Polusi Udara di Cekungan Bandung Raya Lewati Ambang Batas, Transportasi Publik Jadi Kebutuhan Mendesak

4 menit baca
Andres Fatubun
Ditulis oleh Andres Fatubun diterbitkan
Penggunaan kendaraan pribadi dan kemacetan di Bandung raya menyebabkan polusi udara sudah melebihi ambang batas. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)
Penggunaan kendaraan pribadi dan kemacetan di Bandung raya menyebabkan polusi udara sudah melebihi ambang batas. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)

AYOBANDUNG.ID - Ketimpangan komposisi kendaraan bermotor di Indonesia, ditambah minimnya transportasi umum dan angkutan logistik yang memadai, berdampak serius pada konsumsi energi dan kualitas udara. Data KPBB (2024) mencatat pemborosan bahan bakar mencapai 69,2 juta kiloliter per tahun. Dampaknya, emisi polusi udara menyentuh 30,49 juta ton per tahun dan emisi gas rumah kaca menembus 295,12 juta ton CO2e per tahun.

Di Cekungan Bandung, situasinya bahkan lebih mengkhawatirkan. Direktur Eksekutif KPBB, Ahmad Safrudin, menyebut hampir seluruh parameter pencemar udara sudah melewati ambang batas. “Hampir semua konsentrasi parameter polusi udara melampaui baku mutu udara ambien yang ditetapkan oleh pedoman/standar WHO maupun standar nasional,” ujarnya.

Hasil pengukuran menunjukkan konsentrasi PM10 berada di angka 53,7 µg/m³ (baku mutu nasional 40 µg/m³), PM2.5 sebesar 27,25 µg/m³ (baku mutu 15 µg/m³), O₃ 77,00 µg/m³ (baku mutu 35 µg/m³), CO 1423,39 µg/m³ (baku mutu 4000 µg/m³), dan SOx 67,6 µg/m³ (baku mutu 45 µg/m³). PM2.5 tercatat 134 persen di atas ambang batas, sementara SOx mencapai 150 persen. Hanya CO yang masih memenuhi standar—itu pun karena sifat kimianya yang mudah terurai di udara terbuka. Jika diukur di tepi jalan raya, konsentrasinya bisa saja ikut melampaui batas.

Tak heran, kasus ISPA, asma, pneumonia, bronkopneumonia, COPD, penyakit jantung koroner, hingga gangguan fungsi ginjal dan sistem saraf meningkat di kawasan ini. Pneumonia kronis yang mengarah pada flek paru-paru juga makin sering ditemukan pada anak-anak.

Kemacetan memperparah situasi. Sepuluh tahun lalu, rata-rata kecepatan kendaraan di Cekungan Bandung masih 27 km/jam. Kini, menurut TomTom Traffic Index 2025, turun menjadi 16 km/jam. Jika tak ada pembenahan serius, gridlock diperkirakan terjadi pada 2027. “Perlu dicarikan solusi agar gridlock tidak terjadi dan emisi kendaraan dapat dikendalikan, selain beban pemerintah atas pasokan energi kendaraan dapat dikurangi,” kata Ahmad Safrudin.

Upaya mencari solusi kerap naik turun, tergantung dinamika politik dan tata kelola. Di sisi lain, pertumbuhan penduduk, pembangunan infrastruktur, ekspansi industri, hingga perubahan tata guna lahan terus mendorong peningkatan emisi. “Di subsektor transportasi misalnya, belum ada langkah-langkah untuk mengembangkan kebijakan transportasi dan logistik di Cekungan Bandung yang terintegrasi dengan menekankan efektivitas aksesibilitas dan mobilitas bagi orang dan barang/jasa,” tambah Ahmad.

Manajemen lalu lintas dan transportasi dinilai menjadi kunci. Kebijakan perlu didukung transisi energi bersih, teknologi nol emisi, standar emisi yang ketat, serta penegakan hukum. Selain elektrifikasi kendaraan, pergeseran dari kendaraan pribadi ke mobilitas non-motor—berjalan kaki dan bersepeda—serta transportasi umum massal berbasis listrik menjadi arah yang terus didorong.

Dari sisi perencanaan, Rivaldi dari Bappeda Provinsi Jawa Barat menyampaikan, “Telah tersusun rencana pembangunan 18 koridor BRT Cekungan Bandung yang saat ini sedang diproses dengan dukungan Bank Dunia. Alokasi PSO BRT tahun 2026 mencapai Rp119 miliar dari Provinsi Jawa Barat dan Rp56 miliar dari Pemkot Bandung.”

