Mamah Bule dan Kang Ian, Kisah Menarik Nenek dan Cucu yang Mewarnai Media Sosial

5 menit baca
Kin Sanubary
Ditulis oleh Kin Sanubary diterbitkan
Nenek Bule, Adellina Ganda Prawira, bersama cucu tercinta, Kang Iyan. (Sumber: Kang Iyan)
Nenek Bule, Adellina Ganda Prawira, bersama cucu tercinta, Kang Iyan. (Sumber: Kang Iyan)
Highlights

Poin Penting

Quick Read
  • Salah satu yang viral di media sosial adalah kisah Mamah Bule bersama cucunya, Berliana Pradhella Guntara, yang akrab disapa Kang Ian.

  • Mamah Bule memiliki nama asli Adellina Ganda Prawira. Ia lahir di Bandung, 26 September 1941.

  • Akun media sosial Bridgia Adhella kini telah memiliki sekitar 71 ribu pengikut, dengan ratusan unggahan yang memperlihatkan berbagai sisi kehidupan Mamah Bule dan Kang Ian.

Di tengah derasnya arus media sosial yang dipenuhi beragam cerita, kisah sederhana tentang keluarga justru sering mencuri perhatian. Bukan karena kemewahan atau sensasi, melainkan karena menghadirkan kehangatan, kebersamaan, humor, dan hubungan antargenerasi yang terasa dekat dengan kehidupan sehari-hari.

Salah satunya adalah kisah Mamah Bule bersama cucunya, Berliana Pradhella Guntara, yang akrab disapa Kang Ian. Keduanya dikenal melalui akun media sosial Bridgia Adhella, nama yang diambil dari nama cicit Mamah Bule, putri kesayangan Kang Ian.

Di Facebook dan Instagram, kebersamaan mereka hadir lewat percakapan ringan, saling menggoda, tingkah lucu, hingga berbagai kejadian spontan dalam keseharian. Tidak ada kesan dibuat-buat atau membutuhkan konsep yang rumit. Justru suasana natural itulah yang membuat konten mereka terasa dekat dan menghibur.

Mamah Bule memiliki nama asli Adellina Ganda Prawira. Ia lahir di Bandung, 26 September 1941.

Di balik sosoknya yang ceria dan akrab di media sosial, tersimpan kisah keluarga dengan perjalanan sejarah yang cukup panjang. Berdasarkan riwayat yang diwariskan dalam keluarga, Mamah Bule disebut memiliki hubungan keturunan dengan Christiaan Snouck Hurgronje, tokoh Belanda yang dikenal sebagai orientalis dan memiliki peran penting dalam pemerintahan kolonial Hindia Belanda.

Dalam riwayat keluarga tersebut disebutkan, Snouck Hurgronje pernah menikah dengan Sangkana, putri Raden Haji Mohammad Ta'ib, seorang penghulu di Ciamis. Dari pernikahan itu lahir beberapa anak, salah satunya Raden Oemar Ganda Prawira.

Riwayat keluarga kemudian menyebutkan bahwa Mamah Bule merupakan putri dari Oemar Ganda Prawira.

Silsilah tersebut menjadi bagian menarik dari perjalanan keluarga Mamah Bule. Namun, untuk memastikan hubungan genealogis secara lebih rinci, tentu diperlukan penelusuran terhadap arsip keluarga dan dokumen sejarah yang dapat diverifikasi.

Mengenal Snouck Hurgronje

Christiaan Snouck Hurgronje (1857–1936) merupakan orientalis, ahli bahasa Arab, dan sarjana Islam asal Belanda yang menempuh pendidikan di Universitas Leiden.

Ia dikenal melalui penelitian mengenai Islam dan masyarakat Muslim. Pada 1884–1885, Snouck berada di Jeddah dan Makkah. Pengalamannya kemudian dituangkan dalam karya terkenalnya, Mekka, yang menggambarkan kehidupan masyarakat dan jamaah di kota suci tersebut.

