Dua Wajah Paten UMKM Bandung, Dua Jalan Berbeda untuk Naik Kelas di Pasar Digital

5 menit baca
Aris Abdulsalam
Ditulis oleh Aris Abdulsalam diterbitkan
Mochamad Indra Yusuf Wahyudin (pemilik produsen sepatu kulit Koku Footwear) dan Ani Andriyani (pemilik Dimsum Inmons). (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Aris Abdulsalam)
Mochamad Indra Yusuf Wahyudin (pemilik produsen sepatu kulit Koku Footwear) dan Ani Andriyani (pemilik Dimsum Inmons). (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Aris Abdulsalam)

AYOBANDUNG.ID – Apakah UMKM harus "all-in" di marketplace untuk bisa naik kelas? Jawabannya, ternyata, tidak tunggal. Dua UMKM asal Bandung, satu memproduksi sepatu kulit di Cibaduyut, satu lagi meracik dimsum dari gang sempit Cicadas, sama-sama tumbuh menembus pasar yang lebih luas lewat Shopee. Namun cara mereka memanfaatkan marketplace itu jauh berbeda, dan justru dari perbedaan itulah gambaran yang lebih jujur tentang digitalisasi UMKM Indonesia muncul.

Mochamad Indra Yusuf Wahyudin (pemilik Koku Footwear) dan Ani Andriyani (pemilik Dimsum Inmons) sama-sama memulai usaha dari ruang yang serba terbatas. satu dari workshop kecil di kawasan sentra sepatu yang mulai menyusut, satu lagi dari rumah di gang sempit yang bahkan sulit dilewati ojek online. Keduanya kini aktif berjualan di Shopee. Namun pertanyaan soal kontribusi marketplace terhadap omzet bulanan mereka mendapat dua jawaban yang jauh berbeda.

Bagi Koku Footwear, e-commerce sudah menjadi tulang punggung bisnis mereka saat ini. Mereka kokoh dengan fondasi pasar digital. 

"Untuk saat ini e-commerce mendominasi omzet bulanan sekitar 70 persen dari keseluruhan," ungkap Indra kepada Ayobandung.id di Taman Cibaduyut Endah, Kecamatan Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung, (26/5/2026). 

Sejak aktif di Shopee pada 2017, produk sepatu kulit racikannya menembus pembeli di luar negeri lewat fitur Shopee International, sesuatu yang menurutnya menjadi momen paling berkesan dalam perjalanan bisnisnya.

Cerita berbeda datang dari Dimsum Inmons. Meski sama-sama mulai aktif di marketplace pada 2017, kontribusi e-commerce terhadap omzet bulanan Ani berkisar di angka 5-10 persen. Pasalnya, fondasi pasarnya dibangun dalam jaringan campuran. 

"Bisnis Dimsum Inmons masih ditopang oleh kombinasi outlet offline, food delivery, reseller, HoReCa, dan distribusi," kata Ani di Cicadas, Kota Bandung, (12/5/2026).

Bisnisnya lebih banyak bertumpu pada enam gerai fisik di Bandung dan jaringan reseller yang tersebar hingga Sulawesi.

Dua angka tersebut, 70 persen dan 5-10 persen, bukan menunjukkan siapa yang lebih berhasil. Keduanya justru menunjukkan Shopee memberi ruang bagi UMKM untuk tumbuh sesuai kebutuhan masing-masing, entah menjadikannya motor utama seperti Koku Footwear, atau pengungkit strategis seperti Dimsum Inmons.

Kenapa Bedanya Sejauh Itu?

Mochamad Indra Yusuf Wahyudin, pemilik Koku Footwear (produsen sepatu kulit) di Taman Cibaduyut Indah, Kecamatan Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung, (26/5/2026). (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Aris Abdulsalam)
Mochamad Indra Yusuf Wahyudin, pemilik Koku Footwear (produsen sepatu kulit) di Taman Cibaduyut Indah, Kecamatan Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung, (26/5/2026). (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Aris Abdulsalam)

Perbedaan kontribusi omzet ini erat kaitannya dengan karakter produk masing-masing. Sepatu kulit Koku Footwear adalah produk bernilai tinggi, dengan harga mulai Rp800 ribu hingga belasan juta untuk pesanan kustom. Pembeli produk semacam ini umumnya melakukan riset lebih dulu, membandingkan kualitas dan model, sebelum memutuskan membeli, pola pencarian yang sangat cocok dengan cara kerja marketplace.

