Menyoal Eksklusivitas dalam Komunitas Baca Buku

3 menit baca
Dias Ashari
Ditulis oleh Dias Ashari diterbitkan Kamis 11 Jun 2026, 08:03 WIB
Komunitas Baca Buku seharusnya menjadi ajang paling ramah bagi mereka yang ingin mencari ruang aman untuk berdiskusi dan berdialetika bukan justru terasing karena punya pilihan yang berbeda. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)

Komunitas Baca Buku seharusnya menjadi ajang paling ramah bagi mereka yang ingin mencari ruang aman untuk berdiskusi dan berdialetika bukan justru terasing karena punya pilihan yang berbeda. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)

Bandung memang dikenal sebagai kota kreatif yang mampu menciptakan berbagai komunitas sosial. Mulai dari komunitas kemanusiaan, komunitas ekonomi, komunitas hiburan, komunitas pendidikan hingga komunitas membaca buku. Komunitas dibentuk untuk menemukan berbagai kriteria orang dengan minat yang sama. Sehingga segala kreativitas juga karya dapat tersalurkan tanpa merasa tidak ada dukungan.

Begitu pun dengan komunitas baca buku. Di tengah isu bahwa minat membaca rendah, ada sisi lain justru menarik karena kian waktu mulai bermunculan komunitas buku yang tidak hanya menyediakan ruang bagi anggotanya untuk mengumpulkan minat yang sama. Melainkan beberapa diantaranya melakukan aktivitas lebih mendalam seperti diskusi buku, membuat buku hingga terjun langsung ke lapangan untuk menangkap fenomena yang secara nyata terjadi di lapangan.

Dari beberapa komunitas baca buku atau perpustakan yang pernah aku temui, jujur aku pribadi sangat senang. Mereka punya banyak buku karya sastra yang menurutku sangat penting bagi anak muda. Misalnya saja ketertarikanku terhadap Pramoedya Ananta lahir ketika dalam sebuah komunitas tersebut ada yang memberikan pandangan tentang isi dari buku tersebut. Aku juga mulai kenal beberapa penulis perempuan kritis seperti Okky Madasari dengan judul bukunya Entrok, Ayu Utami dengan judul bukunya Saman, Intan Paramadhita dengan judul bukunya Gentayangan dan S. Rukiyah sastrawan pelopor tahun 1950-an yang aktif dalam Lekra dan Gerwani.

Awalnya beberapa orang dalam komunitas biasanya sangat welcome ketika hari pertama kita mengikuti sesi tersebut. Namun beberapa pertemuan selanjutnya, aku pribadi mulai merasa ada perbedaannya. Jelas aku tidak bisa menyamaratakan pengalamanku dengan orang lain. Hanya saja aku sering merasa mulai mendapat sedikit perbedaan. Entah karena aku pembaca pemula yang belum bisa masuk secara nyambung dengan diskusi mereka yang mendalam tentang sastrawan atau suatu isu yang menarik misalnya tentang politik dan isu perempuan. Atau mungkin pendekatanku saja yang dinilai tidak terlalu effort untuk masuk ke dalam lingkaran tersebut.

Awalnya aku merasa bahwa hal tersebut mungkin saja hanya perasaan selintas. Namun melalui observasiku rasanya perasaan itu valid karena melalui data yang aku konfirmasi selaras dengan perbedaan yang aku rasakan. Diskusi yang dilihat hebat memang seringkali berisi topik yang sangat berat. Namun bagiku itu bukan langkah utama yang bisa dilakukan komunitas. Karena alih-alih mempertahankan mereka yang baru mengenal buku atau sudah mulai menyukai tapi masih hilang arah-- langkah tersebut sangat membuat orang lain minder untuk terus bergabung dengan komunitas yang bersangkutan.

Maka besarnya minat yang telah dikumpulkan susah payah tidak akan bertahan lama jika sistem yang diterapkan demikian. Aku sempat membayangkan bahwa komunitas membaca buku adalah komunitas yang paling ramah untuk semua orang yang ingin mulai belajar kritis. Namun kenyataannya di lapangan kadang tidak selalu berjalan demikian.

Menurutku banyak buku-buku yang terlihat sederhana dan bukan dari penulis terkenal tapi punya isu sederhana yang sangat menarik untuk dibahas. Isu-isu itu juga sangat dekat dengan kehidupan masyarakat pada umumnya. Dan aku rasa semua orang perlu tahu isu sederhana itu. Karena untuk menyelesaikan isu besar maka kita perlu peka terhadap isu kecil yang sering disepelekan.

