Support System yang Membentuk Ekosistem: Potret UMKM Bandung Hari Ini

8 menit baca
Aris Abdulsalam
Ditulis oleh Aris Abdulsalam diterbitkan
Kampung Kreatif Batik Difabel, bagian dari UPTD Pusat Pelayanan Sosial Griya Harapan Difabel (GHD), Dinas Sosial Provinsi Jawa Barat. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Aris Abdulsalam)
Kampung Kreatif Batik Difabel, bagian dari UPTD Pusat Pelayanan Sosial Griya Harapan Difabel (GHD), Dinas Sosial Provinsi Jawa Barat. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Aris Abdulsalam)

AYOBANDUNG.ID Dewi Hestiningrum S. tidak hanya membaca situasi UMKM Bandung dari satu kisah saja, tetapi dari pola yang sudah jadi fondasi. Sebagai Regional CEO BRI Regional Office Bandung, yang membawahi salah satu wilayah kerja dengan konsentrasi UMKM tertinggi di Indonesia, pola itu sudah lama ia kenali: bahwa banyak pelaku usaha kecil yang punya produk bagus, punya semangat, tetapi tidak tahu harus mulai dari mana. Lebih tepatnya, tidak tahu ekosistem mana yang bisa mereka masuki untuk mengembangkan bisnis.

Sementara banyak yang belum tahu harus memulai dari mana untuk mendapatkan support system, banyak juga yang sudah berhasil dan menjadi contoh sukses, untuk ditiru oleh para pelaku UMKM lain.

Di Arcamanik, misalnya, seorang pria yang baru keluar dari ICU hampir menjual seluruh bisnis kopinya seharga Rp2 miliar (termasuk toko online, media sosial, dan seluruh peralatannya). Namun ia berhasil bangkit berkat, bahkan mendapatkan ilmu wirausaha yang lebih mantap berkat gabung dengan Rumah BUMN Bandung.

Di gang sempit Cicadas, seorang perempuan berjualan dimsum dari rumah tanpa latar tata boga, dengan modal Rp5-10 juta dan rasa penasaran yang lebih besar dari modalnya. Ia menjadi juara satu BRIncubator Batch II Tahun 2023.

Lalu di Cimahi, Kampung Kreatif Batik Difabel juga mendapatkan dukungan sampai pelatihan digital yang membuat mereka lebih mampu memasarkan produknya di berbagai platform. Mereka pun mengaku terbantu berkat pelatihan AI yang memudahkan desain praproduksi.

Ketiganya mendapatkan support system di tempat yang sama, yakni Rumah BUMN Bandung, di Jalan Jurang No. 50, Sukajadi.

Menurut Dewi, hal tersebut bukanlah kebetulan. Memang seperti itulah cara ekosistem UMKM di bawah binaan BRI menjalani arah bisnis yang sehat.

Rumah BUMN sebagai Ruang Kurasi

Bagi Dewi, Rumah BUMN bukan sekadar tempat pelatihan. Ini merupakan titik pertama di mana UMKM diajarkan untuk melihat bisnisnya secara profesional. Dikurasi untuk naik ke level berikutnya. Pendekatannya berjenjang: Go Modern untuk penguatan manajemen dan kemasan, Go Digital untuk literasi teknologi dasar, Go Online untuk pemasaran daring, hingga Go Global untuk persiapan ekspor. Empat tahap yang terlihat sederhana, tapi menuntut konsistensi yang tidak semua pelaku usaha siap jalani.

A. Radinal Pramudha Sirat, CEO Rumah BUMN Bandung, menjelaskan sistem ini dengan istilah yang lebih spesifik: empat kelas. Kelas 1 untuk UMKM yang belum punya laporan keuangan. Kelas 2 ketika pengelolaan keuangan sudah rapi dan baru mulai mengembangkan akun digital untuk promosi. Kelas 3 ketika sudah bisa berjualan secara masif melalui kanal digital (bukan sekadar promosi). Kelas 4 ketika sudah siap ekspor. Setiap kenaikan kelas bukan formalitas, melainkan cermin dari seberapa jauh kapasitas telah bertumbuh.

“Rumah BUMN Bandung ini sudah ada dari tahun 2017, inisiasi dari Kementerian BUMN. Tujuan utamanya pemberdayaan UMKM, dari pelatihan, literasi keuangan mendasar, sertifikasi, dan sebagainya, kita ajarkan semua di sini," buka Radinal kepada ayobandung.id (10/4/2026).

