Menjaga Wajah Kota: Sinergi Penanganan PPKS dan Penataan RTH di Kota Bandung

3 menit baca
Totok Siswantara
Ditulis oleh Totok Siswantara diterbitkan
Ilustrasi Penanganan PPKS dan Penataan RTH di Kota Bandung. (Sumber: dibuat dengan chatgpt.com | Foto: Totok Siswantara)
Ilustrasi Penanganan PPKS dan Penataan RTH di Kota Bandung. (Sumber: dibuat dengan chatgpt.com | Foto: Totok Siswantara)

Kota Bandung terus bergerak maju dalam menata keindahan kota dan meningkatkan kesejahteraan warganya. Dinas Sosial Kota Bandung kini semakin gencar mengintervensi penanganan Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PPKS) atau Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) lewat pendekatan rehabilitasi yang terintegrasi.

Langkah nyata ini dibuktikan melalui operasi penertiban skala besar yang digelar secara kolaboratif bersama Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Petugas gabungan menyisir berbagai titik protokol yang menjadi urat nadi kota, mulai dari kawasan bawah Flyover Mochtar Kusumaatmadja (Jalan Pasteur), Pasir Kaliki, Pajajaran, Wastukancana, LLRE Martadinata (Riau), hingga berakhir di area Gedung Sate.

Dalam operasi tersebut, sejumlah PPKS, mulai dari anak jalanan, pengemis, manusia karung, hingga manusia gerobak, berhasil dijangkau. Mereka tidak sekadar ditertibkan, melainkan langsung dibawa ke Rumah Singgah Dinas Sosial Kota Bandung di Rancacili untuk menjalani asesmen mendalam dan program bimbingan sosial. Pendekatan terpadu ini bahkan disiapkan sebagai proyek percontohan (pilot project) yang nantinya akan diterapkan di 26 kabupaten dan kota lain di wilayah Jawa Barat.

Menyelamatkan Ruang Terbuka Hijau dari Penyakit Sosial

Selain jalan-jalan protokol dan gang sempit, perhatian sebaiknya juga dialihkan pada keberadaan Ruang Terbuka Hijau (RTH), taman kota, serta Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA).

Sebagai paru-paru kota tempat warga melepas penat, RTH idealnya menjadi ruang yang aman dan nyaman. Sayangnya, minimnya pengawasan kerap membuat fasilitas publik ini disalahgunakan sebagai tempat tindakan asusila ringan hingga berat, seperti praktik prostitusi terselubung, perjudian, hingga pesta minuman keras dan obat-obatan terlarang.

Pekerjaan rumah terbesar saat ini adalah menyiasati keterbatasan personel Satpol PP. Pola patroli perlu dievaluasi agar dilakukan secara rutin, berkala, dan tidak sekadar formalitas sesaat.

Pengawasan ketat menjadi harga mati demi mencegah menjamurnya pekerja seks komersial (PSK) yang memanfaatkan kawasan RTH. Dengan kemampuan adaptasi yang tinggi, mereka kerap membaur di tengah komunitas publik guna menjalankan transaksi terlarang. Jika dibiarkan, fenomena prostitusi bawah tanah ini berpotensi mengundang campur tangan sindikat kriminal terorganisasi yang mengarah pada tindak pidana perdagangan orang (human trafficking).

Solusi Infrastruktur: Berdayakan Energi Surya dan Kemitraan Swasta

Modus kenakalan remaja dan kejahatan terhadap anak seringkali dipicu oleh kondisi taman yang gelap gulita di malam hari. Sebagai solusinya, optimalisasi lampu penerangan di dalam RTH harus segera direalisasikan.

Warga kota yang setiap bulannya patuh membayar Pajak Penerangan Jalan Umum (PPJU) melalui rekening listrik sudah sepatutnya mendapatkan hak mereka berupa lingkungan publik yang terang dan aman. Penggunaan lampu penerangan berbasis tenaga surya (solar cell) menjadi opsi paling ramah lingkungan sekaligus hemat energi demi menyiasati anggaran operasional daerah yang terbatas.

Tantangan pasca-pembangunan infrastruktur RTH dan fasilitas olahraga luar ruang (outdoor) memang terletak pada tingginya biaya utilitas dan perawatan berkala. Untuk mengatasi kendala ini, Pemerintah Kota Bandung disarankan tidak menanggung seluruh beban anggaran sendirian.

Pemkot dapat menyusun strategi pembiayaan alternatif yang lebih efektif lewat skema kemitraan dengan pihak swasta (Corporate Social Responsibility atau public-private partnership). Dengan begitu, RTH dapat berfungsi optimal tanpa membebani kas daerah secara berlebih.

Menuju Bandung Kota Hijau yang Berkelanjutan

Merujuk pada esensinya, RTH merupakan kawasan memanjang atau jalur terbuka yang pemanfaatannya bebas dari bangunan masif. Untuk menjaga komitmen ini, implementasi Program Pengembangan Kota Hijau (P2KH) perlu terus diakselerasi sebagai jawaban konkret atas tantangan perubahan iklim.

