Mengapa TNKB Harus Sesuai Standar?

6 menit baca
Angga Marditama Sultan Sufanir
Ditulis oleh Angga Marditama Sultan Sufanir diterbitkan
Bentuk pelanggaran TNKB yang paling umum, yaitu modifikasi bentuk huruf dan penggunaan penutup plat berbahan mika gelap. (Sumber: Dok. Penulis)
Bentuk pelanggaran TNKB yang paling umum, yaitu modifikasi bentuk huruf dan penggunaan penutup plat berbahan mika gelap. (Sumber: Dok. Penulis)

Pasal 280 UU LLAJ: Setiap orang yang mengemudikan Kendaraan Bermotor di Jalan yang tidak dipasangi Tanda Nomor Kendaraan Bermotor yang ditetapkan oleh Kepolisian Negara Republik Indonesia sebagaimana dimaksud dalam Pasal 68 ayat (1) dipidana dengan pidana kurungan paling lama 2 (dua) bulan atau denda paling banyak Rp500.000,00 (lima ratus ribu rupiah).

Tanda Nomor Kendaraan Bermotor (TNKB) atau plat nomor kendaraan merupakan identitas resmi setiap kendaraan yang beroperasi di jalan raya. Keberadaannya tidak hanya berfungsi sebagai penanda administrasi kendaraan, tetapi juga menjadi bagian penting dalam sistem transportasi modern, terutama dalam mendukung penegakan hukum, pengawasan lalu lintas, dan keamanan publik. Di tengah berkembangnya teknologi transportasi dan sistem pengawasan berbasis digital, keberadaan TNKB yang sesuai standar menjadi semakin penting.

Namun, di berbagai daerah masih banyak ditemukan penggunaan TNKB yang tidak sesuai ketentuan. Mulai dari modifikasi bentuk huruf dan angka, penggunaan warna yang tidak sesuai, pemasangan penutup mika gelap, hingga posisi pemasangan yang menyulitkan identifikasi kendaraan. Fenomena ini sering dianggap sebagai hal kecil karena berkaitan dengan tampilan kendaraan atau dianggap sekadar bentuk ekspresi personal pemilik kendaraan.

Padahal, TNKB yang tidak sesuai standar dapat menghambat proses identifikasi kendaraan oleh aparat maupun perangkat elektronik seperti kamera Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE). Dalam jangka panjang, kondisi tersebut dapat memengaruhi efektivitas penegakan hukum dan menurunkan kualitas ketertiban lalu lintas. Oleh karena itu, kepatuhan terhadap standar TNKB perlu dipahami sebagai bagian dari tanggung jawab pengguna jalan dalam mendukung sistem transportasi yang aman dan tertib.

Fungsi dan Regulasi TNKB

TNKB memiliki fungsi utama sebagai identitas resmi kendaraan bermotor. Setiap kombinasi huruf dan angka pada TNKB terhubung dengan data registrasi kendaraan yang memuat informasi pemilik, jenis kendaraan, masa berlaku registrasi, hingga status legal kendaraan tersebut. Melalui TNKB, aparat penegak hukum dapat melakukan identifikasi kendaraan dengan lebih cepat dan akurat apabila terjadi pelanggaran lalu lintas, kecelakaan, maupun tindak kriminal.

Di Indonesia, kewajiban penggunaan TNKB diatur dalam Pasal 68 Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan yang menyebutkan bahwa setiap kendaraan bermotor wajib dilengkapi Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) dan TNKB resmi yang diterbitkan Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri). Penerbitannya dilakukan melalui kantor Sistem Administrasi Manunggal Satu Atap (SAMSAT), yang melibatkan Polri, Dinas Pendapatan Provinsi, dan PT. Jasa Raharja. Selain itu, aturan teknis mengenai bentuk, ukuran, bahan, warna dasar, dan tata cara pemasangan TNKB diatur lebih lanjut dalam Peraturan Polri Nomor 7 Tahun 2021.

