Cibeulah, Rekahan Tanah Akibat Gempa Bumi yang Menyimpan Cerita

5 menit baca
T Bachtiar
Ditulis oleh T Bachtiar diterbitkan
Rumah warga yang terdampak gempabumi dengan kekuatan (M) 6,7 pada tanggal 14 Januari 2022, di Kabupaten Pandeglang, Banten. (Sumber: BNPB)
Rumah warga yang terdampak gempabumi dengan kekuatan (M) 6,7 pada tanggal 14 Januari 2022, di Kabupaten Pandeglang, Banten. (Sumber: BNPB)
Highlights

Poin Penting

Quick Read
  • Nenek moyang di Jawa Barat telah menyadari keberadaan gempa bumi dan mengalaminya berulang kali.

  • Beberapa kata dalam bahasa Sunda yang berhubungan dengan kejadian lini atau gempa bumi.

  • Dalam Bahasa Sunda dan Banten, beulah berarti belah. Dalam kaitan ini, adalah tanah belah yang memanjang dengan rekahan yang lebar, sehingga menjadi penanda pada saat pascagempa.

  • Warga Kampung Muril, Cieundeur, dan Cibeulah tidak mengetahui bahwa kawasan yang mereka tinggali pernah diguncang gempa bumi hingga menimbulkan rasa pusing dan mual

Nenek moyang yang tinggal di Jawa Barat, sudah menyadari dan mengalami gempa bumi yang berulangkali. Masyarakat menyebutnya lini. Karena seringnya merasakan gempa bumi, sehingga ketika ada penyakit yang saat itu tidak dikenali istilah kedokterannya, masyarakat menamainya lilinieun. Getaran seperti yang sedang digoyang gempa bumi atau lini, terjadi tremor di tangan karena parkinson.

Peristiwa gempa bumi dicatat hari dan waktu kejadiannya dalam paririmbon, tapi tidak dicatat kapan terjadinya. Demikian juga bila gempa bumi terjadi pada saat ada ibu hamil di rumah, ia merasakan guncangan, maka ibu hamil itu harus segera masuk ke kolong ranjang. Setelah gempa berlalu, perutnya harus segera disembur air do’a.

Beberapa kata dalam bahasa Sunda yang berhubungan dengan kejadian lini atau gempa bumi, seperti: riyeg, berarti hentakan awal yang singkat dari gempa bumi. Biasanya setelah ngariyeg, setelah hentak goyang ini akan disusul oleh goyangan berikutnya, sehingga rumah akan inggeung. Inggeung berarti bergoyang lebih lama dari pada riyeg, dengan penyebab yang sama karena ada gempa bumi di kawasan itu.

Bila sedang berada di dalam rumah, penghuninya akan merasakan rumahnya inggeung. Ada juga kata eundeur, yang artinya sama dengan inggeung, bergoyang karena ada gempa bumi tapi lebih besar goyangannya, dan terdengar suara gemuruh.

Tempat yang sering atau pernah digoyang gempa bumi besar, dan penduduk di kawasan itu merasakan rumah atau tanah yang dipijaknya eundeur, digoyang gempa bumi yang kuat, maka penduduk di sana menamai kawasan itu Cieundeur. Dalam perkembangannya, kawasan itu banyak dihuni, menjadi Desa Cieundeur di Kecamatan Warungkondang, Kabupaten Cianjur.

Di segmen barat Patahan Lembang ada toponim Kampung Muril, Desa Jambudipa, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, dan di segmen timur ada Kampung Gadogmuril di Desa Ciburial, Kecamatan Cimenyan, Kabupaten Bandung Barat. Penduduk di dua kampung itu pernah merasakan gempa bumi yang kuat, sehingga merasakam pusing, mual.

Perasaan amat pusing dan mual akibat gempa bumi itu, oleh masyarakat setempat dianalogikan seperti uril, puril, dan kata kerjanya muril. Seperti drat baud, drat mur yang memutar, seperti uril, seperti alur-alur sekrup.

Dan ada toponim Kampung Cibeulah di Desa Mekarluyu, Kecamatan Sukawening, Kabupaten Garut, Jawa Barat. Di Kabupaten Sumedang, ada Kampung Cibeulah di Desa Darmaraja, Kecamatan Darmaraja.

