Cara Mencari Research Gap untuk Skripsi dan Penelitian

3 menit baca
Suhendi Al Wasim
Ditulis oleh Suhendi Al Wasim diterbitkan
Cara Mencari Research Gap untuk Skripsi dan Penelitian (Sumber: Freepik)
Cara Mencari Research Gap untuk Skripsi dan Penelitian (Sumber: Freepik)

Sudah baca puluhan jurnal tapi masih bingung apa yang membedakan penelitianmu dengan yang sudah ada?

Atau sering ditanya dosen pembimbing "apa kebaruan dari skripsimu ini", dan belum punya jawaban yang meyakinkan?

Kalau iya, kemungkinan besar kamu belum menemukan research gap yang jelas.

Artikel ini membahas apa itu research gap, jenis jenisnya, dan langkah konkret menemukannya dari jurnal sampai menjadi rumusan masalah.

Apa Itu Research Gap?

Dikutip dari Academia Open Publisher, research gap adalah celah antara apa yang sudah diketahui ilmu pengetahuan dan apa yang belum terjawab, belum konsisten, atau belum diuji dalam konteks tertentu.

Müller-Bloch dan Kranz (2015) menyebut identifikasi research gap sebagai tujuan mendasar dari tinjauan literatur, dan idealnya dilakukan secara sistematis, bukan sekadar tebakan.

Satu kesalahpahaman umum, research gap tidak selalu berarti topik yang belum pernah diteliti sama sekali.

Gap juga bisa muncul dari hasil penelitian yang saling bertentangan, metode yang belum pernah dipakai, atau teori yang belum diuji pada konteks dan populasi berbeda.

Apa Saja Jenis-Jenis Research Gap?

Merujuk pada kerangka Müller-Bloch dan Kranz (2015) serta taksonomi Miles (2017), berikut jenis gap yang umum ditemukan.

  1. Knowledge gap Terjadi ketika suatu topik belum banyak dijelaskan oleh penelitian yang ada, sehingga pemahaman tentangnya masih terbatas.
  2. Evidence gap Muncul ketika beberapa penelitian menghasilkan temuan yang saling bertentangan tentang fenomena yang sama.
  3. Methodological gap Terjadi ketika suatu metode, misalnya pendekatan kualitatif, belum pernah dipakai untuk menjawab pertanyaan di bidang tersebut.
  4. Population atau context gap Muncul ketika penelitian sebelumnya hanya fokus pada kelompok, wilayah, atau periode waktu tertentu.
  5. Theoretical gap Terjadi ketika teori yang ada belum bisa menjelaskan fenomena baru secara memadai, atau belum pernah diuji pada konteks tertentu.

Penamaan kategori ini bisa berbeda antar bidang ilmu. Yang penting bukan menghafal istilahnya, tapi memahami logikanya, yaitu menemukan apa yang belum terjawab, belum konsisten, atau belum diuji.

Bagaimana Cara Mencari Research Gap untuk Skripsi?

  1. Tentukan topik yang spesifik Topik yang terlalu luas membuat gap sulit ditemukan karena literaturnya terlalu banyak dan beragam.
  2. Kumpulkan jurnal yang relevan Kumpulkan minimal sepuluh sampai lima belas jurnal sebagai bahan pembanding, jangan hanya mengandalkan satu atau dua sumber.
  3. Baca introduction dan literature review lebih dulu Bagian ini berisi ringkasan penelitian sebelumnya sehingga kamu bisa cepat memetakan apa yang sudah diteliti.
  4. Periksa bagian limitation Peneliti biasanya jujur menyebutkan batasan studi mereka, seperti sampel kecil atau metode yang terbatas.
  5. Perhatikan suggestion for future research Bagian ini sering menjadi cara paling langsung menemukan gap karena peneliti sebelumnya sudah menuliskan apa yang belum sempat mereka teliti.
  6. Bandingkan temuan antar jurnal Susun dalam tabel sederhana agar terlihat pola mana yang konsisten dan mana yang bertentangan.
  7. Identifikasi perbedaan konteks, metode, variabel, atau populasi Perbedaan ini sering menjadi titik awal gap yang konkret dan bisa langsung dirumuskan.
  8. Validasi gap dengan jurnal tambahan Pastikan gap itu bukan karena kamu belum menemukan penelitian yang sebenarnya sudah membahasnya.
  9. Rumuskan gap menjadi pertanyaan penelitian Ubah celah yang ditemukan menjadi pertanyaan spesifik yang bisa dijawab dengan metode yang kamu kuasai.

Contoh singkat, penelitian tentang pengaruh media sosial terhadap keputusan pembelian selama ini banyak meneliti masyarakat umum dengan metode survei.

Kalau kelompok mahasiswa belum banyak diteliti secara khusus, dan pendekatan kualitatif untuk menggali alasan di balik pengaruh itu juga belum banyak dipakai, di situlah population gap dan methodological gap bisa dirumuskan menjadi topik baru.