Dimsum beku racikan Ani punya karakter yang berbeda. Sebagai produk konsumsi, pembeli biasanya membangun kepercayaan terhadap rasa dan kualitas produk makanan lebih dulu lewat pengalaman langsung, di gerai fisik atau lewat rekomendasi dari mulut ke mulut, baru kemudian merasa nyaman memesannya secara daring. 

"Di toko offline, konsumen bisa langsung melihat, mencium, dan menikmati produk. Sementara di marketplace, kami harus menerjemahkan pengalaman tersebut melalui foto, video, deskripsi, review, dan pelayanan digital," jelas Ani.

Karena itu, bagi Ani, e-commerce bukan pesaing kanal konvensional, melainkan pelengkap.

"Kami tidak melihat online dan offline sebagai dua kanal yang bersaing. Keduanya harus saling menguatkan. Offline membangun pengalaman dan loyalitas pelanggan, sedangkan digital membantu memperluas jangkauan pasar," ujarnya.

Meski porsi kontribusinya jauh berbeda, Indra dan Ani menyepakati satu hal yang sama mengenai fitur yang menggabungkan konten dengan transaksi–paling membantu penjualan mereka di Shopee.

Indra menyebut promosi dan afiliasi sebagai andalan pendongkrak bisnisnya. 

"Fitur paling membantu penjualan kami adalah promosi dan affiliate. Lewat promo ini kami bisa mengikuti promo mega/big campaign agar bisa mendapatkan traffic dan conversion rate yang lebih besar," jelas Indra.

Ani menyampaikan hal serupa, dengan penekanan pada kebutuhan visual produk makanan.

"Yang paling membantu adalah fitur yang menggabungkan konten dengan transaksi, seperti live shopping, video, affiliate, voucher, dan interaksi langsung dengan calon pembeli. Shopee sendiri menyediakan ekosistem seperti Shopee Live dan Affiliate yang memungkinkan produk ditemukan melalui konten sekaligus dibeli langsung oleh konsumen," ungkap Ani.

Kesamaan pandangan dari dua pelaku usaha dengan produk dan skala ketergantungan marketplace yang sangat berbeda ini menunjukkan pergeseran yang lebih besa bahwa: konsumen Indonesia kini semakin sering menemukan produk lewat konten, bukan sekadar pencarian kata kunci.

Wajah Baru Ekonomi Indonesia

Ani Andriyani, pemilik Dimsum Inmons, UMKM asal Kota Bandung yang lahir dari sebuah gang kecil Cicadas. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Aris Abdulsalam)
Ani Andriyani, pemilik Dimsum Inmons, UMKM asal Kota Bandung yang lahir dari sebuah gang kecil Cicadas. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Aris Abdulsalam)

Dua kisah ini adalah potret kecil dari pergeseran besar yang sedang terjadi di ekonomi nasional. Sektor UMKM menyumbang sekitar 61 persen terhadap Produk Domestik Bruto Indonesia, setara Rp9.580 triliun, dan menyerap sekitar 97 persen dari total tenaga kerja nasional, menurut data yang Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian dan Kementerian Koperasi dan UKM berulang kali publikasikan. Kementerian Komunikasi dan Digital turut mencatat tingkat konektivitas internet di wilayah berpenduduk Indonesia telah mencapai sekitar 98 persen pada 2026, sehingga persoalan UMKM kini bukan lagi soal akses ke internet, melainkan bagaimana memanfaatkannya secara maksimal.

