Polusi Udara di Cekungan Bandung Raya Lewati Ambang Batas, Transportasi Publik Jadi Kebutuhan Mendesak

4 menit baca
Andres Fatubun
Ditulis oleh Andres Fatubun diterbitkan Kamis 19 Feb 2026, 08:49 WIB
Penggunaan kendaraan pribadi dan kemacetan di Bandung raya menyebabkan polusi udara sudah melebihi ambang batas. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)

Penggunaan kendaraan pribadi dan kemacetan di Bandung raya menyebabkan polusi udara sudah melebihi ambang batas. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)

AYOBANDUNG.ID - Ketimpangan komposisi kendaraan bermotor di Indonesia, ditambah minimnya transportasi umum dan angkutan logistik yang memadai, berdampak serius pada konsumsi energi dan kualitas udara. Data KPBB (2024) mencatat pemborosan bahan bakar mencapai 69,2 juta kiloliter per tahun. Dampaknya, emisi polusi udara menyentuh 30,49 juta ton per tahun dan emisi gas rumah kaca menembus 295,12 juta ton CO2e per tahun.

Di Cekungan Bandung, situasinya bahkan lebih mengkhawatirkan. Direktur Eksekutif KPBB, Ahmad Safrudin, menyebut hampir seluruh parameter pencemar udara sudah melewati ambang batas. “Hampir semua konsentrasi parameter polusi udara melampaui baku mutu udara ambien yang ditetapkan oleh pedoman/standar WHO maupun standar nasional,” ujarnya.

Hasil pengukuran menunjukkan konsentrasi PM10 berada di angka 53,7 µg/m³ (baku mutu nasional 40 µg/m³), PM2.5 sebesar 27,25 µg/m³ (baku mutu 15 µg/m³), O₃ 77,00 µg/m³ (baku mutu 35 µg/m³), CO 1423,39 µg/m³ (baku mutu 4000 µg/m³), dan SOx 67,6 µg/m³ (baku mutu 45 µg/m³). PM2.5 tercatat 134 persen di atas ambang batas, sementara SOx mencapai 150 persen. Hanya CO yang masih memenuhi standar—itu pun karena sifat kimianya yang mudah terurai di udara terbuka. Jika diukur di tepi jalan raya, konsentrasinya bisa saja ikut melampaui batas.

Tak heran, kasus ISPA, asma, pneumonia, bronkopneumonia, COPD, penyakit jantung koroner, hingga gangguan fungsi ginjal dan sistem saraf meningkat di kawasan ini. Pneumonia kronis yang mengarah pada flek paru-paru juga makin sering ditemukan pada anak-anak.

Kemacetan memperparah situasi. Sepuluh tahun lalu, rata-rata kecepatan kendaraan di Cekungan Bandung masih 27 km/jam. Kini, menurut TomTom Traffic Index 2025, turun menjadi 16 km/jam. Jika tak ada pembenahan serius, gridlock diperkirakan terjadi pada 2027. “Perlu dicarikan solusi agar gridlock tidak terjadi dan emisi kendaraan dapat dikendalikan, selain beban pemerintah atas pasokan energi kendaraan dapat dikurangi,” kata Ahmad Safrudin.

Upaya mencari solusi kerap naik turun, tergantung dinamika politik dan tata kelola. Di sisi lain, pertumbuhan penduduk, pembangunan infrastruktur, ekspansi industri, hingga perubahan tata guna lahan terus mendorong peningkatan emisi. “Di subsektor transportasi misalnya, belum ada langkah-langkah untuk mengembangkan kebijakan transportasi dan logistik di Cekungan Bandung yang terintegrasi dengan menekankan efektivitas aksesibilitas dan mobilitas bagi orang dan barang/jasa,” tambah Ahmad.

Manajemen lalu lintas dan transportasi dinilai menjadi kunci. Kebijakan perlu didukung transisi energi bersih, teknologi nol emisi, standar emisi yang ketat, serta penegakan hukum. Selain elektrifikasi kendaraan, pergeseran dari kendaraan pribadi ke mobilitas non-motor—berjalan kaki dan bersepeda—serta transportasi umum massal berbasis listrik menjadi arah yang terus didorong.