Pada 1889, Snouck datang ke Hindia Belanda dan kemudian menjadi penasihat pemerintah kolonial dalam persoalan Islam dan masyarakat pribumi.

Namanya juga sangat berkaitan dengan Perang Aceh. Pengetahuannya mengenai masyarakat, ulama, serta jaringan sosial-keagamaan Aceh digunakan pemerintah kolonial dalam menyusun strategi menghadapi perlawanan di wilayah tersebut.

Nenek membaca surat dari ayahandanya. Dulu, R. Gandaprawira sangat mendambakan seorang anak perempuan setelah lima anak sebelumnya semuanya laki-laki. Namun, anak perempuan yang dinantikan itu meninggal dunia ketika Nenek baru berusia delapan bulan. (Sumber: Foto dan koleksi :  Kang Iyan)
Nenek membaca surat dari ayahandanya. Dulu, R. Gandaprawira sangat mendambakan seorang anak perempuan setelah lima anak sebelumnya semuanya laki-laki. Namun, anak perempuan yang dinantikan itu meninggal dunia ketika Nenek baru berusia delapan bulan. (Sumber: Foto dan koleksi : Kang Iyan)

Karena itu, warisan sejarah Snouck Hurgronje tergolong kompleks. Ia merupakan ilmuwan yang memiliki kontribusi penting dalam kajian Islam dan masyarakat Muslim, tetapi pengetahuan yang dimilikinya juga dimanfaatkan untuk kepentingan pemerintahan kolonial.

Pada 1906, Snouck kembali ke Belanda dan melanjutkan karier akademiknya di Universitas Leiden.

Kehidupan pribadinya di Hindia Belanda juga meninggalkan jejak tersendiri. Ia pernah membangun keluarga dengan perempuan pribumi dan memiliki anak. Riwayat inilah yang kemudian menjadi bagian dari cerita mengenai garis keturunan yang diwariskan dalam keluarga Mamah Bule.

Ada satu peninggalan yang memiliki arti khusus dalam perjalanan keluarga Mamah Bule, yakni sebuah surat bertahun 1907 yang ditulis ayahnya kepada kakeknya.

Menurut cerita keluarga, keberadaan surat tersebut kemudian diketahui kembali melalui sebuah email yang datang dari Leiden.

Bagi keluarga, surat berusia lebih dari satu abad itu bukan sekadar dokumen lama. Ia menjadi semacam jembatan yang menghubungkan generasi sekarang dengan kehidupan orang-orang yang telah lama berlalu.

Dalam kisah yang diwariskan keluarga, terdapat pula cerita mengenai kerinduan keturunan dari garis tersebut untuk bertemu dengan keluarga di Belanda. Bahkan, disebutkan adanya larangan keras untuk menggunakan nama Hurgronje.

Benar atau tidaknya seluruh detail genealogis tersebut tentu masih memerlukan penelitian lebih lanjut melalui arsip keluarga dan dokumen sejarah. Namun, bagi keluarga Mamah Bule, surat tahun 1907 tetap menjadi peninggalan berharga karena menyimpan jejak perjalanan keluarga dari satu generasi ke generasi berikutnya.

Kini, kisah keluarga tersebut bertemu dengan kehidupan yang jauh berbeda: dunia media sosial.

Mamah Bule tinggal bersama cucunya, Kang Ian, di kawasan Padasuka Park, Pasir Layung, Kota Bandung. Dari rumah inilah banyak cerita keseharian mereka bermula.

Kebersamaan nenek dan cucu itu kemudian berkembang menjadi bagian dari aktivitas Mamah Bule sebagai kreator konten digital. Obrolan sehari-hari, humor, ulasan produk, promosi, hingga berbagai momen keluarga dikemas menjadi konten yang ringan dan menghibur.

Kang Ian menjadi pasangan interaksi yang membuat suasana semakin hidup. Perbedaan usia yang cukup jauh justru menjadi kekuatan tersendiri.

