KDM dan Mas Nunu di Tahun 1990-an

bram herdiana
Ditulis oleh bram herdiana diterbitkan Rabu 13 Mei 2026, 20:39 WIB
Tahun 1990-an dua model rambut Demi Moore dan Keanu Reeves menggila mempengaruhi kawula muda Bandung dan ada istilah KDM atau Korban Demi Moore. (Sumber: Facebook | Foto: Jadulover)

Tahun 1990-an dua model rambut Demi Moore dan Keanu Reeves menggila mempengaruhi kawula muda Bandung dan ada istilah KDM atau Korban Demi Moore. (Sumber: Facebook | Foto: Jadulover)

Awal tahun 1990-an di Kota Bandung khususnya, tren tetap bisa menyebar seperti wabah. Cukup lewat film, majalah remaja, dan sedikit TV swasta. Salah satu wabah paling heboh saat itu adalah meniru gaya rambut artis Hollywood. Di Bandung, kota yang dari dulu punya gengsi soal penampilan, dua bintang film pernah benar-benar membuat banyak anak muda rela antre ke salon atau tukang cukur. Dua film awal tahun 1990-an yaitu Ghost dan Speed, ternyata bukan cuma sukses besar di layar lebar, tapi juga sukses mengacak-acak model rambut kawula muda.

Ketika Demi Moore tampil dalam film Ghost bersama Patrick Swayze tahun 1990, publik sebenarnya bukan hanya fokus pada kisah romantis dalam adegan membuat gerabah yang legendaris itu, tetapi pada model rambut yang membikin geger kawula muda perempuan sedunia termasuk Kota Bandung. Kawula muda perempuan Bandung memang dari dulu selalu punya obsesi tampil keren. Bahkan sebelum masa media sosial, kota ini sudah terkenal sebagai kota mode dan gaya hidup. Kota Bandung sibuk dengan penampilan. Jadi ketika Demi Moore muncul dengan pixie cut, Bandung langsung menjadikannya standar bagus yang baru.

Demi Moore tampil dengan potongan rambut pendek super ikonik yang kemudian dikenal sebagai pixie cut. Pendek, rapi, sedikit bertekstur, dan terlihat berani. Pada era itu, rambut perempuan identik dengan panjang dan feminin. Tapi Demi Moore datang seperti badai. Ia membalik standar kecantikan saat itu. Perempuan tiba-tiba merasa rambut pendek ternyata bisa tetap cantik. Dan Bandung langsung bereaksi. Yang lucu, tidak semua bentuk wajah cocok dengan potongan rambut Demi Moore, sehingga sering disebut dengan KDM alias Korban Demi Moore, karena pada masa itu, tampil mirip artis Hollywood adalah simbol modernitas dan kekinian.

Empat tahun setelah Ghost meledak, muncul lagi satu film yang bikin bioskop penuh dan tukang cukur kebanjiran pelanggan Speed dan muara kehebohannya adalah aktor bernama Keanu Reeves. Film ini berjudul Speed yang menceritakan tentang penghentian pemicu bom yang dipasang pada sebuah bus dan melaju pada kecepatan maksimal dan tidak boleh turun kecepatannya.

Adegan paling ikonik dalam film Speed tahun 1994 adalah saat bus yang dikendarai Sandra Bullock melompati celah jembatan layang yang belum selesai dibangun selebar sekitar 15 meter. Kecepatan bus di atas 80 km/jam wajib dipertahankan agar bom tidak meledak. Bom akan mulai aktif begitu bus mencapai kecepatan 80 km/jam dan akan meledak ketika kecepatan bus turun di bawah angka tadi. Pemasang bom itu meminta uang tebusan yang lebih besar kali ini jumlahnya sampai puluhan miliar dan mengancam akan meledakkan bus jika ada penumpang yang diturunkan. Kemudian Keanu Reeves berlari melalui jalur lalu lintas bebas hambatan kemudian menaiki bus yang bergerak, dengan kecepatan lebih dari 80 km/jam.

