Mengapa Bahasa Merek Berubah Saat Pindah ke Instagram?

2 menit baca
Sri Nadya Aliya Rifa
Ditulis oleh Sri Nadya Aliya Rifa diterbitkan
Ilustrasi masakan. (Sumber: Pexels | Foto: Airlangga Jati)
Ilustrasi masakan. (Sumber: Pexels | Foto: Airlangga Jati)
Highlights

Poin Penting

Quick Read
  • Satu pesan, dua gaya: Website menggunakan bahasa formal dan informatif, sementara Instagram tampil lebih ringkas, santai, dan interaktif.

  • Menyesuaikan karakter audiens: Perbedaan gaya penulisan menunjukkan upaya menyesuaikan pesan dengan karakter pengguna di masing-masing kanal digital.

  • Pesan tetap konsisten: Meski dikemas dengan gaya berbeda, nilai utama kampanye Ramadhan tetap dipertahankan sehingga komunikasi merek tetap selaras.

Amatan awal pada teknik penulisan yang digunakan di website resmi didominasi oleh diksi formal dengan nuansa korporat seperti “kegiatan sosial” dan “semangat berbagi”. Sementara itu. teknik penulisan yang digunakan pada Instagram berfokus pada kata kunci interaktif yang melibatkan publik seperti “dapur kriuk” dan “kelas memasak”.

Artikel yang bersifat sangat informatif mengenai detail pelaksanaan agenda program pada website resmi Unilever Indonesia terbukti menggunakan teknik berita langsung. Sebaliknya, pada media sosial Instagram menggunakan teknik penulisan dengan formula yang jauh lebih ringkas guna melengkapi kebutuhan konten publikasi visual.

Teknik penulisan pada artikel resmi sengaja dikemas dengan gaya bahasa formal, kaku, serta menyajikan data lengkap mengenai tujuan strategis dari program perusahaan. Namun, gaya bahasa santai diterapkan pada media Instagram guna menjaga konsisten nilai kebersamaannya tetap tersampaikan dengan baik pada publik.

 (Sumber: Sri Nadya Aliya Rifa)
(Sumber: Sri Nadya Aliya Rifa)

Menurut pendapat saya, perbedaan karakteristik tekstual di antara kedua media tersebut merupakan langkah adaptif yang sangat wajar dalam ekosistem komunikasi publik modern. Pihak praktisi humas perusahaan tampaknya sadar bahwa karakteristik pembaca teks artikel di website sangat berbeda jauh dengan audiens konten media sosial. 

Adapun keberhasilan penyampaian pesan yang harmonis ini membuktikan bahwa manajemen komunikasi yang terencana dengan matang dapat meminimalkan risiko terjadinya bias informasi perusahaan. Konsistensi nilai yang terjaga dengan baik pada akhirnya akan menumbuhkan rasa percaya serta loyalitas yang kuat dari konsumen terhadap merek tersebut.

Melalui pendekatan tulisan yang berbeda ini, perusahaan dinilai mampu menyentuh berbagai lapisan masyarakat secara tepat sasaran tanpa kehilangan substansi utama kampanye. Target audiens dari kalangan profesional dapat teredukasi lewat artikel website, sedangkan masyarakat umum dapat merespons pesan humas melalui interaksi media sosial. 

Pentingnya pengelolaan opini publik yang strategis dalam dunia humas secara teoritis ini selaras dengan efektivitasnya penulisan pesan yang berkelanjutan. Praktisi Public Relations juga tidak lepas dari tuntutan untuk adaptif dalam menulis agar pesan program yang disampaikan dapat diterima baik oleh masyarakat.

Studi tentang strategi penyelarasan dalam komunikasi korporat menegaskan bahwa konsistensi lintas kanal merupakan faktor utama dalam pembentukan reputasi jangka panjang (Hallahan, 2007, dalam Abdurrahman, 2026). Teori tersebut memperjelas bahwa keragaman pesan kebahasaan yang disebarkan lewat berbagai media penyiaran menjadi fondasi penting bagi keberhasilan komunikasi sebuah organisasi. 