Apa Kesalahan yang Perlu Dihindari?

  1. Menganggap gap selalu berarti topik yang belum pernah diteliti sama sekali Padahal gap juga bisa muncul dari kontradiksi hasil atau keterbatasan metode penelitian sebelumnya.
  2. Hanya mengganti lokasi atau objek tanpa dasar akademik Perbedaan tempat atau subjek saja tidak otomatis menjadi gap yang kuat.
  3. Mengandalkan satu jurnal saja sebagai dasar gap Argumen menjadi lemah karena tidak menunjukkan pola dari banyak penelitian.
  4. Mengandalkan AI tanpa memverifikasi sumber aslinya AI bisa saja merangkum secara tidak akurat atau menyebut referensi yang sebenarnya tidak ada.

AI memang bisa membantu merangkum literatur, mengelompokkan topik, dan menyusun daftar keyword pencarian.

Tapi hasilnya tetap harus dicek ulang ke jurnal asli sebelum dijadikan dasar penelitian.

Menemukan research gap memang butuh proses membaca yang telaten, bukan jalan pintas.

Tapi begitu gap-nya jelas, seluruh bab pendahuluan, rumusan masalah, sampai metode penelitian akan jauh lebih mudah disusun karena punya dasar yang kuat. (*)

Referensi:

  • https://academiaopenpublisher.com
Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Suhendi Al Wasim
Staf Manajer SDM

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 11 Sep 2026, 17:12

Cara Mencari Research Gap untuk Skripsi dan Penelitian

Sulit menemukan research gap untuk skripsi? Pelajari cara menemukannya dari jurnal, melihat celah penelitian, hingga mengubahnya menjadi ide penelitian.

Cara Mencari Research Gap untuk Skripsi dan Penelitian (Sumber: Freepik)
Ayo Netizen 11 Sep 2026, 16:57

Sekali di Udara, Tetap di Hati: 81 Tahun Perjalanan RRI

Radio Republik Indonesia (RRI) memperingati hari jadinya setiap 11 September.

Gedung RRI Bandung, diambil pada bulan Agustus 2024. (Sumber: Wikimedia Commons | Foto: Pijri Paijar)
Ayo Netizen 11 Sep 2026, 14:04

Komunikasi di Era AI: Mengapa Suara Manusia di Radio Tak Tergantikan

Di era AI, radio bertahan sebagai benteng keaslian manusia. Hari Radio Nasional mengingatkan bahwa kehangatan dan koneksi emosional dari suara penyiar tak tergantikan oleh algoritma.

Ilustrasi ruangan siaran radio. (Sumber: Pexels | Foto: Pixabay)
Linimasa 11 Sep 2026, 14:02

Dulu Sempat Viral, Apa Kabar Odading Mang Oleh?

Odading Mang Soleh pernah viral berkat video Ade Londok. Kini usaha tersebut diteruskan anak-anak dan memiliki cabang di luar Bandung.

Odading Mang Oleh yang dulu sempat viral. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 11 Sep 2026, 13:27

Menghidupkan Siaran RRI Bandung dengan Kreativitas Siniar

Alih wahana oleh RRI Bandung membutuhkan platform digital karya anak bangsa yang multifungsi.

Gedung Radio Republik Indonesia Bandung di Jalan Diponegoro No.61 Kota Bandung (Sumber: RRI | Foto: Atep)
Ayo Netizen 11 Sep 2026, 10:16

Dari I Hate Monday Menjadi 'Dimanusiakan' Pengalaman Tak Terduga di BP Kebudayaan Jabar

Balai Pelestarian Kebudayaan Jawa Barat adalah unit pelaksana teknis di bawah Kementerian Kebudayaan yang bertugas merawat dan memajukan kebudayaan serta cagar budaya di wilayah Provinsi Jawa Barat.

Ilustrasi tulisan "I hate monday". (Sumber: Pexels | Foto: elena_ sher)
Ayo Netizen 11 Sep 2026, 09:00

Mengapa Laga Persib–Persija Lebih dari Sekadar Tiga Poin

Para pemain Persib tidak hanya bermain untuk klub, tetapi juga menjadi simbol kebanggaan sebagian masyarakat Jawa Barat. 

Pemain Persib dalam sebuah pertandingan. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 10 Sep 2026, 20:26

Warisan Gunung Sunda Purba, dari Purwakarta, Subang, sampai Bandung Barat

Menjelajah warisan Gunung Sunda Purba melalui kemegahan Gunung Burangrang. Sisi Utara membentang di Purwakarta dan Subang, sementara sisi Selatan megah berdiri di Bandung Barat.

Keadaan ronabumi seperti inilah yang dilihat oleh masyarakat, bukan Gunung Sunda yang menjulang  tinggi. (Sumber: Istimewa)
Ayo Netizen 10 Sep 2026, 18:26

Transformasi Perpustakaan Meningkatkan Kunjungan Masyarakat

Setiap perpustakaan memang mengidentifikasi problematika yang sama, salah satunya berkaitan dengan kunjungan masyarakat yang minim.

