Menyoal Eksklusivitas dalam Komunitas Baca Buku

3 menit baca
Dias Ashari
Ditulis oleh Dias Ashari diterbitkan
Komunitas Baca Buku seharusnya menjadi ajang paling ramah bagi mereka yang ingin mencari ruang aman untuk berdiskusi dan berdialetika bukan justru terasing karena punya pilihan yang berbeda. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)
Komunitas Baca Buku seharusnya menjadi ajang paling ramah bagi mereka yang ingin mencari ruang aman untuk berdiskusi dan berdialetika bukan justru terasing karena punya pilihan yang berbeda. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)

Bandung memang dikenal sebagai kota kreatif yang mampu menciptakan berbagai komunitas sosial. Mulai dari komunitas kemanusiaan, komunitas ekonomi, komunitas hiburan, komunitas pendidikan hingga komunitas membaca buku. Komunitas dibentuk untuk menemukan berbagai kriteria orang dengan minat yang sama. Sehingga segala kreativitas juga karya dapat tersalurkan tanpa merasa tidak ada dukungan.

Begitu pun dengan komunitas baca buku. Di tengah isu bahwa minat membaca rendah, ada sisi lain justru menarik karena kian waktu mulai bermunculan komunitas buku yang tidak hanya menyediakan ruang bagi anggotanya untuk mengumpulkan minat yang sama. Melainkan beberapa diantaranya melakukan aktivitas lebih mendalam seperti diskusi buku, membuat buku hingga terjun langsung ke lapangan untuk menangkap fenomena yang secara nyata terjadi di lapangan.

Dari beberapa komunitas baca buku atau perpustakan yang pernah aku temui, jujur aku pribadi sangat senang. Mereka punya banyak buku karya sastra yang menurutku sangat penting bagi anak muda. Misalnya saja ketertarikanku terhadap Pramoedya Ananta lahir ketika dalam sebuah komunitas tersebut ada yang memberikan pandangan tentang isi dari buku tersebut. Aku juga mulai kenal beberapa penulis perempuan kritis seperti Okky Madasari dengan judul bukunya Entrok, Ayu Utami dengan judul bukunya Saman, Intan Paramadhita dengan judul bukunya Gentayangan dan S. Rukiyah sastrawan pelopor tahun 1950-an yang aktif dalam Lekra dan Gerwani.

Awalnya beberapa orang dalam komunitas biasanya sangat welcome ketika hari pertama kita mengikuti sesi tersebut. Namun beberapa pertemuan selanjutnya, aku pribadi mulai merasa ada perbedaannya. Jelas aku tidak bisa menyamaratakan pengalamanku dengan orang lain. Hanya saja aku sering merasa mulai mendapat sedikit perbedaan. Entah karena aku pembaca pemula yang belum bisa masuk secara nyambung dengan diskusi mereka yang mendalam tentang sastrawan atau suatu isu yang menarik misalnya tentang politik dan isu perempuan. Atau mungkin pendekatanku saja yang dinilai tidak terlalu effort untuk masuk ke dalam lingkaran tersebut.

Awalnya aku merasa bahwa hal tersebut mungkin saja hanya perasaan selintas. Namun melalui observasiku rasanya perasaan itu valid karena melalui data yang aku konfirmasi selaras dengan perbedaan yang aku rasakan. Diskusi yang dilihat hebat memang seringkali berisi topik yang sangat berat. Namun bagiku itu bukan langkah utama yang bisa dilakukan komunitas. Karena alih-alih mempertahankan mereka yang baru mengenal buku atau sudah mulai menyukai tapi masih hilang arah-- langkah tersebut sangat membuat orang lain minder untuk terus bergabung dengan komunitas yang bersangkutan.

Maka besarnya minat yang telah dikumpulkan susah payah tidak akan bertahan lama jika sistem yang diterapkan demikian. Aku sempat membayangkan bahwa komunitas membaca buku adalah komunitas yang paling ramah untuk semua orang yang ingin mulai belajar kritis. Namun kenyataannya di lapangan kadang tidak selalu berjalan demikian.

Menurutku banyak buku-buku yang terlihat sederhana dan bukan dari penulis terkenal tapi punya isu sederhana yang sangat menarik untuk dibahas. Isu-isu itu juga sangat dekat dengan kehidupan masyarakat pada umumnya. Dan aku rasa semua orang perlu tahu isu sederhana itu. Karena untuk menyelesaikan isu besar maka kita perlu peka terhadap isu kecil yang sering disepelekan.

