Mengapa TNKB Harus Sesuai Standar?

Angga Marditama Sultan Sufanir
Ditulis oleh Angga Marditama Sultan Sufanir diterbitkan Minggu 17 Mei 2026, 08:28 WIB
Bentuk pelanggaran TNKB yang paling umum, yaitu modifikasi bentuk huruf dan penggunaan penutup plat berbahan mika gelap. (Sumber: Dok. Penulis)

Bentuk pelanggaran TNKB yang paling umum, yaitu modifikasi bentuk huruf dan penggunaan penutup plat berbahan mika gelap. (Sumber: Dok. Penulis)

Pasal 280 UU LLAJ: Setiap orang yang mengemudikan Kendaraan Bermotor di Jalan yang tidak dipasangi Tanda Nomor Kendaraan Bermotor yang ditetapkan oleh Kepolisian Negara Republik Indonesia sebagaimana dimaksud dalam Pasal 68 ayat (1) dipidana dengan pidana kurungan paling lama 2 (dua) bulan atau denda paling banyak Rp500.000,00 (lima ratus ribu rupiah).

Tanda Nomor Kendaraan Bermotor (TNKB) atau plat nomor kendaraan merupakan identitas resmi setiap kendaraan yang beroperasi di jalan raya. Keberadaannya tidak hanya berfungsi sebagai penanda administrasi kendaraan, tetapi juga menjadi bagian penting dalam sistem transportasi modern, terutama dalam mendukung penegakan hukum, pengawasan lalu lintas, dan keamanan publik. Di tengah berkembangnya teknologi transportasi dan sistem pengawasan berbasis digital, keberadaan TNKB yang sesuai standar menjadi semakin penting.

Namun, di berbagai daerah masih banyak ditemukan penggunaan TNKB yang tidak sesuai ketentuan. Mulai dari modifikasi bentuk huruf dan angka, penggunaan warna yang tidak sesuai, pemasangan penutup mika gelap, hingga posisi pemasangan yang menyulitkan identifikasi kendaraan. Fenomena ini sering dianggap sebagai hal kecil karena berkaitan dengan tampilan kendaraan atau dianggap sekadar bentuk ekspresi personal pemilik kendaraan.

Padahal, TNKB yang tidak sesuai standar dapat menghambat proses identifikasi kendaraan oleh aparat maupun perangkat elektronik seperti kamera Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE). Dalam jangka panjang, kondisi tersebut dapat memengaruhi efektivitas penegakan hukum dan menurunkan kualitas ketertiban lalu lintas. Oleh karena itu, kepatuhan terhadap standar TNKB perlu dipahami sebagai bagian dari tanggung jawab pengguna jalan dalam mendukung sistem transportasi yang aman dan tertib.

Fungsi dan Regulasi TNKB

TNKB memiliki fungsi utama sebagai identitas resmi kendaraan bermotor. Setiap kombinasi huruf dan angka pada TNKB terhubung dengan data registrasi kendaraan yang memuat informasi pemilik, jenis kendaraan, masa berlaku registrasi, hingga status legal kendaraan tersebut. Melalui TNKB, aparat penegak hukum dapat melakukan identifikasi kendaraan dengan lebih cepat dan akurat apabila terjadi pelanggaran lalu lintas, kecelakaan, maupun tindak kriminal.

Di Indonesia, kewajiban penggunaan TNKB diatur dalam Pasal 68 Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan yang menyebutkan bahwa setiap kendaraan bermotor wajib dilengkapi Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) dan TNKB resmi yang diterbitkan Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri). Penerbitannya dilakukan melalui kantor Sistem Administrasi Manunggal Satu Atap (SAMSAT), yang melibatkan Polri, Dinas Pendapatan Provinsi, dan PT. Jasa Raharja. Selain itu, aturan teknis mengenai bentuk, ukuran, bahan, warna dasar, dan tata cara pemasangan TNKB diatur lebih lanjut dalam Peraturan Polri Nomor 7 Tahun 2021.

Standarisasi TNKB dibuat agar identitas kendaraan mudah dikenali dalam berbagai kondisi, baik pada siang maupun malam hari. Penggunaan jenis huruf, ukuran karakter, hingga jarak antarhuruf telah dirancang agar mudah dibaca manusia maupun perangkat elektronik. Dalam konteks transportasi modern, keterbacaan TNKB menjadi sangat penting karena berkaitan dengan sistem pengawasan lalu lintas berbasis kamera otomatis.

