Hari Anak Nasional: Kenalkan Proses Kreatif Sejak Dini Lewat Program Little Creator

6 menit baca
Totok Siswantara
Ditulis oleh Totok Siswantara diterbitkan
Program Kreator Cilik yang diselenggarakan oleh Omochatoys menekankan proses kreatif sejak usia dini (Foto: dok Omochatoys)
Program Kreator Cilik yang diselenggarakan oleh Omochatoys menekankan proses kreatif sejak usia dini (Foto: dok Omochatoys)

Hari Anak Nasional (HAN) diperingati setiap 23 Juli 2026. Tema peringatan yang dibuat oleh Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, adalah "Sayang Anak, Lindungi dan Bangun Masa Depan".

Cara menyayangi anak dan melindungi masa depannya kini terhalang oleh berbagai macam rintangan. Seperti masalah anak yang cenderung kecanduan gawai atau games. Banyak anak yang terganggu jiwa dan fisiknya akibat kecanduan smartphone, tablet, hingga smartwatch (jam tangan pintar. Akibatnya beberapa syaraf tubuh anak bisa terganggu dan siklus biologisnya seperti waktu tidur mengalami gangguan yang serius.

Kreativitas di segala bidang kehidupan adalah kunci masa depan anak. Mental kreatif perlu ditumbuhkan pada setiap anak untuk menghadapi persaingan. Proses kreatif perlu dikenalkan sejak usia dini. Melalui program-program keterampilan tangan untuk menumbuhkan bakat dan minat berkreasi dan berproduksi. Proses kreatif pada diri anak mesti dikembangkan, baik lewat program kursus atau program di sekolah.

Proses kreatif pada anak-anak merupakan investasi yang amat berharga bagi sebuah bangsa. Mainan anak berbasis kayu dan bahan alam lainnya bisa menumbuhkan jiwa kreatifitas dan mentalitas yang terampil dan ulet. Proses kreatif pada diri anak lebih efektif jika disertai dengan program Little Creator atau Kreator Cilik.

Salah satu program Little Creator yang mengetengahkan Woodworking Class atau kelas kerajinan dari kayu untuk membuat berbagai bentuk mainan dilakukan oleh Omochatoys. Yaitu startup produk mainan anak yang berlokasi di Bogor yang didirikan oleh Ibu Wahyuni.

Untuk menjalankan program Little Creator yang kini mendapat apresiasi yang luas dari masyarakat dan dunia pendidikan, Bu Yuni dibantu oleh beberapa instruktur. Antara lain kak Lucky yang menjabat Kepala produksi Omochatoys, kak Kiyo yakni Putri Owner Little Creator, dan kak Rifky yang bertugas mengelola jadwal program Little Creator.

Program Little Creator bisa diselenggarakan di lantai 2, Graha Mainan Omochatoys. Atau bisa diselenggarakan di luar. Peserta yang merupakan kreator cilik itu dibekali dengan pengenalan proses kreatif dan penggunaan perkakas kayu dengan benar. Kemudian diberikan metode pembuatan bentuk mainan yang diminati sendiri oleh peserta seperti membuat mainan kendaraan dari kayu. Atau bentuk-bentuk yang disukai oleh anak.

Dalam sejarah dunia, proses kreatif yang melibatkan kayu telah menghasilkan para industrialis yang legendaris. Banyak tokoh dunia dan industrialis terkemuka global yang pada saat anak-anak hingga remaja menggeluti dan hobi membuat mainan dari kayu. Salah satu tokoh dunia itu adalah pendiri industri pesawat terbang Boeing yakni William Edward Boeing, seorang pionir penerbangan.

Sebelum merintis industri dirgantara, ia adalah seorang pengusaha di bidang perkayuan. Perusahaan kayunya menjadi cikal bakal pabrik pesawat terbang yang ia dirikan pada tahun 1916. Lahir di Detroit pada 1881, William meninggalkan bangku kuliah dan pindah ke Seattle untuk bekerja di industri perkayuan. Ia memiliki dan mengoperasikan Greenwood Logging Company.

