Riung Gunung Bandung, 'Bandung Kakurung ku Gunung'

6 menit baca
R.M.A. Ahmad Said Widodo
Ditulis oleh R.M.A. Ahmad Said Widodo diterbitkan
Nuansa Riung Gunung Pangalengan, Wisata Bandung Murah. (Sumber: Instagram | Foto: nuansariunggunung_)
Nuansa Riung Gunung Pangalengan, Wisata Bandung Murah. (Sumber: Instagram | Foto: nuansariunggunung_)

Apa yang akan Penulis sampaikan di sini adalah berdasarkan Hoogvlakte van Bandoeng autowegenkaart, D E 29,1. Bandoeng: HOVIC, ca. 1920 (Peta jalan Dataran Tinggi Bandung, D E 29.1. Bandung: HOVIC, ca. 1920). Pada tahun 1920-an, Pemerintah Kolonial Hindia-Belanda menerbitkan peta terkenal berjudul Hoogvlakte van Bandoeng Auto-Wegenkaart.

Istilah ini sangat populer pada masa Kolonial Hindia-Belanda, terutama ketika Bandung mulai dikembangkan menjadi pusat pemerintahan, militer dan perkebunan teh dan lain-lain. Wilayah ini terkenal dengan udaranya yang sejuk karena berada di ketinggian sekitar > 700 meter di atas permukaan laut (mdpl), dikelilingi oleh pegunungan berapi purba.

Peta ini digunakan oleh para pelancong Belanda untuk menjelajahi kawasan Bandung Raya menggunakan mobil atau sepeda (sepeda onthel). Jelas peta ini adalah peta lama yang telah berusia 106 tahun. Tentu saja masih banyak gunung dan bukit (pasir) yang belum terpetakan semuanya. Namun, paling tidak, peta ini bisa mewakili dataran tinggi (pegunungan) Bandung Raya.

Salah satu literatur yang terkenal adalah buku panduan pariwisata bertajuk Bandoeng, de Stad op de Hoogvlakte (Bandung, Kota di Dataran Tinggi) yang disusun oleh J. N. Koopman pada tahun 1926 bersama organisasi Bandoeng Vooruit. Buku ini mempromosikan Bandung sebagai kota modern yang nyaman di pegunungan.

Menurut anggota komunitas Jelajah Gunung Bandung Lukman Hakim, ada sekira 660 gunung yang mengelilingi Bandung, berdasarkan hasil inventarisasi komunitas tersebut. Tersebar dari berbagai arah penjuru mata angin, gunung tersebut mengelilingi Bandung Raya. Hoogvlakte van Bandoeng (Dataran Tinggi Bandung) adalah istilah Bahasa Belanda yang merujuk pada kawasan cekungan atau dataran tinggi yang mengelilingi Kota Bandung.

Riung Gunung Bandung - Bandung Kakurung Ku Gunung

Arti kata Riung Gunung berasal dari Bahasa Sunda, di mana kata riung berarti berkumpul atau saling berhadapan dan gunung berarti gunung. Jadi, nama Riung Gunung secara harfiah berarti kawasan gunung-gunung yang berkumpul atau saling berhadapan. Arti kata Bandung Kakurung ku Gunung adalah ungkapan dalam Bahasa Sunda yang berarti Bandung dikelilingi oleh gunung. Arti kata kakurung, artinya terkurung atau dikurung, dan ku gunung artinya oleh gunung. Ungkapan yang lebih sering dikenal masyarakat adalah Bandung Dilingkung ku Gunung.

Wilayah Bandung dan sekitarnya (Cekungan Bandung) berupa dataran cekung yang dikelilingi oleh jajaran pegunungan dan gunung api aktif. Bentuk seperti mangkuk ini terjadi karena wilayah Bandung dulunya merupakan sebuah danau purba besar sebelum akhirnya airnya surut.

