Menjaga Kesucian Ramadan, Merawat Lingkungan

Henri Sinurat
Ditulis oleh Henri Sinurat diterbitkan Rabu 18 Feb 2026, 18:10 WIB
Masjid Pusdai Bandung. (Sumber: Freepik @rako349)

Masjid Pusdai Bandung. (Sumber: Freepik @rako349)

Baru-baru ini, Pemerintah Provinsi Jawa Barat memberikan peringatan dini kepada kepala daerah di kawasan Bandung Raya terkait potensi lonjakan timbulan sampah selama Ramadan 1447 H. Peringatan ini berangkat dari fakta yang tidak ringan. Perubahan pola konsumsi masyarakat selama bulan puasa dan menjelang Idulfitri selalu diikuti peningkatan volume sampah.

Sekretaris Daerah Jawa Barat, Herman Suryatman, menyampaikan bahwa dari sekitar 1.200 ton sampah yang masuk setiap hari ke TPPAS Sarimukti, kurang lebih 600 ton merupakan sampah organik sisa makanan. Artinya, setengah dari beban harian tempat pembuangan akhir berasal dari makanan yang tidak habis dikonsumsi.

Temuan dari BRIN melalui peneliti PRIMA, Sumaryati, semakin memperjelas gambaran tersebut. Berdasarkan asesmen terhadap 144 responden di Bandung Raya, volume sampah meningkat hingga 40 persen selama Ramadan dan Idulfitri. Peningkatan didorong oleh penyajian makanan berlebih, konsumsi parcel, serta penggunaan alat makan sekali pakai. Sampah plastik, styrofoam, dan organik tercatat naik hingga 42,2 persen.

Data tersebut menyampaikan refleksi penting bagi masyarakat. Ramadan secara normatif dipahami sebagai bulan pengendalian diri, dengan penekanan pada disiplin, kesederhanaan, dan kepedulian sosial. Akan tetapi, dalam dinamika keseharian, terlihat adanya kecenderungan peningkatan konsumsi. Ragam hidangan berbuka disajikan dalam jumlah lebih banyak, aktivitas perdagangan takjil meningkat, serta distribusi parcel dan hampers meluas. Pertumbuhan aktivitas ekonomi ini pada saat yang sama berimplikasi pada bertambahnya volume sampah yang dihasilkan.

Persoalan yang muncul bukan pada ajaran Ramadan, melainkan pada pola konsumsi modern yang melekat di dalamnya. Keinginan menyajikan makanan dalam jumlah besar sebagai simbol kebersamaan sering kali melampaui kebutuhan riil. Kekhawatiran kekurangan makanan mendorong orang memasak atau membeli lebih banyak dari yang sanggup dihabiskan. Akhirnya, sisa makanan berakhir di tempat sampah.

Sampah organik yang menumpuk di tempat pembuangan menghasilkan gas metana, salah satu kontributor emisi gas rumah kaca. Sementara plastik dan styrofoam membutuhkan waktu sangat lama untuk terurai. Beban pengelolaan meningkat, kapasitas pengolahan memiliki batas, dan risiko penumpukan menjadi ancaman nyata bagi kota.

Bandung Raya bukan wilayah yang bebas dari persoalan sampah. Pengalaman masa lalu menunjukkan bahwa krisis dapat muncul ketika volume melebihi daya tampung. Jika lonjakan hingga 40 persen terjadi tanpa langkah pengendalian, tekanan terhadap sistem pengelolaan akan semakin berat.

Perubahan Prilaku

Ilustrasi puasa Ramadan. (Sumber: Unsplash | Foto: Abdullah Arif)
Ilustrasi puasa Ramadan. (Sumber: Unsplash | Foto: Abdullah Arif)

Perubahan perilaku menjadi kunci. Upaya ini perlu dimulai dari keluarga. Perencanaan menu berbuka yang realistis dapat menekan pemborosan. Membeli makanan sesuai kebutuhan, bukan berdasarkan dorongan sesaat atau tren media sosial, merupakan langkah awal yang konkret. Kebiasaan membawa wadah sendiri saat membeli takjil dapat mengurangi sampah kemasan secara signifikan.