Model rambut Keanu Reeves di film speed. (Sumber: Google Film)
Model rambut Keanu Reeves di film speed. (Sumber: Google Film)

Di film itu Keanu tampil sebagai polisi muda dengan wajah dingin, badan atletis, dan gaya rambut yang dianggap sangat maskulin saat itu. Potongannya dikenal sebagai layered medium cut atau sering juga disebut gaya tahun 1990-an heart throb hair. Rambutnya medium, agak panjang di atas, tapi tetap rapi. Kesan yang muncul adalah cowok cool, santai, tapi tetap macho. Gaya rambut ini menonjolkan tekstur alami dengan bagian samping yang tidak terlalu tipis, memberikan kesan tangguh dan rapi sebagai karakter polisi bernama Jack Traven. Detail rambut Keanu Reeves atau Mas Nunu di film Speed yaitu gaya pendek, rapi, dan lurus.

Di Bandung, tren rambut Keanu Reeves sangat terasa terutama dikalangan anak basket, dan cowok-cowok yang ingin terlihat kalem dan dingin. Karena pada masa itu, Keanu Reeves dianggap definisi cowok keren. Tidak banyak bicara, kalem tapi berani. Model rambut menjadi simbol identitas. Bandung Era tahun 1990-an adalah kota yang cepat meneguk habis tren.

Anak muda sekarang mungkin sulit membayangkan bagaimana sebuah gaya rambut bisa begitu berpengaruh. Tapi era 90-an memang berbeda. Belum ada influencer, tidak ada selebgram, juga belum ada filter kamera yang nampak cuma bioskop, televisi, MTV, radio dan majalah. Tapi justru karena akses hiburan terbatas, dampaknya jadi jauh lebih besar. Sekali saja ada artis yang dianggap keren, semua orang langsung fokus ke situ.

Tidak heran jika pengaruh Demi Moore dan Keanu Reeves terasa begitu kuat. Mereka bukan cuma artis film. Mereka adalah kiblat gaya hidup dan menariknya tren masa tahun 1990-an sebenarnya lebih “tulus”. Orang meniru artis karena benar-benar kagum, bukan demi konten. Hari ini orang ganti gaya rambut karena ingin FYP atau viral.

Dulu orang potong rambut seperti Keanu Reeves karena merasa gagah saat naik bis kota atau angkot sambil mendengarkan lagu dari walkman. Sekarang orang jika mengubah model rambutnya, terkadang cuma demi satu video 15 detik. Masa telah berubah, tetapi satu hal tetap sama bahwa anak muda selalu ingin terlihat berbeda, menarik, dan diakui lingkungan.

Di sepanjang Jalan Dago dan pusat perbelanjaan di kawasan Jalan Merdeka, hingga kawasan-kawasan kampus, serta di tempat-tempat nongkrong lainnya, gaya rambut menjadi bagian penting dari pergaulan. Anak muda rela menyisihkan uang jajan demi potong rambut yang dianggap kekinian pada masa itu, gaya rambut bukan sekadar urusan penampilan. Rambut adalah simbol status sosial anak muda. Kalau rambutmu mengikuti tren Hollywood, berarti kamu dianggap update, modern, dan gaul. Bandung saat itu memang seperti laboratorium mode jalanan.

Pergeseran tren model rambut sekarang sudah bergerak ke Korea Selatan sebab banyak budaya K-pop begitu mendominasi berbagai tren di Indonesia termasuk model rambut beberapa tahun belakangan ini. Meski begitu dalam sejarah tren model rambut di Kota Bandung, dua nama yaitu Demi Moore dan Keanu Reeves tetap punya tempat khusus, karena mereka pernah membuat Kota Bandung ramai hanya gara-gara potongan rambut dalam sebuah masa ketika bioskop bisa mengubah isi kepala manusia supaya mengikuti tren. (*)

Artikel Rekomendasi Untuk Anda

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

bram herdiana
Tentang bram herdiana
GURU SMK PARIWISATA TELKOM BANDUNG

Berita Terkait

News Update

Beranda 13 Mei 2026, 21:00

Satu Tahun ayobandung.id dan Krisis Ingatan Kota

Setahun ayobandung.id diperingati lewat seminar tentang krisis ingatan Kota Bandung, membahas toponimi, lingkungan, dan pentingnya menjaga hubungan warga dengan kotanya.

T. Bachtiar berfoto bersama mahasiswa Ilmu Sejarah Universitas Padjadjaran usai seminar tentang toponimi, lingkungan, dan krisis ingatan Kota Bandung di Jatinangor, Selasa (13/5/2026). (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)
Ayo Netizen 13 Mei 2026, 20:39

KDM dan Mas Nunu di Tahun 1990-an

Tahun 1990-an dua model rambut Demi Moore dan Keanu Reeves menggila mempengaruhi kawula muda Bandung dan ada istilah KDM atau Korban Demi Moore.

