Satu Tahun ayobandung.id dan Krisis Ingatan Kota

Halwa Raudhatul
Ditulis oleh Halwa Raudhatul diterbitkan Rabu 13 Mei 2026, 21:00 WIB
T. Bachtiar berfoto bersama mahasiswa Ilmu Sejarah Universitas Padjadjaran usai seminar tentang toponimi, lingkungan, dan krisis ingatan Kota Bandung di Jatinangor, Selasa (13/5/2026). (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)

T. Bachtiar berfoto bersama mahasiswa Ilmu Sejarah Universitas Padjadjaran usai seminar tentang toponimi, lingkungan, dan krisis ingatan Kota Bandung di Jatinangor, Selasa (13/5/2026). (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)

AYOBANDUNG.ID - Di tengah laju pembangunan dan perubahan wajah kota, ingatan warga terhadap Bandung perlahan mulai memudar. Nama-nama tempat yang dulu menyimpan jejak alam, sejarah, hingga cara hidup masyarakat kini semakin asing di telinga generasi muda.

Krisis ingatan kolektif itu menjadi sorotan dalam seminar interaktif bertajuk “Nama yang Bercerita: Membaca Bandung Raya dari Tanah, Bencana, dan Ingatan Kolektif” yang digelar ayobandung.id bersama Himpunan Mahasiswa Ilmu Sejarah Universitas Padjadjaran di Aula PSBJ Fakultas Ilmu Budaya Unpad, Jatinangor, Selasa (13/5/2026).

Seminar tersebut menjadi bagian dari peringatan satu tahun perjalanan ayobandung.id sebagai media lokal di Bandung Raya. Puluhan mahasiswa dan masyarakat umum hadir untuk mendengarkan pemaparan T. Bachtiar (68), penulis sekaligus peneliti Cekungan Bandung yang selama bertahun-tahun menelusuri hubungan antara nama tempat, kondisi alam, dan sejarah kawasan Bandung Raya.

Pemimpin Redaksi ayobandung.id, Andres Fatubun, mengatakan seminar tersebut lahir dari obrolan santai bersama mahasiswa sejarah dan dosen Fakultas Ilmu Budaya Unpad. Menurutnya, perayaan ulang tahun pertama ayobandung.id sengaja dibuat dalam bentuk seminar interaktif karena dianggap lebih sesuai dengan semangat media lokal yang ingin dekat dengan warga dan persoalan kotanya.

“Beginilah cara kami mencintai Kota Bandung,” kata Andres saat ditemui di sela kegiatan berlangsung (13/05).

Ia menambahkan, ayobandung.id ingin menjadi lebih dari sekadar media penyampai informasi. Media lokal, menurutnya, juga perlu hadir sebagai ruang diskusi, kolaborasi, dan pertukaran gagasan bagi masyarakat Bandung.

“Ayo Bandung ingin memberikan kontribusi yang berarti buat Kota Bandung, bukan sekadar lewat tulisan, tapi juga lewat aksi,” ucap Andres.

Andres berharap seminar tersebut menjadi titik awal kolaborasi berkelanjutan antara media, komunitas, dan mahasiswa. Ia juga menilai ruang seperti ini penting untuk mendorong generasi muda kembali aktif menulis dan menyampaikan perspektif mereka mengenai kota melalui media massa.

“Kami ingin ayobandung.id melalui kanal Ayo Netizen jadi ruang seluas-luasnya bagi warga untuk menyampaikan ide dan kritik sosial,” tutur Andres.

T. Bachtiar berfoto bersama panitia seminar dari Himse Unpad. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)
T. Bachtiar berfoto bersama panitia seminar dari Himse Unpad. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)

Dalam pemaparannya, T. Bachtiar menyoroti semakin renggangnya hubungan masyarakat Bandung dengan karakter geografis kotanya sendiri. Ia menilai perubahan nama wilayah dan pembangunan yang mengabaikan kondisi alam membuat warga perlahan kehilangan pemahaman terhadap identitas kotanya.

“Masyarakat mulai krisis ingatan terhadap kotanya sendiri,” ujar Bachtiar di depan puluhan mahasiswa.

Menurut Bachtiar, banyak warga kini melupakan bahwa Bandung berada di dasar cekungan dan merupakan bekas Danau Bandung Purba yang menyimpan berbagai risiko ekologis. Ia menjelaskan, nama-nama tempat di Bandung sebenarnya memuat informasi penting mengenai kondisi alam, sejarah kawasan, hingga potensi bencana di wilayah tersebut.

“Toponimi itu pintu gerbang untuk memahami kebudayaan,” ucap Bachtiar di sesi wawancara setelah acara berlangsung.

Selain membahas sejarah penamaan wilayah, Bachtiar juga mengkritik arah pembangunan kota yang dinilai semakin tidak selaras dengan kondisi ekologis Bandung. Ia mencontohkan berkurangnya ruang resapan air dan semakin hilangnya pepohonan di kawasan perkotaan.

“Sekarang banyak pembangunan yang tidak seirama dengan kondisi alam,” kata Bachtiar.

