Suara QRIS di Gang Sempit yang Menemani Dimsum Inmons Raup Omzet Rp350 Juta

Aris Abdulsalam
Ditulis oleh Aris Abdulsalam diterbitkan Rabu 20 Mei 2026, 20:38 WIB
Ani Andriyani (baju merah; pemilik Dimsum Inmons) bersama para karyawannya. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Aris Abdulsalam)

Ani Andriyani (baju merah; pemilik Dimsum Inmons) bersama para karyawannya. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Aris Abdulsalam)

AYOBANDUNG.ID Di Jalan Asep Berlian, Cicadas, Kota Bandung, tempat Dimsum Inmons membuka store, terlihat beberapa driver ojol sedang menunggu pesanan untuk diantar (12/5/2026). Ramainya terkontrol, mereka datang dan pergi tanpa berlama-lama duduk santai.

Dulu, Ani Andriyani (pemilik Dimsum Inmons) khawatir driver ojek online terlalu lama nongkrong antre pesanan di depan rumahnya. Kini, transaksi di gerai-gerainya mengalir rapi, cashless, cepat, dan tercatat otomatis, berkat adopsi pembayaran digital yang ia pilih sejak usahanya mulai berkembang.

Di balik pertumbuhan Dimsum Inmons dari UMKM rumahan menjadi brand dengan omzet tidak kurang dari Rp 350 juta per bulan dan enam gerai aktif, ada peran ekosistem digital perbankan yang jarang disebut dalam sorotan media.

***

Perkenalan Ani dengan ekosistem BRI tidak hanya seputar produk perbankan. Selain membuka rekening bisnis atau memasang stiker QRIS di gerai, Ani juga bertemu komunitas sesama pelaku UMKM di Rumah BUMN Bandung, program pelatihan yang dikelola BRI untuk mendampingi usaha kecil tumbuh secara terstruktur.

Di sanalah fondasi bisnis Dimsum Inmons dibangun ulang dengan lebih kokoh. Ani belajar manajemen SDM, perencanaan keuangan, hingga strategi pemasaran digital, ilmu yang sebelumnya ia pelajari secara otodidak sambil berdagang.

"Di Rumah BUMN Bandung saat itu yang paling saya pelajari ialah masalah SDM, finance, terus juga tentang digital marketing, dan itu kan semuanya terpakai ilmunya untuk wirausaha," ujar Ani.

Pendampingan itu kemudian berlanjut ke jenjang yang lebih kompetitif. Ani mendaftarkan diri ke program BRIncubator Batch 2, program inkubasi intensif BRI yang mempertemukan pelaku UMKM terpilih dengan mentor bisnis berpengalaman. Dari sekitar 300 pendaftar, Dimsum Inmons berhasil masuk ke dalam 50 besar, dan pada 2023 keluar sebagai Juara 1 BRIncubator.

"Setelah itu ada BRIncubator, kita juara 1, dan kita dilihat banget oleh BRI sebagai UMKM yang sustain, yang kemudian kita dibawa oleh mereka ke berbagai event. Paling terasa dari manfaat program dan acara BRI ini lebih ke branding produk dan personal branding. Dari situ kita mulai scale up," sambungnya.

Momentum itu menjadi titik balik. Dimsum Inmons yang sebelumnya bertumpu pada jaringan reseller dan media sosial, mulai mendapat eksposur yang jauh lebih luas; dan bersamaan dengan itu, kebutuhan terhadap sistem transaksi yang lebih modern pun semakin mendesak.

Stiker Kecil, Dampak yang Besar

Sampel menu Dimsum Inmons. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Aris Abdulsalam)
Sampel menu Dimsum Inmons. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Aris Abdulsalam)

Memasuki fase ekspansi, Dimsum Inmons memilih merchant QRIS BRI sebagai tulang punggung sistem pembayaran di seluruh gerainya. Bukan keputusan yang dibuat asal-asalan.

"Kami memilih QRIS BRI karena proses transaksinya praktis, cepat, dan mudah digunakan baik oleh tim operasional maupun pelanggan. Selain itu, jaringan dan layanan BRI yang luas membuat kami merasa lebih nyaman dan terpercaya dalam mendukung transaksi usaha sehari-hari," jelas Ani.

Dampaknya terasa langsung di lapangan. Antrean pelanggan yang dulu bisa menumpuk kini bergerak lebih cepat. Penggunaan uang tunai berkurang drastis. Yang paling signifikan bagi Ani sebagai pengelola bisnis: pencatatan transaksi menjadi jauh lebih rapi dan transparan.