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi dan Wali Kota Bandung Muhammad Farhan juga menyepakati pembangunan transportasi massal seperti LRT dan BRT. Dedi menyebut anggaran Rp1 triliun—75 persen dari provinsi dan 25 persen dari kota—akan direalisasikan untuk percepatan BRT. Sementara studi Bank Dunia memperkirakan pembangunan LRT koridor Babakan Siliwangi–Leuwipanjang bisa menelan biaya hingga Rp10 triliun. Integrasi BRT dan Commuter Line dengan angkutan pengumpan ditargetkan mulai berorientasi pada elektrifikasi dalam satu hingga dua tahun ke depan.

Namun, sejumlah kalangan mengingatkan agar langkah yang diambil tetap realistis. Sonny Sulaksono Wibowo, PhD dari Institut Teknologi Bandung, menyatakan, “Jangan berpikir melompat dulu ke hal absurd untuk diterapkan sekarang ini, seperti misalnya LRT. Tetapi fokus saja dulu pada penerapan serius atas BRT di Cekungan Bandung, berikut realisasi elektrifikasi Commuter Line, terintegrasi dengan pembangunan fasilitas non-motorized mobility baik lajur sepeda maupun fasilitas pejalan kaki.”

Masalah kemacetan, menurutnya, terutama karena volume kendaraan melebihi kapasitas jalan, diperparah penggunaan ruang jalan yang semrawut. Akar persoalan bukan sekadar anggaran, melainkan komitmen. Lima tahun pertama, ia menilai, seharusnya difokuskan pada pembenahan trotoar dan budaya bersepeda sebelum masuk ke proyek besar. Pembangunan tol dalam kota dinilai bukan solusi permanen dan berpotensi bertabrakan dengan rute angkutan massal.

Alfred Sitorus dari Koalisi Pejalan Kaki menegaskan, “Mutlak pengembangan layanan first/last mile atas angkutan umum massal, baik kendaraan tidak bermotor seperti jalan kaki dan sepeda maupun kendaraan listrik.” Ia juga mengingatkan, “Seyogianya BRT benar-benar direalisasikan sebagai bus rapid transit yang mengharuskan adanya lajur khusus bus, sehingga tidak terjadi penyesatan istilah BRT seperti selama ini.”

Ahmad Safrudin bahkan menyerukan perlunya satu komando kuat. “Terserah, apakah Gubernur Jawa Barat atau Kepala BP Cekungan Bandung, yang penting punya leadership yang efektif, berani, berkomitmen dan istiqomah,” katanya.

Dadan Ramdhan Harja dari Perkumpulan Inisiatif menyampaikan telah terbentuk Forum Transportasi Berkelanjutan Cekungan Bandung, “Sebagai forum yang akan mengawal formulasi dan pelaksanaan kebijakan transportasi berkelanjutan di Cekungan Bandung.”

Sementara Taufan Suranto dari DPKLTS berpesan, “Saatnya membenahi Cekungan Bandung Raya sebagai etalase Tatar Sunda.” Ia menekankan pembenahan harus melalui sistem transportasi berkelanjutan yang aman, nyaman, terjangkau, dan minim emisi. Dari total dana pengelolaan jalan nasional di Jawa Barat sebesar Rp7 triliun per tahun, menurutnya, setidaknya Rp1 triliun dapat diarahkan untuk mendukung transportasi berkelanjutan di Cekungan Bandung.

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

News Update

Ayo Biz 31 Agu 2026, 19:02

Dua Wajah Paten UMKM Bandung, Dua Jalan Berbeda untuk Naik Kelas di Pasar Digital

Kisah kontras Koku Footwear dan Dimsum Inmons, dua UMKM Bandung yang sama-sama tumbuh lewat Shopee namun dengan tingkat ketergantungan yang jauh berbeda.

Mochamad Indra Yusuf Wahyudin (pemilik produsen sepatu kulit Koku Footwear) dan Ani Andriyani (pemilik Dimsum Inmons). (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Aris Abdulsalam)
Ayo Netizen 31 Agu 2026, 17:25

Maut Menjemput Putri Diana, Dunia Berduka

Catatan Nostalgia dan In Memoriam 29 Tahun Kepergian “Lady Di”.

Berita kepergian Putri Diana menjadi perhatian utama berbagai media cetak di Indonesia, mencerminkan besarnya duka dan perhatian masyarakat terhadap sosok Princess of Wales tersebut. (Sumber: koleksi Kin Sanubary)
Ayo Netizen 31 Agu 2026, 16:28

Sejarah Nama Bulan (Bagian 2)

Dua belas bulan yang kita kenal hari ini ternyata menyimpan jejak perubahan zaman, kekuasaan, dan cara manusia menata waktu.

