Ketika Kemacetan Bisa Ditembus dengan Pengawalan

Angga Marditama Sultan Sufanir
Ditulis oleh Angga Marditama Sultan Sufanir diterbitkan Kamis 14 Mei 2026, 20:19 WIB
Rombongan kendaraan menembus antrean keluar Gerbang Tol Pasteur dengan bantuan pengawalan polisi. (Sumber: Dok. Penulis)

Rombongan kendaraan menembus antrean keluar Gerbang Tol Pasteur dengan bantuan pengawalan polisi. (Sumber: Dok. Penulis)

Kemacetan pada akhir pekan dan musim libur telah menjadi bagian dari dinamika mobilitas di berbagai kawasan wisata di Indonesia. Gerbang Tol Pasteur merupakan contoh titik yang kerap mengalami lonjakan volume kendaraan secara ekstrem. Antrean panjang, waktu tempuh yang tidak menentu, serta kepadatan di jalur wisata menjadi pengalaman rutin masyarakat setiap musim liburan.

Di tengah kondisi tersebut, masyarakat sering melihat kendaraan dengan Tanda Nomor Kendaraan Bermotor (TNKB) non-khusus melintas dengan pengawalan motor polisi. Sirene dibunyikan, kendaraan lain diminta membuka ruang, dan rombongan kendaraan dapat bergerak lebih cepat keluar dari gardu tol dibanding arus lalu lintas di sekitarnya yang harus mengantre. Fenomena ini kemudian memunculkan istilah populer “sewa patwal”, yakni persepsi publik bahwa pengawalan dapat digunakan untuk mempermudah perjalanan kendaraan tertentu di tengah kemacetan.

Secara hukum, pengawalan kendaraan memang memiliki dasar regulasi. Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan memberikan hak prioritas kepada kendaraan tertentu seperti pemadam kebakaran, ambulans, kendaraan pimpinan negara, kendaraan tamu negara, iring-iringan pengantar jenazah, maupun kegiatan tertentu berdasarkan pertimbangan kepolisian. Dalam konteks darurat dan tugas negara, pengawalan tentu diperlukan demi keselamatan dan kelancaran perjalanan.

Pengguna jalan yang memperoleh hak utama untuk didahulukan sesuai dengan urutan. (Sumber: https://dinhub.purworejokab.go.id/7-kendaraan-prioritas-yang-wajib-didahulukan)
Pengguna jalan yang memperoleh hak utama untuk didahulukan sesuai dengan urutan. (Sumber: https://dinhub.purworejokab.go.id/7-kendaraan-prioritas-yang-wajib-didahulukan)

Namun demikian, tidak seluruh pengawalan kendaraan dapat disamakan sebagai bentuk penyalahgunaan kewenangan. Dalam banyak kondisi, pengawalan memang dilakukan untuk kepentingan keamanan, keselamatan, maupun tugas institusi tertentu. Persoalan muncul ketika masyarakat sulit membedakan antara pengawalan yang benar-benar bersifat kedaruratan dengan pengawalan yang dipersepsikan sebagai perlakuan khusus di ruang jalan.

Perdebatan mengenai hal tersebut semakin menguat setelah muncul kasus viral di kawasan Puncak Bogor pada 2025 yang melibatkan petugas patwal dan pengguna jalan. Kasus tersebut memicu kritik publik serta memperkuat diskusi mengenai batas penggunaan pengawalan kendaraan di tengah kepadatan lalu lintas. Fenomena ini menunjukkan bahwa pengawalan kendaraan tidak lagi dipandang semata sebagai isu teknis lalu lintas, tetapi juga berkaitan dengan persepsi keadilan di ruang publik.

Jalan Raya dan Keadilan Mobilitas

Dalam perspektif transportasi, jalan raya merupakan ruang publik yang seharusnya memberikan akses relatif setara kepada seluruh pengguna. Memang terdapat kelompok kendaraan yang perlu diprioritaskan, terutama kendaraan darurat yang berkaitan langsung dengan keselamatan jiwa. Akan tetapi, ketika prioritas di jalan mulai diasosiasikan dengan status sosial atau akses tertentu, muncul ketimpangan dalam pengalaman mobilitas masyarakat.

Pengawalan kendaraan di area padat lalu lintas juga dapat memengaruhi stabilitas arus kendaraan. Ketika rombongan yang dikawal melintas, kendaraan lain perlu mengurangi kecepatan, berpindah posisi, atau berhenti sesaat untuk membuka ruang. Dalam rekayasa lalu lintas, kondisi ini dapat menimbulkan gelombang perlambatan kendaraan yang merambat ke belakang dan memperpanjang antrean di titik tertentu.