"Manfaat yang paling dirasakan adalah proses pembayaran menjadi lebih efisien, mengurangi penggunaan uang tunai, mempercepat antrean pelanggan, serta membantu pencatatan transaksi usaha menjadi lebih rapi dan transparan," tuturnya.

Menariknya, Dimsum Inmons hingga kini belum menggunakan Mesin DCA (Debit Card Acquiring) BRI; dan Ani tidak merasa itu sebagai kekurangan. QRIS, baginya, sudah menjawab kebutuhan transaksi di seluruh titik operasional. Ini justru menjadi bukti bahwa inovasi digital yang tepat sasaran tidak selalu harus kompleks. Bagi UMKM seperti Dimsum Inmons, satu kode QR sudah cukup untuk menggerakkan roda bisnis dengan efisien.

Apa yang membuat kisah digitalisasi Dimsum Inmons lebih utuh adalah kenyataan bahwa Ani tidak hanya berada di sisi penerima pembayaran. Dalam kesehariannya, ia juga aktif menggunakan aplikasi BRImo; dan memanfaatkan fitur QRIS untuk bertransaksi sebagai konsumen.

"Ya, secara personal saya juga menggunakan aplikasi BRImo dan cukup sering memanfaatkan fitur QRIS dalam aktivitas sehari-hari. Saya memilih BRImo karena aplikasinya praktis, mudah digunakan, dan membantu kebutuhan transaksi menjadi lebih cepat tanpa harus membawa uang tunai," ungkap Ani.

Posisi ganda ini (sebagai merchant sekaligus konsumen digital) membuat Ani memahami betul apa yang dibutuhkan dari sebuah ekosistem pembayaran yang baik: kecepatan, keamanan, dan kemudahan kontrol. Pengalaman itulah yang mendorongnya untuk terus konsisten menerapkan sistem cashless di seluruh lini bisnis Dimsum Inmons.

Suara dari Gang Sempit

Ani Andriyani, pemilik Dimsum Inmons, UMKM asal Kota Bandung yang lahir dari sebuah gang kecil Cicadas. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Aris Abdulsalam)
Ani Andriyani, pemilik Dimsum Inmons, UMKM asal Kota Bandung yang lahir dari sebuah gang kecil Cicadas. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Aris Abdulsalam)

Setelah hampir satu dekade bertumbuh bersama ekosistem BRI (dari Rumah BUMN, BRIncubator, merchant QRIS, hingga BRImo) Ani memiliki harapan yang jelas untuk perjalanan ke depan.

"Ke depannya, kami berharap inovasi digital dari BRI terus berkembang, khususnya dalam mendukung UMKM agar semakin mudah mengelola transaksi, laporan penjualan, hingga integrasi dengan sistem bisnis yang lebih modern," ujarnya.

Ia juga menyuarakan kebutuhan yang lebih spesifik: kemudahan penggunaan alat, kecepatan settlement, dan yang tidak kalah penting—program pendampingan digital yang berkelanjutan untuk pelaku usaha lokal.

Harapan itu sejalan dengan visi jangka panjang yang sudah ia canangkan untuk Dimsum Inmons sendiri.

"Secara personal, mungkin untuk 5 tahun ke depan, saya ingin B2B tidak hanya di Bandung, inginnya ada spot agent yang merambah sampai luar Bandung Raya," pungkas Ani.

Dari gang sempit yang dulu hanya dihidupi satu pemain dimsum, kini telah berdiri sekitar 38 kompetitor di kawasan yang sama. Tapi Ani tidak gentar dan justru ia melihat kompetitor sebagai sinyal bahwa pasar terus tumbuh, dan tugasnya adalah memastikan Dimsum Inmons tetap menjadi supplier pilihan yang tak tergantikan.

Untuk sampai ke sana, produk yang enak saja tidak cukup. Perlu ekosistem yang tepat, termasuk ekosistem digital perbankan yang selama ini diam-diam menjadi salah satu pilar pertumbuhan Dimsum Inmons dari Cicadas ke pasar nasional. (*)

Artikel Rekomendasi Untuk Anda

Berita Terkait

News Update

Ayo Biz 20 Mei 2026, 20:38

Suara QRIS di Gang Sempit yang Menemani Dimsum Inmons Raup Omzet Rp350 Juta

Dimsum Inmons dari UMKM rumahan menjadi brand dengan omzet tidak kurang dari Rp 350 juta per bulan.