Februa atau Lupercalia, suatu festival penyucian di Romawi Kuno. (Sumber: Wikimedia Commons)
Beranda 31 Agu 2026, 16:20

PLN Nusantara Power UP Cirata Overhaul Unit 5 dan 6 Demi Keandalan Pasokan Listrik

PLN Nusantara Power UP Cirata melakukan overhaul Unit 5 dan 6 PLTA Cirata untuk menjaga keandalan pasokan listrik pelanggan.

PLN Nusantara Power UP Cirata memperkuat keandalan PLTA Cirata melalui overhaul Unit 5 dan Unit 6 demi pelayanan listrik pelanggan.
Beranda 31 Agu 2026, 16:13

Hari Pelanggan Nasional, PLN NP UP Cirata Perkuat Sinergi dengan Masyarakat Desa Ciroyom

PLN Nusantara Power UP Cirata memperkuat sinergi dengan masyarakat melalui Milangkala Desa Ciroyom ke-171 di Hari Pelanggan Nasional.

PLN Nusantara Power UP Cirata berpartisipasi dalam Milangkala Desa Ciroyom ke-171 sebagai wujud sinergi bersama masyarakat dan lingkungan.
Ayo Netizen 31 Agu 2026, 14:24

Rijsttafel Hidangan Perpaduan Belanda dan Nusantara di Priangan

Nikmati kelezatan Rijsttafel, tradisi kuliner unik era kolonial di Priangan. Perpaduan harmonis antara kemewahan rasa Belanda dan autentisitas rempah Nusantara dalam satu meja

Keluarga C.H. Japing dalam sebuah acara rijsttafel bersama Bibi Jet dan Paman Jan Breeman di Bandung. (Sumber: Collectie Stichting Nationaal Museum van Wereldculturen | Foto: Christoffel Hendrik)
Ayo Netizen 31 Agu 2026, 13:01

Medsos, Buku, dan Rindu

Algoritma semakin pandai mengenali, harusnya semakin pandai mengenali diri sendiri. Termasuk waktu berhenti pada satu video, apa dirasakan setelah menontonnya, dan nilai apa yang diambil hikmahnya.

Kaligrafi nama Nabi Muhammad berbentuk hati (Sumber: ayobandung.com)
Ayo Netizen 31 Agu 2026, 11:09

Ketika Rumput Habis, Bagaimana Mitigasi Pakan Ternak?

Berharap agar Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi (KDM) membuat program massal sistem mitigasi bencana untuk hewan ternak maupun hewan liar.

Ilustrasi kondisi ternak rakyat ketika musim kemarau ekstrim. (Sumber: dikreasi denganvGemini | Foto: Totok Siswantara)
Beranda 31 Agu 2026, 10:30

Pernah Jadi Pintu Masuk Ratusan Ribu Wisman ke Bandung, Bandara Husein Sastranegara Kini Bangkit Lagi

Dulu jadi pintu gerbang ratusan ribu wisman ke Bandung, Bandara Husein Sastranegara sempat mati suri akibat pandemi dan pencabutan status internasional.

Suasana bandara saat pesawat jet komersial Garuda Indonesia mendarat perdana di Bandara Husein Sastranegara, Kota Bandung, Jumat 14 Agustus 2026. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 31 Agu 2026, 09:14

Manajemen Dapur Umum dan Menu Ideal untuk Korban Bencana Alam

Perencanaan dan pemilihan lokasi dapur umum harus bebas dari risiko bencana susulan.

Ilustrasi aktivitas dapur umum untuk korban bencana alam. (Sumber: by AI Gemini | Foto: Sri Maryati)
Ayo Netizen 31 Agu 2026, 08:13

Sisi Lain Sang Jenderal: Menelusuri Makna Filosofis dan Tradisi di Balik Kuliner Favorit Soeharto

Kegemaran kuliner Presiden ke-2 RI, Soeharto, tidak lepas dari perjalanan hidupnya yang berakar di Desa Kemusuk.

Momen Presiden Soeharto dan Ibu Tien memotong tumpeng saat merayakan HUT pernikahan di Jalan Cendana, Jakarta, Juni 1986, disaksikan ibu mertua dan Sumitro Djoyohadkusumo. (Sumber: ANRI, Setneg 634)
Ayo Netizen 30 Agu 2026, 20:52

Ketika Seniman Memilih untuk Tidak Diam, Jangan Biarkan Kezaliman Menjadi Kelaziman

Ketika kezaliman menjadi kelaziman, diam bukan lagi netral. Manifesto Seniman Bandung adalah ajakan untuk bersuara—bukan sekadar nyinyir dari kejauhan.

