Mengapa Dasar Cekungan Bandung Datar?

5 menit baca
T Bachtiar
Ditulis oleh T Bachtiar diterbitkan
Permukaan dasar Cekungan Bandung yang datar. (Foto: T Bachtiar)
Permukaan dasar Cekungan Bandung yang datar. (Foto: T Bachtiar)

Di utara Bandung ada gunung yang sangat populer, yaitu Gunung Tangkuban Parahu, dan di selatan ada Gunung Malabar. Bila ditarik garis di antara kedua gunung itu, akan terbentuk penampang yang menyerupai mangkuk raksasa. Itulah yang menjadi alasan, mengapa Kawasan ini dinamai Cekungan Bandung. Semua air meteorik yang mengalir ke dalam mangkuk raksasa, akan mengalir ke dasar cekungan dan bermuara di Ci Tarum. 

Bila kita berada di ketinggian di sekeliling Cekungan Bandung, dari sana kita dapat melihat dengan jelas ronabumi yang datar, yang dikelilingi gunung-gunung. Saat ini kawasan itu sudah terbangun, dan penuh dengan hunian. Namun, di beberapa tempat, masih ada yang berupa persawahan atau empang yang luas. Kawasan yang datar itu, sebelum 16.000 tahun yang lalu, masih berupa Danau Bandung Purba, yang luasnya mencapai 750,27 km2.

Danau Bandung Purba terbentang antara Cicalengka di timur hingga Rajamandala di barat. Pantai danaunya berada di ketinggian +725 m dpl. Bila diterapkan pada keadaan saat ini, paras air danau tertinggi, genangannya sedikit ke selatan dari Ciparay, Majalaya, Banjaran, dan sedikit ke timur dari Soreang. Di Kota Bandung, pantai danau utara berada di tengah perempatan Jl Ir H Djuanda dengan Jl Merdeka dan Jl LL RE Martadinata. Dari sana garis ketinggian dapat ditelusuri ke barat dan ke timur, meliuk mengikuti ronabumi di ketinggian +725 m dpl yang menjadi paras air danau.

Semula, aliran Ci Tarum yang hulunya di Gunung Sembung, tidak jauh dari Gunung Wayang, mengelir seperti yang sekarang sampai Majalaya, menerus hingga Nanjung. Namun, sebelum terjadinya letusan kolosal Gunung Sunda 105.000 tahun yang lalu, dari Nanjung Ci Tarum mengalir ke utara hingga Padalarang, lalu berbelok ke baratlaut, masuk ke Ci Meta.

Letusan plinian maha dahsyat Gunung Sunda yang tingginya antara +3.500 m sampai +4.000 m. dpl dengan tekanan gasnya sangat sangat kuat, telah menyebabkan material dari dalam tubuh gunung ke angkasa sebanyak 66 km kubik. Material letusan itu menyebar di kawasan seluas 200 km persegi. Di Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, endapan material letusan itu ketebalannya lebih dari 40 meter. Terjadilah kekosongan di dalam tubuh gunung, yang menyebabkan bagian atas gunung tak kuat lagi menahan beban, lalu ambruk membentuk kaldera Gunung Sunda dengan ukuran 6,5 km x 7,5 km. Kaldera Gunung Sunda dengan sebagian dindingnya yang melengkung, dapat dilihat dengan jelas dari puncak Gunung Burangrang. Di dasar kaldera sisi utara, terdapat danau kaldera yang dibendung pada awal abad ke-20, dinamai Situ Lembang. 

Material letusannya yang meluncur di lereng barat daya, dengan seketika membendung Ci Tarum di utara Padalarang. Kemudian, secara berangsur-angsur terbentuklah danau raksasa yang dikelilingi gunung-gunung. 16.000 tahun yang lalu Danau Bandung Purba Timur bobol di Curug Jompong, dan Danau Bandung Purba Barat bobol di antara Cukang Rahong sampai Curug Halimun. Air Danau Bandung Purba mendapatkan tempat untuk mengalir. 

