Dua Wajah Paten UMKM Bandung, Dua Jalan Berbeda untuk Naik Kelas di Pasar Digital

5 menit baca
Aris Abdulsalam
Ditulis oleh Aris Abdulsalam diterbitkan
Mochamad Indra Yusuf Wahyudin (pemilik produsen sepatu kulit Koku Footwear) dan Ani Andriyani (pemilik Dimsum Inmons). (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Aris Abdulsalam)
Mochamad Indra Yusuf Wahyudin (pemilik produsen sepatu kulit Koku Footwear) dan Ani Andriyani (pemilik Dimsum Inmons). (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Aris Abdulsalam)
Highlights

Poin Penting

Quick Read
  • Koku Footwear dan Dimsum Inmons sama-sama aktif di Shopee sejak 2017, dan sama-sama merasakan dampaknya, 70 persen omzet bulanan bagi Koku Footwear dan pengungkit strategis senilai 5-10 persen bagi Dimsum Inmons, membuktikan Shopee mampu menjadi motor pertumbuhan bagi beragam karakter UMKM sekaligus.

  • Meski skala ketergantungannya berbeda, kedua pemilik UMKM ini sepakat bahwa fitur yang menggabungkan konten dan transaksi, seperti live shopping dan afiliasi, menjadi faktor paling membantu penjualan mereka di marketplace.

  • Di tengah tantangan nyata seperti pembeli fiktif hingga biaya platform, Koku Footwear dan Dimsum Inmons menunjukkan bahwa marketplace tetap menjadi bekal berharga bagi UMKM untuk naik kelas, asal dikelola dengan strategi yang tepat.

AYOBANDUNG.ID Apakah UMKM harus "all-in" di marketplace untuk bisa naik kelas? Jawabannya, ternyata, tidak tunggal. Dua UMKM asal Bandung, satu memproduksi sepatu kulit di Cibaduyut, satu lagi meracik dimsum dari gang sempit Cicadas, sama-sama tumbuh menembus pasar yang lebih luas lewat Shopee. Namun cara mereka memanfaatkan marketplace itu jauh berbeda, dan justru dari perbedaan itulah gambaran yang lebih jujur tentang digitalisasi UMKM Indonesia muncul.

Mochamad Indra Yusuf Wahyudin (pemilik Koku Footwear) dan Ani Andriyani (pemilik Dimsum Inmons) sama-sama memulai usaha dari ruang yang serba terbatas. satu dari workshop kecil di kawasan sentra sepatu yang mulai menyusut, satu lagi dari rumah di gang sempit yang bahkan sulit dilewati ojek online. Keduanya kini aktif berjualan di Shopee. Namun pertanyaan soal kontribusi marketplace terhadap omzet bulanan mereka mendapat dua jawaban yang jauh berbeda.

Bagi Koku Footwear, e-commerce sudah menjadi tulang punggung bisnis mereka saat ini. Mereka kokoh dengan fondasi pasar digital. 

"Untuk saat ini e-commerce mendominasi omzet bulanan sekitar 70 persen dari keseluruhan," ungkap Indra kepada Ayobandung.id di Taman Cibaduyut Endah, Kecamatan Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung, (26/5/2026). 

Sejak aktif di Shopee pada 2017, produk sepatu kulit racikannya menembus pembeli di luar negeri lewat fitur Shopee International, sesuatu yang menurutnya menjadi momen paling berkesan dalam perjalanan bisnisnya.

Cerita berbeda datang dari Dimsum Inmons. Meski sama-sama mulai aktif di marketplace pada 2017, kontribusi e-commerce terhadap omzet bulanan Ani berkisar di angka 5-10 persen. Pasalnya, fondasi pasarnya dibangun dalam jaringan campuran. 

"Bisnis Dimsum Inmons masih ditopang oleh kombinasi outlet offline, food delivery, reseller, HoReCa, dan distribusi," kata Ani di Cicadas, Kota Bandung, (12/5/2026).

Bisnisnya lebih banyak bertumpu pada enam gerai fisik di Bandung dan jaringan reseller yang tersebar hingga Sulawesi.