Efektivitas sistem ETLE sangat dipengaruhi oleh kualitas identifikasi kendaraan, termasuk keterbacaan TNKB. Hal ini menunjukkan bahwa standar TNKB bukan hanya persoalan administratif, tetapi juga bagian dari infrastruktur pendukung sistem transportasi cerdas di kawasan perkotaan.

Selain mendukung penegakan hukum, TNKB juga membantu tertib administrasi kendaraan bermotor. Dengan sistem registrasi yang terintegrasi, pemerintah dapat melakukan pengawasan terhadap legalitas kendaraan, pembayaran pajak, hingga pendataan jumlah kendaraan yang beroperasi di suatu wilayah.

Pelanggaran TNKB yang Masih Marak

Meskipun regulasi sudah jelas, pelanggaran terkait TNKB masih sering ditemukan di jalan raya. Salah satu bentuk pelanggaran yang paling umum adalah modifikasi huruf dan angka agar terlihat lebih unik atau menarik secara visual. Beberapa pengguna kendaraan mengganti bentuk huruf standar dengan model tertentu sehingga TNKB menjadi sulit dibaca.

Selain modifikasi huruf, penggunaan penutup plat berbahan mika gelap juga masih banyak ditemukan. Sebagian pengendara menggunakan penutup tersebut untuk alasan estetika atau melindungi TNKB dari cuaca. Namun, dalam praktiknya penutup mika justru mengurangi keterbacaan TNKB, terutama saat malam hari atau ketika tertangkap kamera pengawas.

Pelanggaran lain yang cukup sering terjadi adalah pemasangan TNKB di posisi yang tidak sesuai aturan. Ada kendaraan yang memasang TNKB di balik kaca depan, dipasang miring, terlalu rendah, bahkan dilipat sebagian agar tidak terbaca kamera ETLE. Dalam beberapa kasus, ditemukan pula TNKB yang sengaja ditutup menggunakan aksesori tambahan atau stiker tertentu.

Selain itu, terdapat penggunaan warna dasar TNKB yang tidak sesuai peruntukannya. Misalnya, kendaraan pribadi menggunakan warna menyerupai kendaraan dinas atau kendaraan khusus tertentu. Praktik seperti ini tidak hanya melanggar aturan, tetapi juga dapat menimbulkan kebingungan dalam proses identifikasi kendaraan di lapangan.

Dalam kasus yang lebih serius, aparat juga menemukan penggunaan TNKB palsu. Praktik ini berpotensi digunakan untuk menghindari pajak kendaraan, mengelabui identifikasi kendaraan, atau bahkan mendukung tindak kriminal tertentu. Karena itu, pelanggaran TNKB tidak dapat dipandang sekadar persoalan tampilan kendaraan semata.

Rendahnya kepatuhan masyarakat terhadap atribut legal kendaraan dipengaruhi oleh kurangnya pemahaman mengenai fungsi hukum dan keselamatan dari identitas kendaraan bermotor. Sebagian masyarakat masih memandang TNKB sebagai aksesori kendaraan, bukan sebagai bagian penting dari sistem administrasi dan keamanan transportasi.

Dampak terhadap Penegakan Hukum dan Keselamatan

TNKB yang tidak sesuai standar dapat memberikan dampak langsung terhadap efektivitas penegakan hukum lalu lintas. Di era digital saat ini, banyak kota mulai mengandalkan sistem ETLE untuk mengawasi pelanggaran lalu lintas secara otomatis. Sistem tersebut bekerja dengan mengidentifikasi kendaraan melalui kamera yang membaca TNKB.

Ketika TNKB dimodifikasi, tertutup, atau sulit dibaca, proses identifikasi kendaraan menjadi terganggu. Akibatnya, pelanggaran lalu lintas yang seharusnya dapat ditindak menjadi lebih sulit diproses. Dalam jangka panjang, kondisi tersebut dapat menurunkan efektivitas sistem pengawasan lalu lintas berbasis teknologi.

