Bertahan dari Stereotipe 'Perempuan Belum Menikah'

3 menit baca
Dias Ashari
Ditulis oleh Dias Ashari diterbitkan
Ilustrasi perempuan. (Sumber: Pexels | Foto: Fanny Hariadi)
Ilustrasi perempuan. (Sumber: Pexels | Foto: Fanny Hariadi)

Ada hal yang seringkali membuat saya muak ketika harus bertemu dengan seseorang yang basa-basi dalam hidupnya hanya menanyakan kapan nikah ?

Ini terjadi beberapa kali kepada saya dan mungkin banyak juga perempuan lainnya yang merasakan atau mendapatkan perlakuan yang sama dari orang-orang sekitarnya.

Seorang pria menjelang usia 50 tahun, berprofesi sebagai driver ojol dan punya hubungan kerabat karena saudaranya menikah dengan kakak saya. Dari sekian orang yang dianggapnya keluarga -- Jujur saya paling malas jika harus bertemu dengan orang ini. Ada pepatah mengatakan " Kita akan diuji dengan hal-hal yang kita tidak sukai", mungkin kadang terasa relate karena alih-alih tidak mau bertemu justru semesta kadang mempertemukan saya dengan orang tersebut ketika sesekali memerlukan jasa ojek online.

Saya selalu merasa aneh ketika seorang perempuan yang belum menikah seolah membuat keresahan bagi sebagian masyarakat sampai harus mengurusi hal-hal yang bersifat pribadi. Sementara perempuan yang hamil di luar nikah lebih dianggap dan dinormalisasi bahwa hal tersebut wajar terjadi di kalangan anak muda.

Saya pikir dengan tinggal di Kota Bandung-- pemikiran masyarakatnya bisa lebih modern dan moderat tapi sepertinya ekspektasi saya yang terlalu jauh. Kegiatan basa-basi memang lumrah dilakukan oleh budaya timur. Namun saya rasa dari dulu hingga sekarang basa-basinya tidak pernah berkembang karena selalu mengurusi hal-hal yang bersifat terlalu pribadi. Sementara untuk urusan kenegaraan yang efeknya justru bisa saja merugikan banyak orang -- mereka abai membicarakan hal tersebut.

Perempuan yang dianggap sudah cukup umur tapi belum menikah selalu dinilai kurang lengkap kehidupannya oleh sebagian besar masyarakat. Tidak peduli bagaimana perempuan tersebut berkarya dan berkontribusi baik dalam bidang pendidikan, sosial, ekonomi juga kesehatan. Tidak peduli perempuan itu melanjutkan pendidikan tinggi demi keluar dari kemiskinan atau berusaha memperbaiki kualitas bangsanya.

Semua pencapaian itu hilang sudah hanya karena perempuan tersebut belum menikah. Bahkan saya pernah menemui seorang pasangan yang sudah menikah bertahun-tahun tapi belum diberikan momongan. Anehnya orang tersebut justru terus bertanya dan seolah memaksa agar saya cepat menikah. Padahal jika konteksnya dibalikkan dan saya menanyakan kembali kapan kamu punya anak ? saya kira orang tersebut tidak hanya marah tapi bisa saja mengumpat saya.

Hidup dan bertahan menjadi perempuan memang tidak mudah karena terlalu banyak tuntutan dari masyarakat. Anak perempuan harus feminime, anak perempuan harus belajar masak, anak perempuan tidak boleh menyatakan pendapatnya, anak perempuan tidak boleh merantau, perempuan harus menikah secepatnya, perempuan harus segera memiliki anak, perempuan harus mengurus suaminya, perempuan harus menjaga anaknya dari marabahaya, perempuan harus cantik dan berdandan untuk suaminya, perempuan harus memberikan pelayanan terbaik agar suaminya tidak selingkuh, perempuan tidak boleh banyak bicara, perempuan tidak boleh berpendidikan tinggi, perempuan harus menurut, perempuan gak boleh keluar malam-malam meski kegiatan yang dilakukan positif, perempuan cukup diam saja di rumah dan masih banyak definisi dan tuntutat bagi kaum perempuan yang tidak cukup dibahas dalam artikel ini.

Yang jelas perempuan harus tahu bahwa nilai diri mereka tidak ditentukan hanya berdasarkan status. Perempuan bisa berdaya karena membantu perekonomian keluarga, perempuan bisa pandai dan berdampak dengan meraih cita-citanya. Perempuan bisa aktif dilingkungan untuk pemberdayaan masyarakat lainnya. Masih banyak value lainnya yang justru menjadikan perempuan tidak hanya sebagai objek tapi subjek perubahan bahkan dari hal terkecil yang luput dari penglihatan masyarakat. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 09 Okt 2026, 20:18

Generasi Berempati Ekologis

Refleksi guru dalam isu darurat dampah di Bandung Raya.