Tahun 1990-an dua model rambut Demi Moore dan Keanu Reeves menggila mempengaruhi kawula muda Bandung dan ada istilah KDM atau Korban Demi Moore. (Sumber: Facebook | Foto: Jadulover)
Wisata & Kuliner 13 Mei 2026, 18:37

Panduan Wisata Situ Gede Tasikmalaya, Botram di Danau Kota dengan Lanskap Tenang

Panduan wisata Situ Gede Tasikmalaya, danau alami dengan Pulau Nusa, perahu wisata, serta kisah tradisi lisan tentang Eyang Prabudilaya.

Wisata Situ Gede Tasikmalaya. (Sumber: Ayomedia)
Ayo Netizen 13 Mei 2026, 16:58

Bandung Lautan Sampah

Kota Bandung masih menghadapi tantangan serius dengan 200 ton sampah per hari tidak terangkut.

Tumpukan sampah di Pasar Gedebage. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Muslim Yanuar Putra)
Ayo Netizen 13 Mei 2026, 14:15

Peran dan Tantangan Perempuan Multiidentitas di Kota Bandung

Kota Bandung tidak lepas dari peran seorang perempuan baik sebagai penggerak ekonomi kreatif maupun keterlibatannya dalam bidang sosial yang tidak luput dri tantangan sebagai perempuan multiidentitas.

Acara Bedah Buku Multiidentitas Karya Zahid Ibrahim (Sabtu, 09 Mei 2026) Gramedia Merdeka Bandung (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)
Wisata & Kuliner 13 Mei 2026, 06:42

5 Pantai Pilihan di Pelabuhan Ratu Sukabumi yang Wajib jadi Itinerary Wisata

Rekomendasi 5 pantai di Pelabuhan Ratu Sukabumi dengan karakter berbeda, dari pantai ramah keluarga hingga spot surfing terbaik.

Wisata Pantai Karang Hawu Palabuhanratu Sukabumi. (Sumber: Wikimedia)
Ayo Netizen 12 Mei 2026, 19:46

Lembangku Sayang, Lembangku Malang: Warga Lokal yang Termarjimalkan

Kawasan tempat tinggal saya sekarang di Lembang adalah sebuah tempat yang dahulunya hanyalah hutan belantara tak bertuan.

Tanjakan Cibogo tahun 1955. Masih kebun dan sawah, dan sekarang kebun semakin terdesak, sawah telah hilang. (Sumber: wereldculturn.nl)
Wisata & Kuliner 12 Mei 2026, 17:37

Pilihan 5 Destinasi Wisata Puncak yang Jadi Favorit Wisatawan

Rekomendasi 5 wisata pilihan di Puncak Bogor, dari Kebun Teh Gunung Mas hingga Telaga Warna dan Kebun Raya Cibodas.

Wisata Kebun Teh Gunung Mas di Puncak Bogor. (Sumber: PTPN I Regional 2)
Linimasa 12 Mei 2026, 14:07

Hikayat Asy Syifa, Pondok Pesantren Anak Usia Dini Pertama

Pesantren Asy Syifa di Ciamis menjadi pelopor pondok khusus anak usia SD dengan pendidikan mandiri dan Al Quran.

Pesantren Asy Syifa di Ciamis. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Wisata & Kuliner 12 Mei 2026, 13:58

Panduan Wisata Keraton Kasepuhan Cirebon: Tiket, Sejarah, dan Spot Wajib Dikunjungi

Panduan lengkap wisata Keraton Kasepuhan Cirebon, mulai sejarah, tiket masuk, daya tarik, hingga tips berkunjung ke situs budaya tertua di kota.

Keraton Kasepuhan Cirebon. (Sumber: Ayomedia)
Ayo Netizen 12 Mei 2026, 13:51

Halo-Halo Bandung, Tidak Sekadar Narasi

Lagu Halo-Halo Bandung tidak hanya sekadar lagu yang tersimpan dalam memori sejarah, dari semangat perjuangan itu melahirkan nilai kesadaran masyarakat, dan dengan kesabaran untuk merawat Bandung.