Danau Bandung Purba tergenang selama 89.000 tahun, sejak 105.000 tahun yang lalu sampai 16.000 tahun yang lalu. Dalam rentang waktu itulah terjadi pengendapan di lingkungan danau yang lebih tenang dibandingkan dengan di aliran sungai. Material endapannya bersumber dari letusan gunungapi yang ada di sekeliling Cekungan Bandung, dan hasil erosi di hulu sungai. Semua material itu lalu mengendap di dasar danau terendah. Semakin lama, endapannya semakin tebal, ada yang mencapai lebih dari 100 meter. 

Secara berangsur, air danau surut, tapi tidak sekaligus mengering, bahkan sampai saat ini, masih menyisakan lahan basah yang luas yang disebut ranca atau rawa. Saat ini, kawasan bekas dasar danau Bandung Purba itu datar. Keadaan ini tidak terlepas dari proses pengendapan di lingkungan air danau yang tenang, dengan permukaan air rata. 

Perataan topografi dasar danau oleh endapan lumpur ini dipengaruhi oleh hukum gravitasi dalam geomorfologi. Material sedimen, seperti lumpur, lanau, dan lempung, yang terbawa oleh aliran air sungai akan kehilangan energi kinetiknya secara drastis pada saat memasuki badan air danau yang tenang. Ketika kecepatan alirannya melambat, maka daya dukung air terhadap material padat akan menurun, dan gaya gravitasi menjadi yang utama, sehingga material sedimen itu mulai jatuh dan mengendap.

Lapisan sedimen yang diendapkan dalam kondisi normal akan terakumulasi secara horizontal dan sejajar dengan permukaan air. Gravitasi akan menarik partikel endapan ke bawah, pada awalnya akan mengisi ruang-ruang cekung di dasar danau. Proses pengendapan ini terus berlangsung sampai dasar yang bergelombang itu tertutup rata oleh lapisan lumpur horizontal.

Material endapan yang berupa partikel halus, seperti lempung dan lanau, cenderung lebih ringan, dapat melayang-layang lebih lama di dalam air, sehingga akan tersebar merata ke seluruh permukaan danau, kemudian akan mengendap perlahan. Ketika partikel-partikel lempung menggumpal, akan mempercepat proses pengendapan. 

Bila lumpur yang jenuh air bercampur dengan material organik, akan membentuk masa yang lebih padat dan kental (leutak). Masa ini akan merayap mengisi celah-celah dan cekungan yang dalam. Material endapan berukuran lebih besar dan berat, akan mengendap lebih cepat, dan lebih dekat dengan sumber material endapan. Cekungan di dasar danau menjadi penjebak sedimen. Sedimen yang masuk ke danau secara terus-menerus, akan mengendap, semakin ke atas ukuran partikelnya semakin halus.

Di Danau Bandung Purba yang luas, energi gelombang air dangkal akan terus mengikis bukit di dasar danau. Materialnya akan diendapkan di cekungan yang lebih dalam. Pengisian material endapan yang terus-menerus, akan  meratakan seluruh profil dasar danau menjadi hamparan dataran lumpur.

Selama 89.000 tahun, kiriman material sedimen terus berlangsung. Endapan terus menebal, melapisi rongga bumi dasar danau yang semula bergelombang, ada lembah dan bukit-bukit, menjadi rata, menjadi datar. Inilah proses pengendapan di air danau yang tenang, yang menyebabkan dasar danau menjadi rata. 

Itulah proses yang menyebabkan dasar Cekungan Bandung menjadi datar. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Artikel Rekomendasi Untuk Anda

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 28 Sep 2026, 12:24

Ayam Bekakak: Eksplorasi Gastronomi, Akar Historis, dan Filosofi Budaya Sunda

Dalam peta kuliner Tatar Pasundan, Ayam Bekakak (atau Bakakak Hayam) bukan sekadar sajian pemuas lapar.

Ayam Bekakak (atau Bakakak Hayam), hidangan ayam panggang utuh khas Tatar Pasundan. (Sumber: Wikimedia Commons | Foto: amrufm)
Ayo Netizen 28 Sep 2026, 11:19

Sesi Cukur Malam

Berkisah pembicaraan dua orang sobat, tukang cukur dan pelanggannya yang seorang dosen. Mereka menggosipkan mengenai kesialan-kesialan nasib karib mereka semasa SMA.