Makanan yang masih layak konsumsi dapat dibagikan kepada tetangga atau komunitas sekitar sebelum terbuang. Sampah organik dapat dipilah dan diolah menjadi kompos skala rumah tangga. Praktik seperti ini sudah dijalankan di berbagai lingkungan dan terbukti mengurangi beban ke tempat pembuangan akhir.

Pada tingkat komunitas, panitia buka bersama dapat mengurangi penggunaan alat makan sekali pakai. Masjid, sekolah, dan kantor dapat mendorong peserta membawa peralatan makan pribadi. Edukasi mengenai pemilahan sampah perlu diperkuat, terutama menjelang Ramadan ketika volume konsumsi meningkat.

Pemerintah daerah memiliki peran strategis dalam memperkuat kampanye Ramadan ramah lingkungan. Dukungan terhadap bank sampah, optimalisasi pengolahan sampah organik, serta sosialisasi yang konsisten menjadi bagian dari strategi jangka menengah. Namun kebijakan tidak akan efektif tanpa kesadaran warga.

Ramadan setiap tahun menghadirkan ruang perenungan yang mendalam. Bulan ini mengingatkan tentang arti pengendalian diri dan kepekaan sosial terhadap sesama. Mengurangi pemborosan makanan selaras dengan nilai-nilai tersebut. Karena itu, upaya mengurangi pemborosan makanan sejalan dengan semangat yang hendak dibangun dalam mengurangi jumlah sampah.

Baca Juga: Kampung Gajah: Viral ketika Berjaya dan karena Tercium 'Bau Busuk'

Perlu disadari bahwa setiap bahan pangan menempuh rantai produksi yang Panjang. Mulai dari pengolahan lahan, penggunaan air dan energi, proses distribusi, hingga akhirnya tersaji di meja makan. Ketika makanan terbuang, bukan hanya produk akhirnya yang hilang, tetapi juga seluruh sumber daya dan tenaga yang menyertainya. Dalam konteks ini, pengelolaan konsumsi menjadi wujud tanggung jawab moral sekaligus ekologis.

Budaya parcel dan konsumsi kemasan juga perlu ditinjau ulang. Inovasi dapat diarahkan pada penggunaan kemasan ramah lingkungan atau konsep berbagi yang minim limbah. Kreativitas sosial dapat berjalan beriringan dengan tanggung jawab ekologis.

Indonesia tengah bersiap menuju 2045. Bonus demografi dan pertumbuhan ekonomi membutuhkan fondasi sosial yang kuat. Kepedulian terhadap lingkungan termasuk bagian dari modal tersebut. Kota yang bersih dan sistem pengelolaan sampah yang tertata mencerminkan kedewasaan masyarakat.

Ramadan 1447 H dapat menjadi momentum pembenahan. Perubahan tidak selalu lahir dari kebijakan besar. Kebiasaan kecil yang dilakukan secara konsisten sering kali menghasilkan dampak lebih nyata. Mengambil makanan secukupnya, menolak tambahan kantong plastik, dan memilah sampah dari rumah merupakan bentuk disiplin sehari-hari. (*)

Artikel Rekomendasi Untuk Anda

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Henri Sinurat
Tentang Henri Sinurat
Analis Kebijakan Pusat Pembelajaran Dan Strategi Kebijakan Talenta Aparatur Sipil Negara Nasional Lembaga Administrasi Negara

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 05 Mar 2026, 19:20

10 Netizen Terpilih Februari 2026: Bandung Raya dan Bulan Puasa

Berikut adalah nama-nama penulis yang meraih apresiasi dengan total hadiah senilai Rp1,5 juta.

Pameran Al-Qur’an Mushaf Sundawi berhias motif khas budaya Jawa Barat di Pusdai, Kota Bandung, Jumat 20 Februari 2026. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Sejarah 05 Mar 2026, 14:47

Sejarah Bandung Dijuluki Twente van Indonesië, Kota Kembang Diproyeksikan jadi Pusat Industri

Catatan koran 1949 menggambarkan Bandung dipenuhi pabrik tekstil yang membuatnya dibandingkan dengan Twente di Belanda.

Nederlandsch-Indische Metaalwaren en Emballage Fabrieken (NIMEF) di Bandung tahun 1950-an (Sumber: Wikimedia)
Mayantara 05 Mar 2026, 14:05

Kemarahan Digital Perang Iran dan Keuntungannya bagi Platform Media Sosial

Beberapa hari terakhir ini, linimasa media sosial dan juga WhatsApp Group di Indonesia dipenuhi umpatan dan kutukan.

