Ketergantungan Program MBG: Potret Penjajahan Era Modern

4 menit baca
Dias Ashari
Ditulis oleh Dias Ashari diterbitkan
Siswa menikmati Makan Bergizi Gratis (MBG) di SMAN 9 Bandung, Jalan Suparmin, Pajajaran, Kota Bandung pada Senin, 6 Januari 2024. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Kavin Faza)
Siswa menikmati Makan Bergizi Gratis (MBG) di SMAN 9 Bandung, Jalan Suparmin, Pajajaran, Kota Bandung pada Senin, 6 Januari 2024. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Kavin Faza)
Highlights

Poin Penting

Quick Read
  • Relasi kuasa menjadi sorotan utama, ketika negara memiliki kendali besar atas distribusi kebutuhan dasar dan berpotensi menciptakan ketergantungan masyarakat.

  • Program MBG dinilai perlu dievaluasi, terutama terkait ketepatan sasaran, besarnya anggaran, pengawasan, hingga dampaknya terhadap ekonomi dan lingkungan.

  • Ketergantungan bantuan sosial dipertanyakan, karena ketimpangan relasi antara negara dan masyarakat dinilai berpotensi menyerupai bentuk “penjajahan modern”.

Apakah penjajahan selalu berbentuk kekerasan seperti yang telah dilakukan oleh koloni Belanda atau Jepang di masa lampau?

Penjajahan di masa lampau salah satunya berkaitan dengan relasi kuasa yang tidak seimbang antara penguasa dengan masyarakat. Kondisi tersebut terjadi karena ada satu pihak yang memiliki kendali penuh, posisi atau sumber daya yang lebih unggul dibandingkan dengan kelas sosial lainnya.

Relasi yang tidak seimbang itu salah satunya berkaitan dengan kepemilikan senjata. Hal tersebut tentu akan menjadi tekanan bagi kaum yang lebih lemah agar takut dan tunduk dengan kesewenangan yang ada. Mungkin saat itu nyawa tidak banyak artinya bagi penguasa sehingga patuh menjadi satu-satunya pilihan yang bisa diambil oleh mereka yang memiliki kelas sosial paling rendah. Penguasaan ekonomi juga dikendalikan oleh mereka yang tidak hanya mengeksploitasi sumber daya alam seperti rempah dan hasil bumi tapi juga kepada para pekerja yang seringnya diupah jauh dari standar. Selanjutnya relasi yang tidak seimbang dari segi pengetahuan turut menjadikan proses grooming pemikiran kepada mereka yang tak pernah mendapat kesempatan untuk belajar seperti kaum elite.

Sementara di dunia modern relasi kuasa juga bisa masuk dalam ranah ekonomi, kebijakan, distribusi sumber daya dan ketergantungan masyarakat.

MBG sendiri merupakan proyek pemerintah yang memiliki skala besar tidak hanya cakupan tapi juga dana yang dialokasikan. Dilansir dari website fakultas hukum Universitas Indonesia pada awal tahun 2025 BGN menganggarkan dana sebesar 71 Triliun namun dalam implementasinya justru diluar prediksi karena menghabiskan dana sebesar 171 Triliun. Selanjutnya anggaran BGN di tahun 2026 berada pada kisaran 268 Triliun namun mirisnya anggaran yang dikeluarkan tiap hari untuk program tersebut bisa mencapai 855 Miliyar hingga 1,2 Triliyun perhari. Dan mungkin saja angka tersebut menjadi sejarah Indonesia bisa mengeluarkan dana sefantastis itu.

Pada mulanya program MBG dibuat untuk mengurangi angka stunting di Indonesia dengan sasaran anak sekolah tingkat TK-SMA, Balita, Ibu Hamil dan Menyusui. Namun bisa kita ketahui bersama bahwa beberapa masyarakat yang berprofesi sebagai profesional tenaga kesehatan mengatakan bahwa sasaran dari MBG tidak rasional karena stunting hanya bisa dicegah pada 1000 hari pertama kelahiran bayi. Itu artinya yang benar-benar membutuhkan program ini adalah calon orang tua yang akan menikah dan berpotensi memiliki keturunan. Sehingga calon bayi yang akan lahir kualitas gizi dan kesehatannya bisa terjamin.

