Dalam 43 Hari Dua Pesepeda Tewas di Jalan Soekarno Hatta, B2W Bandung Desak Jalur Terproteksi

3 menit baca
Gilang Fathu Romadhan
Ditulis oleh Gilang Fathu Romadhan diterbitkan
Kecelakaan di Jalan Soekarno-Hatta pada Rabu, 29 Juli 2026 mengakibatkan seorang pesepeda meninggal dunia. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Gilang Fathu Ramadhan)
Kecelakaan di Jalan Soekarno-Hatta pada Rabu, 29 Juli 2026 mengakibatkan seorang pesepeda meninggal dunia. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Gilang Fathu Ramadhan)

AYOBANDUNG.ID — Dua nyawa pesepeda melayang dalam kurun waktu kurang dari dua bulan di ruas jalan yang sama: Jalan Soekarno-Hatta, Bandung. Bagi komunitas Bike to Work (B2W) Bandung, rentetan tragedi ini bukan lagi sekadar musibah biasa di jalan raya, melainkan bukti nyata pengabaian sistem keselamatan jalan (safe system approach) oleh pemerintah.

Tragedi terbaru menimpa seorang pesepeda berinisial WP di kawasan Leuwipanjang, Soekarno-Hatta. Peristiwa fatal ini terjadi tak lama setelah insiden serupa pada Selasa, 16 Juni 2026, yang merenggut nyawa remaja berinisial DP. Kala itu, komunitas pesepeda sampai memasang monumen Ghost Bike di pinggir Jalan Soekarno-Hatta sebagai simbol duka sekaligus alarm keras bagi para pemangku kebijakan. Namun, alarm itu seolah tak terdengar hingga korban berikutnya kembali berjatuhan.

Komunitas Bike to Work (B2W) Bandung memasang Ghost Bike di Jalan Soekarno-Hatta, penanda di lokasi kecelakaan yang merenggut nyawa seorang pelajar berusia 14 tahun. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)
Komunitas Bike to Work (B2W) Bandung memasang Ghost Bike di Jalan Soekarno-Hatta, penanda di lokasi kecelakaan yang merenggut nyawa seorang pelajar berusia 14 tahun. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)

Ketua B2W Bandung, Mochamad Andi Nurfauzi, menegaskan bahwa publik dan pemerintah tidak bisa terus-menerus menyalahkan kelalaian pengemudi, seperti dugaan microsleep, setiap kali ada pesepeda yang tewas tertabrak.

"Menurut saya ini bukan sekadar microsleep atau kecelakaan biasa. Karakteristik Jalan Soekarno-Hatta memiliki volume kendaraan sangat tinggi dengan kecepatan yang beragam. Di sinilah pendekatan safe system approach seharusnya ada untuk melindungi pengguna jalan yang rentan," tegas Andi, Kamis (30/7/2026).

Fasilitas Berkeselamatan Hanya di Atas Kertas

B2W Bandung menilai, minimnya pembatas fisik di sepanjang koridor Soekarno-Hatta menjadi penyebab utama tingginya risiko fatalitas. Mengacu pada Rencana Umum Nasional Keselamatan (RUNK) 2021-2040, khususnya Program Keselamatan Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (KLLAJ), penyediaan jalan yang berkeselamatan adalah hak setiap warga negara.

Secara regulasi, Kota Bandung sebenarnya telah mengantongi Peraturan Wali Kota (Perwali) Nomor 47 Tahun 2022 dan Permenhub Nomor 59 Tahun 2020. Namun di lapangan, fasilitas yang ada mayoritas hanya berupa lajur jalan bermarka cat yang sering terhapus pengaspalan, tertutup parkir liar, berlubang, hingga minim penerangan.

"Ketika tidak ada jalur khusus, apalagi hanya marka jalan, kondisi kelalaian pengendara motor atau mobil bisa langsung berujung maut bagi pesepeda. Risiko itu sangat fatal," kata Andi.

Ketua Bike To Work Bandung, Moch Andi Nurfauzi. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)
Ketua Bike To Work Bandung, Moch Andi Nurfauzi. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)

Berdasarkan kajian internal B2W Bandung melalui program Pesepeda Udunan Gagasan, Jalan Soekarno-Hatta memang menempati urutan teratas sebagai koridor paling berbahaya bagi pesepeda di Bandung Raya. Status historis Soekarno-Hatta yang sejatinya dirancang sebagai jalan lingkar angkutan logistik kini telah bercampur aduk dengan tingginya mobilitas harian warga dari wilayah penyangga seperti Soreang, Jatinangor, dan Rancaekek.

Desak Pembatas Fisik dan Audit Keselamatan

Atas dasar deretan tragedi berdarah tersebut, B2W Bandung melayangkan desakan keras kepada Kementerian Pekerjaan Umum, Pemerintah Provinsi Jawa Barat, hingga Pemerintah Kota Bandung untuk segera turun tangan dan tidak saling melempar tanggung jawab akibat status kewenangan jalan.