Imbauan pemberhentian perang. (Sumber: Pexels | Foto: Nothing Ahead)
Ayo Netizen 05 Mar 2026, 12:06

Suara Tionghoa Menyigi Ruang Dialog, Sosial, Ekonomi, dan Budaya

Ruang perjumpaan dari berbagai umat beragama menjadi taman bertumbuh, tempat pengalaman yang dibagikan tanpa takut, juga tempat identitas dirayakan tanpa curiga.

Suara Tionghoa di Majalengka. (Dok. Penulis)
Beranda 05 Mar 2026, 11:53

Night Walk di Bulan Ramadan, Kaki Besi Perkuat Tren Komunitas Jalan Kaki di Bandung

Meski digelar pada bulan Ramadan, antusiasme peserta tidak surut. Dengan dress code serba hitam yang telah ditentukan panitia, para peserta memadati trotoar dengan tambahan aksesori khas.

Salah satu event komunitas Kaki Besi. (Sumber: Komunitas Kaki Besi)
Seni Budaya 05 Mar 2026, 10:03

Sejarah Tari Saman, Jejak Warisan Syeikh di Dataran Tinggi Gayo

Jejak nama Saman dikaitkan dengan ulama abad ke-14 dan pengaruh Islam di Aceh, membentuk tarian komunal yang sarat syair moral.

Pagelaran Tari Saman terbesar di dunia dengan 12.262 penari. Acara kolosal ini diadakan pada 13 Agustus 2017 di Stadion Seribu Bukit, Blangkejeren, Kabupaten Gayo Lues, Aceh. (Sumber: Wikimedia)
Ayo Netizen 05 Mar 2026, 09:25

Renungan Ramadan dan Jadwal Puasa Bandung 1969 dalam Koran Lawas

Membuka kembali lembaran surat kabar lama sering menghadirkan pengalaman yang unik.

Surat kabar Berdikari terbitan Bandung, 28 November 1969, bertepatan dengan 18 Ramadan 1389 Hijriah (57 tahun silam). (Sumber: Dokumentasi Penulis)
Beranda 05 Mar 2026, 06:55

Berawal dari Konten Viral, Kaki Besi Menjadi Komunitas Jalan Kaki Terbesar di Bandung

Berawal dari konten viral di media sosial, Komunitas Kaki Besi berkembang menjadi komunitas jalan kaki terbesar di Bandung. Didirikan oleh Insan Buana, Kaki Besi kini memiliki puluhan ribu pengikut.

Salah satu event Komunitas Kaki Besi. Dalam waktu kurang dari satu tahun, komunitas ini mencatat ribuan anggota aktif. (Sumber: Komunitas Kaki Besi)
Bandung 04 Mar 2026, 21:33

Menilik Eksistensi Kue Balok Kang Didin, Kuliner Legendaris Bandung sejak 1950 yang Melawan Arus Zaman

Bertempat di Jalan Abdul Rahman Saleh, No. 52, Husen Sastranegara, Kecamatan Cicendo, Kota Bandung, Kue Balok Kang Didin disebut berbeda dari ciri khas kue balok lainnya.

Bertempat di Jalan Abdul Rahman Saleh, No. 52, Husen Sastranegara, Kecamatan Cicendo, Kota Bandung, Kue Balok Kang Didin disebut berbeda dari ciri khas kue balok lainnya. (Sumber: Ayobiz.id | Foto: Nisrina Nuraini)
Ayo Netizen 04 Mar 2026, 16:42

Kisah Ramadan dalam Lagu ‘Lebaran Sebentar Lagi’

Lagu Lebaran Sebentar Lagi merupakan salah satu lagu remake dari band Gigi yang sebelumnya dinyanyikan pertama kali oleh Bimbo. 

Salat Idulfitri. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Kavin Faza)
Beranda 04 Mar 2026, 15:22

Hampir 9 Tahun Bertahan, Begini Cara Dagelan Jabar Mengikuti Perubahan Zaman di Instagram

Berawal dari repost meme receh khas tongkrongan warganet Jawa Barat, akun ini tak memaksa diri menjadi media berita, tetapi juga tak bertahan sebagai sekadar akun humor.