Ketertarikannya pada penerbangan bermula saat ia melihat pameran kedirgantaraan. Berbekal keahliannya di industri kayu, ia menyulap perusahaannya untuk memproduksi pesawat terbang pertama bersama rekannya George Conrad Westervelt. Perusahaan kayu miliknya menjadi landasan material awal mula pembuatan pesawat terbang.

Para Instruktur program Little Creator (Foto: dok Omochatoys Bogor)
Para Instruktur program Little Creator (Foto: dok Omochatoys Bogor)

Kepeloporan Bu Yuni lewat Omocha

Dalam konteks Indonesia, patut diteladani seorang ibu rumah tangga bernama Wahyuni, yang saat ini pemilik usaha ekonomi kreatif bernama Omochatoys di Bogor. Bu Yuni memiliki konsep dan program untuk menumbuhkan daya kreasi anak melalui kreator cilik yang fokus kepada Woodworking Class.

Program untuk membentuk Little Creator itu sangat tepat untuk membantu terwujudnya lingkungan sekolah yang sesuai dengan tantangan zaman. Dan sangat tepat untuk mewujudkan sekolah sebagai Lumbung Kreativitas. Konsep dan karya Bu Yuni patut diadopsi oleh sekolah maupun lembaga lainnya seperti pengelola ruang untuk anak atau fasilitas publik untuk anak lainnya.

Bu Yuni memulai usahanya dari arena pasar kaget di perumahan tempat tinggalnya. Hingga kini memiliki workshop pembuatan mainan atau bisa disebut pabrik Omochatoys ini sudah sangat memadai dengan tambahan mesin-mesin canggih. Graha Mainan Omochatoys berlokasi di Jl Abdullah Bin Nuh No 100, Bubulak, Bogor

Omochatoys juga sering menerima kunjungan dari taman kanak-kanak untuk study tour. Sungguh luar biasa, perempuan sederhana bisa mewujudkan mimpinya sebagai produsen mainan anak.

Ide usaha Bu Yuni muncul ketika dirinya kesulitan mencari mainan edukatif untuk sang anak. “Sebenarnya yang cari mainan edukatif anak itu banyak, tapi sulit didapat. Jadi kenapa saya nggak coba untuk ikut memasarkan dengan menjadi agen,” katanya.

Pada mulanya menjadi agen mainan edukatif anak impor dari Tiongkok. Penjualan yang bagus namun tidak di support dengan suplai yang memadai membuat Bu Yuni memutar otak mencari jalan keluar.

“Karena barang impor jadi kalau lagi banyak ya banyak barang datang, tapi kalau lagi kosong ya sudah nggak ada barang. Kita nunggu beberapa bulan baru ada barang, padahal kan kita jualan, nggak bisa nunggu-nunggu nanti orang nggak jadi beli,” terangnya.

Saat ini, Omochatoys sudah memenuhi permintaan hampir di setiap provinsi, yang terbanyak Jabodetabek dan Pulau Jawa. Kalau Sumatera dan daerah lainnya banyak, tapi tidak sebesar daerah Jawa. Untuk produk Omochatoys, permintaan luar negeri tidak sedikit, sementara kapasitas produksinya sebulan hanya 2.000 mainan untuk jenis puzzle. Produknya tidak hanya puzzle, ada balok-balok, kancing-kancingan, binatang-binatangan, sepatu-sepatuan, alphabet, palu-palu, menara-menara, dan jenis mainan lainnya.

Kolase foto anak-anak peserta program Little Creator (Sumber: Omochatoys | Foto: dokpri Totok Siswantara)
Kolase foto anak-anak peserta program Little Creator (Sumber: Omochatoys | Foto: dokpri Totok Siswantara)

Menumbuhkan Budaya Profesionalisme Sejak Usia Dini

Dari sisi kacamata ilmu sosiologi, kebudayaan, khususnya budaya profesionalisme, dapat direkayasa (dibentuk) di tengah pranata sosial masyarakatnya. Rekayasa lebih tepat dilakukan sejak anak usia dini atau anak usia sekolah dasar dan menengah.

