Suara QRIS di Gang Sempit yang Menemani Dimsum Inmons Raup Omzet Rp350 Juta

5 menit baca
Aris Abdulsalam
Ditulis oleh Aris Abdulsalam diterbitkan
Ani Andriyani (baju merah; pemilik Dimsum Inmons) bersama para karyawannya. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Aris Abdulsalam)
Ani Andriyani (baju merah; pemilik Dimsum Inmons) bersama para karyawannya. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Aris Abdulsalam)

AYOBANDUNG.ID — Di Jalan Asep Berlian, Cicadas, Kota Bandung, tempat Dimsum Inmons membuka store, terlihat beberapa driver ojol sedang menunggu pesanan untuk diantar (12/5/2026). Ramainya terkontrol, mereka datang dan pergi tanpa berlama-lama duduk santai.

Dulu, Ani Andriyani (pemilik Dimsum Inmons) khawatir driver ojek online terlalu lama nongkrong antre pesanan di depan rumahnya. Kini, transaksi di gerai-gerainya mengalir rapi, cashless, cepat, dan tercatat otomatis, berkat adopsi pembayaran digital yang ia pilih sejak usahanya mulai berkembang.

Di balik pertumbuhan Dimsum Inmons dari UMKM rumahan menjadi brand dengan omzet tidak kurang dari Rp 350 juta per bulan dan enam gerai aktif, ada peran ekosistem digital perbankan yang jarang disebut dalam sorotan media.

***

Perkenalan Ani dengan ekosistem BRI tidak hanya seputar produk perbankan. Selain membuka rekening bisnis atau memasang stiker QRIS di gerai, Ani juga bertemu komunitas sesama pelaku UMKM di Rumah BUMN Bandung, program pelatihan yang dikelola BRI untuk mendampingi usaha kecil tumbuh secara terstruktur.

Di sanalah fondasi bisnis Dimsum Inmons dibangun ulang dengan lebih kokoh. Ani belajar manajemen SDM, perencanaan keuangan, hingga strategi pemasaran digital, ilmu yang sebelumnya ia pelajari secara otodidak sambil berdagang.

"Di Rumah BUMN Bandung saat itu yang paling saya pelajari ialah masalah SDM, finance, terus juga tentang digital marketing, dan itu kan semuanya terpakai ilmunya untuk wirausaha," ujar Ani.

Pendampingan itu kemudian berlanjut ke jenjang yang lebih kompetitif. Ani mendaftarkan diri ke program BRIncubator Batch 2, program inkubasi intensif BRI yang mempertemukan pelaku UMKM terpilih dengan mentor bisnis berpengalaman. Dari sekitar 300 pendaftar, Dimsum Inmons berhasil masuk ke dalam 50 besar, dan pada 2023 keluar sebagai Juara 1 BRIncubator.

"Setelah itu ada BRIncubator, kita juara 1, dan kita dilihat banget oleh BRI sebagai UMKM yang sustain, yang kemudian kita dibawa oleh mereka ke berbagai event. Paling terasa dari manfaat program dan acara BRI ini lebih ke branding produk dan personal branding. Dari situ kita mulai scale up," sambungnya.

Momentum itu menjadi titik balik. Dimsum Inmons yang sebelumnya bertumpu pada jaringan reseller dan media sosial, mulai mendapat eksposur yang jauh lebih luas; dan bersamaan dengan itu, kebutuhan terhadap sistem transaksi yang lebih modern pun semakin mendesak.

Stiker Kecil, Dampak yang Besar

Sampel menu Dimsum Inmons. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Aris Abdulsalam)
Sampel menu Dimsum Inmons. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Aris Abdulsalam)

Memasuki fase ekspansi, Dimsum Inmons memilih merchant QRIS BRI sebagai tulang punggung sistem pembayaran di seluruh gerainya. Bukan keputusan yang dibuat asal-asalan.

"Kami memilih QRIS BRI karena proses transaksinya praktis, cepat, dan mudah digunakan baik oleh tim operasional maupun pelanggan. Selain itu, jaringan dan layanan BRI yang luas membuat kami merasa lebih nyaman dan terpercaya dalam mendukung transaksi usaha sehari-hari," jelas Ani.

Dampaknya terasa langsung di lapangan. Antrean pelanggan yang dulu bisa menumpuk kini bergerak lebih cepat. Penggunaan uang tunai berkurang drastis. Yang paling signifikan bagi Ani sebagai pengelola bisnis: pencatatan transaksi menjadi jauh lebih rapi dan transparan.

