Anwar Tohari Mencari Mati: Antara Abab, Dendam, Muslihat, & Kebenaran

7 menit baca
Juli Prasetya
Ditulis oleh Juli Prasetya diterbitkan
Buku "Anwar Tohari Mencari Mati". (Sumber: Ayobandung.id)
Buku "Anwar Tohari Mencari Mati". (Sumber: Ayobandung.id)
Highlights

Poin Penting

Quick Read
  • Anwar Tohari Mencari Mati dapat berdiri sendiri, ia memiliki ceritanya sendiri, meskipun memang tidak bisa begitu saja dipisahkan dari Dawuk.

  • Anwar Tohari Mencari Mati secara keseluruhan menceritakan tentang sisi lain Warto Kemplung seorang ahli membual dan Blandong tua serabutan yang sering mangkal di Warung Bu Siti di Rumbuk Randu. 

  • Anwar Tohari atau Warto Kemplung yang di desanya dianggap sebelah mata, seorang pembual, orang tua menyebalkan, tukang utang, perantau gagal,  tukang kibul peminta rokok dan kopi.

Saya pada awalnya menghadapi kesulitan, kegamangan katakanlah, ketika akan memulai mengulas, mereview, atau meresensi novel Anwar Tohari Mencari Mati karangan Mahfud Ikhwan ini. Bagaimana tidak, Anwar Tohari Mencari Mati merupakan sekuel dari Dawuk: Kisah Kelabu dari Rumbuk Randu yang belum saya baca. Saya waktu itu berasumsi, bahwa tanpa membaca Dawuk, saya tidak mungkin bisa meresensi Anwar Tohari Mencari Mati, karena bagaimanapun juga, Anwar Tohari dan Dawuk memiliki keterkaitan dan keterikatan yang sangat kuat.

Namun pada akhirnya kegamangan itu sedikit demi sedikit rogol, alasannya

1. Anwar Tohari Mencari Mati dapat berdiri sendiri, ia memiliki ceritanya sendiri, meskipun memang tidak bisa begitu saja dipisahkan dari Dawuk.

 2. Anwar Tohari Mencari Mati. Mendapatkan penghargaan Anugerah Sutasoma salah satu penghargaan bergengsi di Jawa Timur untuk  kategori karya sastra berbahasa Indonesia terbaik dan ini tidak bisa tidak menjadi kesempatan bagi saya untuk melakukan pembacaan

3. Selama 7 tahun kenal di FB saya sama sekali tidak pernah meresensi bukunya Mahfud Ikhwan, saya kenal Mahfud (dan nanti akhirnya saya benar-benar mengenal dan bertemu dengannya di Yogya, karena saya terpilih mendapatkan beasiswa Narasi Writing Program yang mentornya adalah beliau) saat Kambing & Hujan memenangkan Lomba DKJ 2014. Lalu kemudian ia memperkenalkan Ulid, novel pertamanya yang proses kelahirannya berdarah-darah dan bernasib ngenas karena jarang orang yang membicarakannya pun tidak terlalu laku (sekarang tentu saja beda cerita). Lalu kemudian saya mencari Dawuk berkeliling Gramedia di Purwokerto nihil, lalu kemudian memesannya kepada penulisnya langsung dan sang penulis kehabisan stok, dan pada akhirnya Anwar Tohari Mencari Mati yang baru dapat saya beli dan saya baca (untuk kemudian akhirnya saya membaca Dawuk dengan cara meminjam kepada seorang kawan, tentu saja hal itu harus saya lakukan untuk menghapuskan segala kegamangan hati saya guna mengulas Anwar Tohari Mencari Mati ini, dan bertahun-tahun kemudian saya berhasil membeli Dawuk dengan cover bergaya vintage seorang pendekar yang tengah membopong mayat istrinya)