Mereka mendesak dilakukannya audit keselamatan jalan secara menyeluruh serta pembangunan jalur sepeda terproteksi yang dipisahkan oleh pembatas fisik konkrit.

"Kami sedang mendorong jalur terproteksi untuk sepeda, dan itu harus jadi harga mati di ruas Jalan Soekarno-Hatta, khususnya di kawasan dekat Leuwipanjang," tegas Andi.

B2W Bandung mengonfirmasi telah mengajukan surat permohonan audiensi resmi kepada Dinas Perhubungan Jawa Barat yang telah mendapat disposisi dari Gubernur Jabar. Namun, hingga akhir Juli 2026, pihak komunitas masih berada dalam posisi menunggu kepastian jadwal pertemuan.

Jalan Soekarno Hatta membentang sejauh 18 kilometer dari timur ke barat di kawasan selatan Kota Bandung. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)
Jalan Soekarno Hatta membentang sejauh 18 kilometer dari timur ke barat di kawasan selatan Kota Bandung. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)

Bagi B2W Bandung, pembiaran tanpa tindakan nyata tidak hanya membahayakan nyawa, tetapi juga membunuh keberanian warga untuk memilih sepeda sebagai moda transportasi yang sehat dan ramah lingkungan.

"Rentetan kecelakaan ini menimbulkan ketakutan bagi warga yang ingin bersepeda ke jalan raya. Keselamatan pesepeda bukan lagi pilihan, tapi kewajiban negara yang harus segera diwujudkan sebelum ada korban jiwa berikutnya," pungkasnya.

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Artikel Rekomendasi Untuk Anda

News Update

Ayo Netizen 14 Sep 2026, 19:01

Stiker Radio: Ketika Kenangan Lama Kembali Mengudara

Masih dalam suasana memperingati Hari Radio Nasional pada 9 September 2026, menarik untuk menengok kembali salah satu memorabilia radio yang kerap luput dari perhatian: stiker radio.

Beragam stiker radio dari berbagai stasiun radio di seluruh Indonesia yang menjadi bagian dari koleksi penulis. (Sumber: Foto dan koleksi Kin Sanubary)
Ayo Netizen 14 Sep 2026, 18:24

Nestapa Dago Dairy dan Asa Kedaulatan Pakan dari Bangku SMK

Kita abai menyiapkan cetak biru pendidikan modern di hulu peternakan.

Ilustrasi Mewujudkan SMK Peternakan Jurusan Pakan yang sesuai dengan perkembangan teknologi. (Sumber: dokpri | Foto: Totok Siswantara)
Ayo Netizen 14 Sep 2026, 17:05

Menggelorakan Wisata Olahraga di Kota Bandung

Wisata olahraga sebagai wisata yang mulai dijadikan model wisata yang sangat menarik dan mampu mengundang wisatawan menemukan wisata sembari berolahraga.

Bagi generasi Z, lari bukan hanya olahraga, tetapi gaya hidup yang terus berkembang. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 14 Sep 2026, 15:11

Riung Gunung Bandung, 'Bandung Kakurung ku Gunung'

Riung Gunung Bandung mengungkap pesona alam legendaris Bandung kakurung ku gunung.

Nuansa Riung Gunung Pangalengan, Wisata Bandung Murah. (Sumber: Instagram | Foto: nuansariunggunung_)
Ayo Netizen 14 Sep 2026, 12:36

Romantisme Membaca Majalah Vista September 1983: Ketika Radio, Kaset, Bioskop dan Idola Menghidupkan Kenangan

Membaca Vista hari ini seperti memutar kembali sebuah kaset lama.

Majalah Vista, salah satu majalah hiburan populer pada era 1980–1990-an. Majalah ini menyajikan beragam informasi seputar musik, film, dan perkembangan dunia hiburan. (Sumber: Koleksi Majalah Vista milik Kin Sanubary)
Ayo Netizen 14 Sep 2026, 10:03

Waspadai Sindikat Penjualan Bayi dan Perbaiki Tata Kelola Adopsi

Pembentukan keluarga melalui jalur adopsi, proses ini masih sering dihadapkan pada tantangan yang rumit.

Ilustrasi adopsi bayi dalam sebuah keluarga (Sumber: dokpri dengan bantuan Gemini | Foto: Sri Maryati)
Ayo Netizen 14 Sep 2026, 08:29

Manusia Gerobak, Manusia Statistik, Manusia Bandung

Istilah manusia gerobak mungkin terdengar seperti deskripsi visual. Padahal, ia membawa beban moral yang tidak enteng.

Manusia gerobak. (Sumber: ayobandung.com | Foto: ANTARA via ayobandung.com)
Ayo Netizen 13 Sep 2026, 20:52

200 Ikon Bandung #3: Medan Prijaji, Koran Bandung Pelopor Nasionalisme Indonesia

Pada 22 Agustus 1912 Medan Prijaji harus tutup karena intervensi pemerintah kolonial, dan Tirto Adhi Soerjo pun harus dibuang ke Ambon.

