Mengapa Kasus Ban Truk Lepas Terus Berulang?

4 menit baca
Angga Marditama Sultan Sufanir
Ditulis oleh Angga Marditama Sultan Sufanir diterbitkan Selasa 19 Mei 2026, 09:11 WIB
Dua gerobak pedagang di Kawasan Simpang DAM, Kota Batam, hancur dihantam ban truk pengangkut tanah yang lepas pada Senin (30/6/2025). (Sumber: Youtube/Official UTV)

Dua gerobak pedagang di Kawasan Simpang DAM, Kota Batam, hancur dihantam ban truk pengangkut tanah yang lepas pada Senin (30/6/2025). (Sumber: Youtube/Official UTV)

Jalan raya semestinya menjadi ruang mobilitas yang aman bagi seluruh pengguna jalan. Namun dalam beberapa tahun terakhir, publik berulang kali disuguhi video maupun pemberitaan mengenai ban truk yang terlepas saat kendaraan sedang melaju. Sebagian kejadian berakhir tanpa korban, tetapi tidak sedikit pula yang memicu kecelakaan dan membahayakan pengguna jalan lain. Bahkan, dalam sejumlah kasus, ban truk yang terlepas dilaporkan menimpa pejalan kaki hingga menghantam gerobak pedagang, sehingga menimbulkan korban jiwa maupun kerugian materi.

Fenomena ini menunjukkan bahwa keselamatan kendaraan berat masih menjadi perhatian penting dalam sistem transportasi jalan di Indonesia. Ketika roda kendaraan berbobot besar terlepas di tengah lalu lintas, risikonya tidak hanya dirasakan oleh pengemudi truk, tetapi juga oleh masyarakat di sekitarnya.

Fenomena Ban Truk Lepas yang Terus Berulang

Kasus ban truk lepas telah terjadi di berbagai daerah dalam beberapa tahun terakhir dan menimbulkan risiko keselamatan yang serius. Pada Juni 2020, seorang pejalan kaki yang sedang berjalan di atas trotoar di Jalan Raya Taman, Sidoarjo, tewas seketika setelah tertimpa ban truk trailer yang terlepas. Peristiwa serupa juga terjadi pada 2021 ketika sebuah ban truk menggelinding di ruas Tol Jagorawi dan videonya ramai diperbincangkan di media sosial karena melaju tanpa kendali di tengah arus kendaraan. Kasus lain terjadi di wilayah Lasem, Jawa Tengah, saat roda trailer terlepas dan masuk ke jalur lalu lintas. Media otomotif menyebut salah satu dugaan penyebab insiden tersebut berkaitan dengan baut roda yang longgar akibat kurangnya pemeriksaan kendaraan secara berkala.

Peristiwa serupa kembali menjadi perhatian publik pada April 2026 di Jalur Pantura Arjawinangun, Cirebon. Ban belakang sebuah truk trailer terlepas dan menggelinding hingga menghantam sepeda motor. Rekaman CCTV kejadian tersebut kemudian menyebar luas di media sosial.

Berulangnya kejadian ini memperlihatkan bahwa persoalan keselamatan kendaraan berat perlu menjadi perhatian bersama. Kendaraan logistik memiliki peran penting dalam distribusi barang dan mendukung aktivitas ekonomi, tetapi kendaraan dengan dimensi dan beban besar juga membutuhkan pengawasan serta perawatan yang lebih ketat agar tetap aman saat beroperasi.

Mengapa Ban Truk Bisa Lepas Saat Melaju?

Secara teknis, roda kendaraan berat dapat terlepas akibat beberapa faktor yang saling berkaitan. Salah satu penyebab yang sering dibahas ialah baut roda yang kendur atau pemasangan roda yang tidak sesuai standar. Getaran kendaraan selama perjalanan dapat membuat baut pengikat mengalami perubahan posisi apabila tidak dipasang dengan baik.

Selain itu, kondisi operasional kendaraan logistik yang menempuh perjalanan jauh dengan muatan berat membuat komponen roda bekerja lebih keras dibanding kendaraan biasa. Ban, velg, bearing, maupun baut roda mengalami tekanan terus-menerus sehingga memerlukan pemeriksaan dan perawatan rutin.