Ani Andriyani (baju merah; pemilik Dimsum Inmons) bersama para karyawannya. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Aris Abdulsalam)
Ayo Biz 20 Mei 2026, 19:54

Perjalanan Dimsum Inmons dari Gang Sempit Cicadas ke Pasar Nasional

Dimsum Inmons, UMKM asal Kota Bandung yang lahir dari sebuah gang kecil, membuktikan bahwa konsistensi dan inovasi bisa mengantarkan produk lokal ke pasar yang jauh lebih luas.

Ani Andriyani, pemilik Dimsum Inmons, UMKM asal Kota Bandung yang lahir dari sebuah gang kecil Cicadas. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Aris Abdulsalam)
Linimasa 20 Mei 2026, 17:59

Cerita Iwong, Bobotoh yang Hidupkan Legenda Persib Lewat Patung Resin

Kisah Iwong, bobotoh asal Bandung yang membuat patung Bojan Hodak, Jajang Nurjaman, hingga Umuh Muhtar.

Iwong, Bobotoh Persib yang membuat patung Bojan Hodak, Jajang Nurjaman, Indra Tohir dan Umuh Muhtar. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 20 Mei 2026, 17:34

Bertahan di Dunia Praktisi yang Membedakan Mahasiswa Berdasarkan Alamamater

Almamater bukan salah satu tolak ukur bagi kualitas seorang mahasiswa.

Almamater bukan salah satu tolak ukur bagi kualitas seorang mahasiswa. Sehingga memberikan kesempatan yang sama dalam hal belajar adalah hak yang harus diberikan secara penuh tanpa membeda-bedakan. (Sumber: Sumber Gambar: Ilustrasi AI)
Ayo Netizen 20 Mei 2026, 15:21

Profil Dr. Dewi Turgarini: Pionir Wisata Gastronomi dan Pelestari Warisan Budaya Indonesia

Dalam diskursus pariwisata kontemporer di Indonesia, Dr. Dewi Turgarini, S.S., MM.Par., berdiri sebagai figur sentral yang mendefinisikan ulang makna kuliner tradisional.

Dr. Dewi Turgarini, S.S., MM.Par., figur sentral yang mendefinisikan ulang makna kuliner tradisional. (Sumber: UPI)
Ayo Netizen 20 Mei 2026, 11:38

Inflasi Mengganas: Pilih Menabung Sampai Bonyok atau Berutang Biar Jadi Bos?

Memegang uang tunai terlalu lama di dalam tabungan adalah sebuah kerugian karena nilainya menyusut.

Ilustrasi uang tunai rupiah. (Sumber: Pexels/Defrino Maasy)
Ayo Netizen 20 Mei 2026, 10:13

Hadiah Kecil untuk Lembang (Lembangku Sayang, Lembangku Malang)

Untuk melahirkan rasa sayang dan kepedulian itu maka, marilah mengenal Lembang lebih dekat.

Para pemuda yang tergabung dalam komunitas pecinta budaya Lembang mengikuti tur sejarah Lembang untuk meningkatkan kesadaran para pemuda. (Sumber: Dokumentasi Indra Riyadi)
Beranda 20 Mei 2026, 09:39

Menjaga Damai dan Bahagia para Oma hingga Tuhan Memanggilnya

Panti Nazareth di Bandung bukan sekadar tempat tinggal lansia, tetapi ruang untuk menemani para oma menjalani masa tua dengan hangat.

Yunanth, staf administrasi dan bagian umum di Panti Nazareth. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)
Ayo Netizen 20 Mei 2026, 08:51

Molornya Acara Nobar 'Pesta Babi': Pilih Bertahan atau Pergi

Untuk peduli dan mengajak banyak orang peduli dengan isu-isu krusial dan besar.

Bagaimana mungkin kita mengajak orang lain untuk peduli kepada mereka yang diperlakukan semena-mena. Sementara dengan orang terdekat kita tidak peduli dengan waktunya. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)
Wisata & Kuliner 20 Mei 2026, 05:35

Tamasya ke Pantai Pasir Putih Pangandaran, Surga Tersembunyi di Balik Hutan Pananjung

Tersembunyi di balik hutan Pananjung, Pantai Pasir Putih Pangandaran dikenal dengan air jernih, terumbu karang, dan suasana yang lebih sunyi.