Sejumlah mahasiswa menggelar aksi unjuk rasa di depan Gedung DPRD Jawa Barat, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Jumat, 1 Mei 2026, bertepatan dengan peringatan Hari Buruh Internasional (May Day). (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Beranda 12 Mei 2026, 12:27

Dari Rak “Buku Seks” sampai Arab-Israel yang Sengaja Dipertemukan, Mengintip Sisi Eksentrik Batu Api

Warung Batu Api di Jatinangor menyimpan cara unik Anton Solihin menyusun buku, dari rak “buku seks” hingga koleksi Arab-Israel yang sengaja dipajang saling berhadapan.

Seorang pengunjung mencari buku di antara rak-rak sempit Perpustakaan Batu Api, Jatinangor, Sabtu 9 Mei 2026. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)
Ayo Netizen 12 Mei 2026, 10:02

Pernikahan di Era Gen Z: Ibadah, Tekanan Sosial, atau Pelarian?

Di balik romantisasi cinta Gen Z, ada pergaulan bebas, tekanan mental, dan tingginya perceraian muda.

Pernikahan sebagai ikatan suci (Sumber: Pixeabay / Foto: WenPhotos) (Sumber: Pixeabay | Foto: WenPhotos)
Beranda 12 Mei 2026, 09:45

Bersama T. Bachtiar, Ayobandung.id dan Himse Unpad Bahas Bandung dari Nama hingga Jejak Bencana

Ayobandung.id dan Himse Unpad menghadirkan T. Bachtiar dalam seminar interaktif yang membahas Bandung dari nama wilayah, tanah, bencana, hingga ingatan kolektif masyarakat.

Seminar interaktif “Nama yang Bercerita” bersama T. Bachtiar akan membahas cara membaca Bandung Raya melalui tanah, bencana, dan ingatan kolektif di Aula PSBJ FIB Unpad Jatinangor, 13 Mei 2026.
Ayo Netizen 12 Mei 2026, 08:51

Apakah Benar Gaji Dosen Rendah karena Kompetensinya?

Rendahnya gaji dosen tidak hanya soal kompetensi, tetapi juga dipengaruhi minimnya dana riset, beban birokrasi kampus, dan sistem pendidikan yang belum ideal.

Pernyataan Wamendiktisaintek, Stella Christie "Gaji rendah dosen karena tidak kompeten". (Sumber: TikTok/@alee.gresik)
Ayo Netizen 11 Mei 2026, 20:03

Spirit Sportivitas Bola

Di balik kemegahan dan gemerlap setiap pertandingan sepakbola tersimpan sisi gelap yang mengusik para penggila sepak bola.

Ribuan bobotoh memadati Stadion Gelora Bandung Lautan Api, Kota Bandung, Kamis 7 Mei 2026. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 11 Mei 2026, 19:09

Kelulusan, Selebrasi, dan Bersyukur

Hakikat kelulusan bukan terletak pada seberapa besar buket yang dibawa, panjangnya konvoi ucapan selamat, ramainya unggahan di media sosial.

Ilustrasi bentuk syukur atas capaian kelulusan dengan berdoa, memohon kepada Allah SWT (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Beranda 11 Mei 2026, 16:25

Di Cibadak, Warga Beda Agama Sudah Terbiasa Hidup Berdampingan Jauh Sebelum Ada Kampung Toleransi

Warga Cibadak di Astana Anyar telah lama hidup berdampingan lintas agama lewat kebiasaan saling membantu, menjaga lingkungan, dan menghormati perbedaan.

Asoey, pengurus Vihara Dharma Ramsi, merasakan kehidupan lintas agama di Astana Anyar berjalan alami lewat kebiasaan warga yang saling menghormati. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)
Ayo Biz 11 Mei 2026, 14:31

Canting dan Ekosistem yang Belum Sempurna, Sebuah Harapan dari Kampung Kreatif Batik Difabel

Ekosistem yang sempurna mungkin belum ada. Tapi ekosistem yang terus berusaha, itu yang sedang terjadi di Kampung Kreatif Batik Difabel.

Kampung Kreatif Batik Difabel, bagian dari UPTD Pusat Pelayanan Sosial Griya Harapan Difabel (GHD), Dinas Sosial Provinsi Jawa Barat. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Aris Abdulsalam)
Ayo Netizen 11 Mei 2026, 13:53

Gelar Akademik Apakah Jaminan Kesuksesan?

Polarisasi pendapat antara melanjutkan kuliah dan langsung membuka usaha. Melanjutkan kuliah lebih berpeluang diserap dunia kerja dan langsung membuka usaha bisa mempercepat peluang sukses.

Ilustrasi wisuda. (Sumber: Pexels | Foto: Sun)