Dua angka tersebut, 70 persen dan 5-10 persen, bukan menunjukkan siapa yang lebih berhasil. Keduanya justru menunjukkan Shopee memberi ruang bagi UMKM untuk tumbuh sesuai kebutuhan masing-masing, entah menjadikannya motor utama seperti Koku Footwear, atau pengungkit strategis seperti Dimsum Inmons.

Kenapa Bedanya Sejauh Itu?

Mochamad Indra Yusuf Wahyudin, pemilik Koku Footwear (produsen sepatu kulit) di Taman Cibaduyut Indah, Kecamatan Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung, (26/5/2026). (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Aris Abdulsalam)
Mochamad Indra Yusuf Wahyudin, pemilik Koku Footwear (produsen sepatu kulit) di Taman Cibaduyut Indah, Kecamatan Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung, (26/5/2026). (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Aris Abdulsalam)

Perbedaan kontribusi omzet ini erat kaitannya dengan karakter produk masing-masing. Sepatu kulit Koku Footwear adalah produk bernilai tinggi, dengan harga mulai Rp800 ribu hingga belasan juta untuk pesanan kustom. Pembeli produk semacam ini umumnya melakukan riset lebih dulu, membandingkan kualitas dan model, sebelum memutuskan membeli, pola pencarian yang sangat cocok dengan cara kerja marketplace.

Dimsum beku racikan Ani punya karakter yang berbeda. Sebagai produk konsumsi, pembeli biasanya membangun kepercayaan terhadap rasa dan kualitas produk makanan lebih dulu lewat pengalaman langsung, di gerai fisik atau lewat rekomendasi dari mulut ke mulut, baru kemudian merasa nyaman memesannya secara daring. 

"Di toko offline, konsumen bisa langsung melihat, mencium, dan menikmati produk. Sementara di marketplace, kami harus menerjemahkan pengalaman tersebut melalui foto, video, deskripsi, review, dan pelayanan digital," jelas Ani.

Karena itu, bagi Ani, e-commerce bukan pesaing kanal konvensional, melainkan pelengkap.

"Kami tidak melihat online dan offline sebagai dua kanal yang bersaing. Keduanya harus saling menguatkan. Offline membangun pengalaman dan loyalitas pelanggan, sedangkan digital membantu memperluas jangkauan pasar," ujarnya.

Meski porsi kontribusinya jauh berbeda, Indra dan Ani menyepakati satu hal yang sama mengenai fitur yang menggabungkan konten dengan transaksi–paling membantu penjualan mereka di Shopee.

Indra menyebut promosi dan afiliasi sebagai andalan pendongkrak bisnisnya. 

"Fitur paling membantu penjualan kami adalah promosi dan affiliate. Lewat promo ini kami bisa mengikuti promo mega/big campaign agar bisa mendapatkan traffic dan conversion rate yang lebih besar," jelas Indra.

Ani menyampaikan hal serupa, dengan penekanan pada kebutuhan visual produk makanan.

"Yang paling membantu adalah fitur yang menggabungkan konten dengan transaksi, seperti live shopping, video, affiliate, voucher, dan interaksi langsung dengan calon pembeli. Shopee sendiri menyediakan ekosistem seperti Shopee Live dan Affiliate yang memungkinkan produk ditemukan melalui konten sekaligus dibeli langsung oleh konsumen," ungkap Ani.

Kesamaan pandangan dari dua pelaku usaha dengan produk dan skala ketergantungan marketplace yang sangat berbeda ini menunjukkan pergeseran yang lebih besa bahwa: konsumen Indonesia kini semakin sering menemukan produk lewat konten, bukan sekadar pencarian kata kunci.