Koran "Medan Prijaji" 1910. (Sumber: Istimewa)
Ayo Netizen 13 Sep 2026, 15:36

Menggabungkan OPD, Menggabungkan Kekuasaan?

Penggabungan OPD bakal menjadi lebih dari sekadar merapikan bagan organisasi. Ia bisa menjadi contoh bahwa birokrasi daerah dapat dibuat lebih sederhana.

Kantor Gubernur Jawa Barat. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Instagram/@dihubjabar via ayobandung.com)
Ayo Netizen 13 Sep 2026, 12:47

Seandainya Saya Jadi Presiden (bagian 1)

Setiap orang memiliki mimpi besar, tetapi tidak semua impian itu bisa terwujud. Minimal jadi perenungan tentang pemikiran apa yang bisa kita sumbangkan kepada bangsa dan negara.

Bendera Merah Putih. (Sumber: Pexels | Foto: Irgi Nur Fadil)
Ayo Netizen 13 Sep 2026, 10:40

Miliaran Pemirsa Saksikan Pemakaman Lady Di

Ketika Lady Diana atau Lady Di dimakamkan, 6 September 1997, miliaran orang menyaksikan prosesinya melalui siaran tv

Putri Diana. (Sumber: Wikimedia Commons | Foto: John MacIntyre)
Ayo Netizen 13 Sep 2026, 09:54

Tren Operasi Bariatrik untuk Penuhi Standar Kecantikan yang Semu

Bariatrik menjadi tren operasi yang sedang happening baik di kalangan masyarakat maupun influencer untuk menurunkan berat badan secara instan.

Antara diet sehat dengan operasi bariatrik (Sumber: Pexels)
Ayo Netizen 11 Sep 2026, 22:18

Siaga pada Musim Peralihan

Peralihan musim inilah yang harus diwaspadai dan melakukan upaya mitigasi agar sehat dan selamat.

Pohon tumbang di Kota Bandung. (Sumber: Ayobandung)
Ayo Netizen 11 Sep 2026, 17:12

Cara Mencari Research Gap untuk Skripsi dan Penelitian

Sulit menemukan research gap untuk skripsi? Pelajari cara menemukannya dari jurnal, melihat celah penelitian, hingga mengubahnya menjadi ide penelitian.

Cara Mencari Research Gap untuk Skripsi dan Penelitian (Sumber: Freepik)
Ayo Netizen 11 Sep 2026, 16:57

Sekali di Udara, Tetap di Hati: 81 Tahun Perjalanan RRI

Radio Republik Indonesia (RRI) memperingati hari jadinya setiap 11 September.

Gedung RRI Bandung, diambil pada bulan Agustus 2024. (Sumber: Wikimedia Commons | Foto: Pijri Paijar)
Ayo Netizen 11 Sep 2026, 14:04

Komunikasi di Era AI: Mengapa Suara Manusia di Radio Tak Tergantikan

Di era AI, radio bertahan sebagai benteng keaslian manusia. Hari Radio Nasional mengingatkan bahwa kehangatan dan koneksi emosional dari suara penyiar tak tergantikan oleh algoritma.

Ilustrasi ruangan siaran radio. (Sumber: Pexels | Foto: Pixabay)
Linimasa 11 Sep 2026, 14:02

Dulu Sempat Viral, Apa Kabar Odading Mang Oleh?

Odading Mang Soleh pernah viral berkat video Ade Londok. Kini usaha tersebut diteruskan anak-anak dan memiliki cabang di luar Bandung.

Odading Mang Oleh yang dulu sempat viral. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 11 Sep 2026, 13:27

Menghidupkan Siaran RRI Bandung dengan Kreativitas Siniar

Alih wahana oleh RRI Bandung membutuhkan platform digital karya anak bangsa yang multifungsi.

Gedung Radio Republik Indonesia Bandung di Jalan Diponegoro No.61 Kota Bandung (Sumber: RRI | Foto: Atep)
Ayo Netizen 11 Sep 2026, 10:16

Dari I Hate Monday Menjadi 'Dimanusiakan' Pengalaman Tak Terduga di BP Kebudayaan Jabar

Balai Pelestarian Kebudayaan Jawa Barat adalah unit pelaksana teknis di bawah Kementerian Kebudayaan yang bertugas merawat dan memajukan kebudayaan serta cagar budaya di wilayah Provinsi Jawa Barat.

Ilustrasi tulisan "I hate monday". (Sumber: Pexels | Foto: elena_ sher)
Ayo Netizen 11 Sep 2026, 09:00

Mengapa Laga Persib–Persija Lebih dari Sekadar Tiga Poin

Para pemain Persib tidak hanya bermain untuk klub, tetapi juga menjadi simbol kebanggaan sebagian masyarakat Jawa Barat. 

Pemain Persib dalam sebuah pertandingan. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)