Pantai Pasir Putih Pangandaran.
Wisata & Kuliner 20 Mei 2026, 03:00

Tamasya Bukit Strawberry Lembang, Bucket List Wisata Panorama Perbukitan di Bandung Barat

Panduan wisata Bukit Strawberry Lembang lengkap: tiket masuk, petik strawberry, wahana keluarga, glamping, kuliner, hingga waktu terbaik berkunjung.

Bukit Strawberry Lembang.
Ayo Netizen 19 Mei 2026, 20:05

Bertahan dari Stereotipe 'Perempuan Belum Menikah'

Seberdaya apapun seorang perempuan tapi jika belum menikah, mereka seringkali dianggap tidak cukup lengkap hidup di tengah masyarakat.

Ilustrasi perempuan. (Sumber: Pexels | Foto: Fanny Hariadi)
Ayo Netizen 19 Mei 2026, 17:52

Eksistensialisme Mahasiswa Zaman Now: Daya Nalar Mengikis, yang Penting Eksis!

Menurunnya daya nalar adalah lampu kuning bagi masa depan.

Ilustrasi mahasiswa. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Magang Foto/Habib Riyadhi A.S)
Wisata & Kuliner 19 Mei 2026, 17:35

Panduan Berkunjung ke Keraton Kanoman Cirebon, Jejak Kesultanan Zaman Baheula

Keraton Kanoman Cirebon menawarkan wisata sejarah, museum pusaka, dan tradisi kesultanan yang masih bertahan di tengah hiruk-pikuk pasar kota tua.

Gedung Gajah Mungkur di kompleks Keraton Kanoman CIrebon. (Sumber: Wikimedia)
Beranda 19 Mei 2026, 16:25

Bagi Wagino, Menjaga Buku Sama Artinya dengan Menjaga Harapan Orang untuk Belajar

Di tengah budaya digital, Wagino M Putra tetap menjaga toko bukunya di Dipatiukur, Bandung, dan percaya membaca adalah pondasi penting bagi generasi muda.

Wagino M Putra tetap setia menjaga toko bukunya di Dipatiukur, Bandung, sambil meyakini bahwa buku tidak akan tergantikan oleh layar ponsel. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)
Ayo Biz 19 Mei 2026, 16:25

Digitalisasi yang Tanpa Sadar Mendongkrak Kenaikan Kelas UMKM Cikopi Mang Eko

Inilah sisi menarik lain dari Cikopi Mang Eko yang jarang diceritakan, tentang peran vital digitalisasi yang tanpa sadar telah mendongkrak 'UMKM Naik Kelas'.

Muchtar Koswara, pemiliki Cikopi Mang Eko,  di Jalan Golf Dalam, Arcamanik, Kota Bandung, (11/5/2026). (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Aris Abdulsalam)
Ayo Netizen 19 Mei 2026, 15:27

Menolak Lupa Mei 98: Kini Indonesia Cemas akan Rupiah Kian Melorot

Jika pemerintah terus abai, krisis kepercayaan publik yang meruntuhkan Orde Baru bukan tidak mungkin akan terulang kembali.

Massa membakar kursi dan benda lainnya saat kerusuhan Mei 1998 di Jakarra. (Sumber: Publication of the Indonesian government without copyright notice)
Wisata & Kuliner 19 Mei 2026, 14:53

Panduan Jelajah Wisata Lembang Bandung, Iteneray Liburan Pilihan Destinasi Favorit

Jelajahi wisata favorit Lembang seperti Farmhouse, Floating Market, The Lodge Maribaya, hingga Curug Maribaya lengkap dengan tips waktu kunjungan terbaik.

Farmhouse Susu Lembang. (Sumber: Ayomedia | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ikon 19 Mei 2026, 14:05

Jembatan BBS, Dari Muara Sampah Sampai Jadi Tempat Nongkrong

Jembatan BBS di Bandung Barat dikenal sebagai spot nongkrong estetik di atas Citarum, meski kawasan ini juga menjadi tempat penumpukan sampah.

Jembatan Babakan Sapan (BBS) di Bandung Barat. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 19 Mei 2026, 13:44

Dari Pesisir Lasem hingga Jadi Maestro Kuliner di Bandung: Mengenang Dedikasi Julie Sutarjana

Julie Sutarjana pernah melewati "masa sulit" perjuangan ekonomi di Bandung.

Julie Sutarjana. (Sumber: Instagram | Foto: kedainyonyarumah.bdg)