Reinout Willem ("Rein") van Bemmelen (14 April 1904 – 19 November 1983) adalah seorang ahli geologi (geolog) terkemuka berkebangsaan Belanda yang lahir di Indonesia (sewaktu masih sebagai Hindia-Belanda), yang memberikan dasar ilmiah modern bagi peribahasa atau filosofi Sunda kuno: "Bandung kakurung ku gunung" (Bandung dikurung oleh gunung).

Melalui penelitian geomorfologi dan vulkanologi yang ia publikasikan dalam Peta Geologi Lembar Bandung (1934) serta buku monumentalnya The Geology of Indonesia (1949), van Bemmelen secara ilmiah membuktikan mengapa wilayah Bandung berbentuk seperti kuali raksasa yang dikelilingi oleh jajaran gunung (Riung Gunung).

Melalui penelitian geomorfologi dan vulkanologi yang ia publikasikan dalam Peta Geologi Lembar Bandung (1934) serta buku monumentalnya The Geology of Indonesia (1949), van Bemmelen secara ilmiah membuktikan mengapa wilayah Bandung berbentuk seperti kuali raksasa yang dikelilingi oleh jajaran gunung (Riung Gunung). Berikut adalah poin-poin penting penjelasan ilmiah van Bemmelen mengenai fenomena Bandung Kakurung ku Gunung:

Zona Depresi Cekungan Bandung

Secara geologis, van Bemmelen menjelaskan, bahwa Bandung adalah sebuah cekungan depresi (kuali raksasa) yang terletak di Zona Bandung. Cekungan ini memiliki lebar antara 25 hingga 50 kilometer. Cekungan kolosal ini terbentuk akibat amblesnya kompleks geantiklin Jawa bagian tengah akibat aktivitas tektonik dan vulkanik yang masif di masa lampau.

Nama Riung Gunung menggambarkan kondisi morfologis di mana puncak-puncak gunung seolah-olah berkumpul mengelilingi sebuah area. Van Bemmelen memetakan gunung-gunung api Kuarter yang membentengi cekungan ini. Struktur benteng alam ini terbagi atas beberapa klaster:

  1. Benteng Utara, didominasi oleh sisa-sisa Gunung Sunda Purba, Gunung Burangrang, dan Gunung Tangkuban Parahu.

  2. Benteng Selatan dan Timur, jajaran pegunungan tua (Zona Pegunungan Selatan) seperti Gunung Malabar, Gunung Wayang, Gunung Windu, Gunung Patuha hingga Gunung Manglayang.

Teori van Bemmelen yang paling terkenal mengenai Bandung adalah proses terbentuknya Danau Bandung Purba. Berdasarkan rekonstruksinya:

  1. Terjadi letusan maha dahsyat dari Gunung Sunda Purba yang kemudian disusul oleh aktivitas hebat Gunung Tangkuban Parahu.

  2. Material hasil erupsi berupa lava dan awan panas yang masif mengalir ke arah Selatan dan membendung aliran Sungai Citarum Purba di daerah dekat Padalarang (sekarang daerah sekitar Sanghyang Tikoro).

  3. Karena aliran air tersumbat oleh material vulkanik tersebut, air sungai meluap dan menggenangi seluruh cekungan raksasa tersebut hingga berubah menjadi sebuah danau purba yang masif pada elevasi di atas 725 meter di atas permukaan laut (mdpl).

Melalui kaca mata sains, Rein van Bemmelen memvalidasi metafora budaya Sunda kuno tersebut. Istilah "Bandung kakurung ku gunung" bukan sekadar kebetulan visual, melainkan produk dari sejarah panjang geologi berupa amblesan tanah purba, pembendungan vulkanik dan cincin gunung api aktif yang mengisolasi dataran tinggi Bandung menjadi sebuah lanskap unik yang kita kenal sekarang.

Dataran tinggi (pegunungan) Bandung secara geografis membentuk sebuah cekungan raksasa (Cekungan Bandung) yang dikelilingi oleh jajaran pegunungan dan gunung api. Berikut adalah batas-batas pegunungan yang memagari dataran tinggi Bandung dari Utara-Selatan dan Barat-Timur:

Batas Utara - Selatan

  1. Utara, dibatasi oleh kompleks gunung api kuarter, meliputi Gunung Burangrang, Gunung Tangkuban Parahu dan Gunung Bukit Tunggul. Di area ini juga membentang patahan aktif yang terkenal, yaitu Patahan Lembang.