Selain memengaruhi penegakan hukum, TNKB juga berperan penting dalam aspek keamanan dan keselamatan. Dalam kasus kecelakaan lalu lintas, tabrak lari, atau tindak kriminal, TNKB menjadi salah satu alat utama untuk melacak kendaraan yang terlibat. Apabila identitas kendaraan tidak dapat dikenali dengan jelas, proses investigasi akan menjadi lebih lambat dan rumit.

Dari sisi sosial, maraknya pelanggaran TNKB juga dapat mencerminkan rendahnya budaya disiplin berlalu lintas. Ketika pelanggaran kecil dianggap wajar dan dibiarkan terus berlangsung, masyarakat berpotensi menjadi semakin permisif terhadap pelanggaran lain yang lebih berisiko terhadap keselamatan jalan.

Budaya keselamatan transportasi tidak hanya dibangun melalui penegakan hukum, tetapi juga melalui kesadaran kolektif masyarakat dalam mematuhi aturan lalu lintas. Dengan demikian, kepatuhan terhadap standar TNKB menjadi bagian dari upaya membangun budaya transportasi yang lebih tertib dan aman.

Mendorong Budaya Tertib Berlalu Lintas

Membangun budaya tertib berlalu lintas tidak selalu dimulai dari kebijakan besar atau teknologi canggih. Kepatuhan terhadap aturan dasar, termasuk penggunaan TNKB sesuai standar, merupakan langkah sederhana tetapi penting dalam menciptakan keteraturan di jalan raya.

Penggunaan TNKB yang jelas dan sesuai aturan menunjukkan bahwa pengguna kendaraan menghargai sistem hukum dan administrasi transportasi. Selain itu, kepatuhan tersebut juga membantu aparat dalam menjalankan fungsi pengawasan dan penegakan hukum secara lebih efektif.

Karena itu, pendekatan edukatif perlu terus diperkuat agar masyarakat memahami bahwa aturan mengenai TNKB dibuat bukan untuk membatasi kreativitas pengguna kendaraan, melainkan untuk menjaga keteraturan dan keamanan bersama. Sosialisasi mengenai fungsi TNKB, risiko pelanggaran, serta kaitannya dengan sistem ETLE perlu dilakukan secara berkelanjutan, terutama kepada generasi muda dan komunitas otomotif.

Di sisi lain, penegakan hukum yang konsisten juga penting agar aturan tidak hanya dipahami, tetapi benar-benar dipatuhi. Kombinasi antara edukasi dan penegakan hukum dapat membantu membangun budaya berlalu lintas yang lebih disiplin.

Pada akhirnya, kepatuhan terhadap standar TNKB bukan hanya soal mematuhi aturan administratif, tetapi juga bentuk tanggung jawab sosial pengguna jalan dalam mendukung sistem transportasi yang aman, tertib, dan berkeadilan di Indonesia. (*)

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Angga Marditama Sultan Sufanir
Asst. Professor of Transportation Engineering, Politeknik Negeri Bandung

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 17 Mei 2026, 09:01

Pengorbanan Mang Dadang Berbuah Manis

Pengorbanan Mang Dadang adalah kebahagiaan untuk keluarga dan para pembeli kupat tahu petisnya serta kontribusi dia turut memutarkan cakra perekonomian.

Mang Dadang penjual kupat tahu petis (Sumber: dok penulis | Foto: Bram Herdiana)
Ayo Netizen 17 Mei 2026, 08:28

Mengapa TNKB Harus Sesuai Standar?

Pelanggaran TNKB masih sering ditemukan di jalan raya. Padahal, plat nomor sesuai standar penting untuk mendukung penegakan hukum, keselamatan, dan ketertiban lalu lintas.

Bentuk pelanggaran TNKB yang paling umum, yaitu modifikasi bentuk huruf dan penggunaan penutup plat berbahan mika gelap. (Sumber: Dok. Penulis)
Beranda 16 Mei 2026, 16:57

Lewat Titik Kumpul Cigadung, Mitigasi Bencana Bisa Sesantai Budaya Nongkrong

Sesar Lembang Kalcer mengajak warga Bandung memahami mitigasi bencana lewat musik, seni, dan ruang komunitas yang dekat dengan kehidupan sehari-hari.