Wajah Baru Ekonomi Indonesia

Ani Andriyani, pemilik Dimsum Inmons, UMKM asal Kota Bandung yang lahir dari sebuah gang kecil Cicadas. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Aris Abdulsalam)
Ani Andriyani, pemilik Dimsum Inmons, UMKM asal Kota Bandung yang lahir dari sebuah gang kecil Cicadas. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Aris Abdulsalam)

Dua kisah ini adalah potret kecil dari pergeseran besar yang sedang terjadi di ekonomi nasional. Sektor UMKM menyumbang sekitar 61 persen terhadap Produk Domestik Bruto Indonesia, setara Rp9.580 triliun, dan menyerap sekitar 97 persen dari total tenaga kerja nasional, menurut data yang Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian dan Kementerian Koperasi dan UKM berulang kali publikasikan. Kementerian Komunikasi dan Digital turut mencatat tingkat konektivitas internet di wilayah berpenduduk Indonesia telah mencapai sekitar 98 persen pada 2026, sehingga persoalan UMKM kini bukan lagi soal akses ke internet, melainkan bagaimana memanfaatkannya secara maksimal.

Sepanjang 2023, lebih dari 500 ribu penjual UMKM baru bergabung dengan Shopee, dengan pertumbuhan pendapatan penjual UMKM di platform tersebut mencapai 30 persen secara tahunan pada periode 2020-2023. Dalam keterangan resminya, Shopee Indonesia juga memaparkan bahwa Program Ekspor Shopee telah mengantarkan lebih dari 90 juta produk UMKM lokal terjual ke berbagai negara di Asia Tenggara, Asia Timur, hingga Amerika Latin, sejak program tersebut diluncurkan pada 2019, jalur yang sama yang membawa sepatu Koku Footwear menembus pembeli mancanegara.

Namun cerita Dimsum Inmons mengingatkan bahwa angka-angka besar itu tidak berlaku seragam untuk semua pelaku usaha. Bagi sebagian UMKM, terutama di sektor kuliner, marketplace berperan sebagai pelengkap strategis, bukan penopang utama, dan itu bukan kegagalan, melainkan penyesuaian yang masuk akal terhadap karakter produk dan perilaku konsumennya.

Selain itu, Baik Indra maupun Ani sama-sama tidak menutupi sisi sulit dari berjualan di marketplace.

Indra, misalnya, mengeluhkan gangguan yang kerap muncul dari pembeli tidak bertanggung jawab.

 "Kendala yang paling utama adalah perbedaan persepsi antara pembeli dan barang yang dipesan. Maraknya pembeli fiktif dan bom COD," aku Indra.

Ani punya keluhan berbeda, namun sama nyatanya, yakni soal margin dan biaya operasional digital. 

"Tantangan terbesar adalah margin, biaya platform, promosi, logistik, dan menjaga kualitas produk sampai ke tangan konsumen," jelasnya.

Pengakuan semacam ini penting, karena menunjukkan bahwa keberhasilan kedua UMKM ini bukan datang dari marketplace semata, melainkan dari cara mereka mengelola tantangan yang menyertainya.

***

Koku Footwear dan Dimsum Inmons menyampaikan pesan yang sama dari dua arah berbeda mengenai Shopee dan platform digital sejenis yang membuka jalan bagi UMKM untuk naik kelas, memperluas pasar, bahkan menembus batas negara. Tetapi keduanya tidak harus menempuh jalan itu dengan cara yang sama.

Bagi Koku Footwear, caranya berarti menjadikan e-commerce sebagai motor utama pertumbuhan. Bagi Dimsum Inmons, jalan itu berarti pelengkap yang memperluas jangkauan tanpa meninggalkan kekuatan yang sudah dibangun bertahun-tahun di dunia nyata. Keduanya sama-sama UMKM yang naik kelas, hanya saja lewat resep paten yang berbeda. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Berita Terkait

News Update

Linimasa 16 Sep 2026, 23:37

Ketika Rentatan Gempa Guncang Kertasari

Puluhan gempa tercatat di sekitar Kertasari dan Pangalengan. Warga mengaku masih trauma dengan gempa yang terjadi pada 2024.

Ilustrasi gempa Kertasari tahun 2024. (Sumber: Ayomedia | Foto: Kavin Faza)
Ayo Netizen 16 Sep 2026, 20:23

Filosofi Orang Kampung: Membaca Kehidupan Lewat Kisah Si Doel

Filosofi Orang Kampung mengajak kita mengenang Si Doel sekaligus memahami nilai kehidupan dan budaya yang tumbuh dari kampung.

