Demi Anak dan Istri, Setiap Hari Mang Amir Ngegas Motornya ‘Membelah Subuh’ Jualan Bubur Ayam

3 menit baca
Dudung Ridwan
Ditulis oleh Dudung Ridwan diterbitkan Senin 18 Mei 2026, 19:00 WIB
Mang Amir terus mengais rezeki dengan nge-gas motor Honda Beatnya menjajakan bubur ayam keliling komplek. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dudung Ridwan)

Mang Amir terus mengais rezeki dengan nge-gas motor Honda Beatnya menjajakan bubur ayam keliling komplek. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dudung Ridwan)

MASIH ingat tulisan saya yang berkisah tentang Mang Amir, 63 tahun, penjual bubur ayam termurah sedunia--pake motor Beat--asal Nengkelan, Ciwidey? Kakek beranak 5 dan bercucu 3 itu setiap hari tak pernah lelah nge-gas motor Beatnya “membelah subuh Ciwidey yang dingin” untuk berjualan bubur ayam dan menyapa pelanggannya di Komplek Parahyangan Kencana (Parken) dang Sanggar Indah, Soreang.

Namun, suatu pekan, di ujung April 2026 yang masih ada hujan, hampir seminggu pedagang bubur yang ramah senyum itu tidak tampak di komplek kami. Warga pun bertanya-tanya, “Ka mana Si Abah teh nya? Hampir seminggu tidak keliatan. Geuring kitu?”

“Iya, ke mana ya? Bisi meninggal?” tanya warga yang lain.

Ya, warga merindukan suara “kentrengan” mangkuk yang dipukul sendok yang menjadi tanda kedatangan bubur ayam khasnya.

Setelah seminggu, Mang Amir muncul dengan balutan di kakinya.

“Ka mana wae, Bah, warga pada nararoskeun?” tanya saya.

“Oh, iya, saya jatuh dari motor, pulang jualan, pas keluar dari Mapolresta. Tadinya menghindari ditabrak orang.”

Naon nu karasa?”

“Kaki saya bengkak. Susah berjalan. Untung buburnya sudah habis.” 

Deudeuh teuing, Abah. Kenapa atuh sudah berjualan lagi? Kan jalannya masih tampak terpincang-pincang?” 

Maksakeun, Pak. Kalau tidak jualan, anak dan istri saya tidak makan.”

Ya, Mang Amir adalah seorang pedagang bubur ayam yang tidak berjualan di sekitar kampungnya. Justru ia memilih berjualan di Komplek Bumi Parahyangan Kencana dan Sanggar Indah di Kecamatan Cangkuang, yang jauhnya kurang lebih 12 kilometer dari rumah Mang Amir.

Hari masih gelap. Ciwidey yang dingin tidak menjadikannya menarik selimut untuk kembali tidur, tapi ia memilih nge-gas motor Honda Beatnya menurun melewati Pasir Jambu, melewati Sadu, melewati Soreang—demi menafkahi anak dan istrinya.

Pertanyaannya, mengapa ia tidak berjualan di sekitar Ciwidey atau mampir dulu di sekitar Pasir Jambu atau Soreang yang tempatnya kelewatan, Mang Amir. Kan lebih dekat biar gak capek?

“Ah, tidak. Setelah salat Subuh, saya langsung ke perumahan Parken ini. Tidak mampir dulu ke mana-mana. Saya sudah punya pelanggan di sini. Barangkali Allah sudah mengatur rezekiku harus dapat di sini,” katanya sambil melayani pembeli.

Pengakuan Mang Amir, ia sudah berjualan bubur ayam selama 25 tahun. “Tidak banyak, saya berjualan tiap hari hanya memasak 2,5 kilogram beras. Segitu, habis untuk pelanggannya di komplek Parken dan Sanggar Indah mulai dari pagi hingga jam sebelas atau dua belas siang. Sesudah itu, saya pulang kembali ke Ciwidey. Begitu usaha saya setiap hari,” katanya.

Tadinya saya jarang membeli bubur Ayam Mang Amir. Habis bau rokok. Sebab, si emangnya dulu melayani pembeli sambil merokok. Tapi, ia kini mengaku sudah berhenti merokok. “Sudah lama saya berhenti merokok. Sebab, rokok mahal, juga kadang ada pelanggan yang komplen buburnya bau rokok,” katanya.

Bukan tidak ingin ia menambah dan memperbanyak dagangannya, tapi ya sudah secukupnya saja. Asal ada untuk makan saya sudah cukup. Menurutnya, ia setiap hari bangun pukul 03.00 malam. Mulai memasak. Setelah salat Subuh, ia mulai berangkat dari Nengkelan Ciwidey ke Cangkuang menjajakan bubur ayam dengan memakai motor Honda Beat putihnya.

Tak mahal-mahal harga seporsi bubur ayam cukup dengan Rp5.000. “Kalau mau ditambah toping telor dan dua sate usus jadi Rp10.000,” katanya.