Ilustrasi perpustakaan. (Sumber: Pexels | Foto: Tima Miroshnichenko)
Ayo Netizen 10 Sep 2026, 18:00

ASN Gen Z dan Tantangan Mengubah Kepastian Menjadi Kinerja

Artikel ini mengkaji persepsi ASN Gen Z terhadap kecocokan karier, kompetensi, dan kebutuhan pengembangan dalam birokrasi.

Aparatur Sipil Negara (ASN). (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 10 Sep 2026, 17:01

Polemik Desil dalam Indikator Kesejahteraan Ekonomi

Apakah desil bisa dijadikan indikator dalam menentukan strata kesejahteraan masyarakat kini? Desil hanya sebuah istilah dalam algoritma statistik. Jangan memaksa manusia menjadi angka dalam database.

Bantuan pangan cadangan beras pemerintah alokasi Juni dan Juli wilayah Kota Bandung di Kantor Kelurahan Cihapit, Jalan Sabang, Kota Bandung, Jumat 18 Juli 2025. (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 10 Sep 2026, 16:37

Remy Sylado: Jejak Sang Maestro di Bandung

Jejak Remy Sylado di Bandung kembali ditelusuri melalui buku, arsip, dan kesaksian orang-orang terdekat yang menghidupkan kembali sosok maestro multidisipliner tersebut.

Silaturahmi menyambut terbitnya buku Remy Sylado dan Dua Brouwer yang dihadiri budayawan, pegiat seni, serta sahabat dekat Remy Sylado, di Perpustakaan Ajip Rosidi, Jalan Garut No. 2, Kota Bandung. (Sumber: Agus Wahyudi)
Ayo Netizen 10 Sep 2026, 15:11

KDM, Jawa Barat, dan Temtasi 2029

KDM membutuhkan policy dashboard, bukan sekadar social-media dashboard.

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, dalam sebuah acara. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Linimasa 10 Sep 2026, 10:57

Kampung Sate, Ketika Bambu Bisa Diubah Menjadi Rupiah Oleh Warga Satu Kampung

Kampung Randukurung Kutawaringin dikenal sebagai sentra tusuk sate. Warga mengolah bambu secara tradisional menjadi sumber penghasilan.

Di Kampung Randukurung, bambu gombong diolah menjadi ribuan tusuk sate dengan tangan dan peralatan tradisional. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 10 Sep 2026, 10:44

Stok Masker mulai Langka dan Harganya Melambung Kembali

Permintaan pasar yang tinggi seringkali membuat harga pun ikut naik begitu juga dengan kondisi yang terjadi pada masker.

Maskter kesehatan. (Sumber: Pexels | Foto: cottonbro studio)
Ayo Netizen 10 Sep 2026, 08:58

Strategi Kuliah Luar Negeri Tembus Ivy League dan Program Pre-College

Sejak didirikan pada tahun 2003, Euro Management Indonesia mengembangkan pola pendampingan studi ke luar negeri secara terpadu dan terintegrasi.

Suasana belajar di Euro Management Indonesia, Menteng Jakarta. (Foto: Humas Euro MI)
Ayo Netizen 09 Sep 2026, 21:13

Rekam Jejak Euro Management Indonesia Siapkan SDM Indonesia Go Global

Program Academic Writing diarahkan untuk memperkuat kemampuan pegawai dalam menyusun tulisan akademik secara sistematis dan sesuai dengan standar internasional.

Keberangkatan siswa Euro Management Indonesia kuliah di  Jerman (Foto: Humas Euro Manajemen Indonesia)
Ayo Netizen 09 Sep 2026, 19:25

Art Zine SMPN 1 Kasokandel

Setiap karya harus diapresiasi karena kita percaya bahwa setiap anak memiliki kodratnya yang unik

 (Foto: Penulis)
Ayo Netizen 09 Sep 2026, 13:27

Sekolah, Gerbang Perlindungan Anak di Ruang Digital

Perlindungan anak di ruang digital tidak cukup berhenti pada literasi digital. Sekolah harus memiliki kapasitas dan mekanisme nyata untuk mendeteksi, merespons, dan merujuk.

Ancaman terhadap anak di ruang digital terus berkembang. Karena itu, sekolah harus memiliki sistem untuk mendeteksi, merespons, dan menangani risiko keamanan digital. (Sumber: unsplash.com | Foto: Javas rabni)
Ayo Netizen 09 Sep 2026, 11:00

Siapa yang ‘Membunuh’ Radio Bandung?

Angkasa Bandung makin tiiseun. Perlahan, satu demi satu, stasiun radio mulai pamit dari udara Bandung.

Taman Radio mengukuhkan Bandung sebagai Kota Radio. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Rahmat Herman Simabur)