Anwar Tohari Mencari Mati secara keseluruhan menceritakan tentang sisi lain Warto Kemplung seorang ahli membual dan Blandong tua serabutan yang sering mangkal di Warung Bu Siti di Rumbuk Randu.  Oke, untuk mempermudahnya cobalah kalian bayangkan seorang lelaki berumur lewat setengah abad menyebalkan, dengan kumis dan janggut kelabu tak terawat, dan sarung kumal melilit lehernya, dan sandal swallow  buluk  yang dikenakannya. Ia seringkali ikut ngendong nunut kopi dan rokok dari para pelanggan lain di warung kopi. Ia seringkali dipandang sebelah mata, karena tukang utang dan pembual ulung, bahkan pelayanan kepadanya sedikit berbeda. Pelanggan yang lain disajikan kopi dengan cara sebagaimana biasanya, umumnya seorang pelanggna. Sedangkan sajian kopi untuk Warto, airnya dimasak setengah matang dan kopi disajikan di depannya dengan cara setengah dilempar.  Warto piawai bercerita dan membual, dan dari situlah ia mendapatkan kopi dan rokok gratis dari para pendengarnya, itulah kira-kira gambaran Warto Kemplung, atau Warto si Ahli Membual, atau Anwar Tohari.

Di novel Dawuk:Kisah Kelabu dari Rumbuk Randu Warto menjadi seorang pencerita yang tak terlalu jelas asal usulnya, di sana ia berbusa-busa menceritakan tentang kisah Hidup Mat Dawuk, tapi di Anwar Tohari Mencari Mati  Warto benar-benar menjadi tokoh utamanya.

Diawali dengan sebuah pagi di warung Kopi, di mana Warto Kemplung sang ahli membual dan sukanya nunut kopi & rokok gratisan melanjutkan kembali bualannya yang sempat tertunda di depan khalayak. Lalu kemudian datang seorang Wartawan yang bernama Mustofa Abdul Wahab, yang mencoleng bualan Warto menjadi Cerbung Kisah Kelabu dari Rumbuk Randu lalu dimuatnya di Koran tak terkenal di tempat ia bekerja. Mustofa memberikan sebundel kertas kepada Warto yang merupakan kumpulan surat pembaca dari seseorang  yang mengaku mengenal Warto luar dalam. Imam Widjaya.

Imam Widjaya seorang Tionghoa yang memiliki usaha percetakan indie yang juga begitu mencintai Geguritan Jawa dan Sastra Indonesia, ia juga adalah seorang pengliping payah yang ingin menyamai HB Jassin. Dalam surat pembaca itu Imam Widjaya  mengapresiasi Cerbung Kisah Kelabu dari Rumbuk Randu yang ditulis oleh Mustofa, tapi ia juga mengkritik bahwa tokoh utama di dalam cerita itu seharusnya bukan Dawuk si buruk rupa, tapi Warto Kemplung. Ia kemudian  menceritakan tentang seluk beluk Warto yang ia duga adalah Anwar Tohari, sahabat karibnya yang paling ingin ia temui.

Jadi sederhananya Anwar Tohari Mencari Mati merupakan sekuel Dawuk yang menceritakan tentang sisi lain Warto Kemplung atau Anwar Tohari, melalui surat pembaca yang dikirim oleh Imam Widjaya kepada Mustofa.  Menceritakan masa lalu dan sisi lain dari sang pembual Warto Kemplung kita alias Anwar Tohari, sampai sini jelas?

Jujur saja saya menyelesaikan membaca novel ini dalam waktu sekali duduk dan tiduran (dijeda untuk salat, makan, dan buang hajat) entah ini disebut prestasi seorang pengangguran atau kurang kerjaan, tapi memang begitu adanya, buku-buku yang menarik minat saya biasanya saya habiskan dengan cepat .

Di awal-awal pembacaan kita akan disuguhi oleh humor ala Mahfud, saya tak bisa tidak tertawa dan cengengesan sendiri membaca celotehan dari narator dan tokoh-tokoh di dalamnya. Saya agak susah menjelaskan bagian humor ini, bagaimana seorang narator atau seorang tokoh bercerita tanpa terlihat ingin melucu tapi ternyata lucu. Ini saya kira sebuah teknik atau ciri khas cerita-cerita Mahfud. Di dalamnya kita juga akan diberikan semacam pandangan dan pengetahuan lain terkait Khasanah Kesusasasteraan Indonesia, dangdut, dan musik melayu, dua terakhir dianggap sebagai hiburan rendah, tapi di novel ini ia mendapatkan tempat terhormat. Jadi mungkin novel ini seperti kata-kata Penyair Romawi Horace yang sering dikutip itu, dulce et utile. Novel ini tidak hanya menyenangkan tapi juga berfaedah.