"Manfaat yang paling dirasakan adalah proses pembayaran menjadi lebih efisien, mengurangi penggunaan uang tunai, mempercepat antrean pelanggan, serta membantu pencatatan transaksi usaha menjadi lebih rapi dan transparan," tuturnya.

Menariknya, Dimsum Inmons hingga kini belum menggunakan Mesin DCA (Debit Card Acquiring) BRI; dan Ani tidak merasa itu sebagai kekurangan. QRIS, baginya, sudah menjawab kebutuhan transaksi di seluruh titik operasional. Ini justru menjadi bukti bahwa inovasi digital yang tepat sasaran tidak selalu harus kompleks. Bagi UMKM seperti Dimsum Inmons, satu kode QR sudah cukup untuk menggerakkan roda bisnis dengan efisien.

Apa yang membuat kisah digitalisasi Dimsum Inmons lebih utuh adalah kenyataan bahwa Ani tidak hanya berada di sisi penerima pembayaran. Dalam kesehariannya, ia juga aktif menggunakan aplikasi BRImo; dan memanfaatkan fitur QRIS untuk bertransaksi sebagai konsumen.

"Ya, secara personal saya juga menggunakan aplikasi BRImo dan cukup sering memanfaatkan fitur QRIS dalam aktivitas sehari-hari. Saya memilih BRImo karena aplikasinya praktis, mudah digunakan, dan membantu kebutuhan transaksi menjadi lebih cepat tanpa harus membawa uang tunai," ungkap Ani.

Posisi ganda ini (sebagai merchant sekaligus konsumen digital) membuat Ani memahami betul apa yang dibutuhkan dari sebuah ekosistem pembayaran yang baik: kecepatan, keamanan, dan kemudahan kontrol. Pengalaman itulah yang mendorongnya untuk terus konsisten menerapkan sistem cashless di seluruh lini bisnis Dimsum Inmons.

Suara dari Gang Sempit

Ani Andriyani, pemilik Dimsum Inmons, UMKM asal Kota Bandung yang lahir dari sebuah gang kecil Cicadas. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Aris Abdulsalam)
Ani Andriyani, pemilik Dimsum Inmons, UMKM asal Kota Bandung yang lahir dari sebuah gang kecil Cicadas. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Aris Abdulsalam)

Setelah hampir satu dekade bertumbuh bersama ekosistem BRI (dari Rumah BUMN, BRIncubator, merchant QRIS, hingga BRImo) Ani memiliki harapan yang jelas untuk perjalanan ke depan.

"Ke depannya, kami berharap inovasi digital dari BRI terus berkembang, khususnya dalam mendukung UMKM agar semakin mudah mengelola transaksi, laporan penjualan, hingga integrasi dengan sistem bisnis yang lebih modern," ujarnya.

Ia juga menyuarakan kebutuhan yang lebih spesifik: kemudahan penggunaan alat, kecepatan settlement, dan yang tidak kalah penting—program pendampingan digital yang berkelanjutan untuk pelaku usaha lokal.

Harapan itu sejalan dengan visi jangka panjang yang sudah ia canangkan untuk Dimsum Inmons sendiri.

"Secara personal, mungkin untuk 5 tahun ke depan, saya ingin B2B tidak hanya di Bandung, inginnya ada spot agent yang merambah sampai luar Bandung Raya," pungkas Ani.

Dari gang sempit yang dulu hanya dihidupi satu pemain dimsum, kini telah berdiri sekitar 38 kompetitor di kawasan yang sama. Tapi Ani tidak gentar dan justru ia melihat kompetitor sebagai sinyal bahwa pasar terus tumbuh, dan tugasnya adalah memastikan Dimsum Inmons tetap menjadi supplier pilihan yang tak tergantikan.

Untuk sampai ke sana, produk yang enak saja tidak cukup. Perlu ekosistem yang tepat, termasuk ekosistem digital perbankan yang selama ini diam-diam menjadi salah satu pilar pertumbuhan Dimsum Inmons dari Cicadas ke pasar nasional. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 08 Okt 2026, 13:10

Bandung Tak Bisa Hanya Diurus lewat 'PowerPoint'

Bandung tidak perlu menciptakan sejarah baru. Sejarahnya sudah ada. Yang dibutuhkan adalah menghubungkan titik-titik sejarah yang selama ini berdiri sendiri.