Selain itu, situasi seperti ini berpotensi meningkatkan risiko keselamatan. Pengendara yang terburu-buru memberi jalan dapat melakukan manuver mendadak tanpa memperhatikan kondisi sekitar. Pengguna sepeda motor menjadi kelompok yang paling rentan karena berada di ruang lalu lintas yang sempit dan padat. Pada kondisi tertentu, tekanan situasi di lapangan dapat memicu konflik antar pengguna jalan.

Fenomena tersebut juga memperlihatkan bahwa kemacetan di Indonesia bukan hanya persoalan kapasitas jalan, tetapi berkaitan dengan budaya mobilitas. Di tengah sistem transportasi yang belum sepenuhnya nyaman dan terintegrasi, muncul kecenderungan mencari jalur prioritas untuk menghindari antrean. Akibatnya, kemacetan perlahan dipandang sebagai hambatan yang dapat diatasi melalui akses khusus, bukan sebagai persoalan bersama yang perlu diselesaikan melalui pembenahan sistem transportasi.

Menurut Litman (2021), kualitas sistem transportasi tidak hanya diukur dari kecepatan perjalanan, tetapi juga dari keadilan akses bagi seluruh pengguna jalan. Perspektif ini menunjukkan bahwa prioritas berlebihan terhadap kelompok tertentu dapat mengurangi rasa keadilan dalam penggunaan ruang jalan.

Hal serupa juga disampaikan oleh Metz (2008) yang menjelaskan bahwa orientasi pada penghematan waktu perjalanan individual sering kali tidak sejalan dengan efisiensi mobilitas publik secara keseluruhan. Dalam konteks ini, pengawalan kendaraan tertentu mungkin mempercepat perjalanan sebagian kecil pengguna jalan, tetapi belum tentu meningkatkan kualitas sistem transportasi secara umum.

Padahal, banyak kota maju justru mengarahkan prioritas jalan untuk kepentingan publik yang lebih luas. Prioritas diberikan kepada kendaraan darurat, angkutan umum massal, pejalan kaki, dan pesepeda demi meningkatkan efisiensi serta keselamatan mobilitas secara keseluruhan.

Menjaga Kepercayaan Publik di Ruang Jalan

Fenomena pengawalan kendaraan di tengah kemacetan pada akhirnya berkaitan erat dengan kepercayaan publik terhadap tata kelola transportasi. Jalan raya bukan sekadar infrastruktur fisik, melainkan ruang sosial yang digunakan bersama oleh masyarakat dengan hak dan kewajiban yang sama. Karena itu, setiap bentuk prioritas di jalan perlu dijalankan secara transparan, proporsional, dan benar-benar berorientasi pada kepentingan publik.

Kepolisian sebagai otoritas lalu lintas memiliki posisi penting dalam menjaga keseimbangan tersebut. Pengawalan yang memang berkaitan dengan tugas negara, keselamatan, atau kondisi darurat tentu perlu dipahami masyarakat. Namun di sisi lain, pengawasan terhadap potensi penyalahgunaan kewenangan juga perlu diperkuat agar tidak muncul kesan bahwa akses jalan dapat dibedakan berdasarkan privilese tertentu.

Pemerintah juga perlu melihat fenomena ini sebagai tanda bahwa persoalan mobilitas di kawasan wisata belum tertangani secara optimal. Kepadatan ekstrem di kawasan seperti Puncak Bogor dan Bandung menunjukkan tingginya ketergantungan terhadap kendaraan pribadi serta belum kuatnya integrasi transportasi umum menuju kawasan wisata.

Karena itu, solusi utama tidak terletak pada semakin banyaknya pengawalan kendaraan, melainkan pada pembenahan sistem mobilitas secara menyeluruh. Penguatan transportasi publik, pengaturan lalu lintas berbasis data, pengembangan angkutan pengumpan kawasan wisata, serta pengendalian penggunaan kendaraan pribadi menjadi langkah yang lebih penting dalam jangka panjang.

Pada akhirnya, ukuran keberhasilan transportasi bukanlah seberapa cepat kendaraan tertentu dapat melewati kemacetan, melainkan seberapa adil, aman, dan efisien sistem mobilitas mampu melayani seluruh pengguna jalan. (*)

Artikel Rekomendasi Untuk Anda

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Angga Marditama Sultan Sufanir
Asst. Professor of Transportation Engineering, Politeknik Negeri Bandung

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 14 Mei 2026, 20:19

Ketika Kemacetan Bisa Ditembus dengan Pengawalan

Fenomena pengawalan kendaraan di tengah kemacetan memunculkan persoalan keadilan ruang jalan, keselamatan lalu lintas, dan budaya privilese dalam sistem transportasi.