Makna Hari Anak Nasional 2026 yang paling hakiki adalah mencari metode untuk menumbuhkan budaya profesionalisme sejak usia dini.

Jika kita meneropong ke negara lain, utamanya negara-negara maju, akan terlihat stigma dan sepak terjang masyarakat di negara maju. Bagaimana cara mereka mengartikulasikan terhadap profesinya. Bagaimana seorang ahli penata bunga, atau seorang tukang kayu di benua Amerika atau Eropa dengan bangga menempelkan di dinding sertifikat mereka sebagai seorang tukang kayu atau perangkai bunga yang certified, yang mencapai standardisasi internasional. Lebih dari itu mereka gemar menjadi anggota komunitas sebuah profesi yang setiap saat dapat menjadi wahana untuk meningkatkan profesionalitas mereka.

Tergambar dalam benak kita melalui film-film ringan Amerika, bagaimana film ini mengelaborasi perjuangan seorang anak muda di dalam memperjuangkan cita-citanya, menjadi seorang pemain American Football. Juga sering kita lihat up and down (perjuangan jatuh bangunnya) seorang musisi yang profesional, atau seorang penari balet yang terkenal.

Dalam psikologi sosial, kebanggaan akan profesi yang dipilihnya seperti dalam contoh kasus di atas dikenal sebagai positivity. Seseorang dikatakan memiliki positivity tinggi apabila di dalam ia melaksanakan tugas-tugas profesinya tampak dengan nyata betapa ia memiliki kepercayaan diri atas profesi yang dijalankan, sehingga tidak merasa rendah diri di dalam menghadapi persaingan dan lingkungan sosialnya.

Yang harus digarisbawahi dan menjadi titik perhatian masyarakat Indonesia sebetulnya adalah suatu isu tentang rasa kebanggaan profesi. Bagaimana cara membangun positivity yang kuat bagi tiap profesi yang dibutuhkan oleh masyarakat. Yakni profesi dalam arti yang luas, tidak harus kita bayangkan seorang dokter, insinyur, atau seorang pengacara untuk bisa dikatakan memiliki profesi, ataupun untuk bisa disebut profesional.

Profesi apapun bentuknya bila ditekuni secara konsisten dan bersungguh-sungguh akan mendatangkan reward (imbalan) yang memuaskan. Selain itu sebuah profesi sebaiknya mendapatkan apresiasi jika ingin berkembang dan berkelanjutan. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Artikel Rekomendasi Untuk Anda

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Totok Siswantara
Penulis lepas, pemulia tanaman, lulusan Program Profesi Insinyur

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 12 Agu 2026, 11:24

Defisit Rp300 Miliar, Siapa yang Gagal Mengelola Bandung?

Defisit Rp300 miliar itu tentu saja merupakan cerita yang jauh lebih kompleks dari sekadar kekurangan duit kas.

Balai Kota Bandung. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Humas Setda Kota Bandung  via ayobandung.com)
Ayo Netizen 12 Agu 2026, 08:18

Merdeka dalam Berpikir, Merdeka dalam Bertindak

Makna kemerdekaan di era digital tercermin dari kemampuan masyarakat dalam berpikir kritis, menyaring informasi, dan bertindak secara bertanggung jawab.

Ilustrasi orang Indonesia. (Sumber: Pexels | Foto: Heru Dharma)
Ayo Netizen 11 Agu 2026, 20:01

Membaca Gaya Komunikasi di Balik Publikasi Koleksi Jam Tangan Edisi Khusus

Analisis ini berfokus pada cara perusahaan menyampaikan produknya kepada publik, bukan membahas spesifikasi produk secara rinci.