Buku Filosofi Orang Kampung karya Harry Tjahjono, penulis serial televisi legendaris Si Doel Anak Sekolahan. (Sumber: Kin Sanubary)
Ayo Netizen 16 Sep 2026, 19:02

Pendidikan Empati dalam Isu Sosial

urgensinya pendidikan empati diajarkan. Bukan hanya mencari jalan keviralan. Demi meningkatkan kuantitas konten tanpa memfilter isinya.

Ilustrasi anak sekolah di ladang sawah. (Sumber: Pexels | Foto: Noel Snpr)
Ayo Netizen 16 Sep 2026, 17:03

Stadion Persib Kelas Dunia Kapan ?

Persib Bandung bermain di stadion kelas Piala Dunia saat Asian LC 2 melawan FC Seoul Korea Selatan medio September 2026

Kondisi rumput liar tak terawat di luar Stadion GBLA yang sempat disorot pada 2019 lalu. (Sumber: Ayobandung)
Ayo Netizen 16 Sep 2026, 15:29

Mewaspadai Gunung Berapi Aktif dan Sesar Aktif di Bandung Raya

Mengupas potensi bahaya gunung berapi, sesar aktif di Bandung Raya dan langkah mitigasi demi keselamatan warga. Simak informasi artikel Mewaspadai Gunung Berapi Aktif dan Sesar Aktif di Bandung Raya.

Poster Riset - Kesiapan Obyek Wisata Taman Wisata Alam Gunung Tangkuban Parahu Terhadap Bencana (Sumber: issuu.com/anggasafik/docs/poster_riset_tangkuban_perahu | Foto: Angga Safik Ul Ridwa)
Ayo Netizen 16 Sep 2026, 13:45

Penyiar Legendaris dan Perjalanan RRI di Era 1970-an Hingga Masa Kini

Terkadang wajah penyiar tidak pernah dilihat, tapi suaranya bisa menjadi kenangan dalam sejarah. Sambas, Hasan Azhari Oramahi, Poppy Tiendas, dll adalah nama legendaris penyiar RRI dengan suara emas.

Gedung Kantor RRI Bandung. (Sumber: RRI | Foto: R.Erlan W.K)
Ayo Netizen 16 Sep 2026, 10:32

Kenapa Gaji ASN Jadi Rebutan Bank?

Payroll sesungguhnya buka cuma rekening gaji. Dana yang masuk secara rutin saban bulan menciptakan aktivitas lanjutan.

Gedung bank BJB. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 16 Sep 2026, 08:11

Kebakaran Cihanja Punclut dan Pentingnya Penanganan Lingkungan Berkelanjutan

Catatan Lukman Nurhakim tentang material mudah terbakar di bawah timbunan, dampak asap terhadap warga, dan pentingnya penanganan pascakebakaran membuka pertanyaan yang lebih luas.

Kebakaran lahan di Cihanja-Punclut Kawasan Bandung Utara. (Foto: Dokumen Lukman Nurhakim)
Ayo Biz 15 Sep 2026, 20:08

Dari Lereng Arjuno ke Peta Jalan Net Zero: Jejak United Tractors Merawat Industri Berkelanjutan

UT menghubungkan pemberdayaan masyarakat, pelestarian lingkungan, dan transisi energi dalam perjalanan menuju industri berkelanjutan.

UT menghubungkan pemberdayaan masyarakat, pelestarian lingkungan, dan transisi energi dalam perjalanan menuju industri berkelanjutan. (Sumber: Ilustrasi dibuat dengan bantuan ChatGPT)
Ayo Netizen 15 Sep 2026, 19:51

200 Ikon Bandung #5: Pemandian Tjihampelas, Kolam Renang Pertama di Indonesia

Pemandian Tjihampelas menyimpan sejarah panjang olahraga renang di Indonesia sebelum bangunannya hilang dan berganti menjadi kawasan hunian modern.

Pemandian Tjihampelas pada masa kolonial. (Sumber: KITLV)
Ayo Netizen 15 Sep 2026, 17:12

200 Ikon Bandung #4: Saritem

Sekarang, kawasan lokaslisasi Saritem telah tiada, bahkan telah digantikan dengan keberadaan sebuah pesantren yang cukup besar.