Namun pada kenyataannya MBG justru menyasar kelompok masyarakat dengan berbagai lapisan ekonomi bahkan sempat terdengar isu bahwa kelompok mahasiswa juga sempat akan mendapatkan program ini. Saya rasa fakta ini semakin jauh dari tujuan dilahirkannya program ini. Menurut saya negara kita lebih membutuhkan pendidikan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusianya. Meski demikian bukan berarti makanan tidak penting bagi masyarakat. Hanya saja ketergantungan bantuan sosial melalui MBG ini akan menumbukan sikap malas karena ingin terus disuapi. Sementara ketika kualitas pendidikannya yang ditingkatkan maka saya rasa setiap orang akan lebih punya banyak pilihan dalam menentukan arah hidupnya. Istilahnya ketika diberikan ikan 2 kg maka satu hari saja mungkin bisa habis sementara jika diberikan kailnya maka manusia bisa berpikir untuk terus bertahan dan berjuang untuk mendapatkan kehidupan yang lebih baik.

Potret sejumlah siswa yang terkapar lemasakibat keracunan massal MBG di Bandung Barat. (Sumber: Ayobandung | Foto: Restu Nugraha)
Potret sejumlah siswa yang terkapar lemasakibat keracunan massal MBG di Bandung Barat. (Sumber: Ayobandung | Foto: Restu Nugraha)

Apakah MBG jahat?

Mungkin pernyataan itu bisa kita refleksikan kepada diri sendiri. Karena ketika sebuah negara memiliki kendali yang sangat besar terhadap distribusi kebutuhan dasar masyarakat. Maka akankah muncul relasi baru dari ketergantungan antara negara dengan masyarakatnya?

Hal krusial yang paling ditakutkan dari program bantuan sosial yang besar bukan lagi siapa saja yang menerima manfaatnya melainkan ketergantungan yang dibangun dari kebiasaan yang kecil. Proyek sebesar ini juga perlu dilakukan evaluasi berkala dan pengawasan yang ketat untuk menghindari penyelewangan dana yang menariknya justru telah dilakukan oleh kepala BGN itu sendiri.

Melihat berbagai kontroversi yang terjadi dalam program ini bukan berarti MBG tidak ada sama sekali manfaatnya hanya saja seringkali fakta di lapangan yang menunjukkan kekurangan dari MBG selalu dikatakan sebagai buzzer atau antek-antek asing. Padahal jika kita renungi pada skala yang lebih yang mungkin tidak terpikirkan adalah limbah yang dihasilkan dari program MBG. Sebagai contoh tidak jauh di lingkungan saya beberapa anak tidak mau memakan MBG yang diberikan di sekolahnya. Meski tidak besar datanya tapi saya yakin di beberapa sekolah lain juga hal ini bisa saja terjadi.

Adapun beberapa fakta yang saya dapatkan dari ibu-ibu di lingkungan saya mengatakan bahwa ketika program MBG sempat dihentikan harga ayam dan telur menurun tajam sementara ketika program diadakan kembali, kedua harga bahan tersebut melonjak tajam. Melalui data ini saya rasa MBG pada satu sisi bisa memberikan sumber makanan untuk satu kalangan tapi dampak yang tidak terlihat justru ekonomi masyarakat menengah paling terdampak karena mereka yang menjadi tulang punggung perputaran ekonomi sebuah negara.

Jadi jika negara ini tetap mempertahankan MBG dengan tidak mengevaluasi sasaran secara akurat maka saya rasa program ini akan terus tumbuh menciptakan ketergantungan masyarakat terhadap bantuan sosial. Sehingga munculah ketimpangan yang sangat jauh dari kemampuan pemerintah dengan kemampuan rakyatnya, dan ketika ketimpangan relasi semakin kuat ? bukankah itu termasuk penjajahan era modern? (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Dias Ashari
Tentang Dias Ashari
Menjadi Penulis, Keliling Dunia dan Hidup Damai Seterusnya...

Berita Terkait

News Update

Linimasa 16 Sep 2026, 23:37

Ketika Rentatan Gempa Guncang Kertasari

Puluhan gempa tercatat di sekitar Kertasari dan Pangalengan. Warga mengaku masih trauma dengan gempa yang terjadi pada 2024.