Di Sesar Lembang Kalcer, anak-anak diajak belajar mitigasi sambil bermain. (Foto: Dok Sesar Lembang Kalcer)
Komunitas 16 Mei 2026, 16:46

Di Balik Kalcer Bandung, Ada Tanah Bergerak yang Membentuk Cara Warganya Hidup

Di balik kalcer Bandung, tersimpan kisah tentang alam, Sesar Lembang, dan kreativitas warga yang tumbuh dari tanah yang terus bergerak.

Kegiatan komunitas Sesar Lembang Kalcer yang mencoba menghubungkan mitigasi bencana dengan budaya dan keseharian warga Bandung. (Foto: Dok Sesar Lembang Kalcer)
Ayo Netizen 15 Mei 2026, 20:08

'Jejak Rupa', Ruang Refleksi Perjalanan Seni Tjetjep Rohendi Rohidi

Pameran “Jejak Rupa” menghadirkan 123 karya Tjetjep Rohendi Rohidi yang merekam hubungan manusia dengan alam, ingatan, dan perubahan zaman.

Poster Jejak Rupa. (Sumber: Galeri Dago Thee Huis)
Ayo Netizen 15 Mei 2026, 17:11

Pengorbanan Tidak Pernah Mati dalam Kehidupan Manusia

Peringatan Hari Kenaikan Yesus Kristus menjadi refleksi bahwa manusia perlahan mulai memanfaatkan ketulusan seseorang dibanding menghargai pengorbanannya.

Ilustrasi peristiwa Kenaikan Yesus Kristus yang dimaknai sebagai simbol pengorbanan, harapan, dan ketulusan dalam kehidupan manusia. (Sumber: Designed by Freepik)
Ayo Netizen 15 Mei 2026, 14:22

Media Liberal sebagai 'Sekolah Kedua' dan Krisis Moral Pelajar

Media liberal telah menjadi “sekolah kedua” yang membentuk pelajar dengan nilai kekerasan, hedonisme, dan kebebasan tanpa batas dalam sistem sekuler kapitalistik.

Ilustrasi media sosial. (Sumber: Pexels/Pixabay)
Wisata & Kuliner 15 Mei 2026, 10:56

Panduan Wisata Kebun Raya Cibodas, Taman Tertua di Kaki Gede Pangrango

Panduan wisata Kebun Raya Cibodas mencakup sejarah, koleksi tanaman, taman sakura, akses lokasi, harga tiket, serta tips berkunjung di kawasan dataran tinggi.

Kebun Raya Cibodas. (Sumber: Wikimedia)
Beranda 15 Mei 2026, 10:49

Bandung dan Perjuangan Panjang Mengatasi Sampah

Kota Bandung tengah berjuang membenahi persoalan sampah lewat perubahan sistem, keterlibatan warga, dan upaya membangun budaya lingkungan yang berkelanjutan.

Warga RW 19 Kelurahan Antapani Tengah, Kecamatan Antapani mengadaptasi pola penyelesaian sampah tanpa harus melakukan pengiriman ke TPA. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Muslim Yanuar Putra)
Beranda 15 Mei 2026, 10:34

Bandung, Dongeng, dan Cara Baru Menjinakkan Ketakutan akan Sesar Lembang

Komunitas Sesar Lembang Kalcer memakai dongeng, musik, dan seni untuk membangun kesadaran mitigasi gempa di Bandung tanpa menebar ketakutan.

Wisatawan lokal berwisata ke Tebing Keraton yang berada di Cimenyan, Kabupaten Bandung, dan berada di atas permukaan Sesar Lembang, Sabtu 27 April 2024 (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 15 Mei 2026, 10:25

Hari Lahir Tatar Sunda 18 Mei 669: Sulit untuk Disimpulkan karena 'Omong Kosong'

Amat banyak kritik terlontar saat Pemprov Jabar secara resmi menetapkan 18 Mei sebagai Hari Lahir Tatar Sunda.

