Hari Anak Nasional: Sudahkah Anak-Anak Indonesia Merdeka?

3 menit baca
Dias Ashari
Ditulis oleh Dias Ashari diterbitkan
Seorang anak sekolah di Aceh yang menyebrangi jembatan tali menuju sekolah. (Sumber: Generated AI (Terinspirasi dari Video Asli di Aceh))
Seorang anak sekolah di Aceh yang menyebrangi jembatan tali menuju sekolah. (Sumber: Generated AI (Terinspirasi dari Video Asli di Aceh))

Hari Anak Nasional (HAP) kerap diperingati pada tanggal 23 Juli 2026. Sejauh ini perayaan tersebut seringkali sebagai hari kasih sayang yang didedikasikan untuk anak. Banyak juga narasi yang menyebutkan bahwa tujuan diperingatinya hari anak adalah untuk memberikan penghormatan, perlindungan serta pemenuhan hak anak.

Sekilas hal tersebut memang seperti sebuah mimpi yang menjanjikan bagi mereka yang bahkan kerap kali dirampas haknya oleh orang dewasa yang tidak bertanggung jawab. Membicarakan soal anak mungkin bagi seseorang biasa saja karena bisa saja di masa lalu pernah mendapat trauma yang berhubungan dengan anak kecil. Namun anak kecil juga bisa jadi sangat berarti bagi ibu yang melahirkannya. Namun yang jelas anak-anak adalah manusia yang patut mendapat perlindungan karena mereka belum bisa sepenuhnya berdikari.

Fitrahnya seorang anak yang dilahirkan ke dunia ini ada dalam kondisi suci dan bersih. Dan orang dewasalah yang berperan untuk memberikan warna dalam kehidupannya. Kedua orang tua memberikan warna melalui cara mengasuhnya. Lingkungan memberikan warna bagaimana dirinya berinteraksi dalam ranah sosial. Guru memberikannya warna bagaimana seorang anak bisa memahami makna belajar dan mencari ilmu. Agama memberikannya keyakinan dan pencerahan bagaimana seorang anak bisa berbakti kepada Tuhan-Nya. Dan semua siklus itu pasti diwarnai oleh orang dewasa yaitu manusia yang lebih dulu lahir ke dunia ini.

Seperti layaknya peringatan hari kemerdekaan tapi apakah kondisi negara kita benar-benar telah merdeka dalam berbagai aspek kehidupan ? begitu pun dengan peringatan hari anak nasional, apakah benar anak-anak sudah merdeka dari rasa aman, nyaman dan sejahtera ? tentu jawabannya belum tentu. Namun bukan berarti memperingati momentum sesuatu adalah hal yang salah tapi kadang kita juga perlu memahami hakikat dari sebuah perayaan itu apa ? dan bukan sekedar momentum yang lewat begitu saja tapi isu pentingnya justru terlupakan.

Kembali kepada tujuan hari anak nasional yaitu sebagai bentuk penghormatan, perlindungan serta pemenuhan hak anak-- apakah ini benar-benar sudah terlaksanakan dengan baik ? Saya rasa bukan hanya narasi tapi fakta di lingkungan yang menjawab dengan jujur tentang kondisi anak-anak di sekitar kita.

Berdasarkan data Pusiknas Bareskim Polri di wilayah hukum Jawa Barat tercatat 345 kasus kekerasan dan kejahatan terhadap anak sejak Januari hingga 21 April 2026. Saya rasa angka yang terdapat di polri pun hanya yang terlapor karena kita tidak pernah tau berapa banyak kasus seperti ini yang tidak terdeteksi dan seringnya sudah parah baru terlapor.

Meski sudah ada lembaga yang menaungi anak-anak untuk mendapatkan perlindungan tapi di ruang-ruang terkecil seperti rumah atau sekolah belum tentu semua anak mendapat perlindungan yang sama dari orang dewasa. Berapa banyak anak-anak yang dihukum oleh orang tuanya karena tidak bisa memenuhi ekspektasi orang tuanya-- ditengah orangtuanya saling berlomba agar anaknya bisa menjadi yang terbaik di mata orang lain. Juga isu yang paling menyesakkan ketika ruang-ruang sekolah tidak lagi aman bagi anak-anak karena terdapat oknum orang dewasa yang bisa saja melakukan kekerasan seksual. Banyak berita dan temuan bahwa ruang-ruang tersebut tidak sepenuhnya aman.

Selanjutnya ketika setiap anak di Indonesia seharusnya mendapat hak atau kesempatan yang layak dalam mendapatkan pendidikan demi masa depan yang layak tidak hanya secara intelektual tapi mental dan bekal untuk mengarungi masa depan. Mungkin di perkotaan sebagian besar anak-anak sudah mendapatkan kesempatan bersekolah dan fasilitas pendukung belajar yang memadai tapi Indonesia itu terlalu luas jika kita hanya mengacu pada permasalahan di kota saja.