Aliansi Bandung Ngagoak mengadakan aksi ekspresi seni di Kebun Seni Jalan Tamansari 56 Bandung. (Foto: Dokumen pribadi)
Ayo Netizen 30 Agu 2026, 18:14

Menciptakan Kembali Televisi Pendidikan

Televisi pendidikan sebagai proyek nasional pun sudah seharusnya menjadi keputusan pemerintah.

Ilustrasi televisi. (Sumber: Pexels | Foto: Nothing Ahead)
Ayo Netizen 30 Agu 2026, 16:45

Cerita Tomakur Milik KWT Desa Nagarawangi Terpilih untuk Pendaftaran Legalitas Merek

Tomakur milik KWT Desa Nagarawangi terpilih mendapat pendampingan pendaftaran merek melalui program KKN UNINUS untuk memperkuat legalitas dan identitas produk UMKM.

Sosialisasi dan Pendampingan Proses Pendaftaran HKI (Sumber: Tim Medkominfo KKN UNINUS Kel.5&6 | Foto: Deni & Julian)
Ayo Netizen 30 Agu 2026, 14:11

Kedaulatan di Atas Meja Makan: Diplomasi Kuliner Sukarno pada Konferensi Asia Afrika (KAA) 1955 di Bandung

Sukarno menegaskan visi bahwa "kemerdekaan dimulai dari lidah"—sebuah manifestasi dari prinsip Berdikari (Berdiri di Atas Kaki Sendiri).

Momen jamuan makan malam resmi pada Konferensi Asia-Afrika (KAA) di Hotel Savoy Homann, Bandung, pada 19 April 1955. (Sumber foto: Arsip Nasional Republik Indonesia)
Ayo Netizen 30 Agu 2026, 12:04

Sehat untuk Semua, Warga Desa Nagarawangi Ikuti CKG dan Edukasi Pertolongan Pertama

Warga Nagarawangi mengikuti CKG dan edukasi kesehatan, mulai dari pertolongan pertama dalam situasi darurat hingga kesehatan psikologis anak dan remaja bersama Puskesmas Rancakalong.

Kegiatan Pelaksanaan Program "Sehat  untuk Semua Warga Desa Nagarawangi" (KKN UNINUS Kel.5&6) (Sumber: Tim Medkominfo KKN UNINUS Kel.5&6 | Foto: Deni & Julian)
Ayo Netizen 30 Agu 2026, 09:59

Budaya Mengaji di Tengah Kota

Di tengah modernitas dan dinamisnya kehidupan perkotaan. Masih ada ruang di sudut perkotaan untuk mempertemukan anak-anak dengan kehidupan sosial dan agamanya.

Mengaji di kalangan anak-anak menjadi memori yang begitu melekat. Melihat aktivitas tersebut masih berjalan di area perkotaan menjadi fenomena yang menarik untuk dibahas. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)
Sejarah 29 Agu 2026, 10:47

Jejak K.F. Holle, Tokoh Kolonial yang Membawa Perubahan Pertanian di Garut

K.F. Holle meninggalkan jejak panjang di Cikajang, Garut, dari perkebunan teh, pertanian, hingga pengembangan domba Garut.

Monumen K.F. Holle di perkebunan teh Giriawas, Garut. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Bandung 28 Agu 2026, 22:17

Dobrak Stigma 'Bandung Coret', FKB 2026 Boyong Kuliner Legendaris demi Gaet Wisatawan hingga Gen Z

Festival Kuliner Bandung (FKB) 2026 memboyong kuliner legendaris seperti Perkedel Bondon ke Gedebage, langkah gerilya untuk gaet wisatawan dan Gen Z.

Festival Kuliner Bandung (FKB) 2026 memboyong berbagai kuliner legendaris Bandung dan Jawa Barat. (Sumber: Ayobiz.id | Foto: Eneng Reni Nuraisyah Jamil)
Ayo Biz 28 Agu 2026, 19:12

Lipat demi Lipat, Dimsum Inmons Menyusun Resep Paten dari Gang Sempit Cicadas

Kisah Dimsum Inmons, UMKM kuliner asal gang sempit Cicadas, yang menyeimbangkan kanal digital dengan kekuatan penjualan konvensional.

Ani Andriyani, pemilik Dimsum Inmons, UMKM asal Kota Bandung, (12/5/2026). (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Aris Abdulsalam)