Dari sisi perencanaan, Rivaldi dari Bappeda Provinsi Jawa Barat menyampaikan, “Telah tersusun rencana pembangunan 18 koridor BRT Cekungan Bandung yang saat ini sedang diproses dengan dukungan Bank Dunia. Alokasi PSO BRT tahun 2026 mencapai Rp119 miliar dari Provinsi Jawa Barat dan Rp56 miliar dari Pemkot Bandung.”

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi dan Wali Kota Bandung Muhammad Farhan juga menyepakati pembangunan transportasi massal seperti LRT dan BRT. Dedi menyebut anggaran Rp1 triliun—75 persen dari provinsi dan 25 persen dari kota—akan direalisasikan untuk percepatan BRT. Sementara studi Bank Dunia memperkirakan pembangunan LRT koridor Babakan Siliwangi–Leuwipanjang bisa menelan biaya hingga Rp10 triliun. Integrasi BRT dan Commuter Line dengan angkutan pengumpan ditargetkan mulai berorientasi pada elektrifikasi dalam satu hingga dua tahun ke depan.

Namun, sejumlah kalangan mengingatkan agar langkah yang diambil tetap realistis. Sonny Sulaksono Wibowo, PhD dari Institut Teknologi Bandung, menyatakan, “Jangan berpikir melompat dulu ke hal absurd untuk diterapkan sekarang ini, seperti misalnya LRT. Tetapi fokus saja dulu pada penerapan serius atas BRT di Cekungan Bandung, berikut realisasi elektrifikasi Commuter Line, terintegrasi dengan pembangunan fasilitas non-motorized mobility baik lajur sepeda maupun fasilitas pejalan kaki.”

Masalah kemacetan, menurutnya, terutama karena volume kendaraan melebihi kapasitas jalan, diperparah penggunaan ruang jalan yang semrawut. Akar persoalan bukan sekadar anggaran, melainkan komitmen. Lima tahun pertama, ia menilai, seharusnya difokuskan pada pembenahan trotoar dan budaya bersepeda sebelum masuk ke proyek besar. Pembangunan tol dalam kota dinilai bukan solusi permanen dan berpotensi bertabrakan dengan rute angkutan massal.

Alfred Sitorus dari Koalisi Pejalan Kaki menegaskan, “Mutlak pengembangan layanan first/last mile atas angkutan umum massal, baik kendaraan tidak bermotor seperti jalan kaki dan sepeda maupun kendaraan listrik.” Ia juga mengingatkan, “Seyogianya BRT benar-benar direalisasikan sebagai bus rapid transit yang mengharuskan adanya lajur khusus bus, sehingga tidak terjadi penyesatan istilah BRT seperti selama ini.”

Ahmad Safrudin bahkan menyerukan perlunya satu komando kuat. “Terserah, apakah Gubernur Jawa Barat atau Kepala BP Cekungan Bandung, yang penting punya leadership yang efektif, berani, berkomitmen dan istiqomah,” katanya.

Dadan Ramdhan Harja dari Perkumpulan Inisiatif menyampaikan telah terbentuk Forum Transportasi Berkelanjutan Cekungan Bandung, “Sebagai forum yang akan mengawal formulasi dan pelaksanaan kebijakan transportasi berkelanjutan di Cekungan Bandung.”

Sementara Taufan Suranto dari DPKLTS berpesan, “Saatnya membenahi Cekungan Bandung Raya sebagai etalase Tatar Sunda.” Ia menekankan pembenahan harus melalui sistem transportasi berkelanjutan yang aman, nyaman, terjangkau, dan minim emisi. Dari total dana pengelolaan jalan nasional di Jawa Barat sebesar Rp7 triliun per tahun, menurutnya, setidaknya Rp1 triliun dapat diarahkan untuk mendukung transportasi berkelanjutan di Cekungan Bandung.

