Bandung Berpesta Semalaman untuk Persib, Petugas dan Warga Lokal Bersihkan Sampah Sejak Pagi Buta

7 menit baca
Ilham Maulana
Ditulis oleh Ilham Maulana diterbitkan
Handoyo bersama warga dan unsur kewilayahan ikut turun membersihkan sampah bekas konvoi di kawasan Pasupati, Senin 25 Mei 2026. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)
Handoyo bersama warga dan unsur kewilayahan ikut turun membersihkan sampah bekas konvoi di kawasan Pasupati, Senin 25 Mei 2026. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)

AYOBANDUNG.ID - Senin 25 Mei 2026, Bandung belum sepenuhnya bangun ketika sekelompok orang dengan membawa sapu mulai bergerak di kawasan Cikapayang, Jembatan Pasupati, dan area Dago.

Euforia kemenangan Persib yang dirayakan seharian sebelumnya belum benar-benar hilang. Bunyi klakson, flare, dan lautan biru semalam berganti dengan pemandangan lain. Sampah botol plastik, pecahan kaca, bekas makanan, hingga sisa flare berserakan di sudut jalan.

Ketika sebagian warga mungkin masih tertidur kerana kelelahan usai konvoi panjang dan pesta juara, ada orang-orang yang justru memulai harinya lebih cepat. Mereka bukan pemain di lapangan, bukan pula bobotoh yang berdiri di atas kendaraan sambil mengibarkan bendera biru. Mereka adalah para petugas kebersihan yang turun sejak subuh untuk mengembalikan wajah kota.

Ari Aldian bersama rekannya mulai membersihkan sisa sampah bekas konvoi Persib di kawasan Cikapayang sejak pagi buta (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)
Ari Aldian bersama rekannya mulai membersihkan sisa sampah bekas konvoi Persib di kawasan Cikapayang sejak pagi buta (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)

Ari Aldian (34), petugas kebersihan dari DLH Kota Bandung, sudah mulai bekerja sejak pukul 04.00 WIB. Area tugasnya tak kecil. Mulai dari kawasan Cikapayang, Jalan Juanda, hingga Balai Kota menjadi wilayah yang harus ia dan tim bersihkan pagi itu. Sapu lidi ada di tangannya. Karung sampah mulai menggunung di samping motor pengangkut.

“Pas datang tadi mah kondisinya kacau, Kang. Pabalatak (kotor) pisan. Plastik, botol minuman, bungkus makanan, bekas flare, pokokna loba pisan (sampahnya banyak sekali),” ujar Ari sambil tetap menyapu sisa sampah di tepi jalan.

Di hari biasa, menurut Ari, sampah di wilayah kerjanya mungkin hanya memenuhi tiga sampai empat kantong besar. Namun pagi itu situasinya berbeda jauh.

“Kalau hari biasa paling tiga atau empat trash bag. Sekarang mah 20 lebih, Kang,” katanya.

Jenis sampah yang ditemukan pun beragam. Plastik bekas makanan, botol minuman, bungkus jajanan, hingga sisa flare yang ditinggalkan selepas perayaan.

Lima orang petugas dengan satu motor pengangkut sampah dikerahkan di titik tersebut. Mereka memperkirakan pekerjaan baru akan selesai sekitar pukul 08.00 WIB.

Namun, membereskan sisa pesta kota bukan perkara sederhana.

Selain volume sampah yang meningkat berkali-kali lipat, mereka juga harus berpacu dengan lalu lintas Senin pagi yang mulai padat.

Sampah botol plastik, sisa makanan, dan bekas flare terlihat berserakan di sejumlah ruas jalan Kota Bandung selepas konvoi Persib. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)
Sampah botol plastik, sisa makanan, dan bekas flare terlihat berserakan di sejumlah ruas jalan Kota Bandung selepas konvoi Persib. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)

“Bagian paling beurat mah pabeulit sareng lalu lintasna (bagian paling besar karena bersinggungan dengan lalu lintas). Aktivitas warga geus mimiti jalan, yang mau kerja sedengkeun ieu kudu beberes sakitu lobana (Warga yang mau bekerja sudah mulai, sedangkan sampah sebanyak ini harus segera dibersihkan),” katanya.