Ilustrasi iklan.
Ayo Netizen 11 Agu 2026, 18:10

Menulis sebagai Cara Membangun Pengetahuan

Sebuah refleksi tentang menulis yang tidak berhenti pada keterampilan menyusun kata dan kalimat, tetapi melihat menulis sebagai bagian dari proses membangun pengetahuan dan membentuk cara berpikir.

Ilustrasi mengetik artikel dengan laptop. (Sumber: Unsplash | Foto: Sergey Zolkin)
Ayo Netizen 11 Agu 2026, 17:02

Indonesia Raya Tercipta di Bandung

Gagasan menciptakan lagu kebangsaan muncul setelah W.R. Soepratman membaca tantangan di majalah Timboel pada 1924.

Ilustrasi Wage Rudolf Soepratman. (Sumber: Ayobandung.id)
Beranda 11 Agu 2026, 16:53

Bandung Makin Panas di Siang dan Makin Dingin di Malam, Ada Apa dengan Suhu Kota?

Suhu Kota Bandung menunjukkan perubahan menarik. Siang makin panas dan malam tetap dingin. Pohon serta ruang hijau punya peran pent

Kota Bandung tampak seperti cekungan dengan dominasi kawasan pemukiman serta industri. Sementara bagian hijau sudah sangat kurang. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 11 Agu 2026, 16:08

Penyiaran Proklamasi Kemerdekaan di Bandung

Berita mengenai proklamasi kemerdekaan dengan cepat menyebar dan meluas dalam masyarakat Kota Bandung.

Jawa hokokai pada 1944. (Sumber: Polri.go.id)
Wisata & Kuliner 11 Agu 2026, 15:39

Panduan Wisata Telaga Biru Cicerem, Danau Jernih di Kaki Gunung Ciremai

Jelajahi Telaga Biru Cicerem, telaga alami dengan air biru kehijauan yang jernih, ikan warna-warni, dan panorama kaki Gunung Ciremai.

Telaga Biru Cicerem. (Sumber: Instagram @telagabiruciceremofficial)
Ayo Netizen 11 Agu 2026, 15:17

Dilema PKL: Tertib atau Mati Pelan-pelan

Data menunjukkan bahwa sektor informal, seperti PKL, masih menjadi tulang punggung tenaga kerja di Indonesia.

Petugas Satpol PP Kota Bandung menggunakan alat berat merobohkan bangunan liar dan lapak PKL di Jalan Ibrahim Adjie, Kiaracondong, Kota Bandung, Senin 10 Agustus 2026. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 11 Agu 2026, 13:48

Berjumpa dengan Bari Lukman, Pengibar Merah Putih Pertama di Bandung

Yang menarik, perjumpaan dengan Bari Lukman tidak diawali oleh pencarian seorang tokoh sejarah.

Bari Lukman (memegang bolpoin) bersama rekan-rekan wartawan di Bandung. (Sumber: Dokumentasi  Kin Sanubary)
Ayo Netizen 11 Agu 2026, 12:27

Jejak Memori Rijsttafel: Simfoni Akulturasi dan Potret Budaya Kolonial di Nusantara

Sebagai warisan budaya, Rijsttafel mengajak kita untuk melakukan penelusuran terhadap sebuah tradisi adiboga yang tumbuh di tengah ketegangan kolonialisme.

Momen rijsttafel pada tahun 1880-an. (Sumber: Collectie Stichting Nationaal Museum van Wereldculturen | Foto: Jhr. Josias Cornelis Rappard)
Ayo Netizen 11 Agu 2026, 08:58

Membangkitkan Kembali Pesawat Kebanggaan Indonesia 

Membangkitkan kembali pesawat asli Indonesia sebenarnya perwujudan yang logis bagi Indonesia, pemerintahan saat ini pun perlu mendanainya dengan sungguh-sungguh.