Mungkin ini bubur ayam Mang Amir ini bubur termurah se-dunia kata saya. Mang Amir hanya bisa ketawa. 

“Saya tak banyak mengambil untung. Asal ada untung dan cukup buat makan sehari-hari saja,” katanya lagi. 

Kami mengakhiri percakapan. Dan Mang Amir terus mengais rezeki dengan nge-gas motor Honda Beatnya menjajakan bubur ayam keliling komplek.  (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Dudung Ridwan
Tentang Dudung Ridwan
Jurnalis dan Pengamat Bulutangkis

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 16 Jun 2026, 13:10

Hak Siar Piala Dunia oleh TVRI, Ekonomi Nobar dan Pengembangan Konten Lokal

Potensi ekonomi nobar yang luar biasa, mesti dikelola lebih baik dengan berbagai kreativitas masyarakat. 

Suasana nonton bareng Piala Dunia 2026 di Taman Film, Kota Bandung (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Ananda Muhammad Firdaus)
Ayo Netizen 16 Jun 2026, 11:04

Karya Purbakala di Hari Purbakala: Sambung Menyambung Tentang Kota Bandung

Karya-karya mahasiswa arkeologi tentang Kota Bandung

Sebuah gua alami yang menyimpan situs purbakala, Gua Pawon. (Sumber: Wikimedia Commons | Foto: Nuryahya64)
Ayo Netizen 16 Jun 2026, 09:31

Mengenang Ny. Liem: Maestro Boga dari Kota Kembang dan Legacy di Industri Tata Boga Indonesia

Ny. Liem menempati posisi penting sebagai pionir yang menetapkan standar emas dalam seni pembuatan kue dan pastry.

Produk kemasan dari toko Ny. Liem di Jln. Naripan No.52, Kb. Pisang, Kec. Sumur Bandung, Kota Bandung. (Sumber: Google Maps Review | Foto: Elvita Yuli)
Ayo Netizen 16 Jun 2026, 09:19

Peran para Pendukung Tim Lokal di Kota Bandung Terhadap Keberlangsungan Persib

Menelaah faktor keberhasilan Maung Bandung pada periode terbaru di era sepakbola modern.

Ribuan bobotoh memadati Stadion Gelora Bandung Lautan Api, Kota Bandung, Kamis 7 Mei 2026. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 16 Jun 2026, 08:40

Biaya Parkir: Faktor Kecil yang Ternyata Menentukan Pilihan Kita Saat Belanja

Biaya parkir ternyata ikut menentukan pilihan tempat belanja kita. Kecil tapi berdampak besar pada persepsi, kepuasan, dan loyalitas konsumen.

Keputusan Konsumen untuk belanja goyah karena adanya parkir (Foto: muhammad yogi)
Bandung 15 Jun 2026, 21:16

Kolaborasi Bekali Kopi Bersama Petani Lembang Dorong Peningkatan Ekonomi dan Regenerasi Sektor Kopi

Bagi Bekali Kopi, fokus di lapangan tidak hanya tertuju pada kualitas produk tapi juga pada keberlanjutan sektor kopi yang menjadi perhatian penting.

Bagi Bekali Kopi, fokus di lapangan tidak hanya tertuju pada kualitas produk tapi juga pada keberlanjutan sektor kopi yang menjadi perhatian penting. (Sumber: Ayobiz.id | Foto: Iqbal Roem)
Ayo Biz 15 Jun 2026, 18:19

UMKM 'Jangan Cuma Dagang' untuk Berkembang, Belajar dari Perjalanan Bisnis Kebab Factory

Bagi Widya, Rumah BUMN Bandung bukan sekadar tempat pelatihan.

Widya Ratna Puspita, pemilik KebabFactory.id, di Jalan Kihiur 4, Cihapit, Kota Bandung, (5/6/2026). (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Aris Abdulsalam)
Ayo Netizen 15 Jun 2026, 17:27

Perjalanan Sate Maranggi sebagai Kuliner Khas Kabupaten Purwakarta

Lebih dari sekadar nilai gastronomi, Sate Maranggi mengandung nilai-nilai sosial sebagai pemersatu masyarakat Purwakarta.

Sate Maranggi khas Purwakarta (Sumber: Dokumentasi milik pribadi)
Wisata & Kuliner 15 Jun 2026, 16:44

Panduan Wisata Kuliner Empal Gentong Cirebon, Jejak Sejarah Kota Pelabuhan dalam Semangkuk Kuah

Kenali sejarah empal gentong Cirebon, perbedaannya dengan empal asem, rekomendasi warung legendaris, serta tips menikmati hidangan khas ini.

Empal gentong, kuliner khas Cirebon. (Sumber: Shutterstock)
Ayo Biz 15 Jun 2026, 16:40

Punya Varian Produk Tak Biasa, Kebab Factory Bisa Ekspor ke Malaysia dan Singapura berkat 'Ide Anak'

Perjalanan Kebab Factory, UMKM Kota Bandung yang terkenal dengan produk uniknya.

