Official Persib Logo
1933
1933

Menjaga Kesucian Ramadan, Merawat Lingkungan

Henri Sinurat
Ditulis oleh Henri Sinurat diterbitkan Rabu 18 Feb 2026, 18:10 WIB
Masjid Pusdai Bandung. (Sumber: Freepik @rako349)

Masjid Pusdai Bandung. (Sumber: Freepik @rako349)

Baru-baru ini, Pemerintah Provinsi Jawa Barat memberikan peringatan dini kepada kepala daerah di kawasan Bandung Raya terkait potensi lonjakan timbulan sampah selama Ramadan 1447 H. Peringatan ini berangkat dari fakta yang tidak ringan. Perubahan pola konsumsi masyarakat selama bulan puasa dan menjelang Idulfitri selalu diikuti peningkatan volume sampah.

Sekretaris Daerah Jawa Barat, Herman Suryatman, menyampaikan bahwa dari sekitar 1.200 ton sampah yang masuk setiap hari ke TPPAS Sarimukti, kurang lebih 600 ton merupakan sampah organik sisa makanan. Artinya, setengah dari beban harian tempat pembuangan akhir berasal dari makanan yang tidak habis dikonsumsi.

Temuan dari BRIN melalui peneliti PRIMA, Sumaryati, semakin memperjelas gambaran tersebut. Berdasarkan asesmen terhadap 144 responden di Bandung Raya, volume sampah meningkat hingga 40 persen selama Ramadan dan Idulfitri. Peningkatan didorong oleh penyajian makanan berlebih, konsumsi parcel, serta penggunaan alat makan sekali pakai. Sampah plastik, styrofoam, dan organik tercatat naik hingga 42,2 persen.

Data tersebut menyampaikan refleksi penting bagi masyarakat. Ramadan secara normatif dipahami sebagai bulan pengendalian diri, dengan penekanan pada disiplin, kesederhanaan, dan kepedulian sosial. Akan tetapi, dalam dinamika keseharian, terlihat adanya kecenderungan peningkatan konsumsi. Ragam hidangan berbuka disajikan dalam jumlah lebih banyak, aktivitas perdagangan takjil meningkat, serta distribusi parcel dan hampers meluas. Pertumbuhan aktivitas ekonomi ini pada saat yang sama berimplikasi pada bertambahnya volume sampah yang dihasilkan.

Persoalan yang muncul bukan pada ajaran Ramadan, melainkan pada pola konsumsi modern yang melekat di dalamnya. Keinginan menyajikan makanan dalam jumlah besar sebagai simbol kebersamaan sering kali melampaui kebutuhan riil. Kekhawatiran kekurangan makanan mendorong orang memasak atau membeli lebih banyak dari yang sanggup dihabiskan. Akhirnya, sisa makanan berakhir di tempat sampah.

Sampah organik yang menumpuk di tempat pembuangan menghasilkan gas metana, salah satu kontributor emisi gas rumah kaca. Sementara plastik dan styrofoam membutuhkan waktu sangat lama untuk terurai. Beban pengelolaan meningkat, kapasitas pengolahan memiliki batas, dan risiko penumpukan menjadi ancaman nyata bagi kota.

Bandung Raya bukan wilayah yang bebas dari persoalan sampah. Pengalaman masa lalu menunjukkan bahwa krisis dapat muncul ketika volume melebihi daya tampung. Jika lonjakan hingga 40 persen terjadi tanpa langkah pengendalian, tekanan terhadap sistem pengelolaan akan semakin berat.

Perubahan Prilaku

Ilustrasi puasa Ramadan. (Sumber: Unsplash | Foto: Abdullah Arif)
Ilustrasi puasa Ramadan. (Sumber: Unsplash | Foto: Abdullah Arif)

Perubahan perilaku menjadi kunci. Upaya ini perlu dimulai dari keluarga. Perencanaan menu berbuka yang realistis dapat menekan pemborosan. Membeli makanan sesuai kebutuhan, bukan berdasarkan dorongan sesaat atau tren media sosial, merupakan langkah awal yang konkret. Kebiasaan membawa wadah sendiri saat membeli takjil dapat mengurangi sampah kemasan secara signifikan.