Muatan berlebih atau overloading juga dapat meningkatkan tekanan pada sistem roda kendaraan. Dalam jangka panjang, kondisi tersebut berpotensi mempercepat keausan komponen dan meningkatkan risiko gangguan teknis apabila kendaraan tidak dirawat dengan optimal.

Faktor kondisi jalan turut memengaruhi. Jalan berlubang atau permukaan jalan yang tidak rata dapat menimbulkan benturan berulang pada sistem roda kendaraan berat. Jika komponen roda sudah mengalami keausan, tekanan tambahan dari kondisi jalan dapat memperbesar potensi kerusakan.

Di samping faktor teknis, pemeriksaan kendaraan sebelum perjalanan memiliki peran penting dalam pencegahan. Pemeriksaan sederhana seperti mengecek kekencangan baut roda, kondisi ban, maupun komponen pengikat dapat membantu mendeteksi potensi masalah lebih awal sebelum kendaraan beroperasi di jalan raya.

Apakah Berkaitan dengan Uji Berkala atau KIR?

Kasus ban truk lepas juga memunculkan pertanyaan mengenai peran uji berkala kendaraan atau uji KIR dalam menjaga keselamatan kendaraan berat. Pada dasarnya, uji berkala bertujuan memastikan kendaraan angkutan barang berada dalam kondisi laik jalan melalui pemeriksaan berbagai aspek teknis kendaraan.

Namun, kendaraan logistik beroperasi hampir setiap hari dengan jarak tempuh panjang dan beban kerja tinggi. Karena itu, kondisi kendaraan dapat berubah setelah pengujian dilakukan. Artinya, keselamatan kendaraan tidak hanya bergantung pada hasil uji berkala, tetapi juga pada konsistensi perawatan dan inspeksi rutin selama kendaraan digunakan.

Dalam konteks ban truk lepas, pemeriksaan harian menjadi sangat penting karena beberapa gangguan teknis dapat muncul sewaktu-waktu. Baut roda yang mulai kendur, bearing yang aus, atau kerusakan pada velg perlu segera dideteksi agar tidak berkembang menjadi risiko yang lebih besar di jalan.

Uji KIR tetap memiliki peran penting sebagai bagian dari sistem keselamatan transportasi jalan. Namun, efektivitasnya akan lebih optimal apabila didukung budaya keselamatan yang baik dari perusahaan angkutan, mekanik, maupun pengemudi kendaraan.

Keselamatan Jalan Menjadi Tanggung Jawab Bersama

Kasus ban truk lepas menunjukkan bahwa keselamatan jalan memerlukan perhatian dari berbagai pihak. Pemerintah memiliki peran dalam pengawasan dan penegakan standar keselamatan kendaraan, sementara perusahaan angkutan perlu memastikan armadanya dirawat dan diperiksa secara berkala.

Di sisi lain, pengemudi dan mekanik juga memegang peran penting dalam memastikan kondisi kendaraan tetap aman sebelum perjalanan dilakukan. Langkah-langkah pemeriksaan sederhana sering kali dapat membantu mencegah potensi gangguan teknis yang lebih serius.

Pada akhirnya, pembahasan mengenai ban truk lepas tidak seharusnya diarahkan untuk menyalahkan pihak tertentu. Fenomena ini lebih tepat dipandang sebagai pengingat bahwa keselamatan transportasi jalan membutuhkan kedisiplinan, perawatan kendaraan yang konsisten, serta kesadaran bersama agar risiko kecelakaan dapat diminimalkan. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Angga Marditama Sultan Sufanir
Asst. Professor of Transportation Engineering, Politeknik Negeri Bandung

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 16 Jun 2026, 13:10

Hak Siar Piala Dunia oleh TVRI, Ekonomi Nobar dan Pengembangan Konten Lokal

Potensi ekonomi nobar yang luar biasa, mesti dikelola lebih baik dengan berbagai kreativitas masyarakat. 