Sesi Cukur Malam. (Sumber: Chat GPT)
Ayo Netizen 28 Sep 2026, 07:40

Gunta Akhiri: Mewujudkan Rumah Besar Para Insinyur Kota Bandung

Tantangan besar ketersediaan Insinyur Profesional mesti segera diatasi

Ilustrasi Ketua PII  Cabang Bandung, Gunta Akhiri dan Ketum PII Pusat, Ilham Akbar Habibie (Sumber: dikreasi dengan chatgpt | Foto: Totok Siswantara)
Ayo Netizen 27 Sep 2026, 19:12

Eksplorasi Gastronomi Bandung: Menyingkap Jejak Rasa, Sejarah, dan Warisan Budaya Pasundan

Memahami kuliner Bandung bukan sekadar aktivitas konsumsi, melainkan sebuah penelusuran antropologis terhadap budaya Pasundan yang menempatkan harmoni alam di atas piring saji.

Soto Bandung tampil unik dengan kuah bening kaldu sapi sebagai pembeda dari soto bersantan di daerah lain, dipadukan secara khas dengan potongan lobak. (Sumber: Wikimedia Commons | Foto: Gunawan Kartapranata)
Ayo Netizen 27 Sep 2026, 16:09

Jalan yang Benar di 'Google Maps' Belum Tentu Benar bagi Kendaraan Kita

Google Maps tidak berada di balik kemudi. Ia tidak tahu secara langsung apakah kendaraan tertentu membawa muatan berlebih atau apakah mesin kendaraan sedang prima.

Google Maps (Sumber: ayobandung.com | Foto: ayobandung.com)
Ayo Netizen 27 Sep 2026, 10:36

Cuma Rp216 Bisa Keliling Bandung! Merayakan Ulang Tahun Kota Kembang Naik Bandros dan TMB

Pemerintah Kota Bandung memberikan kado spesial kepada seluruh warga dan wisatawan dalam rangka merayakan Hari Jadi Kota Bandung (HJKB) ke-216.

Salah satu video Youtube Boby Rachma "BANDUNG TOUR ON BUS!! KELILING KOTA BANDUNG NAIK BANDROS!!".
Ayo Netizen 27 Sep 2026, 10:06

Ekstrakurikuler yang Membahagiakan sebagai Resiliensi Pendidikan Berkelanjutan

Hadirnya pembelajaran ekstrakurikuler bagi murid diwujudkan dengan kegiatan yang lebih tepat dan memberi ruang bagi murid untuk mengekspresikan dirinya sesuai dengan hobi atau minat bakatnya.

Ilustrasi murid sekolah negeri. (Sumber: Pexels/Yazid N)
Ayo Netizen 27 Sep 2026, 08:26

Kamera Dulu, Peluk dan Tolong Kemudian

Fenomena masyarakat modern yang lebih mengutamakan kamera dan dokumentasi dibandingkan dengan mengutamakan empati.

Fenomena yang sering terjadi pada masyarakat modern yang menjadikan dokumentasi satu-satunya yang penting ketika terjadi sesuatu (Sumber: Generated AI)
Beranda 26 Sep 2026, 11:23

46 Kilometer Jalan yang Melintasi Kota Bandung Ini Bukan Milik Pemkot

Berdasarkan dokumen itu, sebagian besar ruas jalan nasional yang melintasi Kota Bandung tersebut membentang dari barat ke timur.

Jalan Soekarno Hatta membentang sejauh 18 kilometer dari timur ke barat di kawasan selatan Kota Bandung. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 25 Sep 2026, 19:46

MJT: Program Pemerintah Jawa Barat yang Cukup Solutif untuk Mengurangi Kemacetan

Metro Jabar Trans menjadi program yang cukup bermanfaat untuk meminimalisir kemacetan juga alternatif kendaraan umum yang terjangkau bagi masyarakat

Metro Jabar Trans menjadi salah satu transportasi umum pilihan masyarakat (Sumber: Ayobandung.id)
Ayo Netizen 25 Sep 2026, 18:19

Menonton Film di Bioskop Legendaris Bandung Era 90-an

Jauh sebelum bioskop hadir di dalam pusat perbelanjaan dan sinepleks modern, Bandung memiliki banyak gedung bioskop yang menjadi bagian dari denyut kehidupan kota.