Standarisasi TNKB dibuat agar identitas kendaraan mudah dikenali dalam berbagai kondisi, baik pada siang maupun malam hari. Penggunaan jenis huruf, ukuran karakter, hingga jarak antarhuruf telah dirancang agar mudah dibaca manusia maupun perangkat elektronik. Dalam konteks transportasi modern, keterbacaan TNKB menjadi sangat penting karena berkaitan dengan sistem pengawasan lalu lintas berbasis kamera otomatis.

Efektivitas sistem ETLE sangat dipengaruhi oleh kualitas identifikasi kendaraan, termasuk keterbacaan TNKB. Hal ini menunjukkan bahwa standar TNKB bukan hanya persoalan administratif, tetapi juga bagian dari infrastruktur pendukung sistem transportasi cerdas di kawasan perkotaan.

Selain mendukung penegakan hukum, TNKB juga membantu tertib administrasi kendaraan bermotor. Dengan sistem registrasi yang terintegrasi, pemerintah dapat melakukan pengawasan terhadap legalitas kendaraan, pembayaran pajak, hingga pendataan jumlah kendaraan yang beroperasi di suatu wilayah.

Pelanggaran TNKB yang Masih Marak

Meskipun regulasi sudah jelas, pelanggaran terkait TNKB masih sering ditemukan di jalan raya. Salah satu bentuk pelanggaran yang paling umum adalah modifikasi huruf dan angka agar terlihat lebih unik atau menarik secara visual. Beberapa pengguna kendaraan mengganti bentuk huruf standar dengan model tertentu sehingga TNKB menjadi sulit dibaca.

Selain modifikasi huruf, penggunaan penutup plat berbahan mika gelap juga masih banyak ditemukan. Sebagian pengendara menggunakan penutup tersebut untuk alasan estetika atau melindungi TNKB dari cuaca. Namun, dalam praktiknya penutup mika justru mengurangi keterbacaan TNKB, terutama saat malam hari atau ketika tertangkap kamera pengawas.

Pelanggaran lain yang cukup sering terjadi adalah pemasangan TNKB di posisi yang tidak sesuai aturan. Ada kendaraan yang memasang TNKB di balik kaca depan, dipasang miring, terlalu rendah, bahkan dilipat sebagian agar tidak terbaca kamera ETLE. Dalam beberapa kasus, ditemukan pula TNKB yang sengaja ditutup menggunakan aksesori tambahan atau stiker tertentu.

Selain itu, terdapat penggunaan warna dasar TNKB yang tidak sesuai peruntukannya. Misalnya, kendaraan pribadi menggunakan warna menyerupai kendaraan dinas atau kendaraan khusus tertentu. Praktik seperti ini tidak hanya melanggar aturan, tetapi juga dapat menimbulkan kebingungan dalam proses identifikasi kendaraan di lapangan.

Dalam kasus yang lebih serius, aparat juga menemukan penggunaan TNKB palsu. Praktik ini berpotensi digunakan untuk menghindari pajak kendaraan, mengelabui identifikasi kendaraan, atau bahkan mendukung tindak kriminal tertentu. Karena itu, pelanggaran TNKB tidak dapat dipandang sekadar persoalan tampilan kendaraan semata.

Rendahnya kepatuhan masyarakat terhadap atribut legal kendaraan dipengaruhi oleh kurangnya pemahaman mengenai fungsi hukum dan keselamatan dari identitas kendaraan bermotor. Sebagian masyarakat masih memandang TNKB sebagai aksesori kendaraan, bukan sebagai bagian penting dari sistem administrasi dan keamanan transportasi.

Dampak terhadap Penegakan Hukum dan Keselamatan

TNKB yang tidak sesuai standar dapat memberikan dampak langsung terhadap efektivitas penegakan hukum lalu lintas. Di era digital saat ini, banyak kota mulai mengandalkan sistem ETLE untuk mengawasi pelanggaran lalu lintas secara otomatis. Sistem tersebut bekerja dengan mengidentifikasi kendaraan melalui kamera yang membaca TNKB.