Rombongan kendaraan menembus antrean keluar Gerbang Tol Pasteur dengan bantuan pengawalan polisi. (Sumber: Dok. Penulis)
Wisata & Kuliner 14 Mei 2026, 17:18

Wisata Karang Tawulan, Pantai Tebing di Tasikmalaya dengan Lanskap Samudra Hindia

Karang Tawulan menawarkan panorama tebing karang, ombak besar Samudra Hindia, serta spot melihat Pulau Nusa Manuk dan situs ziarah ulama di Tasikmalaya selatan.

Pantai Karang Tawulan Tasikmalaya. (Sumber: Pemprov Jabar)
Ayo Netizen 14 Mei 2026, 15:40

Ketika GOR Saparua Bandung Berguncang oleh Deretan Rocker Kawakan

Atmosfer rock Bandung yang sedang bergairah membuat “Super Rock ’84” menjadi salah satu pertunjukan paling semarak.

Pentas musik Super Rock ’84 menghiasi halaman surat kabar INTI JAYA edisi Mei 1984, yang kala itu memberitakan gegap gempita konser rock di GOR Saparua Bandung. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Kin Sanubary)
Ayo Netizen 14 Mei 2026, 11:37

Simfoni Hijau Tanah Priangan: Mengupas Cita Rasa Kearifan Lokal Gastronomi Sunda

Tanah Priangan tidak hanya menjanjikan pemandangan hijau yang memanjakan mata, tetapi juga simfoni rasa yang berakar kuat pada kearifan lokal.

Makanan khas Sunda nasi tutug oncom, di Bandung, Jawa Barat. (Sumber: Wikimedia Commons | Foto: Dudygr)
Ayo Netizen 14 Mei 2026, 10:49

6 Tahapan Sertifikasi Profesi BNSP, Fresh Graduate Wajib Tahu!

Masih bingung bagaimana alur sertifikasi profesi BNSP? Simak 6 tahapan sertifikasi profesi BNSP lengkap mulai dari pendaftaran, asesmen, hingga terbit sertifikat kompetensi resmi.

Ilustrasi wisuda kuliah. (Sumber: Pexels | Foto: Gül Işık)
Beranda 13 Mei 2026, 21:00

Satu Tahun ayobandung.id dan Krisis Ingatan Kota

Setahun ayobandung.id diperingati lewat seminar tentang krisis ingatan Kota Bandung, membahas toponimi, lingkungan, dan pentingnya menjaga hubungan warga dengan kotanya.

T. Bachtiar berfoto bersama mahasiswa Ilmu Sejarah Universitas Padjadjaran usai seminar tentang toponimi, lingkungan, dan krisis ingatan Kota Bandung di Jatinangor, Selasa (13/5/2026). (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)
Ayo Netizen 13 Mei 2026, 20:39

KDM dan Mas Nunu di Tahun 1990-an

Tahun 1990-an dua model rambut Demi Moore dan Keanu Reeves menggila mempengaruhi kawula muda Bandung dan ada istilah KDM atau Korban Demi Moore.

Tahun 1990-an dua model rambut Demi Moore dan Keanu Reeves menggila mempengaruhi kawula muda Bandung dan ada istilah KDM atau Korban Demi Moore. (Sumber: Facebook | Foto: Jadulover)
Wisata & Kuliner 13 Mei 2026, 18:37

Panduan Wisata Situ Gede Tasikmalaya, Botram di Danau Kota dengan Lanskap Tenang

Panduan wisata Situ Gede Tasikmalaya, danau alami dengan Pulau Nusa, perahu wisata, serta kisah tradisi lisan tentang Eyang Prabudilaya.

Wisata Situ Gede Tasikmalaya. (Sumber: Ayomedia)
Ayo Netizen 13 Mei 2026, 16:58

Bandung Lautan Sampah

Kota Bandung masih menghadapi tantangan serius dengan 200 ton sampah per hari tidak terangkut.

Tumpukan sampah di Pasar Gedebage. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Muslim Yanuar Putra)
Ayo Netizen 13 Mei 2026, 14:15

Peran dan Tantangan Perempuan Multiidentitas di Kota Bandung

Kota Bandung tidak lepas dari peran seorang perempuan baik sebagai penggerak ekonomi kreatif maupun keterlibatannya dalam bidang sosial yang tidak luput dri tantangan sebagai perempuan multiidentitas.

Acara Bedah Buku Multiidentitas Karya Zahid Ibrahim (Sabtu, 09 Mei 2026) Gramedia Merdeka Bandung (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)
Wisata & Kuliner 13 Mei 2026, 06:42

5 Pantai Pilihan di Pelabuhan Ratu Sukabumi yang Wajib jadi Itinerary Wisata

Rekomendasi 5 pantai di Pelabuhan Ratu Sukabumi dengan karakter berbeda, dari pantai ramah keluarga hingga spot surfing terbaik.