Di Kecamatan Cilaku, Kabupaten Cianjur, ada toponim Kampung Cibeulah yang masuk ke dalam Desa Mujul. Dan, di Kecamatan Munjul, Kabupaten Pandeglang, Banten, ada toponim Kampung Cibeulah di Desa Munjul.

Dalam Bahasa Sunda dan Banten, beulah berarti belah. Dalam kaitan ini, adalah tanah belah yang memanjang dengan rekahan yang lebar, sehingga menjadi penanda pada saat pascagempa. Itulah yang menyebabkan nama kampung ini diberi nama Kampung Cibeulah.

Umumnya, di daerah-daerah yang oleh nenek moyangnya dinamai Kampung Muril, Cieundeur, Cibeulah, warganya sendiri tidak mengetahui bahwa daerahnya pernah diguncang gempa bumi hingga menyebabkan pusing dan mual, bergoyang, dan ada daerah yang retak, rekah memanjang. Ada jarak yang sangat lebar, sehingga pengetahuan itu tidak diturunkan secara berkesinambungan.

Nenek moyang tidak mencatat peristiwa gempa bumi itu, namun mereka memberi nama. Sayangnya, seringkali pengetahuan itu terputus, sehingga penghuni kawasan berikutnya tidak mengetahui bahwa daerahnya pernah diguncang gempa bumi yang memporak-porandakan perkampungan.

Kesadaran itu ada setelah terjadi gempa bumi. Ketika Kampung Muril diguncang gempa bumi pada tangga 29 Agustus 2011, walau dengan kekuatan kecil, yaitu M 3,3, namun dapat merontokkan atap, sudut rumah, dan dinding rumah.

Begitu juga dengan Kampung Cibeulah di Pandeglang, Banten. Setelah terjadi gempa bumi pada tanggal 14 Januari 2022 dengan M 6,6 yang memporak-porandakan bangunan, baru disadarkan, mengapa nenek moyangnya dulu memberi nama Kawasan itu Cibeulah.

Dalam gempa bumi, tanah beulah itu berarti tanah belah di permukaan. Tanah belah terjadi sebagai dampak dari akumulasi tekanan, tegangan, yang dilepaskan secara mendadak. Terjadinya akumulasi tekanan, tegangan karena pergerakan lempeng tektonik terjadi terus-menerus, dan bergesekan setiap saat. Sedangkan geometri batuan pada bidang kontak di sepanjang antar lempeng, tingkat kekasarannya sangat besar, sehingga terjadi saling mengait yang menghambat laju geser. Inilah yang menjadi penghambat daya luncur lempeng hingga tertahan atau terkunci. Akibatnya, tekanan dan regangan akan terkumpul di area penguncian selama “ratusan” tahun.

Batuan yang terkunci itu akan mengalami tekanan dan regangan yang terus-menerus. Bila tekanannya melampaui batas kekuatan maksimum batuan, maka batuan itu tidak akan sanggup lagi menahan beban tekanan dan regangan. Batuan itu akan patah atau pecah secara mendadak. Lokasi patahnya berada di titik bawah tanah yang disebut hiposentrum.

Patahnya batuan itu akan melepaskan energi berupa gelombang gempa bumi, yang akan menjalar dengan kecepatan tinggi melalui jalur retakan di bawah tanah. Rambat gelombangnya akan terus ke permukaan berupa guncangan dan rekahan yang memanjang. Keadaan inilah yang oleh penduduk ditandai dengan menamai tempat itu Cibeulah.

Bila terjadi gempa bumi, bangunan yang dibangun memotong garis patahan, seperti: jalan raya, jalan tol, jembatan, rel kereta api, pipa air, pipa minyak dan gas bumi, pipa panas bumi, kabel listrik, akan mengalami patah struktur.

Para leluhur sudah memberi nama geografis yang sesuai dengan peristiwa bumi. Toponim menjadi penanda, satu di antaranya untuk kewaspadaan dari ancaman bencana alam, dengan melakukan mitigasi. Semoga selamatlah alam semesta! (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Berita Terkait

News Update

Linimasa 16 Sep 2026, 23:37

Ketika Rentatan Gempa Guncang Kertasari

Puluhan gempa tercatat di sekitar Kertasari dan Pangalengan. Warga mengaku masih trauma dengan gempa yang terjadi pada 2024.