Makanan yang masih layak konsumsi dapat dibagikan kepada tetangga atau komunitas sekitar sebelum terbuang. Sampah organik dapat dipilah dan diolah menjadi kompos skala rumah tangga. Praktik seperti ini sudah dijalankan di berbagai lingkungan dan terbukti mengurangi beban ke tempat pembuangan akhir.

Pada tingkat komunitas, panitia buka bersama dapat mengurangi penggunaan alat makan sekali pakai. Masjid, sekolah, dan kantor dapat mendorong peserta membawa peralatan makan pribadi. Edukasi mengenai pemilahan sampah perlu diperkuat, terutama menjelang Ramadan ketika volume konsumsi meningkat.

Pemerintah daerah memiliki peran strategis dalam memperkuat kampanye Ramadan ramah lingkungan. Dukungan terhadap bank sampah, optimalisasi pengolahan sampah organik, serta sosialisasi yang konsisten menjadi bagian dari strategi jangka menengah. Namun kebijakan tidak akan efektif tanpa kesadaran warga.

Ramadan setiap tahun menghadirkan ruang perenungan yang mendalam. Bulan ini mengingatkan tentang arti pengendalian diri dan kepekaan sosial terhadap sesama. Mengurangi pemborosan makanan selaras dengan nilai-nilai tersebut. Karena itu, upaya mengurangi pemborosan makanan sejalan dengan semangat yang hendak dibangun dalam mengurangi jumlah sampah.

Baca Juga: Kampung Gajah: Viral ketika Berjaya dan karena Tercium 'Bau Busuk'

Perlu disadari bahwa setiap bahan pangan menempuh rantai produksi yang Panjang. Mulai dari pengolahan lahan, penggunaan air dan energi, proses distribusi, hingga akhirnya tersaji di meja makan. Ketika makanan terbuang, bukan hanya produk akhirnya yang hilang, tetapi juga seluruh sumber daya dan tenaga yang menyertainya. Dalam konteks ini, pengelolaan konsumsi menjadi wujud tanggung jawab moral sekaligus ekologis.

Budaya parcel dan konsumsi kemasan juga perlu ditinjau ulang. Inovasi dapat diarahkan pada penggunaan kemasan ramah lingkungan atau konsep berbagi yang minim limbah. Kreativitas sosial dapat berjalan beriringan dengan tanggung jawab ekologis.

Indonesia tengah bersiap menuju 2045. Bonus demografi dan pertumbuhan ekonomi membutuhkan fondasi sosial yang kuat. Kepedulian terhadap lingkungan termasuk bagian dari modal tersebut. Kota yang bersih dan sistem pengelolaan sampah yang tertata mencerminkan kedewasaan masyarakat.

Ramadan 1447 H dapat menjadi momentum pembenahan. Perubahan tidak selalu lahir dari kebijakan besar. Kebiasaan kecil yang dilakukan secara konsisten sering kali menghasilkan dampak lebih nyata. Mengambil makanan secukupnya, menolak tambahan kantong plastik, dan memilah sampah dari rumah merupakan bentuk disiplin sehari-hari. (*)

Artikel Rekomendasi Untuk Anda

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Henri Sinurat
Tentang Henri Sinurat
Analis Kebijakan Pusat Pembelajaran Dan Strategi Kebijakan Talenta Aparatur Sipil Negara Nasional Lembaga Administrasi Negara

Berita Terkait

News Update

Beranda 25 Mei 2026, 10:17

Bandung Berpesta Semalaman untuk Persib, Petugas dan Warga Lokal Bersihkan Sampah Sejak Pagi Buta

Pas datang tadi mah kondisinya kacau, Kang. Pabalatak pisan. Plastik, botol minuman, bungkus makanan, bekas flare, pokokna loba pisan.

Handoyo bersama warga dan unsur kewilayahan ikut turun membersihkan sampah bekas konvoi di kawasan Pasupati, Senin 25 Mei 2026. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)
Ayo Netizen 25 Mei 2026, 10:16

Persib, Bobotoh, dan Komunikasi Kota yang Membiru

Persib juara bukan sekadar prestasi, tetapi peristiwa komunikasi publik. Konvoi bobotoh menjadi bahasa kolektif yang membangun identitas, emosi, dan solidaritas kota.