  2. Selatan, dibatasi oleh benteng pegunungan vulkanik yang tinggi, meliputi Gunung Patuha (Ciwidey), Gunung Malabar, Gunung Tilu, Gunung Kendang serta kompleks panas bumi Kamojang.

 Batas Barat - Timur

  1. Barat, dibatasi oleh perbukitan yang didominasi oleh batuan gunung api berumur Tersier dan formasi batugamping (kapur), seperti kawasan Karst Citatah, Gunung Masigit dan pegunungan purba di wilayah Bandung Barat hingga perbatasan Cianjur.

  2. Timur, dibatasi oleh deretan gunung api seperti Gunung Manglayang, Gunung Mandalawangi, Gunung Kareumbi, hingga batuan vulkanik di kawasan Nagreg yang membatasinya dengan wilayah Garut dan Sumedang.

Berdasarkan Hoogvlakte van Bandoeng autowegenkaart, D E 29,1. Bandoeng: HOVIC, ca. 1920 (Peta jalan Dataran Tinggi Bandung, D E 29.1. Bandung: HOVIC, ca. 1920), maka Penulis melihat, bahwa pegunungan di Bandung Raya adalah sebagai berikut:

  1. Pegunungan Lingkar Utara dikeliling oleh wilayah Kabupaten Purwakarta, Kabupaten Bandung Barat dan Kabupaten Subang. Biasa disebut Pegunungan Bandung Utara, terdiri antara lain sebagai berikut: Gunung Burangrang, Gunung Sunda, Gunung Tangkubanparahu, Gunung Bukittunggul, Gunung Pulosari, Pasir Buntu, Gunung Masigit, Gunung Lembang, Gunung Nyampai dan Gunung Nangkorak.

  2. Pegunungan Lingkar Selatan dikelilingi oleh wilayah Kota Bandung, Kabupaten Bandung, Kabupaten Sumedang, Kabupaten Garut dan Kota Cimahi, terdiri antara lain sebagai berikut: Gunung Tampomas, Gunung Manglayang, Bukit Jarian, Gunung Cilancang, Gunung Mandalawangi, Gunung Guntur, Gunung Cakra, Gunung Rakutak, Gunung Cikuray, Gunung Papandayan, Gunung Windu (tidak ada dalam peta), Gunung Wayang, Gunung Malabar, Gunung Tilu, Gunung Patuha, Gunung Bubut, Gunung Tambakruyung, Gunung Aul, Gunung Malang, Gunung Buleud, Gunung Lalakon, Gunung Selacau, Gunung Padakasih, Gunung Panganten, Gunung Bohong dan Gunung Masigit.

  3. Pegunungan Bagian Tengah - Selatan dikelilingi oleh Kecamatan Dayeuhkolot, Bojongkalong, Ciparay, Majalaya, Paseh, Arjasari, Banjaran dan Cimaung, terdiri antara lain sebagai berikut: Gunung Cula, Gunung Geulis dan Gunung Binong.

Keindahan alam Riung Gunung membuktikan, bahwa Bandung benar-benar dikelilingi oleh pegunungan megah. Pesona hijau berbalut udara sejuk ini selalu berhasil memikat hati, menyajikan ketenangan sejati bagi setiap jiwa yang datang berkunjung. Destinasi istimewa ini bukan sekadar tempat wisata biasa penyejuk mata. Keberadaannya menjadi simbol keharmonisan alam tanah Pasundan yang terus terjaga, sekaligus menegaskan identitas geografis Bandung yang begitu unik dan mempesona. Oleh karena itu, sempatkanlah waktu Anda untuk menjelajahi keajaiban tersembunyi ini. Nikmati langsung sensasi damai berada di dalam pelukan gunung Bandung, sebuah memori indah yang tidak akan pernah terlupakan. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 02 Nov 2026, 19:02

Fenomena Kemacetan di Bunderan Cibiru berdasarkan Pengalaman Pengguna Jalan

Kemacetan sering terjadi di perkotaan akibat padatnya kendaraan, salah satunya di Bunderan Cibiru, Bandung, yang menjadi titik pertemuan arus lalu lintas masyarakat sehari-hari.