Perbedaan atau ekslusivitas membaca buku juga tidak selalu hadir dalam ruang dunia nyata tapi juga dunia maya. Banyak satu pembaca menyepelekan atau merendahkan buku bacaan orang lain hanya karena punya ketertarikan penulis dan tema yang berbeda. Padahal meski setiap orang punya minat dan tema yang berbeda yang penting untuk terus ditumbuhkan adalah minat membacanya.

Menurutku cukup pejabat yang terlihat hidup lebih eksklusif dibandingkan rakyatnya saat ini tapi jangan sampai ruang-ruang membaca, ruang-ruang diskusi juga ikut membentuk kesenjangan diantara anggotanya hanya karena minat dan tema bacaan yang berbeda. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 02 Nov 2026, 20:58

Komunikasi sebagai Jembatan Empati di Tengah Krisis Karhutla

Melalui komunikasi, masyarakat Bandung yang tidak merasakan langsung dampak karhutla tetap dapat membangun kepedulian, solidaritas, dan dukungan bagi masyarakat yang terdampak.

Penanganan Karhutla di Kalimantan Tengah. (Sumber: Pemprov Kalteng)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 19:02

Fenomena Kemacetan di Bunderan Cibiru berdasarkan Pengalaman Pengguna Jalan

Kemacetan sering terjadi di perkotaan akibat padatnya kendaraan, salah satunya di Bunderan Cibiru, Bandung, yang menjadi titik pertemuan arus lalu lintas masyarakat sehari-hari.

Kondisi lalu lintas di kawasan Bunderan Cibiru, Bandung. (Sumber: Dokumentasi pribadi | Foto: Vania Ramadhani Sidiq)
Wisata & Kuliner 02 Nov 2026, 18:53

Ikon Taraju, Surga Tersembunyi di Tasikmalaya

Hamparan perkebunan teh dari ketinggian memang menjadi pemandangan yang memanjakan mata. Hal ini yang menjadi salah satu kelebihan Ikon Taraju di Desa Taraju, Kecamatan Taraju, Kabupaten Tasikmalaya.

Wisatawan berswafoto di Ikon Taraju (Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 18:24

Gasibu Tempo Dulu

Lahan cikal bakal Gasibu merupakan kawasan rawa yang memiliki sumber mata air dan sempat masuk dalam rencana pembangunan kompleks Gedung Sate.

Kawasan Gasibu tempo dulu. (Sumber: KITLV)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 17:37

Analisis Ekologis, Sosiologis dan Ekonomi Perkebunan Teh Era Kolonial vs Perkebunan Sawit Era Modern

Membandingkan dampak ekologis, sosiologis dan ekonomi perkebunan era kolonial dan modern. Temukan transformasi besar, warisan sejarah dan tantangan keberlanjutan yang dihadapi industri ini.

Perkebunan Teh Cukul, Pangalengan. (Sumber: Wikimedia)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 17:14

Seluk-Beluk Memancing

Mencermati aktivitas memancing dari sudut ekologis, psikologis, atau sejarah.

Seluk-beluk memancing. (Sumber: GeminiAI)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 15:15

Karhutla: Bencana Alam atau Persoalan Hukum?

Karhutla bukan sekadar bencana alam akibat kondisi cuaca, tetapi juga persoalan lingkungan yang menuntut tanggung jawab manusia dan penegakan hukum.

Dokumentasi penanganan kebakaran hutan dan lahan. (Sumber: gakkum.kehutanan.go.id)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 13:18

Kala Bersepeda dan Berlari di Kota Bandung Menjadi Aktivitas Berisiko

Dengan konsentrasi PM2,5 yang tinggi, maka olahraga luar ruangan di Kota Bandung menghadapi persoalan yang agak mengkhawatirkan.

Sekelompok warga bersepeda di Kota Bandung. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Ayo Bandung)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 11:53

Komunikasi dengan Alam

Komunikasi lingkungan dilakukan sepanjang tahun, bukan ketika musim kebakaran dan banjir muncul.

Kebakaran hutan dan lahan di Riau (04 Sep 2026). (Sumber: mediacenter.riau.go.id)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 10:30

Becak Cirebon: Transportasi Langka yang Masih Digunakan Sebagian Masyarakat

Transportasi umum di Kota Cirebon masih menyediakan berbagai macam pilihan mulai dari ojek online, elf, angkot hingga becak.