P2KH menekankan pentingnya inovasi berbasis komunitas secara inklusif guna mewujudkan delapan atribut kota hijau, yaitu:

-Green Planning and Design (Perencanaan ramah lingkungan).

-Green Open Space (Ketersediaan ruang terbuka hijau)

-Green Community (Peningkatan peran komunitas hijau)

-Green Energy (Konsumsi energi efisien)

-Green Water (Pengelolaan air efektif)

-Green Waste (Pengelolaan limbah 3R)

-Green Building (Bangunan hemat energi)

-Green Transportation (Sistem transportasi berkelanjutan)

Saat ini, fokus utama P2KH adalah merealisasikan pemenuhan luasan RTH melalui perencanaan ramah lingkungan dan pelibatan aktif masyarakat. Lewat integrasi antara ketegasan penertiban PPKS, pengamanan fasilitas publik, dan perluasan ruang hijau perkotaan, Kota Bandung optimis dapat mewujudkan lingkungan hidup yang sehat, tertib, sekaligus ramah bagi seluruh warganya.

Masyarakat juga dapat berkontribusi aktif menjaga kondusifitas kota. Jika menemukan indikasi pelanggaran ketertiban umum atau PPKS yang membutuhkan pertolongan, anda dapat melaporkannya secara mandiri melalui aplikasi YES JITU atau menghubungi pihak Pusat Kesejahteraan Sosial (Puskesos) di kelurahan setempat. (TS)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Artikel Rekomendasi Untuk Anda

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Totok Siswantara
Penulis lepas, pemulia tanaman, lulusan Program Profesi Insinyur

Berita Terkait

News Update

Seni Budaya 15 Sep 2026, 16:00

Hikayat Wayang Tavip, Inovasi Wayang dari Sampah Plastik

Wayang Tavip lahir dari plastik bekas. Karya seni ciptaan Muhammad Tavip ini terus berkembang dari bentuk 2D hingga 3D.

Wayang Tavip menjadi inovasi dalam seni pewayangan dengan bentuk karakter yang khas dan unik. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 15 Sep 2026, 15:17

Menjaga Wajah Kota: Sinergi Penanganan PPKS dan Penataan RTH di Kota Bandung

Mereka tidak sekadar ditertibkan, melainkan langsung dibawa ke Rumah Singgah Dinas Sosial Kota Bandung di Rancacili.

Ilustrasi Penanganan PPKS dan Penataan RTH di Kota Bandung. (Sumber: dibuat dengan chatgpt.com | Foto: Totok Siswantara)
Ayo Netizen 15 Sep 2026, 13:25

Seandainya Saya Jadi Presiden - Bagian 2

Negara bukanlah panggung pertunjukan, tetapi seandainya saya jadi presiden, saya ingin ada yang membaca puisi kenegaraan saat pelantikan. Negara akan maju jika semua warga diwajibkan membaca buku.

Bendera Republik Indonesia. (Sumber: Pexels | Foto: Firman Marek_Brew)
Ayo Netizen 15 Sep 2026, 11:41

Jangan Sampai Pilkades di Jabar Menjadi Kotak Hitam Digital

Sistem pemilu yang baik bukan hanya harus mampu menghasilkan angka, tetapi juga harus memungkinkan pihak yang berwenang memeriksa bagaimana angka tersebut dihasilkan.

Ilustrasi Pilkades. (Sumber: ayobandung.com | Foto: ayobandung.com)
Ayo Netizen 15 Sep 2026, 09:56

Obituari untuk Kanaya Whu

Ada suara yang justru menemukan kehidupan keduanya setelah kematian. Kanaya Whu salah satunya. Kematian selalu memiliki cara yang aneh untuk menjadi kenangan. Ada sebuah puisi elegi dalam obituari ini

Kanaya Whu. (Sumber: Instagram | Foto: Kanaya Whu)
Ayo Netizen 14 Sep 2026, 19:01

Stiker Radio: Ketika Kenangan Lama Kembali Mengudara

Masih dalam suasana memperingati Hari Radio Nasional pada 9 September 2026, menarik untuk menengok kembali salah satu memorabilia radio yang kerap luput dari perhatian: stiker radio.

Beragam stiker radio dari berbagai stasiun radio di seluruh Indonesia yang menjadi bagian dari koleksi penulis. (Sumber: Foto dan koleksi Kin Sanubary)
Ayo Netizen 14 Sep 2026, 18:24

Nestapa Dago Dairy dan Asa Kedaulatan Pakan dari Bangku SMK

Kita abai menyiapkan cetak biru pendidikan modern di hulu peternakan.

Ilustrasi Mewujudkan SMK Peternakan Jurusan Pakan yang sesuai dengan perkembangan teknologi. (Sumber: dokpri | Foto: Totok Siswantara)
Ayo Netizen 14 Sep 2026, 17:05

Menggelorakan Wisata Olahraga di Kota Bandung

Wisata olahraga sebagai wisata yang mulai dijadikan model wisata yang sangat menarik dan mampu mengundang wisatawan menemukan wisata sembari berolahraga.