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, saat Kirab Budaya Napak Tilas Padjadjaran di Kabupaten Sumedang, Sabtu malam (2/5/2026). (Sumber: Pemprov Jabar)
Ayo Netizen 15 Mei 2026, 09:12

Bandung sebagai Ensiklopedi Buku

Peringatan Hari Buku Nasional tidak hanya menjadi seremonial belaka tetapi bagaimana bisa menjadi refleksi dalam membangun citra kota Bandung

Pasar Buku Bekas Palasari, Kota Bandung. (Sumber: Ayobandung.com)
Ayo Netizen 14 Mei 2026, 20:19

Ketika Kemacetan Bisa Ditembus dengan Pengawalan

Fenomena pengawalan kendaraan di tengah kemacetan memunculkan persoalan keadilan ruang jalan, keselamatan lalu lintas, dan budaya privilese dalam sistem transportasi.

Rombongan kendaraan menembus antrean keluar Gerbang Tol Pasteur dengan bantuan pengawalan polisi. (Sumber: Dok. Penulis)
Wisata & Kuliner 14 Mei 2026, 17:18

Wisata Karang Tawulan, Pantai Tebing di Tasikmalaya dengan Lanskap Samudra Hindia

Karang Tawulan menawarkan panorama tebing karang, ombak besar Samudra Hindia, serta spot melihat Pulau Nusa Manuk dan situs ziarah ulama di Tasikmalaya selatan.

Pantai Karang Tawulan Tasikmalaya. (Sumber: Pemprov Jabar)
Ayo Netizen 14 Mei 2026, 15:40

Ketika GOR Saparua Bandung Berguncang oleh Deretan Rocker Kawakan

Atmosfer rock Bandung yang sedang bergairah membuat “Super Rock ’84” menjadi salah satu pertunjukan paling semarak.

Pentas musik Super Rock ’84 menghiasi halaman surat kabar INTI JAYA edisi Mei 1984, yang kala itu memberitakan gegap gempita konser rock di GOR Saparua Bandung. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Kin Sanubary)
Ayo Netizen 14 Mei 2026, 11:37

Simfoni Hijau Tanah Priangan: Mengupas Cita Rasa Kearifan Lokal Gastronomi Sunda

Tanah Priangan tidak hanya menjanjikan pemandangan hijau yang memanjakan mata, tetapi juga simfoni rasa yang berakar kuat pada kearifan lokal.

Makanan khas Sunda nasi tutug oncom, di Bandung, Jawa Barat. (Sumber: Wikimedia Commons | Foto: Dudygr)
Ayo Netizen 14 Mei 2026, 10:49

6 Tahapan Sertifikasi Profesi BNSP, Fresh Graduate Wajib Tahu!

Masih bingung bagaimana alur sertifikasi profesi BNSP? Simak 6 tahapan sertifikasi profesi BNSP lengkap mulai dari pendaftaran, asesmen, hingga terbit sertifikat kompetensi resmi.

Ilustrasi wisuda kuliah. (Sumber: Pexels | Foto: Gül Işık)
Beranda 13 Mei 2026, 21:00

Satu Tahun ayobandung.id dan Krisis Ingatan Kota

Setahun ayobandung.id diperingati lewat seminar tentang krisis ingatan Kota Bandung, membahas toponimi, lingkungan, dan pentingnya menjaga hubungan warga dengan kotanya.

T. Bachtiar berfoto bersama mahasiswa Ilmu Sejarah Universitas Padjadjaran usai seminar tentang toponimi, lingkungan, dan krisis ingatan Kota Bandung di Jatinangor, Selasa (13/5/2026). (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)
Ayo Netizen 13 Mei 2026, 20:39

KDM dan Mas Nunu di Tahun 1990-an

Tahun 1990-an dua model rambut Demi Moore dan Keanu Reeves menggila mempengaruhi kawula muda Bandung dan ada istilah KDM atau Korban Demi Moore.

Tahun 1990-an dua model rambut Demi Moore dan Keanu Reeves menggila mempengaruhi kawula muda Bandung dan ada istilah KDM atau Korban Demi Moore. (Sumber: Facebook | Foto: Jadulover)
Wisata & Kuliner 13 Mei 2026, 18:37

Panduan Wisata Situ Gede Tasikmalaya, Botram di Danau Kota dengan Lanskap Tenang

Panduan wisata Situ Gede Tasikmalaya, danau alami dengan Pulau Nusa, perahu wisata, serta kisah tradisi lisan tentang Eyang Prabudilaya.

Wisata Situ Gede Tasikmalaya. (Sumber: Ayomedia)