AYOBANDUNG.ID — Di Jalan Asep Berlian, Cicadas, Kota Bandung, tempat Dimsum Inmons membuka store, terlihat beberapa driver ojol sedang menunggu pesanan untuk diantar (12/5/2026). Ramainya terkontrol, mereka datang dan pergi tanpa berlama-lama duduk santai.
Dulu, Ani Andriyani (pemilik Dimsum Inmons) khawatir driver ojek online terlalu lama nongkrong antre pesanan di depan rumahnya. Kini, transaksi di gerai-gerainya mengalir rapi, cashless, cepat, dan tercatat otomatis, berkat adopsi pembayaran digital yang ia pilih sejak usahanya mulai berkembang.
Di balik pertumbuhan Dimsum Inmons dari UMKM rumahan menjadi brand dengan omzet tidak kurang dari Rp 350 juta per bulan dan enam gerai aktif, ada peran ekosistem digital perbankan yang jarang disebut dalam sorotan media.
***
Perkenalan Ani dengan ekosistem BRI tidak hanya seputar produk perbankan. Selain membuka rekening bisnis atau memasang stiker QRIS di gerai, Ani juga bertemu komunitas sesama pelaku UMKM di Rumah BUMN Bandung, program pelatihan yang dikelola BRI untuk mendampingi usaha kecil tumbuh secara terstruktur.
Di sanalah fondasi bisnis Dimsum Inmons dibangun ulang dengan lebih kokoh. Ani belajar manajemen SDM, perencanaan keuangan, hingga strategi pemasaran digital, ilmu yang sebelumnya ia pelajari secara otodidak sambil berdagang.
"Di Rumah BUMN Bandung saat itu yang paling saya pelajari ialah masalah SDM, finance, terus juga tentang digital marketing, dan itu kan semuanya terpakai ilmunya untuk wirausaha," ujar Ani.
Pendampingan itu kemudian berlanjut ke jenjang yang lebih kompetitif. Ani mendaftarkan diri ke program BRIncubator Batch 2, program inkubasi intensif BRI yang mempertemukan pelaku UMKM terpilih dengan mentor bisnis berpengalaman. Dari sekitar 300 pendaftar, Dimsum Inmons berhasil masuk ke dalam 50 besar, dan pada 2023 keluar sebagai Juara 1 BRIncubator.
"Setelah itu ada BRIncubator, kita juara 1, dan kita dilihat banget oleh BRI sebagai UMKM yang sustain, yang kemudian kita dibawa oleh mereka ke berbagai event. Paling terasa dari manfaat program dan acara BRI ini lebih ke branding produk dan personal branding. Dari situ kita mulai scale up," sambungnya.
Momentum itu menjadi titik balik. Dimsum Inmons yang sebelumnya bertumpu pada jaringan reseller dan media sosial, mulai mendapat eksposur yang jauh lebih luas; dan bersamaan dengan itu, kebutuhan terhadap sistem transaksi yang lebih modern pun semakin mendesak.
Stiker Kecil, Dampak yang Besar

Memasuki fase ekspansi, Dimsum Inmons memilih merchant QRIS BRI sebagai tulang punggung sistem pembayaran di seluruh gerainya. Bukan keputusan yang dibuat asal-asalan.
"Kami memilih QRIS BRI karena proses transaksinya praktis, cepat, dan mudah digunakan baik oleh tim operasional maupun pelanggan. Selain itu, jaringan dan layanan BRI yang luas membuat kami merasa lebih nyaman dan terpercaya dalam mendukung transaksi usaha sehari-hari," jelas Ani.
Dampaknya terasa langsung di lapangan. Antrean pelanggan yang dulu bisa menumpuk kini bergerak lebih cepat. Penggunaan uang tunai berkurang drastis. Yang paling signifikan bagi Ani sebagai pengelola bisnis: pencatatan transaksi menjadi jauh lebih rapi dan transparan.
"Manfaat yang paling dirasakan adalah proses pembayaran menjadi lebih efisien, mengurangi penggunaan uang tunai, mempercepat antrean pelanggan, serta membantu pencatatan transaksi usaha menjadi lebih rapi dan transparan," tuturnya.
Menariknya, Dimsum Inmons hingga kini belum menggunakan Mesin DCA (Debit Card Acquiring) BRI; dan Ani tidak merasa itu sebagai kekurangan. QRIS, baginya, sudah menjawab kebutuhan transaksi di seluruh titik operasional. Ini justru menjadi bukti bahwa inovasi digital yang tepat sasaran tidak selalu harus kompleks. Bagi UMKM seperti Dimsum Inmons, satu kode QR sudah cukup untuk menggerakkan roda bisnis dengan efisien.
Apa yang membuat kisah digitalisasi Dimsum Inmons lebih utuh adalah kenyataan bahwa Ani tidak hanya berada di sisi penerima pembayaran. Dalam kesehariannya, ia juga aktif menggunakan aplikasi BRImo; dan memanfaatkan fitur QRIS untuk bertransaksi sebagai konsumen.
"Ya, secara personal saya juga menggunakan aplikasi BRImo dan cukup sering memanfaatkan fitur QRIS dalam aktivitas sehari-hari. Saya memilih BRImo karena aplikasinya praktis, mudah digunakan, dan membantu kebutuhan transaksi menjadi lebih cepat tanpa harus membawa uang tunai," ungkap Ani.
Posisi ganda ini (sebagai merchant sekaligus konsumen digital) membuat Ani memahami betul apa yang dibutuhkan dari sebuah ekosistem pembayaran yang baik: kecepatan, keamanan, dan kemudahan kontrol. Pengalaman itulah yang mendorongnya untuk terus konsisten menerapkan sistem cashless di seluruh lini bisnis Dimsum Inmons.
Suara dari Gang Sempit

Setelah hampir satu dekade bertumbuh bersama ekosistem BRI (dari Rumah BUMN, BRIncubator, merchant QRIS, hingga BRImo) Ani memiliki harapan yang jelas untuk perjalanan ke depan.
"Ke depannya, kami berharap inovasi digital dari BRI terus berkembang, khususnya dalam mendukung UMKM agar semakin mudah mengelola transaksi, laporan penjualan, hingga integrasi dengan sistem bisnis yang lebih modern," ujarnya.
Ia juga menyuarakan kebutuhan yang lebih spesifik: kemudahan penggunaan alat, kecepatan settlement, dan yang tidak kalah penting—program pendampingan digital yang berkelanjutan untuk pelaku usaha lokal.
Harapan itu sejalan dengan visi jangka panjang yang sudah ia canangkan untuk Dimsum Inmons sendiri.
"Secara personal, mungkin untuk 5 tahun ke depan, saya ingin B2B tidak hanya di Bandung, inginnya ada spot agent yang merambah sampai luar Bandung Raya," pungkas Ani.

Dari gang sempit yang dulu hanya dihidupi satu pemain dimsum, kini telah berdiri sekitar 38 kompetitor di kawasan yang sama. Tapi Ani tidak gentar dan justru ia melihat kompetitor sebagai sinyal bahwa pasar terus tumbuh, dan tugasnya adalah memastikan Dimsum Inmons tetap menjadi supplier pilihan yang tak tergantikan.
Untuk sampai ke sana, produk yang enak saja tidak cukup. Perlu ekosistem yang tepat, termasuk ekosistem digital perbankan yang selama ini diam-diam menjadi salah satu pilar pertumbuhan Dimsum Inmons dari Cicadas ke pasar nasional. (*)