Salah satu sudut kawasan heritage Braga. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Arif Ruhiyat)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 12:18

Masakan-Masakan Tionghoa Populer dalam Buku 'Masakan Aneka Warna' (1969)

Buku berjudul Masakan Aneka Warna disusun oleh Ny. W.J. Corputty dan Nn. Ong Kim Nio (yang juga ditulis sebagai Ibu Satrio Samuel).

Buku berjudul "Masakan Aneka Warna" disusun oleh Ny. W.J. Corputty dan Nn. Ong Kim Nio dan diterbitkan pertama kali oleh PN Balai Pustaka tahun 1969. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Badiatul Muchlisin Asti)
Wisata & Kuliner 08 Okt 2026, 11:18

Perkedel Bondon, Pengisi Perut Masinis Hingga Tempat Mangkal Para Perempuan Malam di Bandung

Perkedel Bondon lahir dari kebutuhan akan panganan para pekerja kereta api di Kota Bandung yang hanya melayani pelanggannya pada malam hari.

warung perkede Bondon di Jalan Stasiun Timur Kota Bandung (ist)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 10:34

Menolong Tak Cukup dengan Peduli: Ketika Mental Tak Baik-Baik Saja

Tidak semua orang yang sedang berjuang dengan masalah mental berkata, “Saya butuh pertolongan.” Kadang, yang dibutuhkan hanyalah seseorang yang peka kalau saya sedang tidak baik-baik saja.

Pembukaan Program Psikoedukasi Kesehatan Mental Remaja Pusjar SKTAN Tahun 2026. (Sumber: Humas Pusjar SKTAN | Foto: Humas Pusjar SKTAN)
Sejarah 08 Okt 2026, 09:24

Pertumbuhan Penduduk dan Hilangnya Penampung Air di Bandung

Banyak daerah di Bandung yang menggunakan nama Situ. Istilah ini merujuk pada keberadaan sebuah danau di tempat tersebut. Seperti Situ Aksan, Situ Sudimampir dan Situ Gunting

Situ aksan pada zama dahulu.(foto Istimewa)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 07:43

Kenapa Maling di Negeri Ini Tidak Takut CCTV?

Di tengah ekonomi yang semakin sulit kejadian kriminalitas semakin meningkat terutama untuk pencurian sepedah motor di Bandung

Gambaran curanmor di CCTV (Sumber: Istimewa)
Sejarah 07 Okt 2026, 19:44

Mengenang Persitiwa Perobekan Bendera Belanda di Bandung

Bandung memiliki catatan sejarah penting dalam penyebaran teks proklamasi Kemerdekaan Indonesia pada 1945 lalu. Para pemuda radio Bandung adalah para pelaku utamanya proses pengambilalihan sejumlah fa

Gedung Bekas Bank DENIS tempat peristiwa perobekan Bendera Belanda terjadi di Bandung. Gedung ini sekarang menjadi gedung bank bjb
Ayo Netizen 07 Okt 2026, 18:59

Inisiatif Rail Clinic Berbasis RS Dustira, Terobosan Faskes di Jawa Barat

RS Dustira dan Stasiun Cimahi. Keduanya berada sangat berdekatan dan memiliki sejarah panjang yang tidak terpisahkan dari perkembangan Kota Cimahi

Rumah sakit Dustira dilihat dari skibridge Stasiun Cimahi (Sumber: dokpri | Foto: Sri Maryati)
Ayo Netizen 07 Okt 2026, 17:27

Punahnya Satwa yang Dilindungi Akibat Bencana Ekologis

Alam sebagai habitat harus dijaga agar bisa diminimalisir bencana ekologis. Perluasan untuk peningkatan ekonomi seharusnya mempertimbangkan kondisi hutan, di mana habitat satwa menjaga keseimbangan.

Harimau Sumatera (Panthera tigris sumatrae). (Sumber: Wikimedia Commons | Foto: Nyonyofoto)
Ayo Netizen 07 Okt 2026, 15:54

Pesona Garut (Bagian 2): 'Surga dari Timur', Rekam Sejarah, dan Mahakarya Gastronomi Pasundan

Kabupaten Garut tak hanya dikenal lewat bentang alamnya yang memikat, tetapi juga keberagaman warisan kulinernya yang kaya akan nilai sejarah dan kearifan lokal.

