komisaris awasi langsung.

Tantangan yang Belum Selesai

Meski demikian, jejak ini belum menjadi garis lurus menuju kesempurnaan. Ekspansi operasional bisnis tetap meningkatkan intensitas emisi UT, bahkan di tengah berbagai inisiatif efisiensi yang UT jalankan, sehingga kondisi ini menjadi tantangan nyata bagi perusahaan.

UT pun baru menargetkan status Proklim Lestari di seluruh desa binaan Arjuno tercapai pada 2027, yang menandakan bahwa transformasi semacam ini membutuhkan waktu panjang dan konsistensi, bukan proyek yang selesai dalam semalam. UT juga masih akan menjalani proses benchmarking dan penyempurnaan lebih lanjut sebelum benar-benar memperluas rencana replikasi model Desa UniTy ke wilayah lain.

***

Dari kebun kopi di lereng Arjuno hingga panel surya di area tambang, jejak keberlanjutan UT menunjukkan satu benang merah: industri besar seperti alat berat dan pertambangan, sektor yang lekat dengan citra ekstraktif, bisa memilih jalan yang berbeda. UT tidak meninggalkan bisnis intinya, melainkan menenun kembali hubungan antara operasional bisnis, tanggung jawab lingkungan, dan pemberdayaan masyarakat menjadi satu jalinan yang saling menguatkan.

Di titik inilah tema besar "Menggerakkan Industri, Menguatkan Negeri" menemukan maknanya yang paling konkret, bukan sekadar angka-angka laporan keberlanjutan, melainkan petani kopi di Batu yang pendapatannya naik, desa yang kini lebih siap menghadapi bencana, dan peta jalan panjang menuju net zero yang UT terus tapaki langkah demi langkah meski belum tuntas. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Berita Terkait

News Update

Bandung 11 Okt 2026, 21:19

Saksi Bisu Sejarah Sejak 1897, Grand Hotel Preanger Bandung Bertransformasi Jadi Destinasi Heritage Modern

Di tengah tren heritage tourism dan staycation yang kian diminati, keberadaan bangunan cagar budaya bernilai sejarah tinggi seperti Preanger menjadi aset berharga.

Di tengah tren heritage tourism dan staycation yang kian diminati, keberadaan bangunan cagar budaya bernilai sejarah tinggi seperti Preanger menjadi aset berharga. (Sumber: Ayobandung.com)
Ayo Netizen 11 Okt 2026, 15:25

Kemacetan Kopo Itu Ada Usainya atau Tidak, sih?

Kemacetan Kopo yang disebabkan oleh keserakahan para pengendara dengan mengambil jalan pengendara lain dari lawan arus dan solusi agar kemacetan bisa berkurang.

Kemacetan di daerah Kopo. (Sumber: infobandungkota via instagram | Foto: Tanty Malia)
Ayo Netizen 11 Okt 2026, 13:45

Mengapa Jalan di Kebon Gedang Kembali Rusak? Menelusuri Penyebab di Balik Kerusakan Jalan

Jalan di Kebon Gedang kembali rusak meski telah diperbaiki. Artikel ini menelusuri kemungkinan penyebabnya, mulai dari genangan air, drainase, hingga tingginya aktivitas kendaraan.

 Ilustrasi.
Ayo Netizen 11 Okt 2026, 12:37

Citarum Masuk Kamar: Dari Jam 8 Malam Sampai Pagi di Katapang

Banjir Sungai Citarum yang masuk hingga ke kamar warga menjadi potret krisis lingkungan. Artikel ini mengulas penyebab, dampak, dan solusi yang harus dilakukan bersama.

Kondisi rumah di Gang Awug, Katapang, setelah banjir semalam akibat luapan Citarum. Air coklat masih menggenang di dalam rumah. (Sumber: Dokumentasi Warga)
Ayo Netizen 10 Okt 2026, 16:20

Zebra Cross di depan UIN Bandung Kampus 1, Apakah Safe-Crossing?

Kurangnya fasilitas yang memadai dan faktor lainnya, zebra cross di depan UIN Bandung Kampus 1 ternyata tidak termasuk ke dalam kategori safe-crossing.

Pejalan kaki yang menyeberang di zebra cross depan gerbang pintu masuk-keluar UIN Bandung Kampus 1. Difoto pada hari Rabu, 7 Oktober 2026 pukul 06.26 WIB. (Sumber: Dok. Pribadi | Foto: Evira Dwi Shakira)
Ayo Netizen 10 Okt 2026, 14:39

Darurat Kesehatan Mental dan Ruang Komunikasi Terapeutik Melalui Radio

Di tengah kelelahan konten mental health medsos, radio bertransformasi jadi ruang konseling terapeutik. Ini membuktikan pemulihan jiwa butuh empati nyata, bukan sekadar engagement digital.

Di tengah kelelahan konten mental health medsos, radio bertransformasi jadi ruang konseling terapeutik. (Sumber: Pexels | Foto: Vie Studio)
Ayo Netizen 10 Okt 2026, 13:19

Jangan Menghukum Saritem karena Reputasinya

Saat nama Saritem disebut, publik tidak hanya membayangkan lokasi geografis di Kota Bandung. Ada citra sosial yang ikut menyeruak, yang terbentuk dari sejarah, pemberitaan, dan percakapan warga. 

Polisi melakukan razia narkoba di Saritem. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Gilang Fathu Ramadhan)
Ayo Netizen 10 Okt 2026, 12:23

Gastro-Histori Roti Bagelen: Akulturasi Tiga Budaya dan Jejak Perintis Khoe Pek Goan di Garut Sejak 1885

Dalam khazanah gastro-historis Indonesia, Roti Bagelen menduduki posisi istimewa sebagai penganan legendaris yang melintasi zaman.

