Bertahan dari Stereotipe 'Perempuan Belum Menikah'

3 menit baca
Dias Ashari
Ditulis oleh Dias Ashari diterbitkan Selasa 19 Mei 2026, 20:05 WIB
Ilustrasi perempuan. (Sumber: Pexels | Foto: Fanny Hariadi)

Ilustrasi perempuan. (Sumber: Pexels | Foto: Fanny Hariadi)

Ada hal yang seringkali membuat saya muak ketika harus bertemu dengan seseorang yang basa-basi dalam hidupnya hanya menanyakan kapan nikah ?

Ini terjadi beberapa kali kepada saya dan mungkin banyak juga perempuan lainnya yang merasakan atau mendapatkan perlakuan yang sama dari orang-orang sekitarnya.

Seorang pria menjelang usia 50 tahun, berprofesi sebagai driver ojol dan punya hubungan kerabat karena saudaranya menikah dengan kakak saya. Dari sekian orang yang dianggapnya keluarga -- Jujur saya paling malas jika harus bertemu dengan orang ini. Ada pepatah mengatakan " Kita akan diuji dengan hal-hal yang kita tidak sukai", mungkin kadang terasa relate karena alih-alih tidak mau bertemu justru semesta kadang mempertemukan saya dengan orang tersebut ketika sesekali memerlukan jasa ojek online.

Saya selalu merasa aneh ketika seorang perempuan yang belum menikah seolah membuat keresahan bagi sebagian masyarakat sampai harus mengurusi hal-hal yang bersifat pribadi. Sementara perempuan yang hamil di luar nikah lebih dianggap dan dinormalisasi bahwa hal tersebut wajar terjadi di kalangan anak muda.

Saya pikir dengan tinggal di Kota Bandung-- pemikiran masyarakatnya bisa lebih modern dan moderat tapi sepertinya ekspektasi saya yang terlalu jauh. Kegiatan basa-basi memang lumrah dilakukan oleh budaya timur. Namun saya rasa dari dulu hingga sekarang basa-basinya tidak pernah berkembang karena selalu mengurusi hal-hal yang bersifat terlalu pribadi. Sementara untuk urusan kenegaraan yang efeknya justru bisa saja merugikan banyak orang -- mereka abai membicarakan hal tersebut.

Perempuan yang dianggap sudah cukup umur tapi belum menikah selalu dinilai kurang lengkap kehidupannya oleh sebagian besar masyarakat. Tidak peduli bagaimana perempuan tersebut berkarya dan berkontribusi baik dalam bidang pendidikan, sosial, ekonomi juga kesehatan. Tidak peduli perempuan itu melanjutkan pendidikan tinggi demi keluar dari kemiskinan atau berusaha memperbaiki kualitas bangsanya.

Semua pencapaian itu hilang sudah hanya karena perempuan tersebut belum menikah. Bahkan saya pernah menemui seorang pasangan yang sudah menikah bertahun-tahun tapi belum diberikan momongan. Anehnya orang tersebut justru terus bertanya dan seolah memaksa agar saya cepat menikah. Padahal jika konteksnya dibalikkan dan saya menanyakan kembali kapan kamu punya anak ? saya kira orang tersebut tidak hanya marah tapi bisa saja mengumpat saya.

Hidup dan bertahan menjadi perempuan memang tidak mudah karena terlalu banyak tuntutan dari masyarakat. Anak perempuan harus feminime, anak perempuan harus belajar masak, anak perempuan tidak boleh menyatakan pendapatnya, anak perempuan tidak boleh merantau, perempuan harus menikah secepatnya, perempuan harus segera memiliki anak, perempuan harus mengurus suaminya, perempuan harus menjaga anaknya dari marabahaya, perempuan harus cantik dan berdandan untuk suaminya, perempuan harus memberikan pelayanan terbaik agar suaminya tidak selingkuh, perempuan tidak boleh banyak bicara, perempuan tidak boleh berpendidikan tinggi, perempuan harus menurut, perempuan gak boleh keluar malam-malam meski kegiatan yang dilakukan positif, perempuan cukup diam saja di rumah dan masih banyak definisi dan tuntutat bagi kaum perempuan yang tidak cukup dibahas dalam artikel ini.

Yang jelas perempuan harus tahu bahwa nilai diri mereka tidak ditentukan hanya berdasarkan status. Perempuan bisa berdaya karena membantu perekonomian keluarga, perempuan bisa pandai dan berdampak dengan meraih cita-citanya. Perempuan bisa aktif dilingkungan untuk pemberdayaan masyarakat lainnya. Masih banyak value lainnya yang justru menjadikan perempuan tidak hanya sebagai objek tapi subjek perubahan bahkan dari hal terkecil yang luput dari penglihatan masyarakat. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Dias Ashari
Tentang Dias Ashari
Menjadi Penulis, Keliling Dunia dan Hidup Damai Seterusnya...