Meski begitu, Ari mengaku tetap senang melihat Persib menjadi juara. Sebagai warga Bandung sekaligus bobotoh, kemenangan Maung Bandung tentu membawa kebahagiaan tersendiri. Hanya saja, ada satu hal yang menurutnya masih perlu diperbaiki.

“Senang mah senang Persib juara. Yang disayangkan mah yang konvoi kurang disiplin dina miceun (buang) sampah,” katanya.

Bagi Ari, membersihkan kota selepas pesta kemenangan sudah menjadi bagian dari tanggung jawab pekerjaannya. Namun di balik itu, ada alasan lain yang membuatnya tetap datang bekerja, bahkan saat harus menghadapi gunungan sampah selepas perayaan besar.

“Abdi mah nyaah ka (sayang) Bandung, Kang. Ieu oge (ini juga) tanggung jawab. Lamun teu aya nu beberes, bade ku saha? (kalau tidak ada yang bersihkan sampah, ya mau sama siapa lagi). Makanya urang (saya) tetep datang, tetep kerja.”

Ia berharap perayaan tetap bisa berlangsung meriah, tetapi kesadaran soal kebersihan juga ikut hadir.

“Konvoi hayu, raramean hayu. Mung perihal sampahna atuh kudu disiplin. Ulah miceun di mana wae, komo tilas flare atawa seng nu seukeut. Bahaya keur nu séjén, (Boleh konvoi dan ramai-ramai, tapi soal membuang sampah tetap harus disiplin. Jangan buang sembarangan. Apalagi bekas flare atau seng yang tajam, berbahaya bagi yang lain)” katanya.

Tak jauh dari sana, di atas Jembatan Pasupati, sapu juga bergerak di tangan warga yang memilih turun langsung membantu membersihkan kota.

Handoyo (65), Ketua Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) Bandung Wetan, ikut turun bersama unsur kewilayahan sejak pagi. Baginya, membersihkan sampah pascakonvoi bukan sekadar rutinitas, melainkan bentuk kepedulian terhadap Bandung.

“Konvoinya meriah, Bandung pisan (Bandung banget). Tapi jangan hanya mau bergembira, tidak melihat dampak lingkungan,” katanya.

Ia menyebut kondisi sampah pagi itu jauh lebih berat dibanding hari biasa. Salah satu yang paling menyulitkan adalah botol minuman pecah yang berserakan di berbagai titik.

“Paling banyak botol pecah. Itu yang susah dibersihkan, kerja jadi ekstra,” ujarnya.

Pembersihan di kawasan tersebut bahkan diperkirakan membutuhkan waktu setengah hari. Bukan hanya KSM yang turun, tetapi juga unsur pemerintah wilayah mulai dari gober, kelurahan, hingga kecamatan.

Meski demikian, Handoyo mengaku tak pernah menganggap pekerjaan itu sebagai beban.

“Enggak ada alasan pekerjaan berat atau tidak berat. Ini memang pekerjaan yang harus kita kerjakan untuk Bandung,” katanya.

Sudah lebih dari satu dekade ia bersama kelompoknya bergerak dalam urusan kebersihan kota. Semangat itu, kata dia, tak pernah benar-benar hilang.

“Teman-teman KSM dari dulu bekerja dengan hati. Dari 2010 sampai sekarang belum bosan,” ujarnya.

Di tingkat kewilayahan, Kecamatan Bandung Wetan juga mengerahkan personel sejak pagi untuk membersihkan sejumlah titik bekas konvoi. Kawasan Cikapayang, Jembatan Layang Pasupati, Taman Radio, hingga beberapa titik lain menjadi fokus pembersihan.

Andre Abdul Rojak (29), petugas dari Kecamatan Bandung Wetan, mengatakan tim mulai bergerak sejak sekitar pukul 05.00 hingga 06.00 WIB.

Sebelum pembersihan dimulai, mereka lebih dulu melakukan pengecekan lapangan.

“Hari ini sampahna banyak banget. Pas kontrol pagi sebelum pembersihan di Cikapayang, benar-benar kotor,” katanya.

Menurut Andre, titik yang paling parah berada di kawasan Pasupati dan area bawah flyover. Sampah didominasi plastik bekas makanan, botol minuman, hingga sisa flare.

“Dibanding hari biasa mungkin dua sampai tiga kali lipat. Malah biasanya area flyover mah normalnya sampahna sedikit,” ujarnya.