Ani Andriyani, pemilik Dimsum Inmons di gang sempit Cicadas, merasakan langsung bagaimana Rumah BUMN mengubah cara ia memandang bisnisnya sendiri. Sebelum bergabung, ia sudah punya produk, sudah punya pelanggan, sudah aktif di media sosial. Tapi fondasi manajerialnya masih rapuh.

"Di Rumah BUMN Bandung yang paling saya pelajari ialah masalah SDM, finance, terus juga tentang digital marketing, dan itu kan semuanya terpakai ilmunya untuk wirausaha. Setelah itu ada BRIncubator, kita juara 1, dan kita dilihat banget oleh BRI sebagai UMKM yang sustain," ungkap Ani, (12/5/2026).

Ani Andriyani (baju merah; pemilik Dimsum Inmons) bersama para karyawannya. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Aris Abdulsalam)
Ani Andriyani (baju merah; pemilik Dimsum Inmons) bersama para karyawannya. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Aris Abdulsalam)

Meski begitu ekosistem ini belum menjangkau semua orang dengan cara yang sama. Di Cimahi, Andina Rahayu memimpin Kampung Kreatif Batik Difabel (komunitas pembatik penyandang disabilitas yang produknya pernah dikenakan personel TWICE dan dibawa sebagai suvenir ke Italia) sudah mengikuti pelatihan digital marketing dan manajemen dari Rumah BUMN, dan Andina mengakui manfaatnya. Tetapi yang ia butuhkan lebih dari itu: sarana fisik, mesin jahit, dan modal produksi yang tidak bisa diberikan oleh pelatihan mana pun.

Di sinilah batas pertama ekosistem ini terlihat dan diuji.

KUR sebagai Jembatan Modal

Salah satu hal yang paling konsisten dalam penjelasan Dewi soal KUR adalah ini: rekam jejak pembinaan di Rumah BUMN bukan sekadar nilai moral. Keanggotaan dan kelas UMKM bisa menjadi data. Data yang valid untuk credit assessment, yang memungkinkan UMKM mengajukan pembiayaan dengan landasan yang jauh lebih kuat dibanding UMKM yang datang tanpa riwayat pembinaan sama sekali.

"Pelaku UMKM tidak harus memulai dari nol saat mengajukan pembiayaan, karena rekam jejak pembinaan di Rumah BUMN telah menjadi referensi credit assessment yang valid," jelas Dewi dalam pernyataan resmi kepada ayobandung.id (21/5/2026).

Radinal mengonfirmasi logika ini dari sisi pembinaan. UMKM yang sudah rapi administrasinya, sudah punya laporan keuangan, sudah bisa membuktikan kapasitas usahanya secara tertulis, merekalah yang paling cepat bergerak ke jalur pembiayaan.

Muchtar Koswara (Mang Eko), contohnya, pemilik Cikopi Mang Eko di Arcamanik itu, adalah bukti paling konkret dari kesinambungan support system. KUR BRI sebesar Rp100 juta ia terima bersama kebanggaannya jadi peserta BRIncubator. Modal itu ia gunakan terutama untuk membeli bahan baku, biji kopi berkualitas tinggi seperti wine yang harganya bisa mencapai Rp10 juta per karung.

Muchtar Koswara atau yang lebih akrab dipanggil Mang Eko. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Aris Abdulsalam)
Muchtar Koswara atau yang lebih akrab dipanggil Mang Eko. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Aris Abdulsalam)

"Bermula dari BRIncubator itu saya belajar tentang wirausaha yang sebenarnya, karena sebelumnya saya cuma dagang saja dengan ilmu ala kadarnya. Saya belajar bikin company profile, diajarin cara bikin pitch deck, dan berbagai hal penting yang sebelumnya tidak tahu," kenang Mang Eko, (11/5/2026).

Berkat fondasi yang dibangun di BRIncubator, KUR itu digunakan dengan arah yang jelas.

Ekosistem Event sebagai Jembatan Pasar

Jadi, apa sebenarnya keuntungan “naik kelas” sebagai UMKM binaan BRI? Radinal punya prinsip yang tegas soal ini: tidak sembarang UMKM diundang ke expo internasional. 

"Tidak mungkin kelas 1 kita terjunkan ke expo skala internasional," tegasnya. 

Setiap undangan pameran besar adalah cermin dari sejauh mana sebuah UMKM sudah naik kelas, bukan apresiasi sembarang, tapi konsekuensi logis dari kesiapan yang sudah dibuktikan.

Dewi melihatnya dari sisi yang lebih luas: fasilitasi ekspor dan pameran adalah kelanjutan alamiah dari pembinaan. Ketika UMKM sudah melewati Go Modern, Go Digital, Go Online, maka Go Global bukan lagi mimpi yang terlalu jauh.