Musibah yang menimpa Aceh misalnya hingga hari ini fasilitas disana masih belum benar-benar kondusif untuk melakukan mobilitas. Ditandai dengan pemadaman listrik dan akses jembatan menuju sekolah yang tak kunjung diperbaiki. Mereka yang masih anak-anak tetap menerjang sungai demi pergi ke sekolah untuk belajar. Padahal sudah menjadi hak mereka untuk mendapatkan akses serta fasilitas yang aman dan nyaman. Namun hingga hari ini beberapa media besar memberitakan bagaimana kondisi di Aceh yang sepenuhnya belum pulih. Banyak berseliweran seorang anak dan seorang guru yang membopong anak untuk tetap pergi ke sekolah meski ancaman nyawa berada di depan mata mereka.

Lantas apakah anak-anak sudah benar-benar merdeka ? saya rasa selama masih ada kekerasan, pembullyan, intimidasi dan hak-hak pendidikan yang belum terpenuhi maka selama itu juga mereka tidak bisa sepenuhnya merayakan hari anak nasional dengan perasan aman dan nyaman. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Dias Ashari
Tentang Dias Ashari
Menjadi Penulis, Keliling Dunia dan Hidup Damai Seterusnya...

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 12 Agu 2026, 11:24

Defisit Rp300 Miliar, Siapa yang Gagal Mengelola Bandung?

Defisit Rp300 miliar itu tentu saja merupakan cerita yang jauh lebih kompleks dari sekadar kekurangan duit kas.

Balai Kota Bandung. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Humas Setda Kota Bandung  via ayobandung.com)
Ayo Netizen 12 Agu 2026, 08:18

Merdeka dalam Berpikir, Merdeka dalam Bertindak

Makna kemerdekaan di era digital tercermin dari kemampuan masyarakat dalam berpikir kritis, menyaring informasi, dan bertindak secara bertanggung jawab.

Ilustrasi orang Indonesia. (Sumber: Pexels | Foto: Heru Dharma)
Ayo Netizen 11 Agu 2026, 20:01

Membaca Gaya Komunikasi di Balik Publikasi Koleksi Jam Tangan Edisi Khusus

Analisis ini berfokus pada cara perusahaan menyampaikan produknya kepada publik, bukan membahas spesifikasi produk secara rinci.

Ilustrasi iklan.
Ayo Netizen 11 Agu 2026, 18:10

Menulis sebagai Cara Membangun Pengetahuan

Sebuah refleksi tentang menulis yang tidak berhenti pada keterampilan menyusun kata dan kalimat, tetapi melihat menulis sebagai bagian dari proses membangun pengetahuan dan membentuk cara berpikir.

Ilustrasi mengetik artikel dengan laptop. (Sumber: Unsplash | Foto: Sergey Zolkin)
Ayo Netizen 11 Agu 2026, 17:02

Indonesia Raya Tercipta di Bandung

Gagasan menciptakan lagu kebangsaan muncul setelah W.R. Soepratman membaca tantangan di majalah Timboel pada 1924.

Ilustrasi Wage Rudolf Soepratman. (Sumber: Ayobandung.id)
Beranda 11 Agu 2026, 16:53

Bandung Makin Panas di Siang dan Makin Dingin di Malam, Ada Apa dengan Suhu Kota?

Suhu Kota Bandung menunjukkan perubahan menarik. Siang makin panas dan malam tetap dingin. Pohon serta ruang hijau punya peran pent

Kota Bandung tampak seperti cekungan dengan dominasi kawasan pemukiman serta industri. Sementara bagian hijau sudah sangat kurang. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 11 Agu 2026, 16:08

Penyiaran Proklamasi Kemerdekaan di Bandung

Berita mengenai proklamasi kemerdekaan dengan cepat menyebar dan meluas dalam masyarakat Kota Bandung.

Jawa hokokai pada 1944. (Sumber: Polri.go.id)
Wisata & Kuliner 11 Agu 2026, 15:39

Panduan Wisata Telaga Biru Cicerem, Danau Jernih di Kaki Gunung Ciremai

Jelajahi Telaga Biru Cicerem, telaga alami dengan air biru kehijauan yang jernih, ikan warna-warni, dan panorama kaki Gunung Ciremai.

Telaga Biru Cicerem. (Sumber: Instagram @telagabiruciceremofficial)
Ayo Netizen 11 Agu 2026, 15:17

Dilema PKL: Tertib atau Mati Pelan-pelan

Data menunjukkan bahwa sektor informal, seperti PKL, masih menjadi tulang punggung tenaga kerja di Indonesia.

Petugas Satpol PP Kota Bandung menggunakan alat berat merobohkan bangunan liar dan lapak PKL di Jalan Ibrahim Adjie, Kiaracondong, Kota Bandung, Senin 10 Agustus 2026. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 11 Agu 2026, 13:48

Berjumpa dengan Bari Lukman, Pengibar Merah Putih Pertama di Bandung

Yang menarik, perjumpaan dengan Bari Lukman tidak diawali oleh pencarian seorang tokoh sejarah.