Wisata Pantai Karang Hawu Palabuhanratu Sukabumi. (Sumber: Wikimedia)
Ayo Netizen 12 Mei 2026, 19:46

Lembangku Sayang, Lembangku Malang: Warga Lokal yang Termarjimalkan

Kawasan tempat tinggal saya sekarang di Lembang adalah sebuah tempat yang dahulunya hanyalah hutan belantara tak bertuan.

Tanjakan Cibogo tahun 1955. Masih kebun dan sawah, dan sekarang kebun semakin terdesak, sawah telah hilang. (Sumber: wereldculturn.nl)
Wisata & Kuliner 12 Mei 2026, 17:37

Pilihan 5 Destinasi Wisata Puncak yang Jadi Favorit Wisatawan

Rekomendasi 5 wisata pilihan di Puncak Bogor, dari Kebun Teh Gunung Mas hingga Telaga Warna dan Kebun Raya Cibodas.

Wisata Kebun Teh Gunung Mas di Puncak Bogor. (Sumber: PTPN I Regional 2)
Linimasa 12 Mei 2026, 14:07

Hikayat Asy Syifa, Pondok Pesantren Anak Usia Dini Pertama

Pesantren Asy Syifa di Ciamis menjadi pelopor pondok khusus anak usia SD dengan pendidikan mandiri dan Al Quran.

Pesantren Asy Syifa di Ciamis. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Wisata & Kuliner 12 Mei 2026, 13:58

Panduan Wisata Keraton Kasepuhan Cirebon: Tiket, Sejarah, dan Spot Wajib Dikunjungi

Panduan lengkap wisata Keraton Kasepuhan Cirebon, mulai sejarah, tiket masuk, daya tarik, hingga tips berkunjung ke situs budaya tertua di kota.

Keraton Kasepuhan Cirebon. (Sumber: Ayomedia)
Ayo Netizen 12 Mei 2026, 13:51

Halo-Halo Bandung, Tidak Sekadar Narasi

Lagu Halo-Halo Bandung tidak hanya sekadar lagu yang tersimpan dalam memori sejarah, dari semangat perjuangan itu melahirkan nilai kesadaran masyarakat, dan dengan kesabaran untuk merawat Bandung.

Sejumlah mahasiswa menggelar aksi unjuk rasa di depan Gedung DPRD Jawa Barat, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Jumat, 1 Mei 2026, bertepatan dengan peringatan Hari Buruh Internasional (May Day). (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Beranda 12 Mei 2026, 12:27

Dari Rak “Buku Seks” sampai Arab-Israel yang Sengaja Dipertemukan, Mengintip Sisi Eksentrik Batu Api

Warung Batu Api di Jatinangor menyimpan cara unik Anton Solihin menyusun buku, dari rak “buku seks” hingga koleksi Arab-Israel yang sengaja dipajang saling berhadapan.

Seorang pengunjung mencari buku di antara rak-rak sempit Perpustakaan Batu Api, Jatinangor, Sabtu 9 Mei 2026. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)
Ayo Netizen 12 Mei 2026, 10:02

Pernikahan di Era Gen Z: Ibadah, Tekanan Sosial, atau Pelarian?

Di balik romantisasi cinta Gen Z, ada pergaulan bebas, tekanan mental, dan tingginya perceraian muda.

Pernikahan sebagai ikatan suci (Sumber: Pixeabay / Foto: WenPhotos) (Sumber: Pixeabay | Foto: WenPhotos)
Beranda 12 Mei 2026, 09:45

Bersama T. Bachtiar, Ayobandung.id dan Himse Unpad Bahas Bandung dari Nama hingga Jejak Bencana

Ayobandung.id dan Himse Unpad menghadirkan T. Bachtiar dalam seminar interaktif yang membahas Bandung dari nama wilayah, tanah, bencana, hingga ingatan kolektif masyarakat.

Seminar interaktif “Nama yang Bercerita” bersama T. Bachtiar akan membahas cara membaca Bandung Raya melalui tanah, bencana, dan ingatan kolektif di Aula PSBJ FIB Unpad Jatinangor, 13 Mei 2026.
Ayo Netizen 12 Mei 2026, 08:51

Apakah Benar Gaji Dosen Rendah karena Kompetensinya?

Rendahnya gaji dosen tidak hanya soal kompetensi, tetapi juga dipengaruhi minimnya dana riset, beban birokrasi kampus, dan sistem pendidikan yang belum ideal.

Pernyataan Wamendiktisaintek, Stella Christie "Gaji rendah dosen karena tidak kompeten". (Sumber: TikTok/@alee.gresik)