Siaga pada Musim Peralihan

5 menit baca
T Bachtiar
Ditulis oleh T Bachtiar diterbitkan
Pohon tumbang di Kota Bandung. (Sumber: Ayobandung)
Pohon tumbang di Kota Bandung. (Sumber: Ayobandung)
Highlights

Poin Penting

Quick Read
  • Perubahan dari musim kemarau ke musim penghujan terjadi antara bulan September sampai Oktober, bahkan sampai November.

  • Peralihan musim inilah yang harus diwaspadai dan melakukan upaya mitigasi agar sehat dan selamat.

  • Pusat layanan kesehatan masyarakat harus meningkatkan layanan penerangan, kesehatan, dan penyediaan obat untuk penyakit yang sering menimpa pada musim perubahan.

Bila terjadi hujan, para pengguna kendaraan roda dua, dengan segera mencari tempat berteduh, satu di anatarnya di bawah jembatan layang, di bawah jembatan penyebrangan, di halte bus, yang rawan mengganggu arus lalu lintas, dapat terjadi kecelakaan beruntun, dan menghambat jalur evakuasi karena membuat kemacetan.

Setiap peralihan atau pergantian dua musim utama, seperti masa peralihan dari musim kemarau ke musim penghujan, dan masa peralihan dari musim penghujan ke musim kemarau. Kejadiannya terus berulang setiap tahun.

Perubahan ini berhubungan dengan peredaran semu tahunan matahari. Pada tanggal 23 September, matahari persis berada di garis khatulistiwa dalam perjalanannya menuju Garis Balik Selatan. Di antara kedua musim itu akan terjadi peralihan sistem angin muson, yang menyebabkan terjadinya perubahan arah angin dan kecepatan angin yang tidak menentu. Pada musim peralihan inilah terjadi peningkatan frekuensi angin kencang, angin yang bertiup mendadak, dan sering terjadi angin puting beliung, hujan badai akibat pertemuan masa udara yang berbeda. Awan hitam kumulonimbus, awan hujan, kerajaan petir dan guntur. Hujan sering datang dengan tiba-tiba, tercurah dengan sangat lebat dalam waktu yang singkat.

Terjadi perubahan suhu secara ekstrem dan turun-naik. Dari pagi sampai siang hari, suhu meningkat sampai hareudang – bayeungyang, gerah menyengat, kemudian suhu turun menjadi dingin pada sore hingga malam hari, dengan langit yang mendung. Pergerakan massa udara dingin dan panas yang saling menekan, memicu fluktuasi kelembaban udara yang tajam, menyebabkan udara terasa kering berdebu pada suatu waktu, dan menjadi sangat lembab pada waktu berikutnya.

Perubahan dari musim kemarau ke musim penghujan terjadi antara bulan September sampai Oktober, bahkan sampai November. Peralihan musim inilah yang harus diwaspadai dan melakukan upaya mitigasi agar sehat dan selamat. Pada musim ini akan terjadi perubahan sistem daya tahan tubuh manusia, karena harus beradaptasi dengan perubahan yang sangat cepat. Pada masa inilah bakteri berkembang-biak dengan sangat cepat, sehingga daya tahan tubuh harus benar-benar dijaga agar dapat beradaptasi dengan masa perubahan. Penyakit yang sering muncul pada saat peralihan musim ini seperti; flu (ispa), demam berdarah, diare, sakit kepala, dan asma. Pusat layanan kesehatan masyarakat harus meningkatkan layanan penerangan, kesehatan, dan penyediaan obat untuk penyakit yang sering menimpa pada musim perubahan.

Angin kencang, puting beliung, dan hujan badai, harus diwaspadai dengan meningkatkan audit pohon, pemeriksaan keadaan pohon yang tumbuh di sepanjang bahu jalan dan di taman-taman kota. Audit pohon ini sangat penting dilakukan sebelum terjadi dahan pohon yang sudah tua, sudah rapuh menimpa warga kota, rumah, atau kendaraan. Bila hasil audit kesehatan pohon masih baik, namun kekuatan angin dan hujan jauh melebihi kekuatan daya lenting dahan untuk tetap tegak, maka harus dipersiapkan pasukan gerak cepat yang dapat membersihkan kembali dahan, ranting, dan dedaunan yang patah dengan cepat dan bersih.

Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPKP) melakukan pemangkasan sejumlah pohon di ruas jalan Kota Bandung. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPKP) melakukan pemangkasan sejumlah pohon di ruas jalan Kota Bandung. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Irfan Al-Faritsi)

Audit papan reklame pun mendesak untuk dilakukan sebelum kejadian tragis menimpa warga kota. Papan-papan reklame yang tegak di berbagai sudut jalan, di pusat keramaian, terpasang di dinding toko dan gedung, melintang di atas jembatan penyebrangan. Papan reklame dengan ukuran sekian meter kali sekian meter, besar tiang, tinggi tiang, perlu untuk diaudit daya tahannya terhadap tiupan angin dengan kecepatan tertentu. Perlu dicek dengan teliti dan sungguh-sungguh, bagaimana keadaan baut-bautnya, kawat pengikatnya, besi palang, dan besi penopangnya, apakah masih layak atau memerlukan perbaikan. Demikian juga perlu adanya audit terhadap kabel-kabel listrik, apakah masih bagus, atau ada kabel yang terkelupas.

Karena lawang angin atau jalur angin yang saat ini banyak yang sudah terhalang oleh gedung dan bangunan, menyebabkan terjadi turbulensi arah angin dan kecepatan angin di luar gedung. Angin akan sangat kencang dan berputar di sana, sehingga warga kota yang sedang berada di luar rumah, di luar gedung, carilah dengan cepat gedung atau bangunan yang kokoh yang paling dekat, seperti rumah permanen, toko, gedung bertingkat, mall, kantor. Berlindunglah di sana dengan tertib sampai aman. Perlu adanya penegasan dan kerjasama antara otoritas Negara dengan pemilik atau manajemen bangunan-gedung, agar membukakan pintu untuk memberikan perlindungan bagi warga kota yang sedang terancam bahaya.

Ketika terjadi hujan badai, dilarang berada di dekat tiang listrik, gardu listrik, di bawah papan reklame, tiang lampu jalan. Air hujan dapat menjadi penghantar arus listrik dari kabel yang terkelupas. Tidak disarankan untuk berlindung di bawah pohon yang rawan tumbang karena rapuh, atau dahan yang jatuh tersambar petir.

Bila sedang bergegas menuju gedung yang masih cukup jauh, dan terjadi sambaran kilat, segeralah berjongkok sebelum petir menggelegar. Rapatkan kedua kaki, kepala menunduk, dan menutup telinga. Tapi jangan bertiarap untuk meminimalkan aliran listrik tanah mengenai tubuh.

Bila sedang berkendara dan terjadi hujan badai yang disertai petir yang beruntun dan sangat dekat, tetaplah berada di dalam kendaraan. Carilah tempat yang aman, terhindar bila pohon tumbang, bila reklame patah, jembatan layang ambruk, tiang listrik roboh.

Bila diketahui jalan yang akan dilalui tergenang banjir, sebaiknya segera memutar arah, tidak perlu ingin menonton banjir, dan tidak menerobos banjir. Selain tidak diketahui besaran arus air, kedalaman air, dan letak lubang gorong-gorong.

Bila hujan badai dan warga kota sedang berada di rumah, bertahanlah di dalam rumah. Matikan sekring listrik utama, untuk menghindari korsleting listrik, yang dapat memicu kebakaran. Jauhi jendela kaca, karena angin kencang dapat melemparkan benda-benda keras yang dapat menghantam kaca.

Amankan dokumen penting dan siapkan daya non listrik di rumah. Siapkan makanan awet, air baku, air minum, obat-obatan, power bank terisi penuh, sehingga setiap anggota keluarga yang berada di rumah mampu bertahan secara mandiri, sedikitnya selama tiga hari pertama, sebelum bantuan datang. 

Karena sistem layanan perkotaan lumpuh, seperti listrik mati, air baku berhenti, jaringan sinyal hilang, maka masing-masing keluarga harus memiliki cadangan air baku, cadangan air minum sedikitnya 4 liter untuk masing-masing anggota keluarga.

Bila akan menyalakan genset, janganlah di dalam ruangan, karena buangan bahanbakarnya akan meracuni penghuninya.

Itulah skenario terburuk bila hujan badai terjadi pada musim peralihan tahun ini. Semoga tidak terjadi. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 06 Okt 2026, 19:22

Ruang Kreatif Revitalisasi Bahasa Ibu

Sering kali orang tua jarang menggunakan bahasa daerah di rumah karena memilih membiasakan anak berbahasa Indonesia. Terkait ini ketika orang tua berlatar beda suku dan beda bahasa.