Bagi generasi Z, lari bukan hanya olahraga, tetapi gaya hidup yang terus berkembang. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 14 Sep 2026, 15:11

Riung Gunung Bandung, 'Bandung Kakurung ku Gunung'

Riung Gunung Bandung mengungkap pesona alam legendaris Bandung kakurung ku gunung.

Nuansa Riung Gunung Pangalengan, Wisata Bandung Murah. (Sumber: Instagram | Foto: nuansariunggunung_)
Ayo Netizen 14 Sep 2026, 12:36

Romantisme Membaca Majalah Vista September 1983: Ketika Radio, Kaset, Bioskop dan Idola Menghidupkan Kenangan

Membaca Vista hari ini seperti memutar kembali sebuah kaset lama.

Majalah Vista, salah satu majalah hiburan populer pada era 1980–1990-an. Majalah ini menyajikan beragam informasi seputar musik, film, dan perkembangan dunia hiburan. (Sumber: Koleksi Majalah Vista milik Kin Sanubary)
Ayo Netizen 14 Sep 2026, 10:03

Waspadai Sindikat Penjualan Bayi dan Perbaiki Tata Kelola Adopsi

Pembentukan keluarga melalui jalur adopsi, proses ini masih sering dihadapkan pada tantangan yang rumit.

Ilustrasi adopsi bayi dalam sebuah keluarga (Sumber: dokpri dengan bantuan Gemini | Foto: Sri Maryati)
Ayo Netizen 14 Sep 2026, 08:29

Manusia Gerobak, Manusia Statistik, Manusia Bandung

Istilah manusia gerobak mungkin terdengar seperti deskripsi visual. Padahal, ia membawa beban moral yang tidak enteng.

Manusia gerobak. (Sumber: ayobandung.com | Foto: ANTARA via ayobandung.com)
Ayo Netizen 13 Sep 2026, 20:52

200 Ikon Bandung #3: Medan Prijaji, Koran Bandung Pelopor Nasionalisme Indonesia

Pada 22 Agustus 1912 Medan Prijaji harus tutup karena intervensi pemerintah kolonial, dan Tirto Adhi Soerjo pun harus dibuang ke Ambon.

Koran "Medan Prijaji" 1910. (Sumber: Istimewa)
Ayo Netizen 13 Sep 2026, 15:36

Menggabungkan OPD, Menggabungkan Kekuasaan?

Penggabungan OPD bakal menjadi lebih dari sekadar merapikan bagan organisasi. Ia bisa menjadi contoh bahwa birokrasi daerah dapat dibuat lebih sederhana.

Kantor Gubernur Jawa Barat. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Instagram/@dihubjabar via ayobandung.com)
Ayo Netizen 13 Sep 2026, 12:47

Seandainya Saya Jadi Presiden (bagian 1)

Setiap orang memiliki mimpi besar, tetapi tidak semua impian itu bisa terwujud. Minimal jadi perenungan tentang pemikiran apa yang bisa kita sumbangkan kepada bangsa dan negara.

Bendera Merah Putih. (Sumber: Pexels | Foto: Irgi Nur Fadil)
Ayo Netizen 13 Sep 2026, 10:40

Miliaran Pemirsa Saksikan Pemakaman Lady Di

Ketika Lady Diana atau Lady Di dimakamkan, 6 September 1997, miliaran orang menyaksikan prosesinya melalui siaran tv

Putri Diana. (Sumber: Wikimedia Commons | Foto: John MacIntyre)
Ayo Netizen 13 Sep 2026, 09:54

Tren Operasi Bariatrik untuk Penuhi Standar Kecantikan yang Semu

Bariatrik menjadi tren operasi yang sedang happening baik di kalangan masyarakat maupun influencer untuk menurunkan berat badan secara instan.

Antara diet sehat dengan operasi bariatrik (Sumber: Pexels)
Ayo Netizen 11 Sep 2026, 22:18

Siaga pada Musim Peralihan

Peralihan musim inilah yang harus diwaspadai dan melakukan upaya mitigasi agar sehat dan selamat.

Pohon tumbang di Kota Bandung. (Sumber: Ayobandung)
Ayo Netizen 11 Sep 2026, 17:12

Cara Mencari Research Gap untuk Skripsi dan Penelitian

Sulit menemukan research gap untuk skripsi? Pelajari cara menemukannya dari jurnal, melihat celah penelitian, hingga mengubahnya menjadi ide penelitian.

Cara Mencari Research Gap untuk Skripsi dan Penelitian (Sumber: Freepik)
Ayo Netizen 11 Sep 2026, 16:57

Sekali di Udara, Tetap di Hati: 81 Tahun Perjalanan RRI

Radio Republik Indonesia (RRI) memperingati hari jadinya setiap 11 September.

Gedung RRI Bandung, diambil pada bulan Agustus 2024. (Sumber: Wikimedia Commons | Foto: Pijri Paijar)