Ilustrasi gempa Kertasari tahun 2024. (Sumber: Ayomedia | Foto: Kavin Faza)
Ayo Netizen 16 Sep 2026, 20:23

Filosofi Orang Kampung: Membaca Kehidupan Lewat Kisah Si Doel

Filosofi Orang Kampung mengajak kita mengenang Si Doel sekaligus memahami nilai kehidupan dan budaya yang tumbuh dari kampung.

Buku Filosofi Orang Kampung karya Harry Tjahjono, penulis serial televisi legendaris Si Doel Anak Sekolahan. (Sumber: Kin Sanubary)
Ayo Netizen 16 Sep 2026, 19:02

Pendidikan Empati dalam Isu Sosial

urgensinya pendidikan empati diajarkan. Bukan hanya mencari jalan keviralan. Demi meningkatkan kuantitas konten tanpa memfilter isinya.

Ilustrasi anak sekolah di ladang sawah. (Sumber: Pexels | Foto: Noel Snpr)
Ayo Netizen 16 Sep 2026, 17:03

Stadion Persib Kelas Dunia Kapan ?

Persib Bandung bermain di stadion kelas Piala Dunia saat Asian LC 2 melawan FC Seoul Korea Selatan medio September 2026

Kondisi rumput liar tak terawat di luar Stadion GBLA yang sempat disorot pada 2019 lalu. (Sumber: Ayobandung)
Ayo Netizen 16 Sep 2026, 15:29

Mewaspadai Gunung Berapi Aktif dan Sesar Aktif di Bandung Raya

Mengupas potensi bahaya gunung berapi, sesar aktif di Bandung Raya dan langkah mitigasi demi keselamatan warga. Simak informasi artikel Mewaspadai Gunung Berapi Aktif dan Sesar Aktif di Bandung Raya.

Poster Riset - Kesiapan Obyek Wisata Taman Wisata Alam Gunung Tangkuban Parahu Terhadap Bencana (Sumber: issuu.com/anggasafik/docs/poster_riset_tangkuban_perahu | Foto: Angga Safik Ul Ridwa)
Ayo Netizen 16 Sep 2026, 13:45

Penyiar Legendaris dan Perjalanan RRI di Era 1970-an Hingga Masa Kini

Terkadang wajah penyiar tidak pernah dilihat, tapi suaranya bisa menjadi kenangan dalam sejarah. Sambas, Hasan Azhari Oramahi, Poppy Tiendas, dll adalah nama legendaris penyiar RRI dengan suara emas.

Gedung Kantor RRI Bandung. (Sumber: RRI | Foto: R.Erlan W.K)
Ayo Netizen 16 Sep 2026, 10:32

Kenapa Gaji ASN Jadi Rebutan Bank?

Payroll sesungguhnya buka cuma rekening gaji. Dana yang masuk secara rutin saban bulan menciptakan aktivitas lanjutan.

Gedung bank BJB. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 16 Sep 2026, 08:11

Kebakaran Cihanja Punclut dan Pentingnya Penanganan Lingkungan Berkelanjutan

Catatan Lukman Nurhakim tentang material mudah terbakar di bawah timbunan, dampak asap terhadap warga, dan pentingnya penanganan pascakebakaran membuka pertanyaan yang lebih luas.

Kebakaran lahan di Cihanja-Punclut Kawasan Bandung Utara. (Foto: Dokumen Lukman Nurhakim)
Ayo Biz 15 Sep 2026, 20:08

Dari Lereng Arjuno ke Peta Jalan Net Zero: Jejak United Tractors Merawat Industri Berkelanjutan

UT menghubungkan pemberdayaan masyarakat, pelestarian lingkungan, dan transisi energi dalam perjalanan menuju industri berkelanjutan.

UT menghubungkan pemberdayaan masyarakat, pelestarian lingkungan, dan transisi energi dalam perjalanan menuju industri berkelanjutan. (Sumber: Ilustrasi dibuat dengan bantuan ChatGPT)
Ayo Netizen 15 Sep 2026, 19:51

200 Ikon Bandung #5: Pemandian Tjihampelas, Kolam Renang Pertama di Indonesia

Pemandian Tjihampelas menyimpan sejarah panjang olahraga renang di Indonesia sebelum bangunannya hilang dan berganti menjadi kawasan hunian modern.