Bari Lukman (memegang bolpoin) bersama rekan-rekan wartawan di Bandung. (Sumber: Dokumentasi  Kin Sanubary)
Ayo Netizen 11 Agu 2026, 12:27

Jejak Memori Rijsttafel: Simfoni Akulturasi dan Potret Budaya Kolonial di Nusantara

Sebagai warisan budaya, Rijsttafel mengajak kita untuk melakukan penelusuran terhadap sebuah tradisi adiboga yang tumbuh di tengah ketegangan kolonialisme.

Momen rijsttafel pada tahun 1880-an. (Sumber: Collectie Stichting Nationaal Museum van Wereldculturen | Foto: Jhr. Josias Cornelis Rappard)
Ayo Netizen 11 Agu 2026, 08:58

Membangkitkan Kembali Pesawat Kebanggaan Indonesia 

Membangkitkan kembali pesawat asli Indonesia sebenarnya perwujudan yang logis bagi Indonesia, pemerintahan saat ini pun perlu mendanainya dengan sungguh-sungguh.

Kondisi Bandara Husein Sastranegara sebelum penerbangan dipindahkan. (Sumber: Ayobandung)
Ayo Netizen 10 Agu 2026, 18:19

Resensi Novel 'Permulaan Sebuah Musim Baru di Suriname': Kisah Jungkir Balik Sebuah Keluarga Jawa

Novel ini menceritakan tentang sebuah keluarga Jawa yang mencoba untuk mengadu nasib ke Suriname.

Buku "Permulaan Sebuah Musim Baru di Suriname". (Sumber: Ayobandung.id)
Bandung 10 Agu 2026, 17:54

Inovasi Kudapan Nostalgia, Cara Kuliner Lokal Bandung Bikin Biskuit Gabin Naik Kelas

Dinamika jajanan di Kota Bandung rasanya tidak pernah kehabisan akal untuk memanjakan lidah para pencintanya, tak terkecuali untuk inovasi biskuit gabin.

Biskuit gabin, kudapan sederhana yang akrab dengan memori masa kecil yang dapat panggung untuk tampil lebih modern dan kekinian. (Sumber: AyoBiz.id | Foto: Eneng Reni Nuraisyah Jamil)
Ayo Netizen 10 Agu 2026, 17:47

Berburu Buku Tahun 1980-an

Kilasan informasi masa tahun 1980-an tentang literasi yang dominasi membaca buku, koran, majalah, novel dan komik

Ilustrasi toko buku di Pasar Palasari. (Sumber: Ayobandung.id)
Wisata & Kuliner 10 Agu 2026, 17:47

Warung Perkedel Ibu Kokom, Hidden Gem Kuliner Bandung di Cimenyan

Warung Ibu Kokom menjadi destinasi kuliner favorit di Cimenyan berkat perkedel renyah, sambal terasi, dan terutama pemandanagan serta suasana alam yang sejuk.

Perkedel di Warung Ibu Kokom Cimenyan. (Sumber: Instagram @warung_ibukokom)
Ayo Netizen 10 Agu 2026, 16:24

Shrinkflation Tanda Inflasi Tersembunyi pada Suatu Negara

Shrinkflation adalah fenomena ekonomi ketika perusahaan mengurangi kuantitas atau ukuran suatu produk tanpa menaikkan harga jual secara langsung. Fenomena ini umumnya jarang diketahui oleh konsumen.

Ilustrasi shrinkflation dengan kemasan produk yang makin kecil akibat inflasi. (Sumber: Flickr | Foto: Brett Jordan)
Ayo Netizen 10 Agu 2026, 15:52

Makna Kemerdekaan untuk Kembalikan Esensi Pajak Penerangan Jalan di Bandung

Sangat ironis jika bulan kemerdekaan diwarnai dengan ruas jalan dan ruang publik yang gelap gulita.

Ilustrasi makna hari kemerdekaan untuk mengatasi kegelapan di ruas jalan dan ruang publik. (Sumber: Hasil kreasi dengan Gemini | Foto: Sri Maryati)
Ayo Netizen 10 Agu 2026, 12:51

Ketika Tuntutan Produktivitas dalam Hustle Culture Memicu Beban Mental Mahasiswa

Berangkat dari keresahan mahasiswa terhadap tuntutan selalu produktif, yang di mana sering disalahartikan sebagai keharusan selalu terlihat sibuk.

Seorang wanita duduk di atas tempat tidur sambil memegang bantal, dikelilingi kertas dan laptop, menunjukkan ekspresi stress. (Sumber: pexels | Foto: Ron Lach)
Ayo Netizen 10 Agu 2026, 11:12

Sawah, Kerbau (Baja), dan Kenangan

Munding boleh berganti traktor. Sawah bisa saja berubah wajah menjadi rumah, kos-kosan. Permainan anak-anak boleh berganti zaman. Tapi kenangan tentang kebersamaan semestinya tetap tumbuh

Asyiknya membajak sawah menggunakan kerbau dulu, kini digantikan perannya oleh traktor (Sumber: Instagram @kangnandarvlog)