Cikopi Mang Eko jadi buktinya. Dari BRIncubator 2023 di Bandung, ia terpilih mewakili Rumah BUMN Bandung di Brilianpreneur 2023 di Jakarta Convention Centre (JCC). Produk andalannya habis terjual di hari pertama; dan kejutan terbesar datang bukan hanya dari lapak penjualan.

"Pas Brilianpreneur itu ada yang namanya pitching online. Bingung pada saat itu, karena mau mengobrol dengan orang Taiwan. Ternyata pihak BRI menyediakan penerjemah. Di acara JCC, buyer dari Taiwan itu juga datang ke booth kita; dan di sana pun ia didampingi oleh penerjemah yang dipersiapkan BRI. Saya takjub, sekeren itu loh BRI," kenang Mang Eko dengan semringah.

Muchtar Koswara, pemiliki Cikopi Mang Eko,  di Jalan Golf Dalam, Arcamanik, Kota Bandung, (11/5/2026). (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Aris Abdulsalam)
Muchtar Koswara, pemiliki Cikopi Mang Eko, di Jalan Golf Dalam, Arcamanik, Kota Bandung, (11/5/2026). (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Aris Abdulsalam)

Perjalanan itu tidak berhenti di JCC. Pada 2025, Mang Eko tampil di Specialty Coffee Expo di Houston, Texas (ajang kopi spesialti terbesar di dunia), yang difasilitasi BRI melalui Kantor Perwakilan BRI New York dan KBRI Washington DC. Dari tiga hari di Houston, potensi kesepakatan bisnis yang dicatatkan bersama satu UMKM lain mencapai USD 945.000.

Ani pun mengonfirmasi dampak yang sama, meski jalurnya berbeda. Setelah keluar sebagai Juara 1 BRIncubator Batch 2, distribusi Dimsum Inmons terbuka ke skala lebih luas, dengan reseller kini tersebar dari Jawa Tengah hingga Sulawesi, dan nama Dimsum Inmons mulai dikenal jauh melampaui gang sempit Cicadas.

Sudah Luar Biasa, walau Belum Sempurna

Dewi tidak mengelak ketika ditanya soal kondisi ekonomi yang sedang berat. Efisiensi anggaran pemerintah memukul daya beli, dan UMKM (yang pasar utamanya adalah masyarakat kelas menengah ke bawah) merasakan imbasnya paling langsung.

Radinal pun melihatnya dari lapangan dan merespons dengan strategi adaptasi: mengajarkan UMKM untuk membuat sub-kategori produk dengan harga lebih terjangkau, mempertahankan ciri khas di tengah penyesuaian kualitas, mencari celah pasar yang masih bisa dimasuki meski daya beli sedang tertekan.

Namun suara yang paling lantang untuk kekurangan yang bisa dibenahi ini bukan dari analis atau pengelola program. Saran dan harapan datang dari Andina, Kepala UPTD Pusat Pelayanan Sosial Griya Harapan Difabel (yang menaungi Kampung Kreatif Batik Difabel), yang sudah merasakan manfaat pelatihan Rumah BUMN; dan justru karena itu bisa melihat dengan jelas apa yang masih kurang.

Andina Rahayu, Kepala UPTD Pusat Pelayanan Sosial Griya Harapan Difabel (GHD). (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Aris Abdulsalam)
Andina Rahayu, Kepala UPTD Pusat Pelayanan Sosial Griya Harapan Difabel (GHD). (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Aris Abdulsalam)

"Sekarang karena efisiensi, kendala terberatnya pemasaran. Pesanan berkurang setengahnya. Kita harus sosialisasi lagi, promosi lagi," ungkap Andina, (10/4/2026). 

Ia berharap (selain pelatihan) ada program CSR dari BRI yang masuk langsung ke Kampung Kreatif Batik Difabel untuk mewadahi dukungan yang menyentuh sisi fisik dan permodalan secara nyata. 

"Anak-anak ini harusnya dapat toolkit. Jadi yang menjahit dapatnya mesin jahit dan juga komponen pelengkapnya. Tetapi, modalnya tidak ada. Nah, bisa, dong BRI masuk untuk modal mereka," sambungnya penuh harap.

Pernyataan Andina bukan keluhan, justru peluang yang bisa dimanfaatkan lagi oleh BRI. Ekosistem yang baik sekalipun masih bisa dikembangkan lagi; dan mereka yang sudah cukup dekat dengan ekosistem itu bisa melihat apa yang belum dan sudah terjangkau.