Mamah Bule membawa pengalaman, spontanitas, dan gaya komunikasi dari generasinya. Sementara Kang Ian hadir dengan karakter generasi yang lebih akrab dengan dunia digital.

Dari perbedaan itulah lahir percakapan yang spontan. Kadang lucu, kadang sederhana, tetapi justru terasa apa adanya.

Nenek dan cucu tercinta dalam sebuah kebersamaan yang hangat. Keduanya menjadi pasangan yang banyak digemari dan menarik perhatian para netizen di media sosial. (Sumber: Kang Iyan)
Nenek dan cucu tercinta dalam sebuah kebersamaan yang hangat. Keduanya menjadi pasangan yang banyak digemari dan menarik perhatian para netizen di media sosial. (Sumber: Kang Iyan)

Di luar aktivitasnya di media sosial, Mamah Bule juga dikenal memiliki kegemaran membaca surat kabar, salah satunya Pikiran Rakyat.

Kecintaannya terhadap koran tersebut bahkan pernah mendapat perhatian dari pihak Pikiran Rakyat. Mamah Bule pernah dikunjungi Pemimpin Redaksi Pikiran Rakyat, Satrya Graha, bersama tim. Dalam kesempatan tersebut, ia memperoleh sejumlah suvenir sekaligus kesempatan berlangganan koran secara gratis selama tiga bulan.

Mamah Bule juga mengikuti berbagai informasi olahraga dan sepak bola. Persib Bandung termasuk salah satu yang menjadi perhatiannya dan kerap menjadi bahan obrolan dalam keseharian.

Kebiasaan tersebut menunjukkan bahwa aktivitas digital Mamah Bule berjalan berdampingan dengan kegemarannya membaca dan mengikuti perkembangan berita.

Kehadiran Mamah Bule di media sosial menjadi contoh bahwa dunia digital bukan hanya milik generasi muda.

Dengan pembawaan yang ceria, spontan, dan natural, ia terus membuat konten sekaligus berinteraksi dengan para pengikutnya. Aktivitas tersebut bahkan berkembang menjadi berbagai bentuk kerja sama, mulai dari ulasan produk, promosi, hingga endorsement.

Akun media sosial Bridgia Adhella kini telah memiliki sekitar 71 ribu pengikut, dengan ratusan unggahan yang memperlihatkan berbagai sisi kehidupan Mamah Bule dan Kang Ian.

Pada akhirnya, kisah Mamah Bule dan Kang Ian bukan sekadar cerita tentang Facebook atau Instagram. Ini adalah kisah tentang dua generasi yang menemukan cara sederhana untuk menikmati kebersamaan, berbagi canda, dan mengubah keseharian menjadi cerita yang menghibur banyak orang.

Dari rumah di Bandung, mereka menunjukkan bahwa kebersamaan dalam keluarga, meski sederhana, selalu memiliki daya tarik tersendiri. Semoga Mamah Bule senantiasa sehat walafiat, tetap ceria, dan terus berkarya serta berkreasi bersama Kang Ian. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Kin Sanubary
Tentang Kin Sanubary
Kolektor media cetak lawas. Peraih Anugerah PWI Jawa Barat 2023 Kategori Pangajen Rumawat Kalawarta

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 24 Agu 2026, 11:39

Mamah Bule dan Kang Ian, Kisah Menarik Nenek dan Cucu yang Mewarnai Media Sosial

Akun media sosial Bridgia Adhella kini telah memiliki sekitar 71 ribu pengikut, dengan ratusan unggahan yang memperlihatkan berbagai sisi kehidupan Mamah Bule dan Kang Ian.