Sepanjang 2023, lebih dari 500 ribu penjual UMKM baru bergabung dengan Shopee, dengan pertumbuhan pendapatan penjual UMKM di platform tersebut mencapai 30 persen secara tahunan pada periode 2020-2023. Dalam keterangan resminya, Shopee Indonesia juga memaparkan bahwa Program Ekspor Shopee telah mengantarkan lebih dari 90 juta produk UMKM lokal terjual ke berbagai negara di Asia Tenggara, Asia Timur, hingga Amerika Latin, sejak program tersebut diluncurkan pada 2019, jalur yang sama yang membawa sepatu Koku Footwear menembus pembeli mancanegara.

Namun cerita Dimsum Inmons mengingatkan bahwa angka-angka besar itu tidak berlaku seragam untuk semua pelaku usaha. Bagi sebagian UMKM, terutama di sektor kuliner, marketplace berperan sebagai pelengkap strategis, bukan penopang utama, dan itu bukan kegagalan, melainkan penyesuaian yang masuk akal terhadap karakter produk dan perilaku konsumennya.

Selain itu, Baik Indra maupun Ani sama-sama tidak menutupi sisi sulit dari berjualan di marketplace.

Indra, misalnya, mengeluhkan gangguan yang kerap muncul dari pembeli tidak bertanggung jawab.

 "Kendala yang paling utama adalah perbedaan persepsi antara pembeli dan barang yang dipesan. Maraknya pembeli fiktif dan bom COD," aku Indra.

Ani punya keluhan berbeda, namun sama nyatanya, yakni soal margin dan biaya operasional digital. 

"Tantangan terbesar adalah margin, biaya platform, promosi, logistik, dan menjaga kualitas produk sampai ke tangan konsumen," jelasnya.

Pengakuan semacam ini penting, karena menunjukkan bahwa keberhasilan kedua UMKM ini bukan datang dari marketplace semata, melainkan dari cara mereka mengelola tantangan yang menyertainya.

***

Koku Footwear dan Dimsum Inmons menyampaikan pesan yang sama dari dua arah berbeda mengenai Shopee dan platform digital sejenis yang membuka jalan bagi UMKM untuk naik kelas, memperluas pasar, bahkan menembus batas negara. Tetapi keduanya tidak harus menempuh jalan itu dengan cara yang sama.

Bagi Koku Footwear, caranya berarti menjadikan e-commerce sebagai motor utama pertumbuhan. Bagi Dimsum Inmons, jalan itu berarti pelengkap yang memperluas jangkauan tanpa meninggalkan kekuatan yang sudah dibangun bertahun-tahun di dunia nyata. Keduanya sama-sama UMKM yang naik kelas, hanya saja lewat resep paten yang berbeda. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 16 Okt 2026, 20:03

KDM dan Tantangan Mengubah Empati Menjadi Kebijakan

Pemimpin dengan skor empati tinggi bisa berhasil ketika mereka membangun institusi yang mampu menerjemahkan empati menjadi kebijakan yang bermakna.

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, yang akrab disapa KDM. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 16 Okt 2026, 18:00

Pengalaman Memandu SMP Atirah Makassar #1

Pengalaman memandu siswa kelas 8 dari SMP Atirah, Bukit Baruga, Makassar, pada tanggal 5 Oktober hingga 9 Oktober kemarin.

Pengalaman memandu siswa kelas 8 dari SMP Atirah, Bukit Baruga, Makassar, pada tanggal 5 Oktober hingga 9 Oktober kemarin. (Sumber: Malia Nur Alifa)
Ayo Netizen 16 Okt 2026, 16:57

Ketika Foto Menjadi Saksi Sejarah: Ray Bachtiar dan Perjalanan Dunia Visual

Fotografi menyimpan jejak sejarah dan ingatan bangsa. Talkshow “Jejak Visual” mengulas evolusi fotografi dan videografi bersama Ray Bachtiar Dradjat di Museum Mandiri, Kota Tua Jakarta.

Praktisi fotografi Ray Bachtiar Dradjat menjadi narasumber talkshow “Jejak Visual: Evolusi Fotografi dan Videografi”. (Sumber: Ray Bachtiar Dradjat)
Ayo Netizen 16 Okt 2026, 16:42

Menelusuri Jejak Benny Soebardja, Sang Godfather Rock Progresif Indonesia

Buku Benny Soebardja: The Progressive Years karya Zuhair Alyafie mengulas perjalanan Benny Soebardja dan perannya dalam membentuk sejarah rock progresif Indonesia.