Ilustrasi gempa Kertasari tahun 2024. (Sumber: Ayomedia | Foto: Kavin Faza)
Ayo Netizen 16 Sep 2026, 20:23

Filosofi Orang Kampung: Membaca Kehidupan Lewat Kisah Si Doel

Filosofi Orang Kampung mengajak kita mengenang Si Doel sekaligus memahami nilai kehidupan dan budaya yang tumbuh dari kampung.

Buku Filosofi Orang Kampung karya Harry Tjahjono, penulis serial televisi legendaris Si Doel Anak Sekolahan. (Sumber: Kin Sanubary)
Ayo Netizen 16 Sep 2026, 19:02

Pendidikan Empati dalam Isu Sosial

urgensinya pendidikan empati diajarkan. Bukan hanya mencari jalan keviralan. Demi meningkatkan kuantitas konten tanpa memfilter isinya.

Ilustrasi anak sekolah di ladang sawah. (Sumber: Pexels | Foto: Noel Snpr)
Ayo Netizen 16 Sep 2026, 17:03

Stadion Persib Kelas Dunia Kapan ?

Persib Bandung bermain di stadion kelas Piala Dunia saat Asian LC 2 melawan FC Seoul Korea Selatan medio September 2026

Kondisi rumput liar tak terawat di luar Stadion GBLA yang sempat disorot pada 2019 lalu. (Sumber: Ayobandung)
Ayo Netizen 16 Sep 2026, 15:29

Mewaspadai Gunung Berapi Aktif dan Sesar Aktif di Bandung Raya

Mengupas potensi bahaya gunung berapi, sesar aktif di Bandung Raya dan langkah mitigasi demi keselamatan warga. Simak informasi artikel Mewaspadai Gunung Berapi Aktif dan Sesar Aktif di Bandung Raya.

Poster Riset - Kesiapan Obyek Wisata Taman Wisata Alam Gunung Tangkuban Parahu Terhadap Bencana (Sumber: issuu.com/anggasafik/docs/poster_riset_tangkuban_perahu | Foto: Angga Safik Ul Ridwa)
Ayo Netizen 16 Sep 2026, 13:45

Penyiar Legendaris dan Perjalanan RRI di Era 1970-an Hingga Masa Kini

Terkadang wajah penyiar tidak pernah dilihat, tapi suaranya bisa menjadi kenangan dalam sejarah. Sambas, Hasan Azhari Oramahi, Poppy Tiendas, dll adalah nama legendaris penyiar RRI dengan suara emas.

Gedung Kantor RRI Bandung. (Sumber: RRI | Foto: R.Erlan W.K)
Ayo Netizen 16 Sep 2026, 10:32

Kenapa Gaji ASN Jadi Rebutan Bank?

Payroll sesungguhnya buka cuma rekening gaji. Dana yang masuk secara rutin saban bulan menciptakan aktivitas lanjutan.

Gedung bank BJB. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 16 Sep 2026, 08:11

Kebakaran Cihanja Punclut dan Pentingnya Penanganan Lingkungan Berkelanjutan

Catatan Lukman Nurhakim tentang material mudah terbakar di bawah timbunan, dampak asap terhadap warga, dan pentingnya penanganan pascakebakaran membuka pertanyaan yang lebih luas.

Kebakaran lahan di Cihanja-Punclut Kawasan Bandung Utara. (Foto: Dokumen Lukman Nurhakim)
Ayo Biz 15 Sep 2026, 20:08

Dari Lereng Arjuno ke Peta Jalan Net Zero: Jejak United Tractors Merawat Industri Berkelanjutan

UT menghubungkan pemberdayaan masyarakat, pelestarian lingkungan, dan transisi energi dalam perjalanan menuju industri berkelanjutan.

UT menghubungkan pemberdayaan masyarakat, pelestarian lingkungan, dan transisi energi dalam perjalanan menuju industri berkelanjutan. (Sumber: Ilustrasi dibuat dengan bantuan ChatGPT)
Ayo Netizen 15 Sep 2026, 19:51

200 Ikon Bandung #5: Pemandian Tjihampelas, Kolam Renang Pertama di Indonesia

Pemandian Tjihampelas menyimpan sejarah panjang olahraga renang di Indonesia sebelum bangunannya hilang dan berganti menjadi kawasan hunian modern.