Kalian yang sudah membaca Dawuk akan tercengang mengetahui siapa Warto Kemplung  ini sebenarnya di Anwar Tohari Mencari Mati. Dari masa lalunya yang kelam, kisah-kisah sedih patah hatinya karena gurunya Dulawi, kisah persahabatannya dengan Imam Widjaya,  kisah manis pedihnya bersama Maria Ratna Dacosta,  pertarungan hidup matinya melawan Hanggono (adik Sinder Harjo) seorang Petrus yang menembak kawan-kawan Warto yang tak berdosa.  Bahkan Imam Widjaja, satu-satunya saksi  dalam pertarungan itu merasa tak bisa menjelaskannya, atau menceritakan ulang dengan sebaik-baiknya bagaimana pertarungan silat modern dibalut dengan semangat kanuragan dan Ilmu kebal serta jurus-jurus pencak tradisional.

Anwar Tohari atau Warto Kemplung yang di desanya dianggap sebelah mata, seorang pembual, orang tua menyebalkan, tukang utang, perantau gagal,  tukang kibul peminta rokok dan kopi. Ternyata ia memiliki sisi lain yang tak terduga. Benar-benar tak terduga dan mencengangkan.

Dan di akhir cerita, kita akan diperlihatkan kelanjutan dari peristiwa-peristiwa yang sempat disinggung di Dawuk, seperti bagaimana nasib Imamudin, ayah Inayatun yang hilang, perasaan Warto yang sesungguhnya terhadap gurunya Dulawi, dll.

Saya yakin pasti di tempat kalian ada orang-orang semacam Warto Kemplung ini, tak dianggap penting, orang terbuang,  sering dilecehkan sebagai seorang pembual, tukang utang, suka nunut kopi dan rokok, tapi memiliki sisi lain yang tak terduga. Jadi ketika membaca Anwar Tohari Mencari Mati ini, pandangan saya terhadap orang-orang semacam itu berubah "Jangan-jangan dia sedang menyamar, jangan-jangan dia bukan orang sembarangan" jadi akhirnya saya secara tidak langsung disadarkan jangan melihat seseorang hanya dari penampilannya saja. Tapi lihat juga apakah dia suka nunut kopi dan rokok gratisan.

Saya merekomendasikan kalian untuk membaca novel ini,  novel yang sama sekali tidak membosankan saat dibaca ulang, syukur-syukur kalian bisa membaca Dawuk juga untuk melengkapi semesta pembacaan kalian terkait novel Anwar Tohari Mencari Mati, supaya tidak ada kegamangan seperti yang saya alami ketika  ingin menuliskan kembali pembacaan saya sendiri.

Saya berharap Cak Mahfud melanjutkan ceritanya, tentang Andi Peyang yang ingin menuntut balas kepada Mat Dawuk atau membuat semacam Tetralogi Rumbuk Randu (biar seperti Tetralogi Bumi Manusia-nya Pram) karena masih banyak misteri tokoh-tokohnya yang perlu digali seperti Mat Modar, Dulawi, Nurkalil, dan tentu saja Bu Siti si pemilik warung kopi.

Untuk menutup tulisan ini saya ingin mengutip kata-kata Warto atau Anwar Tohari saat ia akan menyelamatkan Mustofa yang diculik dan  menghadapi Hendro Siswanto si Dosen gila dan Kritikus Sastra yang memiliki dendam kesumat kepada Warto kita, Salim Said kita.

"Kau kira semua cerita adalah karangan belaka, heh? Sehingga kau bahkan tak percaya dengan cerita yang kau tulis sendiri"  (Anwar Tohari Mencari Mati, 2021 : 176)

Tabik. (*)

Info buku:

  • Judul: Anwar Tohari Mencari Mati

  • Pengarang: Mahfud Ikhwan

  • Penerbit: Marjin Kiri

  • Tahun terbit: Februari 2021

  • Cetakan & ketebalan: cetakan pertama, Vi + 207 hlm.

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Juli Prasetya
Tentang Juli Prasetya
Penulis asal Banyumas. Kumcernya Rudi Gaber yang Ingin Memberi Makan Istrinya dengan Puisi (2025). Sekarang sedang berproses di Bengkel Idiotlogis asuhan Cepung

Berita Terkait

News Update

Linimasa 16 Sep 2026, 23:37

Ketika Rentatan Gempa Guncang Kertasari

Puluhan gempa tercatat di sekitar Kertasari dan Pangalengan. Warga mengaku masih trauma dengan gempa yang terjadi pada 2024.