Benny Soebardja: Perjalanan Sang Godfather Rock Progresif Indonesia (Sumber: Zuhair Alyafie)
Ayo Netizen 16 Okt 2026, 15:21

Peran Bank Perekonomian Rakyat Mencegah Jerat Rentenir di Bandung

Tujuan utama perbankan daerah bukan hanya menghimpun dana dan menyalurkan kredit. Keberadaannya menjaga martabat ekonomi keluarga di Bandung.

Ilustrasi pentingnya peran Bank Perekonomian Rakyat di Kota Bandung. (Sumber: dokpri | Foto: Sri Maryati)
Ayo Netizen 16 Okt 2026, 13:58

Cerita Perjalanan Menuju Palimanan dan Belajar Keberanian dari Lapak Baca Buku Gratis Cirebon

Kegiatan membuka lapak untuk membaca buku gratis mulai hadir di beberapa kota untuk meningkatkan minat literasi, begitu juga dengan Kota Cirebon.

Baca Buku Gratis di Alun-Alun Palimanan Cirebon. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)
Ayo Netizen 16 Okt 2026, 11:07

Jalur Banjaran–Pangalengan Seringkali Padat: Mengapa Kemacetan Terjadi?

Kemacetan di jalur Banjaran–Pangalengan menjadi perhatian karena jalur ini digunakan oleh warga untuk beraktivitas sehari-hari sekaligus menjadi akses menuju kawasan wisata.

Dokumentasi kemacetan di daerah Pasar Banjaran.
Ayo Netizen 16 Okt 2026, 10:07

SKS: Kebiasaan Buruk atau Mekanisme Bertahan Mahasiswa?

Tugas menumpuk dan tenggat mendekat membuat mahasiswa begadang demi menyelesaikan pekerjaan. Apakah SKS sekadar kebiasaan buruk atau cara bertahan di tengah tuntutan akademik?

night study (Sumber: pexels.com | Foto: Bikram Bezbaruah)
Bandung 15 Okt 2026, 19:59

Industri Hiburan Bandung Masih Bergelora, Playlist Rewind 2026 Jadi Bukti Eksistensi Kota Musik

Kota Bandung tak pernah kehilangan taji sebagai barometer industri hiburan dan kiblat festival musik Tanah Air. Denyut kreatifitas itu kini kembali terbukti lewat hadirnya Playlist Rewind 2026.

Kota Bandung tak pernah kehilangan taji sebagai barometer industri hiburan dan kiblat festival musik Tanah Air. Denyut kreatifitas itu kini kembali terbukti lewat hadirnya Playlist Rewind 2026. (Sumber: Ayobiz.id | Foto: Eneng Reni Nuraisyah Jamil)
Ayo Netizen 15 Okt 2026, 17:57

Para Insinyur Planologi, Arsitektur dan Sipil Terkemuka Yang Terlibat Pembangunan Kota Bandung dan Cimahi (Bagian 1)

Kisah insinyur planologi, arsitektur dan sipil terkemuka dalam membangun Bandung dan Cimahi. Temukan jejak sejarah, inovasi tata kota dan mahakarya ikonis mereka di sini!

Lukisan cat air Gedung Sate (Sumber: R.M.A. Ahmad Said Widodo | Foto: R.M.A. Ahmad Said Widodo diolah dengan Nano Banana 2)
Bandung 15 Okt 2026, 16:41

Menolak Lupa Rasa Rumah, 11 Tahun Warung Kopi Imah Babaturan Merawat Hangatnya Bandung

Tepat pada 15 Oktober 2026, warung kopi dan rumah makan, yakni Warung Kopi Imah Babaturan yang bersemayam di jantung Kota Bandung ini merayakan hari jadinya yang ke-11.