Roti Bagelen pertama kali terekam dalam sejarah lahir dan berkembang di Kabupaten Garut sebagai titik awal keberadaannya di Indonesia. (Sumber: Akun Shopee Bagelen Garut)
Ayo Netizen 09 Okt 2026, 20:18

Generasi Berempati Ekologis

Refleksi guru dalam isu darurat dampah di Bandung Raya.

Generasi berempati ekologis. (Sumber: GeminiAI)
Ayo Netizen 09 Okt 2026, 19:45

Pesantren dan Pluralitas Indonesia

Bagaimana kita melihat pesantren kini dalam pluralitas? Masyarakat tidak cukup hanya diajarkan untuk "toleran". Mereka perlu memahami mengapa perbedaan harus dihormati dan hidup bersama secara adil.

Ilustrasi santri yang sedang belajar di pesantren. (Sumber: Pexels/Mufid Majnun)
Ayo Netizen 09 Okt 2026, 18:38

Hidangan-Hidangan Nostalgia: Tanggung Jawab Bersama Melestarikan Warisan Kuliner Nusantara

Mari kita melangkahkan kaki lebih dalam untuk menjelajahi keunikan serta kekayaan rasa hidangan utama tradisional yang tersebar dari Sabang sampai Merauke.

Populer di Bandung sejak 1930, Colenak Tapai Pisang menyajikan perpaduan tapai singkong dan pisang tanduk panggang dengan saus gula merah kelapa, nikmat disantap hangat bersama teh panas. (Sumber: Dokumentasi Primarasa)
Ayo Netizen 09 Okt 2026, 18:04

Curug Putri Palutungan Terjun dari Atas Lava Gunung Gegerhalang

Gunung Gegerhalang itu ibu dari Gunung Cereme. Bila direkonstruksi, tinggi Gunung Gegerhalang itu diperkirakan mencapai 4.000 m dpl.

Dinding lembah di sisi timur Curug Putri, berupa susunan batutemplek, lava yang membeku dari aliran Gunung Gegerhalang peruode ke-2. (Foto: T Bachtia)
Ayo Netizen 09 Okt 2026, 17:35

UU Pelindungan Ketenagakerjaan: Mampukah Membuka Jalan bagi Gen Z?

Jika aturan memberikan perlindungan yang jelas sekaligus menciptakan kepastian hukum, perusahaan memiliki dasar yang lebih baik untuk menyusun rencana usaha dan perekrutan.

Harapan UU Pelindungan Ketenagakerjaan dan Nasib Gen Z. (Sumber: dok FSP LEM SPSI | Foto: Arif Minardi)
Ayo Netizen 09 Okt 2026, 16:45

Menyelisik Peristiwa ’65 dari Kacamata Seorang Anak 7 Tahun: Membaca Candik ala 1965

Candik Ala 1965 membuka cara membaca peristiwa 1965 melalui pengalaman seorang anak yang belum memahami sepenuhnya konflik politik di sekitarnya.

Buku "andik Ala 1965" karya Tinuk R. Yampolsky. (Foto: Nur Febri Putranto)
Ayo Netizen 09 Okt 2026, 15:32

Bandung dan Cirebon: Dua wilayah di Jawa Barat yang Memiliki Suhu Udara Berkebalikan

Bandung dan Cirebon merupakan dua kota yang berada dalam satu wilayah Jawa Barat tapi memiliki kondisi cuaca yang jauh berbeda

Dua kota yang masuk ke wilayah Jawa barat tapi memiliki cuaca yang berbeda. (Sumber: Generated AI)
Ayo Netizen 09 Okt 2026, 10:16

Kala Bandung Tua Perlu Belajar dari Bandung Muda

Bandung Tua perlu belajar dari Bandung muda. Bukan berarti setiap gagasan anak muda pasti benar. Juga bukan berarti generasi yang lebih tua harus menyerahkan kemudi begitu saja. 

Aktivitas lari yang jadi tren di Bandung kiwari. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 09 Okt 2026, 08:04

Jejak Rasa di Tanah Seberang: Sejarah, Adaptasi, dan Evolusi Kuliner Jawa di Suriname

Migrasi besar-besaran tenaga kerja dari Jawa ke Suriname terjadi pada akhir abad ke-19 hingga awal abad ke-20.

Sebuah foto yang memperlihatkan seorang perempuan Jawa di Suriname sedang menyiapkan hidangan ala Jawa untuk sebuah perjamuan. (Sumber: collectie.wereldmuseum.nl)
Ayo Netizen 09 Okt 2026, 07:43

Masa Depan Bandung Command Center: Dari Monitor ke Otak Kota

BCC masa depan idealnya mempunyai tiga lapisan. Pertama, IoT menjadi mata dan telinga kota. Kedua, AI menjadi mesin analisisnya. Ketiga, manusia tetap menjadi pengambil keputusan.

Ruang utama Bandung Command Center (BCC). (Sumber: sumber: Bandung.go.id)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 19:14

Ketika Keamanan Pangan Kota Bandung Diuji Kasus 88 Seoul

Momentum untuk melihat kembali bagaimana keamanan pangan dan perlindungan konsumen diterapkan dalam industri kuliner Kota Bandung yang terus berkembang.

Ilustrasi Walikota Bandung sedang sidak keamanan pangan. (Sumber: ilustrasi dikreasi dengan chatgpt | Foto: Sri Maryati)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 18:13

Bagaimana Menjadikan Kota Bandung sebagai Sentra Batik Utama di Jawa Barat

Bandung berpotensi menjadi sentra batik utama Jawa Barat. Melalui inovasi motif modern, penguatan pengrajin lokal dan dukungan festival budaya, batik Bandung siap mendominia pasar lokal dan global.

Damakara Store di Cihapit. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Rizma Riyandi)