Sebuah roman Sunda karya Aan Merdeka Permana yang berjudul "Saritem". (Sumber: Istimewa)
Seni Budaya 15 Sep 2026, 16:00

Hikayat Wayang Tavip, Inovasi Wayang dari Sampah Plastik

Wayang Tavip lahir dari plastik bekas. Karya seni ciptaan Muhammad Tavip ini terus berkembang dari bentuk 2D hingga 3D.

Wayang Tavip menjadi inovasi dalam seni pewayangan dengan bentuk karakter yang khas dan unik. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 15 Sep 2026, 15:17

Menjaga Wajah Kota: Sinergi Penanganan PPKS dan Penataan RTH di Kota Bandung

Mereka tidak sekadar ditertibkan, melainkan langsung dibawa ke Rumah Singgah Dinas Sosial Kota Bandung di Rancacili.

Ilustrasi Penanganan PPKS dan Penataan RTH di Kota Bandung. (Sumber: dibuat dengan chatgpt.com | Foto: Totok Siswantara)
Ayo Netizen 15 Sep 2026, 13:25

Seandainya Saya Jadi Presiden - Bagian 2

Negara bukanlah panggung pertunjukan, tetapi seandainya saya jadi presiden, saya ingin ada yang membaca puisi kenegaraan saat pelantikan. Negara akan maju jika semua warga diwajibkan membaca buku.

Bendera Republik Indonesia. (Sumber: Pexels | Foto: Firman Marek_Brew)
Ayo Netizen 15 Sep 2026, 11:41

Jangan Sampai Pilkades di Jabar Menjadi Kotak Hitam Digital

Sistem pemilu yang baik bukan hanya harus mampu menghasilkan angka, tetapi juga harus memungkinkan pihak yang berwenang memeriksa bagaimana angka tersebut dihasilkan.

Ilustrasi Pilkades. (Sumber: ayobandung.com | Foto: ayobandung.com)
Ayo Netizen 15 Sep 2026, 09:56

Obituari untuk Kanaya Whu

Ada suara yang justru menemukan kehidupan keduanya setelah kematian. Kanaya Whu salah satunya. Kematian selalu memiliki cara yang aneh untuk menjadi kenangan. Ada sebuah puisi elegi dalam obituari ini

Kanaya Whu. (Sumber: Instagram | Foto: Kanaya Whu)
Ayo Netizen 14 Sep 2026, 19:01

Stiker Radio: Ketika Kenangan Lama Kembali Mengudara

Masih dalam suasana memperingati Hari Radio Nasional pada 9 September 2026, menarik untuk menengok kembali salah satu memorabilia radio yang kerap luput dari perhatian: stiker radio.

Beragam stiker radio dari berbagai stasiun radio di seluruh Indonesia yang menjadi bagian dari koleksi penulis. (Sumber: Foto dan koleksi Kin Sanubary)
Ayo Netizen 14 Sep 2026, 18:24

Nestapa Dago Dairy dan Asa Kedaulatan Pakan dari Bangku SMK

Kita abai menyiapkan cetak biru pendidikan modern di hulu peternakan.

Ilustrasi Mewujudkan SMK Peternakan Jurusan Pakan yang sesuai dengan perkembangan teknologi. (Sumber: dokpri | Foto: Totok Siswantara)
Ayo Netizen 14 Sep 2026, 17:05

Menggelorakan Wisata Olahraga di Kota Bandung

Wisata olahraga sebagai wisata yang mulai dijadikan model wisata yang sangat menarik dan mampu mengundang wisatawan menemukan wisata sembari berolahraga.

Bagi generasi Z, lari bukan hanya olahraga, tetapi gaya hidup yang terus berkembang. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 14 Sep 2026, 15:11

Riung Gunung Bandung, 'Bandung Kakurung ku Gunung'

Riung Gunung Bandung mengungkap pesona alam legendaris Bandung kakurung ku gunung.

Nuansa Riung Gunung Pangalengan, Wisata Bandung Murah. (Sumber: Instagram | Foto: nuansariunggunung_)