Dewi menjelaskan batas kapasitas ini dengan jernih: setiap simpul punya perannya masing-masing, dan tidak ada satu pihak yang bisa menanggung segalanya. Apa yang bisa dilakukan adalah memastikan setiap simpul hadir sesuai kapasitasnya dan tidak ada yang memilih absen.

“Komitmen kami adalah memastikan bahwa setiap UMKM binaan tidak hanya lulus pelatihan, tetapi terus tumbuh menjadi unik yang lebih besar dan berdampak,” tutup Dewi. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 10 Jul 2026, 20:05

Melihat Dunia dari Bandung: Dari Objek Kolonial ke Subjek Global

Suara Bandung tidak selalu terdengar konsisten. Kadang menguat, kadang tenggelam. Tergantung pada konteks global yang sedang berlangsung.

Museum Konferensi Asi-Afrika. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Kavin Faza)
Ayo Netizen 10 Jul 2026, 18:01

Urgensi Bandara Husein Sastranegara Menuju Konektivitas ASEAN

Pemprov Jabar dan Pemkot Bandung perlu segera mendesak agar pemerintah pusat mengijinkan rute internasional untuk Bandara Husein

Bandara Husein Sastranegara dilihat dari lantai 9 Gedung Pusat Manajemen PT Dirgantara Indonesia. (Sumber: dokpri | Foto: Totok Siswantara)
Ayo Netizen 10 Jul 2026, 17:00

Jejak-jejak Sejarah 'Kawadanaan' di Kecamatan Lembang

Salah satu potensi dan daya tarik wisata sejarah yang dimiliki Kota Lembang yaitu bangunan “Pendopo eks Kawedanaan”.

Alun alun Lembang tahun 1902. (Sumber: KITLV)
Wisata & Kuliner 10 Jul 2026, 16:44

Luas 150 Hektar, Bagaimana Cara Jelajah TMII dalam Sehari?

Bingung keliling TMII dalam sehari? Cek rute terbaik, rekomendasi anjungan, kereta gantung, museum, hingga atraksi Tirta Cerita.

Taman Mini Indonesia Indah (TMII).
Ayo Netizen 10 Jul 2026, 16:28

Ada Lohbener, Ada Losarang

Semula, toponimi dua kecamatan ini adalah toponim sungai yang mengalir melintasi Indramayu.

Lokasi Lohbener dan Losarang di Kabupaten Indramayu. (Sumber: Google maps)
Ayo Netizen 10 Jul 2026, 15:22

Sisa Peradaban Lama di Utara Bandung

Tak jauh dari kawasan Kebun Binatang Bandung terdapat arca Ganesha yang terdapat di gerbang depan Institut Teknologi Bandung.

Arca Ganesha di gerbang ITB. (Sumber: Dokumentasi Malia 2026)
Ayo Netizen 10 Jul 2026, 14:46

Menimbang Kembali Peran Ayah dalam Memperingati Hari Ayah Nasional

Maka di Hari Ayah Nasional ini, mari kita mencoba untuk menimbang dan melihat kembali, bagaimana peran ayah sesungguhnya terhadap anak-anak dan keluarganya.

Ilustrasi seorang ayah dan anaknya. (Sumber: Pexels | Foto: Faisal Allam)
Wisata & Kuliner 10 Jul 2026, 14:03

Panduan Wisata Situ Gunung Sukabumi: Tiket, Jembatan Gantung, dan Curug Sawer

Panduan lengkap Situ Gunung Sukabumi, mulai dari harga tiket, jalur wisata, Jembatan Gantung terpanjang di Asia Tenggara, Curug Sawer, hingga cara menuju lokasi.

Danau Situ Gunung Sukabumi.
Ayo Netizen 10 Jul 2026, 13:34

Diskursus Intelektual dalam Pendidikan Bernuansa Islami

Era teknologi telah memunculkan paradigma baru, bahwa pemikiran-pemikiran baru mengalami diskursus intelektual. Apakah ini juga menjadi tantangan bagi pendidikan bernuansa islami.

Anak-anak beragama Islam sedang mengaji di masjid. (Sumber: Pexels/Hera hendrayana)
Ayo Netizen 10 Jul 2026, 12:09

Redesain Kota Bandung: Sehat Rakyatnya Jaya Kotanya

Dapat kita ketahui bahwa kesehatan merupakan salah satu kebijakan yang perlu diambil sesegera mungkin selain pendidikan.