Pemandian Tjihampelas pada masa kolonial. (Sumber: KITLV)
Ayo Netizen 15 Sep 2026, 17:12

200 Ikon Bandung #4: Saritem

Sekarang, kawasan lokaslisasi Saritem telah tiada, bahkan telah digantikan dengan keberadaan sebuah pesantren yang cukup besar.

Sebuah roman Sunda karya Aan Merdeka Permana yang berjudul "Saritem". (Sumber: Istimewa)
Seni Budaya 15 Sep 2026, 16:00

Hikayat Wayang Tavip, Inovasi Wayang dari Sampah Plastik

Wayang Tavip lahir dari plastik bekas. Karya seni ciptaan Muhammad Tavip ini terus berkembang dari bentuk 2D hingga 3D.

Wayang Tavip menjadi inovasi dalam seni pewayangan dengan bentuk karakter yang khas dan unik. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 15 Sep 2026, 15:17

Menjaga Wajah Kota: Sinergi Penanganan PPKS dan Penataan RTH di Kota Bandung

Mereka tidak sekadar ditertibkan, melainkan langsung dibawa ke Rumah Singgah Dinas Sosial Kota Bandung di Rancacili.

Ilustrasi Penanganan PPKS dan Penataan RTH di Kota Bandung. (Sumber: dibuat dengan chatgpt.com | Foto: Totok Siswantara)
Ayo Netizen 15 Sep 2026, 13:25

Seandainya Saya Jadi Presiden - Bagian 2

Negara bukanlah panggung pertunjukan, tetapi seandainya saya jadi presiden, saya ingin ada yang membaca puisi kenegaraan saat pelantikan. Negara akan maju jika semua warga diwajibkan membaca buku.

Bendera Republik Indonesia. (Sumber: Pexels | Foto: Firman Marek_Brew)
Ayo Netizen 15 Sep 2026, 11:41

Jangan Sampai Pilkades di Jabar Menjadi Kotak Hitam Digital

Sistem pemilu yang baik bukan hanya harus mampu menghasilkan angka, tetapi juga harus memungkinkan pihak yang berwenang memeriksa bagaimana angka tersebut dihasilkan.

Ilustrasi Pilkades. (Sumber: ayobandung.com | Foto: ayobandung.com)
Ayo Netizen 15 Sep 2026, 09:56

Obituari untuk Kanaya Whu

Ada suara yang justru menemukan kehidupan keduanya setelah kematian. Kanaya Whu salah satunya. Kematian selalu memiliki cara yang aneh untuk menjadi kenangan. Ada sebuah puisi elegi dalam obituari ini

Kanaya Whu. (Sumber: Instagram | Foto: Kanaya Whu)
Ayo Netizen 14 Sep 2026, 19:01

Stiker Radio: Ketika Kenangan Lama Kembali Mengudara

Masih dalam suasana memperingati Hari Radio Nasional pada 9 September 2026, menarik untuk menengok kembali salah satu memorabilia radio yang kerap luput dari perhatian: stiker radio.

Beragam stiker radio dari berbagai stasiun radio di seluruh Indonesia yang menjadi bagian dari koleksi penulis. (Sumber: Foto dan koleksi Kin Sanubary)
Ayo Netizen 14 Sep 2026, 18:24

Nestapa Dago Dairy dan Asa Kedaulatan Pakan dari Bangku SMK

Kita abai menyiapkan cetak biru pendidikan modern di hulu peternakan.

Ilustrasi Mewujudkan SMK Peternakan Jurusan Pakan yang sesuai dengan perkembangan teknologi. (Sumber: dokpri | Foto: Totok Siswantara)
Ayo Netizen 14 Sep 2026, 17:05

Menggelorakan Wisata Olahraga di Kota Bandung

Wisata olahraga sebagai wisata yang mulai dijadikan model wisata yang sangat menarik dan mampu mengundang wisatawan menemukan wisata sembari berolahraga.

Bagi generasi Z, lari bukan hanya olahraga, tetapi gaya hidup yang terus berkembang. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 14 Sep 2026, 15:11

Riung Gunung Bandung, 'Bandung Kakurung ku Gunung'

Riung Gunung Bandung mengungkap pesona alam legendaris Bandung kakurung ku gunung.

Nuansa Riung Gunung Pangalengan, Wisata Bandung Murah. (Sumber: Instagram | Foto: nuansariunggunung_)