Puluhan ribu bobotoh memenuhi jalan Asia-Afrika, Kota Bandung saat konvoi Persib Bandung juara Super League 2025-2026, Sabtu 24 Mei 2026. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Biz 25 Mei 2026, 09:45

Support System yang Membentuk Ekosistem: Potret UMKM Bandung Hari Ini

Seperti inilah cara ekosistem UMKM di bawah binaan BRI menjalani arah bisnis yang sehat.

Kampung Kreatif Batik Difabel, bagian dari UPTD Pusat Pelayanan Sosial Griya Harapan Difabel (GHD), Dinas Sosial Provinsi Jawa Barat. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Aris Abdulsalam)
Ayo Netizen 25 Mei 2026, 09:07

Banyak Followers dan Following, api Nol Postingan: Fenomena Silent User di Instagram

Fenomena akun Instagram tanpa postingan (tren Zero Post) menunjukkan perubahan cara generasi muda memandang privasi, eksistensi, dan tekanan sosial di era media digital.

Ilustrasi profil Instagram dengan banyak followers dan following tetapi feed kosong tanpa postingan. (Sumber: Dok. Penulis)
Beranda 25 Mei 2026, 08:24

Cerita Warga Setelah Konvoi Persib Usai

Konvoi juara Persib menyisakan cerita berbeda bagi warga Bandung, dari petugas kebersihan, ojol, hingga pedagang kecil yang kebanjiran pembeli.

Hendi Suhendi bersama petugas kebersihan lainnya menyisir kawasan pusat Kota Bandung usai perayaan kemenangan Persib. Minggu 24 Mei 2026. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)
Wisata & Kuliner 24 Mei 2026, 20:27

5 Oleh-Oleh Bandung Favorit yang Selalu Ramai Pembeli, Wajib Dibawa Pulang

Wisata ke Bandung belum lengkap tanpa membawa pulang oleh-oleh favorit seperti bolu bakar, abon gulung, dan dessert kekinian.

Bolu Bakar Tunggal, salah satu oleh-oleh legendaris Bandung.
Ayo Netizen 24 Mei 2026, 18:05

Meminjam Semangat Bobotoh Persib untuk Perubahan Indonesia

Perubahan besar sering kali dimulai dari akumulasi kecil seperti loyalitas, suportivitas, humanitas dan solidaritas dan semua itu bisa kita lihat dari antuasiasme Bobotoh Persib

Puluhan ribu bobotoh memenuhi jalan Asia-Afrika, Kota Bandung saat konvoi Persib Bandung juara Super League 2025-2026, Sabtu 24 Mei 2026. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 24 Mei 2026, 16:03

Muslihat pada Buku ‘Sejarah Hari Jadi Tatar Sunda’

Penting saya melanjutkan tulisan terkait Hari Lahir Tatar Sunda.

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi dan peserta memeriahkan Kirab Budaya Milangkala Tatar Sunda di Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Sabtu 16 Mei 2026. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 24 Mei 2026, 13:07

Kaum Rebahan Menolak Punah: Kemalasan adalah Sumber Penderitaan Nyata

Menderita karena lelahnya belajar dan berproses itu cuma sementara. ketika kamu menguasai skill baru disitu kebanggaan.

Ilustrasi kaum rebahan. (Sumber: Pexels | Foto: bi8ie)
Mayantara 24 Mei 2026, 10:50

Deepfake, Anonimitas, dan Perubahan Wajah Ruang Publik Digital

Perubahan ini merupakan bagian dari karakter media baru atau new media.

Ilustrasi anonimitas. (Sumber: Pexels | Foto: Anete Lusina)
Ayo Netizen 24 Mei 2026, 09:41

Encib Bangkit Lagi Tahun 1980-an

Tahun 1986 adalah saat kebangkitan kembali Persib saat tampil sebagai juara Perserikatan tahun 1986'

Bobotoh Persib tahun 1985-an. (Sumber: Wikimedia Commons | Foto: Princelg22)
Beranda 23 Mei 2026, 08:49

Persib di Ambang Juara, Pedagang Kecil Otista Bersiap "Lebaran"

Euforia Persib menuju juara membawa berkah bagi pedagang kecil di Otista. Penjual jersey dan bendera ikut panen rezeki dari ramainya warga menyambut pesta juara.