Ia mengingatkan bahwa kondisi tersebut dapat memicu berbagai persoalan lingkungan di masa depan, mulai dari banjir, peningkatan suhu kota, hingga ancaman krisis air bersih. Karena itu, ia mendorong generasi muda mulai membangun kepedulian terhadap lingkungan melalui langkah sederhana di sekitar mereka.

“Minimum tanam pohonlah, di mana pun,” pungkas Bachtiar.

Artikel Rekomendasi Untuk Anda

News Update

Beranda 13 Mei 2026, 21:00

Satu Tahun ayobandung.id dan Krisis Ingatan Kota

Setahun ayobandung.id diperingati lewat seminar tentang krisis ingatan Kota Bandung, membahas toponimi, lingkungan, dan pentingnya menjaga hubungan warga dengan kotanya.

T. Bachtiar berfoto bersama mahasiswa Ilmu Sejarah Universitas Padjadjaran usai seminar tentang toponimi, lingkungan, dan krisis ingatan Kota Bandung di Jatinangor, Selasa (13/5/2026). (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)
Ayo Netizen 13 Mei 2026, 20:39

KDM dan Mas Nunu di Tahun 1990-an

Tahun 1990-an dua model rambut Demi Moore dan Keanu Reeves menggila mempengaruhi kawula muda Bandung dan ada istilah KDM atau Korban Demi Moore.

Tahun 1990-an dua model rambut Demi Moore dan Keanu Reeves menggila mempengaruhi kawula muda Bandung dan ada istilah KDM atau Korban Demi Moore. (Sumber: Facebook | Foto: Jadulover)
Wisata & Kuliner 13 Mei 2026, 18:37

Panduan Wisata Situ Gede Tasikmalaya, Botram di Danau Kota dengan Lanskap Tenang

Panduan wisata Situ Gede Tasikmalaya, danau alami dengan Pulau Nusa, perahu wisata, serta kisah tradisi lisan tentang Eyang Prabudilaya.

Wisata Situ Gede Tasikmalaya. (Sumber: Ayomedia)
Ayo Netizen 13 Mei 2026, 16:58

Bandung Lautan Sampah

Kota Bandung masih menghadapi tantangan serius dengan 200 ton sampah per hari tidak terangkut.

Tumpukan sampah di Pasar Gedebage. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Muslim Yanuar Putra)
Ayo Netizen 13 Mei 2026, 14:15

Peran dan Tantangan Perempuan Multiidentitas di Kota Bandung

Kota Bandung tidak lepas dari peran seorang perempuan baik sebagai penggerak ekonomi kreatif maupun keterlibatannya dalam bidang sosial yang tidak luput dri tantangan sebagai perempuan multiidentitas.

Acara Bedah Buku Multiidentitas Karya Zahid Ibrahim (Sabtu, 09 Mei 2026) Gramedia Merdeka Bandung (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)
Wisata & Kuliner 13 Mei 2026, 06:42

5 Pantai Pilihan di Pelabuhan Ratu Sukabumi yang Wajib jadi Itinerary Wisata

Rekomendasi 5 pantai di Pelabuhan Ratu Sukabumi dengan karakter berbeda, dari pantai ramah keluarga hingga spot surfing terbaik.

Wisata Pantai Karang Hawu Palabuhanratu Sukabumi. (Sumber: Wikimedia)
Ayo Netizen 12 Mei 2026, 19:46

Lembangku Sayang, Lembangku Malang: Warga Lokal yang Termarjimalkan

Kawasan tempat tinggal saya sekarang di Lembang adalah sebuah tempat yang dahulunya hanyalah hutan belantara tak bertuan.

Tanjakan Cibogo tahun 1955. Masih kebun dan sawah, dan sekarang kebun semakin terdesak, sawah telah hilang. (Sumber: wereldculturn.nl)
Wisata & Kuliner 12 Mei 2026, 17:37

Pilihan 5 Destinasi Wisata Puncak yang Jadi Favorit Wisatawan

Rekomendasi 5 wisata pilihan di Puncak Bogor, dari Kebun Teh Gunung Mas hingga Telaga Warna dan Kebun Raya Cibodas.

Wisata Kebun Teh Gunung Mas di Puncak Bogor. (Sumber: PTPN I Regional 2)
Linimasa 12 Mei 2026, 14:07

Hikayat Asy Syifa, Pondok Pesantren Anak Usia Dini Pertama

Pesantren Asy Syifa di Ciamis menjadi pelopor pondok khusus anak usia SD dengan pendidikan mandiri dan Al Quran.

Pesantren Asy Syifa di Ciamis. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Wisata & Kuliner 12 Mei 2026, 13:58

Panduan Wisata Keraton Kasepuhan Cirebon: Tiket, Sejarah, dan Spot Wajib Dikunjungi

Panduan lengkap wisata Keraton Kasepuhan Cirebon, mulai sejarah, tiket masuk, daya tarik, hingga tips berkunjung ke situs budaya tertua di kota.

