Bila terjadi hujan, para pengguna kendaraan roda dua, dengan segera mencari tempat berteduh, satu di anatarnya di bawah jembatan layang, di bawah jembatan penyebrangan, di halte bus, yang rawan mengganggu arus lalu lintas, dapat terjadi kecelakaan beruntun, dan menghambat jalur evakuasi karena membuat kemacetan.
Setiap peralihan atau pergantian dua musim utama, seperti masa peralihan dari musim kemarau ke musim penghujan, dan masa peralihan dari musim penghujan ke musim kemarau. Kejadiannya terus berulang setiap tahun.
Perubahan ini berhubungan dengan peredaran semu tahunan matahari. Pada tanggal 23 September, matahari persis berada di garis khatulistiwa dalam perjalanannya menuju Garis Balik Selatan. Di antara kedua musim itu akan terjadi peralihan sistem angin muson, yang menyebabkan terjadinya perubahan arah angin dan kecepatan angin yang tidak menentu. Pada musim peralihan inilah terjadi peningkatan frekuensi angin kencang, angin yang bertiup mendadak, dan sering terjadi angin puting beliung, hujan badai akibat pertemuan masa udara yang berbeda. Awan hitam kumulonimbus, awan hujan, kerajaan petir dan guntur. Hujan sering datang dengan tiba-tiba, tercurah dengan sangat lebat dalam waktu yang singkat.
Terjadi perubahan suhu secara ekstrem dan turun-naik. Dari pagi sampai siang hari, suhu meningkat sampai hareudang – bayeungyang, gerah menyengat, kemudian suhu turun menjadi dingin pada sore hingga malam hari, dengan langit yang mendung. Pergerakan massa udara dingin dan panas yang saling menekan, memicu fluktuasi kelembaban udara yang tajam, menyebabkan udara terasa kering berdebu pada suatu waktu, dan menjadi sangat lembab pada waktu berikutnya.
Perubahan dari musim kemarau ke musim penghujan terjadi antara bulan September sampai Oktober, bahkan sampai November. Peralihan musim inilah yang harus diwaspadai dan melakukan upaya mitigasi agar sehat dan selamat. Pada musim ini akan terjadi perubahan sistem daya tahan tubuh manusia, karena harus beradaptasi dengan perubahan yang sangat cepat. Pada masa inilah bakteri berkembang-biak dengan sangat cepat, sehingga daya tahan tubuh harus benar-benar dijaga agar dapat beradaptasi dengan masa perubahan. Penyakit yang sering muncul pada saat peralihan musim ini seperti; flu (ispa), demam berdarah, diare, sakit kepala, dan asma. Pusat layanan kesehatan masyarakat harus meningkatkan layanan penerangan, kesehatan, dan penyediaan obat untuk penyakit yang sering menimpa pada musim perubahan.
Angin kencang, puting beliung, dan hujan badai, harus diwaspadai dengan meningkatkan audit pohon, pemeriksaan keadaan pohon yang tumbuh di sepanjang bahu jalan dan di taman-taman kota. Audit pohon ini sangat penting dilakukan sebelum terjadi dahan pohon yang sudah tua, sudah rapuh menimpa warga kota, rumah, atau kendaraan. Bila hasil audit kesehatan pohon masih baik, namun kekuatan angin dan hujan jauh melebihi kekuatan daya lenting dahan untuk tetap tegak, maka harus dipersiapkan pasukan gerak cepat yang dapat membersihkan kembali dahan, ranting, dan dedaunan yang patah dengan cepat dan bersih.

Audit papan reklame pun mendesak untuk dilakukan sebelum kejadian tragis menimpa warga kota. Papan-papan reklame yang tegak di berbagai sudut jalan, di pusat keramaian, terpasang di dinding toko dan gedung, melintang di atas jembatan penyebrangan. Papan reklame dengan ukuran sekian meter kali sekian meter, besar tiang, tinggi tiang, perlu untuk diaudit daya tahannya terhadap tiupan angin dengan kecepatan tertentu. Perlu dicek dengan teliti dan sungguh-sungguh, bagaimana keadaan baut-bautnya, kawat pengikatnya, besi palang, dan besi penopangnya, apakah masih layak atau memerlukan perbaikan. Demikian juga perlu adanya audit terhadap kabel-kabel listrik, apakah masih bagus, atau ada kabel yang terkelupas.
Karena lawang angin atau jalur angin yang saat ini banyak yang sudah terhalang oleh gedung dan bangunan, menyebabkan terjadi turbulensi arah angin dan kecepatan angin di luar gedung. Angin akan sangat kencang dan berputar di sana, sehingga warga kota yang sedang berada di luar rumah, di luar gedung, carilah dengan cepat gedung atau bangunan yang kokoh yang paling dekat, seperti rumah permanen, toko, gedung bertingkat, mall, kantor. Berlindunglah di sana dengan tertib sampai aman. Perlu adanya penegasan dan kerjasama antara otoritas Negara dengan pemilik atau manajemen bangunan-gedung, agar membukakan pintu untuk memberikan perlindungan bagi warga kota yang sedang terancam bahaya.
Ketika terjadi hujan badai, dilarang berada di dekat tiang listrik, gardu listrik, di bawah papan reklame, tiang lampu jalan. Air hujan dapat menjadi penghantar arus listrik dari kabel yang terkelupas. Tidak disarankan untuk berlindung di bawah pohon yang rawan tumbang karena rapuh, atau dahan yang jatuh tersambar petir.
Bila sedang bergegas menuju gedung yang masih cukup jauh, dan terjadi sambaran kilat, segeralah berjongkok sebelum petir menggelegar. Rapatkan kedua kaki, kepala menunduk, dan menutup telinga. Tapi jangan bertiarap untuk meminimalkan aliran listrik tanah mengenai tubuh.
Bila sedang berkendara dan terjadi hujan badai yang disertai petir yang beruntun dan sangat dekat, tetaplah berada di dalam kendaraan. Carilah tempat yang aman, terhindar bila pohon tumbang, bila reklame patah, jembatan layang ambruk, tiang listrik roboh.
Bila diketahui jalan yang akan dilalui tergenang banjir, sebaiknya segera memutar arah, tidak perlu ingin menonton banjir, dan tidak menerobos banjir. Selain tidak diketahui besaran arus air, kedalaman air, dan letak lubang gorong-gorong.
Bila hujan badai dan warga kota sedang berada di rumah, bertahanlah di dalam rumah. Matikan sekring listrik utama, untuk menghindari korsleting listrik, yang dapat memicu kebakaran. Jauhi jendela kaca, karena angin kencang dapat melemparkan benda-benda keras yang dapat menghantam kaca.
Amankan dokumen penting dan siapkan daya non listrik di rumah. Siapkan makanan awet, air baku, air minum, obat-obatan, power bank terisi penuh, sehingga setiap anggota keluarga yang berada di rumah mampu bertahan secara mandiri, sedikitnya selama tiga hari pertama, sebelum bantuan datang.
Karena sistem layanan perkotaan lumpuh, seperti listrik mati, air baku berhenti, jaringan sinyal hilang, maka masing-masing keluarga harus memiliki cadangan air baku, cadangan air minum sedikitnya 4 liter untuk masing-masing anggota keluarga.
Bila akan menyalakan genset, janganlah di dalam ruangan, karena buangan bahanbakarnya akan meracuni penghuninya.
Itulah skenario terburuk bila hujan badai terjadi pada musim peralihan tahun ini. Semoga tidak terjadi. (*)