Ilustrasi gempa Kertasari tahun 2024. (Sumber: Ayomedia | Foto: Kavin Faza)
Ayo Netizen 16 Sep 2026, 20:23

Filosofi Orang Kampung: Membaca Kehidupan Lewat Kisah Si Doel

Filosofi Orang Kampung mengajak kita mengenang Si Doel sekaligus memahami nilai kehidupan dan budaya yang tumbuh dari kampung.

Buku Filosofi Orang Kampung karya Harry Tjahjono, penulis serial televisi legendaris Si Doel Anak Sekolahan. (Sumber: Kin Sanubary)
Ayo Netizen 16 Sep 2026, 19:02

Pendidikan Empati dalam Isu Sosial

urgensinya pendidikan empati diajarkan. Bukan hanya mencari jalan keviralan. Demi meningkatkan kuantitas konten tanpa memfilter isinya.

Ilustrasi anak sekolah di ladang sawah. (Sumber: Pexels | Foto: Noel Snpr)
Ayo Netizen 16 Sep 2026, 17:03

Stadion Persib Kelas Dunia Kapan ?

Persib Bandung bermain di stadion kelas Piala Dunia saat Asian LC 2 melawan FC Seoul Korea Selatan medio September 2026

Kondisi rumput liar tak terawat di luar Stadion GBLA yang sempat disorot pada 2019 lalu. (Sumber: Ayobandung)
Ayo Netizen 16 Sep 2026, 15:29

Mewaspadai Gunung Berapi Aktif dan Sesar Aktif di Bandung Raya

Mengupas potensi bahaya gunung berapi, sesar aktif di Bandung Raya dan langkah mitigasi demi keselamatan warga. Simak informasi artikel Mewaspadai Gunung Berapi Aktif dan Sesar Aktif di Bandung Raya.

Poster Riset - Kesiapan Obyek Wisata Taman Wisata Alam Gunung Tangkuban Parahu Terhadap Bencana (Sumber: issuu.com/anggasafik/docs/poster_riset_tangkuban_perahu | Foto: Angga Safik Ul Ridwa)
Ayo Netizen 16 Sep 2026, 13:45

Penyiar Legendaris dan Perjalanan RRI di Era 1970-an Hingga Masa Kini

Terkadang wajah penyiar tidak pernah dilihat, tapi suaranya bisa menjadi kenangan dalam sejarah. Sambas, Hasan Azhari Oramahi, Poppy Tiendas, dll adalah nama legendaris penyiar RRI dengan suara emas.

Gedung Kantor RRI Bandung. (Sumber: RRI | Foto: R.Erlan W.K)
Ayo Netizen 16 Sep 2026, 10:32

Kenapa Gaji ASN Jadi Rebutan Bank?

Payroll sesungguhnya buka cuma rekening gaji. Dana yang masuk secara rutin saban bulan menciptakan aktivitas lanjutan.

Gedung bank BJB. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 16 Sep 2026, 08:11

Kebakaran Cihanja Punclut dan Pentingnya Penanganan Lingkungan Berkelanjutan

Catatan Lukman Nurhakim tentang material mudah terbakar di bawah timbunan, dampak asap terhadap warga, dan pentingnya penanganan pascakebakaran membuka pertanyaan yang lebih luas.

Kebakaran lahan di Cihanja-Punclut Kawasan Bandung Utara. (Foto: Dokumen Lukman Nurhakim)
Ayo Biz 15 Sep 2026, 20:08

Dari Lereng Arjuno ke Peta Jalan Net Zero: Jejak United Tractors Merawat Industri Berkelanjutan

UT menghubungkan pemberdayaan masyarakat, pelestarian lingkungan, dan transisi energi dalam perjalanan menuju industri berkelanjutan.

UT menghubungkan pemberdayaan masyarakat, pelestarian lingkungan, dan transisi energi dalam perjalanan menuju industri berkelanjutan. (Sumber: Ilustrasi dibuat dengan bantuan ChatGPT)
Ayo Netizen 15 Sep 2026, 19:51

200 Ikon Bandung #5: Pemandian Tjihampelas, Kolam Renang Pertama di Indonesia

Pemandian Tjihampelas menyimpan sejarah panjang olahraga renang di Indonesia sebelum bangunannya hilang dan berganti menjadi kawasan hunian modern.