Kondisi lalu lintas di kawasan Bunderan Cibiru, Bandung. (Sumber: Dokumentasi pribadi | Foto: Vania Ramadhani Sidiq)
Wisata & Kuliner 02 Nov 2026, 18:53

Ikon Taraju, Surga Tersembunyi di Tasikmalaya

Hamparan perkebunan teh dari ketinggian memang menjadi pemandangan yang memanjakan mata. Hal ini yang menjadi salah satu kelebihan Ikon Taraju di Desa Taraju, Kecamatan Taraju, Kabupaten Tasikmalaya.

Wisatawan berswafoto di Ikon Taraju (Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 18:24

Gasibu Tempo Dulu

Lahan cikal bakal Gasibu merupakan kawasan rawa yang memiliki sumber mata air dan sempat masuk dalam rencana pembangunan kompleks Gedung Sate.

Kawasan Gasibu tempo dulu. (Sumber: KITLV)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 17:37

Analisis Ekologis, Sosiologis dan Ekonomi Perkebunan Teh Era Kolonial vs Perkebunan Sawit Era Modern

Membandingkan dampak ekologis, sosiologis dan ekonomi perkebunan era kolonial dan modern. Temukan transformasi besar, warisan sejarah dan tantangan keberlanjutan yang dihadapi industri ini.

Perkebunan Teh Cukul, Pangalengan. (Sumber: Wikimedia)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 17:14

Seluk-Beluk Memancing

Mencermati aktivitas memancing dari sudut ekologis, psikologis, atau sejarah.

Seluk-beluk memancing. (Sumber: GeminiAI)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 15:15

Karhutla: Bencana Alam atau Persoalan Hukum?

Karhutla bukan sekadar bencana alam akibat kondisi cuaca, tetapi juga persoalan lingkungan yang menuntut tanggung jawab manusia dan penegakan hukum.

Dokumentasi penanganan kebakaran hutan dan lahan. (Sumber: gakkum.kehutanan.go.id)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 13:18

Kala Bersepeda dan Berlari di Kota Bandung Menjadi Aktivitas Berisiko

Dengan konsentrasi PM2,5 yang tinggi, maka olahraga luar ruangan di Kota Bandung menghadapi persoalan yang agak mengkhawatirkan.

Sekelompok warga bersepeda di Kota Bandung. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Ayo Bandung)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 11:53

Komunikasi dengan Alam

Komunikasi lingkungan dilakukan sepanjang tahun, bukan ketika musim kebakaran dan banjir muncul.

Kebakaran hutan dan lahan di Riau (04 Sep 2026). (Sumber: mediacenter.riau.go.id)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 10:30

Becak Cirebon: Transportasi Langka yang Masih Digunakan Sebagian Masyarakat

Transportasi umum di Kota Cirebon masih menyediakan berbagai macam pilihan mulai dari ojek online, elf, angkot hingga becak.

Becak disekitaran Grage Mall Cirebon. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 10:10

Bandung Menuju Kota Digital Aman

Kota yang benar-benar cerdas bukan hanya kota yang mampu mengadopsi teknologi terbaru, melainkan yang mampu melindungi warganya.

Ilustrasi layanan digital. (Sumber: Pexels | Foto: Towfiqu barbhuiya)
Ayo Biz 01 Nov 2026, 15:21

Lahan Sempit di Kota Bandung Disulap Jadi Kebun Produktif, Hasilnya untuk Warga

Sejumlah jurnalis dari berbagai daerah di Indonesia berkesempatan melihat langsung pengelolaan kebun tersebut melalui kegiatan Fellowship Journalism Menanam di BRInita Buruan Sae.