Becak disekitaran Grage Mall Cirebon. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 10:10

Bandung Menuju Kota Digital Aman

Kota yang benar-benar cerdas bukan hanya kota yang mampu mengadopsi teknologi terbaru, melainkan yang mampu melindungi warganya.

Ilustrasi layanan digital. (Sumber: Pexels | Foto: Towfiqu barbhuiya)
Ayo Biz 01 Nov 2026, 15:21

Lahan Sempit di Kota Bandung Disulap Jadi Kebun Produktif, Hasilnya untuk Warga

Sejumlah jurnalis dari berbagai daerah di Indonesia berkesempatan melihat langsung pengelolaan kebun tersebut melalui kegiatan Fellowship Journalism Menanam di BRInita Buruan Sae.

Pada Jumat, 30 Oktober 2026, sejumlah jurnalis dari berbagai daerah di Indonesia berkesempatan melihat langsung pengelolaan kebun tersebut melalui kegiatan Fellowship Journalism Menanam di BRInita Buruan Sae Pajajaran Hegar. (Sumber: Istimewa)
Ayo Netizen 31 Okt 2026, 20:39

Stop The Wedding: Tren Perempuan yang Membagikan Cerita Traumatis Pernikahan

Apakah perempuan benar-benar takut menikah karena tidak menemukan urgensinya atau hanya takut karena tren "Stop The Wedding" yang sedang beredar di media sosial

Stop the Wedding sedang menjadi headline di media sosial yang mengangkat pengalaman buruk perempuan dalam pernikahan (Sumber: Ilustrasi Gambar AI)
Ayo Netizen 31 Okt 2026, 19:15

Bandung Akan Terkena Asap Pekat Karhutla

Nafsu-nafsu tidak terkendali untuk menguasai hutan bisa menyebabkan semua wilayah terkena dampak asap pekat kebakaran hutan dan lahan termasuk Kota Bandung

Penanganan karhutla. (Sumber: Kementerian Kehutanan)
Ayo Netizen 31 Okt 2026, 17:11

Merancang Kawasan Hunian untuk Mobilitas Berkelanjutan

Integrasi tata ruang dan transportasi dalam pengembangan kawasan hunian melalui akses berjalan kaki, bersepeda, dan angkutan umum untuk mewujudkan mobilitas yang aman, nyaman, dan berkelanjutan.

Halte bus yang berfungsi sebagai tempat pemberhentian angkutan umum di kawasan hunian. (Foto: Angga Marditama Sultan Sufanir)
Ayo Netizen 31 Okt 2026, 16:31

Korupsi di Negeri Bencana

Korupsi di BNPB yang dilakukan oleh oknum, merupakan perbuatan yang biadab.

SDN 1 Babakan Talang di Kampung Cigombong, Desa Cibedug, Kecamatan Rongga, Kabupaten Bandung Barat hancur akibat bencana pergerakan tanah , Senin 4 Maret 2024. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 31 Okt 2026, 15:17

Ketika Api Menguji Integritas

Bencana menuntut kita bergerak cepat menyelamatkan kehidupan, tetapi juga menguji integritas dalam menjaga amanah dan menyalurkan bantuan.

Kebakaran hutan dan lahan (karhutla). (Sumber: kehutanan.go.id)
Ayo Netizen 30 Okt 2026, 20:24

Bdg-GoX Dibangun, Kapan Warga Bandung Menikmati Internet Murah?

Akses digital bukan hanya persoalan ketersediaan jaringan, melainkan juga keterjangkauan ekonomi.

Ilustrasi Bandung Kota Digital dengan program  Bdg-Gox (Sumber: Ilustrasi di desain dengan ChatGPT oleh Sri Maryati)
Ayo Netizen 30 Okt 2026, 19:47

Cangkoréh Awi Ngarambat

Ada jenis bambu yang merambat, yang dikenal, ada yang menyebutnya awi cangkoréh, ada juga yang menyebutnya awi cangkoré.

Awi ngarambat. (Foto: Wikimedia Commons)
Ayo Netizen 30 Okt 2026, 16:33

Persembahan untuk Lembang

Lembang telah jatuh ke tangan para kapitalis, memaksakan berubah wujud, memeras keindahan alamnya, meluluhlantakkan kenangan hijau yang terpatri di benak warganya.

Persembahan saya untuk Lembang, tertuang dalam beberapa karya buku. (Foto: Malia)