Perbedaan atau ekslusivitas membaca buku juga tidak selalu hadir dalam ruang dunia nyata tapi juga dunia maya. Banyak satu pembaca menyepelekan atau merendahkan buku bacaan orang lain hanya karena punya ketertarikan penulis dan tema yang berbeda. Padahal meski setiap orang punya minat dan tema yang berbeda yang penting untuk terus ditumbuhkan adalah minat membacanya.

Menurutku cukup pejabat yang terlihat hidup lebih eksklusif dibandingkan rakyatnya saat ini tapi jangan sampai ruang-ruang membaca, ruang-ruang diskusi juga ikut membentuk kesenjangan diantara anggotanya hanya karena minat dan tema bacaan yang berbeda. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Dias Ashari
Tentang Dias Ashari
Menjadi Penulis, Keliling Dunia dan Hidup Damai Seterusnya...

Berita Terkait

News Update

Linimasa 11 Jun 2026, 09:46

ITC Kebonkalapa, Pusat Perbelanjaan Kota Bandung yang Memudar

Dulu penuh pembeli, kini ITC Kebonkalapa menghadapi sepinya pengunjung dan banyak kios kosong.

Kondisi ITC Kebonkalapa yang dulu sempat jadi tempat nongkrong dan belanja andalan warga Bandung. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 11 Jun 2026, 09:08

Bagaimana Musik Membantu Anak Tunagrahita Berinteraksi dengan Orang Lain?

Anak tunagrahita menghadapi hambatan sosial akibat gangguan fungsi kognitif.

Ilustrasi. (Sumber: gemini.ai)
Ayo Netizen 11 Jun 2026, 08:20

Mengapa Banjir di Majalaya Hari Ini Berbeda dengan Era Hindia-Belanda?

Apakah banjir di Majalaya terjadi baru baru ini atau dimulai pada abad 20?

Gambar banjir di Majalaya (Sumber: wa grup | Foto: Mufti Nurlita Sari)
Ayo Netizen 11 Jun 2026, 08:03

Menyoal Eksklusivitas dalam Komunitas Baca Buku

Menurutku cukup pejabat yang terlihat hidup lebih eksklusif dibandingkan rakyatnya tapi jangan sampai ruang-ruang membaca, ruang-ruang diskusi juga ikut membentuk kesenjangan diantara anggotanya

Komunitas Baca Buku seharusnya menjadi ajang paling ramah bagi mereka yang ingin mencari ruang aman untuk berdiskusi dan berdialetika bukan justru terasing karena punya pilihan yang berbeda. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)
Bandung 10 Jun 2026, 21:21

Menjembatani Komunitas dan Profesional Urban, Strategi Respiro Definisikan Ulang Fashion Berkendara Tropis

Respiro menangkap peluang emas ini dengan merumuskan ulang konsep estetika visual produk agar selaras dengan kebutuhan gaya hidup kaum urban yang serbacepat.

Koleksi perlengkapan berkendara atau riding apparel dari Respiro Indonesia. (Sumber: Ayobiz.id | Foto: Eneng Reni Nuraisyah Jamil)
Ayo Netizen 10 Jun 2026, 20:24

Tugu Koperasi Tasikmalaya, Bukti Nyata Lahirnya Semangat Koperasi Indonesia

Artikel ini membahas Tugu Koperasi Tasikmalaya sebagai simbol sejarah lahir dan berkembangnya semangat koperasi di Indonesia.

Depan Tugu koperasi Tasikmalaya saat ini (Sumber: Dokumen Pribadi | Foto: Nabila imania)
Ayo Netizen 10 Jun 2026, 18:47

Ulos: Kain yang Menjadi Simbol dari Masyarakat Batak

Ulos adalah kain tenun khas Batak berbentuk selendang. Benda sakral ini merupakan simbol restu, kasih sayang dan persatuan.

Kain Ulos Ragi Hidup (Sumber: https://repositori.kemendikdasmen.go.id/19484/1/2010-Booklet-Mengenal%20Ulos.pdf)
Bandung 10 Jun 2026, 17:55

Mengenal Kanemura, Brand Kuliner Jepang yang Mengusung Sistem Manajemen Terpusat dalam Bisnis Waralaba

Brand kuliner Jepang, Kanemura, menawarkan berbagai paket kemitraan menarik bagi masyarakat yang ingin merambah bisnis waralaba (franchise).

Brand kuliner Jepang, Kanemura, menawarkan berbagai paket kemitraan menarik bagi masyarakat yang ingin merambah bisnis waralaba (franchise). (Sumber: AyoBiz.id | Foto: Nisrina Nuraini)
Ayo Biz 10 Jun 2026, 17:29

Denyut Digitalisasi Perbankan yang Menghidupi Perajin Sepatu Kulit Cibaduyut

Sejak 2018, Mochamad Indra Yusuf Wahyudin aktif mengikuti pelatihan di Rumah BUMN Bandung.