News Update

Ayo Netizen 01 Jun 2026, 18:48

Potret Federico Barba: Pemain Persib yang Pure Profesional Tanpa Ikatan Emosional

Dalam kultur sepakbola Bandung, ada sebuah prinsip tak tertulis "Pemain yang bermain tanpa sepenuh hati, lebih baik pergi".

Foto Federico Barba ACL 2. (Sumber: Ileague)
Ayo Netizen 01 Jun 2026, 17:23

Komunikasi Perubahan Pasca Haji dan Umrah

Secara spiritual pun orang yang sudah berhaji dan umrah adalah orang yang sudah memiliki level tinggi dalam ibadah.

Puncak Arafah di Makkah, Arab Saudi. (Sumber: Unsplash | Foto: ekrem osmanoglu)
Wisata & Kuliner 01 Jun 2026, 16:35

Kuliner Pindang Gunung, Sup Ikan Khas Pangandaran dengan Wangi Honje yang Kuat

Kuah kuning segar, aroma honje, dan ikan laut segar menjadikan pindang gunung sebagai salah satu kuliner tradisional paling khas di Pangandaran.

Kuliner Pindnang Gunung khas Pangandaran. (Sumber: Ayomedia)
Ayo Netizen 01 Jun 2026, 15:28

Koperasi Merah Putih: Pemborosan Atau Strategi Tingkatkan Nilai Tawar Ekonomi Rakyat

Koperasi Merah Putih memunculkan banyak pro-kontra bagi masyarakat.

Koperasi Merah Putih Bentangan Klaten. (Sumber: Wikimedia Commons | Foto: BiographyWriter45)
Ayo Netizen 01 Jun 2026, 12:55

Adventure Tourism Berbasis Kendaraan: Antara Daya Tarik dan Risiko Kecelakaan

Adventure tourism berbasis kendaraan menawarkan pengalaman perjalanan yang unik. Di balik daya tariknya, keselamatan kendaraan, pengemudi, dan wisatawan perlu menjadi prioritas bersama.

Lava Tour Merapi, wisata jeep Jogja paling populer. (Sumber: labirutour.com)
Ikon 01 Jun 2026, 11:24

Pasar Malam, Hiburan Rakyat yang Membuat Waktu Seolah Berputar Mundur

Pasar malam tetap menjadi pilihan masyarakat karena murah, meriah, dan mampu membangkitkan memori masa lalu.

Pasar Malam di Desa Cigintung, Garut. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 01 Jun 2026, 10:53

Psikologi di Balik Viralnya “Mas Bahlil Ganteng”

Tapi kita sebagai individu yang melek media, tampaknya harus waspada saat hiburan menggantikan, bukan melengkapi diskusi substansial.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia. (Sumber: BMPI Sekretariat Presiden)
Ayo Netizen 01 Jun 2026, 10:05

Eksistensi Koran dan Bapak Loper di Penghujung Era Digital

Koran dan bapak loper sama-sama berjuang di dunia yang semakin dinamis. Yang satu untuk literasi dan satunya bertahan hidup.

Koran sepertinya menolak hilang di telan sejarah. Bersama dengan mereka yang menyebarkan literasi lewat penjual koran. Begitu juga mereka bertahan hidup di Kota Metropolitan (Sumber: Generated AI dari foto asli | Foto: Dias Ashari)
Ayo Netizen 31 Mei 2026, 18:21

Kehidupan yang Terburu-buru Tidak Layak Dinikmati: Pesan Waisak untuk Bandung

Waisak mengingatkan bahwa kebijaksanaan tidak lahir dari tergesa-gesa.

Hari Raya Waisak mengajarkan bahwa kebijaksanaan tidak lahir dari kehidupan yang serba cepat, melainkan dari kesabaran dalam menjalani setiap proses kehidupan. (Sumber: Freepik)
Ayo Netizen 31 Mei 2026, 15:42

Empat Single D'Renced Menjadi Napas Pergerakan

Mereka tidak menjanjikan apapun, meraka hanya memastikan suara-suara ini tak pernah mati.