Ketika TNKB dimodifikasi, tertutup, atau sulit dibaca, proses identifikasi kendaraan menjadi terganggu. Akibatnya, pelanggaran lalu lintas yang seharusnya dapat ditindak menjadi lebih sulit diproses. Dalam jangka panjang, kondisi tersebut dapat menurunkan efektivitas sistem pengawasan lalu lintas berbasis teknologi.

Selain memengaruhi penegakan hukum, TNKB juga berperan penting dalam aspek keamanan dan keselamatan. Dalam kasus kecelakaan lalu lintas, tabrak lari, atau tindak kriminal, TNKB menjadi salah satu alat utama untuk melacak kendaraan yang terlibat. Apabila identitas kendaraan tidak dapat dikenali dengan jelas, proses investigasi akan menjadi lebih lambat dan rumit.

Dari sisi sosial, maraknya pelanggaran TNKB juga dapat mencerminkan rendahnya budaya disiplin berlalu lintas. Ketika pelanggaran kecil dianggap wajar dan dibiarkan terus berlangsung, masyarakat berpotensi menjadi semakin permisif terhadap pelanggaran lain yang lebih berisiko terhadap keselamatan jalan.

Budaya keselamatan transportasi tidak hanya dibangun melalui penegakan hukum, tetapi juga melalui kesadaran kolektif masyarakat dalam mematuhi aturan lalu lintas. Dengan demikian, kepatuhan terhadap standar TNKB menjadi bagian dari upaya membangun budaya transportasi yang lebih tertib dan aman.

Mendorong Budaya Tertib Berlalu Lintas

Membangun budaya tertib berlalu lintas tidak selalu dimulai dari kebijakan besar atau teknologi canggih. Kepatuhan terhadap aturan dasar, termasuk penggunaan TNKB sesuai standar, merupakan langkah sederhana tetapi penting dalam menciptakan keteraturan di jalan raya.

Penggunaan TNKB yang jelas dan sesuai aturan menunjukkan bahwa pengguna kendaraan menghargai sistem hukum dan administrasi transportasi. Selain itu, kepatuhan tersebut juga membantu aparat dalam menjalankan fungsi pengawasan dan penegakan hukum secara lebih efektif.

Karena itu, pendekatan edukatif perlu terus diperkuat agar masyarakat memahami bahwa aturan mengenai TNKB dibuat bukan untuk membatasi kreativitas pengguna kendaraan, melainkan untuk menjaga keteraturan dan keamanan bersama. Sosialisasi mengenai fungsi TNKB, risiko pelanggaran, serta kaitannya dengan sistem ETLE perlu dilakukan secara berkelanjutan, terutama kepada generasi muda dan komunitas otomotif.

Di sisi lain, penegakan hukum yang konsisten juga penting agar aturan tidak hanya dipahami, tetapi benar-benar dipatuhi. Kombinasi antara edukasi dan penegakan hukum dapat membantu membangun budaya berlalu lintas yang lebih disiplin.

Pada akhirnya, kepatuhan terhadap standar TNKB bukan hanya soal mematuhi aturan administratif, tetapi juga bentuk tanggung jawab sosial pengguna jalan dalam mendukung sistem transportasi yang aman, tertib, dan berkeadilan di Indonesia. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Angga Marditama Sultan Sufanir
Asst. Professor of Transportation Engineering, Politeknik Negeri Bandung

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 22 Agu 2026, 20:16

Menjelajahi Autentisitas Kuliner Sunda: Telaah 50 Hidangan Khas Jawa Barat

Eksplorasi terhadap 50 masakan khas Jawa Barat ini membuktikan bahwa kuliner Sunda adalah aset budaya tak ternilai.

Buku berjudul 50 Masakan Khas Jawa Barat karya Ajen Dianawati (2025). (Sumber: Dokumentasi penulis | Foto: Badiatul Muchlisin Asti)
Linimasa 22 Agu 2026, 13:32

Menengok Pabrik Bata Merah Manual di Nagreg Saat Musim Kemarau

Pabrik bata merah di Nagreg meningkatkan produksi saat kemarau karena proses pengeringannya masih mengandalkan panas matahari.