Nenek Bule, Adellina Ganda Prawira, bersama cucu tercinta, Kang Iyan. (Sumber: Kang Iyan)
Ayo Netizen 24 Agu 2026, 09:14

Urgensi Program Bandung Peduli Lansia

Perlu dicari jalan tengah terkait dengan pro kontra perawatan lansia dengan cara ageing in place versus perawatan institusi

Ilustrasi program peduli lansia di Kota Bandung (Sumber: kreasi dengan Gemini | Foto: Sri Maryati)
Ayo Netizen 24 Agu 2026, 08:58

Kala Ponsel para ASN Jadi Arena Judi

Perang melawan judi online tidak cukup dilakukan dengan slogan moral. Ia membutuhkan kombinasi antara teknologi, penegakan hukum, literasi digital.

ASN sedang mengikuti apel. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 22 Agu 2026, 20:16

Menjelajahi Autentisitas Kuliner Sunda: Telaah 50 Hidangan Khas Jawa Barat

Eksplorasi terhadap 50 masakan khas Jawa Barat ini membuktikan bahwa kuliner Sunda adalah aset budaya tak ternilai.

Buku berjudul 50 Masakan Khas Jawa Barat karya Ajen Dianawati (2025). (Sumber: Dokumentasi penulis | Foto: Badiatul Muchlisin Asti)
Linimasa 22 Agu 2026, 13:32

Menengok Pabrik Bata Merah Manual di Nagreg Saat Musim Kemarau

Pabrik bata merah di Nagreg meningkatkan produksi saat kemarau karena proses pengeringannya masih mengandalkan panas matahari.

Menengok pabrik bata merah manual di Nagreg saat musim kemarau. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 22 Agu 2026, 13:25

Menelusuri Jejak Rasa: Potret Autentik Masakan Jawa Era 1960-an

Buku "Kawan Dapur: Masakan Asli Indonesia (Khusus Jawa)" hadir sebagai kompas bagi mereka yang ingin mendalami seni memasak Jawa pada masanya.

Buku berjudul "Kawan Dapur: Masakan Asli Indonesia (Khusus Jawa)" karya Ida S. yang diterbitkan Toko Buku Amin Madiun. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Badiatul Muchlisin Asti)
Ayo Netizen 22 Agu 2026, 11:36

Cuanki Teh Yuyun Cianjur: Obat Rindu Ketika Jauh dari Bandung

Ternyata Bandung terasa Istimewa setelah ditinggalkan. Satu hal yang saya rindukan dari Bandung adalah keragaman kulinernya.

Cuanki Sambal Ijo Teh Yuyun Cianjur. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)
Ayo Netizen 22 Agu 2026, 09:19

Sejarah Nama-Nama Hari dan Hari Libur (1)

Mengulas sejarah penamaan hari, asal-usul tujuh hari dalam sepekan, serta perkembangan penanggalan dan tradisi hari libur dari berbagai peradaban.

Kalender bulan Agustus 1898. (Sumber: Istimewa)
Ayo Netizen 22 Agu 2026, 08:18

Perempuan yang Merdeka tapi Masih Takut dengan Stigma Sosial

Hari ini mungkin perempuan memiliki banyak kesempatan seperti kaum pria tapi ada yang diam-diam membuat perempuan ragu ketika penilaian sosial merenggut kepercayaan dirinya

Ilustrasi perempuan. (Sumber: Pexels | Foto: Febry Arya)
Ayo Netizen 21 Agu 2026, 19:18

Apalah Arti Sebuah Nama: Rekonstruksi Hubungan Agus dan Agustus

Pada ruang masyarakat sering kita mendengar atas nama Agus bagi laki-laki dan Agustina bagi perempuan. Terdengar biasa saja. Nama yang diberikan oleh orangtuanya sebatas nama.

Festival Seni dan Budaya Tamansari 2026 di Taman Cascade, kawasan bawah jembatan layang Mochtar Kusumaatmadja, Tamansari, Kota Bandung, Sabtu 15 Agustus 2026. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 21 Agu 2026, 17:29

Dari Serial Drama Korea 'Teach You a Lesson' dan Realitas Pendidikan Bangsa Kita

Drama yang menyajikan tentang bobroknya pendidikan di negara yang sudah dikatakan maju, serta keberpihakan pada sifat politisasi dibidang pendidikan.