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 16 Jun 2026, 11:04

Karya Purbakala di Hari Purbakala: Sambung Menyambung Tentang Kota Bandung

Karya-karya mahasiswa arkeologi tentang Kota Bandung

Sebuah gua alami yang menyimpan situs purbakala, Gua Pawon. (Sumber: Wikimedia Commons | Foto: Nuryahya64)
Ayo Netizen 16 Jun 2026, 09:31

Mengenang Ny. Liem: Maestro Boga dari Kota Kembang dan Legacy di Industri Tata Boga Indonesia

Ny. Liem menempati posisi penting sebagai pionir yang menetapkan standar emas dalam seni pembuatan kue dan pastry.

Produk kemasan dari toko Ny. Liem di Jln. Naripan No.52, Kb. Pisang, Kec. Sumur Bandung, Kota Bandung. (Sumber: Google Maps Review | Foto: Elvita Yuli)
Ayo Netizen 16 Jun 2026, 09:19

Peran para Pendukung Tim Lokal di Kota Bandung Terhadap Keberlangsungan Persib

Menelaah faktor keberhasilan Maung Bandung pada periode terbaru di era sepakbola modern.

Ribuan bobotoh memadati Stadion Gelora Bandung Lautan Api, Kota Bandung, Kamis 7 Mei 2026. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 16 Jun 2026, 08:40

Biaya Parkir: Faktor Kecil yang Ternyata Menentukan Pilihan Kita Saat Belanja

Biaya parkir ternyata ikut menentukan pilihan tempat belanja kita. Kecil tapi berdampak besar pada persepsi, kepuasan, dan loyalitas konsumen.

Keputusan Konsumen untuk belanja goyah karena adanya parkir (Foto: muhammad yogi)
Bandung 15 Jun 2026, 21:16

Kolaborasi Bekali Kopi Bersama Petani Lembang Dorong Peningkatan Ekonomi dan Regenerasi Sektor Kopi

Bagi Bekali Kopi, fokus di lapangan tidak hanya tertuju pada kualitas produk tapi juga pada keberlanjutan sektor kopi yang menjadi perhatian penting.

Bagi Bekali Kopi, fokus di lapangan tidak hanya tertuju pada kualitas produk tapi juga pada keberlanjutan sektor kopi yang menjadi perhatian penting. (Sumber: Ayobiz.id | Foto: Iqbal Roem)
Ayo Biz 15 Jun 2026, 18:19

UMKM 'Jangan Cuma Dagang' untuk Berkembang, Belajar dari Perjalanan Bisnis Kebab Factory

Bagi Widya, Rumah BUMN Bandung bukan sekadar tempat pelatihan.

Widya Ratna Puspita, pemilik KebabFactory.id, di Jalan Kihiur 4, Cihapit, Kota Bandung, (5/6/2026). (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Aris Abdulsalam)
Ayo Netizen 15 Jun 2026, 17:27

Perjalanan Sate Maranggi sebagai Kuliner Khas Kabupaten Purwakarta

Lebih dari sekadar nilai gastronomi, Sate Maranggi mengandung nilai-nilai sosial sebagai pemersatu masyarakat Purwakarta.

Sate Maranggi khas Purwakarta (Sumber: Dokumentasi milik pribadi)
Wisata & Kuliner 15 Jun 2026, 16:44

Panduan Wisata Kuliner Empal Gentong Cirebon, Jejak Sejarah Kota Pelabuhan dalam Semangkuk Kuah

Kenali sejarah empal gentong Cirebon, perbedaannya dengan empal asem, rekomendasi warung legendaris, serta tips menikmati hidangan khas ini.

Empal gentong, kuliner khas Cirebon. (Sumber: Shutterstock)
Ayo Biz 15 Jun 2026, 16:40

Punya Varian Produk Tak Biasa, Kebab Factory Bisa Ekspor ke Malaysia dan Singapura berkat 'Ide Anak'

Perjalanan Kebab Factory, UMKM Kota Bandung yang terkenal dengan produk uniknya.

Kebab ice cream mellowberry, salah satu varian produk Kebab Faktory di Jalan Kihiur 4, Cihapit, Kota Bandung, (5/6/2026). (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Aris Abdulsalam)
Ayo Netizen 15 Jun 2026, 15:54

Wayang Wong: Kesenian Unik yang Mengganti Peran Boneka Menggunakan Manusia

Tentang wayang wong, salah satu kesenian tradisional Jawa yang menggabungkan tari, musik, dan drama.