Menengok pabrik bata merah manual di Nagreg saat musim kemarau. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 22 Agu 2026, 13:25

Menelusuri Jejak Rasa: Potret Autentik Masakan Jawa Era 1960-an

Buku "Kawan Dapur: Masakan Asli Indonesia (Khusus Jawa)" hadir sebagai kompas bagi mereka yang ingin mendalami seni memasak Jawa pada masanya.

Buku berjudul "Kawan Dapur: Masakan Asli Indonesia (Khusus Jawa)" karya Ida S. yang diterbitkan Toko Buku Amin Madiun. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Badiatul Muchlisin Asti)
Ayo Netizen 22 Agu 2026, 11:36

Cuanki Teh Yuyun Cianjur: Obat Rindu Ketika Jauh dari Bandung

Ternyata Bandung terasa Istimewa setelah ditinggalkan. Satu hal yang saya rindukan dari Bandung adalah keragaman kulinernya.

Cuanki Sambal Ijo Teh Yuyun Cianjur. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)
Ayo Netizen 22 Agu 2026, 09:19

Sejarah Nama-Nama Hari dan Hari Libur (1)

Mengulas sejarah penamaan hari, asal-usul tujuh hari dalam sepekan, serta perkembangan penanggalan dan tradisi hari libur dari berbagai peradaban.

Kalender bulan Agustus 1898. (Sumber: Istimewa)
Ayo Netizen 22 Agu 2026, 08:18

Perempuan yang Merdeka tapi Masih Takut dengan Stigma Sosial

Hari ini mungkin perempuan memiliki banyak kesempatan seperti kaum pria tapi ada yang diam-diam membuat perempuan ragu ketika penilaian sosial merenggut kepercayaan dirinya

Ilustrasi perempuan. (Sumber: Pexels | Foto: Febry Arya)
Ayo Netizen 21 Agu 2026, 19:18

Apalah Arti Sebuah Nama: Rekonstruksi Hubungan Agus dan Agustus

Pada ruang masyarakat sering kita mendengar atas nama Agus bagi laki-laki dan Agustina bagi perempuan. Terdengar biasa saja. Nama yang diberikan oleh orangtuanya sebatas nama.

Festival Seni dan Budaya Tamansari 2026 di Taman Cascade, kawasan bawah jembatan layang Mochtar Kusumaatmadja, Tamansari, Kota Bandung, Sabtu 15 Agustus 2026. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 21 Agu 2026, 17:29

Dari Serial Drama Korea 'Teach You a Lesson' dan Realitas Pendidikan Bangsa Kita

Drama yang menyajikan tentang bobroknya pendidikan di negara yang sudah dikatakan maju, serta keberpihakan pada sifat politisasi dibidang pendidikan.

Serial drama Korea "Teach You a Lesson" (Sumber: Netflix)
Ayo Netizen 21 Agu 2026, 16:11

Manipulasi Terselubung di Balik Penggunaan Kata Nett Zero Emission pada Perusahan Perbankan

Membahas bagaimana istilah Net Zero Emission (NZE) yang digunakan sebagai strategi pencitraan dengan menyoroti pentingnya transparansi, verifikasi independen, dan sanksi yang tegas.

Cerobong asap yang mengeluarkan asap menembus kabut tebal, yang menyoroti masalah atau kekhawatiran tentang polusi udara. (Sumber: Pexels | Foto: Сергей Нестеров)
Ayo Netizen 21 Agu 2026, 15:08

Pentingnya Kecerdasan Finansial di Tengah Kemudahan Transaksi Digital

Esai ini membahas pentingnya kecerdasan finansial di tengah kemudahan transaksi digital yang dapat mendorong perilaku konsumtif.