Admin Dagelan Jabar Nono Sugianto. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)
Ayo Netizen 04 Mar 2026, 15:04

Cikalintu, Tempat yang Keliru Dipilih

Dalam nama Cikalintu, kata 'Kalintu' berarti keliru atau ditukar.

Toponim Cikalintu dalam Peta Topografi Lembar Bandoeng Tahun 1905 (diperbaiki dari peta tahun 1904). Dipetakan oleh Topographisch Bureau, Batavia. (Sumber: Peta koleksi KITLV Heritage)
Sejarah 04 Mar 2026, 14:46

Misteri Danau Cipanas Rancaekek, Tempat Pemandian Bupati Bandung Zaman Dulu

Warga menyebut penambangan bukit Gunung Cipanas memicu lenyapnya sumber panas yang dulu jadi tempat rekreasi elite Bandung.

Danau Cipanas Rancaekek. (Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 04 Mar 2026, 13:30

Benny Soebardja Pelopor Progresif Rock Indonesia

Musisi rock asal Bandung, Benny Soebardja, dikenal lewat band-band yang pernah ia bentuk, mulai dari The Peels, Shark Move, hingga Giant Step.

Benny Soebardja dengan vinyl "Shark Move" (1973) di Delft, Belanda. Dijuluki oleh media asing sebagai The Godfather of Indonesian Progrock Underground. (Sumber: Istimewa)
Ikon 04 Mar 2026, 13:15

Jejak Pitalka, Roti Pipih Ramadan dari Kosovo yang Bertahan Sejak Era Ottoman

anya muncul setahun sekali di Kosovo, pitalka menjadi warisan kuliner sejak masa Ottoman yang tetap hidup di meja iftar Prizren.

Pitalka, roti khas Kosovo yang jadi iftar Ramadan.
Ayo Netizen 04 Mar 2026, 11:09

Siwok Cante, Konsep Puasa dalam Masyarakat Sunda Pra-Islam

Siwok cante, merupakan salah satu hal yang harus dihindari oleh mereka yang sedang mengemban tugas negara.

Buku hasil transliterasi dan terjemahan pertama Sanghyang Siksakandang Karesian bersama dua naskah Sunda kuna lainnya oleh Tim Proyek Penelitian dan Pengkajian Kebudayaan Sunda 1987. (Sumber: Dokumentasi Penulis)
Ayo Netizen 04 Mar 2026, 09:38

Bukan Sekadar Nunggu Azan Magrib, 5 Aktivitas Ngabuburit Berfaedah

Sejatinya, ngabuburit bukan sekadar cara “mengisi waktu”, menunggu azan magrib.

Aktivitas apik ngabuburit di Masjid Raya Al Jabbar. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Bandung 03 Mar 2026, 20:40

Sentuhan Estetika di Balik The Edit, Titik Temu Kurasi Fashion Muslim Premium di Bandung

The Edit menghadirkan ruang kurasi fashion yang tidak sekadar menjual produk, namun juga mengusung karya, karakter, dan cerita dari para desainer berbakat Indonesia.

The Edit menghadirkan ruang kurasi fashion yang tidak sekadar menjual produk, namun juga mengusung karya, karakter, dan cerita dari para desainer berbakat Indonesia. (Sumber: Ayobiz.id | Foto: Eneng Reni Nuraisyah Jamil)
Ayo Biz 03 Mar 2026, 19:24

Rumah Tumbuh, Akses Menguat: Ujian Transformasi BTN di Tengah Rekor Pembiayaan

Di tengah lanskap itu, PT Bank Tabungan Negara (BTN) tampil sebagai aktor sentral.

Pekerja merampungkan proyek rumah subsidi di El Hago Residence, Mekarbakti, Kecamatan Pamulihan, Kabupaten Sumedang (3/12/2020). (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Deni Suhendar/Magang)
Seni Budaya 03 Mar 2026, 16:37

Sejarah Batik Pekalongan, Warisan Budaya dari Pantura Sejak 1802

Sejak awal 1800-an, batik di Pekalongan berkembang dari perdagangan pesisir hingga diakui UNESCO sebagai bagian jejaring kota kreatif dunia.

Kain sarung motif batik Pekalongan tahun 1980-an di Museum Honolulu. (Sumber: Wikimedia)