Kondisi Bandara Husein Sastranegara sebelum penerbangan dipindahkan. (Sumber: Ayobandung)
Ayo Netizen 10 Agu 2026, 18:19

Resensi Novel 'Permulaan Sebuah Musim Baru di Suriname': Kisah Jungkir Balik Sebuah Keluarga Jawa

Novel ini menceritakan tentang sebuah keluarga Jawa yang mencoba untuk mengadu nasib ke Suriname.

Buku "Permulaan Sebuah Musim Baru di Suriname". (Sumber: Ayobandung.id)
Bandung 10 Agu 2026, 17:54

Inovasi Kudapan Nostalgia, Cara Kuliner Lokal Bandung Bikin Biskuit Gabin Naik Kelas

Dinamika jajanan di Kota Bandung rasanya tidak pernah kehabisan akal untuk memanjakan lidah para pencintanya, tak terkecuali untuk inovasi biskuit gabin.

Biskuit gabin, kudapan sederhana yang akrab dengan memori masa kecil yang dapat panggung untuk tampil lebih modern dan kekinian. (Sumber: AyoBiz.id | Foto: Eneng Reni Nuraisyah Jamil)
Ayo Netizen 10 Agu 2026, 17:47

Berburu Buku Tahun 1980-an

Kilasan informasi masa tahun 1980-an tentang literasi yang dominasi membaca buku, koran, majalah, novel dan komik

Ilustrasi toko buku di Pasar Palasari. (Sumber: Ayobandung.id)
Wisata & Kuliner 10 Agu 2026, 17:47

Warung Perkedel Ibu Kokom, Hidden Gem Kuliner Bandung di Cimenyan

Warung Ibu Kokom menjadi destinasi kuliner favorit di Cimenyan berkat perkedel renyah, sambal terasi, dan terutama pemandanagan serta suasana alam yang sejuk.

Perkedel di Warung Ibu Kokom Cimenyan. (Sumber: Instagram @warung_ibukokom)
Ayo Netizen 10 Agu 2026, 16:24

Shrinkflation Tanda Inflasi Tersembunyi pada Suatu Negara

Shrinkflation adalah fenomena ekonomi ketika perusahaan mengurangi kuantitas atau ukuran suatu produk tanpa menaikkan harga jual secara langsung. Fenomena ini umumnya jarang diketahui oleh konsumen.

Ilustrasi shrinkflation dengan kemasan produk yang makin kecil akibat inflasi. (Sumber: Flickr | Foto: Brett Jordan)
Ayo Netizen 10 Agu 2026, 15:52

Makna Kemerdekaan untuk Kembalikan Esensi Pajak Penerangan Jalan di Bandung

Sangat ironis jika bulan kemerdekaan diwarnai dengan ruas jalan dan ruang publik yang gelap gulita.

Ilustrasi makna hari kemerdekaan untuk mengatasi kegelapan di ruas jalan dan ruang publik. (Sumber: Hasil kreasi dengan Gemini | Foto: Sri Maryati)
Ayo Netizen 10 Agu 2026, 12:51

Ketika Tuntutan Produktivitas dalam Hustle Culture Memicu Beban Mental Mahasiswa

Berangkat dari keresahan mahasiswa terhadap tuntutan selalu produktif, yang di mana sering disalahartikan sebagai keharusan selalu terlihat sibuk.

Seorang wanita duduk di atas tempat tidur sambil memegang bantal, dikelilingi kertas dan laptop, menunjukkan ekspresi stress. (Sumber: pexels | Foto: Ron Lach)
Ayo Netizen 10 Agu 2026, 11:12

Sawah, Kerbau (Baja), dan Kenangan

Munding boleh berganti traktor. Sawah bisa saja berubah wajah menjadi rumah, kos-kosan. Permainan anak-anak boleh berganti zaman. Tapi kenangan tentang kebersamaan semestinya tetap tumbuh

Asyiknya membajak sawah menggunakan kerbau dulu, kini digantikan perannya oleh traktor (Sumber: Instagram @kangnandarvlog)