Generasi berempati ekologis. (Sumber: GeminiAI)
Ayo Netizen 09 Okt 2026, 19:45

Pesantren dan Pluralitas Indonesia

Bagaimana kita melihat pesantren kini dalam pluralitas? Masyarakat tidak cukup hanya diajarkan untuk "toleran". Mereka perlu memahami mengapa perbedaan harus dihormati dan hidup bersama secara adil.

Ilustrasi santri yang sedang belajar di pesantren. (Sumber: Pexels/Mufid Majnun)
Ayo Netizen 09 Okt 2026, 18:38

Hidangan-Hidangan Nostalgia: Tanggung Jawab Bersama Melestarikan Warisan Kuliner Nusantara

Mari kita melangkahkan kaki lebih dalam untuk menjelajahi keunikan serta kekayaan rasa hidangan utama tradisional yang tersebar dari Sabang sampai Merauke.

Populer di Bandung sejak 1930, Colenak Tapai Pisang menyajikan perpaduan tapai singkong dan pisang tanduk panggang dengan saus gula merah kelapa, nikmat disantap hangat bersama teh panas. (Sumber: Dokumentasi Primarasa)
Ayo Netizen 09 Okt 2026, 18:04

Curug Putri Palutungan Terjun dari Atas Lava Gunung Gegerhalang

Gunung Gegerhalang itu ibu dari Gunung Cereme. Bila direkonstruksi, tinggi Gunung Gegerhalang itu diperkirakan mencapai 4.000 m dpl.

Dinding lembah di sisi timur Curug Putri, berupa susunan batutemplek, lava yang membeku dari aliran Gunung Gegerhalang peruode ke-2. (Foto: T Bachtia)
Ayo Netizen 09 Okt 2026, 17:35

UU Pelindungan Ketenagakerjaan: Mampukah Membuka Jalan bagi Gen Z?

Jika aturan memberikan perlindungan yang jelas sekaligus menciptakan kepastian hukum, perusahaan memiliki dasar yang lebih baik untuk menyusun rencana usaha dan perekrutan.

Harapan UU Pelindungan Ketenagakerjaan dan Nasib Gen Z. (Sumber: dok FSP LEM SPSI | Foto: Arif Minardi)
Ayo Netizen 09 Okt 2026, 16:45

Menyelisik Peristiwa ’65 dari Kacamata Seorang Anak 7 Tahun: Membaca Candik ala 1965

Candik Ala 1965 membuka cara membaca peristiwa 1965 melalui pengalaman seorang anak yang belum memahami sepenuhnya konflik politik di sekitarnya.

Buku "andik Ala 1965" karya Tinuk R. Yampolsky. (Foto: Nur Febri Putranto)
Ayo Netizen 09 Okt 2026, 15:32

Bandung dan Cirebon: Dua wilayah di Jawa Barat yang Memiliki Suhu Udara Berkebalikan

Bandung dan Cirebon merupakan dua kota yang berada dalam satu wilayah Jawa Barat tapi memiliki kondisi cuaca yang jauh berbeda

Dua kota yang masuk ke wilayah Jawa barat tapi memiliki cuaca yang berbeda. (Sumber: Generated AI)
Ayo Netizen 09 Okt 2026, 10:16

Kala Bandung Tua Perlu Belajar dari Bandung Muda

Bandung Tua perlu belajar dari Bandung muda. Bukan berarti setiap gagasan anak muda pasti benar. Juga bukan berarti generasi yang lebih tua harus menyerahkan kemudi begitu saja. 

Aktivitas lari yang jadi tren di Bandung kiwari. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 09 Okt 2026, 08:04

Jejak Rasa di Tanah Seberang: Sejarah, Adaptasi, dan Evolusi Kuliner Jawa di Suriname

Migrasi besar-besaran tenaga kerja dari Jawa ke Suriname terjadi pada akhir abad ke-19 hingga awal abad ke-20.

Sebuah foto yang memperlihatkan seorang perempuan Jawa di Suriname sedang menyiapkan hidangan ala Jawa untuk sebuah perjamuan. (Sumber: collectie.wereldmuseum.nl)
Ayo Netizen 09 Okt 2026, 07:43

Masa Depan Bandung Command Center: Dari Monitor ke Otak Kota

BCC masa depan idealnya mempunyai tiga lapisan. Pertama, IoT menjadi mata dan telinga kota. Kedua, AI menjadi mesin analisisnya. Ketiga, manusia tetap menjadi pengambil keputusan.