Warga bersama petugas kebersihan membersihkan sampah di Jembatan Pasupati sejak Senin, 25 Mei 2026, subuh. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)
Warga bersama petugas kebersihan membersihkan sampah di Jembatan Pasupati sejak Senin, 25 Mei 2026, subuh. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)

Personel yang diturunkan pun merupakan gabungan berbagai unsur, mulai dari ASN, non-ASN, gober, kelurahan, hingga kecamatan. Sebelum turun ke lapangan, mereka lebih dulu dibagi berdasarkan zona kerja agar proses pembersihan bisa lebih cepat.

Namun, membersihkan sisa perayaan bukan hanya soal menyapu jalanan.

Di balik cepatnya tumpukan sampah berpindah dari titik konvoi, ada koordinasi yang harus berjalan antara petugas wilayah dan Dinas Lingkungan Hidup (DLH).

Andre Abdul Rojak mengatakan, tim kecamatan tidak bekerja sendiri. Setelah personel dibagi ke sejumlah titik seperti Cikapayang, Pasupati, hingga Taman Radio, mereka juga harus memastikan sampah yang sudah dikumpulkan bisa segera diangkut.

“Kalau untuk alat sebenarnya sudah lengkap, sapu dan perlengkapan dasar ada. Tapi yang paling penting itu koordinasi dengan DLH untuk pengangkutan sampahnya. Karena sampahnya banyak sekali, jadi harus cepat diangkut,” ujar Andre.

Menurutnya, pembersihan di lapangan tidak akan berjalan maksimal jika proses pembuangan dan pengangkutan tidak bergerak beriringan.

“Kami di lapangan fokus membersihkan dan mengumpulkan sampah, tetapi setelah itu harus ada koordinasi juga dengan DLH. Jangan sampai sampah yang sudah dikumpulkan malah menumpuk lagi di satu titik karena pengangkutannya terlambat,” katanya.

Koordinasi itu dilakukan sambil berpacu dengan waktu. Sebab sebelum aktivitas kota benar-benar padat pada Senin pagi, jalanan Bandung harus mulai kembali bersih dari jejak euforia malam sebelumnya.

“Target kami secepat mungkin beres sebelum jam aktivitas kerja. Makanya pembagian personel, pembagian titik, sampai koordinasi pengangkutan itu harus jalan bareng,” ucapnya.

Sebagai warga Bandung, Andre mengaku ikut bahagia melihat Persib mengangkat trofi juara. Namun pagi harinya, kebahagiaan itu datang bersama pekerjaan tambahan membersihkan sisa perayaan.

“Senang sih Persib juara. Untuk beberes (bersih-bersih sampah) mah enggak apa-apalah, yang penting juara,” katanya sambil tersenyum.

Meski begitu, ia percaya euforia kemenangan sebetulnya tetap bisa dirayakan tanpa meninggalkan sampah.

“Bisa saja tanpa ninggalkeun (meninggalkan ) sampah. Misalnya lebih ditekenkeun (ditekankan) soal kebersihan, bawa kantong sendiri atau jangan buang sembarangan,” ujarnya.

Bagi Andre, menghargai petugas kebersihan sebenarnya bisa dimulai dari hal sederhana.

“Kalau ada euforia apa pun, sampah jangan dibuang di mana-mana, apalagi ke saluran air. Bawa pulang atau buang ke tempatnya,” katanya.

Pagi ini, ketika kota perlahan kembali dipenuhi kendaraan dan aktivitas kerja dimulai, sebagian besar sampah mulai terangkut dari jalanan Bandung. Euforia mungkin telah selesai ketika suara klakson dan nyanyian bobotoh mereda.

Namun bagi para petugas kebersihan, kemenangan Persib memiliki babak lain. Memastikan Bandung kembali bersih sebelum kota benar-benar membuka matanya.

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

News Update

Ayo Netizen 25 Agu 2026, 16:57

Harga Daging Ayam Melambung Tinggi, Simalakama Makanan Bergizi

Masalah klasik peternakan rakyat terkait dengan pakan dan pengadaan bibit ayam perlu segera dibenahi.

Ilustrasi pedagang daging ayam di pasar tradisional (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 25 Agu 2026, 13:45

Uswah: Ketika Orang Tua Ingin Melahirkan Keturunan yang Saleh

Jika ingin anak menjadi saleh, jangan hanya sibuk menasihatinya. Jadilah teladan yang baik. Sebab anak mungkin lupa kata-kata kita, tetapi ia akan mengingat siapa kita di hadapannya.