Teori Hallahan dalam Abdurrahman dan konsistensi teks publikasi Royco ini memiliki hubungan erat yang membuktikan bahwa manajemen komunikasi digital perusahaan sudah berjalan sangat efektif. Penilaian objektif tersebut didasarkan pada keselarasan esensi pesan utama yang tidak mengalami bias makna meskipun disebarluaskan melalui medium kontras. (*)

Referensi

  • Abdurrahman, M. S. (2026). Digital Public Relations Writing: Relevansi Kemampuan Menulis di Era AI. Bandung: Simbiosa Rekatama Media.
Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Artikel Rekomendasi Untuk Anda

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Sri Nadya Aliya Rifa
Mahasiswa Digital Public Relastions Telkom University

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 12 Agu 2026, 19:54

Mengapa Bahasa Merek Berubah Saat Pindah ke Instagram?

Membahas bagaimana satu merek menyesuaikan gaya bahasa di website dan Instagram saat menyampaikan pesan Ramadhan, tanpa kehilangan pesan utama kepada publik.

Ilustrasi masakan. (Sumber: Pexels | Foto: Airlangga Jati)
Ayo Netizen 12 Agu 2026, 17:20

Aku, ‘Preman Pensiun’, dan Terminal Cicaheum

Mengajak pembaca menyusuri kenangan personal di Terminal Cicaheum, dari masa kecil hingga era Preman Pensiun.

Suasana Terminal Cicaheum pada pagi hari, Kota Bandung, Rabu 24 Juli 2024. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Rahmat Kurniawan)
Ayo Netizen 12 Agu 2026, 15:24

Merawat Hutan, Menjaga Warisan Peradaban di Jawa Barat

Kondisi hutan di Jawa Barat saat ini berada dalam status darurat atau sinyal lampu merah yang berakibat dari kerusakan dan penyusutan tutupan hutan yang masif.

Sejumlah pengunjung berfoto di Jembatan Gantung Curug Koleang, Kawasan Taman Hutan Raya (Tahura) Djuanda, Bandung, Sabtu (9/2/2019). (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 12 Agu 2026, 13:38

Cuaca Ekstrem Kota Bandung Akan Menimbulkan Kerawanan Bahaya Kebakaran

Cuaca ekstrem acapkali menjadi peringatan alam, bukan hanya sekadar perubahan musim tetapi peningkatan suhu mengakibatkan kekeringan yang memiliki potensi besar untuk terjadinya kerawanan kebakaran

Sawah mengalami kekeringan di musim Kemarau. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Kavin Faza)
Ayo Netizen 12 Agu 2026, 11:24

Defisit Rp300 Miliar, Siapa yang Gagal Mengelola Bandung?

Defisit Rp300 miliar itu tentu saja merupakan cerita yang jauh lebih kompleks dari sekadar kekurangan duit kas.

Balai Kota Bandung. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Humas Setda Kota Bandung  via ayobandung.com)
Ayo Netizen 12 Agu 2026, 08:18

Merdeka dalam Berpikir, Merdeka dalam Bertindak

Makna kemerdekaan di era digital tercermin dari kemampuan masyarakat dalam berpikir kritis, menyaring informasi, dan bertindak secara bertanggung jawab.

Ilustrasi orang Indonesia. (Sumber: Pexels | Foto: Heru Dharma)
Ayo Netizen 11 Agu 2026, 20:01

Membaca Gaya Komunikasi di Balik Publikasi Koleksi Jam Tangan Edisi Khusus

Analisis ini berfokus pada cara perusahaan menyampaikan produknya kepada publik, bukan membahas spesifikasi produk secara rinci.

Ilustrasi iklan.
Ayo Netizen 11 Agu 2026, 18:10

Menulis sebagai Cara Membangun Pengetahuan

Sebuah refleksi tentang menulis yang tidak berhenti pada keterampilan menyusun kata dan kalimat, tetapi melihat menulis sebagai bagian dari proses membangun pengetahuan dan membentuk cara berpikir.

Ilustrasi mengetik artikel dengan laptop. (Sumber: Unsplash | Foto: Sergey Zolkin)
Ayo Netizen 11 Agu 2026, 17:02

Indonesia Raya Tercipta di Bandung

Gagasan menciptakan lagu kebangsaan muncul setelah W.R. Soepratman membaca tantangan di majalah Timboel pada 1924.

Ilustrasi Wage Rudolf Soepratman. (Sumber: Ayobandung.id)
Beranda 11 Agu 2026, 16:53

Bandung Makin Panas di Siang dan Makin Dingin di Malam, Ada Apa dengan Suhu Kota?

Suhu Kota Bandung menunjukkan perubahan menarik. Siang makin panas dan malam tetap dingin. Pohon serta ruang hijau punya peran pent

Kota Bandung tampak seperti cekungan dengan dominasi kawasan pemukiman serta industri. Sementara bagian hijau sudah sangat kurang. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 11 Agu 2026, 16:08

Penyiaran Proklamasi Kemerdekaan di Bandung

Berita mengenai proklamasi kemerdekaan dengan cepat menyebar dan meluas dalam masyarakat Kota Bandung.