Pemandian Tjihampelas pada masa kolonial. (Sumber: KITLV)
Ayo Netizen 15 Sep 2026, 17:12

200 Ikon Bandung #4: Saritem

Sekarang, kawasan lokaslisasi Saritem telah tiada, bahkan telah digantikan dengan keberadaan sebuah pesantren yang cukup besar.

Sebuah roman Sunda karya Aan Merdeka Permana yang berjudul "Saritem". (Sumber: Istimewa)
Seni Budaya 15 Sep 2026, 16:00

Hikayat Wayang Tavip, Inovasi Wayang dari Sampah Plastik

Wayang Tavip lahir dari plastik bekas. Karya seni ciptaan Muhammad Tavip ini terus berkembang dari bentuk 2D hingga 3D.

Wayang Tavip menjadi inovasi dalam seni pewayangan dengan bentuk karakter yang khas dan unik. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 15 Sep 2026, 15:17

Menjaga Wajah Kota: Sinergi Penanganan PPKS dan Penataan RTH di Kota Bandung

Mereka tidak sekadar ditertibkan, melainkan langsung dibawa ke Rumah Singgah Dinas Sosial Kota Bandung di Rancacili.

Ilustrasi Penanganan PPKS dan Penataan RTH di Kota Bandung. (Sumber: dibuat dengan chatgpt.com | Foto: Totok Siswantara)
Ayo Netizen 15 Sep 2026, 13:25

Seandainya Saya Jadi Presiden - Bagian 2

Negara bukanlah panggung pertunjukan, tetapi seandainya saya jadi presiden, saya ingin ada yang membaca puisi kenegaraan saat pelantikan. Negara akan maju jika semua warga diwajibkan membaca buku.

Bendera Republik Indonesia. (Sumber: Pexels | Foto: Firman Marek_Brew)
Ayo Netizen 15 Sep 2026, 11:41

Jangan Sampai Pilkades di Jabar Menjadi Kotak Hitam Digital

Sistem pemilu yang baik bukan hanya harus mampu menghasilkan angka, tetapi juga harus memungkinkan pihak yang berwenang memeriksa bagaimana angka tersebut dihasilkan.

Ilustrasi Pilkades. (Sumber: ayobandung.com | Foto: ayobandung.com)
Ayo Netizen 15 Sep 2026, 09:56

Obituari untuk Kanaya Whu

Ada suara yang justru menemukan kehidupan keduanya setelah kematian. Kanaya Whu salah satunya. Kematian selalu memiliki cara yang aneh untuk menjadi kenangan. Ada sebuah puisi elegi dalam obituari ini

Kanaya Whu. (Sumber: Instagram | Foto: Kanaya Whu)
Ayo Netizen 14 Sep 2026, 19:01

Stiker Radio: Ketika Kenangan Lama Kembali Mengudara

Masih dalam suasana memperingati Hari Radio Nasional pada 9 September 2026, menarik untuk menengok kembali salah satu memorabilia radio yang kerap luput dari perhatian: stiker radio.

Beragam stiker radio dari berbagai stasiun radio di seluruh Indonesia yang menjadi bagian dari koleksi penulis. (Sumber: Foto dan koleksi Kin Sanubary)
Ayo Netizen 14 Sep 2026, 18:24

Nestapa Dago Dairy dan Asa Kedaulatan Pakan dari Bangku SMK

Kita abai menyiapkan cetak biru pendidikan modern di hulu peternakan.

Ilustrasi Mewujudkan SMK Peternakan Jurusan Pakan yang sesuai dengan perkembangan teknologi. (Sumber: dokpri | Foto: Totok Siswantara)
Ayo Netizen 14 Sep 2026, 17:05

Menggelorakan Wisata Olahraga di Kota Bandung

Wisata olahraga sebagai wisata yang mulai dijadikan model wisata yang sangat menarik dan mampu mengundang wisatawan menemukan wisata sembari berolahraga.

Bagi generasi Z, lari bukan hanya olahraga, tetapi gaya hidup yang terus berkembang. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 14 Sep 2026, 15:11

Riung Gunung Bandung, 'Bandung Kakurung ku Gunung'

Riung Gunung Bandung mengungkap pesona alam legendaris Bandung kakurung ku gunung.

Nuansa Riung Gunung Pangalengan, Wisata Bandung Murah. (Sumber: Instagram | Foto: nuansariunggunung_)