Ringkasan tulisan. (Sumber: chtgpt | Foto: chtgpt)
Mayantara 25 Agu 2026, 10:04

Ketika Visual Menjadi Mata Uang di Ruang Digital

Di media sosial, perhatian telah berubah menjadi semacam mata uang baru.

Pengguna media sosial. (Sumber: Pexels | Foto: Ivan S)
Ayo Netizen 25 Agu 2026, 08:57

Cerita Pedagang Asongan di Bus MGI Bandung-Sukabumi

Banyak cerita kehidupan rakyat yang terdengar dari percakapan sederhana di transportasi umum. Untuk mengerti orang lain kadang kita perlu melihatnya sendiri.

Setiap orang yang kita temui pasti memiliki cerita dan tantangan hidupnya sendiri. Begitu juga dengan mereka yang berjuang menawarkan dagangannya di dalam bus (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)
Ayo Netizen 24 Agu 2026, 20:00

Kaukus Indonesia dalam Potret Merdeka

Bagaimanakah kita melihat potret Indonesia merdeka kini? Pertanyaan yang muncul, karena proses historis panjang seakan dilupakan. Barangkali, kaukus Indonesia telah kehilangan sosok tokoh.

Panjat pinang, salah satu lomba yang sering digelar saat Hari Kemerdekaan Indonesia setiap 17 Agustus. (Sumber: Pexels | Foto: a Ayyeee Ayyeee)
Ayo Netizen 24 Agu 2026, 18:13

Nasib Kuyang dalam Kebakaran Hutan Kalimantan

Ketika hutan kalimantan terbakar mungkin kuyang bisa protes kepada manusia dengan menyebar teror tapi bagaimana dengan pohon, hewan atau penghuni hutan lainnya?

Ilustrasi orang utan di tengah kebakaran hutan. (Sumber: Gemini AI)
Ayo Netizen 24 Agu 2026, 17:07

Jejak Rasa dari Negeri Tirai Bambu: Menelusuri Warisan Kuliner Tionghoa yang Mengakar di Bandung

Kedatangan bangsa Tionghoa membawa teknik pengolahan pangan yang secara organik berfusi dengan bahan lokal, menciptakan identitas kuliner baru yang diterima secara luas.

Cakwe Lie Tjay Tat di Gor Pajajaran, Jl. Pajajaran No.37, Pasir Kaliki, Kec. Cicendo, Kota Bandung. (Sumber: Google Review | Foto: Buyung)
Ayo Netizen 24 Agu 2026, 16:19

Pengalaman Berburu Buku Tua di Toko Buku Tua di Kota Bandung

Seratus persen buku-buku kuliahku aku beli di Pasar Buku Palasari. Aku sering sempatkan untuk berburu membeli buku-buku tua dan buku-buku baru, bahkan termasuk ke pasar-pasar loak di Kota Bandung.

Toko Buku di bagian depan Pasar Buku Palasari. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Ridwan K)
Ayo Netizen 24 Agu 2026, 15:50

Dari Josepha Alexandra Kita Belajar untuk Berani dan Kritis Terhadap Kesewenang-wenangan

LCC 4 Pilar MPR RI yang seharusnya memperkenalkan nilai-nilai kebangsaan, nilai-nilai pancasila, dan nilai-nilai demokrasi kepada generasi muda, bukan malah mempertontonkan arogansi orang dewasa.

Potret Josepha Alexandra saat mengikuti Lomba Cerdas Cermat (LCC) 4 Pilar MPR RI tingkat Kalimantan Barat. (Sumber: YouTube | Foto: @MPRRIOfficial)
Ayo Netizen 24 Agu 2026, 15:28

Mitigasi Kebakaran: Kota Bandung Butuh Drone dan Bambi Bucket 

Diperlukan drone dengan kemampuan Based Fire Monitoring and Suppression System yang dilengkapi kemampuan deteksi yang menggunakan AI driven hotspot.

