Waspadai Sindikat Penjualan Bayi dan Perbaiki Tata Kelola Adopsi

3 menit baca
Sri Maryati
Ditulis oleh Sri Maryati diterbitkan
Ilustrasi adopsi bayi dalam sebuah keluarga (Sumber: dokpri dengan bantuan Gemini | Foto: Sri Maryati)
Ilustrasi adopsi bayi dalam sebuah keluarga (Sumber: dokpri dengan bantuan Gemini | Foto: Sri Maryati)

Kasus penjualan bayi yang terungkap di Kota Bandung pada periode 2025-2026 menjadi peringatan serius akan kerentanan anak terhadap Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO).

Pengungkapan sindikat internasional ini, yang menjual puluhan bayi ke Singapura, telah melalui proses hukum dengan vonis yang dijatuhkan oleh Pengadilan Negeri Bandung pada Juli 2026. Selain sindikat besar ini, pada tahun 2025, pihak kepolisian juga berhasil membongkar jaringan lokal yang merekrut bayi sejak dalam kandungan melalui media sosial.

Kasus terbesar yang menjadi sorotan adalah jaringan TPPO yang mengumpulkan bayi dari berbagai wilayah di Jawa Barat, Lampung, dan Banten untuk diselundupkan ke Singapura. Modus operandi sindikat ini melibatkan penampungan sementara di Depok, perawatan di Pontianak, dan pengiriman melalui kurir dengan transit di Jakarta.

Majelis Hakim Pengadilan Negeri Bandung menyatakan 19 terdakwa bersalah. Aktor utama sindikat, Lie Siu Luan alias Popo, divonis 7 tahun penjara, sementara 18 anggota lainnya dijatuhi hukuman bervariasi antara 3 tahun 4 bulan hingga 7 tahun penjara, sesuai dengan peran mereka sebagai perekrut, penampung, atau kurir.

Tantangan dan Kompleksitas dalam Proses Adopsi

Di tengah meningkatnya pembentukan keluarga melalui jalur adopsi, proses ini masih sering dihadapkan pada tantangan serius, baik dari segi hukum maupun stigma sosial.

Proses hukum yang rumit, birokrasi hukum yang ketat, meski bertujuan untuk perlindungan anak (best interest of the child), sering kali dianggap sebagai "tembok tebal" yang melelahkan oleh calon orang tua angkat.

Terdapat stigma sosial yang bias. Pandangan masyarakat yang masih membedakan antara "anak kandung" dan "anak adopsi" menciptakan tekanan psikologis bagi orang tua angkat bahkan sebelum proses pengasuhan dimulai.

Seringkali ada dilema dalam pola asuh. Tidak jarang pihak orang tua angkat menghadapi dilema sensitif, seperti kapan dan bagaimana mengungkapkan status adopsi dan mengelola trauma masa lalu atau masalah kelekatan (attachment issue) anak.

Gambaran Realitas Adopsi dan Ekspektasi Masyarakat

 Kompleksitas adopsi tercermin dalam berbagai media, seperti serial drama Korea "Perfect Family". Cerita fiksi ini menggambarkan dua sahabat di panti asuhan dengan pandangan berbeda terhadap adopsi. Sangat menyentuh ketika diperlihatkan salah satu anak ditolak oleh calon keluarga angkat karena memiliki bekas luka. Hal ini mencerminkan bias masyarakat yang lebih memilih anak dengan standar fisik tertentu, menambah beban emosional bagi anak-anak adopsi yang seharusnya dicintai tanpa syarat.

 Di Indonesia, kehidupan anak adopsi juga masih diwarnai duka nestapa. Kasus Angeline, anak berusia delapan tahun yang ditemukan meninggal dunia, merupakan tragedi yang berakar dari adopsi ilegal yang dilakukan tanpa prosedur hukum yang benar dan minim pengawasan. Kasus ini mencerminkan bahwa adopsi yang tidak melalui prosedur resmi, terutama yang didorong oleh faktor ekonomi orang tua kandung, dapat berujung pada eksploitasi dan kekerasan terhadap anak.

 Urgensi Penyempurnaan Lembaga Hukum Pengangkatan Anak

Eksistensi adopsi sebagai suatu lembaga hukum di Indonesia perlu disempurnakan. Ketentuan tentang lembaga adopsi masih memiliki celah.