Serial drama Korea "Teach You a Lesson" (Sumber: Netflix)
Ayo Netizen 21 Agu 2026, 16:11

Manipulasi Terselubung di Balik Penggunaan Kata Nett Zero Emission pada Perusahan Perbankan

Membahas bagaimana istilah Net Zero Emission (NZE) yang digunakan sebagai strategi pencitraan dengan menyoroti pentingnya transparansi, verifikasi independen, dan sanksi yang tegas.

Cerobong asap yang mengeluarkan asap menembus kabut tebal, yang menyoroti masalah atau kekhawatiran tentang polusi udara. (Sumber: Pexels | Foto: Сергей Нестеров)
Ayo Netizen 21 Agu 2026, 15:08

Pentingnya Kecerdasan Finansial di Tengah Kemudahan Transaksi Digital

Esai ini membahas pentingnya kecerdasan finansial di tengah kemudahan transaksi digital yang dapat mendorong perilaku konsumtif.

Pecahan uang seratus ribu rupiah. (Sumber: Pexels | Foto: Defrino Maasy)
Ayo Netizen 21 Agu 2026, 14:37

Ketergantungan Program MBG: Potret Penjajahan Era Modern

Ketika sebuah negara memiliki kendali yang sangat besar terhadap distribusi kebutuhan dasar masyarakat. Maka akankah muncul relasi baru dari ketergantungan antara negara dengan warganya

Siswa menikmati Makan Bergizi Gratis (MBG) di SMAN 9 Bandung, Jalan Suparmin, Pajajaran, Kota Bandung pada Senin, 6 Januari 2024. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Kavin Faza)
Ayo Netizen 21 Agu 2026, 13:14

Untuk Apa Jawa Barat Memiliki 37 BUMD?

Masalah muncul ketika semua BUMD diletakkan dalam keranjang yang sama.

Kantor Bank BJB. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 21 Agu 2026, 12:50

Setelah Status Guru PPPK Diambil Alih Pemerintah Pusat, Apa yang Terjadi?

Banyak yang mempertanyakan nasib dan status PPPK Non-Guru saat ini yang sistem penggajiannya menjadi urusan daerah.

Ilustrasi pegawai dengan status PPPK (Sumber: Ayobandung.com)
Ayo Netizen 21 Agu 2026, 10:41

Mampukah Bandung Bersaing Menjadi Global City

Global city menjadi tujuan kota-kota besar untuk diakui secara internasional. Dan, Kota Bandung memiliki potensi yang sangat besar menjadi salah satu Global City. Tinggal bagaimana cara mewujudkan.

Sejumlah apartemen dan hotel berdiri di Kota Bandung. (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 21 Agu 2026, 08:33

Anwar Tohari Mencari Mati: Antara Abab, Dendam, Muslihat, & Kebenaran

Anwar Tohari atau Warto Kemplung yang di desanya dianggap sebelah mata, seorang pembual.

Buku "Anwar Tohari Mencari Mati". (Sumber: Ayobandung.id)
Beranda 21 Agu 2026, 08:13

Kota Bandung Masih Menarik Wisatawan? Angka-angka Ini Menceritakannya

Setelah anjlok drastis akibat pandemi, wisatawan ke Kota Bandung kini melampaui level 2019. Simak tren kunjungan domestik dan mancanegara 2019-2025.

Wisatawan menikmati wahana kuda tunggang di kawasan Jalan Cilaki, Kota Bandung, pada momen libur hari raya Idulfitri 2026. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 21 Agu 2026, 07:54

Habis Agustusan, Tibalah Sampah

Kemerdekaan bukan hanya tentang bebas memasang umbul-umbul, membuat karnaval, menggelar lomba, menikmati panggung hiburan, lalu pulang meninggalkan (seonggok, tumpukan) sampah.

Beginilah sampah properti arak-arakan, karnaval 17 Agustusan (Sumber: AyoBandung.com | Foto: Mildan Abdalloh)