Pecahan uang seratus ribu rupiah. (Sumber: Pexels | Foto: Defrino Maasy)
Ayo Netizen 21 Agu 2026, 14:37

Ketergantungan Program MBG: Potret Penjajahan Era Modern

Ketika sebuah negara memiliki kendali yang sangat besar terhadap distribusi kebutuhan dasar masyarakat. Maka akankah muncul relasi baru dari ketergantungan antara negara dengan warganya

Siswa menikmati Makan Bergizi Gratis (MBG) di SMAN 9 Bandung, Jalan Suparmin, Pajajaran, Kota Bandung pada Senin, 6 Januari 2024. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Kavin Faza)
Ayo Netizen 21 Agu 2026, 13:14

Untuk Apa Jawa Barat Memiliki 37 BUMD?

Masalah muncul ketika semua BUMD diletakkan dalam keranjang yang sama.

Kantor Bank BJB. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 21 Agu 2026, 12:50

Setelah Status Guru PPPK Diambil Alih Pemerintah Pusat, Apa yang Terjadi?

Banyak yang mempertanyakan nasib dan status PPPK Non-Guru saat ini yang sistem penggajiannya menjadi urusan daerah.

Ilustrasi pegawai dengan status PPPK (Sumber: Ayobandung.com)
Ayo Netizen 21 Agu 2026, 10:41

Mampukah Bandung Bersaing Menjadi Global City

Global city menjadi tujuan kota-kota besar untuk diakui secara internasional. Dan, Kota Bandung memiliki potensi yang sangat besar menjadi salah satu Global City. Tinggal bagaimana cara mewujudkan.

Sejumlah apartemen dan hotel berdiri di Kota Bandung. (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 21 Agu 2026, 08:33

Anwar Tohari Mencari Mati: Antara Abab, Dendam, Muslihat, & Kebenaran

Anwar Tohari atau Warto Kemplung yang di desanya dianggap sebelah mata, seorang pembual.

Buku "Anwar Tohari Mencari Mati". (Sumber: Ayobandung.id)
Beranda 21 Agu 2026, 08:13

Kota Bandung Masih Menarik Wisatawan? Angka-angka Ini Menceritakannya

Setelah anjlok drastis akibat pandemi, wisatawan ke Kota Bandung kini melampaui level 2019. Simak tren kunjungan domestik dan mancanegara 2019-2025.

Wisatawan menikmati wahana kuda tunggang di kawasan Jalan Cilaki, Kota Bandung, pada momen libur hari raya Idulfitri 2026. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 21 Agu 2026, 07:54

Habis Agustusan, Tibalah Sampah

Kemerdekaan bukan hanya tentang bebas memasang umbul-umbul, membuat karnaval, menggelar lomba, menikmati panggung hiburan, lalu pulang meninggalkan (seonggok, tumpukan) sampah.

Beginilah sampah properti arak-arakan, karnaval 17 Agustusan (Sumber: AyoBandung.com | Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Biz 20 Agu 2026, 19:28

Menjahit Ulang Nasib Cibaduyut, Menjaga Barometer Kualitas ala Koku Footwear

Kisah Koku Footwear, UMKM sepatu kulit asal Cibaduyut, yang berhasil menembus pasar mancanegara dan mempertahankan warisan kerajinan lokal di tengah digitalisasi perdagangan Indonesia.

Mochamad Indra Yusuf Wahyudin, pemilik produsen sepatu kulit Koku Footwear di Taman Cibaduyut Endah, Kecamatan Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung, (26/5/2026). (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Aris Abdulsalam)
Ayo Netizen 20 Agu 2026, 18:57

Ini Omah Sawah: Tempat Makan Hidden Gem Sekaligus Cozy di Cianjur

Cianjur yang menjadi julukan kota santri ini selain punya ikonik tauco ternyata banyak tempat kuliner hidden gem yang wajib disambangi

Cianjur memang selalu punya tempat menarik untuk dikunjungi (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)
Ayo Netizen 20 Agu 2026, 17:08

Bakul Pikul Kopi Tubruk di Terminal Kebon Kalapa Bandung

Nostalgia Terminal Kebon Kalapa Bandung (1964-1996) lewat aroma kopi tubruk bakul pikul.

Terminal Kebon Kalapa, Kota Bandung, pada 1980-an. (Sumber: Facebook | Foto: Foto2 TEMPO DOELOE kita semua)