Mitigasi kebakaran hebat di kota Bandung dengan teknologi drone dan bambi bucket (Sumber: digambar dengan bantuan AI | Foto: Totok Siswantara)
Ayo Netizen 24 Agu 2026, 11:39

Mamah Bule dan Kang Ian, Kisah Menarik Nenek dan Cucu yang Mewarnai Media Sosial

Akun media sosial Bridgia Adhella kini telah memiliki sekitar 71 ribu pengikut, dengan ratusan unggahan yang memperlihatkan berbagai sisi kehidupan Mamah Bule dan Kang Ian.

Nenek Bule, Adellina Ganda Prawira, bersama cucu tercinta, Kang Iyan. (Sumber: Kang Iyan)
Ayo Netizen 24 Agu 2026, 09:14

Urgensi Program Bandung Peduli Lansia

Perlu dicari jalan tengah terkait dengan pro kontra perawatan lansia dengan cara ageing in place versus perawatan institusi

Ilustrasi program peduli lansia di Kota Bandung (Sumber: kreasi dengan Gemini | Foto: Sri Maryati)
Ayo Netizen 24 Agu 2026, 08:58

Kala Ponsel para ASN Jadi Arena Judi

Perang melawan judi online tidak cukup dilakukan dengan slogan moral. Ia membutuhkan kombinasi antara teknologi, penegakan hukum, literasi digital.

ASN sedang mengikuti apel. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 22 Agu 2026, 20:16

Menjelajahi Autentisitas Kuliner Sunda: Telaah 50 Hidangan Khas Jawa Barat

Eksplorasi terhadap 50 masakan khas Jawa Barat ini membuktikan bahwa kuliner Sunda adalah aset budaya tak ternilai.

Buku berjudul 50 Masakan Khas Jawa Barat karya Ajen Dianawati (2025). (Sumber: Dokumentasi penulis | Foto: Badiatul Muchlisin Asti)
Linimasa 22 Agu 2026, 13:32

Menengok Pabrik Bata Merah Manual di Nagreg Saat Musim Kemarau

Pabrik bata merah di Nagreg meningkatkan produksi saat kemarau karena proses pengeringannya masih mengandalkan panas matahari.

Menengok pabrik bata merah manual di Nagreg saat musim kemarau. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 22 Agu 2026, 13:25

Menelusuri Jejak Rasa: Potret Autentik Masakan Jawa Era 1960-an

Buku "Kawan Dapur: Masakan Asli Indonesia (Khusus Jawa)" hadir sebagai kompas bagi mereka yang ingin mendalami seni memasak Jawa pada masanya.

Buku berjudul "Kawan Dapur: Masakan Asli Indonesia (Khusus Jawa)" karya Ida S. yang diterbitkan Toko Buku Amin Madiun. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Badiatul Muchlisin Asti)
Ayo Netizen 22 Agu 2026, 11:36

Cuanki Teh Yuyun Cianjur: Obat Rindu Ketika Jauh dari Bandung

Ternyata Bandung terasa Istimewa setelah ditinggalkan. Satu hal yang saya rindukan dari Bandung adalah keragaman kulinernya.

Cuanki Sambal Ijo Teh Yuyun Cianjur. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)
Ayo Netizen 22 Agu 2026, 09:19

Sejarah Nama-Nama Hari dan Hari Libur (1)

Mengulas sejarah penamaan hari, asal-usul tujuh hari dalam sepekan, serta perkembangan penanggalan dan tradisi hari libur dari berbagai peradaban.

Kalender bulan Agustus 1898. (Sumber: Istimewa)
Ayo Netizen 22 Agu 2026, 08:18

Perempuan yang Merdeka tapi Masih Takut dengan Stigma Sosial

Hari ini mungkin perempuan memiliki banyak kesempatan seperti kaum pria tapi ada yang diam-diam membuat perempuan ragu ketika penilaian sosial merenggut kepercayaan dirinya

Ilustrasi perempuan. (Sumber: Pexels | Foto: Febry Arya)
Ayo Netizen 21 Agu 2026, 19:18

Apalah Arti Sebuah Nama: Rekonstruksi Hubungan Agus dan Agustus

Pada ruang masyarakat sering kita mendengar atas nama Agus bagi laki-laki dan Agustina bagi perempuan. Terdengar biasa saja. Nama yang diberikan oleh orangtuanya sebatas nama.

Festival Seni dan Budaya Tamansari 2026 di Taman Cascade, kawasan bawah jembatan layang Mochtar Kusumaatmadja, Tamansari, Kota Bandung, Sabtu 15 Agustus 2026. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)