Ruang utama Bandung Command Center (BCC). (Sumber: sumber: Bandung.go.id)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 19:14

Ketika Keamanan Pangan Kota Bandung Diuji Kasus 88 Seoul

Momentum untuk melihat kembali bagaimana keamanan pangan dan perlindungan konsumen diterapkan dalam industri kuliner Kota Bandung yang terus berkembang.

Ilustrasi Walikota Bandung sedang sidak keamanan pangan. (Sumber: ilustrasi dikreasi dengan chatgpt | Foto: Sri Maryati)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 18:13

Bagaimana Menjadikan Kota Bandung sebagai Sentra Batik Utama di Jawa Barat

Bandung berpotensi menjadi sentra batik utama Jawa Barat. Melalui inovasi motif modern, penguatan pengrajin lokal dan dukungan festival budaya, batik Bandung siap mendominia pasar lokal dan global.

Damakara Store di Cihapit. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Rizma Riyandi)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 17:43

Khazanah Masakan Bogor Tempo Doeloe: Warisan Gastronomi Leluhur yang Kian Langka

Kuliner Bogor tempo doeloe adalah bagian tak terpisahkan dari identitas budaya Sunda dan kekayaan gastronomi Nusantara.

Cungkring merupakan sajian khas Bogor berupa sate kulit sapi yang dibalut gurihnya bumbu rempah dan kacang. (Sumber: Youtube | Foto: Dyodoran)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 16:17

Mang Jaya, Maestro Dongeng Sunda yang Melintasi Zaman

Lebih dari setengah abad Mang Jaya menjaga dongeng dan bahasa Sunda tetap hidup melalui kekuatan suara dan imajinasi.

Sosok Mang Jaya, maestro dongeng Sunda yang telah puluhan tahun menghidupkan tradisi mendongeng dan memperkenalkan kekayaan cerita Sunda kepada lintas generasi. (Sumber: Istimewa)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 15:46

Memaknai Kembali Bandung Heritage

Ada sudut-sudut kota Bandung yang menyimpan cerita sejarah tapi tergerus oleh waktu. Bandung bukan hanya kota arsitektur, tapi juga tempat bahasa Sunda dicetak, dibaca dan disebarluaskan.

Gedung peninggalan Era Kolonial di Kota Bandung. (Sumber: Pexels | Foto: Andaru Firmansyah)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 13:10

Bandung Tak Bisa Hanya Diurus lewat 'PowerPoint'

Bandung tidak perlu menciptakan sejarah baru. Sejarahnya sudah ada. Yang dibutuhkan adalah menghubungkan titik-titik sejarah yang selama ini berdiri sendiri.

Salah satu sudut kawasan heritage Braga. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Arif Ruhiyat)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 12:18

Masakan-Masakan Tionghoa Populer dalam Buku 'Masakan Aneka Warna' (1969)

Buku berjudul Masakan Aneka Warna disusun oleh Ny. W.J. Corputty dan Nn. Ong Kim Nio (yang juga ditulis sebagai Ibu Satrio Samuel).

Buku berjudul "Masakan Aneka Warna" disusun oleh Ny. W.J. Corputty dan Nn. Ong Kim Nio dan diterbitkan pertama kali oleh PN Balai Pustaka tahun 1969. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Badiatul Muchlisin Asti)
Wisata & Kuliner 08 Okt 2026, 11:18

Perkedel Bondon, Pengisi Perut Masinis Hingga Tempat Mangkal Para Perempuan Malam di Bandung

Perkedel Bondon lahir dari kebutuhan akan panganan para pekerja kereta api di Kota Bandung yang hanya melayani pelanggannya pada malam hari.

warung perkede Bondon di Jalan Stasiun Timur Kota Bandung (ist)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 10:34

Menolong Tak Cukup dengan Peduli: Ketika Mental Tak Baik-Baik Saja

Tidak semua orang yang sedang berjuang dengan masalah mental berkata, “Saya butuh pertolongan.” Kadang, yang dibutuhkan hanyalah seseorang yang peka kalau saya sedang tidak baik-baik saja.

Pembukaan Program Psikoedukasi Kesehatan Mental Remaja Pusjar SKTAN Tahun 2026. (Sumber: Humas Pusjar SKTAN | Foto: Humas Pusjar SKTAN)
Sejarah 08 Okt 2026, 09:24

Pertumbuhan Penduduk dan Hilangnya Penampung Air di Bandung

Banyak daerah di Bandung yang menggunakan nama Situ. Istilah ini merujuk pada keberadaan sebuah danau di tempat tersebut. Seperti Situ Aksan, Situ Sudimampir dan Situ Gunting

Situ aksan pada zama dahulu.(foto Istimewa)