Mochamad Indra Yusuf Wahyudin, pemilik Koku Footwear (produsen sepatu kulit) di Taman Cibaduyut Indah, Kecamatan Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung, (26/5/2026). (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Aris Abdulsalam)
Linimasa 10 Jun 2026, 16:50

Ibun Bajra, Fenomena Alam Embun Membeku di Kertasari Bandung

Fenomena ibun bajra kembali muncul di Kertasari. Embun membeku jadi lapisan es dan berdampak pada pertanian.

Daun teh membeku di Kertasari saat cuaca dingin menyergap Bandung 2019 silam. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 10 Jun 2026, 16:48

Menelusuri Jejak Historis Surabi, Oleh-Oleh Khas Jawa Barat

Surabi adalah salah satu makanan tradisional khas Jawa Barat.

Surabi Cihapit Bandung. (Sumber: Instagram | Foto: Surabi Cihapit)
Ayo Netizen 10 Jun 2026, 15:31

Menyusuri Bukit Plangon: Saat Sejarah dan Kepercayaan Menjaga Alam

Bukit Plangon menjadi contoh bagaimana nilai spiritual dan kearifan lokal berperan dalam menjaga keseimbangan alam.

Sinar matahari menerobos rimbunnya pepohonan di sekitar bangunan makam Bukit Plangon, Cirebon. (Sumber Foto: Dokumentasi pribadi, 2025)
Ayo Netizen 10 Jun 2026, 14:48

Kesadaran Masyarakat terhadap Penggunaan Kain Wol dengan Fashion Old Money

Penerapan gaya old money dan pemakaian kain wol menjadi strategi yang sangat efektif untuk menekan laju pertumbuhan fashion cepat di Indonesia.

Ilustrasi kain wol. (Sumber: Pexels | Foto: Vlada Karpovich)
Wisata & Kuliner 10 Jun 2026, 14:33

Jelajah TMII, Panduan Lengkap Wisata, Harga Tiket, dan Wahana Terbaru

Panduan lengkap berkunjung ke TMII Jakarta, mulai dari harga tiket, museum, anjungan daerah, Jagat Satwa Nusantara, hingga cara menjelajahi kawasan seluas 150 hektare.

Taman Mini Indonesia Indah (TMII).
Ayo Netizen 10 Jun 2026, 12:49

Filosofi Kendi, Animo Pemakaian Tumbler dan Mesin Air Minum Gratis

Kendi adalah ikon sosialisme air minum pada zamannya.

Ilustrasi kendi yang merupakan ikon sosialisme air minum warisan budaya bangsa. (Sumber: Pexels | Foto: Eda Yılmaz)
Sejarah 10 Jun 2026, 12:21

Jelajah Candi-candi di Bandung, Jejak Peradaban Kuno yang yang Hampir Terlupakan

Jejak peninggalan Hindu kuno di Bandung masih bertahan, tetapi kondisi situsnya memerlukan perhatian serius.

Situs Candi Bojongemas di Solokanjeruk Kabupaten Bandung memprihatinkan dan tak terawat. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 10 Jun 2026, 11:29

Toponimi Lembang (Bagian 1)

Lembang berasal dari bahasa Sunda yaitu “Ngalembang” yang berarti air yang tergenang.

Buku Toponimi Lembang. (Foto: Malia Nur Alifa)
Ayo Netizen 10 Jun 2026, 10:18

Gedung Juang 45: Transformasi Bangunan Kolonial Menjadi Museum Berbasis Digital

Revitalisasi Gedung Juang 45 Bekasi dari bangunan cagar budaya yang sempat terbengkalai menjadi museum modern berbasis teknologi digital.

Gedung Juang 45 Kota Bekasi (Sumber: bekasikab.go.id | Foto: Situs Pemerintah)
Beranda 10 Jun 2026, 10:12

Di Tengah Janji Energi Bersih, Warga Lereng Gunung Cemas Kehilangan Air, Lahan, dan Masa Depan

Di balik janji energi bersih dari proyek geotermal, warga di sejumlah lereng gunung di Jawa Barat menyuarakan kekhawatiran atas ancaman terhadap sumber air, lahan pertanian, dan ma

Dani Setiawan, petani sayur di kaki Gunung Gede Pangrango, menyuarakan kekhawatirannya terhadap proyek geotermal yang dinilai dapat mengancam sumber air, lahan pertanian, dan ruang hidup warga. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)
Ayo Netizen 10 Jun 2026, 09:17

Mengenal Peuyeum sebagai Makanan Tradisional Khas Jawa Barat

Peuyeum sebagai makanan tradisional khas Jawa Barat

Peuyeum Bandung. (Foto: Sofi Putri)