Kebab ice cream mellowberry, salah satu varian produk Kebab Faktory di Jalan Kihiur 4, Cihapit, Kota Bandung, (5/6/2026). (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Aris Abdulsalam)
Ayo Netizen 15 Jun 2026, 15:54

Wayang Wong: Kesenian Unik yang Mengganti Peran Boneka Menggunakan Manusia

Tentang wayang wong, salah satu kesenian tradisional Jawa yang menggabungkan tari, musik, dan drama.

Wayang Wong Ramayana. (Sumber: Arsip Nasional Republik Indonesia)
Ayo Netizen 15 Jun 2026, 13:17

Hijrah, Ubah, dan Arah

Hijrah digital bukanlah tentang meninggalkan teknologi, melainkan menjadikan teknologi sebagai jalan untuk mendekat pada nilai-nilai kebaikan.

Diskusi Film "Hijrah Digital" Ajak Mahasiswa Refleksi Literasi Digital dan Peran AI dalam Keberagamaan (Sumber: instagram @moeslimah_produktif)
Beranda 15 Jun 2026, 13:02

Jejak Ksatria di Gang Maksudi: Menjaga Amanah, Menghidupkan Nadi Ekonomi Negeri

Kisah Hasan, seorang kurir JNE di Bandung yang sempat dibegal saat berteduh karena hujan, namun kini sudah kembali bekerja berkat bantuan dari tempatnya bekerja.

Kepala Cabang Utama JNE Bandung Iyus Rustandi menyerahkan bantuan sepeda motor baru kepada Hasan sebagai bentuk nyata komitmen dan kepedulian perusahaan terhadap keselamatan karyawannya. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Arif Budianto)
Linimasa 15 Jun 2026, 12:58

Ketika Selisih Harga BBM Terasa Sampai Akhir Bulan

Kenaikan harga BBM non-subsidi membuat banyak pengendara memilih antre demi mendapatkan Pertalite.

Pengendara rela mengantre lebih panjang di SPBU setelah kenaikan harga BBM Pertamax. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Wisata & Kuliner 15 Jun 2026, 11:45

Itinerary Wisata Yogyakarta 1–2 Hari, Destinasi, Kuliner, dan Budget Lengkap

Jelajahi Yogyakarta berdasarkan pembagian kawasan wisata agar perjalanan lebih nyaman. Cocok untuk liburan singkat satu hingga dua hari.

Tugu Jogja, ikon Yogyakarta. (Sumber: Shutterstock)
Ayo Netizen 15 Jun 2026, 11:28

Dulu Pakai Ritual, Kini Pakai Kimia: Perubahan Praktik Bertani di Desa Pamoyanan

Perjalanan pertanian Desa Pamoyanan merekam pergeseran dari sistem kepercayaan Sunda Buhun menuju metode pertanian modern yang dianggap lebih efektif dan rasional.

Foto Hamparan sawah di Desa Pamoyanan, Cianjur Selatan, pada 21 Maret 2026. (Sumber: Dokumen Pribadi | Foto: Nadhil Ayudiya Az Zahra)
Ayo Netizen 15 Jun 2026, 09:59

Potensi Ulat Sutra Solusi Masalah Bahan Baku Industri Tekstil

Mengatasi krisis bahan baku industri tekstil dengan ulat sutra.

Industri rakyat berbasis benang sutra binaan Pertamina Geothermal Energy (PGE) Area Karaha di Desa Cipondok Kecamatan Sukaresik Kabupaten Tasikmalaya. (Foto: Humas PGE)
Beranda 15 Jun 2026, 09:46

Jejak Persib di Kota Bandung, Jalan-jalan Bobotoh Menyusuri Memori yang Nyaris Dilupakan

Bobotoh menyusuri jejak sejarah Persib di berbagai sudut Kota Bandung, mengungkap kisah, tempat, dan memori yang nyaris terlupakan oleh waktu.

Peserta Bobotoh Story Walk menyusuri jalanan Bandung sambil mendengarkan kisah-kisah yang membentuk sejarah Persib. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)
Linimasa 15 Jun 2026, 08:43

Layangan Adu, Hobi yang Tidak Lekang oleh Usia

Layangan adu tetap digemari lintas usia dan menjadi ruang silaturahmi para pehobinya.

Layangan adu, hobi yang tak mengenal usia. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 15 Jun 2026, 08:40

Sinergi Batalyon Pangan dengan Petani Mengatasi Deflasi Komoditas Pertanian

Eksistensi Yonif TP sebaiknya turut menyelesaikan masalah hilir komoditas pertanian hingga ke pasar induk atau pasar tradisional serta pasar modern.

Bimtek Ketahanan Pangan dan Peningkatan Kemampuan Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan (Yonif TP). (Foto: dok Puspen TNI)