Keraton Kasepuhan Cirebon. (Sumber: Ayomedia)
Ayo Netizen 12 Mei 2026, 13:51

Halo-Halo Bandung, Tidak Sekadar Narasi

Lagu Halo-Halo Bandung tidak hanya sekadar lagu yang tersimpan dalam memori sejarah, dari semangat perjuangan itu melahirkan nilai kesadaran masyarakat, dan dengan kesabaran untuk merawat Bandung.

Sejumlah mahasiswa menggelar aksi unjuk rasa di depan Gedung DPRD Jawa Barat, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Jumat, 1 Mei 2026, bertepatan dengan peringatan Hari Buruh Internasional (May Day). (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Beranda 12 Mei 2026, 12:27

Dari Rak “Buku Seks” sampai Arab-Israel yang Sengaja Dipertemukan, Mengintip Sisi Eksentrik Batu Api

Warung Batu Api di Jatinangor menyimpan cara unik Anton Solihin menyusun buku, dari rak “buku seks” hingga koleksi Arab-Israel yang sengaja dipajang saling berhadapan.

Seorang pengunjung mencari buku di antara rak-rak sempit Perpustakaan Batu Api, Jatinangor, Sabtu 9 Mei 2026. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)
Ayo Netizen 12 Mei 2026, 10:02

Pernikahan di Era Gen Z: Ibadah, Tekanan Sosial, atau Pelarian?

Di balik romantisasi cinta Gen Z, ada pergaulan bebas, tekanan mental, dan tingginya perceraian muda.

Pernikahan sebagai ikatan suci (Sumber: Pixeabay / Foto: WenPhotos) (Sumber: Pixeabay | Foto: WenPhotos)
Beranda 12 Mei 2026, 09:45

Bersama T. Bachtiar, Ayobandung.id dan Himse Unpad Bahas Bandung dari Nama hingga Jejak Bencana

Ayobandung.id dan Himse Unpad menghadirkan T. Bachtiar dalam seminar interaktif yang membahas Bandung dari nama wilayah, tanah, bencana, hingga ingatan kolektif masyarakat.

Seminar interaktif “Nama yang Bercerita” bersama T. Bachtiar akan membahas cara membaca Bandung Raya melalui tanah, bencana, dan ingatan kolektif di Aula PSBJ FIB Unpad Jatinangor, 13 Mei 2026.
Ayo Netizen 12 Mei 2026, 08:51

Apakah Benar Gaji Dosen Rendah karena Kompetensinya?

Rendahnya gaji dosen tidak hanya soal kompetensi, tetapi juga dipengaruhi minimnya dana riset, beban birokrasi kampus, dan sistem pendidikan yang belum ideal.

Pernyataan Wamendiktisaintek, Stella Christie "Gaji rendah dosen karena tidak kompeten". (Sumber: TikTok/@alee.gresik)
Ayo Netizen 11 Mei 2026, 20:03

Spirit Sportivitas Bola

Di balik kemegahan dan gemerlap setiap pertandingan sepakbola tersimpan sisi gelap yang mengusik para penggila sepak bola.

Ribuan bobotoh memadati Stadion Gelora Bandung Lautan Api, Kota Bandung, Kamis 7 Mei 2026. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 11 Mei 2026, 19:09

Kelulusan, Selebrasi, dan Bersyukur

Hakikat kelulusan bukan terletak pada seberapa besar buket yang dibawa, panjangnya konvoi ucapan selamat, ramainya unggahan di media sosial.

Ilustrasi bentuk syukur atas capaian kelulusan dengan berdoa, memohon kepada Allah SWT (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Beranda 11 Mei 2026, 16:25

Di Cibadak, Warga Beda Agama Sudah Terbiasa Hidup Berdampingan Jauh Sebelum Ada Kampung Toleransi

Warga Cibadak di Astana Anyar telah lama hidup berdampingan lintas agama lewat kebiasaan saling membantu, menjaga lingkungan, dan menghormati perbedaan.

Asoey, pengurus Vihara Dharma Ramsi, merasakan kehidupan lintas agama di Astana Anyar berjalan alami lewat kebiasaan warga yang saling menghormati. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)
Ayo Biz 11 Mei 2026, 14:31

Canting dan Ekosistem yang Belum Sempurna, Sebuah Harapan dari Kampung Kreatif Batik Difabel

Ekosistem yang sempurna mungkin belum ada. Tapi ekosistem yang terus berusaha, itu yang sedang terjadi di Kampung Kreatif Batik Difabel.

Kampung Kreatif Batik Difabel, bagian dari UPTD Pusat Pelayanan Sosial Griya Harapan Difabel (GHD), Dinas Sosial Provinsi Jawa Barat. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Aris Abdulsalam)
Ayo Netizen 11 Mei 2026, 13:53

Gelar Akademik Apakah Jaminan Kesuksesan?

Polarisasi pendapat antara melanjutkan kuliah dan langsung membuka usaha. Melanjutkan kuliah lebih berpeluang diserap dunia kerja dan langsung membuka usaha bisa mempercepat peluang sukses.

Ilustrasi wisuda. (Sumber: Pexels | Foto: Sun)