Dodol menjadi salah satu oleh-oleh paling ikonik dari Garut. (Sumber: Wikimedia Commons | Foto: Midori)
Ayo Netizen 07 Okt 2026, 14:41

Persamaan dan Perbedaan antara Sejarah, Tarikh, Riwayat, Hikayat, Babad, Mitologi dan Legenda

Bedah tuntas persamaan dan perbedaan sejarah, tarikh, riwayat, hikayat, babad, mitologi dan legenda. Pahami makna, karakteristik serta posisinya dalam literatur historis dan kultural Nusantara.

Seorang pengunjung mencari buku di antara rak-rak sempit Perpustakaan Batu Api, Jatinangor, Sabtu 9 Mei 2026. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)
Ayo Netizen 07 Okt 2026, 13:10

Tebang Pilih Hukum: Investigasi Keracunan 88 Seoul vs Keracunan MBG

Hukum yang ada di Indonesia seringkali tebang pilih karena tajam ke bawah dan tumpul ke atas salah satunya investigasi keracunan.

Restoran 88 Seoul Paskal (Sumber: Ayobandung.com)
Ayo Netizen 07 Okt 2026, 12:36

DNA Sunda di Tanah Banyumas

Berkisah tentang folklore dan toponimi yang mengaitkan keterkaitan Banyumas dengan Sunda.

DNA Sunda di Tanah Banyumas (Sumber: GeminiAi)
Ayo Netizen 07 Okt 2026, 10:54

Tarif Parkir Rp65.000 dan Negara yang Kalah di Pinggir Jalan Kota Bandung

Kasus tari parkir Rp65.000 di Jalan Diponegoro, Bandung, seharusnya tidak berhenti pada pertanyaan siapa oknumnya. Pelaku, jika terbukti melanggar, tentu harus ditindak.

Petugas sedang melakukan pemeriksaan bus pariwisata. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Muslim Yanuar)
Beranda 07 Okt 2026, 09:42

Halte BRT di Tengah Jalan Satu Arah, Solusi atau Biang Macet Baru di Ahmad Yani Cicadas?

Pembangunan halte BRT di tengah Jalan Ahmad Yani picu kekhawatiran macet. Warga dan pengamat mengkritik desain, Pemkot pilih percepat proyek, sementara perencana ungkap manfaat BRT.

Sejumlah pekerja menyelesaikan proyek pembangunan halte BRT di Jalan Ahmad Yani, Kota Bandung, Selasa 6 Oktober 2026. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 06 Okt 2026, 19:22

Ruang Kreatif Revitalisasi Bahasa Ibu

Sering kali orang tua jarang menggunakan bahasa daerah di rumah karena memilih membiasakan anak berbahasa Indonesia. Terkait ini ketika orang tua berlatar beda suku dan beda bahasa.

Perempuan lokal Indonesia memakai kebaya. (Sumber: Pexels | Foto: David Tumpal)
Ayo Netizen 06 Okt 2026, 18:23

Mengenang Peristiwa G30S Melalui Lembaran Berita Yudha

Membuka kembali Berita Yudha edisi 30 Oktober 1965, berarti membuka sebuah jendela menuju Indonesia beberapa pekan setelah G30S.

Halaman Muka surat kabar Berita Yudha edisi Oktober 1965, yang merekam pemberitaan mengenai situasi dan peristiwa penting di Indonesia pasca-G30S. (Foto: Kin Sanubary)
Bandung 06 Okt 2026, 17:53

Mengintip Potensi Ekonomi Kreatif Kota Bandung Lewat Layar Perfilman dan Kolaborasi Komunitas

Tren pemutaran film independen, festival sinema alternatif, hingga pertumbuhan ruang pemutaran komunitas di Kota Kembang membuktikan tingginya dahaga publik terhadap ragam narasi visual.

Bandung World Cinema (BWC) 2026 dinilai menjadi bagian penting dalam memperkuat ekosistem perfilman sekaligus mendorong pertumbuhan subsektor ekonomi kreatif di Kota Bandung.
Sejarah 06 Okt 2026, 17:16

Sejarah Naturalisasi Pemain Timnas Indonesia

Jejak naturalisasi Timnas Indonesia bukan fenomena baru. Perjalanan dari Van der Vin pada era 1950-an hingga gelombang diaspora saat ini.

Pemain Timnas Indonesia dalam laga kontra Thailand dalam Asean Cup 2026. (Sumber: Vidio)
Ayo Netizen 06 Okt 2026, 17:03

Bandung, Banjir, dan Rutinitas Tahunan yang Tak Pernah Ada Solusi

Banjir di Bandung kerap kali menjadi event tahunan yang tidak pernah menemukan solusi yang pasti.

Banjir Tahunan di Kab. Bandung (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)