Jawa hokokai pada 1944. (Sumber: Polri.go.id)
Wisata & Kuliner 11 Agu 2026, 15:39

Panduan Wisata Telaga Biru Cicerem, Danau Jernih di Kaki Gunung Ciremai

Jelajahi Telaga Biru Cicerem, telaga alami dengan air biru kehijauan yang jernih, ikan warna-warni, dan panorama kaki Gunung Ciremai.

Telaga Biru Cicerem. (Sumber: Instagram @telagabiruciceremofficial)
Ayo Netizen 11 Agu 2026, 15:17

Dilema PKL: Tertib atau Mati Pelan-pelan

Data menunjukkan bahwa sektor informal, seperti PKL, masih menjadi tulang punggung tenaga kerja di Indonesia.

Petugas Satpol PP Kota Bandung menggunakan alat berat merobohkan bangunan liar dan lapak PKL di Jalan Ibrahim Adjie, Kiaracondong, Kota Bandung, Senin 10 Agustus 2026. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 11 Agu 2026, 13:48

Berjumpa dengan Bari Lukman, Pengibar Merah Putih Pertama di Bandung

Yang menarik, perjumpaan dengan Bari Lukman tidak diawali oleh pencarian seorang tokoh sejarah.

Bari Lukman (memegang bolpoin) bersama rekan-rekan wartawan di Bandung. (Sumber: Dokumentasi  Kin Sanubary)
Ayo Netizen 11 Agu 2026, 12:27

Jejak Memori Rijsttafel: Simfoni Akulturasi dan Potret Budaya Kolonial di Nusantara

Sebagai warisan budaya, Rijsttafel mengajak kita untuk melakukan penelusuran terhadap sebuah tradisi adiboga yang tumbuh di tengah ketegangan kolonialisme.

Momen rijsttafel pada tahun 1880-an. (Sumber: Collectie Stichting Nationaal Museum van Wereldculturen | Foto: Jhr. Josias Cornelis Rappard)
Ayo Netizen 11 Agu 2026, 08:58

Membangkitkan Kembali Pesawat Kebanggaan Indonesia 

Membangkitkan kembali pesawat asli Indonesia sebenarnya perwujudan yang logis bagi Indonesia, pemerintahan saat ini pun perlu mendanainya dengan sungguh-sungguh.

Kondisi Bandara Husein Sastranegara sebelum penerbangan dipindahkan. (Sumber: Ayobandung)
Ayo Netizen 10 Agu 2026, 18:19

Resensi Novel 'Permulaan Sebuah Musim Baru di Suriname': Kisah Jungkir Balik Sebuah Keluarga Jawa

Novel ini menceritakan tentang sebuah keluarga Jawa yang mencoba untuk mengadu nasib ke Suriname.

Buku "Permulaan Sebuah Musim Baru di Suriname". (Sumber: Ayobandung.id)
Bandung 10 Agu 2026, 17:54

Inovasi Kudapan Nostalgia, Cara Kuliner Lokal Bandung Bikin Biskuit Gabin Naik Kelas

Dinamika jajanan di Kota Bandung rasanya tidak pernah kehabisan akal untuk memanjakan lidah para pencintanya, tak terkecuali untuk inovasi biskuit gabin.

Biskuit gabin, kudapan sederhana yang akrab dengan memori masa kecil yang dapat panggung untuk tampil lebih modern dan kekinian. (Sumber: AyoBiz.id | Foto: Eneng Reni Nuraisyah Jamil)
Ayo Netizen 10 Agu 2026, 17:47

Berburu Buku Tahun 1980-an

Kilasan informasi masa tahun 1980-an tentang literasi yang dominasi membaca buku, koran, majalah, novel dan komik

Ilustrasi toko buku di Pasar Palasari. (Sumber: Ayobandung.id)
Wisata & Kuliner 10 Agu 2026, 17:47

Warung Perkedel Ibu Kokom, Hidden Gem Kuliner Bandung di Cimenyan

Warung Ibu Kokom menjadi destinasi kuliner favorit di Cimenyan berkat perkedel renyah, sambal terasi, dan terutama pemandanagan serta suasana alam yang sejuk.

Perkedel di Warung Ibu Kokom Cimenyan. (Sumber: Instagram @warung_ibukokom)