Pemilik Warung Kopi Imah Babaturan, yakni Mohammad Nurul Hudha dan sang istri, Anggia Bonyta. (Sumber: AyoBiz.id | Foto: Eneng Reni Nuraisyah Jamil)
Ayo Netizen 15 Okt 2026, 15:48

Relasi Santri dengan Indonesia

Refleksi Hari Santri Nasional 2026: menelusuri jejak Resolusi Jihad, peran ulama, dan perjuangan santri dalam mempertahankan kemerdekaan serta menjaga hubungan santri dan negara.

Relasi Santri dengan Indonesia (Sumber: GeminiAI)
Ayo Netizen 15 Okt 2026, 15:09

Ketika Pertemanan Punya Target Harian: Terhubung atau Sekadar Menjaga Api Streak TikTok?

Pernah takut api streak TikTok dengan teman terputus? Kebiasaan ini bisa menjaga komunikasi, tetapi juga terasa seperti kewajiban harian. Apakah kita benar-benar terhubung atau sekadar menjaga angka?

Fitur api streak TikTok bisa menjadi cara menyenangkan untuk menjaga komunikasi.
Ayo Netizen 15 Okt 2026, 15:03

Pardoks 'Tidak Ada Bukti' dalam Kasus Pelecehan Seksual di Unpas

Data menunjukkan bahwa laporan palsu -- atau bahkan fitnah -- dalam kasus kekerasan dan pelecehan seksual di kampus sangat rendah, sementara underreporting sangat tinggi. Apa artinya?

Aksi mahasiswa Universitas Pasundan (Unpas) Bandung terkait dugaan kekerasan seksual oleh oknum dosen. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Gilang Fathu Ramadhan)
Ayo Netizen 15 Okt 2026, 12:03

Mengenal Emma Poeradiredja dan Jejak Politik Perempuan Sunda

Emma Peoradiredja, seorang tokoh perempuan sunda yang membukakan jalan berpolitik untuk perempuan di tanah sunda

Emma Poeradiredja
Ayo Netizen 14 Okt 2026, 22:06

Bandung dan Cirebon Sama-Sama Minim Penerangan Lampu Jalanan

Penerangan jalan umum di wilayah Jawa Barat masih sangat minim perhatian sehingga kondisi ini bisa mengakibatkan potensi kecelakaan bagi pengguna kendaraan.

Penerangan Jalan Ahmad Yani-Pantura Cirebon. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)
Ayo Netizen 14 Okt 2026, 18:01

Menyeret Emak dan Bapak Ke Pengadilan

Banyak Lansia atau orang tua yang disidangkan oleh anak kandungnya di pengadilan yang semestinya tidak terjadi peristiwa nirempati tersebut

Ruang sidang bukan tempat membalas budi orang tua. Utamakan musyawarah dan kasih sayang. (Sumber: Ilustrasi oleh Gemini AI)
Ayo Netizen 14 Okt 2026, 16:45

Penertiban PKL: Apakah Menuju Bandung yang lebih Ramah dengan Pejalan Kaki?

Beberapa waktu ke belakang Bandung sedang melakukan penertiban PKL di Jalan Kiaracondong dan Cihapit tentunya harapannnya pejalan kaki mendapatkan haknya kembali.

Ilustrasi Penertiban PKL. (Sumber: Ayobandung.com)
Ayo Netizen 14 Okt 2026, 14:52

Momentum Memerdekakan Guru

Menjadi anomali bahwa profesi guru mendapatkan tuntutan, tetapi dalam kehidupannya masih di bawah dari harapan.

Ilustrasi guru dan siswa di ruang kelas sekolah. (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 14 Okt 2026, 13:49

Proyeksi JPO UIN Bandung: Realisasi atau Ilusi?

Sebuah kritik dan saran kepada birokrasi UIN Bandung terkait usulan pengadaan JPO di depan gerbang kampus yang berhadapan langsung dengan Jalan A.H. Nasution.

Lanskap Jalan A.H Nasution di jam aktifitas. (Sumber: Dipotret dengan ponsel pribadi. | Foto: Rifki Ahmad Ma'ruf)