Wayang Wong Ramayana. (Sumber: Arsip Nasional Republik Indonesia)
Ayo Netizen 15 Jun 2026, 13:17

Hijrah, Ubah, dan Arah

Hijrah digital bukanlah tentang meninggalkan teknologi, melainkan menjadikan teknologi sebagai jalan untuk mendekat pada nilai-nilai kebaikan.

Diskusi Film "Hijrah Digital" Ajak Mahasiswa Refleksi Literasi Digital dan Peran AI dalam Keberagamaan (Sumber: instagram @moeslimah_produktif)
Beranda 15 Jun 2026, 13:02

Jejak Ksatria di Gang Maksudi: Menjaga Amanah, Menghidupkan Nadi Ekonomi Negeri

Kisah Hasan, seorang kurir JNE di Bandung yang sempat dibegal saat berteduh karena hujan, namun kini sudah kembali bekerja berkat bantuan dari tempatnya bekerja.

Kepala Cabang Utama JNE Bandung Iyus Rustandi menyerahkan bantuan sepeda motor baru kepada Hasan sebagai bentuk nyata komitmen dan kepedulian perusahaan terhadap keselamatan karyawannya. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Arif Budianto)
Linimasa 15 Jun 2026, 12:58

Ketika Selisih Harga BBM Terasa Sampai Akhir Bulan

Kenaikan harga BBM non-subsidi membuat banyak pengendara memilih antre demi mendapatkan Pertalite.

Pengendara rela mengantre lebih panjang di SPBU setelah kenaikan harga BBM Pertamax. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Wisata & Kuliner 15 Jun 2026, 11:45

Itinerary Wisata Yogyakarta 1–2 Hari, Destinasi, Kuliner, dan Budget Lengkap

Jelajahi Yogyakarta berdasarkan pembagian kawasan wisata agar perjalanan lebih nyaman. Cocok untuk liburan singkat satu hingga dua hari.

Tugu Jogja, ikon Yogyakarta. (Sumber: Shutterstock)
Ayo Netizen 15 Jun 2026, 11:28

Dulu Pakai Ritual, Kini Pakai Kimia: Perubahan Praktik Bertani di Desa Pamoyanan

Perjalanan pertanian Desa Pamoyanan merekam pergeseran dari sistem kepercayaan Sunda Buhun menuju metode pertanian modern yang dianggap lebih efektif dan rasional.

Foto Hamparan sawah di Desa Pamoyanan, Cianjur Selatan, pada 21 Maret 2026. (Sumber: Dokumen Pribadi | Foto: Nadhil Ayudiya Az Zahra)
Ayo Netizen 15 Jun 2026, 09:59

Potensi Ulat Sutra Solusi Masalah Bahan Baku Industri Tekstil

Mengatasi krisis bahan baku industri tekstil dengan ulat sutra.

Industri rakyat berbasis benang sutra binaan Pertamina Geothermal Energy (PGE) Area Karaha di Desa Cipondok Kecamatan Sukaresik Kabupaten Tasikmalaya. (Foto: Humas PGE)
Beranda 15 Jun 2026, 09:46

Jejak Persib di Kota Bandung, Jalan-jalan Bobotoh Menyusuri Memori yang Nyaris Dilupakan

Bobotoh menyusuri jejak sejarah Persib di berbagai sudut Kota Bandung, mengungkap kisah, tempat, dan memori yang nyaris terlupakan oleh waktu.

Peserta Bobotoh Story Walk menyusuri jalanan Bandung sambil mendengarkan kisah-kisah yang membentuk sejarah Persib. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)
Linimasa 15 Jun 2026, 08:43

Layangan Adu, Hobi yang Tidak Lekang oleh Usia

Layangan adu tetap digemari lintas usia dan menjadi ruang silaturahmi para pehobinya.

Layangan adu, hobi yang tak mengenal usia. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 15 Jun 2026, 08:40

Sinergi Batalyon Pangan dengan Petani Mengatasi Deflasi Komoditas Pertanian

Eksistensi Yonif TP sebaiknya turut menyelesaikan masalah hilir komoditas pertanian hingga ke pasar induk atau pasar tradisional serta pasar modern.

Bimtek Ketahanan Pangan dan Peningkatan Kemampuan Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan (Yonif TP). (Foto: dok Puspen TNI)
Ayo Netizen 14 Jun 2026, 19:00

Di Era Digital Kita Hidup dalam Situasi Alone Together

Di era digital, kita telah terjebak dengan hubungan teknologi dalam berkoneksi dengan sesama.

Ilustrasi teknologi digital di sekitar generasi muda saat ini. (Sumber: Pexels/Ron Lach)