Suasana nonton bareng Piala Dunia 2026 di Taman Film, Kota Bandung (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Ananda Muhammad Firdaus)
Ayo Netizen 16 Jun 2026, 11:04

Karya Purbakala di Hari Purbakala: Sambung Menyambung Tentang Kota Bandung

Karya-karya mahasiswa arkeologi tentang Kota Bandung

Sebuah gua alami yang menyimpan situs purbakala, Gua Pawon. (Sumber: Wikimedia Commons | Foto: Nuryahya64)
Ayo Netizen 16 Jun 2026, 09:31

Mengenang Ny. Liem: Maestro Boga dari Kota Kembang dan Legacy di Industri Tata Boga Indonesia

Ny. Liem menempati posisi penting sebagai pionir yang menetapkan standar emas dalam seni pembuatan kue dan pastry.

Produk kemasan dari toko Ny. Liem di Jln. Naripan No.52, Kb. Pisang, Kec. Sumur Bandung, Kota Bandung. (Sumber: Google Maps Review | Foto: Elvita Yuli)
Ayo Netizen 16 Jun 2026, 09:19

Peran para Pendukung Tim Lokal di Kota Bandung Terhadap Keberlangsungan Persib

Menelaah faktor keberhasilan Maung Bandung pada periode terbaru di era sepakbola modern.

Ribuan bobotoh memadati Stadion Gelora Bandung Lautan Api, Kota Bandung, Kamis 7 Mei 2026. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 16 Jun 2026, 08:40

Biaya Parkir: Faktor Kecil yang Ternyata Menentukan Pilihan Kita Saat Belanja

Biaya parkir ternyata ikut menentukan pilihan tempat belanja kita. Kecil tapi berdampak besar pada persepsi, kepuasan, dan loyalitas konsumen.

Keputusan Konsumen untuk belanja goyah karena adanya parkir (Foto: muhammad yogi)
Bandung 15 Jun 2026, 21:16

Kolaborasi Bekali Kopi Bersama Petani Lembang Dorong Peningkatan Ekonomi dan Regenerasi Sektor Kopi

Bagi Bekali Kopi, fokus di lapangan tidak hanya tertuju pada kualitas produk tapi juga pada keberlanjutan sektor kopi yang menjadi perhatian penting.

Bagi Bekali Kopi, fokus di lapangan tidak hanya tertuju pada kualitas produk tapi juga pada keberlanjutan sektor kopi yang menjadi perhatian penting. (Sumber: Ayobiz.id | Foto: Iqbal Roem)
Ayo Biz 15 Jun 2026, 18:19

UMKM 'Jangan Cuma Dagang' untuk Berkembang, Belajar dari Perjalanan Bisnis Kebab Factory

Bagi Widya, Rumah BUMN Bandung bukan sekadar tempat pelatihan.

Widya Ratna Puspita, pemilik KebabFactory.id, di Jalan Kihiur 4, Cihapit, Kota Bandung, (5/6/2026). (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Aris Abdulsalam)
Ayo Netizen 15 Jun 2026, 17:27

Perjalanan Sate Maranggi sebagai Kuliner Khas Kabupaten Purwakarta

Lebih dari sekadar nilai gastronomi, Sate Maranggi mengandung nilai-nilai sosial sebagai pemersatu masyarakat Purwakarta.

Sate Maranggi khas Purwakarta (Sumber: Dokumentasi milik pribadi)
Wisata & Kuliner 15 Jun 2026, 16:44

Panduan Wisata Kuliner Empal Gentong Cirebon, Jejak Sejarah Kota Pelabuhan dalam Semangkuk Kuah

Kenali sejarah empal gentong Cirebon, perbedaannya dengan empal asem, rekomendasi warung legendaris, serta tips menikmati hidangan khas ini.

Empal gentong, kuliner khas Cirebon. (Sumber: Shutterstock)
Ayo Biz 15 Jun 2026, 16:40

Punya Varian Produk Tak Biasa, Kebab Factory Bisa Ekspor ke Malaysia dan Singapura berkat 'Ide Anak'

Perjalanan Kebab Factory, UMKM Kota Bandung yang terkenal dengan produk uniknya.

Kebab ice cream mellowberry, salah satu varian produk Kebab Faktory di Jalan Kihiur 4, Cihapit, Kota Bandung, (5/6/2026). (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Aris Abdulsalam)
Ayo Netizen 15 Jun 2026, 15:54

Wayang Wong: Kesenian Unik yang Mengganti Peran Boneka Menggunakan Manusia

Tentang wayang wong, salah satu kesenian tradisional Jawa yang menggabungkan tari, musik, dan drama.