Perempuan lokal Indonesia memakai kebaya. (Sumber: Pexels | Foto: David Tumpal)
Ayo Netizen 06 Okt 2026, 18:23

Mengenang Peristiwa G30S Melalui Lembaran Berita Yudha

Membuka kembali Berita Yudha edisi 30 Oktober 1965, berarti membuka sebuah jendela menuju Indonesia beberapa pekan setelah G30S.

Halaman Muka surat kabar Berita Yudha edisi Oktober 1965, yang merekam pemberitaan mengenai situasi dan peristiwa penting di Indonesia pasca-G30S. (Foto: Kin Sanubary)
Bandung 06 Okt 2026, 17:53

Mengintip Potensi Ekonomi Kreatif Kota Bandung Lewat Layar Perfilman dan Kolaborasi Komunitas

Tren pemutaran film independen, festival sinema alternatif, hingga pertumbuhan ruang pemutaran komunitas di Kota Kembang membuktikan tingginya dahaga publik terhadap ragam narasi visual.

Bandung World Cinema (BWC) 2026 dinilai menjadi bagian penting dalam memperkuat ekosistem perfilman sekaligus mendorong pertumbuhan subsektor ekonomi kreatif di Kota Bandung.
Sejarah 06 Okt 2026, 17:16

Sejarah Naturalisasi Pemain Timnas Indonesia

Jejak naturalisasi Timnas Indonesia bukan fenomena baru. Perjalanan dari Van der Vin pada era 1950-an hingga gelombang diaspora saat ini.

Pemain Timnas Indonesia dalam laga kontra Thailand dalam Asean Cup 2026. (Sumber: Vidio)
Ayo Netizen 06 Okt 2026, 17:03

Bandung, Banjir, dan Rutinitas Tahunan yang Tak Pernah Ada Solusi

Banjir di Bandung kerap kali menjadi event tahunan yang tidak pernah menemukan solusi yang pasti.

Banjir Tahunan di Kab. Bandung (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)
Ayo Netizen 06 Okt 2026, 16:29

Pesona Garut: 'Surga dari Timur', Rekam Sejarah, dan Mahakarya Gastronomi Pasundan

Lanskap alam Kabupaten Garut menyajikan kekayaan vegetasi dan topografi yang memikat.

Situ Cangkuang, Leles, Garut. (Sumber: Wikimedia Commons/Lisensi CC | Foto: Mssetiadi)
Ayo Netizen 06 Okt 2026, 15:33

Cagar Budaya dan Ragam Gaya Bangunannya di Kota Bandung

Jelajahi pesona sejarah Kota Bandung melalui jejak Cagar Budaya. Temukan kisah unik di balik arsitektur ikonis Art Deco, situs kolonial dan warisan legendaris yang tetap lestari hingga kini.

Gedung Sate, Bandung, 2024 (Sumber: Wikipedia | Foto: Rahmat Denas)
Ayo Netizen 06 Okt 2026, 13:08

RT/RW di Bandung Tidak Perlu Jadi Densus 88 Kecil-kecilan

Teror adalah peristiwa langka. Pergantian penghuni kontrakan adalah peristiwa sehari-hari.

Tim Densus 88. (Sumber: ayobandung.com | Foto: suara.com via ayobandung.com)
Ayo Netizen 06 Okt 2026, 10:49

Membincangkan Hujan di Musim Kemarau

Membicarakan hujan dalam kacamata kesadaran lingkungan dan seni.

Ilustrasi musim hujan. (Sumber: GeminiAi)
Ayo Netizen 06 Okt 2026, 06:30

PHBS Sebagai Modalitas Kesehatan Warga Kota Bandung

Tahun 2026 ini, influenza tipe A ini menjadi gambaran yang sama, meski oleh pemerintah tidak lagi di-covidkan. Namun kekhawatiran masyarakat tetap trauma dan ketakutan berlebihan.

Ilustrasi penderita influenza.
Ayo Netizen 05 Okt 2026, 20:09

Ruang Terbuka Hijau di 30 Kecamatan di Kota Bandung

Artikel ini mengulas kondisi Ruang Terbuka Hijau di 30 kecamatan Kota Bandung. Temukan sebaran, fasilitas publik, keasrian lingkungan dan upaya pelestarian taman kota demi Bandung yang lebih asri.