Penulis berdiri di seberang bekas Bioskop Dian, Jalan Dalem Kaum, tepat di seberang kawasan Alun-Alun Bandung. (Sumber: Agus Wahyudi)
Ayo Netizen 25 Sep 2026, 17:24

Apa yang Salah Ketika Kekerasan Dipertontonkan di Sosial Media secara Vulgar?

Tontonan pada konten media sosial kini banyak yang mempertontonkan kekerasan secara vulgar. Nilai-nilai humanistik kian tergerus. Apakah kita bisa bijak dan memikirkan dampaknya untuk masa depan?

Ilustrasi korban kekerasan. (Sumber: Pexels | Foto: Daniel Reche)
Ayo Netizen 25 Sep 2026, 16:50

Nilai Diri 'Dus Obat' dalam Perspektif Industri Farmasi

Dus obat yang sering kita sepelekan ternyata tidak sesederhana yang kita pikirkan karena perlu spesifikasi tertentu saat diproduksi.

Dus Obat. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)
Seni Budaya 25 Sep 2026, 15:21

Mengenal Makna Kehidupan Melalui Batik

Legenda Ki Bahu Reksa dihadirkan melalui empat panel batik tulis Pekalongan yang menggambarkan perjalanan hidup manusia.

Luqiani Octa Pratiwi menghidupkan legenda Ki Bahu Reksa melalui wayang beber dan batik tulis khas Pekalongan. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 25 Sep 2026, 15:17

Membenahi Kompetensi Sopir, Atasi Jalur Tengkorak di Bandung Raya

Regulasi mewajibkan pemerintah menjamin penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan bagi pengemudi

Ilustrasi jalur tengkorak di Bandung Raya. (Sumber: Ayobandung.com)
Ayo Netizen 25 Sep 2026, 13:32

Api Biru Papandayan: Ketika Foto Indah Justru Bisa Menyimpan Bahaya

Foto yang baik tidak harus menjadi bukti bahwa fotografer berhasil mengalahkan jarak.

Fenomena blue fire. (Sumber: kemenparekraf.go.id)
Ayo Netizen 25 Sep 2026, 10:19

Jejak Kuliner Nusantara: Telaah Literatur Resep Masakan Indonesia Pascakemerdekaan (1950–1979)

Secara keseluruhan, literatur resep masakan kurun 1950 hingga 1979 berhasil meletakkan fondasi kokoh bagi kebudayaan Indonesia modern.

Di antara buku-buku resep masakan yang terbit pada kurun 1950 hingga 1979 telah berhasil meletakkan fondasi kokoh bagi kebudayaan Indonesia modern. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Badiatul Muchlisin Asti)
Ayo Netizen 25 Sep 2026, 08:28

Kado Istimewa Hari Jadi Kota Bandung:  Penghargaan Nasional Layanan Investasi

Pada semester pertama tahun 2026 telah mencatatkan angka investasi yang sangat impresif, yaitu melampaui Rp 6 triliun

Penghargaan Nasional Layanan Investasi 2026 untuk  kota Bandung (Sumber: dok bandung.go.id)
Ayo Netizen 24 Sep 2026, 20:45

Becak Listrik Bandung dan Penyakit Lama Kebijakan Publik

Becak listrik adalah alat produksi. Ia menghasilkan uang hanya ketika bergerak dan membawa penumpang. Kalau baterai habis, ada risiko pendapatan hilang.

Becak listrik bantuan Presiden tiba di Kota Bandung. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Ayobandung)
Ayo Netizen 24 Sep 2026, 18:56

Koleksi Media Cetak Lawas: Merawat Ingatan dan Sumber Pengetahuan 

Di tengah derasnya arus informasi digital yang serba cepat dan instan, koleksi media cetak lawas menghadirkan cara lain untuk memahami perjalanan bangsa.

Mahasiswa Fakultas Pendidikan Bahasa dan Sastra, Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung, melakukan penelitian terhadap surat kabar Pikiran Rakyat edisi lawas. (Foto: Kin Sanubary)