Wayang Wong Ramayana. (Sumber: Arsip Nasional Republik Indonesia)
Ayo Netizen 15 Jun 2026, 13:17

Hijrah, Ubah, dan Arah

Hijrah digital bukanlah tentang meninggalkan teknologi, melainkan menjadikan teknologi sebagai jalan untuk mendekat pada nilai-nilai kebaikan.

Diskusi Film "Hijrah Digital" Ajak Mahasiswa Refleksi Literasi Digital dan Peran AI dalam Keberagamaan (Sumber: instagram @moeslimah_produktif)
Beranda 15 Jun 2026, 13:02

Jejak Ksatria di Gang Maksudi: Menjaga Amanah, Menghidupkan Nadi Ekonomi Negeri

Kisah Hasan, seorang kurir JNE di Bandung yang sempat dibegal saat berteduh karena hujan, namun kini sudah kembali bekerja berkat bantuan dari tempatnya bekerja.

Kepala Cabang Utama JNE Bandung Iyus Rustandi menyerahkan bantuan sepeda motor baru kepada Hasan sebagai bentuk nyata komitmen dan kepedulian perusahaan terhadap keselamatan karyawannya. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Arif Budianto)
Linimasa 15 Jun 2026, 12:58

Ketika Selisih Harga BBM Terasa Sampai Akhir Bulan

Kenaikan harga BBM non-subsidi membuat banyak pengendara memilih antre demi mendapatkan Pertalite.

Pengendara rela mengantre lebih panjang di SPBU setelah kenaikan harga BBM Pertamax. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Wisata & Kuliner 15 Jun 2026, 11:45

Itinerary Wisata Yogyakarta 1–2 Hari, Destinasi, Kuliner, dan Budget Lengkap

Jelajahi Yogyakarta berdasarkan pembagian kawasan wisata agar perjalanan lebih nyaman. Cocok untuk liburan singkat satu hingga dua hari.

Tugu Jogja, ikon Yogyakarta. (Sumber: Shutterstock)
Ayo Netizen 15 Jun 2026, 11:28

Dulu Pakai Ritual, Kini Pakai Kimia: Perubahan Praktik Bertani di Desa Pamoyanan

Perjalanan pertanian Desa Pamoyanan merekam pergeseran dari sistem kepercayaan Sunda Buhun menuju metode pertanian modern yang dianggap lebih efektif dan rasional.

Foto Hamparan sawah di Desa Pamoyanan, Cianjur Selatan, pada 21 Maret 2026. (Sumber: Dokumen Pribadi | Foto: Nadhil Ayudiya Az Zahra)
Ayo Netizen 15 Jun 2026, 09:59

Potensi Ulat Sutra Solusi Masalah Bahan Baku Industri Tekstil

Mengatasi krisis bahan baku industri tekstil dengan ulat sutra.

Industri rakyat berbasis benang sutra binaan Pertamina Geothermal Energy (PGE) Area Karaha di Desa Cipondok Kecamatan Sukaresik Kabupaten Tasikmalaya. (Foto: Humas PGE)
Beranda 15 Jun 2026, 09:46

Jejak Persib di Kota Bandung, Jalan-jalan Bobotoh Menyusuri Memori yang Nyaris Dilupakan

Bobotoh menyusuri jejak sejarah Persib di berbagai sudut Kota Bandung, mengungkap kisah, tempat, dan memori yang nyaris terlupakan oleh waktu.

Peserta Bobotoh Story Walk menyusuri jalanan Bandung sambil mendengarkan kisah-kisah yang membentuk sejarah Persib. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)
Linimasa 15 Jun 2026, 08:43

Layangan Adu, Hobi yang Tidak Lekang oleh Usia

Layangan adu tetap digemari lintas usia dan menjadi ruang silaturahmi para pehobinya.

Layangan adu, hobi yang tak mengenal usia. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 15 Jun 2026, 08:40

Sinergi Batalyon Pangan dengan Petani Mengatasi Deflasi Komoditas Pertanian

Eksistensi Yonif TP sebaiknya turut menyelesaikan masalah hilir komoditas pertanian hingga ke pasar induk atau pasar tradisional serta pasar modern.

Bimtek Ketahanan Pangan dan Peningkatan Kemampuan Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan (Yonif TP). (Foto: dok Puspen TNI)