Aktivitas warga di taman Alun-Alun Cicendo, Kota Bandung, Sabtu, 9 Juli 2022. (Sumber: Ayobandung | Foto: Magang Foto/Algifari Tohaga Abdillah)
Ayo Netizen 05 Okt 2026, 19:22

Ketika Wajah-Wajah Populer Mengisi Halaman Majalah Selecta Edisi Oktober 1970

Membuka kembali majalah lawas selalu menghadirkan sensasi tersendiri. Begitu pula ketika kembali membaca Majalah Selecta edisi Oktober 1970.

Hastarita Abdullah, fotomodel 17 tahun, tampil di sampul depan Majalah Selecta edisi Oktober 1970. Sementara Trio Nindya Sisters, tiga bersaudari asal Solo, tampil di sampul belakang, 56 tahun silam. (Sumber: Kin Sanubary)
Ayo Netizen 05 Okt 2026, 17:03

10 Netizen Terpilih September 2026, Menangkap Ragam Isu Bandung dan Jawa Barat

Redaksi Ayobandung.id mengumumkan 10 penulis terbaik kanal "Ayo Netizen" untuk periode September 2026, dengan total hadiah tetap Rp1,5 juta.

Simulasi penanganan bencana gempa bumi akibat Sesar Lembang. (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 05 Okt 2026, 16:16

Ronda Malam: Mereka yang Berjaga saat Warga Terlelap

Ketika warga terlelap, petugas ronda tetap terjaga. Di RW 10 Kelurahan Karang Mekar, Kota Cimahi, ronda malam menjadi ikhtiar keamanan sekaligus bukti bahwa semangat gotong royong masih menyala.

Ilustrasi warga Indonesia sedang ronda. (Sumber: Ilustrasi dibuat dengan Gemini AI)
Ayo Netizen 05 Okt 2026, 15:02

Ruang Terbuka Hijau di Kota Bandung

Kota Bandung kini terus berbenah menambah Ruang Terbuka Hijau (RTH). Selain berfungsi menjaga keseimbangan alam dan menekan polusi, kehadiran taman kota ini juga menjadi sarana rekreasi warga.

Taman di Jl. Tongkeng No.46, Merdeka, Kec. Sumur Bandung, Kota Bandung. (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 05 Okt 2026, 13:41

Mencegah KBGO di Kampus: Bukan Lagi Soal Perempuan Menjaga Diri

Seruan agar perempuan "pandai menjaga diri" di ruang digital tak lagi cukup. Kampus harus hadir secara sistemik menjamin ekosistem belajar yang aman bagi mahasiswi.

Pembukaan Latsar CPNS Tahun 2022 (Sumber: Humas Pusjar SKTAN | Foto: Humas Pusjar SkTAN)
Ayo Netizen 05 Okt 2026, 11:04

Kesehatan Mental Kita di Hari Sumpah Pemuda

Refleksi peringatas Sumpah Pemuda dengan isu keshatan mental.

Sumpah Pemuda & Kesehatan Mental. (Sumber: GeminiAI)
Ayo Netizen 05 Okt 2026, 10:14

Amit-Amit, Jangan sampai Keranda Jadi Alat Ukur Tata Kota

Keranda seharusnya hanya mengantar manusia ke tempat peristirahatan terakhir. Ia jangan sampai berubah menjadi alat ukur apakah sebuah kota bekerja dengan baik atau tidak.

Lahan pekuburan di salah satu sudut Kota Bandung. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Gilang Fathu Romadhan)
Ayo Netizen 04 Okt 2026, 19:10

Batik dari Warisan Budaya Tradisional Menuju Fashion Internasional

Tahun 2009, UNESCO telah telah memasukkan batik Indonesia sebagai warisan budaya dunia. Batik perlu bergerak dari craft based economy menuju creative fashion industry. Dan dari produk menjadi nilai.

Koleksi batik Retno Mulyo. (Sumber: Batik Retno Mulyo)
Ayo Netizen 04 Okt 2026, 16:38

Memikirkan Kembali Sumber Daya Energi Baru: Terbarukan Berbiaya Murah dan Ramah Lingkungan

Mengulas solusi energi baru dan terbarukan yang murah serta ramah lingkungan.

Pengelola Waduk Jatiluhur menyebutkan kemarau panjang pada Juli 2023 menyebabkan tinggi muka air waduk mengalami penyusutan hingga 10 meter atau 2 meter diambang batas kritis. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)