Baik website maupun Instagram menggunakan kata kunci yang sama seperti “Nyalakan Semangat Indonesia”, “Semangat Indonesia”, dan “Dirgahayu RI” untuk menjaga konsistensi pesan kampanye. Namun, pada website kata kunci tersebut ditempatkan dalam konteks informatif sehingga berfungsi menjelaskan program dan komitmen Telkomsel terhadap masyarakat Indonesia.
Sementara itu pada Instagram kata kunci dilakukan melalui penggunaan hastag seperti #NyalakanSemangatIndonesia, #SemangatIndonesia dan #DirgahayuRi yang dipadukan dengan caption serta visual menarik untuk membangkitkan semangat nasionalisme. Dengan begitu website berfokus pada penyampaian informasi yang mendalam, sedangkan Instagram lebih fokus pada membangun keterlibatan emosional audiens.
Artikel pada website menggunakan teknik piramida terbalik, di mana informasi yang paling penting ditempatkan pada bagian awal sehingga pembaca dapat langsung memahami inti kampanye. Struktur ini sangat cocok digunakan karena para pengunjung website biasanya mencari informasi yang lengkap dan terpercaya.
Sebaliknya, Instagram lebih mengutamakan storytelling singkat dan pendekatan persuasif karena pengguna media sosial cenderung memiliki rentang perhatian yang lebih pendek. Oleh karena itu, isi caption dibuat lebih ringkas, hangat dan langsung mengajak audiens untuk berinteraksi dengan konten yang disajikan.
Gaya komunikasi pada website bersifat formal, informatif dan korporat karena berfungsi sebagai media resmi perusahaan dalam menyampaikan informasi kepada publik. Sementara konsistensi identitas dan pesan kampanye dijaga melalui pemilihan kata yang professional sehingga tetap selaras dengan publikasi di media sosial.
Sementara itu, gaya komunikasi di Instagram lebih santai dan emosional agar terasa lebih dekat dengan audiens, khususnya generasi muda yang menjadi pengguna aktif media sosial. Perbedaan ini menunjukkan Telkomsel menyesuaikan gaya komunikasi dengan karakteristik platform dan target audiens yang dituju, melalui penyesuaian tersebut pesan kampanye dapat diterima tanpa menghilangkan identitas Telkomsel.

Menurut teori storytelling, penyampaian pesan melalui narasi yang menarik dapat membangun hubungan emosional yang lebih kuat antara organisasi dan publik sandham, 2025 (dalam Abdurrahman, 2026) Hal tersebut terlihat pada konten Instagram Telkomsel yang memadukan visual dan pesan kemerdekaan untuk membangkitkan semangat nasionalisme dari para audiens. tran 2025 (dalam Abdurrahman, 2026)
Analisis ini sesuai dengan teori konten media sosial yang menekankan pentingnya penyesuaian gaya bahasa berdasarkan karakteristik platform dan kebutuhan audiens panda, Upadhayay & Khandelwal, 2019. (dalam Abdurrahman, 2026)Website telkomsel menggunakan bahasa formal dan informatif untuk menyampaikan informasi secara lengkap, sedangkan Instagram memakai bahasa yang lebih santai untuk meningkatkan keterlibatan audiens. Menurut ameen, et.al 2021 (dalam Abdurrahman, 2026)
Strategi komunikasi digital yang efektif tidak hanya berfokus pada penyampaian informasi, tetapi juga pada kemampuan menciptakan keterlibatan audiens secara berkelanjutan ameen et el 2021 (dalam Abdurrahman, 2026) Penggunaan hastag kampanye dan pesan emosional oleh Telkomsel menunjukan penerapan storytelling digital mampu meningkatkan daya Tarik serta keterlibatan audiens lima, Texeira & moriera, 2023. (dalam Abdurrahman, 2026)
Perbedaan gaya komunikasi pada website dan Instagram menunjukkan bahwa Telkomsel menyesuaikan cara penyampaian pesan kampanye sesuai dengan karakteristik masing masing platform. Telkomsel menggunakan website untuk menyampaikan informasi yang lengkap dan kredibel, sedangkan Instagram dimanfaatkan untuk membangun keterlibatan emosional serta interaksi audiens. (*)
Referensi
- Abdurrahman, M. S. (2026). DIGITAL PUBLIC RELATIONS WRITING REVELENSI KEMAMPUAN MENULIS DI ERA . SIMBIOSA REKATAMA MEDIA.