Band lokal D'Renced. (Foto: Sinan)
Ayo Netizen 31 Mei 2026, 12:28

Apoteker Bertahan Melawan Penyalahgunaan Obat di Bandung tapi Tidak dengan Regulasinya

Terlalu banyak lahan basah yang bisa disalahgunakan dalam dunia kesehatan.

Dari dulu eksistensi apoteker di masyarakat belum setenar dokter ataupun perawat dan profesi tenaga kesehatan lainnya. (Sumber: Pexels/Kaboompics.com)
Wisata & Kuliner 31 Mei 2026, 10:27

5 Pilihan Restoran dan Kafe Bandung Favorit Wisatawan Luar Daerah

Bandung punya banyak kafe baru, tapi lima tempat ini tetap jadi favorit wisatawan karena suasana nyaman, makanan enak, dan lokasi strategis.

Lebak Caring, Dago. Salah satu restoran favorit di Bandung.
Ayo Netizen 31 Mei 2026, 09:54

Identifikasi Toponimi ‘Wangi’ di Zona Sesar Lembang

Literasi toponimi sangat dibutuhkan oleh masyarakat, salah satunya adalah toponimi dengan nama spesifik "wangi" di sepanjang zona Sesar Lembang.

Warga melintas di dekat rambu zona Sesar Lembang di kawasan Gunung Batu, Lembang, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Jumat 22 Agustus 2025. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Kavin Faza)
Ikon 30 Mei 2026, 15:27

Bunga Rawa Rancaupas, Tanaman Langka Penjaga Ekosistem Rawa Dataran Tinggi

Bunga rawa di Rancaupas dikenal sebagai bunga abadi yang tidak mudah layu dan hanya ditemukan di lokasi tertentu di Indonesia.

Bunga rawa di Rancaupas. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Beranda 30 Mei 2026, 10:48

Kekerasan terhadap Perempuan Tak Selalu Berdarah, Kadang Hadir dalam Bentuk yang Dianggap Biasa

Pameran NeoFemisida di Bandung mengajak publik melihat kekerasan terhadap perempuan yang tak selalu berupa luka fisik, tetapi juga pembungkaman, stigma, dan penghi

Ima Suswanto menjelaskan makna di balik salah satu karya yang dipamerkan dalam pameran NeoFemisida kepada pengunjung. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)
Beranda 30 Mei 2026, 10:06

Menelusuri Sejarah, Filosofi, dan Kehidupan Baru Karinding di Tangan Generasi Muda

Buku “Sejarah Karinding Priangan” dan “Dangiang Karinding” terpampang di antara jajaran karinding tersebut.

Buku Sejarah Karinding Priangan memuat hasil penelitian Kimung mengenai jejak sejarah dan perkembangan karinding di Tatar Sunda. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)
Ayo Netizen 29 Mei 2026, 18:02

Terima Kasih untuk yang Berkurban

Adanya orang-orang yang bekurban adalah bukti masih ada yang mau memberi dan membuat bahagia masyarakat yang tidak mampu berkurban

Panitia bersiap melakukan penyembelihan hewan kurban berupa sapi dan domba di halaman Masjid Lautze 2, Jalan Tamblong, Kota Bandung pada Rabu, 27 Mei 2026. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Wisata & Kuliner 29 Mei 2026, 17:57

Kafe ACD Taraju, Tempat Healing dengan Rumah Pohon di Tengah Kebun Teh

Kafe ACD di Taraju Tasikmalaya menawarkan suasana ngopi di tengah perkebunan teh dan rumah pohon estetik.

Kafe ACD Taraju. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 29 Mei 2026, 16:30

Tentang Makna Do'a Pernikahan

Pernikahan memang menjadi momen bahagia dan bersejarah bagi setiap orang.

Ilustrasi pernikahan. (Sumber: Pexels | Foto: fadhil wy_)
Ayo Netizen 29 Mei 2026, 15:34

KLCBS, Gelombang Jazz dari Bandung yang Tak Pernah Padam

Salah satu siaran yang tetap hidup dalam ingatan itu adalah Radio KLCBS Bandung.

Ruang siaran dan studio KLCBS yang asri dan nyaman. (Sumber: KLCBS Official | Foto: Yanti Rangkuti)