Suasana Jalan Braga, Kota Bandung saat diberlakukannya Braga Free Vehicle pada Sabtu, 4 Mei 2024. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 10 Jul 2026, 09:47

Menyusuri Jejak Dunia Hiburan Indonesia Era Tahun 70-an

Annie Rae sebagai pendatang baru tengah menanjak popularitasnya di blantika musik pop Indonesia.

Sampul Majalah Variasari edisi Juli 1970 yang menampilkan Annie Rae, biduanita ternama asal Bandung. (Sumber: Koleksi Kin Sanubary)
Ayo Netizen 10 Jul 2026, 08:01

Kecerdasan Buatan dalam Waktu ke Waktu

Menelusur sejarah perkembangan kecerdasan buatan.

Kecerdasan buatan bukan sekadar teknologi, tetapi sebagai pemahaman bahwa menusia selalu mencari lebih dari Batasan yang telah ada.
Ayo Netizen 09 Jul 2026, 21:54

Masjid Agung Al-Ittihad: Representasi Multikulturalisme di Kota Benteng

eberadaan Masjid Agung Al-Ittihad memiliki makna yang jauh lebih luas dibanding fungsi religius semata.

Masjid Agung Al-Ittihad Kota Tangerang. (Sumber: Pemerintah Kota Tangerang)
Wisata & Kuliner 09 Jul 2026, 18:37

Kerak Telor Betawi, Kuliner Tradisional Jakarta dengan Sejarah Panjang

Kerak Telor merupakan kuliner khas Betawi yang menjadi ikon Jakarta. Simak sejarah, bahan, cara memasak, dan fakta menarik di balik hidangan legendaris ini.

Kerak Telor Betawi.
Ayo Netizen 09 Jul 2026, 18:00

Asal Usul dan Perkembangan Ampiang Dadiah: Tradisi Kuliner Minangkabau dari Masa ke Masa

Membahas Ampiang Dadiah yogurt yang terbuat dari susu kerbau berasal dari Sumatera Barat.

Es Ampiang Dadiah, dibeli di Pasar Ateh, Bukittinggi. (Sumber: Wikimedia Commons)
Ayo Netizen 09 Jul 2026, 17:48

69 Tahun Navigasi Birokrasi: Mengukuhkan LAN sebagai Think Tank Strategis di Tengah Badai Disrupsi

LAN RI di usia ke-69 memperkuat perannya sebagai think tank strategis yang mendorong transformasi birokrasi melalui inovasi, digitalisasi, dan kebijakan berbasis bukti menuju Indonesia Emas 2045.

Lembaga Administrasi Negara (LAN) Republik Indonesia. (Sumber: LAN RI)
Ayo Netizen 09 Jul 2026, 17:11

Antara Bandung dan Yogyakarta, Semarak Kuliner Tiada Henti

Kuliner menjadi patron wisata yang menarik wisatawan. Bandung dan Yogyakarta memiliki karakter budaya yang berbeda, tetapi dengan wisata kuliner, dua kota itu menghadirkan Indonesia kini.

Kehadiran Tjitarum sebagai toko bolu dan kue bukan sekadar membuka ruang baru bagi wisatawan untuk membeli buah tangan. Namun simbol bagaimana kuliner bisa menjadi bahasa pelestarian budaya. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Eneng Reni Nuraisyah Jamil)
Ayo Netizen 09 Jul 2026, 16:59

Bedah Konsistensi Strategi Digital PR pada Peluncuran Mobil Listrik Keluaran Terbaru

Peluncuran New Air ev & Cloud EV bukti konsistensi Wuling bangun citra kendaraan listrik modern. Lewat web & Instagram, Wuling tampilkan pesan & visual inovatif masa depan.

Ilustrasi mobil listrik. (Sumber: Wuling Motors)
Ayo Netizen 09 Jul 2026, 16:05

Menari, Merayakan Masa Kecil

Setiap tarian memang berhenti saat musik usai, tapi cerita ihwal keberanian Kakang berjoged untuk pertama kalinya akan terus hidup, tumbuh subur saat dirawat, dipelihara, dipupuk & menari dalam hati.

Kakang bergaya sebelum tampil menari di spot foto yang ada serambi masjid Al-Hidayah, Kebonterong Cibiru Kota Bandung, Rabu (24/6/2026) (Sumber: Istimewa | Foto: Aa Akil)
Ayo Netizen 09 Jul 2026, 15:05

Menelusuri Jejak Rasa (Bagian II): Penjaga Memori dan Tradisi Kuliner Bandung

Setelah membedah lima ikon pertama pada bagian sebelumnya, mari kita lanjutkan penelusuran enam ikon kuliner legendaris lainnya.

Hidangan Warung Kopi Purnama (Foto: GMAPS)