 Perlu penegakan Pasal 12 ayat (1) Undang-Undang Nomor 4 Tahun 1979 tentang Kesejahteraan Anak, yang menyatakan "pengangkatan anak menurut adat dan kebiasaan dilaksanakan dengan mengutamakan kepentingan kesejahteraan anak." Namun hingga kini, pasal tersebut sering disalahgunakan, dan banyak pihak mengadopsi anak dengan motif eksploitasi tenaga kerja. 

 Pengawasan negara yang ketat pasca-adopsi sangat penting untuk memastikan bahwa anak-anak yang diadopsi tumbuh dalam lingkungan yang aman dan penuh kasih sayang. Tanpa perbaikan sistem dan penegakan hukum yang tegas terhadap praktik adopsi ilegal, anak-anak akan terus berada dalam posisi paling rentan terhadap sindikat perdagangan manusia, eksploitasi, dan kekerasan. (SRI)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 02 Nov 2026, 19:02

Fenomena Kemacetan di Bunderan Cibiru berdasarkan Pengalaman Pengguna Jalan

Kemacetan sering terjadi di perkotaan akibat padatnya kendaraan, salah satunya di Bunderan Cibiru, Bandung, yang menjadi titik pertemuan arus lalu lintas masyarakat sehari-hari.

Kondisi lalu lintas di kawasan Bunderan Cibiru, Bandung. (Sumber: Dokumentasi pribadi | Foto: Vania Ramadhani Sidiq)
Wisata & Kuliner 02 Nov 2026, 18:53

Ikon Taraju, Surga Tersembunyi di Tasikmalaya

Hamparan perkebunan teh dari ketinggian memang menjadi pemandangan yang memanjakan mata. Hal ini yang menjadi salah satu kelebihan Ikon Taraju di Desa Taraju, Kecamatan Taraju, Kabupaten Tasikmalaya.

Wisatawan berswafoto di Ikon Taraju (Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 18:24

Gasibu Tempo Dulu

Lahan cikal bakal Gasibu merupakan kawasan rawa yang memiliki sumber mata air dan sempat masuk dalam rencana pembangunan kompleks Gedung Sate.

Kawasan Gasibu tempo dulu. (Sumber: KITLV)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 17:37

Analisis Ekologis, Sosiologis dan Ekonomi Perkebunan Teh Era Kolonial vs Perkebunan Sawit Era Modern

Membandingkan dampak ekologis, sosiologis dan ekonomi perkebunan era kolonial dan modern. Temukan transformasi besar, warisan sejarah dan tantangan keberlanjutan yang dihadapi industri ini.

Perkebunan Teh Cukul, Pangalengan. (Sumber: Wikimedia)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 17:14

Seluk-Beluk Memancing

Mencermati aktivitas memancing dari sudut ekologis, psikologis, atau sejarah.

Seluk-beluk memancing. (Sumber: GeminiAI)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 15:15

Karhutla: Bencana Alam atau Persoalan Hukum?

Karhutla bukan sekadar bencana alam akibat kondisi cuaca, tetapi juga persoalan lingkungan yang menuntut tanggung jawab manusia dan penegakan hukum.

Dokumentasi penanganan kebakaran hutan dan lahan. (Sumber: gakkum.kehutanan.go.id)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 13:18

Kala Bersepeda dan Berlari di Kota Bandung Menjadi Aktivitas Berisiko

Dengan konsentrasi PM2,5 yang tinggi, maka olahraga luar ruangan di Kota Bandung menghadapi persoalan yang agak mengkhawatirkan.

Sekelompok warga bersepeda di Kota Bandung. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Ayo Bandung)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 11:53

Komunikasi dengan Alam

Komunikasi lingkungan dilakukan sepanjang tahun, bukan ketika musim kebakaran dan banjir muncul.

Kebakaran hutan dan lahan di Riau (04 Sep 2026). (Sumber: mediacenter.riau.go.id)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 10:30

Becak Cirebon: Transportasi Langka yang Masih Digunakan Sebagian Masyarakat

Transportasi umum di Kota Cirebon masih menyediakan berbagai macam pilihan mulai dari ojek online, elf, angkot hingga becak.

Becak disekitaran Grage Mall Cirebon. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 10:10

Bandung Menuju Kota Digital Aman

Kota yang benar-benar cerdas bukan hanya kota yang mampu mengadopsi teknologi terbaru, melainkan yang mampu melindungi warganya.