Pada Jumat, 30 Oktober 2026, sejumlah jurnalis dari berbagai daerah di Indonesia berkesempatan melihat langsung pengelolaan kebun tersebut melalui kegiatan Fellowship Journalism Menanam di BRInita Buruan Sae Pajajaran Hegar. (Sumber: Istimewa)
Ayo Netizen 31 Okt 2026, 20:39

Stop The Wedding: Tren Perempuan yang Membagikan Cerita Traumatis Pernikahan

Apakah perempuan benar-benar takut menikah karena tidak menemukan urgensinya atau hanya takut karena tren "Stop The Wedding" yang sedang beredar di media sosial

Stop the Wedding sedang menjadi headline di media sosial yang mengangkat pengalaman buruk perempuan dalam pernikahan (Sumber: Ilustrasi Gambar AI)
Ayo Netizen 31 Okt 2026, 19:15

Bandung Akan Terkena Asap Pekat Karhutla

Nafsu-nafsu tidak terkendali untuk menguasai hutan bisa menyebabkan semua wilayah terkena dampak asap pekat kebakaran hutan dan lahan termasuk Kota Bandung

Penanganan karhutla. (Sumber: Kementerian Kehutanan)
Ayo Netizen 31 Okt 2026, 17:11

Merancang Kawasan Hunian untuk Mobilitas Berkelanjutan

Integrasi tata ruang dan transportasi dalam pengembangan kawasan hunian melalui akses berjalan kaki, bersepeda, dan angkutan umum untuk mewujudkan mobilitas yang aman, nyaman, dan berkelanjutan.

Halte bus yang berfungsi sebagai tempat pemberhentian angkutan umum di kawasan hunian. (Foto: Angga Marditama Sultan Sufanir)
Ayo Netizen 31 Okt 2026, 16:31

Korupsi di Negeri Bencana

Korupsi di BNPB yang dilakukan oleh oknum, merupakan perbuatan yang biadab.

SDN 1 Babakan Talang di Kampung Cigombong, Desa Cibedug, Kecamatan Rongga, Kabupaten Bandung Barat hancur akibat bencana pergerakan tanah , Senin 4 Maret 2024. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 31 Okt 2026, 15:17

Ketika Api Menguji Integritas

Bencana menuntut kita bergerak cepat menyelamatkan kehidupan, tetapi juga menguji integritas dalam menjaga amanah dan menyalurkan bantuan.

Kebakaran hutan dan lahan (karhutla). (Sumber: kehutanan.go.id)
Ayo Netizen 30 Okt 2026, 20:24

Bdg-GoX Dibangun, Kapan Warga Bandung Menikmati Internet Murah?

Akses digital bukan hanya persoalan ketersediaan jaringan, melainkan juga keterjangkauan ekonomi.

Ilustrasi Bandung Kota Digital dengan program  Bdg-Gox (Sumber: Ilustrasi di desain dengan ChatGPT oleh Sri Maryati)
Ayo Netizen 30 Okt 2026, 19:47

Cangkoréh Awi Ngarambat

Ada jenis bambu yang merambat, yang dikenal, ada yang menyebutnya awi cangkoréh, ada juga yang menyebutnya awi cangkoré.

Awi ngarambat. (Foto: Wikimedia Commons)
Ayo Netizen 30 Okt 2026, 16:33

Persembahan untuk Lembang

Lembang telah jatuh ke tangan para kapitalis, memaksakan berubah wujud, memeras keindahan alamnya, meluluhlantakkan kenangan hijau yang terpatri di benak warganya.

Persembahan saya untuk Lembang, tertuang dalam beberapa karya buku. (Foto: Malia)
Ayo Netizen 30 Okt 2026, 15:26

Menghalau Asap dengan Sains dan Kolaborasi Akademisi dalam Mitigasi Karhutla

Kampus punya ilmu dan jaringan untuk mencegah karhutla. Simak peran riset gambut, KKN tematik, dan konsorsium lintas kampus di wilayah rawan.

Ilustrasi Kebakaran Hutan dan Lahan (Sumber: Freepik)