Deretan lapak penjual jersey dan bendera Persib di kawasanTegalega Kota Bandung, Jumat, 22 Mei 2026. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)
Ayo Netizen 22 Mei 2026, 19:17

Senayan Bergema untuk Persib Sejak 1995 dan Kini 2026 

Kemenangan Persib Bandung selangkah lagi menuju juara Liga Super Indonesia 2026 membuat kenangan mendekat.

Sutiono Lamso dan Kekey Zakaria menjadi pahlawan kemenangan Persib pada partai final di Stadion Senayan, Jakarta. (Sumber: Tabloid Tribun Olahraga, 1995 | Foto: Koleksi Kin Sanubary)
Ayo Netizen 22 Mei 2026, 18:07

Gaya Hidup Demi 'Eksposur': Puncak Komedi Finansial dan Cara Waras biar Gak Tekor

Hemat pangkal kaya itu mutlak, tapi di zaman sekarang, hemat itu butuh mental baja!

Kini, media sosial menjadi panggung global, tempat siapa pun bisa menampilkan diri, membentuk citra, dan menarik perhatian. (Sumber: Pexels/RDNE Stock project)
Ayo Netizen 22 Mei 2026, 17:19

Lebaran Haji Tempo Dulu

Hari Raya Idul Adha pada tempo dulu lebih dikenal dengan nama Lebaran Haji.

Artikel pada salah satu koran yang terbit tahun 1936. (Sumber: Delpher.nl)
Beranda 22 Mei 2026, 15:02

Hutan di Papua Selatan yang Dincar untuk PSN Seluas 3,5 Juta Lapangan Sepakbola Standar FIFA

Film dokumenter Pesta Babi menyoroti 2,5 juta hektare hutan Papua yang masuk proyek pangan dan energi, setara 3,5 juta lapangan bola.

Tayangan di film Pesta Babi. (Sumber: Jubi TV)
Ayo Netizen 22 Mei 2026, 13:08

Urban Legend Rel Kereta Api: Bukan Setannya yang Budeg tapi Manusianya yang Bebal

Kadang manusia lebih setan dari setan itu sendiri. Satu tindakan impulsif atas pilihan pribadi sering kali justru mengkambinghitamkan mahluk di dunia lain.

Kereta Rel Listrik (KRL). (Sumber: Wikimedia Commons | Foto: TyewongX)
Wisata & Kuliner 22 Mei 2026, 11:14

Jelajah Pesona Green Canyon Karawang, Sungai Jernih di Tengah Tebing Lumut Hijau

Green Canyon Karawang menawarkan sungai jernih, tebing lumut hijau, canyoning, dan suasana alam sejuk di kawasan Pangkalan.

Green Canyon Karawang. (Sumber: KCIC)
Ayo Netizen 22 Mei 2026, 09:41

Bandung: Kota Ramah Pejalan Kaki dan Disabilitas yang Masih Sebatas Slogan

Trotoar Bandung masih dipenuhi puing proyek, parkir liar, dan aktivitas lain yang mengurangi hak pejalan kaki serta aksesibilitas penyandang disabilitas.

Kondisi trotoar di Jalan Pungkur, Kota Bandung dipenuhi puing galian proyek utilitas, Kamis (21/5/2026) pagi. (Foto: Arif Budiman)
Komunitas 22 Mei 2026, 08:47

Cara Anti Leumpunk Club Susur Sudut Tersembunyi Kota Bandung Pakai GPS Sungut dan Modal Tawa

Menatap Bandung dari gang sempit bersama Anti Leumpunk Club. Modal tanya warga dan saling ledek, jalan kaki 8 km jadi ruang sehat yang penuh tawa.

Ayu dan Meiyama bersama rekannya di Anti Leumpunk Club di Lapangan Saparua, Kamis 21 Mei 2026. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)