Ilustrasi layanan digital. (Sumber: Pexels | Foto: Towfiqu barbhuiya)
Ayo Biz 01 Nov 2026, 15:21

Lahan Sempit di Kota Bandung Disulap Jadi Kebun Produktif, Hasilnya untuk Warga

Sejumlah jurnalis dari berbagai daerah di Indonesia berkesempatan melihat langsung pengelolaan kebun tersebut melalui kegiatan Fellowship Journalism Menanam di BRInita Buruan Sae.

Pada Jumat, 30 Oktober 2026, sejumlah jurnalis dari berbagai daerah di Indonesia berkesempatan melihat langsung pengelolaan kebun tersebut melalui kegiatan Fellowship Journalism Menanam di BRInita Buruan Sae Pajajaran Hegar. (Sumber: Istimewa)
Ayo Netizen 31 Okt 2026, 20:39

Stop The Wedding: Tren Perempuan yang Membagikan Cerita Traumatis Pernikahan

Apakah perempuan benar-benar takut menikah karena tidak menemukan urgensinya atau hanya takut karena tren "Stop The Wedding" yang sedang beredar di media sosial

Stop the Wedding sedang menjadi headline di media sosial yang mengangkat pengalaman buruk perempuan dalam pernikahan (Sumber: Ilustrasi Gambar AI)
Ayo Netizen 31 Okt 2026, 19:15

Bandung Akan Terkena Asap Pekat Karhutla

Nafsu-nafsu tidak terkendali untuk menguasai hutan bisa menyebabkan semua wilayah terkena dampak asap pekat kebakaran hutan dan lahan termasuk Kota Bandung

Penanganan karhutla. (Sumber: Kementerian Kehutanan)
Ayo Netizen 31 Okt 2026, 17:11

Merancang Kawasan Hunian untuk Mobilitas Berkelanjutan

Integrasi tata ruang dan transportasi dalam pengembangan kawasan hunian melalui akses berjalan kaki, bersepeda, dan angkutan umum untuk mewujudkan mobilitas yang aman, nyaman, dan berkelanjutan.

Halte bus yang berfungsi sebagai tempat pemberhentian angkutan umum di kawasan hunian. (Foto: Angga Marditama Sultan Sufanir)
Ayo Netizen 31 Okt 2026, 16:31

Korupsi di Negeri Bencana

Korupsi di BNPB yang dilakukan oleh oknum, merupakan perbuatan yang biadab.

SDN 1 Babakan Talang di Kampung Cigombong, Desa Cibedug, Kecamatan Rongga, Kabupaten Bandung Barat hancur akibat bencana pergerakan tanah , Senin 4 Maret 2024. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 31 Okt 2026, 15:17

Ketika Api Menguji Integritas

Bencana menuntut kita bergerak cepat menyelamatkan kehidupan, tetapi juga menguji integritas dalam menjaga amanah dan menyalurkan bantuan.

Kebakaran hutan dan lahan (karhutla). (Sumber: kehutanan.go.id)
Ayo Netizen 30 Okt 2026, 20:24

Bdg-GoX Dibangun, Kapan Warga Bandung Menikmati Internet Murah?

Akses digital bukan hanya persoalan ketersediaan jaringan, melainkan juga keterjangkauan ekonomi.

Ilustrasi Bandung Kota Digital dengan program  Bdg-Gox (Sumber: Ilustrasi di desain dengan ChatGPT oleh Sri Maryati)
Ayo Netizen 30 Okt 2026, 19:47

Cangkoréh Awi Ngarambat

Ada jenis bambu yang merambat, yang dikenal, ada yang menyebutnya awi cangkoréh, ada juga yang menyebutnya awi cangkoré.

Awi ngarambat. (Foto: Wikimedia Commons)
Ayo Netizen 30 Okt 2026, 16:33

Persembahan untuk Lembang

Lembang telah jatuh ke tangan para kapitalis, memaksakan berubah wujud, memeras keindahan alamnya, meluluhlantakkan kenangan hijau yang terpatri di benak warganya.

Persembahan saya untuk Lembang, tertuang dalam beberapa karya buku. (Foto: Malia)
Ayo Netizen 30 Okt 2026, 15:26

Menghalau Asap dengan Sains dan Kolaborasi Akademisi dalam Mitigasi Karhutla

Kampus punya ilmu dan jaringan untuk mencegah karhutla. Simak peran riset gambut, KKN tematik, dan konsorsium lintas kampus di wilayah rawan.

Ilustrasi Kebakaran Hutan dan Lahan (Sumber: Freepik)