Pemandian Tjihampelas pada masa kolonial. (Sumber: KITLV)
Ayo Netizen 15 Sep 2026, 17:12

200 Ikon Bandung #4: Saritem

Sekarang, kawasan lokaslisasi Saritem telah tiada, bahkan telah digantikan dengan keberadaan sebuah pesantren yang cukup besar.

Sebuah roman Sunda karya Aan Merdeka Permana yang berjudul "Saritem". (Sumber: Istimewa)
Seni Budaya 15 Sep 2026, 16:00

Hikayat Wayang Tavip, Inovasi Wayang dari Sampah Plastik

Wayang Tavip lahir dari plastik bekas. Karya seni ciptaan Muhammad Tavip ini terus berkembang dari bentuk 2D hingga 3D.

Wayang Tavip menjadi inovasi dalam seni pewayangan dengan bentuk karakter yang khas dan unik. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 15 Sep 2026, 15:17

Menjaga Wajah Kota: Sinergi Penanganan PPKS dan Penataan RTH di Kota Bandung

Mereka tidak sekadar ditertibkan, melainkan langsung dibawa ke Rumah Singgah Dinas Sosial Kota Bandung di Rancacili.

Ilustrasi Penanganan PPKS dan Penataan RTH di Kota Bandung. (Sumber: dibuat dengan chatgpt.com | Foto: Totok Siswantara)
Ayo Netizen 15 Sep 2026, 13:25

Seandainya Saya Jadi Presiden - Bagian 2

Negara bukanlah panggung pertunjukan, tetapi seandainya saya jadi presiden, saya ingin ada yang membaca puisi kenegaraan saat pelantikan. Negara akan maju jika semua warga diwajibkan membaca buku.

Bendera Republik Indonesia. (Sumber: Pexels | Foto: Firman Marek_Brew)
Ayo Netizen 15 Sep 2026, 11:41

Jangan Sampai Pilkades di Jabar Menjadi Kotak Hitam Digital

Sistem pemilu yang baik bukan hanya harus mampu menghasilkan angka, tetapi juga harus memungkinkan pihak yang berwenang memeriksa bagaimana angka tersebut dihasilkan.

Ilustrasi Pilkades. (Sumber: ayobandung.com | Foto: ayobandung.com)
Ayo Netizen 15 Sep 2026, 09:56

Obituari untuk Kanaya Whu

Ada suara yang justru menemukan kehidupan keduanya setelah kematian. Kanaya Whu salah satunya. Kematian selalu memiliki cara yang aneh untuk menjadi kenangan. Ada sebuah puisi elegi dalam obituari ini

Kanaya Whu. (Sumber: Instagram | Foto: Kanaya Whu)
Ayo Netizen 14 Sep 2026, 19:01

Stiker Radio: Ketika Kenangan Lama Kembali Mengudara

Masih dalam suasana memperingati Hari Radio Nasional pada 9 September 2026, menarik untuk menengok kembali salah satu memorabilia radio yang kerap luput dari perhatian: stiker radio.

Beragam stiker radio dari berbagai stasiun radio di seluruh Indonesia yang menjadi bagian dari koleksi penulis. (Sumber: Foto dan koleksi Kin Sanubary)
Ayo Netizen 14 Sep 2026, 18:24

Nestapa Dago Dairy dan Asa Kedaulatan Pakan dari Bangku SMK

Kita abai menyiapkan cetak biru pendidikan modern di hulu peternakan.

Ilustrasi Mewujudkan SMK Peternakan Jurusan Pakan yang sesuai dengan perkembangan teknologi. (Sumber: dokpri | Foto: Totok Siswantara)
Ayo Netizen 14 Sep 2026, 17:05

Menggelorakan Wisata Olahraga di Kota Bandung

Wisata olahraga sebagai wisata yang mulai dijadikan model wisata yang sangat menarik dan mampu mengundang wisatawan menemukan wisata sembari berolahraga.

Bagi generasi Z, lari bukan hanya olahraga, tetapi gaya hidup yang terus berkembang. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 14 Sep 2026, 15:11

Riung Gunung Bandung, 'Bandung Kakurung ku Gunung'

Riung Gunung Bandung mengungkap pesona alam legendaris Bandung kakurung ku gunung.

Nuansa Riung Gunung Pangalengan, Wisata Bandung Murah. (Sumber: Instagram | Foto: nuansariunggunung_)